5 Kriteria Keberhasilan Penyemprotan

5 Kriteria Keberhasilan Penyemprotan

Apakah penyemprotan yang kita lakukan sudah baik? Apa kriterianya?Bagaimana kita menilai, apakah penyemprotan yang kita lakukan sudah baik?

Saya mengusulkan 5 parameter atau kriteria penyemprotan yang harus dipenuhi agar pengendalian OPT berhasil.

1. UKURAN BUTIRAN SEMPROT.

Saat menyemprot, larutan semprot harus dipecah (oleh nozzle, spuyer) menjadi butiran semprot (disebut DROPLET). Ukuran droplet disesuaikan dengan OPT sasarannya.

Untuk menyemprot HAMA Dan PENYAKIT digunakan droplet HALUS sampai SEDANG.

Sementara untuk GULMA digunakan droplet SEDANG hingga KASAR. Butiran semprot halus biasanya diperoleh dari nozzle kerucut, droplet sedang dari nozzle kipas, dan droplet kasar dari nozzle polijet.

2. DISTRIBUSI SEMPROTAN.

Butiran semprot harus didistribusikan ke bidang sasaran (umumnya daun) secara MERATA, baik di seluruh kebun (distribusi horizontal) maupun pada daun tanaman (distribusi vertikal). Jangan lupa helaian daun bagian bawah!!

3. LIPUTAN

Droplet harus menutupi daun dengan jumlah yang cukup. Makin banyak droplet menutupi bidang sasaran (daun), makin besar kemungkinan OPT terpapar pertisida.

Liputan minimal untuk pestisida sistemik adalah 20-30 droplet/cm2 bidang sasaran, dan 50-70 droplet/cm2 utk pestisida non-sistemik. Untuk penyemprotan konvensional di darat kita tidak usah merisaukan angka liputan minimal tsb.

Petani kita biasa menyemprot hingga basah kuyup, sehingga liputannya sering berlebihan. Tetapi liputan minimal penting utk penyemprotan ULV yang volume semprotnya sangat rendah (misalnya penyemprotan dari udara).

4. VOLUME SEMPROT.

Volume semprot adalah jumlah larutan semprot yang digunakan untuk menyemprot satu satuan luas lahan. Biasa dinyatakan dalam liter/ha. Volume semprot bervariasi tergantung pada Jenis pestisida, umur Dan Jenis tanaman, serta alat semprot.

Yang penting, larutan semprot dapat didistribusikan secara merata dan tidak terlalu berlebihan. Dengan peralatan khusus, volume semprot dapat serendah 30-50 liter/ha.

Volume semprot dengan sprayer punggung untuk tanaman semusim berkisar antara 200 – 700 liter/ha.

5. RECOVERY

Intinya tidak banyak pestisida yang terbuang saat penyemprotan sehingga pestisida yang menempel di bidang sasaran bisa optimal. Recovery adalah perbandingan antara pestisida yang menempel di daun dibandingkan dengan dosis, dinyatakan dalam %.

Tulisan ini berasal dari tulisan: Pak Panut Djojosumarto dalam akun facebooknya. Judulnya disesuaikan untuk kebutuhan SEO artikel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *