Review : Fungisida Antracol 70WP, Dithane M45 80WP, Ziflo 90 WP, Tiflo 80WP

Review : Fungisida Antracol 70WP, Dithane M45 80WP, Ziflo 90 WP, Tiflo 80WP

 

Penggunaan fungisida diharapkan mampu melindungi tanaman dari serangan jamur, memperkuat daya tahan tanaman selama masa pertumbuhan, memulihan kondisi tanaman yang terserang agar kembali mampu berproduksi secara optimal. Kini fungisida bayak ditemukan di kios pertanian baik merek, jenis dan bentuk formulasinya.

Fungisida berbentuk tepung biasanya diberi kode WP atau wettable powder dibagian belakang nama/merek dagangnya memiliki banyak kelebihan dibanding fungisida formulasi lain seperti WG, EC, atau SC.

Kelebihannya fungisida tepung adalah :

  • Relatif murah
  • Resiko fitotoksik lebih rendah (dibandingkan formulasi EC dan formulasi cair lainnya)
  • Kurang diserap kulit (dibanding dengan formulasi cair)

Kelemahan fungisida tepung adalah :

  • Menimbulkan debu ketika dituang (bahaya inhalasi)
  • Memerlukan pengadukan secara terus menerus
  • Bersifat brasif
  • Bisa menimbulkan residu yang tampak pada bidang sasaran.

Tulisan kali ini akan membahas beberapa merek fungisida yang sudah banyak dikenal petani diantaranya Antracol 70WP dan Dithane M45 80WP.  Fungisida lain seperti  Ziflo 90 WP, Tiflo 80WP dimana kedua fungisida ini belum terkenal namun meawarkan banyak keunggulan selain Antracol 70WP maupun Dithane M45 80WP. Review ini berdasarkan bahan aktif dan bersumber dari The Pesticide Manual edisi 15.

Keempat fungisida ini masuk dalam golongan Dithiokarbamat (dithiocarbamate) , dimana golongan ini memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Spektrum penggunaan yang luas terhadap jamur/cendawan dari kelas Basidiomycetes, Ascomycetes dan Deuteromycetes.
  • Kurang kuat terhadap cendawan dari kelas Oomycetes
  • Fungisida protektan dan diaplikasikan sebelum gejala serangan penyakit
  • Bekerja multisite inhibitor,yakni bekerja menghambat beberapa proses metabolisme cendawan.
  • Tidak mudah resisten terhadap jenis jamur/cendawan.

Perbandingan Dithane M45 80WP, Antracol 70WP, Ziram 90WP, Tiflo 80WP

 
Dithane M45 80WP Antracol 70WP Ziflo 90WP Tiflo 80WP
Bahan aktif Mankozeb Propineb Ziram Thiram
Kandungan 80% 70% 90% 80%
Sub kelas Alkylene bis dithiocarbamates (EBDC) Alkylene bis dithiocarbamates (EBDC) Dimethyl bis Dithiocarbamate Dimethyl bis Dithiocarbamate
Karakteristik Multisite, Non sistemik, protektan Multisite, Non sistemik, protektan Multisite, Non sistemik, protektan Multisite, Non sistemik, protektan
Mode of Action Menghambat respirasi sel Menghambat perkecambahan spora Penghambat proses biokimia dari enzim yang mengandung ion tembaga dan sulfhydryl Menghambat berbagai enzim yang mengatur perkecambahan spora dan pertumbuhan miselia.
LD50 oral (tikus) > 5.000 mg/kg > 5.000 mg/kg > 2.068 mg/kg > 2.600 mg/kg
LD50 dermal (tikus) > 10.000 mg/kg (tikus)  > 5.000 mg/kg (kelinci) > 2.000 mg/kg (kelinci) > 2.000 mg/kg
Efek iritasi Moderat iritasi pada mata & kulit Non iritan pada mata & kulit Tidak iritasi pada kulit, tapi irtasi mata Iritasi ringan pada mata & kulit
Repelent thd tikus, burung, hewan lain TIDAK TIDAK YA YA
Kandungan unsur mikro Zinc (Zn), Mangan (Mn) Zinc (Zn) Zinc (Zn) TIDAK ADA
Seed treatment *) TIDAK BISA TIDAK BISA TIDAK BISA YA
Soil treatment **) TIDAK BISA TIDAK BISA TIDAK BISA YA
Harga kios (Rp) 105-110.000/kg 105-110.000/kg 85 – 90.000/kg 75 – 80.000/900 gr

Keterangan:

*) : Untuk mengendalikan penyakit dumping off (rebah semai), seperti Phytium spp dan Fusarium spp pada jagung, kapas, sereal, kacang-kacangan, dan sayuran.
**) : mengontrol hama pada tanah (phytium, Fusarium, Rhizoctonia, Sclerotinia spp)

***) : Kelebihan lain dari Fungisida Tiflo 80WP selain sebagai seed treatment adalah (1)  mengendalikan lumut (algae) yang berada pada batang/ranting  pada tanaman jeruk, apel, mangga, dll.  (2) Bisa digunakan pengendalian jamur pada rumput lapangan golf (turf) untuk jamur Thypula spp., Fusarium nivale, Sclerotinia homeocarpa, Phytium, Rhizoctonia solani.  (3) Pengendalian pembibitan pada nursery tanaman kelapa sawit untuk jenis jamur Anthracnosis, Seedling blight, dan leaf spot.

Keterangan produk:

Fungisida Antracol 70WP
Pemegang pendaftarannya adalah PT. Bayer Indonesia. Antracol 70WP ini merupakan fungisida kontak dan protektif untuk mengendalikan penyakit pada banyak tanaman sayuran, palawija, padi, dan tanaman tahunan.

Fungisida Dithane M45 80 WP
Pemegang pendaftaran PT Dow AgroSciences Indonesia. Dithane M45 80WP adalah fungisida protektif dan kontak yang mampu mengendalikan penyakit pada banyak tanaman sayuran, palawija dan tanaman tahunan.

Fungisida Ziflo 90WP
Pemegang pendaftarannya adalah PT. Biotis Agrindo. Fungisida Ziflo 90WP adalah fungisida yang bersifat kontak dan protektif untuk mengendalikan jamur pada tanaman sayuran, padi dan tanaman buah-buahan (mangga).  Produksi Taminco – Eastman Chemical, Belgia.

Fungisida Tiflo 80WP
Pemegang pendatarannya adalah PT. Rolimex Kimianusamas. Fungisida Tiflo 80WP adalah fungisida bersifat kontak dan protektif untuk mengendalikan jamur pada tanaman sayuran, strawberry, padi, dan tanaman buah-buahan (mangga). Produksi Taminco – Eastman Chemical, Belgia.

Sumber:
* Panut, D. 2008. Pestisida & Aplikasinya. PT. Agromedia Pustaka. Jakarta
* The Pesticide Manual. Edisi 15. BCPC
* Buku Hijau Pestisida Pertanian dan Kehutanan. 2013. Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Deptan RI.

36 Comments

    1. Mas Rusdimansyah,

      Tiflo 80WP sesuai dengan karakteristik bahan aktifnya termasuk yang memiliki keunggulan untuk soil treatment.
      Soil treatment berarti bisa dilakukan melalui media tanah dengan cara di kocor (dreanching).

      Untuk beberapa penyakit pada cabai seperti layu fusarium dapat dikendalikan dengan cara pengocoran tiflo. Atau penyakit akar gada pada kubis dilaporkan dapat dikendalikan dengan cara kocor.

      Dikocor artinya tiflo 80WP dilarutkan dalam air dan aplikasikan dengan cara disiram ke tanah disekitar bagian pangkal batang tanaman. Dosis yang digunakan biasanya 2-4 gram/liter.

      Ralat : oil treatment ini mungkin karena typo (salah penulisan) yang dimaksud adalah soil treatment.

      Semoga bermanfaat.

  1. Wah ternyata ada reviewnya ya? Antrachol dan Dithane banyak petani yg pakai didaerah saya khususnya buat bawang merah, kebetulan Dithane ini punya kelebihan (lebih mahal) jadi petani mulai beralih ke yg lebih murah. Untuk Ziflo dan Tiflo sepertinya merek ini asing buat petani di daerah saya (tidak ada yg pakai)

  2. Terima kasih atas reviewnya, Untuk pembibitan cengkeh saya aplikasi Fungisida: Mancozeb 80% (Dithane M45 80WP) & Propineb 70% (Antracol 70WP)

    1. Perbedaan mendasar bisa dilihat dari susunan rantai kimia penyusunnya.
      Rantai kimia Ziram adalah rantai kimia Tiram + Zn

    2. Ziram dan Thiram masih satu golongan.
      ziram = Thiram + zinc

      Tetapi prinsip dasarnya sama, merupakan fungisida kontak.

  3. Mohon bantuanya pak. Bisagak fungisida dan insek dicampur kalsium wktu nyemprot. Insek+kalsium, fungi+kalsium. Trims

    1. Pak Agung,

      Tiflo bisa pake BANGET dicampur dengan produk yang bapak pakai apapun.
      Asalkan sebelum dimasukan ke dalam tangki, diencerkan terlebih dahulu dalam ember. Caranya sediakan ember, masukan air, masukan TIFLO dan diaduk secara sempurna, dan masukkan ke dalam tangki.

    2. Pak Agung Latu,

      Maaf jika telat reply.
      Prinsipnya bisa pak. Atau jangan2 Bapak sudah mencobanya?
      Silahkan dibagikan pengalamannya disini pak.
      Terima kasih

    1. Pak Arif,

      Pengalaman petani mangga di Indramayu, petani apel di Malang dan petani jeruk di Medan penggunaan fungisida ziflo dan Tiflo mampu mengkilatkan kulit buahnya.
      Lebih bersih dan bersinar.
      Selamat mencoba.

    1. Pak Hamzah,

      Sepertinya untuk Antracol dan Dithane lebih mudah ditemukan di kios2 pertanian setempat.
      Untuk Ziflo dan Tiflo masih jarang. Tapi jika main-main ke bukalapak atau tokopedia sudah banyak yang jual kok.
      Salam.

  4. Ijin tany, kalo penggunaan antracol sma ziflo secara bergantian bagus gak, mohon keterangan ny, trimakasi

    1. Bisa mas.
      Pergiliran penggunaan pestisida dianjurkan secara bergiliran baik merek maupun bahan aktifnya.

  5. apakah bibit stem bawang daun boleh dicelup ke larutan tiflo atau larutan fungisida yang lain sebelum ditanam? Trimakasih.

    1. Bisa. Baiknya dicampurkan dengan perangsang akar atau B1.
      Perangsang akar supaya cepat keluar akar.
      B1 supaya mengurangi stress tanmaan.

    1. Semua fungisinya sebagai fungisida.
      Dithane bahan aktifnya mankozeb, Antrakol bahan aktifnya propibeb, dan ziflo bahan aktifnya ziram.
      Semuanya bisa dipakai untuk perlindungan tanaman dari jamur.
      Tergantung ketersediaan di kios biasanya dan harganya.
      Sepengatahuan saya ziflo lebih murah dibandingkan keduanya.
      terima kasih

  6. saya ada kebun jeruk, baru selesai ditaburkan kohe ayam. pertanyaannya jika baru 2 minggu selesai ditaburkan kohe apakah boleh disemprotkan tiflo. Mohon penjelasannya, terima kasih.

    1. Baiknya kohe yang dipakai sudah “matang”, atau sudah melalui proses fermentasi dengan bahan seperti EM4. Jika tidak, maka kohe tidak bisa cepat terserap tanaman.
      Penggunaan tiflo tidak ada berhubungan langsung dengan kohe. Jadi bisa saja disemprotkan.

      Terima kasih

    1. Sangat bisa mas.
      Dithane itu fungisida kontak sifatnya pencegahan jamur.
      Jika sudah terserang baiknya menggunakan fungisida sistemik, contohnya yang berbahan aktif azoxystrobin.

      Semoga membantu

    1. Sebelum penanaman baiknya benih porang dilakukan perlakuan benih dengan cara merendam benihnya dengan perangsanga akar + fungisida.
      Perangsang akar untuk mempercepat keluarnya perakaran dan fungisida untuk mencegah kebusukan benih.

      semoga membantu.

    1. Bisa untuk perlakukan pencegahan serangan jamur.
      Bisa ditambahkan juga perangsang akar untuk mempercepat keluar perakaran dan tunas rimpang.

      Semoga membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *