Tanaman Hias Janda Bolong, Jenis-Jenis, Cara Perbanyakan, Dan Cara Merawat Supaya Tidak Terkena Penyakit

Tanaman Hias Janda Bolong, Jenis-Jenis, Cara Perbanyakan, Dan Cara Merawat Supaya Tidak Terkena Penyakit

Monstera atau populer dengan sebutan janda bolong kini menjadi tanaman hias yang laris di pasaran. Bahkan harganya sudah mencapai ratusan juta perpohon.

Memiliki daun berlubang menjadi ciri khas unik sehingga monstera dijuliki dengan ‘janda bolong’ atau lubang.

Keunikan tanaman ini adalah karena daunya yang bolong-bolong.  Sehingga dapat mempercantik rumah.  Tak heran, kini banyak orang yang memburu janda bolong.

Jenis-jenis Tanaman Monstera

Namun, sebenarnya tanaman hias ini ada banyak jenisnya,

1. Monstera Deliciosa

sumber: https://www.instagram.com/monstera_deliciosa_2020/

Monstera deliciosa merupakan jenis monstera yang paling ditemui.  Permukaan daunnya berlubang dan menjari di bagian pinggirnya. Ukuran daun yang besar dan hampir menyerupai bentuk hati.

Warna daun lebih gelap dan monstera ini dapat tetap hidup di dalam ruangan dengan temperatur suhu 20-30 derajat celcius.

2. Monstera Adansonii

Tidak seperti Monstera deliciosa, ukuran daun monstera ini pun lebih kecil dengan warna hijau tua. Lubang-lubang pada daun monstera adansonii ini hanya di bagian permukaan tengahnya saja tidak sampai sobek.  Jenis monstera ini juga dapat tumbuh merambat. 

sumber: https://www.instagram.com/monstera_adansonii/

Monstera adansonii ini tidak terlalu kaku sehingga bisa dijadikan sebagai tanaman gantung yang menjuntai.

3. Monstera borsigiana

sumber : https://www.instagram.com/borsigiana/

Bentuk dan model permukaan daunnya sangat mirip dengan Monstera deliciosa. Hanya saja, ukuran daun jenis monstera borsigiana lebih kecil dan lubang-lubangnya lebih berjarak sehingga terlihat simpel.

Karena ukurannya yang kecil, batang tanaman monstera jenis ini cenderung lebih lunak sehingga monstera ini akan tumbuh menjuntai.

4. Monstera Obliqua

Jenis monstera yang paling sulit ditemui karena cukup langka. Ciri-ciri jenis monstera ini adalah memiliki ukuran daun yang kecil dengan motif lubang besar di permukaannya. Selain itu, helai daun monstera obliqua juga lebih tipis dibandingkan jenis lainnya.

sumber : https://www.instagram.com/monstera.obliqua/

5. Monstera Variegata

Monstera variagata harganya lebih mahal lagi dibandingkan jenis monstera yang normal.  Jenis monstera yang ini terlihat sangat unik karena daunnya terdiri dari warna hijau dan putih kekuningan yang tidak beraturan dan tidak sama antara helai dain yang satu dengan yang lainnya.

sumber: https://www.instagram.com/mons_tera.variegata/

Perbedaan Monstera Dan Philodendron

Monstera merupakan salah satu genus dari keluarga Araceae (di Indonesia dikenal sebagai keluarga talas-talasan) dan dari suku Monstera atau Syngonium.

Tumbuhan ini diketahui berasal dari daerah tropis di Amerika yang tumbuh merambat hingga ketinggian mencapai 20m. Daunnya berwarna hijau gelap, besar yang dapat mencapai lebar 25 – 90cm dan panjang bisa mencapai 130cm. Nama Monstera sendiri diambil dari bahasa latin yang mempunyai arti mengerikan atau abnormal.

sumber : https://www.instagram.com/monstera_deliciosa_2020/

Philodendron banyak juga yang menyebut Jendron sudah lama dikenal sebagai tanaman hias dari suku Philodendreae. Nama tanaman ini berasal dari bahasa Yunani “Philo” yang berarti “cinta” dan “Dendron” yang berarti “pohon”.

Tanaman ini mampu tumbuh hingga ketinggian 3 m dan memiliki daun yang berwarna hijau muda hingga hijau tua dan menyirip lancip diujung.

sumber: https://www.instagram.com/philodendron/

Monstera dan Philodendron memang hampir mirip karena berasal dari keluarga yang sama yaitu Araceae. Araceae adalah salah satu keluarga tumbuhan monokotil yang banyak tersebar di daerah tropis dan sub tropis.

Keluarga ini memiliki kurang lebih 1500 spesies yang memiliki ciri yang hampir sama yaitu mengandung getah putih seperti susu, berasa pahit dan mempunyai akar rimpang/berupa umbi yang besar.

Sementara batangnya ada yang tegak, merambat bahkan ada yang merupakan tanaman epifit (menumpang pada tanaman lain). S

alah satu manfaat dari tanaman keluarga Araceae selain sabagai tanaman hias adalah sebagai tanaman anti polutan. Daunnya mampu menghisap racun formaldehid yang biasa terkandung pada lem atau eternit.

Cara Merawat Tanaman Hias Janda Bolong

Untuk merawat Janda Bolong tak jauh berbeda dengan tanaman hias lainnya. Berikut tips merawat janda bolong

Suhu: Janda bolong menyenangi suhu kamar, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, dengan tetap memerlukan sinar matahari setiap harinya.

Pada siang hari, tanaman hanya akan bertahan jika berada pada suhu antara 23-30 derajat celsius. Lalu pada malam hari, Janda Bolong harus berada pada suhu ruangan setidaknya 15 derajat celsius.

Sinar Matahari:  Meski tanaman ini di tanam dalam pot dan meletakkannya di dalam ruangan, tanaman ini tetap membutuhkan sinar Matahari.   Atau meletakkan tidak jauh dari jendela.

Media tanam:   Hal yang sangat penting bagi janda bolong supaya tumbuh normal dan subur adalah media tanaamnya.  Kebutuhan air dan nutrisi (pupuk baikorganik maupun an-organik) diperlukan untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik.

Penyiraman:  Jika janda bolong ditanam pada media tanam tanah dalam pot pastikan kondisi media tanamnya selalu terjaga kelembabannya.  Tidak terlalu kering atau terlalu basah. Lakukan penyiraman dengan rutin.

Nutrisi Tanaman:   Pemberian nutrisi atau pupuk harus dilakukan dalam perawatan tanaman Janda Bolong.  Pupuk biasanya diberikan pada tanaman saat awal-awal penanaman sebagai pupuk dasar dan berikan rutin selama dalam masa pemeliharaan.

Pengendalian Penyakit Janda Bolong dan Cara Mengatasinya

Janda bolong sangat rawan terhadap penyakit busuk akar. Agar terhindar dari penyakit tersebut lakukan hal berikut:

1. Menjaga Kelembaban tanah

Tanaman janda bolong membusuk akarnya kondisi media tanamnya terlalu banyak mengandung air.  Bisa jadi kerena pembuangan air dibagian bawah pot tersumbat.  Bisa juga karena media tanamanya tidak porus, sehingga air banyak tersimpan pada media.

Cara terbaik untuk menghindarinya adalah jangan menyiram tanaman secara berlebihan. Lakukan penyiraman secara perlahan dan pastikan air mengalir dasar pot.

2. Pastikan Mendapat Sinar Matahari

Selain itu, penyebab janda bolong membusuk adalah kurangnya sinar matahari, sehingga kondisi tanaman terlalu lembab.  Tanaman hias janda bolong suka dengan tempat yang mendapatkan cahaya matahari cukup namun tidak berlebihan.

3.  Lakukan Penggantian Pot

Jika tanaman janda bolong sudah dirasa cukup besar dalam pot sehingga pot menjadi sesak, waktunya lakukan penggantian pot dengan ukuran yang lebih besar.  Agar akar-tanaman janda bolong bisa lebih leluasa mendapatkan ruang tumbuh. 

Penggantian pot juga akan memjadikan porposional antara pot dan ukuran tanamannya.

4. Pergiliran Media Tanam

Jika dirasa media tanama suah lama dan terlihat memadat, saatnya dengan membongkar pot dengan mengganti dengan media tanam yang baru.  Lakukan dengan memotong akar-akar yang kurang bagus dan tambahkan nutrisi (pupuk) pada dengan dicampurkan pada media tanam.

5.  Penyemprotan dengan Fungisida

Ada banyak jenis fungisida baik kimia maupun organik, untuk menghindari busuk akar.  Jika tingkat kerusakan akar berat, lebih baik akar direndam terlbih dahulu dengan fungisida kimia, seperti merek Ziflo, Tiflo atau Antracol dari jenis fungisida kontak.  Lakukan penyemprotan pada daun dan batang seperlunya jika harus menggunakan fungisida kimia

Cara Memperbanyak Tanaman Janda Bolong Dengan Media Air

Tanaman Janda Bolong termasuk tanama yang mudah tumbuh.  Mengembangbiakkan janda bolong dapat dilakukan dengan cara stek batang. Stek batang adalah memotong bagian batang lalu ditanam baru.  

Media tanama perbanyakan tanaman janda bolong paling gampang dengan menggunakan media air. Pemanfaatan media air menjadi jaminan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan akar janda bolong.

Pemilihan media air juga cocok untuk janda bolong karena tanaman ditempatkan di dalam ruangan, sehingga tidak kotor atau berdebu akibat media tanam tanah.

Berikut cara memperbanyak Janda Bolong dengan media tanam air.

  1. Siapkan tanaman Janda Bolong yang akan dipotong
  2. Siapkan toples kaca, gunting dan air
  3. Pilih tanaman Janda Bolong yang batangnya sudah memanjang dan mulai menjalar
  4. Potong bagian batang yang akan ditanam dalam botol
  5. Perhatikan cara meletakan bagian yang dipotong dalam wadah toples agar Janda Bolong tidak roboh
  6. Isi toples dengan air dan masukan Janda Bolong yang sudah dipotong
  7. Janda Bolong yang baru ditanam perlu rutin diperiksa memastikan dia tidak busuk.

Jika perbanyakannya menggunakan media tanam tanah, maka berikut caranya:

  1. Dipotong bagian batang
  2. Menyediakan media tanaman yang benar dengan campuran tanah, arang sekam, dan kompos.  Lebih baik lagi jika ditaburkan sedikit pupuk NPK pada media tanam tersebut.
  3. Ambil tanaman janda bolong yang ada akarnya
  4. Tancapkan pada media tanam
  5. Siram secukupnya
  6. Letakkan tempat tidak langsung dengan paparan sinar matahari

Jika tanaman hasil perbanyakan daunya berubah menjadi kuning, periksa bagian batang bawah apakah sudah tumbuh akar atau belum.  Atau jangan-jangan busuk.  Jika demikian maka ganti dengan stek batang yang baru, dengan media tanam yang baru.  Jangan menggunakan media tanaman yang sama karena khwatir jamurnya sudah berkembangbiak pada media tanam.