Apa itu Media Tanam Sekam Padi

Apa itu Media Tanam Sekam Padi

Wikipedia mengartikan media tanam sebagai media tumbuh bagi tanaman umumnya berupa tanah.

Puluhan bahan yang berbeda yang digunakan dalam berbagai kombinasi untuk membuat media tumbuh buatan sendiri atau komersial. Media tanam umumnya memiliki berbagai nutrisi, mineral, air, vitamin, serta kandungan lain yang tentunya dibutuhkan oleh tanaman, sehingga peran akar berperan penting dalam menyerap kandungan hara yang dimiliki media tanam bisa lebih optimal.

Supaya tanaman kita tetap tumbuh dengan maksimal, maka media tanam harus betul-betul diperhatikan. Karena faktor terpenting untuk tumbuh sebuah tanaman yaitu media tanam yang berkualitas dan baik.

Fungsi media tanam adalah:

  • Tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman
  • Penopang tanaman dan bonggol agar tumbuh secara baik
  • Penyedia unsur hara bagi tanaman
  • Penyedia air bagi tanaman

Jenis-jenis Media Tanam

Secara garis besar media tanam dibedakan menjadi dua yaitu:

Media tanam organik

Media tanam organik adalah media tanam yang menggunakan bahan organik yang pada umumnya menggunakan komponen dari organisme hidup.

Contoh media tanam organik: arang, batang pakis, kompos, mos (media tanam yang berasal dari paku-pakuan), pupuk kandang, sabut kelapa (coco peat), sekam padi, humus (top soil).

Media tanam anorganik.

Media tanam anorganik merupakan media tanam yang menggunakan bahan yang memiliki kandungan unsur mineral tinggi dan berasal dari proses pelapukan yang ada terdapat di inti bumi.

Contoh media tanam anorganik adalah pasir, kerikil, pecahan batu bata, spons (floral foam), tanah liat, vermikulit, gabus (stereofoam), dan rock wool.

Media Tanam Sekam Padi

Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza sativa) yang sudah digiling. Sekam padi yang biasa digunakan bisa beruap sekam bakar atau sekam mentah (tidka dibakar). Sekam bakar dan sekam mentah memiliki tingkat porositas yang sama.

Sebagai media tanam, keduanya berperan penting dalam perbaikan struktur tanah sehingga system aerasi dan drainase di media tanam menjadi lebih baik.

Penggunaan sekam bakar untuk media tanam tidak perlu disterilisasi lagi karena mikroba pathogen telah mati selama proses pembakaran. Selain itu, sekam bakar juga memiliki kandungan karbon karbon (c) yang tinggi sehingga membuat media tanam ini menjadi gembur.

Namun, sekam bakar cenderung mudah lapuk.

Kelebihan sekam mentah sebagai media tanam yaitu mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, merupakan sumber kalium (K) yang dibutuhkan tanaman, dan tidak mudah menggumpal atau memadat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. Namun, sekam padi mentah cenderung miskin akan unsur hara.

Sekam padi merupakan lapisan keras yang meliputi kariopsis yang terdiri dari dua belahan yang disebut lemma dan palea yang saling bertautan. Pada proses penggilingan beras sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan.

Sekam dikategorikan sebagai biomassa yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti bahan baku industri, pakan ternak dan energi atau bahan bakar.

Dalam proses penggilingan padi menjadi beras giling, diperoleh ha-sil samping berupa:

  • Beras giling 50-63,5% dari bobot awal gabah
  • Sekam mentah : 15-20%; yaitu bagian pembungkus atau kulit luar biji,
  • Dedak/bekatul : 8-12%; yang merupakan kulit ari, dihasilkan dari proses penyosohan, dan
  • Menir : ±5%; merupakan bagian beras yang hancur.

Sekam dengan persentase yang tinggi tersebut dapat menimbulkan problem lingkungan.

Unsur Kimiawi Apa yang Terkandung Pada Sekam Padi Mentah

Sekam mengandung beberapa unsur kimia penting seperti (Suharno (1979)

  • Kadar air : 9,02%
  • Protein kasar : 3,03%
  • Lemak : 1,18%
  • Serat kasar : 35,68%
  • Abu : 17,17%
  • Karbohidrat dasar : 33,71

Menurut DTC – IPB, unsur yang yang terdapat sekam padi adalah  :

  • Karbon (zat arang) : 1,33%
  • Hidrogen : 1,54%
  • Oksigen : 33,64%
  • Silika : 16,98%

Dengan komposisi kandungan kimia seperti di atas, sekam dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan:

  1. Sebagai bahan baku pada industri kimia, terutama kandungan zat kimia furfural yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai industri kimia,
  2. Sebagai bahan baku pada industri bahan bangunan, terutama kandungan silika (SiO2) yang dapat digunakan untuk campuran pada pembuatan semen portland, bahan isolasi, husk-board dan campuran pada industri bata merah,
  3. Sebagai sumber energi panas pada berbagai keperluan manusia, kadar selulosa yang cukup tinggi dapat memberikan pembakaran yang merata dan stabil.

Sekam Padi Sebagai Media Tanam dan Pupuk

Sekam padi yang dibakar hingga menjadi abu.  Abu sekam memiliki fungsi mengikat logam berat.  Selain itu sekam berfungsi untuk menggemburkan tanah sehingga bisa mempermudah akar tanaman menyerap unsur hara di dalamnya.

Sekam ada dua jenis yang dipakai untuk tanaman hias

  1. Sekam yang hangus 50% untuk media tanam atau dicampur.  
  2. Sekam yang hangus 100% ini baik untk media atau campuran dan juga baik untuk semai, lebih steril, soal kelembaban saat membuat tidak perlu diperhatikan, tapi saat aplikasinya ketanaman asal jangan becek aja.

Semua tanaman bisa tumbuh baik dengan sekam bakar, keuntungan pakai media tanama sekam bakar adalah steril, poros, banyak unsur hara, ringan untuk mobilisasi, tapi harganya terbilang mahal, karena proses pembuatanya memakan waktu dan bahan bakar yang banyak.

Sekam berfungsi untuk menggemburkan tanah sehingga bisa mempermudah akar tanaman menyerap unsur hara di dalamnya.

Sekam juga sebagai salah satu bahan organik dan merupakan kompos bagi tanah. Bahan organik itu berfungsi memperbaiki sifat fisika dan kimia tanah. Tapi kandungan unsur hara sekam itu tak sebanyak yang ada di pupuk buatan, maka penggunaan yang terbaik adalah dengan mencampur antara kompos (misalnya sekam) dan pupuk buatan, dengan intensitas sesuai kebutuhan tanah.

Sekam Padi Memperbaiki Tanah Sawah Sebagai Media Tanam Padi

Sekilas mengenai silika.  Sumber silika sumber  silika  selain  dari air irigasi,  ada dua macam, yaitu dari bahan organik dan limbah  industri.  Bahan organik  sumber silika  mencakup jerami, sekam, limbah tanaman tebu, dan janjang kosong  sawit.

Semua bahan ini hendaknya  dikomposkan dulu  baru diberikan ke tanaman agar  kandungan  silika dan juga kalium bisa  diserap tanaman.

Ternyata abu sekam padi dan juga jerami padi ini sangat kaya akan silika (Si).  Dengan memanfaatkan sekam dan jerami yang ditelah dikomposkan kemudian dikembalikan ke lahan sawah, akan menjadikan tanah sawah menjadi media tanam bagi padi dalam memenuhi unsur silikanya.  

Karena fungsi silika pada tanaman padi adalah sebagai pembentukan dinding sel tanaman, memperkokoh pertumbuh­an tanaman sehingga tumbuh tegak dan dapat menangkap  sinar  matahari untuk proses fotosintesis yang optimal.

Di samping itu, Silika juga memperkuat ketahanan batang dan daun terhadap serangan  ha­ ma penyakit dan sebagai  penyeimbang unsur hara lain, seperti fosfat dan trace element yang menjadi racun.

Silika juga pun ber­peran dalam mengefisienkan  penggunaan air bagi tanaman.

Ternyata Ini Kandugan Pada Pupuk Kandang

Ternyata Ini Kandugan Pada Pupuk Kandang

Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari campuran kotoran ternak dan urine serta sisa-sisa makanan yang tidak dihabiskan dan umumnya berasal dari ternak sapi, ayam, kerbau, kuda, babi dan kambing.

Pupuk kandang selain mengandung hara makro seperti N, P dan K, pupuk kandang juga mengandung unsur hara mikro seperti Zn, Bo, Mn, Cu, dan Mo.

Penanaman tanaman pertanian dapat menyebabkan hilangnya unsur-unsur hara esensial melalui panen, apalagi bila diusahakan secara terus menerus.

Dengan demikian kesuburan suatu tanah akan menurun secara terus- menerus, sehingga mencapai suatu keadaan dimana penambahan unsur hara melalui pemupukan mutlak diperlukan untuk memperoleh hasil pertanian yang menguntungkan.

Pupuk kandang terbagi menjadi macam pupuk yang didasarkan atas hewan yang menghasilkannya, tiap-tiap kotoran hewan yang kemudian disebut menjadi pupuk kandang tersebut memiliki karakter yang berbeda satu dengan yang lain.

Keunggulan Pupuk Kandang

Secara umum keunggulan dari pupuk alam yang berbentuk padat adalah dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan sifat biologi tanah.

Pupuk kandang dari kotoran kambing memiliki kandungan unsur hara relatif lebih seimbang dibandingkan pupuk alam lainnya karena kotoran kambing bercampur dengan air seninya, hal tersebut biasanya tidak terjadi pada jenis pupuk kandang lain seperti kotoran sapi. Bercampurnya air seni yang juga mengandung unsur hara dengan kotoran padat membuat kandungan unsur haranya seimbang.

Perbandingan unsur-unsur yang terkandung dalam pupuk kandang dari berbagai jenis hewan bergantung dari perbandingan makanan dan jenis yang diberikan.

Rumput kering atau jerami mengandung hanya sedikit nitrogen dan fosfat namun banyak mengandung kalium. Jenis unsur hara makro utama dalam pupuk kandang adalah nitrogen, fosfat dan kalium.

Nitrogen berada dalam pupuk yang sudah dicernakan dalam bentuk protein, persenyawaan amonium dan amoniak. Sebagian langsung tersedia untuk diserap tanaman, sisanya tersedia berangsur-angsur sebagai akibat proses penguraian mikrobiologis dari protein.

Reaksi kerja nitrogen di dalam pupuk kandang tidak sama dengan reaksi kerja nitrogen pada pupuk buatan.

Perbandingan antara keduanya ditunjukkan dengan faktor kerja (working coefficient) dari nitrogen pupuk kandang terhadap nitrogen pupuk buatan.

Manfaat Pemberian Pupuk Kandang

Pupuk kandang bagi sifat fisik tanah adalah memperbaiki sifat fisik tanah seperti struktur, kemampuan menahan air dan porositas tanah. Pemberian pupuk kandang secara terus menerus dapat menyebabkan tanah menjadi gembur, mudah diolah, dan menyimpan air lebih lama.

Sedangkan dari sisi biologi tanah, pemberian pupuk kandang dapat meningkatkan aktivitas organisme tanah seperti cacing, semut dan lain-lain karena merupakan sumber makanan bagi hewan di dalam tanah, meningkatkan pertumbuhan mikroba dan perputaran hara dalam tanah

Secara kualitatif, kandungan unsur hara dalam pupuk organik tidak dapat lebih unggul daripada pupuk anorganik. Namun penggunaan pupuk organik secara terus menerus dalam rentang waktu tertentu akan menjadikan kualitas tanah lebih baik dibanding penggunaan pupuk anorganik.

Manfaat penggunaan pupuk kandang antara lain:

  • Merupakan pupuk lengkap, karena mengandung semua hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman, juga mengandung hara mikro.
  • Mempunyai pengaruh susulan, karena pupuk kandang mempunyai pengaruh untuk jangka waktu yang lama dan merupakan gudang makanan bagi tanaman yang berangsur-angsur menjadi tersedia.
  • Memperbaiki struktur tanah sehingga aerasi di dalam tanah semakin baik.
  • Meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air.
  • Meningkatkan kapasitas tukar kation sehingga hara yang terdapat di dalam tanah mudah tersedia bagi tanaman.
  • Mencegah hilangnya hara (pupuk) dari dalam tanah akibat proses pencucian oleh air hujan atau air irigasi.
  • Mengandung hormon pertumbuhan yang dapat memacu pertumbuhan tanaman.

Penggunaan Pupuk Kandang Pada Tanaman Padi

Pemanfaatan  pupuk  kandang  untuk  padi  sawah  jumlahnya  jauh  lebih sedikit daripada untuk  lahan kering (pangan dan sayuran).

Jumlah maksimum pupuk kandang  yang umum dipergunakan petani sawah <2 ton/ha, sedangkan petani sayuran mencapai 25-75 ton/ha.

Hasil-hasil penelitian aplikasi pupuk kandang pada lahan sawah yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik dapat meningkatkan  efisiensi  penggunaan  pupuk  anorganik  dalam  kisaran  2-20%.

Pupuk kandang selain mengandung hara-hara yang dibutuhkan tanaman juga mengandung asam-asam humat, fulvat, hormon tumbuh dan lain-lain yang bersifat memacu pertumbuhan tanaman sehingga serapan hara oleh tanaman meningkat

Sudahkan Anda menggunakan pupuk kandang?

Sumber: Artikel: Dirangkum dari berbagai sumber. Tabel : Pinus Lingga (1991) dalam Kurniawan (2010)

Kiat Sukses Panen Padi 10 Ton Per Hektar

Kiat Sukses Panen Padi 10 Ton Per Hektar

Tulisan ini merupakan ringkasan dari artikel dengan judul aslinya “Rahasia Bertani Padi Ala Maftukin” yang dimuat Majalah Agrina Edisi No 282 Desember 2017.

Maftukin adalah petani asal Desa Prangean, Kecamatan Maduran, Lamongan, Jawa Timur dan menjadi salah satu peserta pada Regional Farmer Panel pada Plant Science Seminar pada tanggal 14-15 November 2017 yang diselenggarakan oleh CropLife Asia.

Berikut adalah kiat-kiat sukses Maftukin dalam bertani padi sehingga mampu menghasilkan gabah kering panen (GKP) sekitar 10 ton per hektar.

  1. Cara Pemilihan Pestisida
  2. Cara Penggunaan Pupuk
  3. Cara Teknik Pertanaman Jajar Legowo

Kiat Pemilihan Pestisida

Menutur Maftukin bertanam padi jaman now berbeda dengan 5 tahun lalu yang bisa dipastikan 75%-85% bisa panen, tetapi sekarang akan ada kemungkinan gagal panen.  Karena pengaruh cuaca dan serangan hama dan penyakit yang semakin banyak.  Oleh karena itu harus pandai-pandai mengaplikasikan pestisida dan pengamatan lapangan.  Petani harus memantau keadaan padi di lapangan dua atau tiga hari sebelum aplikasi pestisida.

Sesuaikan Jadwal Aplikasi Pestisida

Jika menurut jadwal pestisida harus digunakan 10-15 HST, maka aplikasikan pada umur tersebut.  Jangan diaplikasikan kurang dari 10 HST atau lebih dari 15 HST.

Menghadapi Serangan Wereng

Jika ditemukan serangan wereng pada masa vegetatif (umur tanaman 0-50 Hari Setelah Tanam (HST) pestisida yang dipilih adalah Confidor.  Namun jika serangan wereng terjadi pada masa primordia (bunting muda) pestisida yang dipakai adalah Plenum atau Tenchu.

Menghadapi Serangan Sundep (Penggerek Batang)

Jika ditemukan adanya serangan sundep dan masih dalam keadaan normal pestisida yang dipakai adalah Belt Expert.  Jika serangan sudah diambang batas, maka pestisida yang dipakai adalah Endure.  Namun jika serangan sudah parah banget, pestisida yang digunakan adalah Prevathon.

Kiat Penggunaan Pupuk

Sama halnya dengan penggunaan pestisida, penggunaan pupuk juga waktu aplikasinya harus tepat waktu. 

Pemupukan pertama dan kedua

Pemupukan petama pada umur 15 HST, yaitu satu kuintal urea dan satu kuintal NPK Phonska per hektar.  Pemupukan kedua saat umur 25-30 HST dengan satu kuintal NPK Phonska dan satu kuintal SP36.

Pengamatan terus dilakukan, jika tanaman sehat  berwarna hijau dan kokoh selanjutnya diberikan pupuk KCL sebanyak 70 kg/ha pada saat umur tanaman 40 HST.  Pemberian KCL bisa memberikan pengisian bulir padi maksimal.

Pemberian Nutrisi Tambahan

Pada umur 55 HST dan 65HST kembali diberikan nutrisi MKP (mono Kalium Phospate) cap Kapal Terbang sebanyak 2 kg/ha.  Pada saat yang sama diberikan juga Folicur sebagai booster padi sebanyak 250 ml per hektar.  Aplikasinya bisa disemprotkan secara bersamaan antara Folicure dangan MKP (-red).

Kiat Teknik Pertanaman Jajar Legowo

Selain cara penggunaan pestisida, pemupukan dan pemberian nutrisi tambahan, tidak kalah penting adalah penerapan teknologi budidaya padi dengan menggunakan jajar legowo.  Jarak tanam antarbaris 25 cm, jarak dalam baris 10 cm, dan jarak legowonya (atau jarak setiap dua baris) 40 cm.

Dengan jajar legowo seperti di atas, populasi tanamannya 400 ribu rumpun/ha, dengan produktivitas gabahnya lebih dari 10 ton GKP/ha/musim.

Keterangan produk pestisida

CONFIDOR 5WP adalah Insektisida sistemik racun kontak dan lambung berbentuk tepung yang dapat disuspensikan dengan bahan aktif imidakloprid (imidacloprid) 5 %.  Confidor buatan PT Bayer Indonesia. 

Pengendalian wereng coklat (Nilaparvata lugens) dengan penyemprotan volume tinggi: 300 g/ha).  

PLENUM 50 WG adalah Insektisida penghambat aktivitas makan berbentuk butiran yang dapat didispersikan dalam air dengan bahan aktif pimetrozin (pymetrozine) 50 %.  PLENUM 50 WG diproduksi oleh PT. Syngenta Indonesia.

Pengendalian wereng coklat (Nilaparvata lugens), wereng punggung putih (Sogatella furcifera), wereng daun (Nephotettix virescens) dengan penyemprotan volume tinggi : 100 – 300 g/ha.

TENCHU 20 SG adalah Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk butiran yang dapat larut dalam air dengan bahan aktif dinotefuron (dinotefuron) 20 %.  TENCHU 20 SG diproduksi oleh PT DuPont Agricultural Products Indonesia.

Pengendalian wereng coklat (Nilaparvata lugens)  dengan penyemprotan volume tinggi : 400 – 500 g/ha.

BELT EXPERT 480 SC adalah insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan suspensi dengan dua bahan aktif yaitu flubendiamida (flubendiamide)  240 g/l dan tiakloprid (thiacloprid) 240 g/l.  BELT EXPERT 480 SC diproduksi oleh PT Bayer Indonesia.

Pengendalian penggerek batang (Scirpophaga incertulas) dengan penyemprotan volume tinggi : 300 ml/ha.

ENDURE 120 SC adalah insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan suspensi dengan bahan aktif spinoteram (spinoteram)  120 g/l. ENDURE 120 SC diproduksi oleh PT Dow AgroSciences Indonesia. 

Pengendalian penggerek batang (Scirpophaga incertulas), pelipat daun (Cnaphalocrosis medinalis) dengan penyemprotan volume tinggi : 250 – 375 ml/ha.

PREVATHON 50 SC adalah insektisida sistemik racun kontak, lambung dan syaraf berbentuk pekatan suspensi dengan bahan aktif klorantraniliprol (chlorantraniliprole) 50 g/l.  PREVATHON 50 SC diproduksi oleh PT DuPont Agricultural Products Indonesia.

FOLICURE GOLD 430 adalah Fungisida sistemik yang bersifat protektif, kuratif, eradikatif dan zat pengatur tumbuh tanaman berbentuk pekatan suspensi berwarna abu-abu kecoklatan untuk mengendalikan penyakit jamur padi dan sebagai zat pengatur tumbuh pada tanaman padi.  FOLICURE GOLD berbahan aktif tebukonazol 430 g/l dan diproduksi oleh PT. Bayer Indonesia.

🌾 Inilah Revolusi Pemupukan Padi: Gunakan Asam Humat & Silika

🌾 Inilah Revolusi Pemupukan Padi: Gunakan Asam Humat & Silika

Pemupukan pada tanaman padi ibarat memberi makan manusia, kandungan nutrisinya harus lengkap dan seimbang. Kekurangan dan kelebihan nutrisi tertentu bisa berdampak negatif.

Berdasarkan peraturan pemerintah melalui Permentan No 40 tahun 2007 bahwa untuk mencapao hasil panen 8 ton/ha, dosis pemupukan nitrogen (N) sebesar 100-135 kg/ha, fospat (P2O5) sebesar 18-27 kg/ha, dan kalium (K2O) sebesar 30-60 kg/ha.

Fakta di lapangan yang terjadi saat ini, sekitar 70% lahan persawahan maupun darat kondisinya sudah “sakit” akibat aplikasi pupuk an-organik berlebihan dan tidak dikembalikannya limbah tanaman ke lahan. Akibatnya lahan semakin memadat dan bahan organiknya semakin rendah. Bisa di bawah 3%, padahal kandungan organik semestinya 5%. Demikian menurut Bapak Iswandi Anas, ahli tanah IPB yang dikutip dari Majalah Agrina Februari 2018.

Untuk memulihkan kondisi tersebut diperlukan pupuk organik dan pupuk hayati yang mengandung mikroba.

Pupuk Organik

Salah satu cara menanggulangi tanah yang “sakit” adalah dengan pupuk organik.

Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia.[1] Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.[2] Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya.[2] Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).[2]  –  reff : Wikipedia

Asam humat sebagai pembenah tanah (soil conditioner) dapat digunakan untuk mempercepat pemulihan kualitas tanah. Asam humat merupakan inti sari dari pupuk organik karena asam humat mengandung karbon organik. Penggunaan asam humat utamanya ditujukan untuk memperbaiki kualitas fisik, kimia, dan/atau biologi tanah, sehingga produktivitas tanah menjadi optimum.

Penggunaan pembenah tanah yang bersumber dari bahan organik sebaiknya menjadi prioritas utama, selain terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas tanah dan produktivitas lahan, juga bersifat terbarukan, insitu, dan relatif murah, serta bisa mendukung konservasi karbon dalam tanah.

Penggunaan asam humat bukan sebat obat yang sekali minum langsung menyembuhkan. Pembenah tanah dengan bahan organik terjadi secar bertahap. Kepulihannya dibarengi dengan meningkatnya kapasitas tukar kation dan tumbuhnya mikro-organisme dalam tanah.

Dengan tumbuhnya mikro-organisme dalam tanah akan memberi efek positif. Mikroba mengubah aroma yang ada di tanaman menjadi aroma yang tidak disukai oleh hama. Sehingga terjadilah bio-pestisida secara alami dari tanaman yang sehat.

Kelemahan dari pembenah tanah organik ini adalah dibutuhkan dalam dosis relatif tinggi. Namun teknologi pembenah tanah ini terus berkembang, kini hanya diperlukan asam humat 60 kg/ha/tahun sudah cukup.

Aplikasi asam humat ini bisa dicampur berbarengan dengan pupuk sintesis pada saat pemupukan. Kelebihannya semua urea dilapisi dengan asam humat supaya terbentuk keseimbangan organik dan an-organik.

Produk pembenah tanah atau asam humat ini adalah Humakos, Humatani, Humatop dan lainnya.

Humatani

Humatani merupakan humus larut air, pembenah tanag, dan perangsang pertumbuhan yang dirancang untuk mengembalikan dan mempertahankan kesuburan tanah. Humatani dibuat oleh PT Humat Agro Lestari.
Dengan dosis aplikasi 20-40 lt/ha dipercaya dapat menghemat penggunaan pupuk kimia 30% dan meningkatkan hasil panen 10-15%.

asam humat humataniKeunggulan Humatani adalah :

  • Tingkatkan kualitas produk dan tingkat produktivitas hingga 20-40%.
  • Mempertahankan dan mengembalikan kesuburan tanah lahan pertanian dengan penurunan kesuburan.
  • Mengikat nutrisi tanah (N, P, K).
  • Mencegah hilangnya pupuk karena penyimpangan dan penguapan, sehingga menjaga ketersediaan nutrisi untuk tanaman dan menghemat penggunaan pupuk kimia.
  • Mengikat Nitrogen dan mencegah proses Nitrifikasi, sehingga mencegah pengasaman tanah.Mencegah pembentukan kompleks fosfat dengan aluminium dan logam lain yang tidak larut.
  • Menetralisir logam berat.
  • Meningkatkan Kapasitas Pertukaran Kation (KTK) dari tanah.
  • Meningkatkan kapasitas kapasitas menahan air tanah, sehingga menghemat 30-40% dari kebutuhan air.
  • Menyediakan makanan untuk mikro-organisme pemupukan tanah.
  • Menyimpan energi surya, yang membuatnya tersedia kapan saja untuk pertumbuhan tanaman dan
    mikro-organisme hidup.
  • Mempercepat asimilasi nutrisi ke dalam sel tumbuhan.
  • Dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.

sumber: humatani

Humatop

Humatop merupakan produk pembedah tanah produksi PT. Prima Agro Tech, kandungannya 100% asam humat yang merupakan hasil ekstraksi dari batuan alam leonardite.

pembedah tanah humatopKeunggulan Humatop adalah:

  • Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stress akibat iklim dan keracunan logam
  • Meningkatkan efisiensi asupan pupuk dan kemampuan tukar kation tanah
  • Menyegarkan stress tanah akibat pupuk kimia berkepanjangan
  • Menurunkan penggunaan pupuk kimia
  • Meningkatkan produktivitas tanaman dan ketahanan terhadap serangan penyakit
  • Meningkatkan aktifitas dan interaksi mikroba

sumber :  primaagrotech

Aplikasinya bisa dengan cara pengocoran atau dicampur dengan pupuk kimia (an-organik).
Jika aplikasi dengan cara pencampuran 1 sachet Humatop di campur dengan 25 kg pupuk. Kalau aplikasi pengocoran, 1 sachet Humatop terlebih dahulu dilarutkan dalam 50-100 lt air kemudian dikocorkan merata dipiringan tahan, lahan, atau media tanam.

Hara Silika

Di Indonesia, hara silika belum begitu diperhatikan dan menjadi perhatian para petani. Padahal siliki termasuk nutrisi penting untuk tanaman padi.

Silika (SiO2) sebenarnya banyak terkandung pada sekam padi. Tanaman padi paling banyak mengambil silika dari tanah. Sayangnya tidak ada unsur silika yang dikembalikan ke tanah. Jerami dan sekam padi pada umumnya dibakar, yang hanya menyisakan unsur karbon saja. Jika sekamnya dibakar di atas 400oC silikanya berubah menjadi menjadi kristal yang tidak bisa dimakan oleh tanaman padi.

Secara fisik siliki berfungsi untuk memperkuat sel. Jika diaplikasikan pada tanaman padi, dapat menguatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit, kekeringan, dan memperbaiki fotosintesis.

Tanaman padi membutuhkan silika dalam bentuk SiO2 tersedia dengan dosis 300-500 kg/ha, tanpa jerami. Jumlah yang cukup banyak. Untungnya kini telah tersedia produk hasil teknologi modern yang memformulasi silika dalam bentuk cair.
Dipasaran ada beberapa merek nutrisi silika seperti Tenaz, Biomax, Silika Novelgro.

Silika Novelgro

Silika Novelgo merupakan nutrisi silika terlarut dalam air yang mudah diserap oleh tanaman. Nutrisi Silika tersebut akan dibawa oleh jaringan tanaman ke lapisan sel terluar (epidermis) untuk membentuk lapisan yang keras (cuticle).

silika novelgroDan ketika sel-sel silika tersebut melapisi seluruh permukaan sel terluar, termasuk dengan bulu-bulu tanaman, maka selain dinding sel sulit ditembus oleh sengat OPT, bulu-bulu tanaman yang telah menjadi lebih keras akan menjadi seperti kawat berduri yang akan menghambat serangan OPT atau bahkan membunuh OPT.

Keunggulannya adalah:

  • Formulasi stabil
  • Aman untuk dikonsumsi, Novelgro Silika merupakan bahan yang aman untuk dikonsumsi sehingga dapat digunakan sampai pada hari panen.
  • Tidak beresidu
  • Untuk Pengendalian Hama Terpadu
  • Novelgro Silika bersifat basa (pH tinggi), sebaiknya uji kompatibilitas sebelum mencampurnya dengan produk yang bereaksi negatif terhadap suasana pH tinggi.

Sumber: novelgro

Silika Biomax

Biomax merupakan Pupuk mikro cair yang mengandung sebagian besar Silika (20%) yang diproduksi dengan teknologi NANO, berbentuk cair, tidak berwarna dan mudah larut dalam air. Kandungan unsur mikro lainnya yaitu Mo: 189 ppm dan Co: 0.35 ppm.

silika biomaxKeunggulannya adalah:

  • Unsur silika berukuran kecil, jauh lebih kecil dari ukuran mulut daun sehingga mudah terserap ke jaringan tanaman
  • Kandungan silikanya tinggi 19% plus unsur mikro, sesuai kebutuhan tanaman
  • 100% larut dalam air
  • Tanman tampak lebih hijau, “ireks”, dan subur
  • Terbukti dapat mengurangi serangan hama dan/atau penyakit tanaman
  • Sesuai dengan konsep Pengendalian Hama Terpadu dan pertanian organik
  • Anakan bertambah, panen melimpah (naik hingga 20%).

Sumber: Biotis

Silika Tenaz

Silika Tenaz diproduksi dengan teknologi monomer (rantai pendek) sehingga silika yang siap dikonsumsi oleh tanaman. Silika TENAZ buatan eropa dari Taminco bvba yang merupakan subsidiari Eastman Chemical Ltd Amerika.

silika tenazDosis Silika Tenaz hanya 6 liter/ha untuk 1 musim tanam atau 2 liter per aplikasi. Untuk mendapatkan hasil maksimal silika Tenaz diaplikasikan pada usia tanaman padai 30 HST, 45 HST, dan 60 HST.

Silika merupakan unsur yang netral, walaupu banyak diaplikasikan tidak akan meracuni tanah dan tanaman.

Keunggulannya:

  • Tenaz diformulasi dalam bentuk tersedia sehingga paling mudah diserap oleh tanaman
  • Tenaz dapat mencukupi kebutuhan silika tanaman dalam waktu cepat
  • Tenaz bisa dicampur dengan pestisida lainya dan meningkatkan daya efisiensinya.

Sumber:  Brosur Tenaz

Perbandingan Silika Novelgro, Silika Biomax, Silika Tenaz

Berdasarkan produk silika yang beredar tersebut dan respon dari petani pengguna silika didapatkan informasi bahwa penggunaan silika dapat menyebabkan produk mengental atau “ngejel” jika dicampur dengan produk pestisida lainnya. Akibatnya larutan semprot tidak bisa dipakai.

Test sederhana terhadap ketiga produk tersebut dengan mencapurkan langsung (tanpa air) formulasi silika dan nitrogen cair sebagai berikut.

Klik vidionya di SINI

Seperti vidio diatas hasilnya menunjukkan silika Novelgro, Silika Biomax langsung “mengejel” sedangkan silika Tenaz tetap stabil dalam bentuk larutan.

Manfaat Pupuk Silika Dalam Menaikan Panen Tanaman Padi

Manfaat Pupuk Silika Dalam Menaikan Panen Tanaman Padi

Manfaat unsur silikon (Si) dalam pertumbuhan tanaman belum banyak diperhatikan, baik oleh para ahli, pemerintah, maupun petani. Tanpa Si, tanaman masih bisa tumbuh. Tapi sebenarnya fungsi hara yang biasanya tersedia dalam bentuk Si02 (silika) ini penting bagi tanaman suku Gramineae, terutama padi dan tebu.

Menurut Dr. Husnain, M.P., M.Sc. (Kepala Balai Penelitian Tanah, Bogor),  silika berperan dalam pembentukan dinding sel tanaman, memperkokoh pertumbuhan tanaman sehingga tumbuh tegak dan dapat menangkap sinar matahari untuk proses fotosintesis yang optimal. Di samping itu, Si juga memperkuat ketahanan batang dan daun terhadap serangan ha­ma penyakit dan sebagai penyeimbang unsur hara lain, seperti fosfat dan trace element yang menjadi racun. Si pun berperan dalam mengefisienkan penggunaan air bagi tanaman.

Pupuk Silika Untuk Pupuk Daun Tanaman Padi

Pupuk Silika Cair

Tanaman padi kalau diberi silika, tumbuhnya tegak, tidak gampang rebah. Tumbuhnya bagus, uptake (menyerap) sinar matahari dan penyakit yang menyerang akan berkurang sehingga risikonya lebih rendah daripada yang tidak punya sillka.

Kandungan kritis Si pada padi adalah 7,5%. Di bawah nilai tersebut tanaman sangat rentan terhadap serangan OPT (organisme pengganggu tumbuhan) dan penurunan kualitas gabah.

Kebutuhan Si pada padi sebanyak 300-500 kg/ha dalam bentuk Si02 tersedia atau siap serap. Dosis ini tanpa jerami dan diaplikasikan setahun sekali. Namun kalau jerami dikembalikan ke lahan setelah dikomposkan terlebih dulu, dosis Si bisa dikurangi sepertiga sampai separuhnya.

Lahan yang ditanami padi secara intensif hingga tiga kali setahun dan jeraminya tidak dikembalikan ke lahan, seperti di Karawang, Jabar, perlu aplikasi silika. Pun di tanah ­tanah masam yang ber­ pH kurang dari 6,5 seperti di Serang, Banten, unsur Si­nya banyak tercuci sehingga jumlahnya tidak mencukupi. Demikian pula tanah ­tanah tua sejenis Ultisol,Oksisol, dan Alluvial yang mengarah ke pantai miskin Si, jadi perlu ditambahkan.

Silika bisa diaplikasikan dalam bentuk cair melalui daun dan bentuk serbuk lewat tanah. Si diserap tanaman dalam bentuk H2Si04. Perbedaannya, silika lewat daun tidak berfunqsi seperti yang di tanah. Sementara Si yang melalui tanah, sebelum bekerja di tanaman, bereaksi dulu memperbaiki struktur tanah, melepas hara P yang semula terikat sehingga bisa diserap akar tanaman.

Mengapa bisa begitu? Si menggantikan P yang terikat oleh Al, Fe, Mn karena ion-nya lebih kuat. Al yang terlalu banyak da­ lam tanah bikin pH rendah dan bisa meracuni tanaman.

Setelah dua minggu aplikasi Si, perkembangan akar lebih bagus, lebih panjang, akar serabut lebih banyak. Efek ini mem­ buat akar mengambil unsur hara jauh Iebih efektif. Di dalam tanaman Si mem­ bantu translokasi unsur hara merata ke seluruh bagian tanaman. Akibatnya pertumbuhan anaman lebih seragam. Pengisian bulir juga lebih banyak.

Tanaman padi yang diaplikasi Si dari daun dan tanah, daun dan batangnya terlindungi seperti dilaminating. Wajar bila ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit, terutama bias lebih tinggi.

Yoyo Suparyo, petani senior di Pamanukan, Subang, membuktikan manfaat tersebut pada tanaman padinya musim tanam yang lalu. “Daya tahannya lebih kuat ter­hadap bias dan wereng meskipun saya juga tetap menggunakan insektisida anti­ wereng.  Yang jelas, maintenance-nya jadi lebih rinqan.

Pengalaman Yoyo tersebut diperkuat hasil uji coba Uut di lapangan.”Khusus untuk ketahanan terhadap bias sudah valid, banyak risetnya. Di Lampung juga saya coba dua musim, blasnya berkurang 50%. Pada percobaan sengaja kita nggak kasih pestisida.

Pupuk Silika Cair Tenaz

Pupuk cair Tenaz merupakan pupuk yang mengandung silica. Pupuk silika Tenaz dapat diaplikasikan pada tanaman padi dan tanaman lainnya sebagai pemicu sistem kekebalan tanaman dari serangan hama dan penyakit tanaman. Silika dalam bentuk larutan ini akan mempercepat pertumbuhan, memperkuat jaringan tanaman, mengoptimalkan pengisian pembuahan sehingga pada akhirnya akan meningkatkan hasil panen.

Pupuk Silika Cair TenazPenggunaan pupuk silika cair Tenaz merupakan upaya meningkatkan poduksi padi dengan penggunaan pemupukan Siilik dimana usaha ini lebih strategis ketimbang pembukaan lahan baru karena terbukti mampu meningkatkan hasil sampai dengan 20%.

Pupuk silika cair Tenaz dibuat oleh EASTMAN perusahaan yang bergerak pada perlindungan tanaman dari Belgia. Silika cair Tenaz sudah dilakukan pengujian dibeberapa Negara dan hasilnya membuktikan hal yang sama.

Silahkan lihat video testimoni penggunaan Pupuk Silika Tenaz  disini

Spesifikasi pupuk Silika TENAZ sebagai berikut :

  • Produksi : Eastman, Belgia dengan Teknologi monomer Taminco
  • Patent produk : Patent WO/2011/120872
  • Dosis rendah pada padi : 1-2 lt/ha
  • Silika Tenaz dalam bentuk monomer yang mudah diserap tanaman
  • Kandungan silika Tenaz 1,3% dalam bentuk tersedia (siap diserap oleh daun/tanaman)
  • Tidak beracun, & tidak memiliki residu pada tanah.
  • Kandungan mikro lainnya: Mo (10 ppm), Co (5 ppm), N (2,8%), dan K2O (0,6%)

Penggunaan pupuk silika cair Tenaz lebih praktis dan ekonomis dibandingkan dengan silika granul. Dosis anjuran hanya 2 liter per hektar.

Di Indonesia, pupuk silika cair Tenaz telah secara resmi terdaftar Departemen Pertanian dengan nomor pendaftaran 01.02.2012.179 dan dipasarkan oleh PT. Rolimex Kimia Nusamas.

Jual Pupuk Silika Cair Tenaz

Berapa harga pupuk silika cair Tenaz? Jika anda mencari silika TENAZ silahkan hubungi penulis Via Wa 08211 3956 899

 

Sumber artikel  & gambar: Majalah Agrina No 283 Januari 2018 dengan beberapa penambahan dan editing yang disesuaikan dengan format blog

Mengatasi Kerdil Rumput Pada Tanaman Padi

Mengatasi Kerdil Rumput Pada Tanaman Padi

Kerdil rumput pada padi adalah kondisi tanaman padi yang pertumbuhnya sangat kerdil (kecil tidak bisa meninggi, pertumbuhannya tidak normal) sehingga menyerupai rumput.

Ciri-cirinya : daun sempit, daun pendek-penduk, kaku, hijau pucat dan kadang-kadang mempunyai bercak seperti karat, kalau dicabut perakarannya pendek dan berwarna coklat.  Gambar di bawah ini menunjukan perbedaan antara tanaman padi yang terkena kerdil rumput (kiri) dan tanaman yang sehat (kanan).

Kadangkala terdapat percabangan anakan dari buku batang tanaman padi yang terinfeksi. Tanaman yang terinfeksi biasanya bertahan sampai dewasa, tetapi hanya menghasilkan sedikit malai yang kecil berwarna coklat dan bulirnya hampa.

Penyakit ini sedang mewabah di sentra pertanian padi seperti pantura Jawa.  Penyakit ini dalam bahasa lokal bisa disebut jong (zonk), klowor, kok, dan lainnya.

Penyebab dari kerdil rumput adalah virus. Virus ini disebarkan oleh hama wereng coklat (Nilaparvata lugens) atau wereng hijau.   Jika ini virus maka sampai saat ini belum ada “obatnya”.

Penyebab lain dari kerdil rumput bisa diakibatkan perubahan cuaca, pupuk yang digunakan, penggunaan benih yang sudah tidak murni, dan kualitas tanah.  Namun faktor mana yang lebih dominan belum ada penelitian yang secara tegas penyumbang penyakit kerdil rumput, selain dari akibat wereng.

Pengendalian Kerdil Rumput Karena Wereng

Kerdil rumput akibat virus wereng hanya dapat dikendalikan dengan mengendalikan vektor penularnya yaitu wereng coklat dan wereng hijau baik secara mekanis maupun kimiawi (pestisida).

Secara mekanis, untuk mengurangi penyebaran penyakit kerdil rumput dengan cara mencabut dan membenamkan tanaman yang terinfeksi, dan menggantinya dengan yang sehat. Namun sebelumnya harus dibiarkan 1-2 hari sebelum diganti.

Sanitasi terhadap tanaman yang diduga dapat berfungsi sebagai inang virus atau wereng cokelat dengan cara membersihkan pematang dari rumput dan gulma.

Pengendalian kerdil rumput secara kimiawi dapat menggunakan pestisida-pestisida yang terdapat di toko pertanian setempat.

Cara Lain Pengendalian Kerdil Rumput

Kerdil rumput bisa juga diakibatkan oleh kondisi lahan atau tanah yang setiap musim secara terus menerus menyerap pupuk kimia seperti urea, NPK, dan lainnnya.

Penggunaan pupuk kimia (anorganik) diyakini juga merupakan penyumbang kemasaman pada tanah. Sehingga tanah menjadi asam atau pH < 7. Pada tanah dengan pH < 4 menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi terhambat karena sejumlah unsur hara seperti Ca, Mg, K, Mn, Zn, Cu, dan Mo tidak tersedia.

Secara sadar sebenarnya pupuk organik yang bersumber dari bahan-bahan organik seperti dedaunan, kotoran hewan, atau pupuk organik cair buatan, itu sangat bagus untuk tanaman padi. Namun banyak petani yang enggan menggunakan dengan berbagai alasan, diantaranya alasan tidak praktis dan tidak instant hasilnya.

Pupuk organik seperti EM4 sebenarnya bisa dimanfaatkan karena biasanya terkandung mikroba-mikroba seperti Azotobacter Sp, Azoospirilium Sp, Mikroba Selulolitik, Mikroba pelarut P, Lactobacillus Sp, dan mikroba pendegradasi selulosa.

Dimana fungsi atau manfaat dari masing-masing mikroba terebut adalah sebagai berikut :

  1. Azotobacter Sp : Berfungsi sebagai mikroba penambat N (Nitrogen) dari udara bebas.
  2. Azoospirilium Sp : Berfungsi sebagai penambat N
  3. Mikroba Selulolitik : Berfungsi sebagai pendegradasi bahan organik atau pembusukan bahan organik
  4. Mikroba pelarut fosfat : Berfungsi untuk melarutkan fosfat yang terikat dalam mineral tanah agar tersedia dan mudah diserap oleh tanaman, Psdeomonas Flueorecent (pengurai pestisida) dapat menghasilkan enzim pengurai yang berfungsi memecah rantai dari zat kimia anorganik  yang tidak dapat terurai oleh mikroba lainnya.
  5. Lactobacillus Sp : Berfungsi untuk membantu proses fermentasi bahan organik menjadi senyawa-senyawa asam laktat yang dapat diserap tanaman.
    Kandungan pupuk organik terebut sangat bermanfaat menjadikan tanah menjadi subur dan mampu memanfaatkan kembali sisa-sisa deposit pupuk yang selama ini diberikan secara berlebih-lebihan.

Pemberian pupuk organik (EM4) ini dapat dilakukan pada saat pengolahan tanah pembajakan pertama dan kedua. Aplikasinya dengan penyemprotan langsung ke tanah. Dengan aplikasi pada tanah maka diharapkan dapat :
– Memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.
– Memfermentasi dan mendekomposisi bahan organik tanah dengan cepat
– Menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
– Meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan di dalam tanah

Aplikasi berikutnya lakukan penyemprotan pada saat tanaman padi umur 20 – 40 hari yang waktu aplikasinya disesuaikan dengan jadwal penyemprotan pestisida kimia. Karena penyemprotan pupuk organik ini tidak boleh disatukan dengan penyemprotan kimia. Yakni berselang seminggu setelah penyemprotan kimia.

Pengedalian kerdil rumput terakhir ini lebih kepada preventif atau pencegahan dan perencanaan sejak awal dimulainya kegiatan pertanaman padi.

Tenaz, Jual Nutrisi Silika Cair Berkulitas

Tenaz, Jual Nutrisi Silika Cair Berkulitas

silika cair TenazJika Anda sedang mencari nutrisi mikro dengan kandungan silika (silica, silikon) yang berkualitas maka silika cair dengan merek TENAZ adalah jawabannya.

Apa itu TENAZ
Tenaz merupakan nutrisi silika cair yang dapat diaplikasikan pada tanaman padi dan tanaman lainnya sebagai pemicu sistem kekebalan tanaman dari serangan hama dan penyakit tanaman. Silika dalam bentuk larutan ini akan mempercepat pertumbuhan, memperkuat jaringan tanaman, mengoptimalkan pengisian pembuahan sehingga pada akhirnya akan meningkatkan hasil panen.

Silika Tenaz dibuat oleh Taminco dimana sekarang Taminco menjadi subsidiari dari EASTMAN, perusahaan yang bergerak pada perlindungan tanaman (crop protection) dan kimia lainnya dan dibuat di Belgia.

Spesifikasi Silika Tenaz
Spesifikasi Silika TENAZ sebagai berikut :
– Produksi : Taminco, Belgia dengan Taminco Technology
– Patent produk : Patent WO/2011/120872
– Dosis rendah pada padi : 1-2 lt/ha
– Silika Tenaz dalam bentuk monomer yang mudah diserap tanaman
– Kandungan silika Tenaz 1,3% dalam bentuk tersedia (siap diserap oleh daun/tanaman)
– Tidak beracun, & tidak memiliki residu pada tanah.
– Kandungan mikro lainnya: Mo (10 ppm), Co (5 ppm), N (2,8%), dan K2O (0,6%)

Silika Tenaz lebih praktis dan ekonomis dibandingkan dengan silika granul dan dosis anjuran hanya membutuhkan 1-2 liter per hektar. Silika Tenaz sudah dilakukan pengujian dibeberapa Negara dan terbukti mampu meningkatkan hasil 10-20%, dan rata sebesar 10%.

Di Indonesia, Silika tenaz telah secara resmi terdaftar Departemen Pertanian dengan nomor pendaftaran 01.02.2012.179 dan dipasarkan oleh PT. Rolimex Kimia Nusamas.

Meningkatkan hasil panen sampai 20%

Menurut para petani dari berbagai tempat yang ditemui secara terpisah menyatakan Silika Tenaz terbukti memberikan hasil yang meningkat sampai dengan 20%.

Hasil yang terlihat dari penggunaan Silika TENAZ dalah bulir padi bening, terbebas bebas jamur oncom atau penyakit hangus palsu (Ustilaginoidea virens), berisi dan tidak mudah rontok. Batang lebih tegak, kekar/keras sehingga fotosintesis lebih optimal dan tidak mudah roboh.

Silika bekerja dengan melapisi meristem batang, daun, dan buah/bulir sehingga mampu menurunkan serangan hama (wereng & penggerek batang) juga penyakit (kresek & blas).

Pada pertumbuhan anakan tumbuh serempak, dan meningkatkan anakan produktif.

Silika Tenaz bentuk Cair Lebih Baik
TENAZ diformulasikan dalam bentuk cair bentuk tersedia dan diaplikasikan melalui daun (foliar spray) sehingga daun dan batang mudah menyerap. Silika TENAZ mampu bekerja seketika dalam waktu cepat. Jika dicampur dengan pestisida lain seperti fungisida TIFLO atau insektisida lainnya untuk meningkatkan daya pengendaliannya.

Waktu Aplikasi Silika Tenaz
Silika TENAZ dapat diaplikasikan kapan saja tanpa memandang stadia pertumbuhan tanaman. Namun waktu aplikasi terbaik pada tanaman padi fase pertumbuhan vegetatif (20-45 HST) untuk membantu penambahan anakan, fase primordia(45-50 HST) untuk meningkatkan jumlah anakan produktif, dan pada saat pengisian bulir (65-70 HST) untuk meningkatkan bobot bulir.

Dosis Aplikasi Silika Tenaz
Dosis aplikasi Silika TENAZ adalah 1-2 liter/ha per setiap aplikasi, sehingga total penggunaan silika TENAZ selama semusim 3-6 liter.

Silika Tenaz Aman Terhadap Lingkungan
Penggunaan silika TENAZ sangat aman terhadap lingkungan (tanah dan tanaman) karena silika TENAZ terbuat dari bahan batuan yang mengandung silika. Silika TENAZ bukan terbuat dari bahan silika yang terlarang oleh departemen kesehatan dan depertemen pertanian yaitu Silika chrystalline dengan CAS No 14808-60-7 sesuai Permentan No 39/Permentan/SR.330/7/2015.

Jual Silika TENAZ
Jika anda mencari silika TENAZ silahkan hubungi penulis atau bisa di beli secara online di TOKOPEDIA.

Kunci Produktivitas pada Padi Dimulai Sejak Dini

IMG_3809

Sejauh ini hasil produktivitas atau hasil panen padi di Indonesia sangat bervariasi anatara 3,5 ton hingga 10 ton per hektar gabah kering panen. Bervariasinya hasil panen ini dipengaruhi banyak faktor baik kondisi lahan, teknik budidaya maupun sarana produksinya. Hal yang tidak kalah pentingnya juga adalah faktor sumber daya petaninya (skill dan knowledge).

Kondisi tersebut menujukkan bahwa sistem budidaya padi di Indonesia membutuhkan kawalan teknologi spesifikasi lokasi sesuai dengan agro-ekologi setempat dan panduan budidaya yang tepat serta dukungan saprodi yang memadai. Kata kunci dalam peningkatan produktivitas pertanian padi di Indonesia adalah adanya usaha dimulai sejak awal pemilihan bibit dan penanganan bibit (seed treatment), pemupukan berimbang, penanganan hama terpadu, dan penanganan pasca panen yang tepat. Namun dalam artikel ini, hanya mengulas mengenai perlakuan benih dan pemupukan berimbang.

Perlakuan benih padi
Berkaitan dengan seed tratment atau perlakukan terhadap benih, para petani padi sampai saat ini masih belum terbiasa memanfaatkan “teknologi” perlakukan benih (seed treatment). Padahal untuk tanaman jagung, penggunaan fungisida sebagai seed treatment sudah sangat biasa. Karena memang pada tanaman jagung, penyakit bulai (downy mildew) masih menjadi ancaman. Namun demikian pada tanaman padi penggunaan seed treatment akan memberikan banyak manfaat dalam perlindungan dini penyakit di persemaian.

Beberapa jenis seedtreatment yang dapat digunakan adalah agen hayati seperti Potensida dari Petrosida, Benprima dari PT Biotis Agrindo, Orizaplus dari PT Prima Agro Tech, juga secara kimiawi yaitu fungisida Tiflo 80WP (bahan aktif Thiram 80%) dari Taminco yang dipasarkan oleh PT Rolimex Kimia Nusamas.

Dosis penggunaan Orizaplus adalah 5 gram untuk 5 kg benih yang dilarutkan dalam air rendaman. Sedangan dosis penggunaan Tiflo 80WP juga sama 5 gram (1 sendok makan) untuk 5 kg benih yang selanjutnya dilarutkan dalam air dan menjadi media rendaman benih padi.

Pemupukan Berimbang
Dosis pemupukan urea secara umum adalah 250-300 kg per hektar yang diberikan 2 kali, yaitu pada umur 8-15 hari setelah tanam (HST) sebanyak 125-150 kg/ha dan setelah umur 45 HST diberikan sisanya.

Penggunaan pupuk P dan K ditentukan berdasarkan analisa tanah, secara umum pupuk SP36 yang digunakan sebanyak 50-100 kg/ha dan KCL sebanyak 50-75 kg/ha. Atau menggunakan pupuk majemuk NPK jika menggunakan panduan resep dari PT Petrosida Gresik menggunakan formula 5:3:2. Yaitu 500 kg Petrogani, 300 kg Phonska (15-15-15), dan 200 Kg Urea.

Beberapa petani menggunakan pupuk KNO3 pada proses pemupukan pertama dan kedua. Pupuk KNO3 merupakan sumber Kalium (K) dan Nitrogen (N) tapi dalam bentuk nitrat, sehingga penggunaanya sangat sedikit tapi cepat terserap oleh tanaman. KNO3 dipasaran dapat ditemukan dalam 2 jenis yiatu KNO3 Merah dan KNO3 putih. Perbedaannya adalah kandungan hara “K” pada KNO3 merah lebih sedikit dibanding KNO3 putih. Dan kandungan KNO3 Merah terdapat 4 unsur yaitu N, K, NA dan unsur mikro Boron (B). KNO3 ini bisa diaplikasikan secara penaburan (dicampur dengan pupuk), pengocoran maupun penyemprotan daun (foliar spray).

Pupuk KNO3 Putih
Penggunaan pupuk KNO3 putih dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar, merangsang pertubuhan vegetatif dan meningkatkan jumlah anakan sehingga KNO3 putih cocok untuk diaplikasikan pada pemupukan pertama untuk mendorong perkembangan tanaman pada fase vegeatatif.

Pupuk KNO3 Merah
Manfaat aplikasi KNO3 Merah adalah mempercepat pertumbuhan bunga dan buah, meningkatkan produksi tanaman, meningkatkan kualitas buah, biji dan umbi. Kandungan Boron pada KNO3 Merah berguna untuk membantu meningkatkan transportasi karbohidrat dalam tanaman. KNO3 Merah diaplikasikan pada waktu pemupukan kedua untuk mendorong perkembangan tanaman padi pada fase generatif.

Inilah Fungsi Hormon Pemacu Pertumbuhan

IMG_1401

Tanaman memiliki hormon pertumbuhan (plant hormone) yang proses yang merupakan proses alami terjadi melalui proses fungsional pada tingkat seluler dan mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tanaman. Hormon pertumbuhan ini adalah zat organik yang dihasilkan oleh tanaman yang dalam konsentrasi rendah dapat mengatur proses fisiologi tanaman. Hormon ditransformasikan dari bagian yang menghasilkan ke bagian tanaman yang lain.

Nah, dalam pertanian modern penggunaan hormon pemacu pertumbuhan tanaman atau lebih dikenal dengan zat pengatur tumbuh (ZPT) atau plat growth regulator (PGR) tidak dapat dikesampingkan penggunaannya. ZPT sendiri bukanlah senyawa organik yang bukan hara (nutrisi, nutrient), yang cara bekerjanya jika dalam jumlah sedikit bersifat mendukung (promote), atau menghambat (inhibit), dan/atau merubah proses fisiologi tanaman.

Hormon pemacu pertumbuhan terbagi kedalam lima kelompok, yaitu auksin, giberelin, sitokinin, etilen, kalin, dan asam absisat (ABA). Masing-masing kelompok memiliki ciri khas dan pengaruh yang berlainan terhadap fisiologi tanaman. Hormon tidak bekerja sendiri pada tanaman.

Berikut adalah penjelasan singkat dari masing-masing hormon pemacu pertumbuhan :

Hormon Auksin. Auksin adalah zat aktif dalam sistem perakaran. Senyawa ini membantu proses pembiakan vegetatif. Pada satu sel auxin dapat mempengaruhi pemanjangan sel, pembelahan sel dan pembentukan akar. Konsentrasi auksin yang digunakan sangat rendah antara 0.01 – 10 mg/L.

Hormon Giberelin. Giberelin adalah turunan dari asam giberelat yang merupakan hormon pertumbuhan alami yang dapat merangsang pembungaan, pemanjangan batang, dan membuka benih saat dorman. Terdapat sekitar 100 jenis giberelin, namun yang paling umum digunakan adalah giberillic accid (GA3).

Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan hormon giberelin (GA3) adalah waktu dan dosis aplikasi karena dalam jumlah berlebihan tanaman bisa rebah. Pada tanaman padi dapat mengakibatkan pertumbuhan yang menyerupai rumput ilalang.

Hormon Sitokinin, Sitokinin adalah hormon yang berperan dalam merangsang pembelahan sel (sitokinesis), pertumbuhan tunas, mengaktifkan gen, serta aktifitas metabolisme secara umum. Pada saat yang sama sitokinin menghambat pembentukan akar. Sitokinin banyak dipakai pada proses kultur jaringan dimana dibutuhkan pertumbuhan yang cepat tanpa pembentukan perakaran. Secara umum konsentrasi yang digunakan antara 0,1 – 10 mg/L.

Etilen, Hormon tumbuhan yang fungsinya berperan dalam proses pematangan buah dan kerontokan daun.

Kalin, Kalin adalah hormon yang berperan dalam proses organogenesis. Kalin berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:
Rizokalin, hormon yang memperngaruhi pembentukan akar.
Kaulokalin, hormon yang mempengaruhi pembentukan batang.
Filokalin, hormon yang mempengaruhi pembentukan daun.
Antokalin, hormon yang mempengaruhi pembentukan bunga.

Asam Absisat (ABA), Asam Absisat adalah jenis hormon tumbuhan yang bekerja antagonis (berlawanan) dengan auksin dan giberelin. Fungsinya mempertahankan tumbuhan dari tekanan lingkungan, berperan dalam proses penuaan dan gugurnya daun.

Asam Traumalin, Hormon yang fungsinya untuk regenerasi sel apabila tumbuhan mengalami kerusakan jaringan. Tanaman mampu memperbaiki kerusakan atau luka yang terjadi pada tubuhnya. Kemampuan tersebut dinamakan regenerasi (restitusi) yang dipengaruhi oleh hormon luka (asam traumalin).

Pengaruh Hormon Auksin pada Ziram
Fungisida dengan bahan aktif Ziram (nama produk Ziflo 90WP) mengandung unsur mikro Zn (seng) dimana Zn ini dapat berfungsi sebagai hormon auksin. Ziram dapat membantu mempercepat pertumbuhan baik akar, batang, perkecambahan, pemasakan buah serta mengurani biji dalam buah.

Panduan penggunaan Ziflo 90WP pada padi dapat digunakan mulai umur tanaman 10 hari setelah tanam (HST) atau bersamaan dengan pemupukan pertama. Dosis yang digunakan adalah 500 gr/hektar atau jika diaplikasikan bersamaan dengan pupuk dosisnya 1 kg Ziflo dicampur dengan 50 kg – 100 kg urea.

Aplikasi kedua pada saat umur 15 HST dengan cara penyemprotan daun (foliar). Dosis yang dipergunakan 50 gr/tangki atau 3 sendok makan. Berikutnya pada umur 30 HST atau bersamaan dengan pemupukan kedua. Dosis yang digunakan sama dengan pemupukan pertama. Aplikasi ketiga dilakukan pada umur 35 HST dengan dosis 60 gr/tangki atau 6 sendok makan,

Pengaruh Hormon Inhibit pada Difenokonazol
Fungisida berbahan aktif difenokonazol dari golongan triazol mengandung zat penghambat pertumbuhan (bersifat inhibit). Akibatnya aplikasi fungisida difenokonazol dapat mempengaruhi aspek biologis disamping menghambat perpanjangan batang, mendorong pembungaan pada tanaman tertentu dan menghambat senesen.

Mengapa Pupuk Mikro Diperlukan?

Mengapa Pupuk Mikro Diperlukan?

Hara mikro Pupuk yang beredar selama ini dipasaran adalah sebagian besar pupuk bersubdisi dari pemerintah seperti urea, SP36, KCL dan ZA. Pupuk tersebut diberikan pada tanaman untuk memenuhi kebutuhan hara makro saja seperti Nitrogen (N), Forpor (P), Kalium (K) dan Sulfur (S). Masih sangat sedikit petani yang dengan sengaja memberikan pupuk hara mikro.

Walaupun dalam jumlah kecil, pupuk mikro dibutuhkan tanaman. Selain untuk dapat membantu memperbaiki hara tanah, pupuk mikro juga dapat berfungsi sebagai antibodi tanaman terhadap serangan penyakit serta mampu memdukung peningkatan hasil panen.

Menurut Handbook of Plant Nutrition, terdapat 14 (empat belas) jenis hara mikro, yang terbagi dalam kategori essential element dan beficial element. Yang termasuk dalam essential element adalah Boron (Bo), Chlorine (Cl), Copper (cu), Iron (Fe), Mangan (Mn), Molybdenum (Mo), Nikel (Ni), dan Zinc (Zn). Sedangkan yang termasuk beneficial element adalah Alumunium (Al), Cobalt, Selenium, Silicon (Si), Sodium, dan Vanadium. Bila unsur-unsur tersebut tidak mencukupi maka tidak jarang dijumpai pertumbuhan tanaman yang terhambat dan kurang maksimal dalam pertumbuhannya.

Tanah yang secara terus menerus dieksploitasi dengan penanaman tanpa menambah unsur-unsur makro dan mikro, akan mengalami kemunduran. Karena unsur haranya ikut terpanen bersamaan dengan tanaman yang dipanen. Oleh karena itu selain menambah unsur makro, maka unsur mikropun wajib ditambahkan disaat mulai persiapan penanaman dan masa pemeliharaan tanaman.

Jenis tanah yang miskin hara mikro biasanya dijumpai pada tanah basa (pH rendah, pH kurang dari 7), dan tanag basa (pH tinggi, pH lebih tinggi dari 7), tanah mineral berbahan induk masam atau bahan organik rendah.

Berapa banyak unsur hara mikro pada tanamanan? Ini sangat tergantung dari jenis tanaman, umur tanaman, kondisi tanah setempat, dan lain-lain. Di bawah ini beberapa contoh ukuran kebutuhan hara mikro pada tanaman secara umum.
– besi (Fe) diperlukan 30 gr per ton tanaman
– klorin (Cl) diperlukan 30 gr per ton tanaman
– mangan (Mn) diperkukan 15 gr per ton tanaman
– boron (Bo) diperlukan 6 gr per ton tanaman
– seng (Zn) diperukan 6 gr per ton tanaman
– tembaga (Cu) diperlukan 1,8 gr per ton tanaman
– molibdenum (Mo) diperlukan 0,03 gr per ton tanaman

Contoh tanaman yang rakus terhadap usur mikro adalah umbi-umbian sehingga pemupukan ulang sangat diperlukan setelah panen. Tanaman padi termasuk tanaman yang responsif terhadap akumulasi silika (Si, silikon), sehingga sangat membutuhkan asupan hara mikro silika.

Pada tanaman padi yang kekurangan hara mikro akan memperlihatkan pertumbuhan yang tidak normal. Unsur besi (Fe) pada padi bertanggung jawab dalam pembentukan klorofil dan terlibat dalam fotosintesis. Bila jumlahnya tidak mencukupi maka daun akan menguning dan tanaman cenderung kerdil.

Unsur hara Mn dan Zn berperan dalam metabolisme dan pembentukan enzim tanaman. Jika kekurangan unsur hara mikro Mn akan mengakibatkan adanya bercak di pucuk daun muda dan banyaknya daun layu. Sedangkan jika kekurangan unsur hara mikro Zn akan tampak pada daun tua yang dipenuhi bintik kuning atau coklat. Akibatnya tanaman akan sangat sulit mencapai pontensi maksimalnya karena pertumbuhan vegetatif dan generatifnya terganggu. Inilah alasannya mengapa meskipun sedikit namun unsur hara mikro sangat diperukan oleh tanaman.

Silika Hara Penting Tanaman Padi, Gunakan Silika Cair Tenaz

Silika Hara Penting Tanaman Padi, Gunakan Silika Cair Tenaz

Silika, Silikat, atau Silikon (Si) merupakan unsur hara yang memberi banyak manfaat bagi tanaman padi, juga tanaman akumulator Silika lainnya seperti jagung dan tebu.  Peran Hara Si bagi tanaman unsur hara Silika dapat menstimulasi fotosintesis dan translokasi karbon dioksida (CO2).

Silika yang terakumulasi pada daun padi berfungsi menjaga daun tetap tegak sehingga membantu penangkapan cahaya matahari dalam proses fotosintesis dan translokasi CO2 ke malai.

Unsur Si juga dapat mengurangi cekaman abiotik, seperti suhu, radiasi cahaya, angin, air, dan kekeringan, serta meningkatkan resistensi tanaman terhadap cekaman biotik, seperti serangan penyakit dan hama.

Unsur Silika juga memperkuat jaringan tanaman sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit dan hama.

Pertanyaannya dimana kita memperoleh unsur hara Silika tersebut?

Sumber-Sumber Unsur Hara Silika

Menurut Husnain, sumber hara Silika untuk tanaman padai dapat diperoleh dari sumber berikut:
Sumber Bahan Organik

  • Jerami, mengandung SiO2 hingga 20% atau lebih dan merupakan sumber utama Si yang mudah tersedia. Aplikasi jerami ke dalam tanah sawah meningkatkan kandungan Si tersedia menjadi dua kali lipat dibanding tanpa jerami.
  • Sekam padi, umumnya proporsinya 20% dari bobot gabah. Sekam mengandung 20% SiO2 sehingga merupakan salah satu sumber Silika yang potensial. Abu sekam padi merupakan sumber unsur Silika yang lebih baik dibandingkan dengan sekam. Namun, abu sekam padi yang dapat menjadi sumber Silika adalah yang dibakar pada suhu rendah dan waktu pembakaran yang lama.  Pembakaran sekam padi pada suhu tinggi akan mengubah bentuk Silika dalam tanaman menjadi kristal kristobalit yang sulit tersedia bagi tanaman.
  • Kompos, merupakan sumber unsur hara termasuk Silika karena mengandung sisa-sisa tanaman yang mengandung Si. Kompos jerami merupakan sumber utama Silika yang mengandung kurang lebih 20% SiO2.
  • Phytolith atau disebut pula biogenic Si. Unsur hara Silika dalam larutan tanah yang diserap tanaman langsung ditranslokasi ke bagian-bagian tanaman yang membutuhkan dan mengakumulasi Silika, yang selanjutnya akan menumpuk pada bagian tersebut sampai tanaman mati. Setelah tanaman mati, bagian tanaman tersebut akan kembali ke dalam tanah sebagai sumber stok Silika.

Silika dari limbah pabrik

  • Fly ash batu bara dan slag pabrik baja.  Limbah PLTU yang berupa fly ash selama ini hanya menumpuk dan belum dimanfaatkan.  Pada tahun 2006, limbah fly ash ini mencapai 2 juta ton. Fly ash batu bara mengandung Si sekitar 40%. Namun, selain SiO2, fly ash juga mengandung Fe2O3 dan Al2O3 sehingga penggunaannya sebagai sumber hara Si perlu mempertimbangkan kandungan Fe dan Al.
  • Campuran fly ash dengan kalium karbonat, magnesium hidroksida dan calcined yang dibakar pada suhu 900 0C.
  • Kalium silikat cair yang dihasilkan dengan melarutkan kalium silikat dan kalium karbonat dalam air, merupakan pupuk Si yang tersedia cepat bagi tanaman.
  • Slag pabrik baja, mengandung SiO2 tinggi namun perlu memerhatikan kandungan logam berat yang berbahaya bagi tanaman.
  • Silika gel, sekarang mulai banyak diproduksi dalam bentuk silika gel biasa maupun nano silika gel yang memiliki keunggulan sebagai pupuk Si yang cepat tersedia bagi tanaman.

Pupuk Silika Granul

SilikagranuleBeberapa pupuk Silika telah dijual secara komersial di luar negeri, terutama di Jepang dan Rusia seperti kalsium silikat slag, fuse magnesium fosfat, kalium silikat, porous hydrate kalsium silikat, dan silika gel.
Beberapa referensi mengemukakan besaran dosis Silikia yang diaplikasikan pada tanaman adalah sebagai berikut:

  • Makarim et el menyebutkan untuk lahan sawah optimal (sawah irigasi) pupuk silikat diformulasikanmengandung SiO2 20-22%; P2O5 10-12%; dan dosis pemberiannya sebanyak 200 kg/ha.
  • Gufron (…) menyebutkan kebutuhan nutrisi silika pada tanaman golongan gramenae tergolong sangat tinggi, tanaman padi mengangkut silika 100-300 kg/Ha dan tanaman tebu mengangkut silika 500-700 kg/Ha dalam sekali panen.
  • Husnain et all , menyebutkan pupuk silica granul dengan kadar SiO3 (30%), pada lahan sawah terdegradasi, semua jerami padi dikembalikan ke tanah, dan diberi pupuk silika 1 ton per hektar.

Tenaz, Nutrisi Silika Cair

silika cair Tenaz Jika membandingkan dengan pupuk silika granul yang membutuhkan dosis antara 200 kg sampai 1 ton per hektar, kini dipasaran sudah tersedia pupuk atau nutrisi Silika dalam bentuk cair. Produk ini dijual dengan merek TENAZ. Silika Tenaz dibuat oleh Taminco dimana sekarang Taminco menjadi subsidiari dari EASTMAN, perusahaan yang bergerak pada perlindungan tanaman (crop protection) dan kimia lainnya dan dibuat di Belgia.

Spesifikasi Silika Tenaz adalah sebagai berikut:

  • Produk Taminco, Belgia; Taminco Technology
  • Patent produk : Patent WO/2011/120872
  • Dosis rendah pada padi : 1-2 lt/ha
  • Silika Tenaz dalam bentuk monomer yang mudah diserap tanaman
  • Kandungan silika Tenaz 1,3% dalam bentuk tersedia (siap diserap oleh daun/tanaman)
  • “Nutrisi” yang kompatibel dengan pestisida lain
  • Meningkatkan ketahanan terhadap “stress” yang akibat lingkungan biotik & abiotik
  • Mampu meningkatkan hasil.
  • Tidak beracun, & tidak memiliki residu pada tanah.
  • Kandungan mikro lainnya: Mo (10 ppm), Co (5 ppm), N (2,8%), dan K2O (0,6%)

Silika Tenaz lebih praktis dan ekonomis dibandingkan dengan silika granul dan dosis anjuran hanya membutuhkan 1-2 liter per hektar. Silika Tenaz sudah dilakukan pengujian dibeberapa Negara dan terbukti mampu meningkatkan hasil 10-20%, dan rata sebesar 10%.

Di Indonesia, Silika tenaz dipasarkan oleh PT. Rolimex Kimia Nusamas dan sudah banyak dikenal dikalangan petani padi. Menurut para petani dari berbagai tempat yang ditemui secara terpisah menyatakan Silika Tenaz terbukti memberikan hasil yang meningkat, selain efek yang terlihat pada fisik tanaman padi adalah batang yang tegak, tumbuh serempak, tidak mudah roboh, akan dan anakan banyak.

Sumber :

  • Gufron ….. dalam diponnanotech.blogspot.co.id. Silika (Si) : Hara Penting Pada Sistem Produksi Padi. Diponnanotech.blogspot.co.id
  • Husnain,… Sumber Unsur Hara Silika (Si) Untuk Pertanian. Balai Penelitian Tanah. Balai Penelitian Tanah, Bogor. Volume 33 Nomor 3, 2011
  • Husnain, Rosmimi, Ibrahim Adami, Adha Siregar, dan Sri Rochayati, …. Silica Fertilizer. Balai Penelitian Tanah, Bogor.
  • A.K. Makarim, E. Suhartatik dan A. Kartohardjono1. 2007. Silikon: Hara Penting pada Sistem Produksi Padi. Peneliti Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.
  • Bahan presentasi Tenaz, Taminco.

Silika Sangat diperlukan oleh Tanaman Padi, Ini Alasannya

Unsur hara Silika berperan penting dalam tanaman padi, dan Silika kini perlu diperhitungkan kembali sebagai salah satu hara yang harus masuk daftar prioritas nutrisi diaplikasika pada tanaman padi. Tulisan ini masih melanjutkan kutipan dari jurnal yang ditulis Makarim el. All (2007) pada jurnal “Silikon: Hara Penting pada Sistem Produksi Padi”.

Makarim et. All (2007) menyebutkan peran Silika dalam meningkatkan produktivitas padi dengan cara :

  1. Membaiknya sistem fotosintesis karena daun yang terlapisi silikat lebih tegak tidak terkulai; serta daya serap akar lebih baik terhadap hara, sedangkan kelebihan besi (Fe), aluminum (Al), dan mangan (Mn) yang sering menghambat perkembangan akar dapat dikurangi.
  2. Silika dapat melindungi permukaan jaringan tanaman sehingga tanaman lebih tahan terhadap penyakit, hama, dan kekeringan dengan cara mengurangi evaporasi berlebihan. Ini memungkinkan penggunaan pestisida dapat dikurangi, sebagian atau seluruhnya disubstitusi dengan silikat sehingga sistem budi daya padi lebih ramah lingkungan.
  3. Meningkatkan kualitas gabah/beras, silikat melindungi kulit gabah sejak perkembangannya (fase bunga, matang susu, hinggamatang) dari hama penghisap dan jamur jelaga sehingga gabah tetap bersih dan berisi.

Seperti yang dilaporkan oleh (1987) dalam Makarim, et all (2007), neraca hara silika pada pertanaman padi sebanyak 5,0 ton GKG/ha di Jepang sebagai berikut:

Neraca Hara Silika pada Tanaman Padi di Jepang

Jumlah Silika (kg SiO2/Ha)
Silika ke luar sistem
   * Si terserap tanaman 995
Silika masuk ke dalam sistem
   * Si dari pupuk 140
   * Si dari kompos 100
   * Si dari air irigasi 291
   * Si asal tanah (terkuras 564

Sumber: Yakabe (1987) dalam Makarim (2003): Silikon, Hara Penting Tanaman Padi

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa kandungan silika pada lahan sawah cenderung negatif, karena tanah sawah secara terus-menerus mengeluarkan silika untuk mempertahankan pertumbuhan tanaman padi tetapi input Silika tidak ada.

Menyadari hal tersebut, maka harus ada masukan (input) unsur hara silika ke dalam tanah agar terjadi keseimbangan.  Apabila tanah sawah tidak cukup persediaan silikanya maka akan terjadi defisiensi hara dan pada akhirnya lahan tidak produktif dan tanaman tidak tumbuh optimal.

Penan Penting Silika pada Tanaman Padi

Silika mempunyai peranan penting untuk tanaman padi, selain juga pada tanaman tebu, jagung dan tanaman lain yang bersifat akumulator silika.  Peranan Silika dalam tanaman padi adalah :

  1. Meningkatkan hasil produksi tanaman, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit;
  2. Meningkatkan efisiensi dan translokasi hasil fotosintesis;
  3. Memperkuat akar tanaman serta meningkatkan root oxidizing power yang dapat meningkatkan ketahanan terhadap keracunan Fe, Al, dan Mn;
  4. Diprediksi dapat menurunkan penggunaan pupuk fosfat dan urea hingga lebih dari 50 % dosis standar;
  5. Memperkuat batang tanaman sehingga dapat mengurangi kerobohan;
  6. Menekan laju transpirasi sehingga efisien dalam menggunakan air dan lebih tahan terhadap kekeringan;
  7. Menetralkan pH tanah di Indonesia yang cenderung bersifat asam karena pemberian urea dan pestisida.

Kebutuhan Hara Silika Pada Tanaman Padi

Sumber Silika diantaranya adalah air dari irigasi.  Banyaknya Silika dari air irigasi menentukan perlu/tidaknya pemberian Silika untuk tanaman padi.  Sebagai gambaran, dari 380 contoh air sungai di Jepang konsentrasi SiO2 rata-rata 21,6 ppm; terendah 4,1 ppm dan tertinggi 61,5 ppm.

Apabila jumlah air irigasi untuk pertanaman padi diperlukan sebanyak 14.000 ton/ha/musim maka jumlah silikat yang masuk ke dalam sistem rata-rata adalah 302 kg SiO2/ha.

Berdasarkan perhitungan neraca seperti di atas,maka untuk padi gogo dan padi sawah tadah hujan yang tidak menerima air irigasi atau Silika dari air irigasi, maka pengurasan Silika akan lebih besar lagi. Oleh karena itu tanaman padi gogo dan padi sawah tadah hujan lebih berpeluang kahat silikat dibandingkan padi sawah, serta tanamannya lebih rentan terserang hama dan penyakit, terutama blas.

Makarim menyebutkan untuk lahan sawah optimal (sawah irigasi) nutrisi silika diformulasikan mengandung SiO2 20-22%; P2O5 10-12%; dan dosis pemberiannya sebanyak 200 kg/ha.

Untuk lahan padi lainnya seperti sawah tadah hujan, lahan kering dan lahan rawa pasang surut formulasi nutrisi silika mengandung SiO2 24-26%; P2O5 10-12%; dengan dosis pemberiannya sebanyak 200 kg/ha.

Mengingat peran silika pada tanaman padi hingga perlu ditindaklanjuti dengan aplikasi di lahan pertanian sawah agar mampu mendukung peningkatan produksi padi nasional.

Silika Mampu Mengendalikan Hama Penggerek Batang Pada Tanaman Padi

Silika Mampu Mengendalikan Hama Penggerek Batang Pada Tanaman Padi

Sebagaimana sudah diuraikan pada bagian pertama, bahwa unsur silika sangat diperlukan untuk tanaman padi dan khususnya tanaman pada golongan graminae.  Meskipun sebenarnya silika dibutuhkan oleh semua jenis tanaman. Namun golongan graminae-lah yang lebih responsif terhadap unsur hara silika.

Silika juga ternyata mampu mengendalikan hama penggerek batang pada tanaman padi, seperti beberapa penelitian yang ditulis oleh Makarim el. all (2007) pada jurnal “Silikon: Hara Penting pada Sistem Produksi Padi”. Ini adalah bagian terakhir dari tiga bagian tulisan mengenai Peran Unsur Hara Silika Pada Tanaman Padi, tulisan pertama mengenai “PERAN UNSUR HARA SILIKA PADA TANAMAN PADI” dapat lihat disini dan kedua mengenai “SILIKA MAMPU MENGENDALIKAN PENYAKIT BLAS PADA TANAMAN PADI” dapat dilihat disini.

Peran Silika dalam Ketahanan Tanaman Padi terhadap Hama

Pertanaman padi di lapang selalu diserang oleh berbagai hama, diantaranya yang utama adalah penggerek batang padi (PBP).

Ada 4 jenis PBP yang ditemui di lapangan dan yang terbanyak yaitu penggerek batang padi kuning (PBPK). Larva PBPK meyerang tunas muda, serangan pada stadia tanaman vegetatif disebut sundep dan serangan pada stadia tanamaan generatif disebut beluk.

Serangan selama lima tahun terakhir, sejak tahun 2000 -2005, berturut-turut 92.150 ha; 93.596 ha; 75.921 ha; 86.322 ha; 77.314 ha dan 89.617 ha (Dir Perlintan 2006).

Berbagai upaya dilakukan untuk mengendalikan hama ini diantaranya dengan menggunakan insektisida. Pengendalian dengan insektisida merupakan cara konvensional dan akan berpengaruh terhadap serangga bukan sasaran serta mencemari lingkungan. Oleh sebab itu, perlu diupayakan alternatif pengendaliannya.

Penelitian membuktikan bahwa pemberian silika dapat menekan serangan hama seperti penggerek batang, wereng coklat, wereng hijau, dan hama punggung putih (Ma dan Takahashi 2002).

Larva yang memakan tanaman yang mengandung SiO2 kadar tinggi mengakibatkan alat mulutnya aus, sehingga tanaman terhindar dari serangannya (Sasamoto 1961).

Senyawa SiO2 dapat diformulasikan pula dalam bentuk pupuk.  Bila pupuk SiO2 tersebut diaplikasikan pada tanaman, maka kandungan SiO2 tanaman akan meningkat, sehingga OPT tidak menyukainya. Pengaruh pemberian silika terhadap tingkat serangan penggerek batang padi yang diekspresikan dalam bentuk jumlah larva dan berat kotorannya disajikan dalam Tabel berikut.

Pengaruh Pemberian Silika (dalam bentuk gel) terhadap Indikator Serangan Penggerek Batang Padi

Indikator Serangan Penggerek Batang Jumlah Pemberian Silika Gel (gram/pot)
0 1,5 4,5 6,0
Sio2 dalam batang (%) 1,35 1,71 2,02 2,11
Jumlah larva penggerek batang 22 7 4 2
Bobot kotoran (mg) 139 29 11 9

Sumber: Ohyama (1985) dalam Makarim et. all. (2007)

Semakin tinggi jumlah silika gel yang diberikan semakin tinggi konsentrasi SiO2 dalam batang padi. Jumlah larva yang dapat menggerek batang padi berkadar Silika rendah (1,35%) lebih banyak (22 ekor) dibandingkan dengan yang menggerek batang padi berkadar Silika tinggi (2 ekor).  Demikian pula jumlah kotoran larva yang dikumpulkan lebih berat pada yang tidak diberi silika yaitu 139 gram, sedangkan yang diberi silika dosis tertinggi hanya 2 gram/pot yang mengindikasikan menurunnya serangan penggerek batang padi dengan pemberian silika.

Sumber: Makarim, AK, E. Suhartatik, A. Kartohardjono. 2007. Silikon: Hara Penting pada Sitem Produksi Padi. Iptek Tanaman Pangan Vol. 2 No. 2 2007

Silika Mampu Mengendalikan Penyakit Blas Pada Tanaman Padi

Ini adalah bagian kedua dari tiga bagian tulisan mengenai Peran Unsur Hara Silika Pada Tanaman Padi, tulisan pertama dapat lihat disini.

Sebagaimana sudah diuraikan pada bagian pertama, bahwa unsur silika sangat diperlukan untuk tanaman padi dan khususnya tanaman pada golongan graminae. Meskipun sebenarnya silika dibutuhkan oleh semua jenis tanaman. Namun golongan graminae-lah yang lebih responsif terhadap unsur hara silika.

Penelitian terbaru mengenai unsure hara silika, Silika selain mampu memperbaiki fisiologis dan metabolis tanaman dengan cara menjadikan tanaman memiliki bentuk lebih tegak (tidak terkulai), juga mampu mengendalikan penyakit tanaman padi dalam hal ini adalah blas (blast) yang disebabkan oleh cendawan atau jamur Pycularia sp.
dan busuk batang (steam root) yang disebabkan oleh patogen Rhizoctonia solani.

Berikut adalah bagian kedua dari kutipan artikel “Silikon: Hara Penting pada Sistem Produksi Padi”, yang ditulis oleh Makarim, et.all (2007).

Pernan Silika dalam Ketahanan Tanaman Padi Terhadap Penyakit

Penyakit blas yang disebabkan oleh cendawan Pyricularia grisea (Cooke) Sacc. (Rossman et al. 1990) merupakan salah satu masalah utama dalam budidaya padi, terutama pada pertanaman padi gogo.  Penyakit blas menyerang tanaman padi mulai dari tanaman muda sampai pada pengisian bulir padi.  Gejala penyakit blas dapat muncul pada daun, buku batang, dan leher malai.  Secara umum ada dua jenis serangan blas yaitu blas daun yang menyerang tanaman pada fase vegetatif dan blas leher malai yang menyerang pada awal pembungaan (Bonman 1992).

Serangan yang serius pada fase vegetatif dapat menyebabkan matinya tanaman dan pada fase generatif dapat menyebabkan patahnya leher malai dan bulir padi yang hampa (Ou 1985).  Pada varietas yang rentan seperti PB36 dan PB50, serangan blas leher mencapai 90% dan kehilangan hasil pada varietas rentan Bicol dapat mencapai 50-90% (Amir dan Kardin 1991).

Ketahanan tanaman padi terhadap penyakit blas dipengaruhi oleh adanya gen ketahanan pada tanaman inang, patogenesitas cendawan P. grisea dan faktor lingkungan (Ou 1985).

Penyakit blas yang biasanya menyerang tanaman padi lahan kering (gogo), dilaporkan Amir et all. (2000) juga menyerang pertanaman padi sawah. Varietas padi sawah IR64 dan Gilirang menunjukkan reaksi rentan terhadap penyakit blas. Dalam interpretasi lain, tanaman padi pada kondisi lahan kering (gogo) memang memiliki kandungan silika yang lebih rendah dibandingkan pada lahan sawah, karena ketersediaan silika pada lahan kering relatif lebih rendah dibandingkan pada lahan sawah.

Akibatnya, tanaman padi gogo lebih sering terkena penyakit blas dan penyakit tanaman lainnya. Munculnya blas di lahan sawah, diduga disebabkan oleh kandungan silika pada lahan sawah sudah mulai menurun, karena pengelolaan yang intensif sehingga kehilangan silikon tinggi (terdegradasi).

Hal ini menyebabkan tanaman padi di sawahpun dapat terkena penyakit blas, begitu pula penyakit-penyakit tanaman lainnya. Untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran penyakit blas pada padi sawah, maka perlu mendeteksi kemungkinan kahat Silika pada tanaman padi.

Seperti telah dikemukakan sebelumnya, tanaman cukup Silika memiliki lapisan epidermis yang kuat yang dapat meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap serangan penyakit. Pengaruh pemberian silika (1,8 ton kalsiumsilika) dan pupuk N bertingkat terhadap tingkat serangan penyakit blast disajikan pada Tabel Serangan penyakit blast daun dan blas leher meningkat dengan pemberian pupuk N apabila silika tidak diberikan.

Pengaruh Pemberian Si dan N bertingkat pada Serangan Penyakit Blas pada Tanaman Padi di Jepang Timur Laut

Tingkatan N
(kg N/Ha)
Tingkatan Infeksi Blas Kadar SiO2 daun (%)
pada fase Berbunga
Kadar N Daun (%)
pada fase Berbunga
– Si + Si – Si + Si – Si + Si
0 6,4 2,6 6,5 9,4 2,3 2,26
36 9,5 1,7 4,5 9,2 2,38 2,14
72 16,7 2,6 3,9 7,9 2,40 2,39
108 19,3 5,0 3,3 7,8 2,73 2,24

Sumber : Ohyama (1985) dalam Makarim (2007)

Dengan pemberian silika, serangan blast menurun drastis.  Ini membuktikan bahwa hara N membuat daun lebih lemah (succulent) sehingga rentan terhadap serangan penyakit seperti blast, sedangkan pemberian silika dapat meningkatkan konsentrasi silika pada daun ataumelindungi daun sehingga lebih kuat dan serangan blast menurun. Penyakit lainnya seperti busuk batang pada padi berkurang dengan pemberian silika sudah lama dilaporkan (Yoshii et al. 1958).

Sumber: Makarim, AK, E. Suhartatik, A. Kartohardjono. 2007. Silikon: Hara Penting pada Sitem Produksi Padi. Iptek Tanaman Pangan Vol. 2 No. 2 2007

Peran Unsur Hara Silika pada Tanaman Padi

Kini peranan silika pada tanaman padi semakin mendapat perhatian, berikut ini adalah kutipan artikel “Silikon: Hara Penting pada Sistem Produksi Padi”, yang ditulis oleh Makarim, et.all yang saya bagi menjadi 3 bagian.

Bagian pertama mengulas Peranan hara silika pada tanaman padi, bagian kedua mengenai Peran Silika Dalam Ketahanan Tanaman Padi terhadap Penyakit, dan bagian ketiga mengenai Peran Silika dalam Ketahanan Tanaman Padi terhadap Hama.

Tanpa mengurangi arti, artikel ini sudah mengalami editing dan formatting dari versi aslinya untuk memudahkan pembaca versi blog.

Silika atau Silikon atau Silikat (selanjutnya dalam bahasan ditulis silika) dengan kode unsur kimia Si, tidak termasuk hara esensial tanaman pada umumnya, dikarenakan fungsinya secara fisiologis belum diketahui.

Menurut definisi, unsur kimia mineral dapat dikatakan hara esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman apabila:
(1) unsur tersebut terlibat atau berfungsi dalam metabolism tanaman; dan
(2) tanaman tidak dapat melengkapi daur hidupnya bila tanpa unsur tersebut (Tisdale et al. 1993).

Namun demikian, manfaat unsur Si pada tanaman-tanaman graminea, terutama padi dan tebu cukup penting dan telah diketahui sejak lama. Si diperlukan untuk menjadikan tanaman memiliki bentuk daun yang tegak (tidak terkulai), sehingga daun efektif menangkap radiasi surya dan efisien dalam penggunaan hara N yang menentukan tinggi/rendahnya hasil tanaman.

Tanaman cukup Si memiliki daun yang terlapisi silikat dengan baik, menjadikannya lebih tahan terhadap serangan berbagai penyakit yang diakibatkan oleh fungi maupun bakteri seperti blas, HDB.

Dengan Silika, batang tanaman menjadi lebih kuat dan kekar, sehingga lebih tahan terhadap serangan penggerek batang, wereng coklat, dan tanaman menjadi tidak mudah rebah. Silika juga menyebabkan perakaran tanaman lebih kuat, intensif, dan menaikkan root oxidizing power, yaitu kemampuan akar mengoksidasi lingkungannya seperti ion fero (Fe2+) menjadi feri (Fe3+) sehingga pada lahan yang banyak besinya, tanaman tidak/sedikit mengalami keracunan besi atau lebih tahan; demikian pula Mn2+ yang biasanya dalam jumlah banyak meracuni tanaman menjadi berkurang karena teroksidasi menjadi Mn4+.

Tanaman yang kekurangan Silika banyak kehilangan air dari tanaman (transpirasinya tinggi), karena permukaan daunnya kurang terlindungi silikat, sehingga tanaman mudah kekeringan. Pemberian Silika menyebabkan tanaman lebih tahan kekeringan.

Pada tanaman padi fase anakan hingga inisiasi malai, batas kritik kandungan Silika pada daun <5%, sedangkan pada fase pemasakan gabah tanaman yang kahat Silika, jeraminya mengandung <5%. Nilai optimal konsentrasi Silika dalam jerami adalah 8-10%.

Bahkan menurut Tisdale et al. (1993) tanaman padi tanggap terhadap pemberian Silika apabila jerami padi mengandung Silika kurang dari 11%.

Silika banyak terdapat pada lapisan epidermis di daun, pelepah daun dan batang (Takahashi 1995).

Silikat diserap oleh akar, ditranslokasikan ke daun sehingga jaringan tersebut mengeras akibat Silika. Serapan silikat pada tanaman padi sebanyak 6 kali serapan K, 10 kali serapan N, 20 kali serapan P2O5, dan 30 kali serapan kalsium.

Secara umum pemberian silikat dapat memperbaiki fungsi fisiologi tanaman dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama, penyakit dan terhadap kerebahan. Pengaruh pemberian silikat paling nyata bila diberikan pada stadia generatif (perpanjangan bakal bunga), pemberian pada stadia vegetatif pengaruhnya tidak begitu besar terhadap komponen hasil padi (Takahashi 1995).

Penambahan silikat pada tanaman padi dapat meningkatkan jumlah gabah per malai dan bobot gabah isi per rumpun (Takahashi 1995).

Peningkatan serapan silikat dapat menjaga daun tetap tegak sehingga fotosintesis dari kanopi dapat meningkat sampai 10% (Cock and Yoshida 1970 dalam Yoshida 1981).

Sumber: Makarim, AK, E. Suhartatik, A. Kartohardjono. 2007. Silikon: Hara Penting pada Sitem Produksi Padi. Iptek Tanaman Pangan Vol. 2 No. 2 2007

<