Begini Cara Membuat Pupuk Organik dari Sampah Dapur

Begini Cara Membuat Pupuk Organik dari Sampah Dapur

Pupuk organik saat ini sudah menjadi kebutuhan utama bagi para praktisi petani perkotaan (urban farmer).  Apalagi dengan perkembangan pertanian hidroponik di perkotaan.  Masyarakat perkotaan kini punya pilihan untuk bisa menggunakan pupuk kimiawi atau pupuk organik.

Penggunaan pupuk organik belakangan digemari karena ramah lingkungan, mempunyai kandungan hara yang lengap meski kandungannya lebih sedikit dengan pupuk an-organik (kimiawi).  Terlebih utama pupuk organik dapat dibuat dari sampah-sampah dapur yang sudah pasti di produksi setiap hari yang sangat sayang jika dibuang begitu saja.

Cara Membuat Pupuk Organik

Sampah dapur terdiri dari sisa-sisa sayuran dan buah-buahan yang jika olah dengan tepat bisa dijadikan pupuk organik baik pupuk organik padat maupun pupuk organik cair.  Pupuk organik ini dapat dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman hias di pekarangan atau tanaman buah dalam pot (tabulampot).

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Untuk memproduksi pupuk organik, bahan dan alat yang dipakai adalah sebagai berikut:

  1. Ember atau tong tempat untuk membuat kompos cair
  2. EM4 atau dekomposter lainnya yang tersedia dipasaran
  3. Air cucian beras, atau air sumur dan bukan air ledeng karena air ledeng banyak mengandung kaporit.
  4. Terasi atau molase

Langkah-langkah untuk memproduksi pupuk organik adalah sebagai berikut:

  1. Mengumpulkan dan memisahkan antara sampah organik dan non-organik.   Sampah organik contohnya adalah sampah yang berasal dari tanaman dan hewan seperti sisa-sisa sayuran, buah-buahan, nasi bekas, sisa-sisa daging, air cucian beras.  Sedangkan sampahan-organik seperti kertas, plastik, sisa botol minuman, kain, dll.
  2. Sampah organik yang akan digunakan untuk membuat kompos adalah sampah-sampah mentah yang belum mengalami proses “dimasak”.
  3. Cincanglah sampah-sampah organik tesebut dengan ukuran kecil antara 1-2 cm, kemudian masukan ke dalam ember atau tong.
  4. Setelah memasukan bahan-bahan organik, masukan air kurang lebih satu liter yang sudah ditambahkan dengan larutan EM4 dengan dosis 1 tutup per liter air.
  5. Pada larutan air tersebut bisa juga diltambahkan dengan terasi sebagai bahan makanan dari bakteri EM4.
  6. Kemudian tutup rapat dan simpan tong atau ember pada tempat yang teduh.
  7. Lakukan hal tersebut setiap kita mendapatkan bahan bahan bekas sayuran secara rutin.
  8. Bisa dibantu dengan pengadukan pada tong setiap kita memasukan bahan-bahan tersebut untuk membantu pencampuran agar merata.
  9. Diamkan sampai sampah tersebut membusuk dengan sendirinya.
  10. Dalam waktu kurang lebih 2 minggu kita bisa memanen kompos cair yang kita buat.

Pada akhirnya kita akan mendapatkan 2 jenis pupuk organik, yakni pupuk organik cair dan pupuk organik padat.  Pupuk organik cair untuk pupuk dengan perlakukan penyiraman atau penyemprotan.  Sedangkan pupuk organik padat dapat dipakai sebagai media tanam.  Untuk pupuk organik padat, sebelum dipakai sebagai media tanam sebagai kompos padat terlebih dahulu harus dikeringkan.

Cara Aplikasi Pupuk Organik Cair

Pupuk organik cair bisa langsung dimanfaatkan dengan cara mengencerkan terlebih dahulu dengan menambahkan air sebelum dilakukan penyiram pada tanaman hias atau tananam dalam pot.  Perbandingannya 1: 5, dimana 1 bagian pupuk organik cari yang kita panen dari tong dan 5 bagian air.  Jika cairan kompos mengeluarkan bau yang tidak sedap bisa ditambahkan kapur sirih yang telah dilarutkan dengan air.

Pengaplikasian pupuk organik cair dengan cara disemprotkan keseluruh bagian tanaman, sehinnga mampu memperlancar penyerapan dan pendistribusian mineral ke seluruh bagian tanaman.  Agar mendapatkan hasil yang maksimal, penyiraman baiknya dilakukan dilakukan pada pagi hari antara jam 7-8 pagi, agar zat yang terkandung pada pupuk organik tersebut dapat langsung dimanfaatkan oleh tanaman dalam proses fotosintesa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *