Apakah Jika Tanaman Sudah Dikasih Pupuk Tanaman Bisa Langsung Menyerapnya?

Hubungan pupuk dengan mikroba itu analogi sederhana. Diibaratkan pupuk itu adalah gabah, maka mikroba itu adalah koki/juru masak yang akan memproses gabah sampai menjadi nasi.

Kalau tanaman itu hanya dikasih pupuk tanpa diimbangi dengan pengontrolan mikroba, mirip kejadiannya seperti kita dikasih gabah tapi tidak ada koki yang memasaknya.

Apakah jika tanaman sudah dikasih pupuk tanaman bisa langsung menyerapnya?

Jawabannya tentu saja tidak.  Baik itu pupuk kompos atau pupuk kimia sintetis, sebenarnya bentuknya itu masih bahan baku nutrisi makanan. Belum bisa disebut nutrisi yang siap saji (siap diserap) oleh tanaman.

Kompos (kotoran hewan, daun, ranting, sisa makanan dsb) memiliki banyak senyawa kimia. Mulai dari nitrogen total atau disingkat N-Total (protein, zat gula, vitamin, urea dsb), phosphor (P2O5), kalium (K2O), dan masih banyak lagi.

Apakah tanaman itu bisa langsung menyerap senyawa kimia dipupuk kompos itu? ya tidak. Yang diserap tanaman itu hanya senyawa tertentu saja, yeng bentuknya adalah ion.

Beberapa pakar menulis, ketebalan kompos yang sudah terurai sempurna atau istilahnya adalah humus, idealnya itu antara 2% – 5%. Artinya kalau tanah itu kita gali 1 meter persegi dalam bentuk kubus, maka ketebalan 2%-5% dari 1 meter persegi itu sekitar 2 cm sampai 5 cm.

Ketebalan humus 2% – 5% (2 cm – 5 cm) inilah yang mengindikasikan tanah kita subur dan bagus untuk ditanami apapun. Di lapisan humus inilah yang menyediakan sumber nutrisi lengkap, ditambah dengan tumbuh-kembangnya berbagai jenis mikroba penyuburkan tanaman.

Selama proses pembusukan (dekomposisi) itu, terjadi beberapa langkah reaksi kimia, dimana pada langkah tertentu senyawa kimianya itu masih berbentuk amoniak (NH3). Dan amoniak ini sifatnya racun sehingga bisa membahayakan kelangsungan hidup tanaman. Belum lagi selama terjadi reaksi kimia tertentu, juga akan mengeluarkan gas metan yang panas yang bisa membakar tanaman.

Makanya kalau kita mau pake pupuk kompos, seharusnya kompos (kotoran hewan & sisa-sisa tanaman) itu di-dekomposisi atau bahasa mudahnya “dibusukkan” terlebih dahulu diluar lahan, sampai kompos tadi berubah menjadi humus barulah kita ditebarkan ke lahan.

Kalau proses pembusukan itu kita kondisikan dengan penambahan mikroba, maka lama prosesnya paling sekitar 2 minggu sampai 1 bulan saja, tergantung banyaknya jenis mikroba yang kita gunakan.

Sumber dan Credit:

Bersambung ke bagian 2: Jangan Gunakan Pupuk Kimia Pada Tanaman.  Kalau Masih Mau Pakai Juga, Pakai Ini.

Nutani

Saya ingin membagikan apa yang saya ketahui yang terkait dengan tani, pertanian, bisnis pertanian, dan hal lain yang berkaitan dengan dunia petani. Selengkapnya Disini

Share
Published by
Nutani

Recent Posts

Bagaimana Cara Pemupukan Yang Baik Dan Benar

Pemupukan alias memberi pupuk, adalah pekerjaan yang kelihatannya spele dan mudah.   Namun pekerjaan ini ternyata…

1 week ago

Ingin Tahu Berapa Harga Kunyit Hitam Di Pasaran?

Apa itu Kunyit Hitam Kunyit hitam berasal dari Negara India, disana dijadikan sebagai tanaman obat…

3 weeks ago

Jakaba itu Jamur Atau Protista?

Sampai saat ini “Jamur JAKABA” ini masih jadi polemik.  Tidak hanya mengenai apakah ini termasuk…

1 month ago

Kipahit, Tanaman Pengganggu (Gulma) yang Banyak Membantu Petani

Pada post sebelumnya mengenai “Cara Membuat Compost Tea Ala Bunkai” disebutkan bahwa salah satu komponen…

1 month ago

Apa Perbedaan Antara Kompos Tea (Compost Tea) dengan Kompos

Hasil penelitian Purnomo dkk (19 ... ) dari Universitaas Lampung, menunjukan “Aplikasi Compost Tea Dan…

1 month ago

Manfaatkan Bakteri Agar Pupuk Kimia Lebih Cepat Diserap Tanaman

Permintaan dunia akan pupuk kimia terutama yang mengandung hara N (Nitrogen) seperti Urea dan Amonium…

1 month ago