Apa itu Pertanian Organik?

Apa itu Pertanian Organik?

Pengertian Pertanian Organik

Pertanian organik (Organic Farming) adalah suatu sistem pertanian yang mendorong tanaman dan tanah tetap sehat melalui cara pengelolaan tanah dan tanaman yang disyaratkan dengan pemanfaatan  bahan-bahan organik atau alamiah sebagai input, dan menghindari penggunaan pupuk buatan dan pestisida kecuali untuk bahan-bahan yang diperkenankan ( IASA, 1990).

Hasil dari pertanian organik adalah produk organik.

Produk organik didefinisikan sebagai produk (hasil tanaman/ternak yang diproduksi melalui praktek-praktek yang secara ekologi, sosial ekonomi berkelanjutan, dan mutunya baik (nilai gizi dan keamanan terhadap racun terjamin). 

Oleh karena itu pertanian organik tidak berarti hanya meninggalkan praktek pemberian bahan non organik, tetapi juga harus memperhatikan cara-cara budidaya lain, misalnya pengendalian erosi, penyiangan  pemupukan, pengendalian hama dengan bahan-bahan organik atau non organik yang diizinkan. 

Budidaya organik tidak hanya untuk menghasilkan produk organik tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan siklus biologi dengan melibatkan mikro organism, flora, fauna, tanah, mempertahankan dan sekaligus meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan segala bentuk polusi dan mempertimbangkan dampak social ekologi yang lebih luas.

Pertanian Organik Absolut Vs Pertanian Organik Rasional

Sistem pertanian yang sama sekali tidak menggunakan input kimia anorganik (kecuali yang diizinkan) tetapi hanya menggunakan bahan alami berupa bahan atau pupuk organik disebut sebagai Sistem Pertanian Organik Absolut. 

Sistem pertanian yang menggunakan bahan organik sebagai salah satu masukan yang berfungsi sebagai pembenah tanah dan suplemen pupuk buatan (kimia anorganik), disertai dengan aplikasi herbisida dan pestisida secara selektif dan rasional dinamakan Sistem Pertanian Organik Rasional (Fagi dan Las, 2007).

Yang dimaksud dengan produk organik dari suatu sistem pertanian organik dalam konteks pertanian organik standar tentunya mangacu pada sistem pertanian organik absolut. 

Selama ini masih banyak kalangan masyarakat yang beranggapan bahwa pertanian organik adalah produk yang dihasilkan dari suatu pertanaman/lahan (produk) yang telah menggunakan/memanfaatkan bahan organik dalam proses produksinya, sekalipun dalam sistem produksi masih digunakan pupuk/pestisida anorganik atau belum memenuhi standar organik yang ditetapkan oleh IFOAM.

Jenis Pupuk yang Digunakan oleh Petani Organik

Dalam mendukung pertanian organic absolut kini telah tersedian produk dari Bengkel Tani Malang (Produk BeTa), meski untuk sementara ini Untuk Kalangan Sendiri :

1. BeTa cair

Adalah biang probiotik berbasis herbal dll. Sangat cocok untuk membantu kesembuhan berbagai penyakit, meskipun bisa diperbanyak jadi probiotik cair multifungsi untuk kegiatan pertanian, peternakan dan perikanan.

Jenis mikrobanya sangat aman untuk manusia dan hewan ternak.

2. BeTa padat

Adalah biang probiotik berupa padatan yang bisa dijadikan probiotik cair.  Jenis probiotik BeTa padat ini mirip dengan BeTa cair (sedikit lebih unggul BeTa cair, karena diramu khusus untuk kesehatan). BeTa padat ada 2 versi :

  1. Lembab (mikroba nya aktif)
  2. Tepung kering (awet disimpan)

3. POC BeTa

Yakni pupuk cair yang berisi mikroba lengkap dan agen hayati lengkap, plus nutrisi dan berbagai jenis hormon.  Bisa dijadikan starter pembuatan pupuk organik yang disebut “kompos plus”

4. Pupuk Granule BeTa (Kendi Mas)

Produk-NPK-Kendi-Mas

Adalah pupuk lengkap seperti ide pembuatan kompos plus tapi dibuat secara profesional dengan peralatan standart di pabrik pupuk berlisensi.

  1. Bisa digunakan untuk segala jenis tanaman
  2. Bisa digunakan sebagai starter pembuatan kompos plus
  3. Bisa ditabur di kandang untuk menghilangkan bau dan membantu kesehatan ternak.
  4. Bisa dicampur ke pakan unggas (cukup 1%) untuk mendongkrak pertumbuhan dan membantu kesehatan ternak.
  5. Bisa ditabur ke kolam/tambak, untk membantu menjaga kualitas air dan pakan alami (plankton, kutu air, cacing sutra dll)
  6. Bisa dicampur pelet ikan (1-2%), untuk membantu pencernaan dan mendongkrak pertumbuhan ikan/udang.
  7. Bisa ditabur di selokan, limbah organik dll utk membantu penguraian bahan organik sekaligus menghilangkan bau.

5. AGP = Antibiotik Growth Promoter

Yakni antibiotik yang berfungsi sekaligus sebagai hormon pertumbuhan.   Terbuat dari 100% bahan organik.  Berfungsi sebagai antibiotik, pemalu tumbuh, dan membantu kesehatan ternak maupun ikan.

Cara aplikasi: Sebaiknya dijadikan probiotik cair seperti cara mengaktifkan BeTa padat

6. Nano Mikro

Adalah unsur mikro lengkap yang difermentasi dan ditune-up dengan berbagai bahan khusus.  Sangat bagus untuk fase generatif /pembuahan tanaman. Sekaligus mencegah serangan hama penyakit tanaman.  Dilengkapi dengan berbagai jenis hormon.

Bisa juga diaplikasikan ke kolam maupun campuran pakan ternak dengan dosis sangat rendah.

8. Bubur bordeaux

Adalah pestisida semi organik yang sangat bagus untuk mengatasi dan mencegah serangan berbagai hama penyakit tanaman. Bisa juga digunakan untuk steril lahan, steril kolam dll. Sehingga tidak mengandalkan pestisida kimia lagi

9. Nano ion , pembesar buah.

10. Terra, pembenah tanah, penaik ph.

11. Perekat organik.

Kredit : sulsel.litbang.pertanian.go.id

Bagaimana Cara Pemupukan Yang Baik Dan Benar

Bagaimana Cara Pemupukan Yang Baik Dan Benar

Pemupukan alias memberi pupuk, adalah pekerjaan yang kelihatannya spele dan mudah.   Namun pekerjaan ini ternyata banyak yang belum paham dengan cara pemupukan yang benar. Sebagai petani kita harus paham telebih dahulu mengenai jenis tanaman yang kita tanam, keadaan lahan (tanah), fase-fase pertumbuhan tanaman, dan tujuan dari pemupukan.

Setiap jenis tanaman memerlukan pupuk yang berbeda kandungan nutrisinya (baca: pupuk).  Setiap jenis lahan memerlukan perlakuan yang berbeda dalam pemupupukannya.  Lahan yang subur tentu lebih sedikit unsur nutrisi tambahan jika dibanding dengan lahan kritis. 

Setiap fase pertumbuhan juga berbeda nutrisinya, fase vegetatif mungkin lebih banyak membutuhkan unsur N dan K, sedangkan fase generatif lebih banyak membutuhkan unsur K dan juga mikro lainnya. 

Pemupukan juga berbeda tujuannya, ada yang memberikan pupuk untuk menstimulasi pembuahan, memperberat bobot, membuat manis dan lain seterusnya.

Sampai disini ternyata pemupuka memelukan keahlian tersendiri, dimana petani harus benar-benar memahami dan mampu menerapkan pola pemupukan yang benar juga baik.  Pada hakekatnya adalah mampu mengurus tanah lahan pertaniannya, jika kondisi tanah sudah sesuai dengan prasyarat tumbuh tanaman maka tanaman akan tumbuh normal dan berproduksi sesuai yang diharapkan.

Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pemupukan

Apabila ingin mendapatkan hasik pemupukan yang berhasil baik dan pada akhirnya tanaman menghasilkan lebih banyak hasil panen, maka yang harus diperhatikan dalam pemupukan adalah:

1. Nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) harus tinggi

Nilai Tukar Kation wajib tinggi, karena tanaman itu menyerap nutrisi  dalam bentuk kation.  Bukan menyerap unsur N, P, K dan lainnya.

Jika KTK rendah maka daya serap rendah. KTK yang bagus jika ada kandungan c-organik yang cukup.  Hal ini penting kerena jika tidak diperhatikan maka apapun pupuknya tidak akan terserap oleh akar tanaman.

Karena yang terserap tanaman dalam bentuk kation, maka KTK harus tercukupi.  Oleh karena itu agar nilai KTK tercukup maka c-organik harus menjadi salah satu unsur yang penting dalam pupuk yang digunakan.

Pada dasarnya para petani jarang mengukur berapa nilai KTK dilahan pertaniannya.  Untuk mengatasi hal ini, secara sederhananya mengadakan unsur c-organik dalam pupuk kandang (kohe), dan asam humat.  Minimal 1 ton pupuk kandang untuk lahan 1 ha.

Agar pupuk bisa terserap dengan baik oleh tanaman maka bahan organik yang dimasukan seperti kotoran hewan, daun-daunan, rumput  dll. harus difermentasi terlebih dulu dengan memaakai QRR (minimal 2 minggu),

Dengan fermentasi selama 2 minggu maka nilai KTK akan cukup matang.  Bahan organik mentah atau matang tidak diukur dari lamanya fermentasi tapi dari matang atau tidaknya bahan tersebut terfementasi.

Asam humat yang diperlukan 8-10 liter per ha atau 10 hari sekali masuk asam humat agar nilai KTK terjaga.

2. Derajat Keasaman tanah

Jika pH tanah berada pada nilai dibawah 5,5 maka yang akan dominan pada tanah tersebut adalan unsur unsur asam yaitu Al dan Fe.  Jika unsur itu dominan maka akan mengikat unsur Posfor sehingga tanaman tidak akan sempurna menyerap nutrisi makro N, P, K karena terikat kedua unsur tersebut.

pH tanah harus stabil dan diatas 6 agar unsur yang dominan adalah Ca dan Mg.  Jika unsur yang dominan Ca dan Mg maka pH akan naik.

Agar tanaman menyerap Ca dan Mg dengan baik maka unsur Ca dan Mg harus rutin masuk bersama nutisi lain setiap satu minggu sekali.

3. Kejenuhan basa

Semakin tinggi kejenuhan basa (ca dan Mg) akan berbanding lurus dgn keasaman.  Unsur Ca dan Mg bisa diperoleh dari kapur.

4. Tekstur tanah

Tekstur tanah terkait dengan nilai KTK seperti yang sudah dibawah di atas.  Unsur makro seperti N, P, K, Ca, Mg, S masalahnya bukan mahal atau murah tapi bisa nggak diserap tanaman.  Unsur tersebut akan dapat dengan mudah diserap jika Niai KTK dan pH sesuai, kejenuhan basa sesuai.  Jika semua unsur tersebut terpenuhi maka nutrisi apapun yang dimasukin atau yang diaplikasikan pada tanah akan terserap tanaman.  Terlebih jika asam humat dan asam vulvat secara berkala dan unsur Ca dan Mg juga diberikan.

Karena unsur-unsur itu terserap tanaman dalam proses pertumbuhannya maka selama itu juga jumlahnya menjadi berkurang sehingg harus ditambahkan terus menerus secara rutin.

Patokan sederhana bahan yang harus dimasukan pada tanah agar selalu terjaga KTK dan pH selalu stabil adalah:

  • C-oraganik sebanyak 1 ton
  • Ca dan Mg ditambahkan setiap 1 minggu sekali.
  • Aplikasi asam humat 8 liter dicampur air jadi 400 liter/ha
  • Sekam bakar atau biochar itu kandungan Ca-nya  kecil jadi harus ditambah
  • Bahan c-organik yang diperoleh dari kipait itu harus banyak (jangan 1 karung)

Credit: Ayah Manjel yang sudah disesuaikan untuk SEO artikel.

Jakaba itu Jamur Atau Protista?

Jakaba itu Jamur Atau Protista?

Sampai saat ini “Jamur JAKABA” ini masih jadi polemik.  Tidak hanya mengenai apakah ini termasuk kategori jamur atau bukan.  Tetapi juga polemik siapa penemu pertama dari “jamur” ini.   Polemik yang kedua ternyata lebih rame lagi, karena berkaitan tentang paten.   Beberapa orang masih mencari apa nama latin dari jenis jamur “jakaba” ini.

Sementara itu, di lain pihak petani itu menyukai hal yang praktis.  Karena bentuknya mirip jamur, maka disebut saja itu sebagai jamur. Dan dikenalkan dengan nama jakaba yang banyak diklaim dapat digunakan sebagai pupuk organik cair.

BACA JUGA: Jamur JAKABA Sebagai Pupuk Organik Cair

Secara sepintas JAKABA memang rada mirip dengan alga coklat bentuk fisiknya seperti terumbu karang. Jamur ini berbeda dengan jenis jamur pada umumny dikarenakan yang disubut Jakaba ini tidak memiliki spora, sedangkan jamur pasti punya spora. 

Sebagian menyebut organisme ini sebagai protista.  Sebagai protista, beberapa orang menyebutkan bahwa jakaba ini tidak baik digunakan untuk pertanian (baca – pupuk organic cair), karena bersifat patogen terhadap tanaman dan sifatnya memakan bakteri.  Sedangkan bakteri itu diperlukan untuk pengurani unsur-unsur hara sehingga mudah diserap tanaman.

Disbutkan kasus ini mirip dengan semut yang mati terinfeksi oleh Cordyceps. Makanya diawal penemuan organisme ini, kami menyebutnya sebagai Cordyceps. Tentu saja akan lebih valid jika sudah ada hasil penelitian dari lembaga yang kompeten di bidangnya agar dapat dengan mudah menyebut jamur “fungi”, “Protista” atau bahkan itu memang “Cordyceps”.

BACA JUGA: Jamur ini Mampu Memperpanjang Umur Tanaman

Benarkan Jakaba itu Protista?

Peran Protista dalam kehidupan seperti dua sisi mata uang, Protista dapat memberikan manfaat. tetapi dapat pula menimbulkan kerugian pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Anda tentu pemah makan agar-agar. Tahukah Anda, terbuat dari apakah agar-agar itu? Mungkin di antara Anda ada yang menjawab agar-agar terbuat dari rumput laut. Anda benar, agar-agar memang terbuat dari rumput laut.

Namun, tahukah bahwa yang disebut rumput laut itu sebenarnya bukan wmasuk tumbuhan? Rumput laut sesungguhnya adalah ganggang laut (algae). Meskipun berbentuk seperti tumbuhan sehingga dinamakan rumput laut, ganggang bukanlah tumbuhan. Ganggang merupakan anggota kingdom Protista.

Apakah protista itu? Apa saja ciri-ciri protista?

Protista merupakan organisme eukariotik uniseluler atau multi seluler. Protista belum memiliki diferensiasi jaringan. Berdasarkan kemiripan ciri-cirinya dengan hewan, tumbuhan, dan jamur dalam memperoleh nutrisinya.

Protista yang Menguntungkan

Protista yang menguntungkan, antara lain sebagai berikut.

  • Protista yang hidup bebas di air tawar sebagai plankton, misalma Euglena viridis merupakan indikator polusi air/sungai.
  • Cangkang Radiolaria dan Foraminifera digunakan sebajiai indikator adanya minyak bumi.
  • Entamoeba coli membusukkan makanan dan membentuk vitamin | K dalam saluran pencemaan manusia.
  • Saprolegnia berperan sebagai pengurai dalam ekosistem air tawar.
  • Ganggang cokelat Turbinaria australis, Sargassum silquosum, dan Fucus vesiculosus digunakan untuk membuat salep, es krim, tablet, dan krim habis bercukur.
  • Navicula sp. yang mati membentuk tanah diatomit yang berguna untuk bahan isolasi, bahan penggosok, bahan penyekat dinamit (trinitrotoluen = TNT), untuk membuat saringan, serta untuk campuran semen.

Protista yang Merugikan

Protista dikatakan merugikan karena dapat menyebabkan penyakit bahkan kematian pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Pada Manusia

Protista yang merugikan manusia, antara lain sebagai berikut.

  • Trypanosoma gambiense menyebabkan penyakit tidur di daerah Afrika Tengah dan ditularkan oleh lalat tsetse jenis Glossina palpalis.
  • Trypanosoma rhodesiense menyebabkan penyakit tidur di daerah Afrika Timur dan ditularkan oleh lalat tsetse jenis Glossina morsitans. Trypanosoma rhodesiense lebih berbahaya karena penderita dapat meninggal dalam waktu yang singkat.
  • Trypanosoma cruzi menyebabkan penyakit chagas yang menyerang kelenjar limfa, limpa, hati, dan sumsum tulang.
  • Trypanosoma grucei menyebabkan penyakit nagano di Afrika.
  • Plasmodium sp. menyebabkan malaria.
  • Balantidium coli menyebabkan disentri balantidium yang menyerang selaput lendir usus besar.
  • Entamoeba gingivalis menyebabkan bau mulut.
  • Leishmania donovani menyebabkan penyakit kalaazar yang menyerang limpa, hati, dan kelenjar limfa.

Pada Hewan

Protista merugikan hewan, antara lain sebagai berikut.

  • Trichomonas foetus menyebabkan keguguran pada kambing.
  • Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surra pada kuda, unta, dan sapi. Penyakit tersebut ditularkan oleh lalat kandang (Stomoxys calcitrans).
  • Trypanosoma equiperdum menyebabkan penyakit durin pada kuda dan keledai.
  • Trypanosoma vivax menyebabkan penyakit pada domba.

Pada Tumbuhan

Protista yang merugikan tumbuhan, antara lain sebagai berikut:

  • Phytophthora faberi yang hidup parasit pada tanaman karet (pada luka bekas sadapan).
  • Phytophthora infestans menyebabkan penyakit karat putih pada tanaman kentang.
  • Phytophthora palmifora yang hidup parasit pada tanaman lada, kelapa, dan cokelat.
  • Phytophthora nicotinae menyerang tanaman tembakau.
  • Pythium menyerang pangkal batang kecambah.

Protista dibedakan menjadi tiga subkingdom, yaitu subkingdom Protozoa (Protista mirip hewan); subkingdom Algae (protista mirip tumbuhan); dan subkingdom Myxomycotina (jamur lendir).

Protozoa

Protozoa merupakan protista uniseluler yang bergerak dan mendapatkan makanan seperti hewan. Protozoa hidup di air tawar, laut, tanah, bahkan di dalam tubuh organisme lain. Sebagian besar hidup bebas, sedangkan lainnya merupakan parasit. Dalam ekosistem perairan, protozoa hidup bebas sebagai zooplankton, maupun sebagai zoobentos. Protozoa parasit sering menyebabkan penyakit serius pada manusia, misalnya malaria, disentri, dan giardiasis.

Berdasarkan jenis alat geraknya. Protozoa dibedakan menjadi empat filum, yaitu Rhizopoda, Mastigophora, Ciliata, dan Sporozoa.

1. Rhizopoda

Rhizopoda (Sarcodina) termasuk hewan bersel satu dengan ciri- ciri, antara lain memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), hidup bebas, ada yang parasit, dan bentuk tubuh tidak tetap. Ada beberapa macam kaki semu, yaitu lobodia (dengan ujung tumpul), hlopodia (halus dan ujung meruncing), dan aksopodia (teratur dari satu titik pusat).

Contoh Rhizopoda, antara lain:

  • Amoeba proteus yang hidup bebas dalam perairan tawar yang kaya bahan organik;
  • Entamoeba dysentriae penyebab disentri;
  • Entamoeba histolytica penyebab disentri amoeba (amoebiasis), hidup dalam usus halus manusia dan merusak jaringan darah atau getah bening;
  • Entamoeba gingivalis dapat merusak gigi; Entamoeba coli dapat raembantu membusukkan makanan dan membentuk vitamin K;
  • Arcella yang hidup di air tawar, memiliki kerangka dari zat kitin;
  • Difflugia yang hidup di air tawar, tubuhnya ditempeli pasir;
  • Foraminifera yang hidup di laut sebagai indikator adanya minyak bumi;
  • Radiolaria yang hidup di laut, rangkanya digunakan sebagai bahan penggosok.

2. Mastigophora

Ciri utama Mastigophora (Flagellata), adalah mempunyai flagel (bulu cambuk) sebagai alat gerak. Beberapa Mastigophora hidup sebagai parasit atau hidup bebas di habitat air laut dan air tawar. Permukaan tubuhnya dilapisi oleh kutikula sehingga bentuknya tetap.

Mastigophora memiliki dua macam protoplasma, yaitu ektoplasma (lapisan luar) yang memadat dan lapisan dalam berupa endoplasma yang berwujud agak encer. Mastigophora atau Flagellata terdiri atas Phytoflagellata dan Zooflagellata.

a. Phytoflagellata

Phytoflagellata mempunyai ciri-ciri berklorofil serta meru- pakan organisme autotrof, contohnya Volvox globator dan Noctiluca miliaris. Volvox sp. hidup berkoloni dengan koloni berbentuk seperti bola dan dilapisi oleh lapisan lendir.

Noctiluca miliaris, dapat menghasilkan bioluminesens: sehingga pada malam hari apabila terjadi blooming spesies ini air laut akan tampak bercahaya.

b. Zooflagellata

Zooflagellata merupakan organisme heterotrof dan sebagian besar hidup sebagai parasit. Trypanosoma gambiense. Contoh Zooflagellata yang menyebabkan penyakit tidur afrikst Contoh Zooflagellata lainnya adalah Leishmania tropica yaaf menyebabkan penyakit Leishmaniasis kulit di negara-negaia Asia.

3. Ciliata

Ciliata (Infusoria) mempunyai alat gerak berupa silia (bulu getar). Protozoa ini hidup bebas atau sebagai parasit. Bentuk tubuhnya tetap. Bagian tubuhnya terdiri atas oral dan aboral. Reproduksinya dengan cara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri dan reproduksi seksual dilakukan dengan cara konjugasi.

Contoh Ciliata antara lain:

  • Paramecium caudatum (hewan sandal) yang memiliki cara reproduksi unik;
  • Balantidium coli, hidup pada usus besar manusia;
  • Stentor, tubuhnya berbentuk seperti terompet;
  • Vorticella, tubuh¬nya berbentuk seperti lonceng;
  • Didinium, sebagai predator di air tawar;
  • Stylonychia, koloninya berbentuk seperti cakar.

4. Sporozoa

Sporozoa tidak mempunyai alat gerak. Sporozoa hidup sebagic parasit dan menghasilkan spora (endospora) dalam daur hidupnya. Reproduksi sporozoa adalah dengan cara aseksual dan seksual. Cara aseksual dilakukan dengan pembelahan biner dan skizogoL sedangkan secara seksual dilakukan dengan sporogoni.

Contoh anggota Sporozoa adalah:

Plasmodium yang merupakan penyebab malaria pada manusia. Ada empat jenis Plasmodium yang masing-masing menyebabkan tipe malaria yang berbeda. Keempat jenis Plasmodium tersebut adalah

  • Plasmodium falciparum, penyebab malaria tropika dengan masa sporulasi tidak tentu;
  • Plasmodium vivax, penyebab malaria tertiana dengan masa sporulasi 48 jam;
  • Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana dengan masa sporulasi 72 jam;
  • Plasmodium ovale, penyebab malaria yang memiliki masa sporulasi hampir sama dengan malaria tertiana.

Setelah melihat penjelasan mengenai Protista di atas, apakah JAKABA termasuk dalam kategori Protista?

Jakaba adalah Physarum album

Ada juga yang yang menyebutkan bahwa “organisme” tersebut sebegai “Physarum album”.  Apa itu Pysarium album? Cek disini untuk mencocokan gambarnya disini

Polemik Mengenai “Jakaba”

Istilah “jakaba” atau “Jamur Keberuntungan Abadi” dipopulerkan oleh Aba Juaidi Shaidj.  Sebelumnya Aba menyebutnya sebagai “U-Aaba” pada tanggal 2 November 2019.

Namun belakangan entah mengapa nama ini menjadi ramai diperbincangkan.  Ini saya kutip dari group facebook Tribo.  Diceritakan oleh Bapak Agus Basuki dari Bengkel Tani Malang (BETA MALANG) mengenai asal muasalnya dari organisme ini yang sepertinya menanggapi polemik mengenai JAKABA versi Aba Juaidi Shaidj.

Sekedar bercerita tentang foto dibawah ini.

Adalah jamur yang tumbuh di dalam media POC.

Berasal dari kumpulan MOL yang kami koleksi dari berbagai tempat di seluruh Indonesia yang sempat kami kunjungi, atau saya minta dari rekan yang berada di luar pulau.

Awal muncul jamur ini sekitar tahun 2014, saat lagi semangat-semangatnya berburu mikroba spesifik yang adalah bagian dari kekayaan alam kita.

Tentu saja munculnya tanpa di sengaja, dan tidak pada semua ramuan cair bisa muncul jamur tersebut.

Tetapi setiap kali muncul, selalu saya koleksi, sebagian saya keringkan dan sebagian lagi saya kembangkan di mesin boster POC berkapasitas 3.500 liter, yang berputar terus menerus dengan dukungan oksigen murni.

Dulu, berbagai ramuan saya ajarkan di grup kecil kami yang tidak banyak orang tau, yakni grup Bengkel Tani (BeTa). Karena anggota banyak yang sibuk atau malas bikin, akhirnya saya dikomplain, bahwa sebaiknya saya sendiri yang bikin dan kemudian tinggal dikembangkan oleh para anggota yang berminat, sehingga tidak harus berfikir rumit atau berburu bahan yang belum tentu bisa mereka dapatkan.

Semula jamur tersebut kami istilahkan Cordyceps, karena bentuknya yang mirip Cordyceps dan belum ada referensi foto atau nama yang sesuai dengan jenis jamur tersebut. Tentu saja itu akhirnya jadi pro kontra di kalangan anggota maupun orang diluar grup yang merasa memiliki pengetahuan sehubungan dengan jamur dan mikroba.

Sebagian besar menganggap itu adalah “protista” Yakni jamur pelarut phospat sekaligus katanya adalah pemakan bakteri.

Saya pribadi tidak terlalu memusingkan nama dari jamur tersebut, tetapi lebih fokus kepada :

  • Asal dari jamur itu, sehingga sewaktu-waktu bisa dicari dan segera dikembangkan jika dibutuhkan
  • Menyimpan setiap jenis jamur tersebut yang berasal dari berbagai bahan dan daerah yang berbeda
  • Membuat berbagai ramuan dan uji coba untuk berbagai keperluan.
  • Sudah saya praktekan dan melihat hasinya, baik di dalam dan diluar negeri.

Karena banyak anggota grup BeTa yang berminat, maka jamur ini akhirnya bisa menyebar kemana-mana di seluruh Indonesia, meskipun hanya di kalangan yang sangat terbatas. Tidak semua anggota yang menggunakan starter produk BeTa bisa menumbuhkan jamur tersebut.

Tetapi ada juga yang akhirnya bisa menumbuhkan dan berkembang kemana-mana, yang akhirnya ada yang memberi nama “Jakaba”, yang katanya adalah singkatan dari ” Jamur Keberuntungan Abadi”.

Pada foto-foto ini, ada beberapa bukti hasil diskusi di grup BeTa tanggal postingan 29 April 2017, screenshot kalimat “keberuntungan” Pada postingan tersebut. Dan 3 foto saya sendiri yang tidak dilengkapi dengan bukti tanggal, bulan dan tahunnya, karena waktu itu masih pakai hape jadul dengan tehnologi yang sangat sederhana, difoto sekitar tahun 2014.

Silahkan anda tambahkan bukti dan pengalaman apapun sehubungan dengan keberadaan jamur tersebut. Syukur jika ada tanggal, bulan dan tahun dari foto data tersebut.

Sumber:

Kipahit, Tanaman Pengganggu (Gulma) yang Banyak Membantu Petani

Kipahit, Tanaman Pengganggu (Gulma) yang Banyak Membantu Petani

Pada post sebelumnya mengenai “Cara Membuat Compost Tea Ala Bunkai” disebutkan bahwa salah satu komponen dalam pembuatan compost tea adalah tanaman kipahit.

Baca Lengkapnya Cara Membuat Compost Tea Ala Bunkai di SINI.

Kipahit adalah tanaman dengan kandungan nitrogen yang cukup besar.nomer dua setelah lamtoro ,dan masih diatas tanaman kacang kacangan nilai N-nya bervariasi berdasarkan tempat tumbuhnya.

Kipahit juga mengandung unsur P dan K terlarut yang lumayan tinggi, ditambah dengan kandungan mikro Ca, Mg, Zn dan lainnya yang belum diketahui, termasuk diantaranya sebagai bahan untuk Insektisida Nabati.

Apa itu Tanaman Kipahit

Menurut Wikipedia Kipait, bunga bulan atau paitan (Tithonia diversifolia) adalah sejenis tumbuhan yang berbentuk seperti bunga matahari yang kelopaknya berwarna kuning dan inti bunga berwarna jingga.

Bunga ini disebut juga sebagai Mexican sunflower atau bunga matahari Meksiko karena berasal dari Meksiko dan menyebar ke negara-negara tropika basah dan subtropika di Amerika Selatan, Asia, dan Afrika.

Paitan termasuk kedalam famili Asteraceae. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada tanah yang kurang subur, yang sering ditemui di semak di pinggir jalan, lereng-lereng tebing atau sebagai gulma di sekitar lahan pertanian. Adaptasi tumbuhan paitan cukup luas, berkisar antara 2-1.000 m di atas permukaan laut.

Beragam Manfaat Kipahit

Manfaat paitan sebagai berikut:

  1. Suplemen pupukan organik, untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman.
  2. Mengurangi polutan dan menurunkan tingkat jerap P, Al, dan Fe aktif.
  3. Bahan Pupuk organik, mampu meningkatkan bobot segar tanaman karena mudah terdekomposisi dan dapat menyediakan nitrogen dan unsur hara lainnya bagi tanaman. Keunggulan serasah paitan sebagai pupuk organik adalah cepat terdekomposisi dan melepaskan unsur N, P, dan K tersedia. Aplikasi pupuk organik asal paitan meningkatkan produktivitas tanaman kedelai, padi, tomat,okra, dan dilaporkan sebagai sumber unsur hara utama pada tanaman jagung di Kenya, Malawi, dan Zimbabwe.
  4. Menurunkan kadar glukosa dalam darah sehingga sangat bermanfaat bagi penderita diabetes/kencing manis. Oleh karena itu, Kipait disebut juga sebagai tanaman insulin.
  5. Mengobati gatal-gatal dan kudis, dengan cara merebus daun kipait kemudian air digunkan air mandi, sedangkan daun sisa digosokan pada area yang gatal[4].
  6. Mengoksidasi kulit sel bakteri, maksudnya kipait dapat dijadikan sebagai bakterisida dikarenakan mengandung senyawa ‘Picrassane quassioniod.’
  7. Mencegah tumbuhnya parasit jamur, kandungan 4-methilaten picrasane tipe quassinoid, janicins H, I dan J pada daun memberikan efek jamur sulit untuk bertahan hidup.
  8. Bahan uji dosis perendaman telur ikan mas

Akar Kipahit Sebagai Reaktor Pupuk Organik dan Zat Pengatur Tumbuh

Di perakaran titonia ternyata hidup jutaan cendawan dan bakteri pelarut kalium dan fospat. Sebut saja bakteri kelompok Azotobacter sp dan Azospirillum sp. Mahluk supermini itu melarutkan kalium dan fospat yang umumnya mengendap dalam tanah serta menambat nitrogen dari udara.

Itulah akar tanaman kipahit (Tithonia diversifolia )yang dulu dianggap gulma.

Belakangan terungkap bakteri di zona perakaran titonia juga menghasilkan fitohormon seperti auksin, giberelin, dan sitokinin. Akar tithonia juga terinfeksi cendawan mikoriza yang mampu memperluas zona perakaran. Mikoriza ibarat penambang hara sehingga tanaman efektif menyerap hara.

Hasil pengujian dari Universitas Andalas, Sumatra Utara menunjukan titonia tak sekadar pupuk hijau biasa. Anggota keluarga kenikir-kenikiran itu mengalahkan pupuk hijau dari keluarga legum yang kaya rhizobium bakteri penambat N. Selama ini keluarga legum disebut pupuk hijau terbaik. Kini tithonia—dengan mikoriza, azospirillum, dan azotobacter—lebih unggul karena menyediakan nitrogen, kalium, fosfat plus fitohormon sekaligus.

Penelitian di Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, juga menunjukkan tithonia lebih baik ketimbang pupuk kandang kotoran sapi dan kotoran ayam. Bahkan kipahit itu lebih unggul dari 100% pupuk pabrik.

Kombinasi 4 ton kompos tithonia, 2 ton kapur, dan 50% pupuk pabrik—yang biasa dipakai petani jagung—menghasilkan panen 9,8 ton biji/ha. Sementara tanpa titonia dengan 100% pupuk pabrik hanya 9,6 ton biji per ha. Artinya titonia mampu menghemat 50% pupuk pabrik tanpa mengurangi hasil.

Efektifkah Penggunaan Kipahit?

Hanya saja untuk mencari dan dan mengolah 4 ton itu bukan perkara mudah. Oleh karena itu dalam pembuatan compost tea hanya digunakan sedikit saja.

Karena keunggulannya Kipahit, diusahakan petani untuk mulai menanam sebagai pagar di sekeliling kebun atau pagar lorong di antara guludan. Dengan luasan titonia 1/5 dari luas kebun dapat memasok pupuk untuk 4/5 kebun yang diusahakan. Sebagai contoh pada lahan seluas 1 ha ditanam pagar titonia seluas 2.000 m2.

Dari lahan seluas itu dapat dipanen 30—35 ton tithonia segar dalam setahun atau setara 6—7 ton bahan kering. Karena pertumbuhan tunas cepat, ia dapat dipanen bertahap setiap 2 bulan untuk dibuat kompos. Bahan organik itu setara 185 kg nitrogen, 20 kg posfat, dan 186 kg kalium. Jumlah nitrogen itu jelas lebih tinggi dari dosis rekomendasi pupuk urea pada jagung sebesar 300 kg urea/ha atau setara 138 kg nitrogen.

Kipahit sebagai Pupuk Organik

Selain bahan untuk membuat compst tea versi Bunkai, dapat dicoba juga kipahit untuk pupuk organik cair dan padatan dengan cara di fermentasi. SOP membuat KIPAHIT fermentasi adalah sebagai berikut:

Bahan:

  1. 1 karung cincangan daun kipahit
  2. 25 liter air kelapa
  3. 1 kg gula pasir/gula merah
  4. 3-5 botol yakult
  5. 50 liter air bersih

Cara Pembuatan:

  1. Masukan semua bahan kedalam gentong 150 liter,aduk rata.tutup rapat.
  2. Setiap hari jangan lupa diaduk,kirakira 5 menitan.
  3. Proses ini selama 14 hari..
  4. Saring adukan.airnya buat kocor/hidro,ampasnya buat kompos.

Tanpa fermentasi buatan

Cincangan daun kipahit masukan ke polibag,lahan,atau pot..tutup pake tanah.biarkan seminggu ,baru ditanami.

Pengalaman Petani Menggunakan Kipahit

Pengalaman petani yang sudah 2 tahun menggunakan kipahit. Di lahan konvensional seluas 1000 m, ditanam terong ungu 1500 pohon.

Hasilnya? Terong jauh lebih berat dan besar (rata rata 500gr/buah ) dengan pencapaian 1 kg/buah…

Di hidroponik, sudah digunakan pada 600 selada pake kipahit fermentasi,dan 600 selada pake ABmix..hasilnya ? Keduanya tumbuh dengan subur n sehat…

Sampai hari ini, masih terus diselidiki tentang kipahit, baik melalui literatur, tuturan,maupun praktek langsung.

Kipahit sangat menarik ! Dia bisa berfungsi juga sebagai pestisida dan repellent/penolak virus, juga obat diabetes. Luar biasa dan misterius !!!

Tuhan menciptakannya untuk kebaikan kita semua, tinggal kita yang mengolah dan mengelolanya sebagai wujud rasa syukur kita….

Apa Perbedaan Antara Kompos Tea (Compost Tea) dengan Kompos

Apa Perbedaan Antara Kompos Tea (Compost Tea) dengan Kompos

Hasil penelitian Purnomo dkk (19 … ) dari Universitaas Lampung, menunjukan “Aplikasi Compost Tea Dan Jamur Beauveria Bassiana Menekan Perkembangan Hama Dan Penyakit Serta Meningkatkan Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Padi”.  Jurnalnya dapat di peroleh di sini.

Pupuk Organik, Compos Tea (Compost Tea), Kompos

Pupuk organik adalah pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik atau alami. Lebih rincinya pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia.

Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya. Bahan-bahan yang termasuk pupuk organik antara lain pupuk kandang, kompos, kascing, gambut, rumput laut dan guano.

Berdasarkan bentuknya pupuk organik dapat dikelompokkan menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Beberapa diantaranya  juga mengelompokkan pupuk-pupuk yang ditambang seperti dolomit, fosfat alam, kiserit, dan juga abu (yang kaya K) ke dalam golongan pupuk organik.

Beberapa pupuk organik yang diolah dipabrik misalnya adalah tepung darah, tepung tulang, dan tepung ikan. Pupuk organik cair antara lain adalah compost tea (CT), ekstrak tumbuh-tumbuhan, cairan fermentasi limbah cair peternakan, fermentasi tumbuhan-tumbuhan, dan lain-lain.

Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).

Compost Tea (CT)

Banyak terminologi untuk CT, diantaranya organic tea,  compost  extract,  water  fermented compost extract, compost slurry, dan compost steepages.  Dalam bahasa Indonesia ada yang mengartikan seduhan kompos, teh kompos, dan lainnya.

CT adalah hal baru yang saat ini sedang marak dibicarakan para pelaku pertanian. Ingham (2000) telah membuktikan bahwa seduhan kompos dapat meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanaman.

CT adalah ekstrak cair yang berasal dari fermentasi kompos.

Metode produksi CT mengacu pada pasokan oksigen di dalam wadah fermentasi yaitu metode diaerasi menghasilkan aerated compost tea atau metode aerasi (ACT) dan metode tanpa diaerasi menghasilkan non-aerated compost tea atau kompos non-aerasi (NCT). 

CT telah terbukti dapat memperbaiki kesuburan tanah secara langsung, meningkatkan laju mineralisasi bahan organik tanah, melarutkan unsur hara yang terjerap serta mampu mengkhelat ion, serta meningkatkan pertumbuhan serta hasil tanaman.  

Secara umum, tidak  terdapat perbedaan  efektivitas antara ACT dan NCT. Aplikasi CT melalui tanah terbukti lebih efektif dibandingkan melalui penyemprotan di permukaan daun.

Dalam proses pembuatanya, seduhan kompos non-aerasi (NCT) tidak ditambahkan oksigen, yang menyebabkan suasana anaerobic yang membatasi tumbuhnya mikroorganisme  aerob.  Pembuatan  NCT memakan  waktu  paling  cepat  dua minggu, makin lama makin meningkatkan akumulasi antibiotik, yang diketahui dapat mengaltifkan respon kekebalan alami tanaman.  Proses pembuatan SKN ini menimbulkan bau yang tidak sedap;

Metode  ACT ini memungkinkan banyak organisme menguntungkan untuk berkembang dan memperbanyak diri dalam seduhan. ACT dapat dipersiapkan dalam 2-3 hari yang memungkinkan pengguna merespon dengan  cepat  tentang ramalan cuaca atau indikasi adanya penyakit.

Mekanisme yang mungkin terjadi dalam pengendalian patogen oleh mikroorganisme menguntungkan adalah mengisi ruang di permukaan daun yang dapat membatasi ruang tumbuh patogen, mampu berkompetisi dalam  mencari nutrisi yang dibutuhkan patogen, mengeluarkan senyawa metabolit  sekunder, dapat memarasitik patogen secara langsung, serta menstimulasi kekebalan alami tanaman.

Keanekaragaman hayati yang tinggi terkandung dalam CT menurut  BBC Laboratories  (2001) yaitu:

Pengaruh Ct Terhadap Tanah Dan Tanaman

Kompos telah diketahui kaya mikroba fungsional, substansi humat, dan unsur hara yang dibutuhkan dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman.  Peran  kompos kimia  tanah dan pada akhirnya akan mendukung tersediannya unsur hara di tanah serta serapannya oleh tanaman.

Sejalan dengan peran kompos tersebut, maka CT sebagai turunan dari produk berbasis kompos juga memberikan pengaruh demikian.  Sebagai produk fermentasi lanjutan maka CT mampu memasok unsur hara dalam bentuk ion-ion yang dapat langsung diserap oleh tanaman tanaman.

Beberapa peneliti juga melaporkan bahwa CT terbukti dapat memperbaiki kesuburan tanah secara langsung; meningkatkan jumlah mikroba tanah dan aktivitasnya dalam memineralisasi bahan organik tanah, melarutkan unsur hara yang terjerap serta mengkhelat ion.

Substansi CT juga mempunyai kemampuan  dalam  menyuplai  hormon tumbuh auxin dan substansi-seperti cytokinin untuk tanaman.  Tidak ada perbedaan pengaruh antara ACT dengan NCT, baik terhadap aktivitas mikroba fungsional, kesuburan tanah, maupun pertumbuhan dan hasil tanaman.

Selain itu, pemberian CT secara langsung di tanah lebih efektif  dibandingkan  melalui  penyemprotan pada daun tanaman.

Compos Tea Versi Bunkai

BACA JUGA : Apa Perbedaan Dekomposer Bunkai dan Compost Tea

CT Bunkai adalah ekstraksi kompos yang mengandung nutrisi lengkap sekaligus mineral penyangga pH. Proses pembuatan compost tea dengan aerasi dan agitasi hanya membutuhkan waktu 24jam siap aplikasi. Penambahan mikroba efektif sebagai penambat N, pelarut phosphat, dan pengurai sintetik menjadi unsur siap saji untuk tanaman. Pada dasarnya tanaman tidak langsung menyerap nutrisi pupuk, kecuali dengan bantuan mikroorganisme bakteri dan fungi.

CT Bunkai bisa berfungsi ganda. Yaitu berfungsi sebagai nutrisi tanaman dan diperkaya mikroba yang bekerja sebagai pembenah tanah

Rumus Dasar Compost Tea  Bunkai #1

Untuk pembuatan compost tea sebanyak 200 liter, rumus dasar compost tea dengan menggunakan tanaman Kipahit, adalah sebagai berikut:

Baca Juga Mengenai : Kipahit, Tanaman Pengganggu (Gulma) yang Banyak Membantu Petani

  1. Kascing 20 Kg
  2. Cacahan Daun Dan Batang Kipahit 10 Kg
  3. Decomposer Bunkai 5 Ltr
  4. Humic Acid 1 Kg
  5. Azomite 1 Kg
  6. Santa Micro 25 Gram
  7. Npk 16:16:16 3 Kg
  8. Mkp 1 Kg
  9. Air Sampai 200 Ltr
  10. Diaerasi Selama 5 Hari
  11. Dosis aplikasi kocor  = 1 ltr compost tea : 10 ltr air ( usia 2 bulan )

Diaplikasikan dengan cara semprot dengan interval penyemprotan 7 hari sekali dan boleh dicampur dengan pupuk kimia

Rumus Compost Tea Vegetatif  untuk kapasitas 5 liter

  1. Kascing 250 gram
  2. Guano 50 gram
  3. Susu segar 50ml/50gr susu bubuk
  4. Daun kelor 50gram
  5. Humat 25 gram
  6. Azomite 25 gram
  7. Bunkai 250 ml/ dekomposer aerob

Dosis 500-700 ml/tangki kapasitas 16 liter atau 1 liter CT untuk tangki dengan kapasitas 20 liter.

Untuk fase generatif tambahkan saja P dan K nya  misal rumput laut/tepung rumput laut.

Manfaatkan Bakteri Agar Pupuk Kimia Lebih Cepat Diserap Tanaman

Manfaatkan Bakteri Agar Pupuk Kimia Lebih Cepat Diserap Tanaman

Permintaan dunia akan pupuk kimia terutama yang mengandung hara N (Nitrogen) seperti Urea dan Amonium Sulfat terus meningkat dari tahun ke tahun. Demikian halnya di Indonesia, permintaan pupuk kimia hampir tiap tahun meningkat secara signifikan. Pada waktu yang bersamaan harga pupuk pun ikut meningkat, sehingga tidak terjangkau oleh petani.

Selain  itu, dampak negatif penggunaan pupuk kimia pun menjadi masalah yang tak terhindarkan. Lahan pertanian menjadi keras/tandus, gersang, punahnya mikro dan makro fauna tanah, menjadi imbas dari penggunaan pupuk kimia yang melebihi dosis normal dan tidak dikontrol.

Residu pupuk kimia juga ikut menyumbang pencemaran pada tanah dan perairan hingga bermuara pada pengrusakan lingkungan.

BACA JUGA: Apakah Jika Tanaman Sudah Dikasih Pupuk Tanaman Bisa Langsung Menyerapnya?

Pupuk NPK Oganik Kendi Mas Beta Malang

Pupuk organik Kendi Mas adalah pupuk lengkap seperti ide pembuatan kompos plus tapi dibuat secara profesional dengan peralatan standart di pabrik pupuk berlisensi.  Pupuk organik memiliki keunggulan, yaitu:

  1. Bisa digunakan untuk segala jenis tanaman
  2. Bisa digunakan sebagai starter pembuatan kompos plus
  3. Bisa ditabur di kandang untuk menghilangkan bau dan membantu kesehatan ternak.
  4. Bisa ditabur ke kolam/tambak, untk membantu menjaga kualitas air dan pakan alami (plankton, kutu air, cacing sutra dll)
  5. Bisa dicampur pelet ikan (1-2%), untuk membantu pencernaan dan mendongkrak pertumbuhan ikan/udang.
  6. Bisa ditabur di selokan, limbah organik dll utk membantu penguraian bahan organik sekaligus menghilangkan bau.

Keunggulan penggunaan NPK Kendi Mas organik dalam jangka panjang bisa mengembalikan kesuburkan tanah dan meningkatkan KTK (kapasitas tukar kation) pada perakaran tanaman dan berpengaruh terhadap daya serap nutrisi yang dibutuhkan berupa seyawa/ion dalam bentuk siap saji.

Saat malam hari tetap bisa diserap meskipun tidak ada fotosintesis.

Pupuk granule KENDI MAS, adalah kombinasi pupuk NPK yang digabungkan dengan semua jenis bahan pupuk lainnya, seperti pupuk mikro, pupuk organik fermentasi dan juga diperkaya dengan berbagai jenis mikroba positif yang membantu mengurai apapun, sekaligus dilengkapi berbagai jenis mikroba yang bersifat agen hayati yang berfungsi untuk mengendalikan hama penyakit tanaman, sehingga saat aplikasi pupuk organik KENDI MAS, selain memberikan pupuk yang lengkap, juga sekaligus mengobati segala jenis penyakit dan mengendalikan semua jenis hama tanaman.

Kelebihan Pupuk Organik Kendi Mas

  1. Mengurai semua bahan organik dan diubah menjadi pupuk/unsur hara yang siap saji bagi tanaman dan orgnisme lain yang hidup di dalam tanah (bakteri, fungi, alga, jasad renik, cacing dan lain-lain mahluk hidup yang ada di ekosistem tersebut.
  2. Mampu mengurai residu kimia dan logam berat menjadi senyawa pupuk.
  3. Mampu mengendalikan hama dan penyakit tanaman
  4. Mampu memicu pertumbuhan tanaman, baik di fase vegetatatif dan generatif karena dilengkapi dengan bio hormon (hasil metabolit Micro-organisme)
  5. Bisa digunakan untuk starter pembuatan kompos plus, yakni pupuk lengkap dengan bahan-bahan yang ada di sekitar
  6. Mudah diaplikasikan, baik dengan cara ditabur, dibuat kocor dan semprot tanaman
  7. Bisa digunakan untuk pupuk tanaman maupun bahan campuran pakan hewan (semua ternak dan ikan)
  8. Sangat bagus digunakan sebagai pupuk dasar bagi tambak untuk menumbuhkan plankton, zooplankton, daphnia maupun artenia.
  9. Sangat bagus juga untuk menghilangkan bau kolam maupun kandang.

Petunjuk Aplikasi Pupuk organik Kendi Mas Beta Malang

1. Sebagai Pupuk Dasar.

Taburkan pupuk granul secara merata saat pengolahan lahan.

Tujuannya adalah agar semua materi di lahan bisa diurai, baik itu materi organik maupun materi non organik yang berasal dari residu kimia, juga mengurai gas-gas berbahaya seperti amoniak dan H2S.

Setelah terurai maka akan banyak unsur hara yang tersedia di lahan sebagai nutrisi siap saji yang nantinya diserap oleh bibit tanaman, sekaligus, nutrisi siap saji ini akan diserap oleh berbagai mikroba positif yang ada di lahan agar nantinya bisa bersimbiosis dengan baik di akar tanaman sekaligus menekan pertumbuhan mikroba jelek penyebab penyakit (pathogen).

Jika dari awal unsur hara telah diurai dan hal negatifnya (bakteri, jamur/fungi, virus) diantisipasi, maka menanam apapun akan jauh lebih mudah.

Dosis pupuk dasar yang disarankan, minimal 100 kg. Ini adalah jumlah yang sangat sedikit, yang artinya hanya butuh 1 kg untuk 100 m persegi lahan, tetapi karena berisi mikroba probiotik dan agen hayati, maka itu akan menyebar dan berkembang di lahan.

Butuh waktu minimal 3 hari sebelum lahan ditanami.

Khusus untuk lahan yang pH-nya rendah, pupuk granule KENDI MAS sebaiknya ditambahkan kapur pertanian/dolomit sebanyak 100kg/ha.

Campurlah kapur pertanian dengan perbandingan 1:1, beri air seperlunya, aduk merata, agar nantinya lebih mudah ditaburkan dan terlalu berdebu.

2. Sebagai Pupuk Susulan.

Pupuk susulan diperlukan untuk menambahkan unsur hara yang lebih siap saji guna mendukung pertumbuhan bibit yang baru ditanam, sampai pada masa panen.

Khusus untuk tanaman padi, pupuk susulan ini dilakukan minimal 3 kali, yakni di usia 7 HST, 21 HST, dan 40 HST. Dosis yang dianjurkan untuk tanaman padi adalah I = 150kg, II = 150kg, III = 200kg.

Tentu saja dosis ini bisa berubah untuk tiap lahan dan tiap komoditas.

Jika dirasa pertumbuhan tanaman kurang maksimal, maka pada pemupukan I bisa ditambahkan 15kg urea (5kg urea untuk setiap karung pupuk granule BeTa, diaduk merata dan siap ditaburan.

Begitu juga dengan setiap penambahan pupuk jenis lainnya), pada pemupukan ke II ditambahkan 15kg urea dan 15kg pupuk KCl, pada pemupukan ke III bisa ditambahkan 30kg pupuk KCl atau pupuk lainnya yang mengandung unsur kalium (K).

3. Sebagai Starter Pembuatan Kompos Plus.

Kompos plus adalah pupuk berbahan baku organik yang diperkaya dengan berbagai bahan pupuk, termasuk penambahan pupuk anorganik, dan kemudian difermentasi menggunakan mikroba yang terdapat pada produk BeTa (bisa berupa  POC BeTa, bisa juga granule BeTa), dan karena dilengkapi dengan jenis mikroba agensi hayati, maka pupuk ini nantinya bisa digunakan untuk mengendalikan serangan hama penyakit tanaman.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Kompos Plus, yakni :

  1. Pupuk organik KENDI MAS 1 karung
  2. Pupuk Petroganik 10 karung
  3. Urea 10 kg
  4. Pupuk phospat, bisa TSP, SP36, Phonska, dll 50 kg
  5. Kapur pertanian, atau dolomit 50kg
  6. Starter probiotik, gunakan POC BeTa 1 lliter
  7. Molase 1 liter, atau gula merah 1kg
  8. Air seperlunya. Lebih bagus jika ditambahkan berbagai jenis POC, PGPR, urine

Bisa juga ditambahkan bahan lainnya seperti berikut :

  1. Kohe sapi, kohe ayam, kohe kambing dll. Jumlah menyesuaikan atau mengganti sebagian pupuk Petroganik diatas
  2. Dedak padi / dedak jagung, sebagai sumber unsur kalium dan mikro. Jumlah 20 kg
  3. Buah-buahan atau sayuran limbah, dicacah atau ijadikan POC dulu. Jumlah seperlunya
  4. Belerang, garam, berbagai pupuk mikro (Bo,Si,Mg,Mn, dll). Jumlah maksimal 1kg
  5. Cacahan batang pisang, jerami, limbah pertanian dll limbah bahan organik. Jumlah bebas

Cara membuat KOMPOS PLUS dengan NPK Organik Kendi Mas:

  • Campur semua bahan, aduk merata.
  • Bisa sambil dikocori air yang telah dicampur dengan starter POC BeTa, berbagai poc, PGPR, urine, molase, gula, pupuk mikro dll.
  • Pengadukan dilakukan sampai semua bahan bisa basah merata tapi tidak terlalu banyak airnya.
  • Masukkan semuanya ke dalam karung, dan biarkan sampai mateng.
  • Jika menggunakan bahan Petroganik maka 3 hari sudah bisa digunakan.
  • Jika pakai bahan kompos mentah, setelah 7 hari baru bisa digunakan.
  • Kompos plus ini bisa disimpan lama, lebih 1 tahun. Makin lama makin bagus asalkan kondisi tetap lembab, sering disiram dan ada di tempat yang teduh.
  • Dosis aplikasi bisa mengikuti pola pemupukan sebelumnya

4. Pupuk organik Kendi Mas bisa digunakan untuk semprot maupun kocor.

Salah satu kegiatan perawatan yang dilakukan petani adalah semprot dan kocor.

Semprot dilakukan terutama untuk mengatasi hama penyakit sekaligus menambahkan nutrisi siap saji dan hormon bagi tanaman.

Pupuk organik Kendi Mas ini bisa juga digunakan untuk semprot dan kocor.  Dosis yang disarankan adalah 1 kg dengan air 100 liter.

Atau 1 kg encerkan dengan air 5 liter, saring dulu, dan ambil 1 liter untuk 1 tanki semprot 14-16 liter air.

Dalam prakteknya, petani sudah terbiasa menggunakan pestisida kimia dan juga berbagai jenis pupuk atau produk lainnya yang bersifat hormon dan pupuk mikro.

Semua ini bisa ditambahkan saat kocor atau semprot.

Khusus pestisida kimia, wajib dikurangi dosisnya, gunakan hanya 1/3 saja dari dosis sebelumnya, tujuannya adalah agar tanaman tidak overdosis dan gosong.

Sedangkan bahan lainnya juga boleh ditambahkan dalam jumlah sedikit juga, tetapi sebaiknya masukkan dalam drum bersama Pupuk organik Kendi Mas, tambahkan air sampai penuh dan biarkan dulu semalaman (difermentasikan dahulu), maka reaksi air rendaman ini akan semakin bagus saat diaplikasikan.

Ingat, dosis semua bahan wajib dikurangi, cukup 1/3 saja dari dosis sebelumnya.

Dengan cara ini maka hasil kocoran dan semprotnya makin bagus dengan biaya yang makin murah dan tetap aman bagi tanaman maupun konsumen.

Sumber dan Kredit : Isi sudah disesuaikan dengan kebutuhan SEO artikel.

Apakah Jika Tanaman Sudah Dikasih Pupuk Tanaman Bisa Langsung Menyerapnya?

Apakah Jika Tanaman Sudah Dikasih Pupuk Tanaman Bisa Langsung Menyerapnya?

Hubungan pupuk dengan mikroba itu analogi sederhana. Diibaratkan pupuk itu adalah gabah, maka mikroba itu adalah koki/juru masak yang akan memproses gabah sampai menjadi nasi.

Kalau tanaman itu hanya dikasih pupuk tanpa diimbangi dengan pengontrolan mikroba, mirip kejadiannya seperti kita dikasih gabah tapi tidak ada koki yang memasaknya.

Apakah jika tanaman sudah dikasih pupuk tanaman bisa langsung menyerapnya?

Jawabannya tentu saja tidak.  Baik itu pupuk kompos atau pupuk kimia sintetis, sebenarnya bentuknya itu masih bahan baku nutrisi makanan. Belum bisa disebut nutrisi yang siap saji (siap diserap) oleh tanaman.

Kompos (kotoran hewan, daun, ranting, sisa makanan dsb) memiliki banyak senyawa kimia. Mulai dari nitrogen total atau disingkat N-Total (protein, zat gula, vitamin, urea dsb), phosphor (P2O5), kalium (K2O), dan masih banyak lagi.

Apakah tanaman itu bisa langsung menyerap senyawa kimia dipupuk kompos itu? ya tidak. Yang diserap tanaman itu hanya senyawa tertentu saja, yeng bentuknya adalah ion.

Beberapa pakar menulis, ketebalan kompos yang sudah terurai sempurna atau istilahnya adalah humus, idealnya itu antara 2% – 5%. Artinya kalau tanah itu kita gali 1 meter persegi dalam bentuk kubus, maka ketebalan 2%-5% dari 1 meter persegi itu sekitar 2 cm sampai 5 cm.

Ketebalan humus 2% – 5% (2 cm – 5 cm) inilah yang mengindikasikan tanah kita subur dan bagus untuk ditanami apapun. Di lapisan humus inilah yang menyediakan sumber nutrisi lengkap, ditambah dengan tumbuh-kembangnya berbagai jenis mikroba penyuburkan tanaman.

Selama proses pembusukan (dekomposisi) itu, terjadi beberapa langkah reaksi kimia, dimana pada langkah tertentu senyawa kimianya itu masih berbentuk amoniak (NH3). Dan amoniak ini sifatnya racun sehingga bisa membahayakan kelangsungan hidup tanaman. Belum lagi selama terjadi reaksi kimia tertentu, juga akan mengeluarkan gas metan yang panas yang bisa membakar tanaman.

Makanya kalau kita mau pake pupuk kompos, seharusnya kompos (kotoran hewan & sisa-sisa tanaman) itu di-dekomposisi atau bahasa mudahnya “dibusukkan” terlebih dahulu diluar lahan, sampai kompos tadi berubah menjadi humus barulah kita ditebarkan ke lahan.

Kalau proses pembusukan itu kita kondisikan dengan penambahan mikroba, maka lama prosesnya paling sekitar 2 minggu sampai 1 bulan saja, tergantung banyaknya jenis mikroba yang kita gunakan.

Sumber dan Credit:

Bersambung ke bagian 2: Jangan Gunakan Pupuk Kimia Pada Tanaman.  Kalau Masih Mau Pakai Juga, Pakai Ini.

Jamur ini Mampu Memperpanjang Umur Tanaman

Jamur ini Mampu Memperpanjang Umur Tanaman

Jamur jakaba memiliki hormon auksin, dan giberelin yang tentunya bagus untuk masa tumbuh tanaman. Manfaat jamur jakaba ini mampu membantu mendongkrak tanaman yang sakit.

Tidak hanya itu dengan jamur jakaba ini juga bisa membuat tanaman lebih sehat subur dan organik tentunya.  Panen bertambah.  Umur tanaman bertambah panjang. Tanaman pada sehat.

Baca Juga: Jamur Jakaba Sebagai Pupuk Organik

Semua jenis tanaman dapat memanfaatkan jamur Jakaba bahkan tanaman tembakau pun bisa, untuk mempercepat tumbuh dan supaya tidak kerdil juga aman dari serangan fusarium.

Manfaat Jamur Jakaba

1. Mempercepat pertumbuhan tanaman yang kerdil

Ketika Sobat menyemai bijian tanaman pasti menemukan tanaman yang lambat pertumbuhannya di bandingkan sebayanya dengan perlakuan yang sama, mungkin penyebabnya beragam antara faktor genetik hingga pada percampuran media tanam yang tak merata bisa juga di akibatkan oleh hama penyakit bawaan atau endemik lahan penanaman.

2. Memperpanjang Umur Tanaman

Umur tanaman memang berbeda ada tanaman yg setelah menghasilkan mati karena faktor asli tanaman tersebut, dengan mengaplikasikan jamur air leri yang bernama Jakaba ini tanaman bisa panjang usia tanaman Rati atau jenis terong.

3. Mengatasi fusariun

Fusarium yang diakibatkan oleh cendawan, Fusarium adalah salah satu genus cendawan berfilamen yang banyak ditemukan pada tanaman dan tanah Fusarium merupakan patogen pada tanaman yang dapat menyebabkan penyakit hawar

Cara Mendapatkan Jakaba

Resep membuat Jamur Jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi) versi Aba Irman adalah sebagai berikut:

  • 2,5 kg katul halus+air 5 liter lalu peras ambil airnya
  • Masukkan dalam wadah
  • Tambahkan nasi yangg sudah dingin 2-3 sendok makan
  • Inapkan semalam tutup dengan ditutup dengan kain agar tidak kemasukan serangga
  • Diamkan selama 10-15 hari ditempat gelap dan jangan digoyang-goyang
  • Setiap 10 hari di cek, apakah suda ada ditumbuhi jamur jakaba atau belum
  • InsyaAllah jadi.

Cara Aplikasi Jamur Jakaba ke Tanaman.

Cara aplikasinya itu cukup dipotong setengah atau diremukan, masukkan ke dalam air bisa yang terendam.  Aplikasi bisa disiram atau kocorkan ke media tanam. Berikan 1 gelas minuman per batang tanaman..

Jika aplikasi semprot dengan cara membuat larutan jamur jakaba atau dihancurkan terlebih dahulu dengan cara di blender.  Ambil jamur jakaba 100 gram.  Di hancurkan dgn air 5 liter. Dan tambahkan gula merah 5 ons. Dan aduk smpai merata. Jika sudah selesai, ambil larutan dan disemprotkan ke tanaman

Cara Memperbanyak Jakaba

Memperbanya jamur keberuntungan abadi ini lebih mudah dari pada mendapatkan awalnya.

Memperbanya hanya membutuhkan sedikit jamur Jakaba kemudian kumpulkan air leri atau di sebut air bekas cucian beras lalu tutup wadah dengan kain seperti proses mendapatkannya simpan pada tempat yang teduh tidak terkena panas matahari atau bersuhu lingkungan panas,

Tunggu hingga 14 hari kemudian buka wadah bila jamur Jakaba berkembang itu artinya berhasil dalam proses pengembangan atau memperbanyak Jakaba.

Apa Perbedaan Dekomposer Bunkai dan Compost Tea

Apa Perbedaan Dekomposer Bunkai dan Compost Tea

Tidak dipungkiri dalam perawatan tanaman, kita selalu perang dengan mikroba patogen. Artinya bahwa mikroba itu memang ada dan selalu ada dilahan.

Sebagian orang berpendapat ” ngapain sibuk sibuk suplai mikroba, toh dialam sudah banyak”. Betul pendapat ini tapi juga kurang tepat. Mikroba lokal ada yang baik ada yang jahat dan semua mereka mudah mati dengan bahan aktif.

Mikroba baik sangat kuat menghajar mikroba jelek cuman populasi mereka lambat. Mikroba jelek populasinya sangat cepat. Maka dengan aktifitas bahan aktif pestisida, mikroba negatif lebih sering muncul dan kuat karena populasinya cepat dan cepat pula menyebar.

Oleh karenanya perlu aplikasi mikroba positif pada lahan untuk percepatan populasi positif.

Kebanyakan semua mikroba merebutkan wilayah untuk menguasai makanan. Karbohidrat dan gula tanaman yang paling disukai mereka.

Saat tumbuhan muda/vegetatif, mikroba jelek sudah datang dan berada di sekitar tanaman bahkan juga sudah hinggap pada tanaman hanya saja aktifitasnya kurang terlihat karena tanaman muda belum mempunyai banyak karbohidrat dan gula.

Saat generatip saat semuanya tersedia, maka mereka langsung muncul dan seolah olah langsung menyebar dan menguasai lahan. Kita pun kelimpungan.

Oleh karenanya, aplikasi penyebaran mikroba BUNKAI/CT sebaiknya dilakukan gencar saat olah lahan – saat tanaman muda agar mereka bisa menekan patogen yang sudah siap siaga dilahan. Rutin semprot lahan diawal bisa meringankan beban kerja di akhir.

Baca juga : Cara Membuat Pupuk Kompos Organik dari Sampah Rumah Tangga Dengan Dekomposer Bunkai

Apa itu Compos Tea

Kompos teh/Compost tea/CT merupakan metode ekstrasi cair kompos/manur/bokasih yang terfermentasi sempurna dg tujuan utk mengambil sari pati/nutrisi yang ada pada kompos/bokasih dan memperkuat bakteri decomposer sekaligus menyediakan nutrisi.

Compost tea sangat kaya dg nutrisi dan bakteri menguntungkan dalam satu aplikasi Compost tea mampu mengefisiensikan dan mengefektifkan pemupukan serta sekaligus menjaga tanaman dari gangguan phatogen

Konsep compost tea adalah memberikan nutrisi secara langsung ke tanaman, tanah dan microba lokal secara masif tanah sehingga tanah menjadi subur. 

Compost tea menggunakan microba lokal yaitu Dekomposer Bunkai.  Bunkai bisa lgsg aplikasi ke tanaman, kocor atau spray.  Dosis ajuran penggunaan bunkai adalah 2-5ml/ltr air.  Namun aplikasi terbaik bunkai adalah dengan dibuat compost tea terlebih dahulu.

Dekomposer pupuk organik bunkai

Keunggulan Metode Compost Tea

Dengan microba decomposer aerob Bunkai, compost tea menggunakan tehnologi aerobic.  Hanya memerlukan waktu 24 jam.  Sehingga dengan begitu semakin hari semakin subur tanah pertanian kita. Proses penguraiannya menjadi singkat dan efektif.

Compost tea memiliki keunggulan dalam satu aplikasi mampu :

  1. Menyuburkan tanah
  2. Menyediakan nutrisi yg berlimpah,tersedia dan terukur
  3. Meningkatkan serapan nutrisi pada tanaman 3-4 kali dri biasanya
  4. Anti dormansi
  5. Anti phatogen tanah
  6. Meningkatkan Vigor
  7. Meningkatkan anti bodi / sistem pertahanan tanaman terhadap HPT
  8. Menjaga keseimbangan ekosistem tanah
  9. Top up produksi/panen

Tips Ampuh Teknik Penyebaran Mikroba BUNKAI/CT.

Mikroba patogen pasti sudah ada dilahan pertanian kita. Apalagi musim hujan extrim ini pH tanah, pH permukaan tanah hampir dipastikan turun dibawah 7. Apalagi saat malam. 

Pada saat itu taburkan DOLOMIT atau kapur di seluruh permukaan tanah lahan.

Setelah 3-4 hari, setelah kapur bereaksi menaikan pH permukaan, walhasil patogen yang takut dengan pH 6-7 akan melemah atau dorman atau minggat pergi tanpa pesan.

Nah saat itulah saat yang bagus tuk menyebarkan BUNKAI / CT via dengan cara disprai ke lahan secara rata. Dosis semakin pekat semakin baik. Aplikasikan rutin 2 hari sekali.

Dengan cara seperti itu diharapkan pada saat fase generatif, semuanya terasa mudah. Hama berkurang, patogen pun jinak.

Study Kasus Penggunaan Bunkai pada Tanaman Bawang

Metode bunkaination pada Bawang merah yang di aplikasikan sama petani Tulung agung dari awal sampai akhir.

  • Dasaran Bunkai sama TSP
  • Setelah tanam 7 hari sekali kocor CT (compos tea)
  • 30 HST selang seling CT vegetatif dan generatif 3 hari sekali
  • 40 HST CT generatif di mix MKP, ZK kocor 3 hari sekali plus sulfur silika
  • 50 HST Booster brix kocor campur CT generatif

Sumber dan credit:

Tanah Tidak Subur, Aplikasikan Pembenah Tanah yang Murah Meriah Ini …

Tanah Tidak Subur, Aplikasikan Pembenah Tanah yang Murah Meriah Ini …

Bahan padat kaya karbon hasil konversi dari limbah organik (biomas pertanian) melalui pembakaran tidak sempurna atau suplai oksigen terbatas (pyrolysis) disebut sebagai biochar.

Biochar atau arang sudah sejak lama dikenal di Indonesia, terutama sebagai sumber energi (bahan bakar dan sumber panas). Arang juga dijadikan komoditas ekspor ke beberapa negara seperti Jepang dan Norwegia untuk bahan baku industri.

Pada tahun 2000, Indonesia mengekspor sekitar 150.000 ton arang kayu bakau, dan tempurung kelapa ke Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir, di beberapa negara seperti Jepang dan Australia mulai berkembang penggunaan arang (biochar) di bidang pertanian, yaitu salah satunya dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah.

Di Indonesia sendiri, pemanfaatan biochar untuk pertanian dan kehutanan mulai berkembang pada awal tahun 2000.

Aplikasi biochar ke lahan pertanian (lahan kering dan basah) dapat meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air dan hara, memperbaiki kegemburan tanah, mengurangi penguapan air dari tanah dan menekan perkembangan penyakit tanaman tertentu serta menciptakan habitat yang baik untuk mikroorganisma simbiotik.

Proses Pembuatan Biochar

Pembakaran tidak sempurna atau suplai oksigen terbatas (pyrolysis) pada bahan padat kaya karbon ayang menghasilkan arang atau yang disebut juga sebagai biochar.

Biochar adalah limbah organik khususnya limbah pertanian yang sangat bermanfaat dalam bidang pertanian.

Pada proses pembuatan arang (biochar), pembakaran dilakukan dengan tidak sempurna dapat dilakukan dengan alat pembakaran atau pirolisator dengan suhu 250-3500 C selama 1-3,5 jam, bergantung pada jenis biomas dan alat pembakaran yang digunakan.

Pembakaran juga dapat dilakukan tanpa pirolisator, tergantung kepada jenis bahan baku.Kedua jenis pembakaran tersebut menghasilkan biochar yang mengandung karbon untuk diaplikasikan sebagai pembenah tanah.Biochar bukan pupuk tetapi berfungsi sebagai pembenah tanah.

Sumbar Bahan Baku Biochar

Sumber bahan baku biochar terbaik adalah limbah organik khususnya limbah pertanian. Potensi bahan bakubiochar tergolong melimpah yaitu berupa limbah sisa pertanianyang sulit terdekomposisi atau dengan rasio C/N tinggi.

Di Indonesia, potensi penggunaan biochar sangat besar mengingat bahan bakunya seperti tempurung kelapa, sekam padi, kulit buah kakao, tempurung kelapa sawit, tongkol jagung, dan bahan lain yang sejenis, banyak tersedia.

Dari berbagai hasil penelitian diketahui bahwa:

  1. Proporsi sekam padi adalah 16-28% dari jumlah gabah kering giling;
  2. Proporsi tempurung dari buah kelapa sebesar 15-19%;
  3. Proporsi tempurung kelapa sawit 6,4% dari produksi tandan buah segar (TBS); dan
  4. Proporsi tongkol jagung 21% dari bobot tongkol kering.

Manfaat Penggunaan Biochar

Biochar merupakan arang kayu yang berpori (porous), bila digunakan sebagai suatu pembenah tanah dapat mengurangi jumlah CO2 dari udara.

Biochar dapat menyediakan habitat bagi mikroba tanah, tapi tidak dikonsumsi dan umumnya biochar yang diaplikasikan dapat tinggal dalam tanah selama ratusan tahun.

Dalam jangka panjang biochar tidak mengganggu keseimbangan karbon-nitrogen dan dapat menahan dan menjadikan air dan nutrisi lebih tersedia bagi tanaman. Bila digunakan sebagai pembenah tanah bersama pupuk organik dan anorganik, biochar dapat meningkatkan produktivitas serta retensi dan ketersediaan hara bagi tanaman (Gani, 2009).

Biochar lebih efektif dalam retensi hara dan ketersediaannya bagi tanaman dibanding bahan organik lain seperti kompos atau pupuk kandang, hal ini juga berlaku bagi hara P yang tidak diretensi oleh bahan organik biasa. Biochar lebih persisten dalam tanah dibanding bahan organik lain, karena itu semua manfaat yang berhubungan dengan retensi hara dan kesuburan tanah dapat berjalan lebih lama dibanding bentuk bahan organik lain yang biasa diberikan.

Penggunaan biochar dalam pembangunanpertanian akan memberikan manfaat ganda berupa perbaikanproduktivitas lahan dan tanaman serta mengurangi emisi CO2 keudara serta meningkatkan daya pengikat gas rumah kaca (Gani,2009).

Potensi biochar sebagai pembenah tanah selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah dapat pulasebagai sumber utama bahan untuk konservasi karbon organik didalam tanah.

Penambahan biochar ke tanah meningkatkan ketersediaan kation utama dan fosfor, total N dan kapasitas tukar kation tanah (KTK) yang pada akhirya meningkatkan hasil.

Referensi :

Tanaman anda “mereketet”? Tumbuh tidak optimal? Cobalah NUTRISI TANAMAN BANK CEONG Untuk SEMUA JENIS TANAMAN

Tanaman anda “mereketet”? Tumbuh tidak optimal? Cobalah NUTRISI TANAMAN BANK CEONG Untuk SEMUA JENIS TANAMAN

Kesuburan tanah setelah panen pasti akan berkurang, lahan tidurpun harus ditingkatkan kandungan nutrisi tanamannya supaya hasil produksi meningkat.

Solusi kesuburan media tanam dan optimalisasi pertumbuhan tanaman, gunakan Nutrisi Tanaman BANK CEONG.  Efektif untuk kesuburan lahan, mengoptimalkan tanaman mulai dari persemaian, masa pertumbuhan, pembungaan dan pembesaran buah untuk semua jenis tanaman.

Menuju pertanian sehat dan ramah lingkungan dengan menggunakan produk yang ramah lingkungan, terbuat dari bahan-bahan organik.

Nutrisi Tanaman Bank Ceong sebagai Penyubur tanah dan pelengkap nutrisi baik makro dan mikro bagi tanaman. Dilengkapi agen hayati pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT).

Upaya mengoptimalkan hasil produksi tanaman, salah satunya melalui pemberian nutrisi yang lengkap, baik hara makro maupun mikronya.

Nutrisi Tanaman BANK CEONG selain mengandung HARA MAKRO dan MIKRO juga dilengkapi dengan AGEN HAYATI, jika diaplikasikan ke tanah  akan membantu menyuburkan tanah, memproses residu pupuk dalam tanah juga bisa sebagai agen hayati pengendali organisme pengganggu tanaman yang ada di tanah.

Sedangkan jika diaplikasikan secara foliar/semprot, interval dua Minggu sekali, maka tanaman akan mendapatkan nutrisi tambahan plus agen hayati pengendali tanaman seperti jamur, bakteri, ulat dan serangga

Manfaat Umum Penggunaan Nutrisi Bank Ceong

Efektif untuk lahan, persemaian, masa pertumbuhan, pembungaan dan pembesaran buah untuk semua jenis tanaman

  1. Mengembalikan kesuburan tanah
  2. Menyediakan unsur hara bagi tanaman
  3. Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun
  4. Meningkatkan daya tahan dan produktifitas tanaman

Komposisi Kandungan Nutrisi Tanaman Bank Ceong

Bank Ceong: Nutriisi tanaman yang mengandung unsur makro dan mikro.

Unsur hara Makro & Mikro: N, P, K, Mg, S, Fe, Si, Zn, Bo, Cu, Ca, Mo, Na, Al, Cl

Dilengkapi asam amino, hormon pertumbuhan (Zat perangsang tumbuh) GA3 dan Mikroba Agen Hayati:

  • Trichoderma,
  • Beauveria,
  • Mikoriza,
  • Metharizium,
  • Pseudomonas sp,
  • Gliocladium,
  • Corrynebacterium
  • Bakteri pelarut phosfat,
  • Bakteri asam laktat,
  • Bakteri nitrifikasi,
  • Bakteri denitrifikasi,
  • Bakteri sellutotik,
  • Bakteri bio-remediasi.

Nutrisi Tanaman BANK CEONG untuk SEMUA JENIS TANAMAN

Nutrisi tanaman BANK CEONG adalah Pupuk Organik Cair hasil fermentasi dari bahan organik eceng gondok dan keong mas serta dilengkapi dengan beberapa nutrisi dan hormon pertumbuhan yang dibutuhkan oleh tanaman

Nutrisi Tanaman BANK CEONG disemprotkan pada tanah sawah masam dengan konsentrasi 6 ml/liter bisa memperbaiki pH tanah tersebut dan akan menyediakan Unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan bagi tanaman.

Nutrisi Bank Ceong untuk Pengolahan Lahan

Nutrisi Tanaman BANK CEONG disemprotkan pada tanah sawah masam dengan konsentrasi 6 ml/liter bisa memperbaiki pH tanah tersebut dan akan menyediakan Unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan bagi tanaman.

Hasil pengujian pH tanah pada media tanam campuran tanah dan Kompos JADUL, yaitu KOMPOS yang bahan utamanya Kotoran Jangkrik dan bahan organik lainnya serta dilengkapi berbagai agen hayati,  pH tanahnya berada pada kondisi normal yaitu 6. Hal ini akan membantu tanaman untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Nutrisi Bank Ceong untuk Tanaman Padi

Nutrisi Tanaman BANK CEONG berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mengoptimalkan pertumbuhan tanaman.  Dengan cuma satu kali aplikasi aja, tepatnya di usia 43 HST sebanyak 500 ml/Ha. 

Idealnya sih tiga kali aplikasi yaitu usia 14, 28 dan 42 HST masing2 500 ml/Ha (satu botol). Padi Ciherang keluar malai secara serempak dan di usia 84 HST bulir terisi sempurna.

Penggunaan Bank Ceong pada tanaman Padi Sawah

  • Dosis : 500 ml/Ha
  • Usia H-5 HST (Lahan), 14 HST, 28 HST, 42 HST
  • * Semprot tanaman 3 ml/liter air, interval penyemprotan 14 hari
  • * Kocor / Semprot lahan 6 ml/liter sebelum penanaman

Nutrisi Bank Ceong Untuk Memperbanyak Anakan Padi

Dengan mengaplikasikan Nutrisi Tanaman Bank Ceong mulai dari Persiapan lahan yaitu H-5 HST, lalu di usia 14, 28 dan 42  HST supaya TANAH MENJADI SUBUR DAN TANAMAN LEBIH PRODUKTIF

Hasil nyata yang dihasilkan, malai padi keluar secara serempak dan bulir padi di usia 84 HST terisi sempurna serta daun bendera masih sehat, terlihat segar dan hijau.

Nutrisi Bank Ceong untuk Tanaman Anggur

Nutrisi Tanaman BANK CEONG dapat menjadi solusi pada tanaman anggur yang stagnan dan kekurangan unsur hara pada tanaman anggur.

Karena Nutrisi Bank Ceong itu bersifat organik, maka daun anggur pun aman jika dikonsumsi oleh manusia, apalagi untuk makanan ternak.

Penggunaan Bank Ceong pada Sayuran dan Buah-buahan seperti anggur sebagai berikut:

  • Penyemprotan: Konsenstrasi 3 ml/liter air, interval penyemprotan 14 hari
  • Kocor/Semprot lahan : Konsentrasi 6 ml/liter air, interval penyemprotan 14 hari

Dimana Beli Nutrisi Bank Ceong?

Silahkan kunjungi marketplace Shopee atau Tokopedia.

Jamur JAKABA Sebagai Pupuk Organik Cair

Jamur JAKABA Sebagai Pupuk Organik Cair

Apa itu Jamur JAKABA

Berdasarkan terlusuran dari beberapa artikel dan video mengenai JAKABA, jamur ini ditemukan oleh Aba Junaidi Sahidj, sebagai pupuk cair tanaman dan dapat diaplikasikan pada tanaman untuk mengatasi yang tanaman kerdil.

Cek video penemuan Awal Mulanya Ditemukan JAKABA di Chanel Yutubenya Disini.

Jakaba atau singkatan dari kejamur keberuntungan abadi terbentuk dari air cucian beras yang diperam.

Beberapa Bakteri Yang Dihasilkan dari Air Cucian Beras.

Bakteri Pseudomonas fluorescens

Adalah sejenis mikroba atau mikroorganisme yang beradaptasi serta mengkloning dengan baik pada sistem perakaran (akar tanaman) serta mempunyai keunggulan untuk mensintesis metabolit untuk proses menghambat perkembangbiakan patogen.

Bakteri Pektolitik pektin

Bakteri ini adalah sejenis mikroba yang mensintesis karbohidrat dan Asam Amino untuk menghasilkan hormon tumbuh atau ZPT.

Bakteri Xanthomonas maltophilia

Bakteri ini menginfeksi sel hama Embun Tepung karena perkembangbiakannya pesat di atas suhu 33oC dan ketersediaan lisis dalam jumlah besar.

Cara Mendapatkan Jakaba

Jamur Jakaba atau jamur keberuntungan abadi karena untuk mendapatkannya sedikit banyak memerlukan faktor keberuntungan.  Tidak serta merta didapatkan begitu saja.  Terkadang harus beberapa kali mengulang dengan berbagai bahan tambahan. 

Saya saja harus mengulang sebanyak 3 kali.  

Beberapa orang yang mencoba memancing jamur jakaba, menambahkan material lain diantaranya seperti nasi yang masih baru, akar bambu, dedak, sabut kelapa, tongol jagung, dll.  Ke dalam larutan air cucian beras. 

Tetapi beberapa orang mendapatkan jamur jakaba hanya dengan air cucian beras saja.

Menurut penemunya jakaba di dapat dari bekas air cucian beras atau di kenal air leri kemudian di masukan kedalam wadah seperti tong plastik atau bak plastik yang bersih.  Tutup atasnya dengan kainhingga menutupi mulut wadah tersebut.  Saya sendiri menggunakan tisu, karena tempat membuatnya dari topless.

Taruh wadah tempat yang teduh tidak terkena sinar matahari langsung atau bersuhu ruangan di dalam rumah selama 15 hari atau bahkan lebih.  Jika beruntung muncul bakal jamur jakaba yang berwarna bintik-bintk merah.   Lanjutkan terus penutupan biarkan hingga tumbuh besar sesuai dengan keinginan.

Apabila setelah menunggu 1 bulan tidak muncul juga bahan jakaba, maka mulailah dari tahap awal.

Ciri-ciri Jamur Jakaba

Pada bagian atas jamur berwarna coklat secara keseluruan mirip dengan coral karang tekstur renyah

Pada bagian bawah berwarna kehijauan tekstur kenyal agak mirip karet tapi mudah patah atau hancur.

Jamur JAKABA Sebagai Pupuk Organik Cair

Cara Memperbanyak Jamur Jakaba

Memperbanyak jamur keberuntungan abadi ini lebih mudah dari pada mendapatkan awalnya. Memperbanyak hanya membutuhkan sedikit saja jamur Jakaba kemudian kembang biakan pada air leri atau air bekas cucian beras dan tutup.  Prosesnya sama seperti cara memancingnya pertama kali.

Tunggu hingga 14 hari kemudian buka wadah bila jamur Jakaba berkembang.  Lakukan terus demikian sampai kita mendapatkan jumlah jakaba yang diinginkan.

Apa Manfaat jamur Jakaba

Selain penjelasan di atas air cucian beras dapat untuk mendapatkan Jamur Jakaba, atau untuk mengembang biakannya,

1. Mempercepat pertumbuhan tanaman yang kerdil

Ketika Sobat menyemai bijian tanaman pasti menemukan tanaman yang lambat pertumbuhannya di bandingkan sebayanya dengan perlakuan yang sama, mungkin penyebabnya beragam antara faktor genetik hingga pada percampuran media tanam yang tak merata bisa juga di akibatkan oleh hama penyakit bawaan atau endemik lahan penanaman.

2. Memperpanjang Umur Tanaman

Umur tanaman memang berbeda ada tanaman yang setelah menghasilkan mati karena faktor asli tanaman tersebut, dengan mengaplikasikan jamur air leri yang bernama Jakaba ini tanaman bisa panjang usia tanaman Rati atau jenis terong.

3. Mengatasi fusariun

Fusarium yang diakibatkan oleh cendawan, Fusarium adalah salah satu genus cendawan berfilamen yang banyak ditemukan pada tanaman dan tanah Fusarium merupakan patogen pada tanaman yang dapat menyebabkan penyakit hawar

Bagaimana Cara Aplikasi Jamur Jakaba Sebagai Pupuk Organik Cair

Jamur Jakaba dapat diaplikasikan dengan cara ditabur, spery ataupun kocor.   Jamur ini cocok untuk semua jenis tanaman, semua musim tanam,  tanaman musiman, tanaman tahunan, sayuran, buah-buahan, palawija, bahkan di aplikasikan ke tanaman hias.

Caranya ambil jakaba secukupnya kemudian hancurkan dengan blender agar halus tambahkan air leri secukupnya setelah jadi, ramuan di atas sebanyak 800 mili kemudian tambahkan air sebanyak 20 liter sesuaikan dengan kebutuhan untuk dosis gunakan perbandingan.

Pengaplikasiannya bisa untuk kocor atau di semprotkan keseluruh bagian tanaman menurut keterangan beliau

Unsur dan Kandungan Jamur Jakaba

Diketahui air cucian beras mengandung 90% karbohidrat yang berupa pati, vitamin, mineral serta berbagai protein.

Karbohidrat dalam jumlah yang tinggi akan membantu proses terbentuknya hormon tumbuh berupa Auksin, Giberelin dan Alanin. Ketiga jenis hormon tersebut bertugas merangsang pertumbuhan pucuk daun, mengangkut makanan ke sel-sel terpenting daun dan batang.

Unsur tersebut di perkirakan jamur Jakaba terbentuk dari air cucian beras. Namun untuk memastikan kandungan yang sebenarnya dari jamur Jakabar ini perlu penelitian lebih lanjut.

Cara Membuat Pupuk Kompos Organik dari Sampah Rumah Tangga Dengan Dekomposer Bunkai

Cara Membuat Pupuk Kompos Organik dari Sampah Rumah Tangga Dengan Dekomposer Bunkai

Cara membuat pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga bisa dilakukan secara perorangan dengan memanfaatkan sisa-sisa sampah dapur.   Jika hidup dipedesaan, akan banyak sekali sampah-sampah organik dari serasah daun-daunan, buah-buahan atau hijauan bahan organik lainnya.

Untuk membuat sampah organik, kita perlu memotong bahan-bahan organik tersebut menjadi bagian-bagian kecil dinilai dapat mempercepat proses pembusukan sehingga pupuk kompos bisa segera digunakan. Selain itu, pupuk kandang dari kotoran sapi atau kambing juga cocok untuk meningkatkan kualitas pupuk kompos.pupuk kompos.

Kompos Organik Alami

Mengutip dari Mr Youngsang Cho Jadam Method, pupuk terbaik juga murah (ultra low cost) adalah pupuk yang berasal dari tumbuhannya dan/atau bagian dari tumbuhannya itu sendiri.

Pupuk untuk jagung, adalah tananaman jagung atau bagaian tanamannya

Pupuk untuk strowberi adalah tanaman strowberi atau bagian tanamannya

Pupuk untuk padi adalah tanaman padi atau bagiannya tanamannya

dst.

Kali ini saya membuat percobaa membuat kompos cair organik.  Bahannya adalah

Air sumur, bagian dari tumbuhannya sendiri (atau bahan bahan organik lain apa saja) dan leaf mold. 

Cara pembuatan kompos organik cair

Siapkan drum yang ada penutupnya, masukan air, potongan-potongan dari tumbuhan, dan leaf mold (jamur, hifanya, atau tempat tumbuhnya jamur).

Drum di tutup dengan pentupnya.

Biarkan selama 1-3 bulan

Ini hasil prakteknya akibat dari pensaran. Bahanya potongan daun dan ranting anggur, kulit pisang, dll.  Untuk mempercepat proses cara membuat pupuk kompos cair dapat ditambahkan dengan dekomposer.

Membuat Kompos Dengan Dekomposer

Membuat kompos dari bahan organik (limbah sampah organik rumah tangga, limbah atau serasah daun-daunan, buah-buahan, potongan limbah sayuran, dll)  memerlukan agen pembusuk.

Agen pembusuk atau dekomposser atau pengurai adalah organisme yang memakan organisme mati dan produk-produk limbah dari organisme lain. Pengurai membantu siklus nutrisi kembali ke ekosistem lainnya.

Dekomposer membuat tanah kaya dengan menambahkan senyawa organik dengan itu. Zat seperti karbon, air dan nitrogen dikembalikan ke ekosistem melalui tindakan pengurai. Yang termasuk contoh pengurai (dekomposer) adalah serangga, cacing tanah, bakteri, jamur, belatung, lactobacteria, kecoa, ragi, siput, lumut, dan actinomycetes.

Dekomposer atau pengurai adalah makhluk hidup yang memperoleh energi dengan cara menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati. Organisme pengurani mendapat energi dengan memecah organisme mati ke nutrisi

Proses penguraian ini disebut pembusukan atau dekomposisi.  Dekomposisi atau proses perubahan menjadi bentuk yg lebih sederhana itu memelukan waktu yang lama, bisa bulanan bahkan tahunan.  Untuk mempercepat proses dekomposisi memelukan agen dekomposer yaitu bakteri yang sudah siap, dan terpilih.  Agar hasil akhir dari dekomposi ini dapat menjadikan kompos yang berkualitas, mengandung banyak kandungan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman.

Dekomposer Bunkai

Decomposer Bunkai (Bunkai adalah merek dekomposer) mampu mempercepat proses pengomposan dengan mikroba yang terpilih, bekerja selaras sehingga menghasilkan kompos siap pakai dalam waktu 7 hari.

Methode pengomposan dengan Bunkai mencapai suhu thermofil biji gulma akan mati. Micro organisme di dalam bunkai bekerja mengurai bahan organik untuk menghasilkan nutrisi yg diperlukan tanaman (macro maupun micro), sekaligus berfungsi sebagai pencegah patogen tular tanah.

Decomposer Bunkai berfungsi sempurna secara aerob, meskipun dapat juga bekerja secara an aerob, sehingga sangat cocok di aplikasikan dalam pembuatan COMPOST TEA juga.

Cara pemakaian untuk pembuatan kompos: 1 liter dekomposer BUNKAI untuk 1 ton bahan organik.

Mikroba-mikroba yang terdapat dalam Dekomposer Bunkai.

1. Bacillus megatherium, sang raja bacilius yg sulit ditaklukan karena sifatnya yg mendominasi tapi tidak antagonis, merupakan pelarut P dan penyedia K, dan agen potensial untuk biokontrol penyakit tanaman.

Megatherium juga decomposer efektif, krn Sifat thermopil nya yg diatas rata2 bakteri lain (sampai 80°C) sehingga proses dekomposisi mampu selesai dalam waktu singkat ( 24 jam sampai 5 hari ).

2. Lactobacillus sp, penghasil enzim selulosa yang membantu penguraian bahan organic, termasuk kelompok bakteri asam laktat yaitu mengubah gula menjadi asam laktat. Manfaat Asam Laktat bagi tanaman adalah meningkatkan kelarutan pupuk, dapat mengurangi/menetralkan gas amonia yang diproduksi oleh kompos yang belum matang, memiliki daya tahan terhadap beberapa jenis fungi, dapat juga mengurangi bau pada kandang ternak.

Lactobacillus juga memiliki kemampuan membusukkan materi tanaman yang sangat baik (decomposer). Produksi asam laktatnya membuat lingkungannya bersifat asam dan mengganggu pertumbuhan beberapa bakteri merugikan.

Spesies Lactobacillus juga menghasilkan hidrogen peroksida (h2o2) yang menghambat pertumbuhan patogen jamur Candida albicans yg menyebabkan infeksi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang.

3. Streptomyces, adalah organisme kemoheteroorganotrof yaitu organisme yang mampu menggunakan materi organik yang kompleks sebagai sumber karbon dan energi. Materi yang mereka dapatkan berasal dari degradasi molekul di dalam tanah. Karena sifat ini, bakteri ini penting untuk menjaga tekstur dan kesuburan tanah.

Streptomyces penghasil antibiotik terbesar, yang memproduksi obat antibakteri, antijamur , dan antiparasit, dan juga berbagai senyawa bioaktif lainnya.

4. Acetobacter sp, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman.

5. Azospirillum, penambat N, pelarut P, penghasil vitamin dan fitohormon (ZPT) yang dibutuhkan tanaman.

6. Pseudomonas fluorescens, mengatasi penyakit tular tanah (Phytium sp).

7. Aspergillus niger, pelarut phospat

8. Penicillium sp, pelarut phospat dari ikatan phospor dengan mineral liat

9. Tricoderma Coningii menginduksi resistensi terhadap serangan patogen jamur dan merangsang pertumbuhan. Ini bertindak sebagai parasit terhadap jamur lain, terutama yang menyebabkan penyakit pada tanaman, dengan menghambat pertumbuhannya atau menyerang mereka secara langsung.

10. Metharizium anisopliae, jamur menginfeksi hama melalui kulit tubuhnya

11. Rizobium sp, menambat N setelah menginfeksi akar tanaman (simbiotik),

12. Actinomycetes sp, mikroba penghasil antibiotic.

13. Yeast, ragi.

Dimana Beli Dekomposer Bunkai

Silahkan kunjungi marketplace Shopee dan Tokopedia.

Bagaimana Cara Membuat Kompos Plus

Bagaimana Cara Membuat Kompos Plus

Mengkompos berarti melakukan de-komposisi dan/atau rekomposisi bahan-bahan organik menjadi bahan yang dapat diserap oleh tanaman.  Kompos dibuat dari bagian yang lunak dan berair dari biomasa tanaman dan hewan, seperti daun-daunan, serasah, bagian ranting, kotoran dan air kencing hewan, sayur, daging dan susu,

Proses membuat kompos (atau komposting) prosesnya terdiri dari dua, yakni dekomposisi atau perombakan/penguraian, dan rekomposisi/sintesis.

Kompos dari bahan-bahan organik seperti senyawa lunak yang berasal dari hewan dan tanaman seperti kotoran hewan, limbah pertanian, limbah organik pabrik tahu/tempe, pupuk hijauan disebut kompos organik.

Apa itu Kompos Plus

Mendekomposisi bahan organik tanaman atau hewan sehingga mampu diserap oleh tanaman secara alamiah memerluan waktu yang lama.  Untuk mempercepat prosesnya ditambahkan bantuan mikroorganisme (mikroba).

Agar kandungan kompos yang dihasilkan memiliki kandungan nutrisi lengkap, bisa ditambahkan dengan nutrisi tambahan.  Dengan demikian kompos ini dinamakan kompos plus.

Membuat Kompos PLUS Versi BETA (Bengkel Tani Malang).

Bahan kompos plus :

  1. Urea 5-10 kg
  2. Phonska 25-50 kg
  3. Petroganik 6 zak
  4. Kaptan 1 zak, jika lahannya asam
  5. Dedak minimal 5kg
  6. Molase minimal 1 liter
  7. Air 50 liter, atau sampai seluruh media jadi basah
  8. POC beta minimal 500 ml

Jika beberapa bahan tidak tersedia:

  • Petroganik bisa digantikan kohe (kotoran hewan) dan kompos lainnya
  • Urea bisa digantikan dg KCL saat fase generatif
  • Molase boleh diganti dg bahan lainnya yg manis
  • Poc beta bisa digantikan puluhan jenis mol dan puluhan jenis agen Hayati lainnya

Cara Pembuatan

Aduk merata, dan basahi dg air, molase dan POC. Masukkan kembali ke dalam karung dan biarkan minimal 3 hari.

Siap aplikasi dengan dosis 50kg per 1.000 meter, ini dosis yg optimal. Mau lebih atau kurang dari itu juga boleh, sesuaikan dengan tingkat kesuburan lahan, jenis tanaman dan fase pertumbuhan tanaman

Berapa modal yang harus dikeluarkan untuk membuat Kompos Plus tersebut?

Jika dihitung rupiah, maka rinciannya sebagai berikut:

  • Urea 10kg x 2.500 =  25.000
  • Phonska 50kg x …= 115.000
  • Petroganik 6 zak x 20.000 =  120.000
  • Kaptan 1 zak x …= 75.000
  • Dedak 5 kg x 3.000 = 15.000
  • Molase maksimal  = 10.000
  • Probiotik maksimal 30.000

Total Rp 390.000

Metode II Pembuatan Kompos Plus

Siapkan bahan-bahan seperti berikut :

  1. Urea 5-10 kg
  2. Phonska atau pupuk P lainnya 1 sak
  3. Petroganik 6 zak, bisa digantikan kompos lainnya
  4. Starter probiotik lengkap minimal 300ml
  5. Molase 1 liter
  6. Air 30 liter

Kebutuhan bahan per Ha

  • Urea 50 kg
  • Phonska 150-200kg
  • Kalium 25-50kg
  • Petroganik / organik 1,5-2 ton.

Cara pembuatan:

  1. Campur dulu probiotik, molase dan air (jauh lebih bagus jika sdh diaktifkan semalam)
  2. Campurkan semua jenis bahan merata
  3. Kocor dg campuran probiotik, aduk merata sampai semua pupuk terlihat basah, kena cairan, tidak boleh ada yang kering.
  4. Masukkan semua pupuk tadi ke dalam karung
  5. Simpan minimal 3 hari. Lebih lama lebih baik, asal disiram lagi tiap bulan agar tetap lembab
  6. Dosis satu resep itu bisa utk pupuk dasar dan pemupukan 1 seluas 1 ha.
  7. Pemupukan selanjutnya wajib ditambah, antara 1,5-2 resep.
  8. Khusus fase bunting dan pengisian bulir, wajib ditambahi pupuk Kalium, 5-10 kg tanpa urea lagi

Manfaat Penggunaan Mikroba dalam Proses Pembuatan Kompos

Semua pupuk yang tersedia di pasaran bisa digunakan tapi pilihlah yg harganya terjangkau, kemudian lengkapi unsur haranya dg menggabungkan unsur N, unsur P, unsur K, unsur mikro, serta pupuk organik, dan kemudian diurai (fermentasi) dengan jenis bakteri yang lengkap, maka akhirnya, semua kebutuhan tanaman akan terpenuhi.

Manfaat penambahan mikroba itu adalah menghasilkan fitohormon untuk membantu percepatan pertumbuhan tanaman.  Mikroba itu juga menghasilkan fitotoksin yang berguna untuk  mengendalikan pathogen, sehingga pemakaian pestisida kimia bisa ditekan bahkan dihilangkan.

Semua mikroba yang ada akan mengurai lahan dan melepaskan senyawa apapun yg ada, sehingga lahan akan jadi pabrik pupuk. Selanjutnya  hanya tinggal menambahkan bahan organik untuk memberi makan semua mikroba tersebut.

Manfaat Penggunaan Kompos Plus

Penggunaan bahan-bahan pupuk anorganik seperti urea, petroganik, phonska, petroganik dalam kompos plus adalah menambah pengayaan bakteri dan mikroba pada kompos plus yang dihasilkan.

Unsur N dari urea yg hanya 5-10 kg akan terikat oleh aktivitas bakteri, sekaligus meledakkan jumlah bakterinya, karena semua bakteri dan mikroba lainnya itu butuh unsur N.

Semua pupuk yang yang tersedia di pasaran berbahan baku batuan phospat. Dengan adanya proses fermentasi maka semua senyawa phospat dan mineral mikro lainnya akan terlepas secara bertahap menjadi ion-ion yang mudah diserap akar tanaman.  Karena  akar tanaman hanya akan menyerap unsur yang sudah berubah menjadi ion, gas atau cairan.

Karena semua unsur telah terurai, otomatis daya larut dan KTKnya juga meningkat.

Sehingga kompos plus, adalah benar-benar kompos plus dari segi apapun, tak terbatas. Mau ditambahin apa saja bisa, sesuai bahan-bahan yang ada di sekitar atau bahan-bahan yang bisa kita datang kan.

Dengan kompos plus, semua kebutuhan tanaman dan kebutuhan lahan sudah kita masukkan ke dalamnya, sehingga sudah tidak butuh lagi aplikasi Saprodi lainnya, semua bisa diambil dari kompos plus tersebut.

  • Jika butuh hormon, ambil di kompos
  • Jika butuh pesnab, ambil di kompos
  • Jika butuh POC, ambil di Kompos
  • Jika butuh agen Hayati, ambil di Kompos
  • Jika butuh starter, ambil di Kompos

Kuncinya adalah pada Ramuan probiotik yg sangat lengkap agar semua bahan bisa diproses.

Sumber : Postingan Facebook Aricka Yanti yang diposting tanggal 9 Juli 2018 dan sudah dimodifikasi untuk kebutuhan SEO, tanpa mengubah materi inti.

Cara Membuat Kompos Organik

Cara Membuat Kompos Organik

Apa itu Kompos?

Kompos merupakan material penting pada usaha pertanian. Selain sebagai penyubur tanah, juga sebagai penyuplai unsur hara yang diserap tanaman. Kompos juga berperan sebagai nutrisi bagi micro organisme lokal.
Akan tetapi mayoritas dari petani kita enggan menggunakan kompos.

Ada berbagai macam alasannya. Umumnya mereka beralasan bibit gulma dalam kompos masih aktif, disamping aplikasi kompos harus massif (bandingkan dengan penggunaan pupuk kimia sintesis).

Pada dasarnya tak ada kompos atau proses pengomposan yang gagal, hanya belum terdekomposisi sempurna. Keadaan ini mengakibatkan bibit gulma dan bibit hama masih aktif, dan tentu saja pathogen yang ada pada bahan organic masih hidup

Proses dekomposisi atau fermentasi bahan organik yang baik membutuhkan suhu Thermophil, yaitu suhu yang mencapai 60-70 o. Pada suhu ini jelas mampu mematikan bibit gulma, bibit hama, dan phatogen pada bahan organic.

Themophil terjadi apabila :

  1. Mikro organisme pengurai haruslah mikro organisme thermopil, seperti Trichoderma, Bacilius, Yeast, Penicilium, Streptomyces, Pseudomonas F.
  2. Bahan organik masih dalam kondisi fresh, tidak setengah jadi. Untuk kotoran hewan maksimal 3 hari bisa disebut fresh. Untuk kohe lama bisa dicampur dengan kohe fresh pada saat pengomposan.
  3. Atur kelembaban yang sesuai, jangan terlalu basah (becek).
    Tiga hal inilah yang mempengaruhi thermophile, tidak terpengaruh model penutupan.

Cara Membuat Kompos dari Bahan Organik

Fermentasi bahan organik atau pengomposan terdiri dari 75-90% bahan organik (kotoran hewan) dan 10-25% bahan campuran yang terdiri dari abu dan arang.

Pada kondisi tanah yang terlalu parah maka disarankan bahan organic dan abu atau arang 1 : 1. Proses pengomposan ini tidak membutuhkan kapur, karena kompos yang baik sudah mencapai ph 6,5-7.

Prosesnya adalah campurkan bahan organik dan campuran secara merata. Siramkan larutan decomposer yang sudah diencerkan air. Aduk rata sekali lagi kemudian tumpuk setinggi lutut sampai satu meter. Jika sudah thermophil, bongkar dan angin-anginkan.

Ciri-ciri bahan organik terdekomposisi sempurna adalah tidak berbau, menyerupai tanah berwarna coklat hitam atau lebih gelap, lembab, terasa remah atau tidak lengket dan suhu dibawah 500.

Cara Pengunaan Kompos Organik

Dosis disarakan per hektar lahan budidaya adalah 5 ton kompos.

Untuk media tanam :

  • Arang dan abu 25%
  • Tanah 25%
  • kompos 25%
  • sekam/cocopeat 25%

Untuk media semai :

  • 1 bagian kompos
  • 1 bagian arang
  • 4 bagian tanah

Untuk membuat kompos plus dibutuhkan :

  • kohe kambing 80%
  • biochar 10%
  • cocopeat 5%
  • zeolite 2%
  • rock phospat atau guano 1%

Setelah kompos jadi tambahkan mikorisa 1 kg/m3 dan agen hayati
untuk performa kuat saya pakai dekomposer bunkai.

Sumber: Facebook Abah Menyan yang diposting di group Facebook Bunkai. – dengan penyesuaian untuk perluan SEO.