JANGAN PERNAH Menanam di Tanah! Apapun Jenis Tanamannya. (Bagian 2)

JANGAN PERNAH Menanam di Tanah! Apapun Jenis Tanamannya. (Bagian 2)

Pupuk berdasarkan kandungan haranya dikelompokkan menjadi pupuk anorganik, pupuk organik, bahan pembedah tanah, pupuk pelengkap, dan pupuk mikroba.

Baca juga Bagian 1 : JANGAN PERNAH Menanam di Tanah! Apapun Jenis Tanamannya.

Pupuk organik terbuat dari berbagai jenis bahan antara lain sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), serbuk gergaji, kotoran hewan, limbah media jamur, limbah pasar, limbah rumah tangga dan pabrik, serta pupuk hijau.

Tren penggunaan pupuk organik di dunia pertanian saat ini sedang meningkat.  Oleh karena itu perlu mengenali ciri-ciri pupuk organik yang bagus.  Pupuk organik perlu mencantumkan kandungan c-organik dan tingkat keasamannya (ph-nya). 

Pengertian PUPUK ORGANIK, PUPUK HAYATI, PEMBEDAH TANAH

Mengacu pada peraturan Menteri Pertanian No 70/Permentan/Sr.140/10/2011 Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembedah Tanah, didapatkan pengertian sebagai berikut.

Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan dan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cairan dapat diperkaya dengan mineral dan/atau mikroba yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.  .

Pupuk Hayati adalah produk biologi aktif terdiri atas mikroba yang dapat meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan, dan kesehatan tanah.  Pupuk hayati terdiri atas organisme hidup yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menghasilkan nutrisi penting bagi tanaman.

Pupuk hayati tidak digolongkan sebagai pupuk organik, tetapi sebagai PEMBEDAH TANAH.  Pupuk hayati bisa berbentuk cairan maupun padat.

Cara kerja pupuk hayati adalah secara alami menyediakan nutrisi melalui proses gradual dengan cara memfiksasi unsur N dari atmosfer, melarutan fosfor, dan mensistesa zat lain yang dibutuhkan tanaman.   Dengan penggunaan pupuk hayati siklus penyuburan tanah akan berlangsung terus menerus dan berkelanjutan.

PEMBEDAH TANAH adalah bahan-bahan sintetis atau alami, organik atau mineral berbentuk padat atau cair yang mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan/atau biologi tanah.

Fomula ketiganya juga berbeda. Formula pupuk organik adalah komposisi bahan-bahan organik dan mineral penyusun pupuk organik.  Formula pupuk hayati adalah komposisi mikroba/mikrofauna dan bahan pembawa penyusun pupuk hayati.  Formula pembedah tanah adalah komposisi bahan organik sintesis dan/atau alami, mineral sintetis dan/atau alami penyusun pembedah tanah.

Produk pembedah tanah diperlukan karena mampu memegang hara yang tersedia, membongkar unsur-unsur yang tidak dibutuhkan, menyerap nutrisi yang diperlukan, dan menyebarkan ke seluruh jaringan tanaman. 

Selanjutnya tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup untuk menghasilkan produksi lebih baik, menekan penggunaan pupuk an-organik.

Keunggulan Pupuk Hayati

Pupuk hayati merupakan teknologi terapan ramah lingkungan dengan menghasilkan produktivitas tanaman yang lebih sehat yang juga secara ekonomi nilai jual hasil produk pertanian organik lebih tinggi.

Kelebihan dari penggunaan pupuk hayati antara lain

  1. Membantu meningkatkan tersedianya unsur hara N dan P
  2. Memacu pertumbuhan tanaman
  3. Meningkatkan kapasitas tukar kation tanah dan
  4. Meningkatkan efisiensi pemupukan

Contoh dari pupuk hayati adalah Rhizobium, pupuk PGPR, EM4 dan pupuk mikroba berbahan Bacillus subtilis, Bacillus flexus, Pseudomonas mendocina, Aspergillus niger, dan lainnya.

Kompos adalah Pupuk Organik

Jika pupuk organik dihasilkan dari proses pelapukan bahan organik melalui proses biologis dengan bantuan organisme pengurai, maka pupuk tersebut tergolong kompos.

Organisme pengurai atau dekomposer bisa berupa mikro-organisme atau makro-organisme.  Mikro-organisme dekomposer bisa berupa bakteri, jamur, atau kapang.  Makro-organisme yang paling populer adalah cacing tanah.

Teknologi pengomposan sudah berkembang pesat, sehingga banyak dihasilkan varian dekomposer beserta metode pembuatannya.  Pupuk kompos pun sudah diproduksi dalam ragam lain seperti pupuk bokashi, vermikompos, pupuk organik cair, dan pupuk organik tablet.

Cara Mengetes Keaslian Pupuk Organik

Untuk mengetes keaslian pupuk organik, caranya dengan memasukan produk terebut ke dalam kantong plastik dalam keadaan lembab.  Jika produk kering dibasahi terlebih dahulu agar kadar air paling tidak 20%.  Lalu tutup rapat kedap udara dan biarkan  dalam suhu kamar selama 1 minggu.

Bila bentuknya masih tetap seperti bau tanah, menandakan bahwa pupuk tersebut telah benar-benar matang.

Pupuk organik yang telah matang memiliki suhu rendah yang stabil, walau disimpan dalam waktu lama.  Caranya dengan memasukan tangan ke dalam sela-sela tumpukan pupuk.  Jika terasa dingin menandakan pupuk tersebut matang.

Pupuk organik murni akan mudah sekali menggumpal tetapi juga mudah sekali terurai di dalam tanah dalam waktu singkat.

JANGAN PERNAH Menanam di Tanah! Apapun Jenis Tanamannya (Bagian 1)

JANGAN PERNAH Menanam di Tanah! Apapun Jenis Tanamannya (Bagian 1)

Dilaporkan oleh para petani bahwa saat ini banyak terjadi penurunan hasil produksi pertanian jika dibanding dengan beberapa tahun lalu.  Salah satunya penyebabnya adalah penurunan kualitas tanah.

Seperti dikutip dari artikel dari Majalah Tebar No 89, edisi 15 Februari – 15 Maret 2020, hasil rata-rata kualitas tanah di tujuh kecamatan di Brebes diantaranya di kecamatan Wanasari, Jatibarang, Songgom kondisinya rusak ringan hingga sedang.  Kondisi derajat pelurusan atau kemampuan menyerap air yang rendah dan kadar keasaman yang tinggi (di bawah skala 7).  Artinya banyak tanah yang sakit, terutama di sentra tanaman bawang.

Kesehatan tanah akan sangat menentukan kualitas dan kuantitas hasil pertanian yang didapat.

Kesehatan tanah adalah integrasi dan optimasi sifat tanah yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanah, tanaman dan lingkungan.  Kesehatan tanah sangat menentukan kualitas lingkungan dan kehidupan yang didukungnya.

Persoalan kualitas tanah mendapat perhatian karena intensifikasi pertanian yang bertujuan untuk melipatgandakan produksi dengan mengolah tanah lebih intensif, menggunakan pupuk buatan (an-organik) secara berlebihan dan penggunaan pestisida yang bahan aktifnya lambat terdegradasi.

Menggenjot produksi dengan berbagai perlakuan tanpa mengembalikan bahan organik sisa akan menurunkan secara nyata kandungan bahan organik tanah dari rata-rata sekitar 5% menjadi kurang dari 3%.  Kondisi ini sangat menurunkan kesehatan tanah yang mengakibatkan produktivitas menjadi sukar ditingkatkan.

Kondisi tanah di Indonesia, terutama di Jawa diperkirakan kandungan C-organik tanah sudah dibawah 2%.  Padahal tanah yang subur itu kandungan C-organiknya minimal 5%, udara 25%, dan mineral 45%.  Selain itu tanah bebas dari residu pestisida, logam berat, hama dan penyakit tanaman.

Rendahnya kandungan c-organik karena petani padi cenderung berlebihan dalam menggunakan pupuk kimia sintesis (an-organik).

Dengan kondisi tanah yang sudah sedemikian rupa, maka apapun yang akan ditanam di tanah tidak akan mendapatkan hasil yang diharapkan.  Oleh karena itu tanamlah pada MEDIA TANAM bukan hanya sekedar menanam pada tanah saja.

Menanamlah Pada Media Tanam

Secara konvensional, tanah adalah media tanam yang paling umum digunakan dan sudah digunakan sejak manusia menemukan praktik bercocok tanam.

Meskipun demikian, meningkatnya arus urbanisasi dan semakin banyak masyarakat yang tinggal di kota, lahan dengan tanah yang bisa ditanami semakin sulit ditemukan. 

Media tanam saat ini telah berkembang pesat tidak hanya tanah.  Banyak ragam media tanam termasuk air saat ini banyak digunakan sebagai media tanam bagi para praktisi hidroponik, aquaponik, dst.

Apa itu media tanam?

Baca juga artikel : APA ITU MEDIA TANAM SEKAM PADI

Wikipedia mengartikan media tanam sebagai media tumbuh bagi tanaman umumnya berupa tanah.

Supaya tanaman tumbuh dengan maksimal, maka media tanam harus betul-betul diperhatikan. Karena faktor terpenting untuk tumbuh sebuah tanaman yaitu media tanam yang berkualitas dan baik.

Secara garis besar, media tanam dibedakan menjadi dua, yaitu media tanam organik dan anorganik.

Media tanam organik adalah media tanam yang menggunakan bahan organik yang pada umumnya menggunakan komponen dari organisme hidup.

Sementara itu, media tanam an-organik merupakan media tanam yang menggunakan bahan yang memiliki kandungan unsur mineral tinggi dan berasal dari proses pelapukan yang ada terdapat di inti bumi.

Puluhan bahan yang berbeda yang digunakan dalam berbagai kombinasi untuk membuat media tumbuh buatan sendiri atau komersial.

Media tanam umumnya memiliki berbagai nutrisi, mineral, air, vitamin, serta kandungan lain yang tentunya dibutuhkan oleh tanaman, sehingga peran akar berperan penting dalam menyerap kandungan hara yang dimiliki media tanam bisa lebih optimal.

Supaya tanaman kita tetap tumbuh dengan maksimal, maka media tanam harus betul-betul diperhatikan. Karena faktor terpenting untuk tumbuh sebuah tanaman yaitu media tanam yang berkualitas dan baik.

Kesuburan dan Kesehatan Tanah

Untuk mendapatkan hasil panen yang tinggi, tanamlah pada tanah yang subur.  Apa itu tanah subur?

Kesuburan tanah adalah kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman dengan sifat kimia, fisika dan biologi yang dimilikinya. 

Kesehatan tanah adalah suatu keadaan tanah yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman secara sehat tanpa adanya gangguan apapun.

Kesuburan dan kesehatan tanah adalah koentji mendapatkan hasil panen yang melipah.

Faktor yang menyebabkan menurunnya kesuburan tanah antra lain disebabkan oleh penyerapan zat hara oleh tanaman, penguapan elemen hara ke atmosfer, resapan ke dalam tanah, dan terjadinya erosi.

Sedangkan faktor yang menyebabkan menurunnya kesehatan tanah antara lain disebabkan oleh tidak pernah melakukan memberikan bahan organik ke tanah,  pemakaian pupuk yang berlebihan, penggunaan bahan pestisida yang berlebihan, melakukan pembakaran diatas lahan, juga akibat erosi.

Ciri tanah yang subur dan sehat adalah:

  1. Mengandung humus atau bunga tanah (terbuat dari bahan organik yang hancur dan terurai, kompos, kotoran hewan, dll.)
  2. Mengandung sejumlah besar biota tanah yang bermafaat (mikro fauna, mikro flora, makro fauna, dll)
  3. Mengandung campuran partikel tanah liat dan pasir yang seimbang (tanah liat mengikat mineral sedangkan pasir memungkinkan drainase secara baik).
  4. Memiliki tekstur lempung, memiliki porositas dan daya mengisap air yang baik.
  5. Memiliki kandungan keasaaan (pH) netral yaitu pH 6-7
  6. Berbagai tanaman bisa tumbuh diatasnya.

Tanah yang subur memiliki kandungan C-organiknya minimal 5%, udara 25%, dan mineral 45%.

Tanah yang sehat berberperan sebagai MEDIA NUTRISI dengan menyimpan unsur hara yang siap digunakan oleh tanaman.

Apa Itu C-ORGANIK

C-organik merupakan presentase kesuburan dalam tanah yang terdiri dari berbagai ikatan rantai karbon (C). 

C-organik merupakan bagian dari tanah yang dari sistem yang kompleks dan dinamis yang bersumber dari sisa tanaman dan atau binatang yang terdapat dalam tanah yang terus menerus mengalami perubahan bentuk, karena dipengaruhi oleh faktor biologi, fisika, dan kimia.

C-organik merupakan semua jenis senyawa organik yang terdapat dalam tanah, termasuk serasah, faksi bahan organik ringan, biomasa mikro organisme, bahan organik terlarut dalam air dan bahan organik yang stabil atau humus.

Bersambung ke bagian 2

Apa itu Media Tanam Sekam Padi

Apa itu Media Tanam Sekam Padi

Wikipedia mengartikan media tanam sebagai media tumbuh bagi tanaman umumnya berupa tanah.

Puluhan bahan yang berbeda yang digunakan dalam berbagai kombinasi untuk membuat media tumbuh buatan sendiri atau komersial. Media tanam umumnya memiliki berbagai nutrisi, mineral, air, vitamin, serta kandungan lain yang tentunya dibutuhkan oleh tanaman, sehingga peran akar berperan penting dalam menyerap kandungan hara yang dimiliki media tanam bisa lebih optimal.

Supaya tanaman kita tetap tumbuh dengan maksimal, maka media tanam harus betul-betul diperhatikan. Karena faktor terpenting untuk tumbuh sebuah tanaman yaitu media tanam yang berkualitas dan baik.

Fungsi media tanam adalah:

  • Tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman
  • Penopang tanaman dan bonggol agar tumbuh secara baik
  • Penyedia unsur hara bagi tanaman
  • Penyedia air bagi tanaman

Jenis-jenis Media Tanam

Secara garis besar media tanam dibedakan menjadi dua yaitu:

Media tanam organik

Media tanam organik adalah media tanam yang menggunakan bahan organik yang pada umumnya menggunakan komponen dari organisme hidup.

Contoh media tanam organik: arang, batang pakis, kompos, mos (media tanam yang berasal dari paku-pakuan), pupuk kandang, sabut kelapa (coco peat), sekam padi, humus (top soil).

Media tanam anorganik.

Media tanam anorganik merupakan media tanam yang menggunakan bahan yang memiliki kandungan unsur mineral tinggi dan berasal dari proses pelapukan yang ada terdapat di inti bumi.

Contoh media tanam anorganik adalah pasir, kerikil, pecahan batu bata, spons (floral foam), tanah liat, vermikulit, gabus (stereofoam), dan rock wool.

Media Tanam Sekam Padi

Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza sativa) yang sudah digiling. Sekam padi yang biasa digunakan bisa beruap sekam bakar atau sekam mentah (tidka dibakar). Sekam bakar dan sekam mentah memiliki tingkat porositas yang sama.

Sebagai media tanam, keduanya berperan penting dalam perbaikan struktur tanah sehingga system aerasi dan drainase di media tanam menjadi lebih baik.

Penggunaan sekam bakar untuk media tanam tidak perlu disterilisasi lagi karena mikroba pathogen telah mati selama proses pembakaran. Selain itu, sekam bakar juga memiliki kandungan karbon karbon (c) yang tinggi sehingga membuat media tanam ini menjadi gembur.

Namun, sekam bakar cenderung mudah lapuk.

Kelebihan sekam mentah sebagai media tanam yaitu mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, merupakan sumber kalium (K) yang dibutuhkan tanaman, dan tidak mudah menggumpal atau memadat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. Namun, sekam padi mentah cenderung miskin akan unsur hara.

Sekam padi merupakan lapisan keras yang meliputi kariopsis yang terdiri dari dua belahan yang disebut lemma dan palea yang saling bertautan. Pada proses penggilingan beras sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan.

Sekam dikategorikan sebagai biomassa yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti bahan baku industri, pakan ternak dan energi atau bahan bakar.

Dalam proses penggilingan padi menjadi beras giling, diperoleh ha-sil samping berupa:

  • Beras giling 50-63,5% dari bobot awal gabah
  • Sekam mentah : 15-20%; yaitu bagian pembungkus atau kulit luar biji,
  • Dedak/bekatul : 8-12%; yang merupakan kulit ari, dihasilkan dari proses penyosohan, dan
  • Menir : ±5%; merupakan bagian beras yang hancur.

Sekam dengan persentase yang tinggi tersebut dapat menimbulkan problem lingkungan.

Unsur Kimiawi Apa yang Terkandung Pada Sekam Padi Mentah

Sekam mengandung beberapa unsur kimia penting seperti (Suharno (1979)

  • Kadar air : 9,02%
  • Protein kasar : 3,03%
  • Lemak : 1,18%
  • Serat kasar : 35,68%
  • Abu : 17,17%
  • Karbohidrat dasar : 33,71

Menurut DTC – IPB, unsur yang yang terdapat sekam padi adalah  :

  • Karbon (zat arang) : 1,33%
  • Hidrogen : 1,54%
  • Oksigen : 33,64%
  • Silika : 16,98%

Dengan komposisi kandungan kimia seperti di atas, sekam dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan:

  1. Sebagai bahan baku pada industri kimia, terutama kandungan zat kimia furfural yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai industri kimia,
  2. Sebagai bahan baku pada industri bahan bangunan, terutama kandungan silika (SiO2) yang dapat digunakan untuk campuran pada pembuatan semen portland, bahan isolasi, husk-board dan campuran pada industri bata merah,
  3. Sebagai sumber energi panas pada berbagai keperluan manusia, kadar selulosa yang cukup tinggi dapat memberikan pembakaran yang merata dan stabil.

Sekam Padi Sebagai Media Tanam dan Pupuk

Sekam padi yang dibakar hingga menjadi abu.  Abu sekam memiliki fungsi mengikat logam berat.  Selain itu sekam berfungsi untuk menggemburkan tanah sehingga bisa mempermudah akar tanaman menyerap unsur hara di dalamnya.

Sekam ada dua jenis yang dipakai untuk tanaman hias

  1. Sekam yang hangus 50% untuk media tanam atau dicampur.  
  2. Sekam yang hangus 100% ini baik untk media atau campuran dan juga baik untuk semai, lebih steril, soal kelembaban saat membuat tidak perlu diperhatikan, tapi saat aplikasinya ketanaman asal jangan becek aja.

Semua tanaman bisa tumbuh baik dengan sekam bakar, keuntungan pakai media tanama sekam bakar adalah steril, poros, banyak unsur hara, ringan untuk mobilisasi, tapi harganya terbilang mahal, karena proses pembuatanya memakan waktu dan bahan bakar yang banyak.

Sekam berfungsi untuk menggemburkan tanah sehingga bisa mempermudah akar tanaman menyerap unsur hara di dalamnya.

Sekam juga sebagai salah satu bahan organik dan merupakan kompos bagi tanah. Bahan organik itu berfungsi memperbaiki sifat fisika dan kimia tanah. Tapi kandungan unsur hara sekam itu tak sebanyak yang ada di pupuk buatan, maka penggunaan yang terbaik adalah dengan mencampur antara kompos (misalnya sekam) dan pupuk buatan, dengan intensitas sesuai kebutuhan tanah.

Sekam Padi Memperbaiki Tanah Sawah Sebagai Media Tanam Padi

Sekilas mengenai silika.  Sumber silika sumber  silika  selain  dari air irigasi,  ada dua macam, yaitu dari bahan organik dan limbah  industri.  Bahan organik  sumber silika  mencakup jerami, sekam, limbah tanaman tebu, dan janjang kosong  sawit.

Semua bahan ini hendaknya  dikomposkan dulu  baru diberikan ke tanaman agar  kandungan  silika dan juga kalium bisa  diserap tanaman.

Ternyata abu sekam padi dan juga jerami padi ini sangat kaya akan silika (Si).  Dengan memanfaatkan sekam dan jerami yang ditelah dikomposkan kemudian dikembalikan ke lahan sawah, akan menjadikan tanah sawah menjadi media tanam bagi padi dalam memenuhi unsur silikanya.  

Karena fungsi silika pada tanaman padi adalah sebagai pembentukan dinding sel tanaman, memperkokoh pertumbuh­an tanaman sehingga tumbuh tegak dan dapat menangkap  sinar  matahari untuk proses fotosintesis yang optimal.

Di samping itu, Silika juga memperkuat ketahanan batang dan daun terhadap serangan  ha­ ma penyakit dan sebagai  penyeimbang unsur hara lain, seperti fosfat dan trace element yang menjadi racun.

Silika juga pun ber­peran dalam mengefisienkan  penggunaan air bagi tanaman.

Ternyata Ini Kandugan Pada Pupuk Kandang

Ternyata Ini Kandugan Pada Pupuk Kandang

Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari campuran kotoran ternak dan urine serta sisa-sisa makanan yang tidak dihabiskan dan umumnya berasal dari ternak sapi, ayam, kerbau, kuda, babi dan kambing.

Pupuk kandang selain mengandung hara makro seperti N, P dan K, pupuk kandang juga mengandung unsur hara mikro seperti Zn, Bo, Mn, Cu, dan Mo.

Penanaman tanaman pertanian dapat menyebabkan hilangnya unsur-unsur hara esensial melalui panen, apalagi bila diusahakan secara terus menerus.

Dengan demikian kesuburan suatu tanah akan menurun secara terus- menerus, sehingga mencapai suatu keadaan dimana penambahan unsur hara melalui pemupukan mutlak diperlukan untuk memperoleh hasil pertanian yang menguntungkan.

Pupuk kandang terbagi menjadi macam pupuk yang didasarkan atas hewan yang menghasilkannya, tiap-tiap kotoran hewan yang kemudian disebut menjadi pupuk kandang tersebut memiliki karakter yang berbeda satu dengan yang lain.

Keunggulan Pupuk Kandang

Secara umum keunggulan dari pupuk alam yang berbentuk padat adalah dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan sifat biologi tanah.

Pupuk kandang dari kotoran kambing memiliki kandungan unsur hara relatif lebih seimbang dibandingkan pupuk alam lainnya karena kotoran kambing bercampur dengan air seninya, hal tersebut biasanya tidak terjadi pada jenis pupuk kandang lain seperti kotoran sapi. Bercampurnya air seni yang juga mengandung unsur hara dengan kotoran padat membuat kandungan unsur haranya seimbang.

Perbandingan unsur-unsur yang terkandung dalam pupuk kandang dari berbagai jenis hewan bergantung dari perbandingan makanan dan jenis yang diberikan.

Rumput kering atau jerami mengandung hanya sedikit nitrogen dan fosfat namun banyak mengandung kalium. Jenis unsur hara makro utama dalam pupuk kandang adalah nitrogen, fosfat dan kalium.

Nitrogen berada dalam pupuk yang sudah dicernakan dalam bentuk protein, persenyawaan amonium dan amoniak. Sebagian langsung tersedia untuk diserap tanaman, sisanya tersedia berangsur-angsur sebagai akibat proses penguraian mikrobiologis dari protein.

Reaksi kerja nitrogen di dalam pupuk kandang tidak sama dengan reaksi kerja nitrogen pada pupuk buatan.

Perbandingan antara keduanya ditunjukkan dengan faktor kerja (working coefficient) dari nitrogen pupuk kandang terhadap nitrogen pupuk buatan.

Manfaat Pemberian Pupuk Kandang

Pupuk kandang bagi sifat fisik tanah adalah memperbaiki sifat fisik tanah seperti struktur, kemampuan menahan air dan porositas tanah. Pemberian pupuk kandang secara terus menerus dapat menyebabkan tanah menjadi gembur, mudah diolah, dan menyimpan air lebih lama.

Sedangkan dari sisi biologi tanah, pemberian pupuk kandang dapat meningkatkan aktivitas organisme tanah seperti cacing, semut dan lain-lain karena merupakan sumber makanan bagi hewan di dalam tanah, meningkatkan pertumbuhan mikroba dan perputaran hara dalam tanah

Secara kualitatif, kandungan unsur hara dalam pupuk organik tidak dapat lebih unggul daripada pupuk anorganik. Namun penggunaan pupuk organik secara terus menerus dalam rentang waktu tertentu akan menjadikan kualitas tanah lebih baik dibanding penggunaan pupuk anorganik.

Manfaat penggunaan pupuk kandang antara lain:

  • Merupakan pupuk lengkap, karena mengandung semua hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman, juga mengandung hara mikro.
  • Mempunyai pengaruh susulan, karena pupuk kandang mempunyai pengaruh untuk jangka waktu yang lama dan merupakan gudang makanan bagi tanaman yang berangsur-angsur menjadi tersedia.
  • Memperbaiki struktur tanah sehingga aerasi di dalam tanah semakin baik.
  • Meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air.
  • Meningkatkan kapasitas tukar kation sehingga hara yang terdapat di dalam tanah mudah tersedia bagi tanaman.
  • Mencegah hilangnya hara (pupuk) dari dalam tanah akibat proses pencucian oleh air hujan atau air irigasi.
  • Mengandung hormon pertumbuhan yang dapat memacu pertumbuhan tanaman.

Penggunaan Pupuk Kandang Pada Tanaman Padi

Pemanfaatan  pupuk  kandang  untuk  padi  sawah  jumlahnya  jauh  lebih sedikit daripada untuk  lahan kering (pangan dan sayuran).

Jumlah maksimum pupuk kandang  yang umum dipergunakan petani sawah <2 ton/ha, sedangkan petani sayuran mencapai 25-75 ton/ha.

Hasil-hasil penelitian aplikasi pupuk kandang pada lahan sawah yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik dapat meningkatkan  efisiensi  penggunaan  pupuk  anorganik  dalam  kisaran  2-20%.

Pupuk kandang selain mengandung hara-hara yang dibutuhkan tanaman juga mengandung asam-asam humat, fulvat, hormon tumbuh dan lain-lain yang bersifat memacu pertumbuhan tanaman sehingga serapan hara oleh tanaman meningkat

Sudahkan Anda menggunakan pupuk kandang?

Sumber: Artikel: Dirangkum dari berbagai sumber. Tabel : Pinus Lingga (1991) dalam Kurniawan (2010)

🌾 Inilah Revolusi Pemupukan Padi: Gunakan Asam Humat & Silika

🌾 Inilah Revolusi Pemupukan Padi: Gunakan Asam Humat & Silika

Pemupukan pada tanaman padi ibarat memberi makan manusia, kandungan nutrisinya harus lengkap dan seimbang. Kekurangan dan kelebihan nutrisi tertentu bisa berdampak negatif.

Berdasarkan peraturan pemerintah melalui Permentan No 40 tahun 2007 bahwa untuk mencapao hasil panen 8 ton/ha, dosis pemupukan nitrogen (N) sebesar 100-135 kg/ha, fospat (P2O5) sebesar 18-27 kg/ha, dan kalium (K2O) sebesar 30-60 kg/ha.

Fakta di lapangan yang terjadi saat ini, sekitar 70% lahan persawahan maupun darat kondisinya sudah “sakit” akibat aplikasi pupuk an-organik berlebihan dan tidak dikembalikannya limbah tanaman ke lahan. Akibatnya lahan semakin memadat dan bahan organiknya semakin rendah. Bisa di bawah 3%, padahal kandungan organik semestinya 5%. Demikian menurut Bapak Iswandi Anas, ahli tanah IPB yang dikutip dari Majalah Agrina Februari 2018.

Untuk memulihkan kondisi tersebut diperlukan pupuk organik dan pupuk hayati yang mengandung mikroba.

Pupuk Organik

Salah satu cara menanggulangi tanah yang “sakit” adalah dengan pupuk organik.

Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia.[1] Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.[2] Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya.[2] Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).[2]  –  reff : Wikipedia

Asam humat sebagai pembenah tanah (soil conditioner) dapat digunakan untuk mempercepat pemulihan kualitas tanah. Asam humat merupakan inti sari dari pupuk organik karena asam humat mengandung karbon organik. Penggunaan asam humat utamanya ditujukan untuk memperbaiki kualitas fisik, kimia, dan/atau biologi tanah, sehingga produktivitas tanah menjadi optimum.

Penggunaan pembenah tanah yang bersumber dari bahan organik sebaiknya menjadi prioritas utama, selain terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas tanah dan produktivitas lahan, juga bersifat terbarukan, insitu, dan relatif murah, serta bisa mendukung konservasi karbon dalam tanah.

Penggunaan asam humat bukan sebat obat yang sekali minum langsung menyembuhkan. Pembenah tanah dengan bahan organik terjadi secar bertahap. Kepulihannya dibarengi dengan meningkatnya kapasitas tukar kation dan tumbuhnya mikro-organisme dalam tanah.

Dengan tumbuhnya mikro-organisme dalam tanah akan memberi efek positif. Mikroba mengubah aroma yang ada di tanaman menjadi aroma yang tidak disukai oleh hama. Sehingga terjadilah bio-pestisida secara alami dari tanaman yang sehat.

Kelemahan dari pembenah tanah organik ini adalah dibutuhkan dalam dosis relatif tinggi. Namun teknologi pembenah tanah ini terus berkembang, kini hanya diperlukan asam humat 60 kg/ha/tahun sudah cukup.

Aplikasi asam humat ini bisa dicampur berbarengan dengan pupuk sintesis pada saat pemupukan. Kelebihannya semua urea dilapisi dengan asam humat supaya terbentuk keseimbangan organik dan an-organik.

Produk pembenah tanah atau asam humat ini adalah Humakos, Humatani, Humatop dan lainnya.

Humatani

Humatani merupakan humus larut air, pembenah tanag, dan perangsang pertumbuhan yang dirancang untuk mengembalikan dan mempertahankan kesuburan tanah. Humatani dibuat oleh PT Humat Agro Lestari.
Dengan dosis aplikasi 20-40 lt/ha dipercaya dapat menghemat penggunaan pupuk kimia 30% dan meningkatkan hasil panen 10-15%.

asam humat humataniKeunggulan Humatani adalah :

  • Tingkatkan kualitas produk dan tingkat produktivitas hingga 20-40%.
  • Mempertahankan dan mengembalikan kesuburan tanah lahan pertanian dengan penurunan kesuburan.
  • Mengikat nutrisi tanah (N, P, K).
  • Mencegah hilangnya pupuk karena penyimpangan dan penguapan, sehingga menjaga ketersediaan nutrisi untuk tanaman dan menghemat penggunaan pupuk kimia.
  • Mengikat Nitrogen dan mencegah proses Nitrifikasi, sehingga mencegah pengasaman tanah.Mencegah pembentukan kompleks fosfat dengan aluminium dan logam lain yang tidak larut.
  • Menetralisir logam berat.
  • Meningkatkan Kapasitas Pertukaran Kation (KTK) dari tanah.
  • Meningkatkan kapasitas kapasitas menahan air tanah, sehingga menghemat 30-40% dari kebutuhan air.
  • Menyediakan makanan untuk mikro-organisme pemupukan tanah.
  • Menyimpan energi surya, yang membuatnya tersedia kapan saja untuk pertumbuhan tanaman dan
    mikro-organisme hidup.
  • Mempercepat asimilasi nutrisi ke dalam sel tumbuhan.
  • Dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.

sumber: humatani

Humatop

Humatop merupakan produk pembedah tanah produksi PT. Prima Agro Tech, kandungannya 100% asam humat yang merupakan hasil ekstraksi dari batuan alam leonardite.

pembedah tanah humatopKeunggulan Humatop adalah:

  • Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stress akibat iklim dan keracunan logam
  • Meningkatkan efisiensi asupan pupuk dan kemampuan tukar kation tanah
  • Menyegarkan stress tanah akibat pupuk kimia berkepanjangan
  • Menurunkan penggunaan pupuk kimia
  • Meningkatkan produktivitas tanaman dan ketahanan terhadap serangan penyakit
  • Meningkatkan aktifitas dan interaksi mikroba

sumber :  primaagrotech

Aplikasinya bisa dengan cara pengocoran atau dicampur dengan pupuk kimia (an-organik).
Jika aplikasi dengan cara pencampuran 1 sachet Humatop di campur dengan 25 kg pupuk. Kalau aplikasi pengocoran, 1 sachet Humatop terlebih dahulu dilarutkan dalam 50-100 lt air kemudian dikocorkan merata dipiringan tahan, lahan, atau media tanam.

Hara Silika

Di Indonesia, hara silika belum begitu diperhatikan dan menjadi perhatian para petani. Padahal siliki termasuk nutrisi penting untuk tanaman padi.

Silika (SiO2) sebenarnya banyak terkandung pada sekam padi. Tanaman padi paling banyak mengambil silika dari tanah. Sayangnya tidak ada unsur silika yang dikembalikan ke tanah. Jerami dan sekam padi pada umumnya dibakar, yang hanya menyisakan unsur karbon saja. Jika sekamnya dibakar di atas 400oC silikanya berubah menjadi menjadi kristal yang tidak bisa dimakan oleh tanaman padi.

Secara fisik siliki berfungsi untuk memperkuat sel. Jika diaplikasikan pada tanaman padi, dapat menguatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit, kekeringan, dan memperbaiki fotosintesis.

Tanaman padi membutuhkan silika dalam bentuk SiO2 tersedia dengan dosis 300-500 kg/ha, tanpa jerami. Jumlah yang cukup banyak. Untungnya kini telah tersedia produk hasil teknologi modern yang memformulasi silika dalam bentuk cair.
Dipasaran ada beberapa merek nutrisi silika seperti Tenaz, Biomax, Silika Novelgro.

Silika Novelgro

Silika Novelgo merupakan nutrisi silika terlarut dalam air yang mudah diserap oleh tanaman. Nutrisi Silika tersebut akan dibawa oleh jaringan tanaman ke lapisan sel terluar (epidermis) untuk membentuk lapisan yang keras (cuticle).

silika novelgroDan ketika sel-sel silika tersebut melapisi seluruh permukaan sel terluar, termasuk dengan bulu-bulu tanaman, maka selain dinding sel sulit ditembus oleh sengat OPT, bulu-bulu tanaman yang telah menjadi lebih keras akan menjadi seperti kawat berduri yang akan menghambat serangan OPT atau bahkan membunuh OPT.

Keunggulannya adalah:

  • Formulasi stabil
  • Aman untuk dikonsumsi, Novelgro Silika merupakan bahan yang aman untuk dikonsumsi sehingga dapat digunakan sampai pada hari panen.
  • Tidak beresidu
  • Untuk Pengendalian Hama Terpadu
  • Novelgro Silika bersifat basa (pH tinggi), sebaiknya uji kompatibilitas sebelum mencampurnya dengan produk yang bereaksi negatif terhadap suasana pH tinggi.

Sumber: novelgro

Silika Biomax

Biomax merupakan Pupuk mikro cair yang mengandung sebagian besar Silika (20%) yang diproduksi dengan teknologi NANO, berbentuk cair, tidak berwarna dan mudah larut dalam air. Kandungan unsur mikro lainnya yaitu Mo: 189 ppm dan Co: 0.35 ppm.

silika biomaxKeunggulannya adalah:

  • Unsur silika berukuran kecil, jauh lebih kecil dari ukuran mulut daun sehingga mudah terserap ke jaringan tanaman
  • Kandungan silikanya tinggi 19% plus unsur mikro, sesuai kebutuhan tanaman
  • 100% larut dalam air
  • Tanman tampak lebih hijau, “ireks”, dan subur
  • Terbukti dapat mengurangi serangan hama dan/atau penyakit tanaman
  • Sesuai dengan konsep Pengendalian Hama Terpadu dan pertanian organik
  • Anakan bertambah, panen melimpah (naik hingga 20%).

Sumber: Biotis

Silika Tenaz

Silika Tenaz diproduksi dengan teknologi monomer (rantai pendek) sehingga silika yang siap dikonsumsi oleh tanaman. Silika TENAZ buatan eropa dari Taminco bvba yang merupakan subsidiari Eastman Chemical Ltd Amerika.

silika tenazDosis Silika Tenaz hanya 6 liter/ha untuk 1 musim tanam atau 2 liter per aplikasi. Untuk mendapatkan hasil maksimal silika Tenaz diaplikasikan pada usia tanaman padai 30 HST, 45 HST, dan 60 HST.

Silika merupakan unsur yang netral, walaupu banyak diaplikasikan tidak akan meracuni tanah dan tanaman.

Keunggulannya:

  • Tenaz diformulasi dalam bentuk tersedia sehingga paling mudah diserap oleh tanaman
  • Tenaz dapat mencukupi kebutuhan silika tanaman dalam waktu cepat
  • Tenaz bisa dicampur dengan pestisida lainya dan meningkatkan daya efisiensinya.

Sumber:  Brosur Tenaz

Perbandingan Silika Novelgro, Silika Biomax, Silika Tenaz

Berdasarkan produk silika yang beredar tersebut dan respon dari petani pengguna silika didapatkan informasi bahwa penggunaan silika dapat menyebabkan produk mengental atau “ngejel” jika dicampur dengan produk pestisida lainnya. Akibatnya larutan semprot tidak bisa dipakai.

Test sederhana terhadap ketiga produk tersebut dengan mencapurkan langsung (tanpa air) formulasi silika dan nitrogen cair sebagai berikut.

Klik vidionya di SINI

Seperti vidio diatas hasilnya menunjukkan silika Novelgro, Silika Biomax langsung “mengejel” sedangkan silika Tenaz tetap stabil dalam bentuk larutan.

Begini Cara Membuat Pupuk Organik dari Sampah Dapur

Begini Cara Membuat Pupuk Organik dari Sampah Dapur

Pupuk organik saat ini sudah menjadi kebutuhan utama bagi para praktisi petani perkotaan (urban farmer).  Apalagi dengan perkembangan pertanian hidroponik di perkotaan.  Masyarakat perkotaan kini punya pilihan untuk bisa menggunakan pupuk kimiawi atau pupuk organik.

Penggunaan pupuk organik belakangan digemari karena ramah lingkungan, mempunyai kandungan hara yang lengap meski kandungannya lebih sedikit dengan pupuk an-organik (kimiawi).  Terlebih utama pupuk organik dapat dibuat dari sampah-sampah dapur yang sudah pasti di produksi setiap hari yang sangat sayang jika dibuang begitu saja.

Cara Membuat Pupuk OrganikSampah dapur terdiri dari sisa-sisa sayuran dan buah-buahan yang jika olah dengan tepat bisa dijadikan pupuk organik baik pupuk organik padat maupun pupuk organik cair.  Pupuk organik ini dapat dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman hias di pekarangan atau tanaman buah dalam pot (tabulampot).

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Untuk memproduksi pupuk organik, bahan dan alat yang dipakai adalah sebagai berikut:

  1. Ember atau tong tempat untuk membuat kompos cair
  2. EM4 atau dekomposter lainnya yang tersedia dipasaran
  3. Air cucian beras, atau air sumur dan bukan air ledeng karena air ledeng banyak mengandung kaporit.
  4. Terasi atau molase

Langkah-langkah untuk memproduksi pupuk organik adalah sebagai berikut:

  1. Mengumpulkan dan memisahkan antara sampah organik dan non-organik.   Sampah organik contohnya adalah sampah yang berasal dari tanaman dan hewan seperti sisa-sisa sayuran, buah-buahan, nasi bekas, sisa-sisa daging, air cucian beras.  Sedangkan sampahan-organik seperti kertas, plastik, sisa botol minuman, kain, dll.
  2. Sampah organik yang akan digunakan untuk membuat kompos adalah sampah-sampah mentah yang belum mengalami proses “dimasak”.
  3. Cincanglah sampah-sampah organik tesebut dengan ukuran kecil antara 1-2 cm, kemudian masukan ke dalam ember atau tong.
  4. Setelah memasukan bahan-bahan organik, masukan air kurang lebih satu liter yang sudah ditambahkan dengan larutan EM4 dengan dosis 1 tutup per liter air.
  5. Pada larutan air tersebut bisa juga diltambahkan dengan terasi sebagai bahan makanan dari bakteri EM4.
  6. Kemudian tutup rapat dan simpan tong atau ember pada tempat yang teduh.
  7. Lakukan hal tersebut setiap kita mendapatkan bahan bahan bekas sayuran secara rutin.
  8. Bisa dibantu dengan pengadukan pada tong setiap kita memasukan bahan-bahan tersebut untuk membantu pencampuran agar merata.
  9. Diamkan sampai sampah tersebut membusuk dengan sendirinya.
  10. Dalam waktu kurang lebih 2 minggu kita bisa memanen kompos cair yang kita buat.

Pada akhirnya kita akan mendapatkan 2 jenis pupuk organik, yakni pupuk organik cair dan pupuk organik padat.  Pupuk organik cair untuk pupuk dengan perlakukan penyiraman atau penyemprotan.  Sedangkan pupuk organik padat dapat dipakai sebagai media tanam.  Untuk pupuk organik padat, sebelum dipakai sebagai media tanam sebagai kompos padat terlebih dahulu harus dikeringkan.

Cara Aplikasi Pupuk Organik Cair

Pupuk organik cair bisa langsung dimanfaatkan dengan cara mengencerkan terlebih dahulu dengan menambahkan air sebelum dilakukan penyiram pada tanaman hias atau tananam dalam pot.  Perbandingannya 1: 5, dimana 1 bagian pupuk organik cari yang kita panen dari tong dan 5 bagian air.  Jika cairan kompos mengeluarkan bau yang tidak sedap bisa ditambahkan kapur sirih yang telah dilarutkan dengan air.

Pengaplikasian pupuk organik cair dengan cara disemprotkan keseluruh bagian tanaman, sehinnga mampu memperlancar penyerapan dan pendistribusian mineral ke seluruh bagian tanaman.  Agar mendapatkan hasil yang maksimal, penyiraman baiknya dilakukan dilakukan pada pagi hari antara jam 7-8 pagi, agar zat yang terkandung pada pupuk organik tersebut dapat langsung dimanfaatkan oleh tanaman dalam proses fotosintesa.