Bagaimana Cara Mengatasi Asem-aseman Pada Tanaman Padi

Bagaimana Cara Mengatasi Asem-aseman Pada Tanaman Padi

Penyakit pada tanaman padi itu bisa ditimbulkan oleh beberapa sebab antara lain oleh jamur, bakteri, virus, dan atau karena keadaan tanah itu sendiri.

Sering kita temui jika pada tanaman padi yang baru beberapa saat ditanam, tapi tiba-tiba daun terlihat mulai menguning seperti terbakar (klorosis). Pertumbuhannya kerdil (tidak mau tumbuh). Akar tampak coklat kekuninganKeseluruhan daun berwarna coklat dan berujung kematian pada jaringan batang serta akarnya.

Inilah yang dinamakan tanaman padi terjangkit yang biasa petani menyebutnya “asem-aseman”.

Kenapa Tanaman Padi Terserang Aseman?

Serangan asem-aseman biasanya muncul hampir tiap tahun pada musim tanam II, yaitu antara bulan maret-april pada umur 2-4 minggu setelah tanam terutama musim kemarau (juga bisa dimusim hujan).

Kejadian seperti ini akan semakin banyak dijumpai pada lahan sawah yang kandungan c-organiknya rendah, ditambah kebiasaan petani yang sering menggenangi sawahnya dengan tujuan untuk menekan pertumbuhan gulma terutaman saat tanaman masih di usia muda.

Pada lahan dengan drainase yang buruk akan dipastikan sangat mudah terjangkiti asem-aseman ini.  Jika kondisi tersebut dibiarkan maka jelas akan mengurangi suplai dan proses pertukaran oksigen di dalam tanah.

Asem-aseman juga terjadi karena proses perombakan/pelapukan bahan organik sisa jerami oleh mikroorganisme di lahan tersebut yang belum selesai.

Gejala Tanaman Padi Terserang Asem-aseman

Tanaman padi yang terkena serangan asem-aseman ditemukan gejala kerdil (tidak mau tumbuh), akarnya tampak coklat kekuningan, dan daun berwarna kecoklatan dan berujung kematian.

Kondisi tersebut jangan dianggap kondisi tanaman kekurangan unsur hara N (nitrogen). Jangan pula ditambahlah pemakaian pupuk urea yang mana bukannya daun menjadi hijau kembali, tapi malah akan semakin memperparah kondisi.

Karena penambahan urea akan membuat terjadinya penurunan pH, tanah menjadi semakin asam, akhirnya tanaman keracunan FE dan NA juga bisa timbul senyawa berbahaya seperti asam sulfat (H2SO4). Apalagi jika tanaman masih muda, bisa tambah makin parah jika dibarengi adanya serangan sundep (penggerek batang).

Bagaimana Cara Mengatasi Padi Tanah Asem-aseman

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi atau bisa mencegah terjadinya asem-aseman pada tanaman padi :

  • Perbaiki drainase lahan agar air segera dibuang air dan jangan dibiarkan terus menggenang. Atau bisa dibuat parit di sekeliling petakan lahan untuk memudahkan air terkumpul di pinggir.
  • Tunda waktu tanam sampai proses pelapukan sisa bahan organik selesai dengan sempurna, bisa tambahkan bahan pembedah tanah sebagai perombak berbahan mikroorganisme tangguh untuk mempercepat proses.
  • Jika memungkinkan tambahkan pupuk kompos/kohe yang sudah matang sempurna minimal 2 ton per hektar, agar ketersediaan hara tetap terjaga dan meningkatkan sediaan C-organik. sehingga memperbesar daya serap air dan meremajakan tanah, sekalian bisa mengurangi pemakaian urea.
  • Dianjurkan untuk menggunakan varietas yang lebih toleran tehadap asem-aseman seperti Kalimas, Sintanur, atau Membramo.

Pencegahan Tanaman Padi Terserang Asem-aseman

Asem-aseman adalah kondisi tanah yang memerlukan perlakuan special.  Kondisi tersebut akan sangat mudah bagi patogen (jamur dan bakteri dalam tanah) untuk berkembang biak. 

Pemberian kapur dolomit pada tanah pada saat pengolahan tanah. Dengen pemberian kapur diharapkan tanah akan didongkrak pH-nya sehingga akan sesuai dengan kondisi yang diharapkan tanaman padi untuk pertumbuhannya.

Penambahan dengan pupuk yang mengandung unsur mikro Zn sangat dianjurkan pada setiap pemupukan

Tambahkan pupuk yang mengandung unsur mikro Zn seperti ZnSO4 sebanyak 15-20 kg per hektar lahan. Jika sudah terlanjur muncul gejala asem-aseman, undur jadwal pemupukan dengan unsur N bisa 20 HST atau lebih.

Atau tambahkan fungisida Ziflo 76WG pada pemupukan. Karena penambahan Ziflo 76WG memberikan aksi yang berlipat, selain penambah unsur Zn juga mengendalikan patogen pada tanah.

Cara Praktis Pencegahan Tanaman Padi Terserang Asem-aseman

Karena tanaman padi yang terkena asem-aseman memiliki masalah dengan akar, maka cara praktis dalam pencegahan sekaligus pengendalian asem-aseman adalah sebagai berikut:

  1. Pada saat pemupukan pertama campurkan fungisida Ziflo 76WG sebanyak 1 kilogram per 1 kwintal pupuk yang digunakan.  Sebagai contoh jika pemupukan pertama akan menggunakan 3 kwintal pupuk, maka masukan minimal 3 bungkus fungisida Ziflo 76WG (1 bungkus kemasan = 800 gr).  Aduk merata Bersama pupuk dan taburkan ke lahan.
  2. Pada saat penyemprotan, lakukan penyemprotan dengan menggunakan fungisida Ziflo 76WG dengan dosis 3 gram per liter atau 60 gram per tangki 16 liter.

Kenapa Fungisida Ziflo 76WG Campur Pupuk Untuk Pengendalian Padi Terserang Asem-aseman?

Fungisida Ziflo 76WG adalah fungisida yang berbahan aktif Ziram 76%, rumus kimianyanya adalah C6H12N2S4Zn.  

Terdapat kandungan Zn atau zinc dalam formulasinya. Maka sesuai dengan anjuran di atas untuk memasukan pupuk mikro dengan kandungan Zn pada pemupukan untuk mengendalikan tanah asem-aseman dapat menggunakan fungisida Ziflo 76WG yang aplikasinya dengan cara dicampur dengan pupuk.

Fungsi Zinc pada tanaman adalah sebagai berikut:

  • Mengaktifkan enzim-enzim yang berkaitan dengan metabolisme karbohidrat.
  • Pemanjangan sel dan ruas batang.
  • Dalam jumlam yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan.
  • Persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis.
  • Berperan dalam pembentukan IAA dalam tanaman.
  • Merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman.

Baca juga: Peranan Unsur Mikro Zinc atau Seng Pada Tanaman

Penggunaan fungisida Ziflo 76WG bersamaan dengan penamburan pupuk akan memberikan manfaat tambahan dari peran fungisidanya pada tanah. Karena di dalam tanah terkandung banyak patogen yang hidup bersamaan dengan kondisi tanah yang tidak steril.

Dikutip dari extoxnet.orst.edu fungisida Ziflo 76 WG dapat berperan sebagai soil treatment atau perlakuan tanah untuk mengendalikan patogen dalam tanah.

Manfaat Pemberian Campuran Fungisida Ziflo 76WG Pada Pemupukan

Berdasarkan hasil pengujian lapangan, hasil yang diperoleh dari pemberian campuran fungisida Ziflo 76WG dengan pupuk adalah sebagai berikut:

  1. Menekan terjadi kerdil rumput pada padi lebih awal.
  2. Terhindar dari penyakit yang berada dalam tanah seperti Phytium sp, Fusarium, Rhizoctonia dan Sclerotinia spp.
  3. Akar tanaman akan lebih banyak dan lebih panjang
  4. Tanaman lebih tinggi. Daun lebih panjang, menjadi lebih hijau, lebih lebar serta kemampuan fotosintesis semakin meningkat
  5. Pertumbuhan tanaman lebih seragam
  6. Anakan produktif lebih banyak

Dengan parameter diatas, diharapkan hasil panen akan lebih meningkat, dan keuntungan semakin meningkat dengan catatan pengendalian hama dan penyakit juga terkendali.

Oleh karena itu untuk mengendalikan tanaman padi yang terserang asem-aseman pencampuran fungisida Ziflo 76WG dengan pupuk dapat menjadi solusi terbaik bagi para petani.  Selain praktis, karena aplikasinya bersamaan dengan penaburan pupuk, juga ekonomis.

Selamat mencoba.

Sumber:

  • http://cybex.pertanian.go.id: Cara Mengatasi Asem-aseman Pada Tanaman Padi
  • http://extoxnet.orst.edu: Ziram
  • Biotis: Laporan Trial ZIFLO 76WG Tabur Mix Pupuk Pemupukkan Pertama
Apa itu Asam Humat Dan Asam Fulvat: Apa Manfaatnya Untuk Tanaman

Apa itu Asam Humat Dan Asam Fulvat: Apa Manfaatnya Untuk Tanaman

Saat ini penggunaan asam humat (humic acid) dan asam fulvat (fulvic acid) pada pertanaman semakin mendapat perhatian para pertani di Indonesia.  Sebenarnya ap aitu asam humat dan asam fulvat itu?

Baca juga: Apa itu biostimulan: Apa Fungsinya Untuk Tanaman?

Sebelum kita membahas asam humat dan asam fulvat mari kita bahas yang sering kita dengar dan pakai dalam pertanian, yaitu humus.

Humus adalah tanah yang memiliki tingkat kesuburan tinggi (sangat subur) yang  terbentuk dari pelapukan bahan-bahan organik seperti daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat. Humus dikenal sebagai sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mengalami perombakan oleh organisme dalam tanah, berada dalam keadaan stabil, berwarna coklat kehitaman.

Bahan-bahan organik yang telah terdekomposisi (terurai) secara alami akan menjadi humus. Humus mengandung 2 jenis zat (komponen), yaitu zat non humat dan zat humat.

Zat humat ini terdiri dari 3 bahan, yaitu asam humat, asam fulvat, dan humin. Ketiga komponen penyusun humus di atas dibedakan berdasarkan kelarutannya dalam asam kuat dan basa kuat.

  • Asam fulvat bersifat larut baik dalam Basa Kuat maupun dalam asam kuat.
  • Asam humat hanya larut dalam basa kuat dan tidak larut dalam asam kuat,
  • Humin tidak larut baik dalam basa kuat maupun dalam asam kuat.

Berdasarkan warna larutannya, warna dari asam fulvat berkisar warna coklat kekuning-kuningan sampai berwarna kuning cerah, sedangkan asam humat berwarna coklat gelap sampai berwarna abu-abu hitam, dan humin berwarna hitam pekat

 

Produk Asam Humat dan Asam Fulvat

Dipasaran sudah tersedia produk dengan kandungan asam humat, yaitu antara lain:

  1. Humatpro (Asam Fulfat 40%, Asam Amino 40%, Bahan Pembawa 20%) – Prima Agro Tech
  2. Humatop – Prima Agro Tech
  3. Starka (Kalsium humat, Asam Fulvat)
  4. Ambition (Asam humat, Asam fulvat, unsur mikro) – PT. Bayer Indonesia

Keunggulan Abition:  Zat Aktivator Tambahan (ZAT) yang diformulasikan dengan kandungan Amino, Asam Fulat, dan Nutrisi Mikro, Membantu tanaman padi, buah-buahan, dan sayur-sayuran mencapai potensi optimum

dan lainnya.

Manfaat Asam Humat (Humic Acid)

Asam humat adalah zat organik yang  memiliki struktur molekul kompleks dengan berat molekul tinggi (makromolekul atau polimer organik) yang mengandung gugus aktif.

Di alam, asam humat terbentuk melalui proses fisika, kimia, dan biologi dari bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan maupun hewan melalui proses humifikasi.

Oleh karena strukturnya terdiri dari campuran senyawa organik alifatik dan aromatic, diantaranya ditunjukkan dengan adanya gugus  aktif asam karboksilat dan quinoid, maka asam humat memiliki kemampuan untuk menstimulasi dan mengaktifkan proses biologi dan fisiologi pada organisme hidup di dalam tanah.

Hal ini menyebabkan asam humat bersifat lebih sebagai soil conditioner (pembenah tanah).

Manfaat Asam Humat

  1. Memiliki kapasitas tukar kation yang tinggi. Peningkatan tersebut menambah kemampuan tanah untuk menahan unsur-unsur hara. Asam humat membentuk kompleks dengan unsur mikro sehingga melindingi unsur tersebut dari pencucian oleh air hujan.
  2. Memiliki kemampuan penyerapan air sekitar 80-90% sehingga mengurangi resiko erosi pada tanah dan meningkatkan kemampuan tanah menahan air.
  3. Berkemampuan mengikat dan mengendapkan polutan seperti logam berat di dalam tanah sehingga mengurangi kadar racun tanah.
  4. Meningkatkan masukan (uptake) nutrient melalui konversi hara menjadi bentuk ketersediaan.
  5. Meningkatkan permeabilitas membran tanaman.
  6. Mengikat dan mengatur pelepasan hara sesuai kebutuhan tanaman sehingga meningkatkan efisiensi pemupukan.
  7. Memperbaiki struktur tanah secara fisik maupun kimia sehingga terbentuk tanah yang lebih gembur berstruktur remah dan lebih ringan. Keasaman tanah juga dapat dikurangi, terutama tanah yang banyak mengandung alumunium karena asam humat mengikat alumunium sebagai senyawa kompleks yang sulit larut dalam air sehingga tidak dapat terhidrolisis.
  8. Menstimulasi aktifitas mikrobiologi tanah sehingga meningkatkan pertumbuhan akar tanaman. Meningkatkan aerasi tanah akibat dari bertambahnya pori tanah dari pembentukan agregat.
  9. Menciptakan situasi tanah yang kondusif untuk menstimulasi perkembangan mikroorganisme tanah yang berfungsi dalam proses dekomposisi yang menghasilkan humus (humifikasi).
  10. Aktivitas mikroorganisme di atas tanah akan menghasilkan hormon-hormon pertumbuhan seperti auxin, sitokinin, dan giberillin.

Kandungan Asam Humat

Asam humat memiliki 10.000-100.000 g/mol, asam humat dibentuk oleh polimerisasi asam fulvat melalui rantai ester, larut dalam basa tapi tidak larut dalam asam dan humin memiliki > 100.000 g/mol, berwarna coklat gelap, tidak larut dalam asam dan basa, dan sangat resisten akan serangan mikroba.

Kandungan asam humat tanah yaitu C, H, N, O, S dan P serta unsur lain seperti Na, K, Mg, Mn, Fe dan Al.

Asam humat mengandung 0,6 – 1,1 % S; 0,2 – 3,7 % P; 5,6 % Al dan Fe oksida; 0,05 – 0,15 % Na; 0,6 % kalium sulfat, magnesium dan sebagian kecil mangan.

Manfaat Asam Fulvat (Fulvic Acid)

Asam Fulvat memiliki rantai polimer lebih pendek, mengandung unsur oksigen lebih banyak, dan dapat larut dalam semua rentang pH sehingga bersifat lebih reaktif.

Asam fulvat merupakan salah satu hasil ekstraksi dari humus yang sangat potensial dikembangkan sebagai pupuk suplemen untuk memacu pertumbuhan tanaman. Asam fulvat dari bahan organik yang ditambahkan pada tanah mampu memperbaiki ketersediaan fosfat dengan menurunkan jerapan fosfat.

Asam fulvat berperan sangat nyata baik pada pelepasan P-terjerap maupun ketersediaan P yang lebih besar dibanding asam humat.

Manfaat Asam Fulvat

  1. Membantu sejumlah aktivitas kimia seperti produksi enzim, struktur hormon dan kebutuhan dalam penggunaan vitamin.
  2. Meningkatkan pertumbuhan tanaman, perbaikan kesuburan tanah, dapat menyerap logam berat dan racun polutan serta dapat membantu memperbaiki ketidakseimbangan sel.

Kandungan Asam Fulvat

Asam fulvat mengandung struktur aromatik dan alifatik dan sebagian besar telah disubstitusi oleh oksigen yang mengandung gugus fungsional. asam fulvat memiliki 1000-5000 g/mol, berwarna terang, larut dalam seluruh daerah pH, dan sangat rentan terhadap serangan mikroba.

Asam fulvat mengandung 45% C; 5,4% H; 2,1% N; 1,9% S; 44,8% O.

Sifat-sifat Asam Humat dan Asam Fulvat

Beberapa sifat penting lain dari Asam Humat dan Asam Fulvat yang berhubungan dengan perannya dalam memperbaiki kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman adalah sebagai berikut ;

  1. Kapasitas Tukar Kation (Cation Exchange Capacity) yang tinggi,
  2. Memiliki kemampuan mengikat air (Water Holding Capacity) yang besar,
  3. Memiliki sifat absorpsi,
  4. Sebagai zat pengompleks (Chelating/Complexing Agent), dan
  5. Kemampuan untuk mengikat (fiksasi) polutan dalam tanah.

Peran Asam Humat dan Asam Fulvat Terhadap Tanah dan Tanaman

Asam humat dan asam fulvat memiliki peran yang sangat penting bagi tanah dan pertumbuhan tanaman. Beberapa peran penting kedua asam tersebut adalah sebagai berikut ;

  1. Berperan dalam melarutkan sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah sehingga tanah akan menjadi gembur kembali (memperbaiki tanah),
  2. Sebagai pelarut TSP / SP36,
  3. Membantu menstabilkan pH,
  4. Mengatur pergerakan dan penyaluran unsur hara dalam tanah,
  5. Menciptakan lingkungan yang sesuai bagi perkembangbiakkan mikro organisme berguna bagi tanaman pada tanah,
  6. Meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman pada sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan,
  7. Untuk meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki sifat fisika-kimia pada lahan kritis, dan
  8. Mengurangi penggunaan pupuk anorganik (pupuk sintetis kimia) sehingga dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan dan menguntungkan secara ekonomi.
Apa itu biostimulan: Apa Fungsinya Untuk Tanaman?

Apa itu biostimulan: Apa Fungsinya Untuk Tanaman?

Biostimulan semakin populer di kalangan produsen pertanian di seluruh dunia dan bermanfaat bagi banyak jenis tanaman.

Jawaban sederhananya adalah biostimulan berperan dalam meningkatkan kekuatan atau ketahanan tanaman terhadap gangguan biotik dan abiotik.

Biostimulan adalah zat alami atau mikroorganisme yang digunakan untuk merangsang proses tanaman. Biostimulan untuk tanaman meningkatkan pertumbuhan melalui penyerapan nutrisi, ketahanan serangga dan penyakit, kualitas dan efisiensi tanaman. Biostimulan juga mampu meningkatkan kesehatan tanah.

Pada akhirnya, fungsi biostimulan meningkatkan hasil tanaman dengan melengkapi inisiatif nutrisi dan perlindungan.

Definisi biostimulan resmi dari European Biostimulant Industry Consortium adalah:

Biostimulan tanaman mengandung zat dan/atau mikroorganisme yang fungsinya bila diterapkan pada tanaman atau rizosfer adalah untuk merangsang proses alami untuk meningkatkan/menguntungkan serapan hara, efisiensi hara, toleransi terhadap cekaman abiotik, dan kualitas tanaman.

Biostimulan biasanya disamakan dengan Zat Pengatur Pertumbuhan Tanaman (ZPT).

Yang dimaksud zat pengatur tumbuh adalah senyawa yang meningkatkan atau menghambat pertumbuhan, atau mengubah perilaku tanaman. ZPT dapat berupa organik atau sintetis. Badan Perlindungan Lingkungan mengatur penggunaan ZPT.

Ada tujuh jenis biostimulan yang tersedia, termasuk hidrolisat protein; asam humat dan fulvat; ekstrak rumput laut dan tumbuhan; kitosan dan biopolimer lainnya; senyawa anorganik; dan bakteri menguntungkan. Masing-masing stimulan ini mendefinisikan fungsi yang berbeda untuk tanaman. Misalnya, senyawa anorganik membantu pertumbuhan tanaman.

Protein hidrolisat untuk tanaman adalah salah satu biostimulan paling populer. Mereka adalah campuran asam amino dan peptida, dan dikumpulkan dari kotoran hewan atau tumbuhan. Hidrolisat protein memiliki banyak fungsi bila diterapkan dibandingkan biostimulan lain dengan fungsi tunggal.

Apa Fungsinya Untuk Tanaman?

Biostimulan dapat digunakan dalam situasi berikut:

  1. Untuk membantu pertahanan tanaman sebelum atau sesudah stressor abiotik,
  2. Untuk meningkatkan kesehatan tanah,
  3. Jika kondisi kekeringan sering terjadi dan efisiensi air perlu ditingkatkan, atau

Dengan biostimulan ini tanaman bisa menggunakan lebih banyak kekuatan untuk meningkatkan pertumbuhan. Keberhasilan penggunaan biostimulan akan bergantung pada waktu dan tingkat aplikasi yang sesuai. Penggunaan biostimulan yang benar menyediakan alat lain untuk meningkatkan hasil panen

Banyak faktor yang mempengaruhi aplikasi biostimulan yang direkomendasikan. Pertama, tentukan kebutuhan tanaman. Kemudian, aplikasikan biostimulan, dan ikuti dengan paket biostimulan berikutnya pada interval yang sesuai untuk tanaman dan kebutuhannya.

Biostimulan menjanjikan untuk penggunaan tanaman pada operasi pertanian. Mereka bukan obat.  Aplikasi biostimulan adalah untuk tanaman atau tanah, tergantung pada tanaman dan biostimulan yang digunakan.

Perbedaan utama antara biostimulan dan input tanaman tradisional adalah bahwa biostimulan tidak memberikan manfaat langsung dari input tradisional. Input tanaman ini adalah seperti pestisida untuk pengenelian organisme pengganggu tanaman seperti pengendalian gulma, serangga, atau penyakit.

Biostimulan tidak mengambil tindakan apa pun. Mereka akan membantu meningkatkan kekuatan tanaman, dan pada gilirannya dapat membuat tanaman lebih tahan terhadap serangga, penyakit, atau gulma.

Menerapkan biostimulan tidak akan mengambil tindakan langsung terhadap stresor.

Sumber Artikel dan gambar: Berigo.com dengan editing seperlunya.

Pemanfaatan Pupuk Silika Untuk Tanaman Padi

Pemanfaatan Pupuk Silika Untuk Tanaman Padi

Salah satu upaya yang paling sering dilakukan adalah pemupukan. Umumnya pemupukan terbatas pada unsur hara essensial, kurang memperhatikan unsur hara beneficial seperti Silika (Si). Padi adalah akumulator Si untuk pertumbuhannya. Kandungan Si yang sangat tinggi di dalam tanah tidak menjamin terpenuhinya kebutuhan Si padi, sehingga perlu pemupukan Si. 

Kadar silika dalam tanah tergolong tinggi, terutama pada tanah berpasir dan tanah-tanah yang melapuk lanjut, namun tingkat kelarutannya sangat rendah. Pupuk Silika diformulasikan untuk mengisi formula pupuk mikro dan beneficial element. Pupuk Silika berbentuk granul dirancang untuk tanaman yang memerlukan Si tinggi seperti padi, tebu, dan tanaman akumulator Si lainnya.

Pupuk Silika adalah pupuk yang lebih mudah larut dan mengandung 25% SiO2.. Pupuk Silika bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, daya sanggah batang, dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

Prospektif penggunaan Pupuk Silika sangat besar utamanya tanaman padi, tebu, akumulator Si yang semua limbah panennya diangkut keluar atau dibakar. Agro industri sangat tepat untuk pengembangan dan komersialisasi pupuk ini untuk penyediaan pupuk bagi petani dalam rangka pencapaian program swasembada dan swasembada berkelanjutan.

Pupuk Silika bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, daya sanggah batang, dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

 

Penggunaan Pupuk Silika 

Di Indonesia, penggunaan pupuk silika dalam bidang pertanian masih sangat terbatas. Kurang familiarnya Silika – dalam unsur kimia dikenal dengan Si – karena unsur hara ini tidak termasuk utama (esensial) melainkan bersifat unsur hara yang bermanfaat (beneficial element). Disamping itu, regulasi mengenai perpupukan Silika hingga saat ini belum ada (masih dalam pembahasan).

Silika sebenarnya termasuk unsur yang sangat melimpah setelah oksigen di dunia ini. Unsur Silika dapat ditemukan pada jerami padi, terak baja, fly ash, dan tandan kosong. Hanya ketersediaannya bagi tanaman yang menjadi perhatian, karena meskipun melimpah tidak semuanya tersedia bagi tanaman.

Lalu apa yang terjadi ketika tanaman kekurangan Silika?

  1. Pertama, daun tanaman bisa terkulai sehingga kurang efektif menangkap sinar matahari.
  2. Kedua, tanaman mudah layu atau peka terhadap kekeringan;
  3. ketiga, daun dan batang lebih kepada serangan hama dan penyakit. Keempat, tanaman mudah rebah, dan kelima, kualitas produksi berkurang lantaran hama dan penyakit mudah menyerang tanaman, potensi produksi tidak dapat optimal karena absorbsi dan distribusi unsur hara kurang baik.

 

Penggunaan Pupuk Silika Pada Tanaman Padi

Pupuk Silika dapat membantu perbaikan kondisi tanah yang kurang kesuburannya. Tidak hanya itu, unsur nomor dua terbesar setelah oksigen ini mampu tingkatkan kualitas dan produktivitas tanaman sampai 15%. Kendati demikian, Silika belum familiar di kalangan pelaku kebun.

Pemupukan silikon (Si) pada lahan sawah di Indonesia tidak umum dilakukan mengingat pupuk ini belum dikenal luas. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman padi sangat memerlukan unsur Si untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan terhadap serangan hama penyakit.

Penelitian pengaruh pupuk silika terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah telah dilakukan pada lahan sawah dengan jenis tanah Inceptisols di Serang, Provinsi Banten, Indonesia.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas pupuk silika terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah serta menentukan dosis optimum pupuk silika.

Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan delapan perlakuan yaitu kontrol, NPK dan 6 tingkat dosis pupuk silika (SiO2) yaitu 147 kg/ha, 294 kg/ha, 441 kg/ha, 588 kg/ha, 735 kg/ha dan 882 kg/ha.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan dengan pupuk mengandung silika meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan nyata yang ditandai dengan pertumbuhan tanaman lebih tinggi, anakan lebih banyak dan biomasa lebih banyak dibandingkan perlakuan NPK standar.

Pemberian pupuk silika juga meningkatkan ketahanan terhadap rebah karena batangnya lebih kuat dan anakannya lebih banyak. Pemberian pupuk silika sebagai tambahan pupuk NPK juga meningkatkan produksi padi dengan nyata sebesar 117% dibandingkan kontrol dan 26,7% dibandingkan dengan perlakuan NPK standar.

Dosis optimum pupuk silika yang direkomendasikan untuk padi sawah adalah 217 kg SiO2/ha sedangkan dosis maksimum sekitar 320 kg SiO2/ha.

 

Penggunaan Pupuk Silika Pada Tanaman Padi

Kini sudah tersedia pupuk silika yang sudah diformulasi oleh pabrikan sehingga mudah dalam penggunaannya oleh petani.  Selain sudah diformulasi, produk tersebut juga ditambahkan dengan beberapa unsur hara mikro.

Beberapa contoh produk silika antara lain:

  1. Biomax, produk dari PT. Biotis Agrindo
  2. Forsil, produk dari PT. Mitra Kreasi Dharma
  3. Silika, produk dari Novelgro
  4. Tenaz, produk dari PT Rolimex Kimia Nusamas

 

Manfaat pupuk silika untuk padi sawah

  1. Pupuk silika dapat mempertebal dinding sel batang dan kulit bulir padi. Dengan kuatnya batang tanaman, maka padi tidak mudah rebah atau patah.
  2. Dengan meningkatnya kekuatan dinding sel tanaman padi, maka tanaman padi tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Dengan terbentuknya lapisan nanosilika pada permukaan batang tanaman membuat hama menghindar. Selain itu lapisan nanosilika itu kalau termakan oleh hama, dapat membuat saluran pencernaan serangga pengunyah seperti ulat dan belalang bisa rusak.
  3. Menghambat perkembangan gejala blas, yang disebabkan jamur Pyricularia grisea Sacc (sinonim Pyricularia oryzae). Penyakit ini menyerang daun, buku, dan leher malai tanaman padi.
  4. Pupuk silika juga dapat menghambat serangan bakteri pada tanaman padi seperti penyakit kresek (hawar daun), yang menyerang daun dan titik tumbuh tanaman padi. Kresek ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas compestris pv oryzae.
  5. Membantu pemasakan bulir padi. Selain itu meningkatkan produktivitas dan daya simpan hasil panen. Biasanya, beras yang diolah dari tanaman padi yang dipupuk dengan silika, lebih mengilap dan tidak mudah pecah.
  6. Melindungi tanaman padi dari efek kekeringan, salinitas, alkalinitas, dan cuaca ekstrim (perubahan iklim).
  7. Mengurangi keasaman pada permukaan tanaman padi sehingga efektif menghambat perkembangbiakan jamur yang menyerang tanaman padi. Beberapa penyakit yang disebabkan jamur pada tanaman padi adalah blas, bercak daun cokelat, busuk pelepah daun, dan fusarium.
  8. Meningkatkan jumlah anakan produktif sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi.

 

Pupuk Cair Berbahan Gulma Versi Jadam

Pupuk Cair Berbahan Gulma Versi Jadam

Sedang mencari pupuk subsidi urea, ponska, SP36 tetapi langka di kios?

Jikapun ada harganya sangat mahal.  Jangan khawatir!  Di bawah ini adalah resep cara membuat pupuk dengan menggunakan bahan baku gulma.  Hah, gulma? 

Ya, anda tidak salah.  Karena gulma bisa dibuat pupuk.  Metoda ini dibuat oleh seorang master pertanian organik dari Korea, yaitu Youngsang Cho.  Berikut model pembuatan liquid fertilizer atau pupuk cair dari gulma/rumput liar/hijau-hijauan versi Jadam Organic Farming.

Bahan & Cara:

  1. Biomassa hijau-hijauan lunak apa saja max 75% dari kapasitas drum.
  2. Segenggam tanah leaf mold dari hutan/gunung sekitar. Kalau terpaksa boleh pakai tanah bawah pohon bambu.
  3. Soft water/air lunak, seperti: air hujan, air AC, air RO, air destilasi. Kalau terpaksa air sumur, tak mengapa. Isi drum dgn air, sisakan ruang kosong dikit.
  4. Optional, kasih 1/2 – 1 sendok makan garam krosok.

Masukkan semua item di atas dan tutup/anaerob. Tempatkan drum tersebut di sekitaran lokasi kebun/sawah, terpapar sinar matahari, mengikuti teori atmospheric temperature.

Selang 2 minggu sudah bisa diaplikasikan ke tanaman, dgn pengenceran min. 50X (dibuku 20-300X) dgn air lunak/soft water. Durasi pemupukan 4X dalam sebulan.

Perlu diketahui, bahwa pupuk cair Jadam adalah seperti kecap, makin lama di simpan dalam drum, makin ‘enak’ buat tanaman. Artinya seluruh nutrisi yang berimbang/balance sudah ada di dalamnya. Bau menyengat pd pupuk cair pun, disinyalir mampu mengusir hama tertentu (Silakan dibuktikan).

Sekali lagi, jangan menganggap Gulma sebagai musuh bagi tanaman, karena kalau kita tahu cara memanfaatkannya, hubungan simbiosis mutualisme akan terjadi. Gulma dgn daun yg hijau royo-royo menandakan terdapat keseimbangan NPKCa pd biomassa lunak tsb.

Gulma rumput liar juga merupakan pupuk terbaik nomor 2 bagi tanaman, nomor 1 terbaik adalah sisa-sisa tanaman itu sendiri (daun, ranting, & buah busuk).

Begitu alam mengajarkan kpd kita, karena Jadam adalah manusia yang seperti alam. Betul-betul memperhatikan tanda kekuasaan Tuhan pada alam & dengan bijak memanfaatkan apa yg ada di sekitar.
Demikianlah hal yg dibuat oleh Jadam, yang mengedepankan ‘cara main’ yg mudah, sederhana tidak rumit, tur murah. Hampir-hampir yg minim finansial sekalipun bisa membuatnya.
Sukses semuanya. Aamiin..

Catatan:
Produk Jadam bisa dibuat sendiri, ada JMS, JS, JWA, JHS, Pupuk dasar, Pupuk cair gulma rumput liar, krokot, tepung tulang, abu dapur, ikan segar, buah segar, urine, dll.

Silakan pelajari dan praktekkan apa yg ada di buku Jadam Organik Farming. Petani harus mandiri membuatnya, hingga bisa menurunkan biaya produksi/terhemat, menghasilan produktifitas & kualitas mutu diatas rata-rata dan yang terakhir keberlanjutannya dapat terjaga.

Buku Jadam Organik Farming masih berbahasa Inggris, karena bahasa aslinya berbahasa korea. Saya dengar juga sedang dalam proses terjemahan untuk bahasa Indonesia. Buku ini penulisnya adalah Youngsang Cho. Buku ini adalah trilogi, yang terdiri Jadam Organic Farming, Jadam Organic Pest and Jadam 100 Herbs. Paling tidak buku Jadam Organic Farming ini yang minimal harus dimiliki. Kenapa?

Karena buku ini mengajarkan praktek-praktek pertanian yang ULTRA MURAH dengan mengandalkan sumberdaya yang tersedia di alam dan dekat dengan lingkungan kita.

Dimana belinya? Bisa langsung ke AMAZON, klik disini!

Sumber artikel dan image: Artikel dan Amazon

Tulisan ini diambil dari posting dari FianFitun Reborn di group facebook Tribio. dengan sedikit tambahan dan edit.

Mengolah Sampah Rumah Tangga dengan Reaktor Ember Tumpuk.  Hasilnya Pupuk Organik

Mengolah Sampah Rumah Tangga dengan Reaktor Ember Tumpuk.  Hasilnya Pupuk Organik

Sampah Rumah Tangga Adalah Masalah?

Baik di perkotaan maupun dipedesaan, setiap rumah tangga pasti menghasilkan sampah.  Sampah kering atau basah, sampai plastik atau bahan non-plastik seperti kertas pembungkus, sampah sayuran dapur, sampah nasi bekas, sampah lauk pauk seperti ikan, tulang, dan lain-lain.

Semua sampah itu pasti dibuang ke tempat sampah dan menunggu petugas pengambil sampah tiap pagi hari.

Atau kalau di pedesaan, sampah dibuang ke tempat sampah dan dibakar bersamaan dengan sampah serasah daun-daunan lainnnya.

Untuk sementara masalah sampah selesai sampai disini.  Tapi tidak memberikan manfaat langsung kepada kita. 

Pernah gak terbersit bahwa sampah itu sebenarnya sebenarnya bermanfaat.  Baik sampah yang organik maupun yang non-organik.  Sampah organik seperti sampah-sampah dapur sisa-sisa sayuran dan buah, bisa dimanfaatkan menjadi sumber pupuk kompos dan pupuk organik cair. 

Memanfaatkan sampah organik dan diolah menjadi pupuk pada dasarnya kita secara tidak langsung berbakti kepada tanah/bumi dan tanaman yang sudah diberikan oleh Yang Maha Pencipta.  Terlebih jika dikelala dalam sekala besar dan memberikan impact finansial. Jika kita mampu menjual pupuk kompos atau POC-nya.

Dan sampah plastik, seperti bekas botol minuman dalam kemasan, bisa dikumpulkan kemudian dijual ke pengempul barang bekas.

Untuk sampah organik, ada acara praktis dan ekonomis untuk mengolah sampah-sampah tersebut menjadi produk yang bermanfaat bagi tanaman, yaitu menjadikannya sebagai pupuk organik cair dan pupuk organik padat.  Teknologinya salah satunya dengan menggunakan Reaktor Ember Tumpuk.

Reaktor Ember Tumpuk,

Apa itu reaktor ember tumpuk? Adalah rekator pengolah limbah organik dengan menggunakan 2 ember yang dibuat bertumpuk.  Dimana dalam proses pengolahan limbah organiknya dibantu oleh larva Hi (Hermetia illucens).

Bahasan dan tulisan mengenai ember tumpuk ini saya dapatkan dari postingan Prof Nasih Widya Yuwono, di group facebook Tribio.  Disana beliau banyak membagikan tulisannya.

Update:

Inilah hasil kreasi ember tumpuk yang saya buat. Simak juga diskusinya di group Tribio.

Sebenarnya komponen reaktor ember tumpuk terdiri dari:

  1. Ember bawah fungsinya sebagai penampung lindi. Dimana pada bagian bawahnya dipasangkan kran di samping bawah, sebagai jalan untuk mengeluarkan air lindi.  Tutup bagaian atas diambil tepinya saja untuk penyangga ember atas.
  2. Ember atas fungsinya untuk menampung sampah-sampah organic sisa makanan, sayuran dan buah-buahan. 
Sumber: Nasih, 2018

Bagian bawah ember dari ember atas ini dibuatkan lubang-lubang kecil sebanyak-banyaknya untuk pengatusan.  Juga dibuat lubang kecil sebanyak 4 buah di samping kiri dan kanan bagian atas di bawah penutup ember

Ada 4 lobang kecil dekat dengan tutup, memiliki 2 fungsi. Pertama tempat masuk telor BSF yang menetas jika dilekatkan di bagian luar, atau lubang memasukkan telor bagi induk BSF.  Kedua, lubang pertukaran udara atau melepas gas yang muncul.

Membuat Reaktor Ember Tumpuk

Bahan yang perlu disiapkan unutk membuat reaktor ember tumpuk adalah

  • 2 buah ember bekas cat 25 kg legkap dengan tutupnya
  • 1 kran air

Alat yang digunakan:

  • bor atau paku
  • parang/pisau

Cara Membuat Reaktor Ember Tumpuk

Ember pertama/bawah:

  1. Buat lubang didinding samping bawah, 3 cm dari dasar untuk memasang kran
  2. Pasang kran dengan baik, jangan sampai ada rembesan atau bocor.  Kran berfungsi untuk memudahkan panen Lindi(cairan hasil pemrosesan sampah)
  3. Lubangi tutup ember pertama sehingga bagian bawah/pantat ember kedua bisa masuk kira-kira 10 cm. Fungsi tutup ini sebagai menyangga ember kedua.

Ember kedua/atas:

  • Buat lubang-lubang menyerupai saringan di sisi bawah/dasar ember kedua dengan bor atau dengan paku yang dibakar
  • Buat lubang  di dinding samping bagian atas, 3 cm dibawah mulut ember.  Lubang ini sebagai pintu keluar masuk lalat hitam/ Hermetia Ilucen/ Black Soldier Fly
  • Tumpukkan ember kedua diatas ember pertama seperti dalam gambar.
  • Tutup ember digunakan sebagai sebagai buka-tutup pembuangan sampah organik

Taruh ember tumpuk di lokasi yang jauh dari jangkau anak-anakan dan diusahakan berjauhan dengan rumah.

Cara kerja Reaktor Ember Tumpuk

Air lindi adalah hasil akhir dari proses yang terjadi pada ember bagian bawah.  Selaian kompos padatan yang dihasilkan pada ember tumpuk bagian atas.  Jadi dua jenis kompos dihasilkan sekaligus dari proses ini.

Air lindi dengan proses ember tumpuk ini adalah cara mendapatkan bahan baku POC yg terbaik, murah dan praktis. Kenapa disebut bahan baku? Karena air lindi hasil dari proses sifatnya masih mentah, perlu proses lanjutan sampai akhirnya siap digunakan sebagi pupuk cari bagi tanaman.

Air lindi dapat diproeses lanjutannya menjadi PSB, PGPR, Sianobakter, Jakaba dan boster untuk perangsang buah. Begitu juga bila akan melakukan fermentasi kohe pake dekomposer dengan bahan utamanya adalah lindi ini.

Sehingga air lindi hasil dari reaktor ember tumpuk ini sangatlah powerful dalam mendukung pertanian organik yang murah dan praktis.

Cara atau prosesnya dalam pembuatan air lindi dengan reaktor ember tumpuk adalah sebagai berikut:

  1. Masukkan sampah buah kedalam ember atas dalam 2 minggu pertama(buah-buahan saja, jangan sampah organik lain).  Aroma buah yang membusuk ini untuk mengundang  lalat Hermetia Illucens(HI) atau Black Soldier Fly (BSF) bertelur.
  2. Setelah HI bertelur dalam tumpukan sampah buah dalam ember tumpuk, telur ini akan menjadi larva HI(Magot) yang akan memakan sampah organik. Saat lalat HI dan magot sudah muncul, maka setiap hari boleh dimasukkan sampah organik lain seperti: limbah dapur,  potongan sayur, kulit buah, sisa nasi, sampai tulang-tulang ikan.
  3. Setelah 2 bulan proses, pupuk organik cair(Lindi) bisa dipanen dari kran. Siapkan botol air mineral bening, isi ¾ botol dengan lindi. Lindi yang dipanen biasanya berwarna coklat.
  4. Jemur tampungan lindi dalam botol tadi di tempat panas terik matahari selama 2-3 hari sampai Lindi berwarna hitam pekat. Jangan lupa mengendor kencangkan tutup botol setiap hari sekali selama proses penjemuran.
  5. Lindi yang sudah berwarna hitam bisa digunakan untuk  pupuk organik cair, penerapannya bisa dikocor atau disemprotkan. Jika dikocor bisa menggunakan  lindi 20 ml banding 1 liter air, jika dsemprotkan perlu diencerkan 20 cc lindi dicampur dalam 1 liter air.
  6. Disamping menghasilkan Lindi, ember tumpuk juga menghasilkan magot. Magot yang berlebih bisa digunakan untuk pakan ternak: ayam, bebek maupun ikan.

Air Lindi Hasil Reaktor Ember Tumpuk

Seperti dijelaskan sebelumnya, air lindi dari hasil reaktor ember tumpuk mengandung banyak manfaat.  Namun air lindi hasil lansung dari ember tumpuk tidak bisa serta merta bisa digunakan.  Perlu ada tahapan lanjutannya jika menginginkan hasil yang maksimal.

Air lindi hasi tampungan dari ember tumpuk, selanjutnya dijemur agar menjadi matang dan menjadi pupuk organik cair (POC).  Air lindi dapat disimpan dalam drum biru dan ditutup rapat.  POC ini hebatnya lagi tidak mengenal masa kadaluwarsa.  Jadi bisa dipergunakan kapan saja.

Jika dalam skala kecil, air lindi dapat di jemur. Masukkan lindi ke dalam botol bening, separoh atau kurang, tutup dikendurkan, letakkan di tempat terik matahari sampai warna menjadi coklat hitam, dan aroma sudah terasa lembut di hidung.

Jika akan diaplikasikan pada tanaman, maka diajurkan pengenceran sebanyak 20 X.

Berikut ini adalah contoh air lindi yang sudah berproses hasil pengamatan dari Pak Arief.

Dari kanan:

  1. 50% bokashi cair 50% (dijemur)
  2. Lindi ember tumpuk di toples (dijemur).
  3. Lindi ember tumpuk (dijemur)
  4. 10% lindi ember tumpuk + bahan lain diaerasi 3 x 24 jam (paling transparan).

Apa Kandungan POC Air Lindi

Secara umum manfaat pupuk cair organik untuk tanaman tidak berbeda jauh sebagaimana hal nya dengan pupuk kimiawi.

Kandungan POC Air lindi yang dihasilkan dari reaktor ember tumpuk sangan dipengaruhi oleh bahan-bahan yang dimasukan.  Bahkan kita bisa menginginkan jenis POC apa sebagai hasil akhir dari proses ini.  Apakah POC untuk Fase Vegtatatif, Fase Generatif, atau POC booster perangsang bunga?

Tetapi kalau yang dimasukannya adalah bahan apa saja yang tersisa dari sisa-sisa dapur, maka hasilnya POC yang sifatnya umum, dan kandungannya macam-macam.  Untuk mengetahui detailnya harus dilakukan uji laboratorium.

POC air lindi hasil penyaringan dari buah buahan dan sayuran limbah dapur rumah tangga memakan waktu minimal 3 minggu baru bisa memanennya, dan hasil pemanenan air lindi tersebut masi blum bisa kita aplikasikan karna masih mengandung gas yang bahaya buat tanaman,.

POC harus kita diamkan selama 2 minggu sampai tidak mengeluarkan gas lagi sehingga POC tersebut bisa di aplikasikan ke tanaman dengan perbandingan 1:5, sesuai dengan kebutuhan..

Untuk mendapatkan kualitas POC yang sesuai dengan keinginan makan bahan yang dimasukan harus sesuai kandungan nya. 

Misalnya limbah sayuran  umumnya mengandung unsur N. Buah-buah-buahan mengandung unsur P, K dan Ca. Lidah buaya, tomat,  rebung bambu, bonggol pisang, toge, jagung muda mengandung Zat Perangasang Pertumbuhan Tanahan (zpt).

Atau jantung pisang untuk POC fase generatif. Kandungan nutrisi dan mineral pada jantung/bunga pisang berdasarkan studi yang diterbitkan di African Journal of Biotechnology.
-Energy 51kcal
-Protein 1.6g
-Lemak 0.6g
-Karbohidrat 9.9g
-Serat 5.7g
-Kalsium (Ca) 56mg
-Phosphor (P) 73.3mg
-Besi (Fe) 56.4mg
-Tembaga 13mg
-Potassium/Kalium (K) 553.3mg
-Magnesium (Mg) 48.7mg
-Vitamin E 1.07mg

Sumber: Abah Menyan di Indonesian Organic Institute

Dengan mengetahui hal ini kita bisa berkreasi dengan berbagai jenis bahan agar menghasilkan POC yang sesuai kebutuhan kita.

Keunggulan POC Air Lindi

  1. Karena bahan pembuatan pupuk organik ini adalah berasala dari bahan bahan organik maka memiliki efek residu yang positif, sehingga tanaman anda pada periode berikutnya produktivitasnya tetap baik.
  2. Melalui pupuk organik ini dapat memperbaiki sturuktur tanah, sehingga membuat tanah menjadi lebih subur.
  3. Beberapa jenis tanaman bila diberi pupuk organik cair akan lebih kuat dan kebal terhadap jenis penyakit tananaman
  4. Dapat menigkatkan mikroorganisme tanah yang baik untuk budidaya tanaman
  5. Kandungan unsur hara pada air lindi dapat ditambahkan lagi dengan unsur hara makro dan mikro sehingga bisa lebih lengkap.

Sumber: Artikel: Dari berbagai sumber, group facebook Tribio, IOI; Credit image: Google, Group Facebook Tribio, Prof Nasih, Arief Haryanto

pH Meter Tanah Senjatanya Petani Jika Mau Hasil Panen Melimpah. Coba Cek PH Tanah Anda!

pH Meter Tanah Senjatanya Petani Jika Mau Hasil Panen Melimpah. Coba Cek PH Tanah Anda!

Jika Anda petani, terlebih lagi petani padi, apakah sering ditemukan tanaman padinya mengalamani banyak masalah.  Tanamannya kerdil, pertumbuhannya lambat, daun tanaman menguning, akar pendek dan warnanya merah, dll.   Padahal sudah banyak melakukukan usaha untuk memulihkannya.

Padahal… pemupukan sudah dilakukan sesuai dengan dosis anjuran.

Penyemprotan pestisida untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman untuk mengendalikan hama dan penyakit sudah dilakukan.

Gulma pengganggu sudah dibersihkan

Hormone pemacu pertumbuhan tanaman sudah diberikan.

Hasilnya? Tetap penampakan pertumbuhan tanaman kurang memuaskan.

Sarannya… coba sekali-kali cek kondisi tanahnya! 

Mengapa? Siapa tahun kondisi tanahnya bersifat asam!

Pentingnya Mengetahui Kondisi Tanah

Sangat jarang petani memperhatikan tingkat keasaman tanah. Bahkan tidak sedikit juga petani yang tidak mengerti apa itu tingkat keasaman tanah (pH tanah). Para petani kebanyakan hanya memikirkan berapa dosis pupuk.   Harapannya agar jumlah panen bisa meningkat.

Padahal pemberian pupuk kimia tertentu, apalagi sampai over dosis, bisa mengakibatkan tanah menjadi asam atau basa.  Tanah dengan kondisi terlalu asam atau terlalu basa inilah yang banyak menimbulkan masalah pada tanaman.

Memahami tingkat keasaman (pH tanah) adalah dasar ilmu kimia tanah yang harus diketahui sebelum melakukan penanaman.  Kenapa tanaman itu bersinggunangan dengan kimia? Karena tanaman itu menyerap unsur hara dalam bentuk ion. Apa itu ion? Ion adalah atom yang bermuatan listrik positif atau negatif.

Apa Itu pH Tanah

pH adalah singkatan dari potential hydrogen, yaitu skala perhitungan jumlah potensi ion hidrogen (H+) yang ada di tanah. Ion hidrogen ini lawannya adalah ion hidroksida (OH-).

Didalam tanah, potensi jumlah ion H+ dan OH- ada 3 kemungkinan yang terjadi, yaitu :

  1. H+ = OH-. Jumlah Hidrogen sama dengan/seimbang dengan hidroksida. Kondisi ini artinya pH netral (nilai indikator pH = 7). Kondisi tanah kondisi normal. Kondisi seperti ini adalah sangat ideal bagi tanaman.
  2. H+ > OH-. Ini artinya tanah dlm kondisi asam (nilai pH < 7). Semakin kecil pHnya berarti semakin asam.
  3. H+  <  OH-. Ini artinya tanah dalam kondisi basa (pH > 7) semakin tinggi nilai pH maka semakin basa.

Apa Akibat Jika pH Asam atau Basa?

Tanaman budidaya, kebanyakan akan tumbuh optimal ketika pH tanah mendekati netral. Kondisi pH tanah normal untuk berbagai jenis tanaman, misalnya

  • Tanaman padi, jagung optimum pada pH 5 s/d 6.5
  • Bawang merah, tomat optimum di pH 6-8.
  • Tebu, kacang tanah pH 7 – 8,
  • Cabe pH 5.5 -7

Efek Jika Tanah Kondisi Asam

Pada tanah pH lebih rendah dari 5,6 pada umumnya pertumbuhan tanaman menjadi terhambat akibat rendahnya ketersediaan unsur hara penting seperti fosfor dan nitrogen.

Bila pH lebih rendah dari 4.0 pada umumnya terjadi kenaikan Al3+ dalam larutan tanah yang berdampak secara fisik merusak sistem perakaran, terutama akar-akar muda, sehingga pertumbuhan tanaman menjadia terhambat

Konsentrasi Alumunium dan besi (Fe) yang tinggi pada tanah memungkinkan terjadinya ikatan terhadap fosfor dalam bentuk alumunium fosfat atau Fe-fosfat.

P yang terikat oleh alumunium tidak dapat digunakan oleh tanaman.

Tanaman yang ditanam pada tanah yang memiliki pH rendah biasanya juga menunjukkan klorosis (peleburan klorofil sehingga daun berwarna pucat) akibat kekurangan nitrogen atau kekurangan magnesium.

Selain itu pH tanah rendah memungkinkan terjadinya hambatan terhadap pertumbuhan mikroorganisme yang bermanfaat bagi proses mineralisasi unsur hara seperti N dan P dan mikroorganisme yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman, misalnya bakteri tanah yang dapat bersimbiosis dengan leguminosa seperti Rhizobium atau bersimbiosis dengan tanaman non leguminosa seperti Frankia sehingga sering dijumpai daun-daun tanaman pada tanah asam mengalami klorosis akibat kekurangan N.

Bakteri tanah yang lain seperti azotobakter (A. Chroococcum) yang dapat berasosiasi dengan akar tanaman hanya dapat hidup apabila suasana larutan tanah netral hingga basa.

Mikroorganisme tanah lain yang bermanfaat bagi tanaman, yang dapat terpengaruh pertumbuhannya bila berada pada suasana asam adalah mikoriza.

Mikoriza adalah jamur yang dapat melarutkan fosfor organik menjadi fosfor inorganik yang tersedia bagi tanaman.

Efek Jika Tanah Kondisi Basa

Pada tanah atau media tanam dengan tingkat alkalin tinggi (basa) unsur hara mikro seperti tembaga, mangan, seng dan besi akan terikat secara kimiawi dan tidak dapat diserap oleh tanaman.

Seperti halnya tanaman pada tanah asam, pada tanah basa tanaman juga tidak akan tumbuh dan berproduksi secara maksimal.

Cara Menangani Tanah Asam atau Basa?

Bagaimana dengan tanah yang asam? Tebarkan kapur

Pada tanah atau media tanam lainnya yang memiliki tingkat keasman tinggi, unsur magnesium, kalsium dan fosfor akan terikat secara kimiawi sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman.

Pada kondisi seperti itu, unsur alumunium dan mangan akan bersifat racun dan merugikan tanaman.  Pemberian pupuk tidak akan efektif dan tidak efesien karena unsur hara tidak diserap tanaman.

Tanaman akan tumbuh tidak normal dan produktifitas rendah dengan kualitas yang buruk. Untuk mengurangi tingkat keasaman dapat dilakukan dengan pemberian dolomit (Kapur Pertanian).

Pemberian dolomit dengan dosis sesuai kebutuhan dapat dilakukan untuk menyesuaikan nilai pH tanah.

Kapur yang dapat digunakan bisa kapur tohor/kapur bangunan (CaO), bisa kapur mentah (CaCO3) atau kapur pertanian/dolomit (CaMg(CO3)2). Dosis penggunaan tergantung berapa nilai pH yg ingin dicapai. Misal pH awal 4 mau dinaikkan menjadi 6, maka dosis kapurnya (6-4) x 1 ton per hektar = 2 ton  per hektar. Bisa dikatakan pengapuran 1 ton per hektar akan meningkatkan pH satu tingkat.

Bagaimana dengan tanah yang basa? Tebarkan belerang (sulfur).

Pemberian unsur asam atau belerang untuk menurunkan sifat basa tanah biasanya tidak efektif pada tanah yang mengandung mineral kalsium karbonat (unsur kapur).

Mineral karbonat menempatkan pH tanah pada skala 7,5 – 8. Hampir seluruh mineral kalsium karbonat harus dinetralkan dengan asam yang kuat, dan kalaupun itu dilakuan tidak akan memberikan hasil yang memuaskan. Artinya hasil yang didapatkan hanya pada angka 7,5 dan tidak mampu sampai skala 7 atau dibawah 7 (netral).

Penggunaan Pupuk Kompos Untuk Jangka Panjang

Kedua hal tadi kapur untuk tanah asam dan belerang (sulfur) untuk tanah basa adalah teknik menetralkan pH dengan cara instan dan cepat.

Jika ingin cara yg alami maka gunakan pupuk kompos/pupuk kandang. Kompos itu selain mengandung unsur hara juga menjadi tempat hidupnya mikroba (bakteri & jamur). Dimana mikroba itu tadi berfungsi untuk menguraikan unsur hara, sehingga bisa menyuburkan tanaman dan sekaligus menetralkan pH secara perlahan lahan.

Rekomendasi pH meter terbaik

Kini saatnya memilih produk pH meter terbaik untuk Anda. Pilih sesuai kebutuhan, ya!

4 In 1 Soil Survey Instrument

Keunggulan: Hemat biaya, Anda bisa mengetahui empat informasi sekaligus

Produk ini bisa digunakan untuk mengukur empat parameter sekaligus! Selain untuk mengetahui pH sampel, produk ini bisa digunakan untuk mengukur temperatur, intensitas cahaya, dan kelembapan tanah. Produk ini cocok untuk Anda yang memiliki kebun sendiri dan rutin mengecek kualitas tanahnya.

Soil PH & Moisture Tester

Uniknya lagi, produk ini dilengkapi dengan LCD backlight sehingga Anda lebih mudah membacanya meskipun pada siang hari. Sebagai tambahan, Anda bisa membaca temperaturnya dalam dua satuan, yakni Celsius dan Fahrenheit.

Keunggulan: Bodinya kokoh, tidak mudah rusak saat ditancapkan ke tanah

Produk ini bisa diandalkan jika Anda memiliki kebun, tanaman hidroponik, ataupun ingin meneliti tanah di luar rumah. Bodinya yang kokoh membuatnya tidak mudah rusak meskipun ditancapkan ke permukaan tanah yang agak keras. Dengan pH meter ini, Anda bisa mengukur pH sekaligus kelembapan tanah sehingga pertumbuhan tanaman akan lebih optimal.

Pupuk Langka, ini Alternatif Solusinya

Pupuk Langka, ini Alternatif Solusinya

Sudah lama pupuk subsidi keberadaannya dirasakan langka oleh petani. Padahal pupuk adalah sarana produksi yang paling penting untuk mengingkatkan produktivitas. Kalau masih mahal mungkin petani bisa mengusahakannya, dengan segala cara. Lah kalau pupuk langka bangaimana?

Inilah dilema petanian Indonesia. Disisi lain disebut-sebut sektor pertanian adalah sektor juara, tahan banting terhadap krisis ekonomi dan hantaman pandemi. Sektor unggulan program pemerintah Indonesia yang memiliki luasan lahan pertanian yang luasanya jutaan hektar.

Pupuk langka, khususnya SP36.

Sebagai petani, menyikapi hal ini mengharuskan inovatif dan kreatif. Salah satunya menggunakan produk unggulan alam, yang disebut dengan pupuk organik. Ya, memang pupuk organik tidak bisa disamakan dengan pupuk kimia dalam reaksinya. Pupuk kimia lebih cepat, namun jangan salah pupuk kimi telah banyak dilaporakan menimbulkan dampak negatif terhadap tanah.

Bertani itu bukan hanya memanen hasil, tetapi juga menjaga bumi tempat kita menanam. Penggunaan pupuk organik itu tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas tetapi sekaligus menjanga dan meningkatkan kemampuan tanah dalam memproduksi jangka panjang.

Sayangnya petani, lebih menyukai yang instant-instant.

Salah satu produk inovatif yang tersedia dan ditawarkan adalah penggunaan pupuk organik granule dari BETA (Bengkel Tani) Malang Yaitu NPK Kumbang.

Pupuk granule BeTa dari Bengkel Tani, adalah kombinasi pupuk NPK yang digabungkan dengan semua jenis bahan pupuk lainnya, seperti pupuk mikro, pupuk organik fermentasi dan juga diperkaya dengan berbagai jenis mikroba positif.

Penggunaan mikroba diperluan untuk membantu proses mengurai apapun (bahan organik). Selain mikroba juga dilengkapi agen hayati yang berfungsi untuk mengendalikan hama penyakit tanaman.

Keuunguulan penggunan pupuk organik Beta ini selain memberikan pupuk yang lengkap, juga sekaligus mampu mengobati penyakit dan mengendalikan semua jenis hama tanaman.

Bagaimana Cara Penggunaan Pupuk Granule BETA (NPK Kumbang) dari Bengkel Tani

Cara Aplikasi Pupuk Organik BETA

1. Sebagai Pupuk Dasar.

Taburkan pupuk granule BeTa secara merata saat pengolahan lahan.
Tujuannya adalah agar semua materi di lahan bisa diurai, baik itu materi organik maupun materi non organik yang berasal dari residu kimia, juga mengurai gas-gas berbahaya seperti amoniak dan H2S.


Setelah terurai maka akan banyak unsur hara yang tersedia di lahan sebagai nutrisi siap saji yang nantinya diserap oleh bibit tanaman, sekaligus, nutrisi siap saji ini akan diserap oleh berbagai mikroba positif yang ada di lahan agar nantinya bisa bersimbiosis dengan baik di akar tanaman sekaligus menekan pertumbuhan mikroba jelek penyebab penyakit (pathogen).

Jika dari awal unsur hara telah diurai dan hal negatifnya (bakteri, jamur/fungi, virus) diantisipasi, maka menanam apapun akan jauh lebih mudah.

Dosis pupuk dasar yang disarankan, minimal 100 kg per Ha.

Ini adalah jumlah yang sangat sedikit, yang artinya hanya butuh 1 kg untuk 100 m persegi lahan, tetapi karena berisi mikroba probiotik dan agen hayati, maka itu akan menyebar dan berkembang di lahan.

Butuh waktu minimal 3 hari sebelum lahan ditanami.

Khusus untuk lahan yang pH-nya rendah, pupuk granule BeTa sebaiknya ditambahkan kapur pertanian/dolomit sebanyak 100kg/ha.

Campurlah kapur pertanian dengan perbandingan 1:1, beri air seperlunya, aduk merata, agar nantinya lebih mudah ditaburkan dan terlalu berdebu.

2. Sebagai pupuk susulan.

Pupuk susulan diperlukan untuk menambahkan unsur hara yang lebih siap saji guna mendukung pertumbuhan bibit yang baru ditanam, sampai pada masa panen.

Khusus untuk tanaman padi, pupuk susulan ini dilakukan minimal 3 kali, yakni di umur 7 HST, 21 HST, dan 40 HST.

Dosis per Ha yang dianjurkan untuk tanaman padi adalah I = 150kg, II = 150kg, III = 200kg. atau total 500 kg per Ha selama 1 musim tanam.

Tentu saja dosis ini bisa berubah untuk tiap lahan dan tiap komoditas.

Jika dirasa pertumbuhan tanaman kurang maksimal, maka pada pemupukan I bisa ditambahkan 15kg urea (5kg urea untuk setiap karung pupuk granule BeTa, diaduk merata dan siap ditaburan.

Begitu juga dengan setiap penambahan pupuk jenis lainnya, pada pemupukan ke II ditambahkan 15kg urea dan 15kg pupuk KCl,

Pada pemupukan ke III bisa ditambahkan 30 kg pupuk KCl atau pupuk lainnya yang mengandung unsur kalium (K).

3. Pupuk Granule BeTa Sebagai Starter Pembuatan Kompos Plus.

Kompos plus adalah pupuk berbahan baku organik yang diperkaya dengan berbagai bahan pupuk, termasuk penambahan pupuk anorganik, dan kemudian difermentasi menggunakan mikroba yang terdapat pada produk BeTa (bisa berupa POC BeTa, bisa juga granule BeTa), dan karena dilengkapi dengan jenis mikroba agensi hayati, maka pupuk ini nantinya bisa digunakan untuk mengendalikan serangan hama penyakit tanaman.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Kompos Plus, yakni :

  1. Pupuk granule BeTa 1 karung
  2. Pupuk Petroganik 10 karung
  3. Urea 10 kg
  4. Pupuk phospat, bisa TSP, SP36, Phonska, dll 50 kg
  5. Kapur pertanian, atau dolomit 50kg
  6. Starter probiotik, gunakan POC BeTa 1 lliter
  7. Molase 1 liter, atau gula merah 1kg
  8. Air seperlunya. Lebih bagus jika ditambahkan berbagai jenis POC, PGPR, urine

Bisa juga ditambahkan bahan lainnya seperti berikut :

  1. Kohe sapi, kohe ayam, kohe kambing dll. Jumlah menyesuaikan atau mengganti sebagian pupuk Petroganik diatas
  2. Dedak padi / dedak jagung, sebagai sumber unsur kalium dan mikro. Jumlah 20 kg
  3. Buah-buahan atau sayuran limbah, dicacah atau ijadikan POC dulu. Jumlah seperlunya
  4. Belerang, garam, berbagai pupuk mikro (Bo,Si,Mg,Mn, dll). Jumlah maksimal 1kg
  5. Cacahan batang pisang, jerami, limbah pertanian dll limbah bahan organik. Jumlah bebas

Cara membuat :

  • Campur semua bahan, aduk merata.
  • Bisa sambil dikocori air yang telah dicampur dengan starter POC BeTa, berbagai poc, PGPR, urine, molase, gula, pupuk mikro dll.
  • Pengadukan dilakukan sampai semua bahan bisa basah merata tapi tidak terlalu banyak airnya.
  • Masukkan semuanya ke dalam karung, dan biarkan sampai mateng.
  • Jika menggunakan bahan Petroganik maka 3 hari sudah bisa digunakan.
  • Jika pakai bahan kompos mentah, setelah 7 hari baru bisa digunakan.
  • Kompos plus ini bisa disimpan lama, lebih 1 tahun. Makin lama makin bagus asalkan kondisi tetap lembab, sering disiram dan ada di tempat yang teduh.
  • Dosis aplikasi bisa mengikuti pola pemupukan sebelumnya

4. Pupuk Granule BeTa Untuk Semprot maupun Kocor

Salah satu kegiatan perawatan yang dilakukan petani adalah semprot dan kocor.
Semprot dilakukan terutama untuk mengatasi hama penyakit sekaligus menambahkan nutrisi siap saji dan hormon bagi tanaman.

Pupuk granule BeTa ini bisa juga digunakan untuk semprot dan kocor.

Dosis yang disarankan adalah 1 kg dengan air 100 liter.

Atau 1 kg encerkan dengan air 5 liter, saring dulu, dan ambil 1 liter untuk 1 tanki semprot 14-16 liter air.

Dalam prakteknya, petani sudah terbiasa menggunakan pestisida kimia dan juga berbagai jenis pupuk atau produk lainnya yang bersifat hormon dan pupuk mikro.

Semua ini bisa ditambahkan saat kocor atau semprot.

Khusus pestisida kimia, wajib dikurangi dosisnya, gunakan hanya 1/3 saja dari dosis sebelumnya, tujuannya adalah agar tanaman tidak overdosis dan gosong.

Sedangkan bahan lainnya juga boleh ditambahkan dalam jumlah sedikit juga, tetapi sebaiknya masukkan dalam drum bersama pupuk granule BeTa, tambahkan air sampai penuh dan biarkan dulu semalaman (difermentasikan dahulu), maka reaksi air rendaman ini akan semakin bagus saat diaplikasikan.

Ingat, dosis semua bahan wajib dikurangi, cukup 1/3 saja dari dosis sebelumnya.
Dengan cara ini maka hasil kocoran dan semprotnya makin bagus dengan biaya yang makin murah dan tetap aman bagi tanaman maupun konsumen.

Semoga Bermanfaat!

Sumber atikel dan image: Facebook Aricka Yanti Posting 6 Januari 2018

Kandungan Pupuk Organik Cair Terbaik

Kandungan Pupuk Organik Cair Terbaik

Pupuk Organik

Semua tanaman membutuhkan nutrisi.

Di alam, tanaman bekerja sama dengan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri untuk mengais nutrisi dari berbagai sumber, termasuk kandungan organik dan mineral tanah dan gas di atmosfer. Dalam budidaya, sistem ini tidak sekuat itu. Semua jenis tanaman mulai dari rumput rumput hingga tanaman hias, membutuhkan sedikit bantuan untuk menumbuhkan yang terbaik.

Di situlah pupuk berfungsi.

Pupuk organik merangsang dan mendukung proses alami yang digunakan tanaman untuk memberi makan diri mereka sendiri. Pupuk memberi makan mikroorganisme yang tinggal di tanah yang kemudian memberikan nutrisi ke tanaman. Seiring waktu, mereka meningkatkan bahan organik tanah yang mengarah pada peningkatan aerasi tanah dan kapasitas menahan air dan lingkungan pertumbuhan fisik yang lebih baik.

Pilihan pupuk organik terbaik haruslah memiliki rasio NPK yang optimal (persentase volume nitrogen, fosfor, dan kalium) agar tanaman dapat tumbuh subur.

Mereka berasal dari bahan-bahan alami seperti sisa tanaman, kotoran hewan, dan mineral. Ada yang berbentuk cair, ada pula yang kering. Pupuk berkualitas tinggi membutuhkan pemrosesan minimal, mudah diaplikasikan, dengan tekstur yang konsisten di seluruh bagian.

Pupuk organik terbaik membuat tanaman yang dapat dimakan atau hias lebih sehat, memberikan keseimbangan nutrisi, bahan berkualitas, dan metode aplikasi yang sesuai dengan tukang kebun.

Di bawah ini, pelajari tips memilih jenis yang tepat untuk tanaman Anda, dan untuk mengetahui mengapa pupuk berikut berkinerja terbaik.

Pupuk Cair dari Daun Kelor

Daun kelor mengandung senyawa kimia seperti kalsium, magnesium, fosfor, zat besi dan sulfur sehingga daun kelor dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik cair. Manfaat pupuk daun kelor dapat digunakan dengan cara disemprotkan pada daun untuk mempercepat pertumbuhan tanaman.

Hasil penelitian Kartika (2013), pembuatan pupuk organik cair dengan menambahkan ekstrak daun kelor sebanyak 40 % berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakchoy yang meliputi jumlah daun, panjang tanaman, berat basah dan berat kering.

Fuglie (2000) menemukan bahwa ekstrak daun kelor yang disemprotkan ke daun bawang, paprika, kacang kedelai, sorgum, kopi, teh, cabai, melon dan jagung dapat meningkatkan hasil tanaman.

Kartika (2013) menyatakan bahwa pengolahan daun kelor sebagai pupuk dapat digunakan dengan cara diekstrak. Ekstrak daun kelor digunakan untuk mempercepat laju pertumbuhan tanamansecara alami daun kelor digunakan sebagai pupuk cair yang diujikan ke berbagai tanaman seperti kacangt anah, kedelai, dan jagung.

Hasilnya sangat signifikan pada hasil panen tanaman yang diberi pupuk cairdaun kelor yaitu sebesar 20-35% lebih besar dari pada hasil panen tanaman tanpa diberi pupuk cair daun kelor

Cara Membuat Pupuk Oganik Cair Daun Kelor

Bahan yang bisa dijadikan sumber karbohidrat adalah air beras, dedak / bekatul, serta tepung beras.

Sementara untuk sumber energinya dapat diperoleh dari air kelapa, gula jawa, gula pasir, atau tebu. Anda dapat memilih salah satu dari bahan-bahan tersebut.

Bahan yang diperlukan

  • 1 kg daun kelor segar
  • 10 L air beras
  • 1/2 kg gula pasir
  • 1 ons gula jawa (larutkan terlebih dahulu)

Wadah penampungan

Cara Membuat:

Lumatkan atau blender terlebih dulu daun kelor hingga halus. Tuangkan 10 L air beras ke dalam wadah penampungan yang sudah disediakan.

Masukkan daun kelor halus tersebut pada wadah yang telah terisi air beras

Masukkan 1/2 kg gula pasir, aduk hingga tercampur rata

Selanjutnya masukkan gula jawa, aduk-aduk kembali hingga larutan tersebut tercampur dengan rata

Tutup wadah dengan penutupnya, atau dengan kertas koran

Aduk-aduk kembali bahan-bahan tersebut, bisa pada waktu pagi, atau sore di setiap harinya.

Pupuk cair sudah dapat digunakan jika telah melewati 10 – 14 hari

Cara Penggunaan

Dosis aplikasi : 15 – 20 ml / liter air untuk spray, 20 – 25 ml/liter air untuk kocor

Atau cari dosis masing-masing setiap daerah sampai ketemu dosis yang pas dan tepat sebab organik tidak bersifat baku Interval aplikasi 1-2 minggu sekali.

Referensi:

Kartika, RD. 2013. Pengaruh Pupuk Organik Cair Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) terhadap Pertumbuhan Tanaman Pakchoy (Brassica rapa L) Yang Ditanam secara Hidroponik dan Sumbangannya pada Pembelajaran Biologi SMA. [skripsi]. Universitas Sriwijaya, dalam Arum dan Fani, 2019. Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Daun Kelor Dan Cangkang Telur Terhadap Pertumbuhan Sawi Samhong (Brassica Juncea L.). POLITEKNIK BANJARNEGARA

Fuglie L J. 2000. New Uses of Moringa Studied in Nicaragua: ECHO’s Technical Network Site-networking global hunger solutions. ECHO, Nicaragua, dalam Arum dan Fani, 2019. Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Daun Kelor Dan Cangkang Telur Terhadap Pertumbuhan Sawi Samhong (Brassica Juncea L.). POLITEKNIK BANJARNEGARA

Apa itu Pertanian Organik?

Apa itu Pertanian Organik?

Pengertian Pertanian Organik

Pertanian organik (Organic Farming) adalah suatu sistem pertanian yang mendorong tanaman dan tanah tetap sehat melalui cara pengelolaan tanah dan tanaman yang disyaratkan dengan pemanfaatan  bahan-bahan organik atau alamiah sebagai input, dan menghindari penggunaan pupuk buatan dan pestisida kecuali untuk bahan-bahan yang diperkenankan ( IASA, 1990).

Hasil dari pertanian organik adalah produk organik.

Produk organik didefinisikan sebagai produk (hasil tanaman/ternak yang diproduksi melalui praktek-praktek yang secara ekologi, sosial ekonomi berkelanjutan, dan mutunya baik (nilai gizi dan keamanan terhadap racun terjamin). 

Oleh karena itu pertanian organik tidak berarti hanya meninggalkan praktek pemberian bahan non organik, tetapi juga harus memperhatikan cara-cara budidaya lain, misalnya pengendalian erosi, penyiangan  pemupukan, pengendalian hama dengan bahan-bahan organik atau non organik yang diizinkan. 

Budidaya organik tidak hanya untuk menghasilkan produk organik tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan siklus biologi dengan melibatkan mikro organism, flora, fauna, tanah, mempertahankan dan sekaligus meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan segala bentuk polusi dan mempertimbangkan dampak social ekologi yang lebih luas.

Pertanian Organik Absolut Vs Pertanian Organik Rasional

Sistem pertanian yang sama sekali tidak menggunakan input kimia anorganik (kecuali yang diizinkan) tetapi hanya menggunakan bahan alami berupa bahan atau pupuk organik disebut sebagai Sistem Pertanian Organik Absolut. 

Sistem pertanian yang menggunakan bahan organik sebagai salah satu masukan yang berfungsi sebagai pembenah tanah dan suplemen pupuk buatan (kimia anorganik), disertai dengan aplikasi herbisida dan pestisida secara selektif dan rasional dinamakan Sistem Pertanian Organik Rasional (Fagi dan Las, 2007).

Yang dimaksud dengan produk organik dari suatu sistem pertanian organik dalam konteks pertanian organik standar tentunya mangacu pada sistem pertanian organik absolut. 

Selama ini masih banyak kalangan masyarakat yang beranggapan bahwa pertanian organik adalah produk yang dihasilkan dari suatu pertanaman/lahan (produk) yang telah menggunakan/memanfaatkan bahan organik dalam proses produksinya, sekalipun dalam sistem produksi masih digunakan pupuk/pestisida anorganik atau belum memenuhi standar organik yang ditetapkan oleh IFOAM.

Jenis Pupuk yang Digunakan oleh Petani Organik

Dalam mendukung pertanian organic absolut kini telah tersedian produk dari Bengkel Tani Malang (Produk BeTa), meski untuk sementara ini Untuk Kalangan Sendiri :

1. BeTa cair

Adalah biang probiotik berbasis herbal dll. Sangat cocok untuk membantu kesembuhan berbagai penyakit, meskipun bisa diperbanyak jadi probiotik cair multifungsi untuk kegiatan pertanian, peternakan dan perikanan.

Jenis mikrobanya sangat aman untuk manusia dan hewan ternak.

2. BeTa padat

Adalah biang probiotik berupa padatan yang bisa dijadikan probiotik cair.  Jenis probiotik BeTa padat ini mirip dengan BeTa cair (sedikit lebih unggul BeTa cair, karena diramu khusus untuk kesehatan). BeTa padat ada 2 versi :

  1. Lembab (mikroba nya aktif)
  2. Tepung kering (awet disimpan)

3. POC BeTa

Yakni pupuk cair yang berisi mikroba lengkap dan agen hayati lengkap, plus nutrisi dan berbagai jenis hormon.  Bisa dijadikan starter pembuatan pupuk organik yang disebut “kompos plus”

4. Pupuk Granule BeTa (Kendi Mas)

Produk-NPK-Kendi-Mas

Adalah pupuk lengkap seperti ide pembuatan kompos plus tapi dibuat secara profesional dengan peralatan standart di pabrik pupuk berlisensi.

  1. Bisa digunakan untuk segala jenis tanaman
  2. Bisa digunakan sebagai starter pembuatan kompos plus
  3. Bisa ditabur di kandang untuk menghilangkan bau dan membantu kesehatan ternak.
  4. Bisa dicampur ke pakan unggas (cukup 1%) untuk mendongkrak pertumbuhan dan membantu kesehatan ternak.
  5. Bisa ditabur ke kolam/tambak, untk membantu menjaga kualitas air dan pakan alami (plankton, kutu air, cacing sutra dll)
  6. Bisa dicampur pelet ikan (1-2%), untuk membantu pencernaan dan mendongkrak pertumbuhan ikan/udang.
  7. Bisa ditabur di selokan, limbah organik dll utk membantu penguraian bahan organik sekaligus menghilangkan bau.

5. AGP = Antibiotik Growth Promoter

Yakni antibiotik yang berfungsi sekaligus sebagai hormon pertumbuhan.   Terbuat dari 100% bahan organik.  Berfungsi sebagai antibiotik, pemalu tumbuh, dan membantu kesehatan ternak maupun ikan.

Cara aplikasi: Sebaiknya dijadikan probiotik cair seperti cara mengaktifkan BeTa padat

6. Nano Mikro

Adalah unsur mikro lengkap yang difermentasi dan ditune-up dengan berbagai bahan khusus.  Sangat bagus untuk fase generatif /pembuahan tanaman. Sekaligus mencegah serangan hama penyakit tanaman.  Dilengkapi dengan berbagai jenis hormon.

Bisa juga diaplikasikan ke kolam maupun campuran pakan ternak dengan dosis sangat rendah.

8. Bubur bordeaux

Adalah pestisida semi organik yang sangat bagus untuk mengatasi dan mencegah serangan berbagai hama penyakit tanaman. Bisa juga digunakan untuk steril lahan, steril kolam dll. Sehingga tidak mengandalkan pestisida kimia lagi

9. Nano ion , pembesar buah.

10. Terra, pembenah tanah, penaik ph.

11. Perekat organik.

Kredit : sulsel.litbang.pertanian.go.id

Bagaimana Cara Pemupukan Yang Baik Dan Benar

Bagaimana Cara Pemupukan Yang Baik Dan Benar

Pemupukan alias memberi pupuk, adalah pekerjaan yang kelihatannya spele dan mudah.   Namun pekerjaan ini ternyata banyak yang belum paham dengan cara pemupukan yang benar. Sebagai petani kita harus paham telebih dahulu mengenai jenis tanaman yang kita tanam, keadaan lahan (tanah), fase-fase pertumbuhan tanaman, dan tujuan dari pemupukan.

Setiap jenis tanaman memerlukan pupuk yang berbeda kandungan nutrisinya (baca: pupuk).  Setiap jenis lahan memerlukan perlakuan yang berbeda dalam pemupupukannya.  Lahan yang subur tentu lebih sedikit unsur nutrisi tambahan jika dibanding dengan lahan kritis. 

Setiap fase pertumbuhan juga berbeda nutrisinya, fase vegetatif mungkin lebih banyak membutuhkan unsur N dan K, sedangkan fase generatif lebih banyak membutuhkan unsur K dan juga mikro lainnya. 

Pemupukan juga berbeda tujuannya, ada yang memberikan pupuk untuk menstimulasi pembuahan, memperberat bobot, membuat manis dan lain seterusnya.

Sampai disini ternyata pemupuka memelukan keahlian tersendiri, dimana petani harus benar-benar memahami dan mampu menerapkan pola pemupukan yang benar juga baik.  Pada hakekatnya adalah mampu mengurus tanah lahan pertaniannya, jika kondisi tanah sudah sesuai dengan prasyarat tumbuh tanaman maka tanaman akan tumbuh normal dan berproduksi sesuai yang diharapkan.

Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pemupukan

Apabila ingin mendapatkan hasik pemupukan yang berhasil baik dan pada akhirnya tanaman menghasilkan lebih banyak hasil panen, maka yang harus diperhatikan dalam pemupukan adalah:

1. Nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) harus tinggi

Nilai Tukar Kation wajib tinggi, karena tanaman itu menyerap nutrisi  dalam bentuk kation.  Bukan menyerap unsur N, P, K dan lainnya.

Jika KTK rendah maka daya serap rendah. KTK yang bagus jika ada kandungan c-organik yang cukup.  Hal ini penting kerena jika tidak diperhatikan maka apapun pupuknya tidak akan terserap oleh akar tanaman.

Karena yang terserap tanaman dalam bentuk kation, maka KTK harus tercukupi.  Oleh karena itu agar nilai KTK tercukup maka c-organik harus menjadi salah satu unsur yang penting dalam pupuk yang digunakan.

Pada dasarnya para petani jarang mengukur berapa nilai KTK dilahan pertaniannya.  Untuk mengatasi hal ini, secara sederhananya mengadakan unsur c-organik dalam pupuk kandang (kohe), dan asam humat.  Minimal 1 ton pupuk kandang untuk lahan 1 ha.

Agar pupuk bisa terserap dengan baik oleh tanaman maka bahan organik yang dimasukan seperti kotoran hewan, daun-daunan, rumput  dll. harus difermentasi terlebih dulu dengan memaakai QRR (minimal 2 minggu),

Dengan fermentasi selama 2 minggu maka nilai KTK akan cukup matang.  Bahan organik mentah atau matang tidak diukur dari lamanya fermentasi tapi dari matang atau tidaknya bahan tersebut terfementasi.

Asam humat yang diperlukan 8-10 liter per ha atau 10 hari sekali masuk asam humat agar nilai KTK terjaga.

2. Derajat Keasaman tanah

Jika pH tanah berada pada nilai dibawah 5,5 maka yang akan dominan pada tanah tersebut adalan unsur unsur asam yaitu Al dan Fe.  Jika unsur itu dominan maka akan mengikat unsur Posfor sehingga tanaman tidak akan sempurna menyerap nutrisi makro N, P, K karena terikat kedua unsur tersebut.

pH tanah harus stabil dan diatas 6 agar unsur yang dominan adalah Ca dan Mg.  Jika unsur yang dominan Ca dan Mg maka pH akan naik.

Agar tanaman menyerap Ca dan Mg dengan baik maka unsur Ca dan Mg harus rutin masuk bersama nutisi lain setiap satu minggu sekali.

3. Kejenuhan basa

Semakin tinggi kejenuhan basa (ca dan Mg) akan berbanding lurus dgn keasaman.  Unsur Ca dan Mg bisa diperoleh dari kapur.

4. Tekstur tanah

Tekstur tanah terkait dengan nilai KTK seperti yang sudah dibawah di atas.  Unsur makro seperti N, P, K, Ca, Mg, S masalahnya bukan mahal atau murah tapi bisa nggak diserap tanaman.  Unsur tersebut akan dapat dengan mudah diserap jika Niai KTK dan pH sesuai, kejenuhan basa sesuai.  Jika semua unsur tersebut terpenuhi maka nutrisi apapun yang dimasukin atau yang diaplikasikan pada tanah akan terserap tanaman.  Terlebih jika asam humat dan asam vulvat secara berkala dan unsur Ca dan Mg juga diberikan.

Karena unsur-unsur itu terserap tanaman dalam proses pertumbuhannya maka selama itu juga jumlahnya menjadi berkurang sehingg harus ditambahkan terus menerus secara rutin.

Patokan sederhana bahan yang harus dimasukan pada tanah agar selalu terjaga KTK dan pH selalu stabil adalah:

  • C-oraganik sebanyak 1 ton
  • Ca dan Mg ditambahkan setiap 1 minggu sekali.
  • Aplikasi asam humat 8 liter dicampur air jadi 400 liter/ha
  • Sekam bakar atau biochar itu kandungan Ca-nya  kecil jadi harus ditambah
  • Bahan c-organik yang diperoleh dari kipait itu harus banyak (jangan 1 karung)

Credit: Ayah Manjel yang sudah disesuaikan untuk SEO artikel.

Jakaba itu Jamur Atau Protista?

Jakaba itu Jamur Atau Protista?

Sampai saat ini “Jamur JAKABA” ini masih jadi polemik.  Tidak hanya mengenai apakah ini termasuk kategori jamur atau bukan.  Tetapi juga polemik siapa penemu pertama dari “jamur” ini.   Polemik yang kedua ternyata lebih rame lagi, karena berkaitan tentang paten.   Beberapa orang masih mencari apa nama latin dari jenis jamur “jakaba” ini.

Sementara itu, di lain pihak petani itu menyukai hal yang praktis.  Karena bentuknya mirip jamur, maka disebut saja itu sebagai jamur. Dan dikenalkan dengan nama jakaba yang banyak diklaim dapat digunakan sebagai pupuk organik cair.

BACA JUGA: Jamur JAKABA Sebagai Pupuk Organik Cair

Secara sepintas JAKABA memang rada mirip dengan alga coklat bentuk fisiknya seperti terumbu karang. Jamur ini berbeda dengan jenis jamur pada umumny dikarenakan yang disubut Jakaba ini tidak memiliki spora, sedangkan jamur pasti punya spora. 

Sebagian menyebut organisme ini sebagai protista.  Sebagai protista, beberapa orang menyebutkan bahwa jakaba ini tidak baik digunakan untuk pertanian (baca – pupuk organic cair), karena bersifat patogen terhadap tanaman dan sifatnya memakan bakteri.  Sedangkan bakteri itu diperlukan untuk pengurani unsur-unsur hara sehingga mudah diserap tanaman.

Disbutkan kasus ini mirip dengan semut yang mati terinfeksi oleh Cordyceps. Makanya diawal penemuan organisme ini, kami menyebutnya sebagai Cordyceps. Tentu saja akan lebih valid jika sudah ada hasil penelitian dari lembaga yang kompeten di bidangnya agar dapat dengan mudah menyebut jamur “fungi”, “Protista” atau bahkan itu memang “Cordyceps”.

BACA JUGA: Jamur ini Mampu Memperpanjang Umur Tanaman

Benarkan Jakaba itu Protista?

Peran Protista dalam kehidupan seperti dua sisi mata uang, Protista dapat memberikan manfaat. tetapi dapat pula menimbulkan kerugian pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Anda tentu pemah makan agar-agar. Tahukah Anda, terbuat dari apakah agar-agar itu? Mungkin di antara Anda ada yang menjawab agar-agar terbuat dari rumput laut. Anda benar, agar-agar memang terbuat dari rumput laut.

Namun, tahukah bahwa yang disebut rumput laut itu sebenarnya bukan wmasuk tumbuhan? Rumput laut sesungguhnya adalah ganggang laut (algae). Meskipun berbentuk seperti tumbuhan sehingga dinamakan rumput laut, ganggang bukanlah tumbuhan. Ganggang merupakan anggota kingdom Protista.

Apakah protista itu? Apa saja ciri-ciri protista?

Protista merupakan organisme eukariotik uniseluler atau multi seluler. Protista belum memiliki diferensiasi jaringan. Berdasarkan kemiripan ciri-cirinya dengan hewan, tumbuhan, dan jamur dalam memperoleh nutrisinya.

Protista yang Menguntungkan

Protista yang menguntungkan, antara lain sebagai berikut.

  • Protista yang hidup bebas di air tawar sebagai plankton, misalma Euglena viridis merupakan indikator polusi air/sungai.
  • Cangkang Radiolaria dan Foraminifera digunakan sebajiai indikator adanya minyak bumi.
  • Entamoeba coli membusukkan makanan dan membentuk vitamin | K dalam saluran pencemaan manusia.
  • Saprolegnia berperan sebagai pengurai dalam ekosistem air tawar.
  • Ganggang cokelat Turbinaria australis, Sargassum silquosum, dan Fucus vesiculosus digunakan untuk membuat salep, es krim, tablet, dan krim habis bercukur.
  • Navicula sp. yang mati membentuk tanah diatomit yang berguna untuk bahan isolasi, bahan penggosok, bahan penyekat dinamit (trinitrotoluen = TNT), untuk membuat saringan, serta untuk campuran semen.

Protista yang Merugikan

Protista dikatakan merugikan karena dapat menyebabkan penyakit bahkan kematian pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Pada Manusia

Protista yang merugikan manusia, antara lain sebagai berikut.

  • Trypanosoma gambiense menyebabkan penyakit tidur di daerah Afrika Tengah dan ditularkan oleh lalat tsetse jenis Glossina palpalis.
  • Trypanosoma rhodesiense menyebabkan penyakit tidur di daerah Afrika Timur dan ditularkan oleh lalat tsetse jenis Glossina morsitans. Trypanosoma rhodesiense lebih berbahaya karena penderita dapat meninggal dalam waktu yang singkat.
  • Trypanosoma cruzi menyebabkan penyakit chagas yang menyerang kelenjar limfa, limpa, hati, dan sumsum tulang.
  • Trypanosoma grucei menyebabkan penyakit nagano di Afrika.
  • Plasmodium sp. menyebabkan malaria.
  • Balantidium coli menyebabkan disentri balantidium yang menyerang selaput lendir usus besar.
  • Entamoeba gingivalis menyebabkan bau mulut.
  • Leishmania donovani menyebabkan penyakit kalaazar yang menyerang limpa, hati, dan kelenjar limfa.

Pada Hewan

Protista merugikan hewan, antara lain sebagai berikut.

  • Trichomonas foetus menyebabkan keguguran pada kambing.
  • Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surra pada kuda, unta, dan sapi. Penyakit tersebut ditularkan oleh lalat kandang (Stomoxys calcitrans).
  • Trypanosoma equiperdum menyebabkan penyakit durin pada kuda dan keledai.
  • Trypanosoma vivax menyebabkan penyakit pada domba.

Pada Tumbuhan

Protista yang merugikan tumbuhan, antara lain sebagai berikut:

  • Phytophthora faberi yang hidup parasit pada tanaman karet (pada luka bekas sadapan).
  • Phytophthora infestans menyebabkan penyakit karat putih pada tanaman kentang.
  • Phytophthora palmifora yang hidup parasit pada tanaman lada, kelapa, dan cokelat.
  • Phytophthora nicotinae menyerang tanaman tembakau.
  • Pythium menyerang pangkal batang kecambah.

Protista dibedakan menjadi tiga subkingdom, yaitu subkingdom Protozoa (Protista mirip hewan); subkingdom Algae (protista mirip tumbuhan); dan subkingdom Myxomycotina (jamur lendir).

Protozoa

Protozoa merupakan protista uniseluler yang bergerak dan mendapatkan makanan seperti hewan. Protozoa hidup di air tawar, laut, tanah, bahkan di dalam tubuh organisme lain. Sebagian besar hidup bebas, sedangkan lainnya merupakan parasit. Dalam ekosistem perairan, protozoa hidup bebas sebagai zooplankton, maupun sebagai zoobentos. Protozoa parasit sering menyebabkan penyakit serius pada manusia, misalnya malaria, disentri, dan giardiasis.

Berdasarkan jenis alat geraknya. Protozoa dibedakan menjadi empat filum, yaitu Rhizopoda, Mastigophora, Ciliata, dan Sporozoa.

1. Rhizopoda

Rhizopoda (Sarcodina) termasuk hewan bersel satu dengan ciri- ciri, antara lain memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), hidup bebas, ada yang parasit, dan bentuk tubuh tidak tetap. Ada beberapa macam kaki semu, yaitu lobodia (dengan ujung tumpul), hlopodia (halus dan ujung meruncing), dan aksopodia (teratur dari satu titik pusat).

Contoh Rhizopoda, antara lain:

  • Amoeba proteus yang hidup bebas dalam perairan tawar yang kaya bahan organik;
  • Entamoeba dysentriae penyebab disentri;
  • Entamoeba histolytica penyebab disentri amoeba (amoebiasis), hidup dalam usus halus manusia dan merusak jaringan darah atau getah bening;
  • Entamoeba gingivalis dapat merusak gigi; Entamoeba coli dapat raembantu membusukkan makanan dan membentuk vitamin K;
  • Arcella yang hidup di air tawar, memiliki kerangka dari zat kitin;
  • Difflugia yang hidup di air tawar, tubuhnya ditempeli pasir;
  • Foraminifera yang hidup di laut sebagai indikator adanya minyak bumi;
  • Radiolaria yang hidup di laut, rangkanya digunakan sebagai bahan penggosok.

2. Mastigophora

Ciri utama Mastigophora (Flagellata), adalah mempunyai flagel (bulu cambuk) sebagai alat gerak. Beberapa Mastigophora hidup sebagai parasit atau hidup bebas di habitat air laut dan air tawar. Permukaan tubuhnya dilapisi oleh kutikula sehingga bentuknya tetap.

Mastigophora memiliki dua macam protoplasma, yaitu ektoplasma (lapisan luar) yang memadat dan lapisan dalam berupa endoplasma yang berwujud agak encer. Mastigophora atau Flagellata terdiri atas Phytoflagellata dan Zooflagellata.

a. Phytoflagellata

Phytoflagellata mempunyai ciri-ciri berklorofil serta meru- pakan organisme autotrof, contohnya Volvox globator dan Noctiluca miliaris. Volvox sp. hidup berkoloni dengan koloni berbentuk seperti bola dan dilapisi oleh lapisan lendir.

Noctiluca miliaris, dapat menghasilkan bioluminesens: sehingga pada malam hari apabila terjadi blooming spesies ini air laut akan tampak bercahaya.

b. Zooflagellata

Zooflagellata merupakan organisme heterotrof dan sebagian besar hidup sebagai parasit. Trypanosoma gambiense. Contoh Zooflagellata yang menyebabkan penyakit tidur afrikst Contoh Zooflagellata lainnya adalah Leishmania tropica yaaf menyebabkan penyakit Leishmaniasis kulit di negara-negaia Asia.

3. Ciliata

Ciliata (Infusoria) mempunyai alat gerak berupa silia (bulu getar). Protozoa ini hidup bebas atau sebagai parasit. Bentuk tubuhnya tetap. Bagian tubuhnya terdiri atas oral dan aboral. Reproduksinya dengan cara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri dan reproduksi seksual dilakukan dengan cara konjugasi.

Contoh Ciliata antara lain:

  • Paramecium caudatum (hewan sandal) yang memiliki cara reproduksi unik;
  • Balantidium coli, hidup pada usus besar manusia;
  • Stentor, tubuhnya berbentuk seperti terompet;
  • Vorticella, tubuh¬nya berbentuk seperti lonceng;
  • Didinium, sebagai predator di air tawar;
  • Stylonychia, koloninya berbentuk seperti cakar.

4. Sporozoa

Sporozoa tidak mempunyai alat gerak. Sporozoa hidup sebagic parasit dan menghasilkan spora (endospora) dalam daur hidupnya. Reproduksi sporozoa adalah dengan cara aseksual dan seksual. Cara aseksual dilakukan dengan pembelahan biner dan skizogoL sedangkan secara seksual dilakukan dengan sporogoni.

Contoh anggota Sporozoa adalah:

Plasmodium yang merupakan penyebab malaria pada manusia. Ada empat jenis Plasmodium yang masing-masing menyebabkan tipe malaria yang berbeda. Keempat jenis Plasmodium tersebut adalah

  • Plasmodium falciparum, penyebab malaria tropika dengan masa sporulasi tidak tentu;
  • Plasmodium vivax, penyebab malaria tertiana dengan masa sporulasi 48 jam;
  • Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana dengan masa sporulasi 72 jam;
  • Plasmodium ovale, penyebab malaria yang memiliki masa sporulasi hampir sama dengan malaria tertiana.

Setelah melihat penjelasan mengenai Protista di atas, apakah JAKABA termasuk dalam kategori Protista?

Jakaba adalah Physarum album

Ada juga yang yang menyebutkan bahwa “organisme” tersebut sebegai “Physarum album”.  Apa itu Pysarium album? Cek disini untuk mencocokan gambarnya disini

Polemik Mengenai “Jakaba”

Istilah “jakaba” atau “Jamur Keberuntungan Abadi” dipopulerkan oleh Aba Juaidi Shaidj.  Sebelumnya Aba menyebutnya sebagai “U-Aaba” pada tanggal 2 November 2019.

Namun belakangan entah mengapa nama ini menjadi ramai diperbincangkan.  Ini saya kutip dari group facebook Tribo.  Diceritakan oleh Bapak Agus Basuki dari Bengkel Tani Malang (BETA MALANG) mengenai asal muasalnya dari organisme ini yang sepertinya menanggapi polemik mengenai JAKABA versi Aba Juaidi Shaidj.

Sekedar bercerita tentang foto dibawah ini.

Adalah jamur yang tumbuh di dalam media POC.

Berasal dari kumpulan MOL yang kami koleksi dari berbagai tempat di seluruh Indonesia yang sempat kami kunjungi, atau saya minta dari rekan yang berada di luar pulau.

Awal muncul jamur ini sekitar tahun 2014, saat lagi semangat-semangatnya berburu mikroba spesifik yang adalah bagian dari kekayaan alam kita.

Tentu saja munculnya tanpa di sengaja, dan tidak pada semua ramuan cair bisa muncul jamur tersebut.

Tetapi setiap kali muncul, selalu saya koleksi, sebagian saya keringkan dan sebagian lagi saya kembangkan di mesin boster POC berkapasitas 3.500 liter, yang berputar terus menerus dengan dukungan oksigen murni.

Dulu, berbagai ramuan saya ajarkan di grup kecil kami yang tidak banyak orang tau, yakni grup Bengkel Tani (BeTa). Karena anggota banyak yang sibuk atau malas bikin, akhirnya saya dikomplain, bahwa sebaiknya saya sendiri yang bikin dan kemudian tinggal dikembangkan oleh para anggota yang berminat, sehingga tidak harus berfikir rumit atau berburu bahan yang belum tentu bisa mereka dapatkan.

Semula jamur tersebut kami istilahkan Cordyceps, karena bentuknya yang mirip Cordyceps dan belum ada referensi foto atau nama yang sesuai dengan jenis jamur tersebut. Tentu saja itu akhirnya jadi pro kontra di kalangan anggota maupun orang diluar grup yang merasa memiliki pengetahuan sehubungan dengan jamur dan mikroba.

Sebagian besar menganggap itu adalah “protista” Yakni jamur pelarut phospat sekaligus katanya adalah pemakan bakteri.

Saya pribadi tidak terlalu memusingkan nama dari jamur tersebut, tetapi lebih fokus kepada :

  • Asal dari jamur itu, sehingga sewaktu-waktu bisa dicari dan segera dikembangkan jika dibutuhkan
  • Menyimpan setiap jenis jamur tersebut yang berasal dari berbagai bahan dan daerah yang berbeda
  • Membuat berbagai ramuan dan uji coba untuk berbagai keperluan.
  • Sudah saya praktekan dan melihat hasinya, baik di dalam dan diluar negeri.

Karena banyak anggota grup BeTa yang berminat, maka jamur ini akhirnya bisa menyebar kemana-mana di seluruh Indonesia, meskipun hanya di kalangan yang sangat terbatas. Tidak semua anggota yang menggunakan starter produk BeTa bisa menumbuhkan jamur tersebut.

Tetapi ada juga yang akhirnya bisa menumbuhkan dan berkembang kemana-mana, yang akhirnya ada yang memberi nama “Jakaba”, yang katanya adalah singkatan dari ” Jamur Keberuntungan Abadi”.

Pada foto-foto ini, ada beberapa bukti hasil diskusi di grup BeTa tanggal postingan 29 April 2017, screenshot kalimat “keberuntungan” Pada postingan tersebut. Dan 3 foto saya sendiri yang tidak dilengkapi dengan bukti tanggal, bulan dan tahunnya, karena waktu itu masih pakai hape jadul dengan tehnologi yang sangat sederhana, difoto sekitar tahun 2014.

Silahkan anda tambahkan bukti dan pengalaman apapun sehubungan dengan keberadaan jamur tersebut. Syukur jika ada tanggal, bulan dan tahun dari foto data tersebut.

Sumber:

Kipahit, Tanaman Pengganggu (Gulma) yang Banyak Membantu Petani

Kipahit, Tanaman Pengganggu (Gulma) yang Banyak Membantu Petani

Pada post sebelumnya mengenai “Cara Membuat Compost Tea Ala Bunkai” disebutkan bahwa salah satu komponen dalam pembuatan compost tea adalah tanaman kipahit.

Baca Lengkapnya Cara Membuat Compost Tea Ala Bunkai di SINI.

Kipahit adalah tanaman dengan kandungan nitrogen yang cukup besar.nomer dua setelah lamtoro ,dan masih diatas tanaman kacang kacangan nilai N-nya bervariasi berdasarkan tempat tumbuhnya.

Kipahit juga mengandung unsur P dan K terlarut yang lumayan tinggi, ditambah dengan kandungan mikro Ca, Mg, Zn dan lainnya yang belum diketahui, termasuk diantaranya sebagai bahan untuk Insektisida Nabati.

Apa itu Tanaman Kipahit

Menurut Wikipedia Kipait, bunga bulan atau paitan (Tithonia diversifolia) adalah sejenis tumbuhan yang berbentuk seperti bunga matahari yang kelopaknya berwarna kuning dan inti bunga berwarna jingga.

Bunga ini disebut juga sebagai Mexican sunflower atau bunga matahari Meksiko karena berasal dari Meksiko dan menyebar ke negara-negara tropika basah dan subtropika di Amerika Selatan, Asia, dan Afrika.

Paitan termasuk kedalam famili Asteraceae. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada tanah yang kurang subur, yang sering ditemui di semak di pinggir jalan, lereng-lereng tebing atau sebagai gulma di sekitar lahan pertanian. Adaptasi tumbuhan paitan cukup luas, berkisar antara 2-1.000 m di atas permukaan laut.

Beragam Manfaat Kipahit

Manfaat paitan sebagai berikut:

  1. Suplemen pupukan organik, untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman.
  2. Mengurangi polutan dan menurunkan tingkat jerap P, Al, dan Fe aktif.
  3. Bahan Pupuk organik, mampu meningkatkan bobot segar tanaman karena mudah terdekomposisi dan dapat menyediakan nitrogen dan unsur hara lainnya bagi tanaman. Keunggulan serasah paitan sebagai pupuk organik adalah cepat terdekomposisi dan melepaskan unsur N, P, dan K tersedia. Aplikasi pupuk organik asal paitan meningkatkan produktivitas tanaman kedelai, padi, tomat,okra, dan dilaporkan sebagai sumber unsur hara utama pada tanaman jagung di Kenya, Malawi, dan Zimbabwe.
  4. Menurunkan kadar glukosa dalam darah sehingga sangat bermanfaat bagi penderita diabetes/kencing manis. Oleh karena itu, Kipait disebut juga sebagai tanaman insulin.
  5. Mengobati gatal-gatal dan kudis, dengan cara merebus daun kipait kemudian air digunkan air mandi, sedangkan daun sisa digosokan pada area yang gatal[4].
  6. Mengoksidasi kulit sel bakteri, maksudnya kipait dapat dijadikan sebagai bakterisida dikarenakan mengandung senyawa ‘Picrassane quassioniod.’
  7. Mencegah tumbuhnya parasit jamur, kandungan 4-methilaten picrasane tipe quassinoid, janicins H, I dan J pada daun memberikan efek jamur sulit untuk bertahan hidup.
  8. Bahan uji dosis perendaman telur ikan mas

Akar Kipahit Sebagai Reaktor Pupuk Organik dan Zat Pengatur Tumbuh

Di perakaran titonia ternyata hidup jutaan cendawan dan bakteri pelarut kalium dan fospat. Sebut saja bakteri kelompok Azotobacter sp dan Azospirillum sp. Mahluk supermini itu melarutkan kalium dan fospat yang umumnya mengendap dalam tanah serta menambat nitrogen dari udara.

Itulah akar tanaman kipahit (Tithonia diversifolia )yang dulu dianggap gulma.

Belakangan terungkap bakteri di zona perakaran titonia juga menghasilkan fitohormon seperti auksin, giberelin, dan sitokinin. Akar tithonia juga terinfeksi cendawan mikoriza yang mampu memperluas zona perakaran. Mikoriza ibarat penambang hara sehingga tanaman efektif menyerap hara.

Hasil pengujian dari Universitas Andalas, Sumatra Utara menunjukan titonia tak sekadar pupuk hijau biasa. Anggota keluarga kenikir-kenikiran itu mengalahkan pupuk hijau dari keluarga legum yang kaya rhizobium bakteri penambat N. Selama ini keluarga legum disebut pupuk hijau terbaik. Kini tithonia—dengan mikoriza, azospirillum, dan azotobacter—lebih unggul karena menyediakan nitrogen, kalium, fosfat plus fitohormon sekaligus.

Penelitian di Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, juga menunjukkan tithonia lebih baik ketimbang pupuk kandang kotoran sapi dan kotoran ayam. Bahkan kipahit itu lebih unggul dari 100% pupuk pabrik.

Kombinasi 4 ton kompos tithonia, 2 ton kapur, dan 50% pupuk pabrik—yang biasa dipakai petani jagung—menghasilkan panen 9,8 ton biji/ha. Sementara tanpa titonia dengan 100% pupuk pabrik hanya 9,6 ton biji per ha. Artinya titonia mampu menghemat 50% pupuk pabrik tanpa mengurangi hasil.

Efektifkah Penggunaan Kipahit?

Hanya saja untuk mencari dan dan mengolah 4 ton itu bukan perkara mudah. Oleh karena itu dalam pembuatan compost tea hanya digunakan sedikit saja.

Karena keunggulannya Kipahit, diusahakan petani untuk mulai menanam sebagai pagar di sekeliling kebun atau pagar lorong di antara guludan. Dengan luasan titonia 1/5 dari luas kebun dapat memasok pupuk untuk 4/5 kebun yang diusahakan. Sebagai contoh pada lahan seluas 1 ha ditanam pagar titonia seluas 2.000 m2.

Dari lahan seluas itu dapat dipanen 30—35 ton tithonia segar dalam setahun atau setara 6—7 ton bahan kering. Karena pertumbuhan tunas cepat, ia dapat dipanen bertahap setiap 2 bulan untuk dibuat kompos. Bahan organik itu setara 185 kg nitrogen, 20 kg posfat, dan 186 kg kalium. Jumlah nitrogen itu jelas lebih tinggi dari dosis rekomendasi pupuk urea pada jagung sebesar 300 kg urea/ha atau setara 138 kg nitrogen.

Kipahit sebagai Pupuk Organik

Selain bahan untuk membuat compst tea versi Bunkai, dapat dicoba juga kipahit untuk pupuk organik cair dan padatan dengan cara di fermentasi. SOP membuat KIPAHIT fermentasi adalah sebagai berikut:

Bahan:

  1. 1 karung cincangan daun kipahit
  2. 25 liter air kelapa
  3. 1 kg gula pasir/gula merah
  4. 3-5 botol yakult
  5. 50 liter air bersih

Cara Pembuatan:

  1. Masukan semua bahan kedalam gentong 150 liter,aduk rata.tutup rapat.
  2. Setiap hari jangan lupa diaduk,kirakira 5 menitan.
  3. Proses ini selama 14 hari..
  4. Saring adukan.airnya buat kocor/hidro,ampasnya buat kompos.

Tanpa fermentasi buatan

Cincangan daun kipahit masukan ke polibag,lahan,atau pot..tutup pake tanah.biarkan seminggu ,baru ditanami.

Pengalaman Petani Menggunakan Kipahit

Pengalaman petani yang sudah 2 tahun menggunakan kipahit. Di lahan konvensional seluas 1000 m, ditanam terong ungu 1500 pohon.

Hasilnya? Terong jauh lebih berat dan besar (rata rata 500gr/buah ) dengan pencapaian 1 kg/buah…

Di hidroponik, sudah digunakan pada 600 selada pake kipahit fermentasi,dan 600 selada pake ABmix..hasilnya ? Keduanya tumbuh dengan subur n sehat…

Sampai hari ini, masih terus diselidiki tentang kipahit, baik melalui literatur, tuturan,maupun praktek langsung.

Kipahit sangat menarik ! Dia bisa berfungsi juga sebagai pestisida dan repellent/penolak virus, juga obat diabetes. Luar biasa dan misterius !!!

Tuhan menciptakannya untuk kebaikan kita semua, tinggal kita yang mengolah dan mengelolanya sebagai wujud rasa syukur kita….

Apa Perbedaan Antara Kompos Tea (Compost Tea) dengan Kompos

Apa Perbedaan Antara Kompos Tea (Compost Tea) dengan Kompos

Hasil penelitian Purnomo dkk (19 … ) dari Universitaas Lampung, menunjukan “Aplikasi Compost Tea Dan Jamur Beauveria Bassiana Menekan Perkembangan Hama Dan Penyakit Serta Meningkatkan Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Padi”.  Jurnalnya dapat di peroleh di sini.

Pupuk Organik, Compos Tea (Compost Tea), Kompos

Pupuk organik adalah pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik atau alami. Lebih rincinya pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia.

Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya. Bahan-bahan yang termasuk pupuk organik antara lain pupuk kandang, kompos, kascing, gambut, rumput laut dan guano.

Berdasarkan bentuknya pupuk organik dapat dikelompokkan menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Beberapa diantaranya  juga mengelompokkan pupuk-pupuk yang ditambang seperti dolomit, fosfat alam, kiserit, dan juga abu (yang kaya K) ke dalam golongan pupuk organik.

Beberapa pupuk organik yang diolah dipabrik misalnya adalah tepung darah, tepung tulang, dan tepung ikan. Pupuk organik cair antara lain adalah compost tea (CT), ekstrak tumbuh-tumbuhan, cairan fermentasi limbah cair peternakan, fermentasi tumbuhan-tumbuhan, dan lain-lain.

Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).

Compost Tea (CT)

Banyak terminologi untuk CT, diantaranya organic tea,  compost  extract,  water  fermented compost extract, compost slurry, dan compost steepages.  Dalam bahasa Indonesia ada yang mengartikan seduhan kompos, teh kompos, dan lainnya.

CT adalah hal baru yang saat ini sedang marak dibicarakan para pelaku pertanian. Ingham (2000) telah membuktikan bahwa seduhan kompos dapat meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanaman.

CT adalah ekstrak cair yang berasal dari fermentasi kompos.

Metode produksi CT mengacu pada pasokan oksigen di dalam wadah fermentasi yaitu metode diaerasi menghasilkan aerated compost tea atau metode aerasi (ACT) dan metode tanpa diaerasi menghasilkan non-aerated compost tea atau kompos non-aerasi (NCT). 

CT telah terbukti dapat memperbaiki kesuburan tanah secara langsung, meningkatkan laju mineralisasi bahan organik tanah, melarutkan unsur hara yang terjerap serta mampu mengkhelat ion, serta meningkatkan pertumbuhan serta hasil tanaman.  

Secara umum, tidak  terdapat perbedaan  efektivitas antara ACT dan NCT. Aplikasi CT melalui tanah terbukti lebih efektif dibandingkan melalui penyemprotan di permukaan daun.

Dalam proses pembuatanya, seduhan kompos non-aerasi (NCT) tidak ditambahkan oksigen, yang menyebabkan suasana anaerobic yang membatasi tumbuhnya mikroorganisme  aerob.  Pembuatan  NCT memakan  waktu  paling  cepat  dua minggu, makin lama makin meningkatkan akumulasi antibiotik, yang diketahui dapat mengaltifkan respon kekebalan alami tanaman.  Proses pembuatan SKN ini menimbulkan bau yang tidak sedap;

Metode  ACT ini memungkinkan banyak organisme menguntungkan untuk berkembang dan memperbanyak diri dalam seduhan. ACT dapat dipersiapkan dalam 2-3 hari yang memungkinkan pengguna merespon dengan  cepat  tentang ramalan cuaca atau indikasi adanya penyakit.

Mekanisme yang mungkin terjadi dalam pengendalian patogen oleh mikroorganisme menguntungkan adalah mengisi ruang di permukaan daun yang dapat membatasi ruang tumbuh patogen, mampu berkompetisi dalam  mencari nutrisi yang dibutuhkan patogen, mengeluarkan senyawa metabolit  sekunder, dapat memarasitik patogen secara langsung, serta menstimulasi kekebalan alami tanaman.

Keanekaragaman hayati yang tinggi terkandung dalam CT menurut  BBC Laboratories  (2001) yaitu:

Pengaruh Ct Terhadap Tanah Dan Tanaman

Kompos telah diketahui kaya mikroba fungsional, substansi humat, dan unsur hara yang dibutuhkan dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman.  Peran  kompos kimia  tanah dan pada akhirnya akan mendukung tersediannya unsur hara di tanah serta serapannya oleh tanaman.

Sejalan dengan peran kompos tersebut, maka CT sebagai turunan dari produk berbasis kompos juga memberikan pengaruh demikian.  Sebagai produk fermentasi lanjutan maka CT mampu memasok unsur hara dalam bentuk ion-ion yang dapat langsung diserap oleh tanaman tanaman.

Beberapa peneliti juga melaporkan bahwa CT terbukti dapat memperbaiki kesuburan tanah secara langsung; meningkatkan jumlah mikroba tanah dan aktivitasnya dalam memineralisasi bahan organik tanah, melarutkan unsur hara yang terjerap serta mengkhelat ion.

Substansi CT juga mempunyai kemampuan  dalam  menyuplai  hormon tumbuh auxin dan substansi-seperti cytokinin untuk tanaman.  Tidak ada perbedaan pengaruh antara ACT dengan NCT, baik terhadap aktivitas mikroba fungsional, kesuburan tanah, maupun pertumbuhan dan hasil tanaman.

Selain itu, pemberian CT secara langsung di tanah lebih efektif  dibandingkan  melalui  penyemprotan pada daun tanaman.

Compos Tea Versi Bunkai

BACA JUGA : Apa Perbedaan Dekomposer Bunkai dan Compost Tea

CT Bunkai adalah ekstraksi kompos yang mengandung nutrisi lengkap sekaligus mineral penyangga pH. Proses pembuatan compost tea dengan aerasi dan agitasi hanya membutuhkan waktu 24jam siap aplikasi. Penambahan mikroba efektif sebagai penambat N, pelarut phosphat, dan pengurai sintetik menjadi unsur siap saji untuk tanaman. Pada dasarnya tanaman tidak langsung menyerap nutrisi pupuk, kecuali dengan bantuan mikroorganisme bakteri dan fungi.

CT Bunkai bisa berfungsi ganda. Yaitu berfungsi sebagai nutrisi tanaman dan diperkaya mikroba yang bekerja sebagai pembenah tanah

Rumus Dasar Compost Tea  Bunkai #1

Untuk pembuatan compost tea sebanyak 200 liter, rumus dasar compost tea dengan menggunakan tanaman Kipahit, adalah sebagai berikut:

Baca Juga Mengenai : Kipahit, Tanaman Pengganggu (Gulma) yang Banyak Membantu Petani

  1. Kascing 20 Kg
  2. Cacahan Daun Dan Batang Kipahit 10 Kg
  3. Decomposer Bunkai 5 Ltr
  4. Humic Acid 1 Kg
  5. Azomite 1 Kg
  6. Santa Micro 25 Gram
  7. Npk 16:16:16 3 Kg
  8. Mkp 1 Kg
  9. Air Sampai 200 Ltr
  10. Diaerasi Selama 5 Hari
  11. Dosis aplikasi kocor  = 1 ltr compost tea : 10 ltr air ( usia 2 bulan )

Diaplikasikan dengan cara semprot dengan interval penyemprotan 7 hari sekali dan boleh dicampur dengan pupuk kimia

Rumus Compost Tea Vegetatif  untuk kapasitas 5 liter

  1. Kascing 250 gram
  2. Guano 50 gram
  3. Susu segar 50ml/50gr susu bubuk
  4. Daun kelor 50gram
  5. Humat 25 gram
  6. Azomite 25 gram
  7. Bunkai 250 ml/ dekomposer aerob

Dosis 500-700 ml/tangki kapasitas 16 liter atau 1 liter CT untuk tangki dengan kapasitas 20 liter.

Untuk fase generatif tambahkan saja P dan K nya  misal rumput laut/tepung rumput laut.

Manfaatkan Bakteri Agar Pupuk Kimia Lebih Cepat Diserap Tanaman

Manfaatkan Bakteri Agar Pupuk Kimia Lebih Cepat Diserap Tanaman

Permintaan dunia akan pupuk kimia terutama yang mengandung hara N (Nitrogen) seperti Urea dan Amonium Sulfat terus meningkat dari tahun ke tahun. Demikian halnya di Indonesia, permintaan pupuk kimia hampir tiap tahun meningkat secara signifikan. Pada waktu yang bersamaan harga pupuk pun ikut meningkat, sehingga tidak terjangkau oleh petani.

Selain  itu, dampak negatif penggunaan pupuk kimia pun menjadi masalah yang tak terhindarkan. Lahan pertanian menjadi keras/tandus, gersang, punahnya mikro dan makro fauna tanah, menjadi imbas dari penggunaan pupuk kimia yang melebihi dosis normal dan tidak dikontrol.

Residu pupuk kimia juga ikut menyumbang pencemaran pada tanah dan perairan hingga bermuara pada pengrusakan lingkungan.

BACA JUGA: Apakah Jika Tanaman Sudah Dikasih Pupuk Tanaman Bisa Langsung Menyerapnya?

Pupuk NPK Oganik Kendi Mas Beta Malang

Pupuk organik Kendi Mas adalah pupuk lengkap seperti ide pembuatan kompos plus tapi dibuat secara profesional dengan peralatan standart di pabrik pupuk berlisensi.  Pupuk organik memiliki keunggulan, yaitu:

  1. Bisa digunakan untuk segala jenis tanaman
  2. Bisa digunakan sebagai starter pembuatan kompos plus
  3. Bisa ditabur di kandang untuk menghilangkan bau dan membantu kesehatan ternak.
  4. Bisa ditabur ke kolam/tambak, untk membantu menjaga kualitas air dan pakan alami (plankton, kutu air, cacing sutra dll)
  5. Bisa dicampur pelet ikan (1-2%), untuk membantu pencernaan dan mendongkrak pertumbuhan ikan/udang.
  6. Bisa ditabur di selokan, limbah organik dll utk membantu penguraian bahan organik sekaligus menghilangkan bau.

Keunggulan penggunaan NPK Kendi Mas organik dalam jangka panjang bisa mengembalikan kesuburkan tanah dan meningkatkan KTK (kapasitas tukar kation) pada perakaran tanaman dan berpengaruh terhadap daya serap nutrisi yang dibutuhkan berupa seyawa/ion dalam bentuk siap saji.

Saat malam hari tetap bisa diserap meskipun tidak ada fotosintesis.

Pupuk granule KENDI MAS, adalah kombinasi pupuk NPK yang digabungkan dengan semua jenis bahan pupuk lainnya, seperti pupuk mikro, pupuk organik fermentasi dan juga diperkaya dengan berbagai jenis mikroba positif yang membantu mengurai apapun, sekaligus dilengkapi berbagai jenis mikroba yang bersifat agen hayati yang berfungsi untuk mengendalikan hama penyakit tanaman, sehingga saat aplikasi pupuk organik KENDI MAS, selain memberikan pupuk yang lengkap, juga sekaligus mengobati segala jenis penyakit dan mengendalikan semua jenis hama tanaman.

Kelebihan Pupuk Organik Kendi Mas

  1. Mengurai semua bahan organik dan diubah menjadi pupuk/unsur hara yang siap saji bagi tanaman dan orgnisme lain yang hidup di dalam tanah (bakteri, fungi, alga, jasad renik, cacing dan lain-lain mahluk hidup yang ada di ekosistem tersebut.
  2. Mampu mengurai residu kimia dan logam berat menjadi senyawa pupuk.
  3. Mampu mengendalikan hama dan penyakit tanaman
  4. Mampu memicu pertumbuhan tanaman, baik di fase vegetatatif dan generatif karena dilengkapi dengan bio hormon (hasil metabolit Micro-organisme)
  5. Bisa digunakan untuk starter pembuatan kompos plus, yakni pupuk lengkap dengan bahan-bahan yang ada di sekitar
  6. Mudah diaplikasikan, baik dengan cara ditabur, dibuat kocor dan semprot tanaman
  7. Bisa digunakan untuk pupuk tanaman maupun bahan campuran pakan hewan (semua ternak dan ikan)
  8. Sangat bagus digunakan sebagai pupuk dasar bagi tambak untuk menumbuhkan plankton, zooplankton, daphnia maupun artenia.
  9. Sangat bagus juga untuk menghilangkan bau kolam maupun kandang.

Petunjuk Aplikasi Pupuk organik Kendi Mas Beta Malang

1. Sebagai Pupuk Dasar.

Taburkan pupuk granul secara merata saat pengolahan lahan.

Tujuannya adalah agar semua materi di lahan bisa diurai, baik itu materi organik maupun materi non organik yang berasal dari residu kimia, juga mengurai gas-gas berbahaya seperti amoniak dan H2S.

Setelah terurai maka akan banyak unsur hara yang tersedia di lahan sebagai nutrisi siap saji yang nantinya diserap oleh bibit tanaman, sekaligus, nutrisi siap saji ini akan diserap oleh berbagai mikroba positif yang ada di lahan agar nantinya bisa bersimbiosis dengan baik di akar tanaman sekaligus menekan pertumbuhan mikroba jelek penyebab penyakit (pathogen).

Jika dari awal unsur hara telah diurai dan hal negatifnya (bakteri, jamur/fungi, virus) diantisipasi, maka menanam apapun akan jauh lebih mudah.

Dosis pupuk dasar yang disarankan, minimal 100 kg. Ini adalah jumlah yang sangat sedikit, yang artinya hanya butuh 1 kg untuk 100 m persegi lahan, tetapi karena berisi mikroba probiotik dan agen hayati, maka itu akan menyebar dan berkembang di lahan.

Butuh waktu minimal 3 hari sebelum lahan ditanami.

Khusus untuk lahan yang pH-nya rendah, pupuk granule KENDI MAS sebaiknya ditambahkan kapur pertanian/dolomit sebanyak 100kg/ha.

Campurlah kapur pertanian dengan perbandingan 1:1, beri air seperlunya, aduk merata, agar nantinya lebih mudah ditaburkan dan terlalu berdebu.

2. Sebagai Pupuk Susulan.

Pupuk susulan diperlukan untuk menambahkan unsur hara yang lebih siap saji guna mendukung pertumbuhan bibit yang baru ditanam, sampai pada masa panen.

Khusus untuk tanaman padi, pupuk susulan ini dilakukan minimal 3 kali, yakni di usia 7 HST, 21 HST, dan 40 HST. Dosis yang dianjurkan untuk tanaman padi adalah I = 150kg, II = 150kg, III = 200kg.

Tentu saja dosis ini bisa berubah untuk tiap lahan dan tiap komoditas.

Jika dirasa pertumbuhan tanaman kurang maksimal, maka pada pemupukan I bisa ditambahkan 15kg urea (5kg urea untuk setiap karung pupuk granule BeTa, diaduk merata dan siap ditaburan.

Begitu juga dengan setiap penambahan pupuk jenis lainnya), pada pemupukan ke II ditambahkan 15kg urea dan 15kg pupuk KCl, pada pemupukan ke III bisa ditambahkan 30kg pupuk KCl atau pupuk lainnya yang mengandung unsur kalium (K).

3. Sebagai Starter Pembuatan Kompos Plus.

Kompos plus adalah pupuk berbahan baku organik yang diperkaya dengan berbagai bahan pupuk, termasuk penambahan pupuk anorganik, dan kemudian difermentasi menggunakan mikroba yang terdapat pada produk BeTa (bisa berupa  POC BeTa, bisa juga granule BeTa), dan karena dilengkapi dengan jenis mikroba agensi hayati, maka pupuk ini nantinya bisa digunakan untuk mengendalikan serangan hama penyakit tanaman.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Kompos Plus, yakni :

  1. Pupuk organik KENDI MAS 1 karung
  2. Pupuk Petroganik 10 karung
  3. Urea 10 kg
  4. Pupuk phospat, bisa TSP, SP36, Phonska, dll 50 kg
  5. Kapur pertanian, atau dolomit 50kg
  6. Starter probiotik, gunakan POC BeTa 1 lliter
  7. Molase 1 liter, atau gula merah 1kg
  8. Air seperlunya. Lebih bagus jika ditambahkan berbagai jenis POC, PGPR, urine

Bisa juga ditambahkan bahan lainnya seperti berikut :

  1. Kohe sapi, kohe ayam, kohe kambing dll. Jumlah menyesuaikan atau mengganti sebagian pupuk Petroganik diatas
  2. Dedak padi / dedak jagung, sebagai sumber unsur kalium dan mikro. Jumlah 20 kg
  3. Buah-buahan atau sayuran limbah, dicacah atau ijadikan POC dulu. Jumlah seperlunya
  4. Belerang, garam, berbagai pupuk mikro (Bo,Si,Mg,Mn, dll). Jumlah maksimal 1kg
  5. Cacahan batang pisang, jerami, limbah pertanian dll limbah bahan organik. Jumlah bebas

Cara membuat KOMPOS PLUS dengan NPK Organik Kendi Mas:

  • Campur semua bahan, aduk merata.
  • Bisa sambil dikocori air yang telah dicampur dengan starter POC BeTa, berbagai poc, PGPR, urine, molase, gula, pupuk mikro dll.
  • Pengadukan dilakukan sampai semua bahan bisa basah merata tapi tidak terlalu banyak airnya.
  • Masukkan semuanya ke dalam karung, dan biarkan sampai mateng.
  • Jika menggunakan bahan Petroganik maka 3 hari sudah bisa digunakan.
  • Jika pakai bahan kompos mentah, setelah 7 hari baru bisa digunakan.
  • Kompos plus ini bisa disimpan lama, lebih 1 tahun. Makin lama makin bagus asalkan kondisi tetap lembab, sering disiram dan ada di tempat yang teduh.
  • Dosis aplikasi bisa mengikuti pola pemupukan sebelumnya

4. Pupuk organik Kendi Mas bisa digunakan untuk semprot maupun kocor.

Salah satu kegiatan perawatan yang dilakukan petani adalah semprot dan kocor.

Semprot dilakukan terutama untuk mengatasi hama penyakit sekaligus menambahkan nutrisi siap saji dan hormon bagi tanaman.

Pupuk organik Kendi Mas ini bisa juga digunakan untuk semprot dan kocor.  Dosis yang disarankan adalah 1 kg dengan air 100 liter.

Atau 1 kg encerkan dengan air 5 liter, saring dulu, dan ambil 1 liter untuk 1 tanki semprot 14-16 liter air.

Dalam prakteknya, petani sudah terbiasa menggunakan pestisida kimia dan juga berbagai jenis pupuk atau produk lainnya yang bersifat hormon dan pupuk mikro.

Semua ini bisa ditambahkan saat kocor atau semprot.

Khusus pestisida kimia, wajib dikurangi dosisnya, gunakan hanya 1/3 saja dari dosis sebelumnya, tujuannya adalah agar tanaman tidak overdosis dan gosong.

Sedangkan bahan lainnya juga boleh ditambahkan dalam jumlah sedikit juga, tetapi sebaiknya masukkan dalam drum bersama Pupuk organik Kendi Mas, tambahkan air sampai penuh dan biarkan dulu semalaman (difermentasikan dahulu), maka reaksi air rendaman ini akan semakin bagus saat diaplikasikan.

Ingat, dosis semua bahan wajib dikurangi, cukup 1/3 saja dari dosis sebelumnya.

Dengan cara ini maka hasil kocoran dan semprotnya makin bagus dengan biaya yang makin murah dan tetap aman bagi tanaman maupun konsumen.

Sumber dan Kredit : Isi sudah disesuaikan dengan kebutuhan SEO artikel.

<