Apa itu Pertanian Organik?

Apa itu Pertanian Organik?

Pengertian Pertanian Organik

Pertanian organik (Organic Farming) adalah suatu sistem pertanian yang mendorong tanaman dan tanah tetap sehat melalui cara pengelolaan tanah dan tanaman yang disyaratkan dengan pemanfaatan  bahan-bahan organik atau alamiah sebagai input, dan menghindari penggunaan pupuk buatan dan pestisida kecuali untuk bahan-bahan yang diperkenankan ( IASA, 1990).

Hasil dari pertanian organik adalah produk organik.

Produk organik didefinisikan sebagai produk (hasil tanaman/ternak yang diproduksi melalui praktek-praktek yang secara ekologi, sosial ekonomi berkelanjutan, dan mutunya baik (nilai gizi dan keamanan terhadap racun terjamin). 

Oleh karena itu pertanian organik tidak berarti hanya meninggalkan praktek pemberian bahan non organik, tetapi juga harus memperhatikan cara-cara budidaya lain, misalnya pengendalian erosi, penyiangan  pemupukan, pengendalian hama dengan bahan-bahan organik atau non organik yang diizinkan. 

Budidaya organik tidak hanya untuk menghasilkan produk organik tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan siklus biologi dengan melibatkan mikro organism, flora, fauna, tanah, mempertahankan dan sekaligus meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan segala bentuk polusi dan mempertimbangkan dampak social ekologi yang lebih luas.

Pertanian Organik Absolut Vs Pertanian Organik Rasional

Sistem pertanian yang sama sekali tidak menggunakan input kimia anorganik (kecuali yang diizinkan) tetapi hanya menggunakan bahan alami berupa bahan atau pupuk organik disebut sebagai Sistem Pertanian Organik Absolut. 

Sistem pertanian yang menggunakan bahan organik sebagai salah satu masukan yang berfungsi sebagai pembenah tanah dan suplemen pupuk buatan (kimia anorganik), disertai dengan aplikasi herbisida dan pestisida secara selektif dan rasional dinamakan Sistem Pertanian Organik Rasional (Fagi dan Las, 2007).

Yang dimaksud dengan produk organik dari suatu sistem pertanian organik dalam konteks pertanian organik standar tentunya mangacu pada sistem pertanian organik absolut. 

Selama ini masih banyak kalangan masyarakat yang beranggapan bahwa pertanian organik adalah produk yang dihasilkan dari suatu pertanaman/lahan (produk) yang telah menggunakan/memanfaatkan bahan organik dalam proses produksinya, sekalipun dalam sistem produksi masih digunakan pupuk/pestisida anorganik atau belum memenuhi standar organik yang ditetapkan oleh IFOAM.

Jenis Pupuk yang Digunakan oleh Petani Organik

Dalam mendukung pertanian organic absolut kini telah tersedian produk dari Bengkel Tani Malang (Produk BeTa), meski untuk sementara ini Untuk Kalangan Sendiri :

1. BeTa cair

Adalah biang probiotik berbasis herbal dll. Sangat cocok untuk membantu kesembuhan berbagai penyakit, meskipun bisa diperbanyak jadi probiotik cair multifungsi untuk kegiatan pertanian, peternakan dan perikanan.

Jenis mikrobanya sangat aman untuk manusia dan hewan ternak.

2. BeTa padat

Adalah biang probiotik berupa padatan yang bisa dijadikan probiotik cair.  Jenis probiotik BeTa padat ini mirip dengan BeTa cair (sedikit lebih unggul BeTa cair, karena diramu khusus untuk kesehatan). BeTa padat ada 2 versi :

  1. Lembab (mikroba nya aktif)
  2. Tepung kering (awet disimpan)

3. POC BeTa

Yakni pupuk cair yang berisi mikroba lengkap dan agen hayati lengkap, plus nutrisi dan berbagai jenis hormon.  Bisa dijadikan starter pembuatan pupuk organik yang disebut “kompos plus”

4. Pupuk Granule BeTa (Kendi Mas)

Produk-NPK-Kendi-Mas

Adalah pupuk lengkap seperti ide pembuatan kompos plus tapi dibuat secara profesional dengan peralatan standart di pabrik pupuk berlisensi.

  1. Bisa digunakan untuk segala jenis tanaman
  2. Bisa digunakan sebagai starter pembuatan kompos plus
  3. Bisa ditabur di kandang untuk menghilangkan bau dan membantu kesehatan ternak.
  4. Bisa dicampur ke pakan unggas (cukup 1%) untuk mendongkrak pertumbuhan dan membantu kesehatan ternak.
  5. Bisa ditabur ke kolam/tambak, untk membantu menjaga kualitas air dan pakan alami (plankton, kutu air, cacing sutra dll)
  6. Bisa dicampur pelet ikan (1-2%), untuk membantu pencernaan dan mendongkrak pertumbuhan ikan/udang.
  7. Bisa ditabur di selokan, limbah organik dll utk membantu penguraian bahan organik sekaligus menghilangkan bau.

5. AGP = Antibiotik Growth Promoter

Yakni antibiotik yang berfungsi sekaligus sebagai hormon pertumbuhan.   Terbuat dari 100% bahan organik.  Berfungsi sebagai antibiotik, pemalu tumbuh, dan membantu kesehatan ternak maupun ikan.

Cara aplikasi: Sebaiknya dijadikan probiotik cair seperti cara mengaktifkan BeTa padat

6. Nano Mikro

Adalah unsur mikro lengkap yang difermentasi dan ditune-up dengan berbagai bahan khusus.  Sangat bagus untuk fase generatif /pembuahan tanaman. Sekaligus mencegah serangan hama penyakit tanaman.  Dilengkapi dengan berbagai jenis hormon.

Bisa juga diaplikasikan ke kolam maupun campuran pakan ternak dengan dosis sangat rendah.

8. Bubur bordeaux

Adalah pestisida semi organik yang sangat bagus untuk mengatasi dan mencegah serangan berbagai hama penyakit tanaman. Bisa juga digunakan untuk steril lahan, steril kolam dll. Sehingga tidak mengandalkan pestisida kimia lagi

9. Nano ion , pembesar buah.

10. Terra, pembenah tanah, penaik ph.

11. Perekat organik.

Kredit : sulsel.litbang.pertanian.go.id

Bagaimana Cara Pemupukan Yang Baik Dan Benar

Bagaimana Cara Pemupukan Yang Baik Dan Benar

Pemupukan alias memberi pupuk, adalah pekerjaan yang kelihatannya spele dan mudah.   Namun pekerjaan ini ternyata banyak yang belum paham dengan cara pemupukan yang benar. Sebagai petani kita harus paham telebih dahulu mengenai jenis tanaman yang kita tanam, keadaan lahan (tanah), fase-fase pertumbuhan tanaman, dan tujuan dari pemupukan.

Setiap jenis tanaman memerlukan pupuk yang berbeda kandungan nutrisinya (baca: pupuk).  Setiap jenis lahan memerlukan perlakuan yang berbeda dalam pemupupukannya.  Lahan yang subur tentu lebih sedikit unsur nutrisi tambahan jika dibanding dengan lahan kritis. 

Setiap fase pertumbuhan juga berbeda nutrisinya, fase vegetatif mungkin lebih banyak membutuhkan unsur N dan K, sedangkan fase generatif lebih banyak membutuhkan unsur K dan juga mikro lainnya. 

Pemupukan juga berbeda tujuannya, ada yang memberikan pupuk untuk menstimulasi pembuahan, memperberat bobot, membuat manis dan lain seterusnya.

Sampai disini ternyata pemupuka memelukan keahlian tersendiri, dimana petani harus benar-benar memahami dan mampu menerapkan pola pemupukan yang benar juga baik.  Pada hakekatnya adalah mampu mengurus tanah lahan pertaniannya, jika kondisi tanah sudah sesuai dengan prasyarat tumbuh tanaman maka tanaman akan tumbuh normal dan berproduksi sesuai yang diharapkan.

Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pemupukan

Apabila ingin mendapatkan hasik pemupukan yang berhasil baik dan pada akhirnya tanaman menghasilkan lebih banyak hasil panen, maka yang harus diperhatikan dalam pemupukan adalah:

1. Nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) harus tinggi

Nilai Tukar Kation wajib tinggi, karena tanaman itu menyerap nutrisi  dalam bentuk kation.  Bukan menyerap unsur N, P, K dan lainnya.

Jika KTK rendah maka daya serap rendah. KTK yang bagus jika ada kandungan c-organik yang cukup.  Hal ini penting kerena jika tidak diperhatikan maka apapun pupuknya tidak akan terserap oleh akar tanaman.

Karena yang terserap tanaman dalam bentuk kation, maka KTK harus tercukupi.  Oleh karena itu agar nilai KTK tercukup maka c-organik harus menjadi salah satu unsur yang penting dalam pupuk yang digunakan.

Pada dasarnya para petani jarang mengukur berapa nilai KTK dilahan pertaniannya.  Untuk mengatasi hal ini, secara sederhananya mengadakan unsur c-organik dalam pupuk kandang (kohe), dan asam humat.  Minimal 1 ton pupuk kandang untuk lahan 1 ha.

Agar pupuk bisa terserap dengan baik oleh tanaman maka bahan organik yang dimasukan seperti kotoran hewan, daun-daunan, rumput  dll. harus difermentasi terlebih dulu dengan memaakai QRR (minimal 2 minggu),

Dengan fermentasi selama 2 minggu maka nilai KTK akan cukup matang.  Bahan organik mentah atau matang tidak diukur dari lamanya fermentasi tapi dari matang atau tidaknya bahan tersebut terfementasi.

Asam humat yang diperlukan 8-10 liter per ha atau 10 hari sekali masuk asam humat agar nilai KTK terjaga.

2. Derajat Keasaman tanah

Jika pH tanah berada pada nilai dibawah 5,5 maka yang akan dominan pada tanah tersebut adalan unsur unsur asam yaitu Al dan Fe.  Jika unsur itu dominan maka akan mengikat unsur Posfor sehingga tanaman tidak akan sempurna menyerap nutrisi makro N, P, K karena terikat kedua unsur tersebut.

pH tanah harus stabil dan diatas 6 agar unsur yang dominan adalah Ca dan Mg.  Jika unsur yang dominan Ca dan Mg maka pH akan naik.

Agar tanaman menyerap Ca dan Mg dengan baik maka unsur Ca dan Mg harus rutin masuk bersama nutisi lain setiap satu minggu sekali.

3. Kejenuhan basa

Semakin tinggi kejenuhan basa (ca dan Mg) akan berbanding lurus dgn keasaman.  Unsur Ca dan Mg bisa diperoleh dari kapur.

4. Tekstur tanah

Tekstur tanah terkait dengan nilai KTK seperti yang sudah dibawah di atas.  Unsur makro seperti N, P, K, Ca, Mg, S masalahnya bukan mahal atau murah tapi bisa nggak diserap tanaman.  Unsur tersebut akan dapat dengan mudah diserap jika Niai KTK dan pH sesuai, kejenuhan basa sesuai.  Jika semua unsur tersebut terpenuhi maka nutrisi apapun yang dimasukin atau yang diaplikasikan pada tanah akan terserap tanaman.  Terlebih jika asam humat dan asam vulvat secara berkala dan unsur Ca dan Mg juga diberikan.

Karena unsur-unsur itu terserap tanaman dalam proses pertumbuhannya maka selama itu juga jumlahnya menjadi berkurang sehingg harus ditambahkan terus menerus secara rutin.

Patokan sederhana bahan yang harus dimasukan pada tanah agar selalu terjaga KTK dan pH selalu stabil adalah:

  • C-oraganik sebanyak 1 ton
  • Ca dan Mg ditambahkan setiap 1 minggu sekali.
  • Aplikasi asam humat 8 liter dicampur air jadi 400 liter/ha
  • Sekam bakar atau biochar itu kandungan Ca-nya  kecil jadi harus ditambah
  • Bahan c-organik yang diperoleh dari kipait itu harus banyak (jangan 1 karung)

Credit: Ayah Manjel yang sudah disesuaikan untuk SEO artikel.

Jakaba itu Jamur Atau Protista?

Jakaba itu Jamur Atau Protista?

Sampai saat ini “Jamur JAKABA” ini masih jadi polemik.  Tidak hanya mengenai apakah ini termasuk kategori jamur atau bukan.  Tetapi juga polemik siapa penemu pertama dari “jamur” ini.   Polemik yang kedua ternyata lebih rame lagi, karena berkaitan tentang paten.   Beberapa orang masih mencari apa nama latin dari jenis jamur “jakaba” ini.

Sementara itu, di lain pihak petani itu menyukai hal yang praktis.  Karena bentuknya mirip jamur, maka disebut saja itu sebagai jamur. Dan dikenalkan dengan nama jakaba yang banyak diklaim dapat digunakan sebagai pupuk organik cair.

BACA JUGA: Jamur JAKABA Sebagai Pupuk Organik Cair

Secara sepintas JAKABA memang rada mirip dengan alga coklat bentuk fisiknya seperti terumbu karang. Jamur ini berbeda dengan jenis jamur pada umumny dikarenakan yang disubut Jakaba ini tidak memiliki spora, sedangkan jamur pasti punya spora. 

Sebagian menyebut organisme ini sebagai protista.  Sebagai protista, beberapa orang menyebutkan bahwa jakaba ini tidak baik digunakan untuk pertanian (baca – pupuk organic cair), karena bersifat patogen terhadap tanaman dan sifatnya memakan bakteri.  Sedangkan bakteri itu diperlukan untuk pengurani unsur-unsur hara sehingga mudah diserap tanaman.

Disbutkan kasus ini mirip dengan semut yang mati terinfeksi oleh Cordyceps. Makanya diawal penemuan organisme ini, kami menyebutnya sebagai Cordyceps. Tentu saja akan lebih valid jika sudah ada hasil penelitian dari lembaga yang kompeten di bidangnya agar dapat dengan mudah menyebut jamur “fungi”, “Protista” atau bahkan itu memang “Cordyceps”.

BACA JUGA: Jamur ini Mampu Memperpanjang Umur Tanaman

Benarkan Jakaba itu Protista?

Peran Protista dalam kehidupan seperti dua sisi mata uang, Protista dapat memberikan manfaat. tetapi dapat pula menimbulkan kerugian pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Anda tentu pemah makan agar-agar. Tahukah Anda, terbuat dari apakah agar-agar itu? Mungkin di antara Anda ada yang menjawab agar-agar terbuat dari rumput laut. Anda benar, agar-agar memang terbuat dari rumput laut.

Namun, tahukah bahwa yang disebut rumput laut itu sebenarnya bukan wmasuk tumbuhan? Rumput laut sesungguhnya adalah ganggang laut (algae). Meskipun berbentuk seperti tumbuhan sehingga dinamakan rumput laut, ganggang bukanlah tumbuhan. Ganggang merupakan anggota kingdom Protista.

Apakah protista itu? Apa saja ciri-ciri protista?

Protista merupakan organisme eukariotik uniseluler atau multi seluler. Protista belum memiliki diferensiasi jaringan. Berdasarkan kemiripan ciri-cirinya dengan hewan, tumbuhan, dan jamur dalam memperoleh nutrisinya.

Protista yang Menguntungkan

Protista yang menguntungkan, antara lain sebagai berikut.

  • Protista yang hidup bebas di air tawar sebagai plankton, misalma Euglena viridis merupakan indikator polusi air/sungai.
  • Cangkang Radiolaria dan Foraminifera digunakan sebajiai indikator adanya minyak bumi.
  • Entamoeba coli membusukkan makanan dan membentuk vitamin | K dalam saluran pencemaan manusia.
  • Saprolegnia berperan sebagai pengurai dalam ekosistem air tawar.
  • Ganggang cokelat Turbinaria australis, Sargassum silquosum, dan Fucus vesiculosus digunakan untuk membuat salep, es krim, tablet, dan krim habis bercukur.
  • Navicula sp. yang mati membentuk tanah diatomit yang berguna untuk bahan isolasi, bahan penggosok, bahan penyekat dinamit (trinitrotoluen = TNT), untuk membuat saringan, serta untuk campuran semen.

Protista yang Merugikan

Protista dikatakan merugikan karena dapat menyebabkan penyakit bahkan kematian pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Pada Manusia

Protista yang merugikan manusia, antara lain sebagai berikut.

  • Trypanosoma gambiense menyebabkan penyakit tidur di daerah Afrika Tengah dan ditularkan oleh lalat tsetse jenis Glossina palpalis.
  • Trypanosoma rhodesiense menyebabkan penyakit tidur di daerah Afrika Timur dan ditularkan oleh lalat tsetse jenis Glossina morsitans. Trypanosoma rhodesiense lebih berbahaya karena penderita dapat meninggal dalam waktu yang singkat.
  • Trypanosoma cruzi menyebabkan penyakit chagas yang menyerang kelenjar limfa, limpa, hati, dan sumsum tulang.
  • Trypanosoma grucei menyebabkan penyakit nagano di Afrika.
  • Plasmodium sp. menyebabkan malaria.
  • Balantidium coli menyebabkan disentri balantidium yang menyerang selaput lendir usus besar.
  • Entamoeba gingivalis menyebabkan bau mulut.
  • Leishmania donovani menyebabkan penyakit kalaazar yang menyerang limpa, hati, dan kelenjar limfa.

Pada Hewan

Protista merugikan hewan, antara lain sebagai berikut.

  • Trichomonas foetus menyebabkan keguguran pada kambing.
  • Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surra pada kuda, unta, dan sapi. Penyakit tersebut ditularkan oleh lalat kandang (Stomoxys calcitrans).
  • Trypanosoma equiperdum menyebabkan penyakit durin pada kuda dan keledai.
  • Trypanosoma vivax menyebabkan penyakit pada domba.

Pada Tumbuhan

Protista yang merugikan tumbuhan, antara lain sebagai berikut:

  • Phytophthora faberi yang hidup parasit pada tanaman karet (pada luka bekas sadapan).
  • Phytophthora infestans menyebabkan penyakit karat putih pada tanaman kentang.
  • Phytophthora palmifora yang hidup parasit pada tanaman lada, kelapa, dan cokelat.
  • Phytophthora nicotinae menyerang tanaman tembakau.
  • Pythium menyerang pangkal batang kecambah.

Protista dibedakan menjadi tiga subkingdom, yaitu subkingdom Protozoa (Protista mirip hewan); subkingdom Algae (protista mirip tumbuhan); dan subkingdom Myxomycotina (jamur lendir).

Protozoa

Protozoa merupakan protista uniseluler yang bergerak dan mendapatkan makanan seperti hewan. Protozoa hidup di air tawar, laut, tanah, bahkan di dalam tubuh organisme lain. Sebagian besar hidup bebas, sedangkan lainnya merupakan parasit. Dalam ekosistem perairan, protozoa hidup bebas sebagai zooplankton, maupun sebagai zoobentos. Protozoa parasit sering menyebabkan penyakit serius pada manusia, misalnya malaria, disentri, dan giardiasis.

Berdasarkan jenis alat geraknya. Protozoa dibedakan menjadi empat filum, yaitu Rhizopoda, Mastigophora, Ciliata, dan Sporozoa.

1. Rhizopoda

Rhizopoda (Sarcodina) termasuk hewan bersel satu dengan ciri- ciri, antara lain memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), hidup bebas, ada yang parasit, dan bentuk tubuh tidak tetap. Ada beberapa macam kaki semu, yaitu lobodia (dengan ujung tumpul), hlopodia (halus dan ujung meruncing), dan aksopodia (teratur dari satu titik pusat).

Contoh Rhizopoda, antara lain:

  • Amoeba proteus yang hidup bebas dalam perairan tawar yang kaya bahan organik;
  • Entamoeba dysentriae penyebab disentri;
  • Entamoeba histolytica penyebab disentri amoeba (amoebiasis), hidup dalam usus halus manusia dan merusak jaringan darah atau getah bening;
  • Entamoeba gingivalis dapat merusak gigi; Entamoeba coli dapat raembantu membusukkan makanan dan membentuk vitamin K;
  • Arcella yang hidup di air tawar, memiliki kerangka dari zat kitin;
  • Difflugia yang hidup di air tawar, tubuhnya ditempeli pasir;
  • Foraminifera yang hidup di laut sebagai indikator adanya minyak bumi;
  • Radiolaria yang hidup di laut, rangkanya digunakan sebagai bahan penggosok.

2. Mastigophora

Ciri utama Mastigophora (Flagellata), adalah mempunyai flagel (bulu cambuk) sebagai alat gerak. Beberapa Mastigophora hidup sebagai parasit atau hidup bebas di habitat air laut dan air tawar. Permukaan tubuhnya dilapisi oleh kutikula sehingga bentuknya tetap.

Mastigophora memiliki dua macam protoplasma, yaitu ektoplasma (lapisan luar) yang memadat dan lapisan dalam berupa endoplasma yang berwujud agak encer. Mastigophora atau Flagellata terdiri atas Phytoflagellata dan Zooflagellata.

a. Phytoflagellata

Phytoflagellata mempunyai ciri-ciri berklorofil serta meru- pakan organisme autotrof, contohnya Volvox globator dan Noctiluca miliaris. Volvox sp. hidup berkoloni dengan koloni berbentuk seperti bola dan dilapisi oleh lapisan lendir.

Noctiluca miliaris, dapat menghasilkan bioluminesens: sehingga pada malam hari apabila terjadi blooming spesies ini air laut akan tampak bercahaya.

b. Zooflagellata

Zooflagellata merupakan organisme heterotrof dan sebagian besar hidup sebagai parasit. Trypanosoma gambiense. Contoh Zooflagellata yang menyebabkan penyakit tidur afrikst Contoh Zooflagellata lainnya adalah Leishmania tropica yaaf menyebabkan penyakit Leishmaniasis kulit di negara-negaia Asia.

3. Ciliata

Ciliata (Infusoria) mempunyai alat gerak berupa silia (bulu getar). Protozoa ini hidup bebas atau sebagai parasit. Bentuk tubuhnya tetap. Bagian tubuhnya terdiri atas oral dan aboral. Reproduksinya dengan cara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri dan reproduksi seksual dilakukan dengan cara konjugasi.

Contoh Ciliata antara lain:

  • Paramecium caudatum (hewan sandal) yang memiliki cara reproduksi unik;
  • Balantidium coli, hidup pada usus besar manusia;
  • Stentor, tubuhnya berbentuk seperti terompet;
  • Vorticella, tubuh¬nya berbentuk seperti lonceng;
  • Didinium, sebagai predator di air tawar;
  • Stylonychia, koloninya berbentuk seperti cakar.

4. Sporozoa

Sporozoa tidak mempunyai alat gerak. Sporozoa hidup sebagic parasit dan menghasilkan spora (endospora) dalam daur hidupnya. Reproduksi sporozoa adalah dengan cara aseksual dan seksual. Cara aseksual dilakukan dengan pembelahan biner dan skizogoL sedangkan secara seksual dilakukan dengan sporogoni.

Contoh anggota Sporozoa adalah:

Plasmodium yang merupakan penyebab malaria pada manusia. Ada empat jenis Plasmodium yang masing-masing menyebabkan tipe malaria yang berbeda. Keempat jenis Plasmodium tersebut adalah

  • Plasmodium falciparum, penyebab malaria tropika dengan masa sporulasi tidak tentu;
  • Plasmodium vivax, penyebab malaria tertiana dengan masa sporulasi 48 jam;
  • Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana dengan masa sporulasi 72 jam;
  • Plasmodium ovale, penyebab malaria yang memiliki masa sporulasi hampir sama dengan malaria tertiana.

Setelah melihat penjelasan mengenai Protista di atas, apakah JAKABA termasuk dalam kategori Protista?

Jakaba adalah Physarum album

Ada juga yang yang menyebutkan bahwa “organisme” tersebut sebegai “Physarum album”.  Apa itu Pysarium album? Cek disini untuk mencocokan gambarnya disini

Polemik Mengenai “Jakaba”

Istilah “jakaba” atau “Jamur Keberuntungan Abadi” dipopulerkan oleh Aba Juaidi Shaidj.  Sebelumnya Aba menyebutnya sebagai “U-Aaba” pada tanggal 2 November 2019.

Namun belakangan entah mengapa nama ini menjadi ramai diperbincangkan.  Ini saya kutip dari group facebook Tribo.  Diceritakan oleh Bapak Agus Basuki dari Bengkel Tani Malang (BETA MALANG) mengenai asal muasalnya dari organisme ini yang sepertinya menanggapi polemik mengenai JAKABA versi Aba Juaidi Shaidj.

Sekedar bercerita tentang foto dibawah ini.

Adalah jamur yang tumbuh di dalam media POC.

Berasal dari kumpulan MOL yang kami koleksi dari berbagai tempat di seluruh Indonesia yang sempat kami kunjungi, atau saya minta dari rekan yang berada di luar pulau.

Awal muncul jamur ini sekitar tahun 2014, saat lagi semangat-semangatnya berburu mikroba spesifik yang adalah bagian dari kekayaan alam kita.

Tentu saja munculnya tanpa di sengaja, dan tidak pada semua ramuan cair bisa muncul jamur tersebut.

Tetapi setiap kali muncul, selalu saya koleksi, sebagian saya keringkan dan sebagian lagi saya kembangkan di mesin boster POC berkapasitas 3.500 liter, yang berputar terus menerus dengan dukungan oksigen murni.

Dulu, berbagai ramuan saya ajarkan di grup kecil kami yang tidak banyak orang tau, yakni grup Bengkel Tani (BeTa). Karena anggota banyak yang sibuk atau malas bikin, akhirnya saya dikomplain, bahwa sebaiknya saya sendiri yang bikin dan kemudian tinggal dikembangkan oleh para anggota yang berminat, sehingga tidak harus berfikir rumit atau berburu bahan yang belum tentu bisa mereka dapatkan.

Semula jamur tersebut kami istilahkan Cordyceps, karena bentuknya yang mirip Cordyceps dan belum ada referensi foto atau nama yang sesuai dengan jenis jamur tersebut. Tentu saja itu akhirnya jadi pro kontra di kalangan anggota maupun orang diluar grup yang merasa memiliki pengetahuan sehubungan dengan jamur dan mikroba.

Sebagian besar menganggap itu adalah “protista” Yakni jamur pelarut phospat sekaligus katanya adalah pemakan bakteri.

Saya pribadi tidak terlalu memusingkan nama dari jamur tersebut, tetapi lebih fokus kepada :

  • Asal dari jamur itu, sehingga sewaktu-waktu bisa dicari dan segera dikembangkan jika dibutuhkan
  • Menyimpan setiap jenis jamur tersebut yang berasal dari berbagai bahan dan daerah yang berbeda
  • Membuat berbagai ramuan dan uji coba untuk berbagai keperluan.
  • Sudah saya praktekan dan melihat hasinya, baik di dalam dan diluar negeri.

Karena banyak anggota grup BeTa yang berminat, maka jamur ini akhirnya bisa menyebar kemana-mana di seluruh Indonesia, meskipun hanya di kalangan yang sangat terbatas. Tidak semua anggota yang menggunakan starter produk BeTa bisa menumbuhkan jamur tersebut.

Tetapi ada juga yang akhirnya bisa menumbuhkan dan berkembang kemana-mana, yang akhirnya ada yang memberi nama “Jakaba”, yang katanya adalah singkatan dari ” Jamur Keberuntungan Abadi”.

Pada foto-foto ini, ada beberapa bukti hasil diskusi di grup BeTa tanggal postingan 29 April 2017, screenshot kalimat “keberuntungan” Pada postingan tersebut. Dan 3 foto saya sendiri yang tidak dilengkapi dengan bukti tanggal, bulan dan tahunnya, karena waktu itu masih pakai hape jadul dengan tehnologi yang sangat sederhana, difoto sekitar tahun 2014.

Silahkan anda tambahkan bukti dan pengalaman apapun sehubungan dengan keberadaan jamur tersebut. Syukur jika ada tanggal, bulan dan tahun dari foto data tersebut.

Sumber:

Apa Perbedaan Antara Kompos Tea (Compost Tea) dengan Kompos

Apa Perbedaan Antara Kompos Tea (Compost Tea) dengan Kompos

Hasil penelitian Purnomo dkk (19 … ) dari Universitaas Lampung, menunjukan “Aplikasi Compost Tea Dan Jamur Beauveria Bassiana Menekan Perkembangan Hama Dan Penyakit Serta Meningkatkan Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Padi”.  Jurnalnya dapat di peroleh di sini.

Pupuk Organik, Compos Tea (Compost Tea), Kompos

Pupuk organik adalah pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik atau alami. Lebih rincinya pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia.

Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya. Bahan-bahan yang termasuk pupuk organik antara lain pupuk kandang, kompos, kascing, gambut, rumput laut dan guano.

Berdasarkan bentuknya pupuk organik dapat dikelompokkan menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Beberapa diantaranya  juga mengelompokkan pupuk-pupuk yang ditambang seperti dolomit, fosfat alam, kiserit, dan juga abu (yang kaya K) ke dalam golongan pupuk organik.

Beberapa pupuk organik yang diolah dipabrik misalnya adalah tepung darah, tepung tulang, dan tepung ikan. Pupuk organik cair antara lain adalah compost tea (CT), ekstrak tumbuh-tumbuhan, cairan fermentasi limbah cair peternakan, fermentasi tumbuhan-tumbuhan, dan lain-lain.

Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).

Compost Tea (CT)

Banyak terminologi untuk CT, diantaranya organic tea,  compost  extract,  water  fermented compost extract, compost slurry, dan compost steepages.  Dalam bahasa Indonesia ada yang mengartikan seduhan kompos, teh kompos, dan lainnya.

CT adalah hal baru yang saat ini sedang marak dibicarakan para pelaku pertanian. Ingham (2000) telah membuktikan bahwa seduhan kompos dapat meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanaman.

CT adalah ekstrak cair yang berasal dari fermentasi kompos.

Metode produksi CT mengacu pada pasokan oksigen di dalam wadah fermentasi yaitu metode diaerasi menghasilkan aerated compost tea atau metode aerasi (ACT) dan metode tanpa diaerasi menghasilkan non-aerated compost tea atau kompos non-aerasi (NCT). 

CT telah terbukti dapat memperbaiki kesuburan tanah secara langsung, meningkatkan laju mineralisasi bahan organik tanah, melarutkan unsur hara yang terjerap serta mampu mengkhelat ion, serta meningkatkan pertumbuhan serta hasil tanaman.  

Secara umum, tidak  terdapat perbedaan  efektivitas antara ACT dan NCT. Aplikasi CT melalui tanah terbukti lebih efektif dibandingkan melalui penyemprotan di permukaan daun.

Dalam proses pembuatanya, seduhan kompos non-aerasi (NCT) tidak ditambahkan oksigen, yang menyebabkan suasana anaerobic yang membatasi tumbuhnya mikroorganisme  aerob.  Pembuatan  NCT memakan  waktu  paling  cepat  dua minggu, makin lama makin meningkatkan akumulasi antibiotik, yang diketahui dapat mengaltifkan respon kekebalan alami tanaman.  Proses pembuatan SKN ini menimbulkan bau yang tidak sedap;

Metode  ACT ini memungkinkan banyak organisme menguntungkan untuk berkembang dan memperbanyak diri dalam seduhan. ACT dapat dipersiapkan dalam 2-3 hari yang memungkinkan pengguna merespon dengan  cepat  tentang ramalan cuaca atau indikasi adanya penyakit.

Mekanisme yang mungkin terjadi dalam pengendalian patogen oleh mikroorganisme menguntungkan adalah mengisi ruang di permukaan daun yang dapat membatasi ruang tumbuh patogen, mampu berkompetisi dalam  mencari nutrisi yang dibutuhkan patogen, mengeluarkan senyawa metabolit  sekunder, dapat memarasitik patogen secara langsung, serta menstimulasi kekebalan alami tanaman.

Keanekaragaman hayati yang tinggi terkandung dalam CT menurut  BBC Laboratories  (2001) yaitu:

Pengaruh Ct Terhadap Tanah Dan Tanaman

Kompos telah diketahui kaya mikroba fungsional, substansi humat, dan unsur hara yang dibutuhkan dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman.  Peran  kompos kimia  tanah dan pada akhirnya akan mendukung tersediannya unsur hara di tanah serta serapannya oleh tanaman.

Sejalan dengan peran kompos tersebut, maka CT sebagai turunan dari produk berbasis kompos juga memberikan pengaruh demikian.  Sebagai produk fermentasi lanjutan maka CT mampu memasok unsur hara dalam bentuk ion-ion yang dapat langsung diserap oleh tanaman tanaman.

Beberapa peneliti juga melaporkan bahwa CT terbukti dapat memperbaiki kesuburan tanah secara langsung; meningkatkan jumlah mikroba tanah dan aktivitasnya dalam memineralisasi bahan organik tanah, melarutkan unsur hara yang terjerap serta mengkhelat ion.

Substansi CT juga mempunyai kemampuan  dalam  menyuplai  hormon tumbuh auxin dan substansi-seperti cytokinin untuk tanaman.  Tidak ada perbedaan pengaruh antara ACT dengan NCT, baik terhadap aktivitas mikroba fungsional, kesuburan tanah, maupun pertumbuhan dan hasil tanaman.

Selain itu, pemberian CT secara langsung di tanah lebih efektif  dibandingkan  melalui  penyemprotan pada daun tanaman.

Compos Tea Versi Bunkai

BACA JUGA : Apa Perbedaan Dekomposer Bunkai dan Compost Tea

CT Bunkai adalah ekstraksi kompos yang mengandung nutrisi lengkap sekaligus mineral penyangga pH. Proses pembuatan compost tea dengan aerasi dan agitasi hanya membutuhkan waktu 24jam siap aplikasi. Penambahan mikroba efektif sebagai penambat N, pelarut phosphat, dan pengurai sintetik menjadi unsur siap saji untuk tanaman. Pada dasarnya tanaman tidak langsung menyerap nutrisi pupuk, kecuali dengan bantuan mikroorganisme bakteri dan fungi.

CT Bunkai bisa berfungsi ganda. Yaitu berfungsi sebagai nutrisi tanaman dan diperkaya mikroba yang bekerja sebagai pembenah tanah

Rumus Dasar Compost Tea  Bunkai #1

Untuk pembuatan compost tea sebanyak 200 liter, rumus dasar compost tea dengan menggunakan tanaman Kipahit, adalah sebagai berikut:

Baca Juga Mengenai : Kipahit, Tanaman Pengganggu (Gulma) yang Banyak Membantu Petani

  1. Kascing 20 Kg
  2. Cacahan Daun Dan Batang Kipahit 10 Kg
  3. Decomposer Bunkai 5 Ltr
  4. Humic Acid 1 Kg
  5. Azomite 1 Kg
  6. Santa Micro 25 Gram
  7. Npk 16:16:16 3 Kg
  8. Mkp 1 Kg
  9. Air Sampai 200 Ltr
  10. Diaerasi Selama 5 Hari
  11. Dosis aplikasi kocor  = 1 ltr compost tea : 10 ltr air ( usia 2 bulan )

Diaplikasikan dengan cara semprot dengan interval penyemprotan 7 hari sekali dan boleh dicampur dengan pupuk kimia

Rumus Compost Tea Vegetatif  untuk kapasitas 5 liter

  1. Kascing 250 gram
  2. Guano 50 gram
  3. Susu segar 50ml/50gr susu bubuk
  4. Daun kelor 50gram
  5. Humat 25 gram
  6. Azomite 25 gram
  7. Bunkai 250 ml/ dekomposer aerob

Dosis 500-700 ml/tangki kapasitas 16 liter atau 1 liter CT untuk tangki dengan kapasitas 20 liter.

Untuk fase generatif tambahkan saja P dan K nya  misal rumput laut/tepung rumput laut.

Apakah Jika Tanaman Sudah Dikasih Pupuk Tanaman Bisa Langsung Menyerapnya?

Apakah Jika Tanaman Sudah Dikasih Pupuk Tanaman Bisa Langsung Menyerapnya?

Hubungan pupuk dengan mikroba itu analogi sederhana. Diibaratkan pupuk itu adalah gabah, maka mikroba itu adalah koki/juru masak yang akan memproses gabah sampai menjadi nasi.

Kalau tanaman itu hanya dikasih pupuk tanpa diimbangi dengan pengontrolan mikroba, mirip kejadiannya seperti kita dikasih gabah tapi tidak ada koki yang memasaknya.

Apakah jika tanaman sudah dikasih pupuk tanaman bisa langsung menyerapnya?

Jawabannya tentu saja tidak.  Baik itu pupuk kompos atau pupuk kimia sintetis, sebenarnya bentuknya itu masih bahan baku nutrisi makanan. Belum bisa disebut nutrisi yang siap saji (siap diserap) oleh tanaman.

Kompos (kotoran hewan, daun, ranting, sisa makanan dsb) memiliki banyak senyawa kimia. Mulai dari nitrogen total atau disingkat N-Total (protein, zat gula, vitamin, urea dsb), phosphor (P2O5), kalium (K2O), dan masih banyak lagi.

Apakah tanaman itu bisa langsung menyerap senyawa kimia dipupuk kompos itu? ya tidak. Yang diserap tanaman itu hanya senyawa tertentu saja, yeng bentuknya adalah ion.

Beberapa pakar menulis, ketebalan kompos yang sudah terurai sempurna atau istilahnya adalah humus, idealnya itu antara 2% – 5%. Artinya kalau tanah itu kita gali 1 meter persegi dalam bentuk kubus, maka ketebalan 2%-5% dari 1 meter persegi itu sekitar 2 cm sampai 5 cm.

Ketebalan humus 2% – 5% (2 cm – 5 cm) inilah yang mengindikasikan tanah kita subur dan bagus untuk ditanami apapun. Di lapisan humus inilah yang menyediakan sumber nutrisi lengkap, ditambah dengan tumbuh-kembangnya berbagai jenis mikroba penyuburkan tanaman.

Selama proses pembusukan (dekomposisi) itu, terjadi beberapa langkah reaksi kimia, dimana pada langkah tertentu senyawa kimianya itu masih berbentuk amoniak (NH3). Dan amoniak ini sifatnya racun sehingga bisa membahayakan kelangsungan hidup tanaman. Belum lagi selama terjadi reaksi kimia tertentu, juga akan mengeluarkan gas metan yang panas yang bisa membakar tanaman.

Makanya kalau kita mau pake pupuk kompos, seharusnya kompos (kotoran hewan & sisa-sisa tanaman) itu di-dekomposisi atau bahasa mudahnya “dibusukkan” terlebih dahulu diluar lahan, sampai kompos tadi berubah menjadi humus barulah kita ditebarkan ke lahan.

Kalau proses pembusukan itu kita kondisikan dengan penambahan mikroba, maka lama prosesnya paling sekitar 2 minggu sampai 1 bulan saja, tergantung banyaknya jenis mikroba yang kita gunakan.

Sumber dan Credit:

Bersambung ke bagian 2: Jangan Gunakan Pupuk Kimia Pada Tanaman.  Kalau Masih Mau Pakai Juga, Pakai Ini.

Pupuk Fospat (P) Tidak Akan Efisien Jika Adanya Unsur Ini

Pupuk Fospat (P) Tidak Akan Efisien Jika Adanya Unsur Ini

Fosfat (P) merupakan usur esensial yang paling banyak diperlukan setelah nitrogen. Bagi tanaman, P berperan penting dalam fotosintesis dan perkembangan akar serta organ generatif.

Namun ketersediaan P dalam tanah relatif rendah. Jarang yang melebihi 0,001% dari total P.

Banyak diantara fosfat di dalam tanah yang tidak tersedia dan tidak dapat dimanfaatkan tanaman. Hal ini karena P terikat dengan unsur lain. Pada tanah masam, fosfat akan membentuk senyawa Al-P, Fe-P, dan occluded-P

Pada tanah alkali fosfat bersenyawa membentuk Ca-P yang sukar larut dalam air.

Adanya unsur yang mengikat P menjadikan pemberian pupuk P menjadi tidak efisien.

Pupuk P perlu diberikan dalam jumlah banyak. Hanya 15-20% pupuk P yang dapat diserap tanaman. Sisanya terjerap di antara koloid tanah dan tinggal sebagai residu dalam tanah. Hal ini yang menyebabkan defisiensi fosfat bagi pertumbuhan tanaman.

Gunakan Mikroba Meningkatkan Fungsi Pupuk Fospat

Salah satu alternatif untuk mengefisienkan pemupukan fosfat adalah dengan memanfatkan kelompok Mikroorganisme Pelarut Fosfat.

Mikroorganisme pelarut fosfat adalah kelompok mikroorganisme yang mampu melarutkan fosfat tidak tersedia menjadi tersedia dan dapat diserap tanaman. Pemanfaatan mikrooganisme pelarut fosfat diharapkan dapat mengatasi permasalahan P utamanya pada tanah masam.

Mikroorganisme pelarut fosfat terdiri atas kelompok bakteri dan kelompok jamur.

Mikroorganisme yang termasuk dalam kelompok bakteri pelarut fosfat antara lain :

  • Pseudomonas striata,
  • P. diminuta,
  • P. fluorescens,
  • P. cerevisia, P. aeruginosa,
  • P. putida,
  • P. denitrificans,
  • P. rathonis,
  • Bacillus polymyxa,
  • B. laevolacticus,
  • B. megatherium, Thiobacillus sp., Mycobacterium, Micrococcus, Flavobacterium, Escherichia freundii, Cunninghamella, Brevibacterium spp., Serratia spp., Alcaligenes spp., Achromobacter spp., dan Thiobacillus sp.

Kelompok bakteri pelarut fosfat yang banyak terdapat pada lahan pertanian di Indonesia berasal dari genus Enterobacter dan Mycobacterium.

Sedangkan kelompok jamur yang dapat: melarutkan fosfat umumnya berasal dari kelompok Deutromycetes antara lain Aspergillus niger, A. awamori, P. digitatum, P. bilaji, Fusarium, Sclerotium, dan lain-lain.

Jamur pelarut fosfat yang dominan di tanah adalah Penicillium dan Aspergillus. Pada tanah masam yang dominan adalah Aspergillus niger dan Penicillium.

Tanah Tidak Subur, Aplikasikan Pembenah Tanah yang Murah Meriah Ini …

Tanah Tidak Subur, Aplikasikan Pembenah Tanah yang Murah Meriah Ini …

Bahan padat kaya karbon hasil konversi dari limbah organik (biomas pertanian) melalui pembakaran tidak sempurna atau suplai oksigen terbatas (pyrolysis) disebut sebagai biochar.

Biochar atau arang sudah sejak lama dikenal di Indonesia, terutama sebagai sumber energi (bahan bakar dan sumber panas). Arang juga dijadikan komoditas ekspor ke beberapa negara seperti Jepang dan Norwegia untuk bahan baku industri.

Pada tahun 2000, Indonesia mengekspor sekitar 150.000 ton arang kayu bakau, dan tempurung kelapa ke Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir, di beberapa negara seperti Jepang dan Australia mulai berkembang penggunaan arang (biochar) di bidang pertanian, yaitu salah satunya dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah.

Di Indonesia sendiri, pemanfaatan biochar untuk pertanian dan kehutanan mulai berkembang pada awal tahun 2000.

Aplikasi biochar ke lahan pertanian (lahan kering dan basah) dapat meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air dan hara, memperbaiki kegemburan tanah, mengurangi penguapan air dari tanah dan menekan perkembangan penyakit tanaman tertentu serta menciptakan habitat yang baik untuk mikroorganisma simbiotik.

Proses Pembuatan Biochar

Pembakaran tidak sempurna atau suplai oksigen terbatas (pyrolysis) pada bahan padat kaya karbon ayang menghasilkan arang atau yang disebut juga sebagai biochar.

Biochar adalah limbah organik khususnya limbah pertanian yang sangat bermanfaat dalam bidang pertanian.

Pada proses pembuatan arang (biochar), pembakaran dilakukan dengan tidak sempurna dapat dilakukan dengan alat pembakaran atau pirolisator dengan suhu 250-3500 C selama 1-3,5 jam, bergantung pada jenis biomas dan alat pembakaran yang digunakan.

Pembakaran juga dapat dilakukan tanpa pirolisator, tergantung kepada jenis bahan baku.Kedua jenis pembakaran tersebut menghasilkan biochar yang mengandung karbon untuk diaplikasikan sebagai pembenah tanah.Biochar bukan pupuk tetapi berfungsi sebagai pembenah tanah.

Sumbar Bahan Baku Biochar

Sumber bahan baku biochar terbaik adalah limbah organik khususnya limbah pertanian. Potensi bahan bakubiochar tergolong melimpah yaitu berupa limbah sisa pertanianyang sulit terdekomposisi atau dengan rasio C/N tinggi.

Di Indonesia, potensi penggunaan biochar sangat besar mengingat bahan bakunya seperti tempurung kelapa, sekam padi, kulit buah kakao, tempurung kelapa sawit, tongkol jagung, dan bahan lain yang sejenis, banyak tersedia.

Dari berbagai hasil penelitian diketahui bahwa:

  1. Proporsi sekam padi adalah 16-28% dari jumlah gabah kering giling;
  2. Proporsi tempurung dari buah kelapa sebesar 15-19%;
  3. Proporsi tempurung kelapa sawit 6,4% dari produksi tandan buah segar (TBS); dan
  4. Proporsi tongkol jagung 21% dari bobot tongkol kering.

Manfaat Penggunaan Biochar

Biochar merupakan arang kayu yang berpori (porous), bila digunakan sebagai suatu pembenah tanah dapat mengurangi jumlah CO2 dari udara.

Biochar dapat menyediakan habitat bagi mikroba tanah, tapi tidak dikonsumsi dan umumnya biochar yang diaplikasikan dapat tinggal dalam tanah selama ratusan tahun.

Dalam jangka panjang biochar tidak mengganggu keseimbangan karbon-nitrogen dan dapat menahan dan menjadikan air dan nutrisi lebih tersedia bagi tanaman. Bila digunakan sebagai pembenah tanah bersama pupuk organik dan anorganik, biochar dapat meningkatkan produktivitas serta retensi dan ketersediaan hara bagi tanaman (Gani, 2009).

Biochar lebih efektif dalam retensi hara dan ketersediaannya bagi tanaman dibanding bahan organik lain seperti kompos atau pupuk kandang, hal ini juga berlaku bagi hara P yang tidak diretensi oleh bahan organik biasa. Biochar lebih persisten dalam tanah dibanding bahan organik lain, karena itu semua manfaat yang berhubungan dengan retensi hara dan kesuburan tanah dapat berjalan lebih lama dibanding bentuk bahan organik lain yang biasa diberikan.

Penggunaan biochar dalam pembangunanpertanian akan memberikan manfaat ganda berupa perbaikanproduktivitas lahan dan tanaman serta mengurangi emisi CO2 keudara serta meningkatkan daya pengikat gas rumah kaca (Gani,2009).

Potensi biochar sebagai pembenah tanah selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah dapat pulasebagai sumber utama bahan untuk konservasi karbon organik didalam tanah.

Penambahan biochar ke tanah meningkatkan ketersediaan kation utama dan fosfor, total N dan kapasitas tukar kation tanah (KTK) yang pada akhirya meningkatkan hasil.

Referensi :

Tanaman anda “mereketet”? Tumbuh tidak optimal? Cobalah NUTRISI TANAMAN BANK CEONG Untuk SEMUA JENIS TANAMAN

Tanaman anda “mereketet”? Tumbuh tidak optimal? Cobalah NUTRISI TANAMAN BANK CEONG Untuk SEMUA JENIS TANAMAN

Kesuburan tanah setelah panen pasti akan berkurang, lahan tidurpun harus ditingkatkan kandungan nutrisi tanamannya supaya hasil produksi meningkat.

Solusi kesuburan media tanam dan optimalisasi pertumbuhan tanaman, gunakan Nutrisi Tanaman BANK CEONG.  Efektif untuk kesuburan lahan, mengoptimalkan tanaman mulai dari persemaian, masa pertumbuhan, pembungaan dan pembesaran buah untuk semua jenis tanaman.

Menuju pertanian sehat dan ramah lingkungan dengan menggunakan produk yang ramah lingkungan, terbuat dari bahan-bahan organik.

Nutrisi Tanaman Bank Ceong sebagai Penyubur tanah dan pelengkap nutrisi baik makro dan mikro bagi tanaman. Dilengkapi agen hayati pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT).

Upaya mengoptimalkan hasil produksi tanaman, salah satunya melalui pemberian nutrisi yang lengkap, baik hara makro maupun mikronya.

Nutrisi Tanaman BANK CEONG selain mengandung HARA MAKRO dan MIKRO juga dilengkapi dengan AGEN HAYATI, jika diaplikasikan ke tanah  akan membantu menyuburkan tanah, memproses residu pupuk dalam tanah juga bisa sebagai agen hayati pengendali organisme pengganggu tanaman yang ada di tanah.

Sedangkan jika diaplikasikan secara foliar/semprot, interval dua Minggu sekali, maka tanaman akan mendapatkan nutrisi tambahan plus agen hayati pengendali tanaman seperti jamur, bakteri, ulat dan serangga

Manfaat Umum Penggunaan Nutrisi Bank Ceong

Efektif untuk lahan, persemaian, masa pertumbuhan, pembungaan dan pembesaran buah untuk semua jenis tanaman

  1. Mengembalikan kesuburan tanah
  2. Menyediakan unsur hara bagi tanaman
  3. Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun
  4. Meningkatkan daya tahan dan produktifitas tanaman

Komposisi Kandungan Nutrisi Tanaman Bank Ceong

Bank Ceong: Nutriisi tanaman yang mengandung unsur makro dan mikro.

Unsur hara Makro & Mikro: N, P, K, Mg, S, Fe, Si, Zn, Bo, Cu, Ca, Mo, Na, Al, Cl

Dilengkapi asam amino, hormon pertumbuhan (Zat perangsang tumbuh) GA3 dan Mikroba Agen Hayati:

  • Trichoderma,
  • Beauveria,
  • Mikoriza,
  • Metharizium,
  • Pseudomonas sp,
  • Gliocladium,
  • Corrynebacterium
  • Bakteri pelarut phosfat,
  • Bakteri asam laktat,
  • Bakteri nitrifikasi,
  • Bakteri denitrifikasi,
  • Bakteri sellutotik,
  • Bakteri bio-remediasi.

Nutrisi Tanaman BANK CEONG untuk SEMUA JENIS TANAMAN

Nutrisi tanaman BANK CEONG adalah Pupuk Organik Cair hasil fermentasi dari bahan organik eceng gondok dan keong mas serta dilengkapi dengan beberapa nutrisi dan hormon pertumbuhan yang dibutuhkan oleh tanaman

Nutrisi Tanaman BANK CEONG disemprotkan pada tanah sawah masam dengan konsentrasi 6 ml/liter bisa memperbaiki pH tanah tersebut dan akan menyediakan Unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan bagi tanaman.

Nutrisi Bank Ceong untuk Pengolahan Lahan

Nutrisi Tanaman BANK CEONG disemprotkan pada tanah sawah masam dengan konsentrasi 6 ml/liter bisa memperbaiki pH tanah tersebut dan akan menyediakan Unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan bagi tanaman.

Hasil pengujian pH tanah pada media tanam campuran tanah dan Kompos JADUL, yaitu KOMPOS yang bahan utamanya Kotoran Jangkrik dan bahan organik lainnya serta dilengkapi berbagai agen hayati,  pH tanahnya berada pada kondisi normal yaitu 6. Hal ini akan membantu tanaman untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Nutrisi Bank Ceong untuk Tanaman Padi

Nutrisi Tanaman BANK CEONG berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mengoptimalkan pertumbuhan tanaman.  Dengan cuma satu kali aplikasi aja, tepatnya di usia 43 HST sebanyak 500 ml/Ha. 

Idealnya sih tiga kali aplikasi yaitu usia 14, 28 dan 42 HST masing2 500 ml/Ha (satu botol). Padi Ciherang keluar malai secara serempak dan di usia 84 HST bulir terisi sempurna.

Penggunaan Bank Ceong pada tanaman Padi Sawah

  • Dosis : 500 ml/Ha
  • Usia H-5 HST (Lahan), 14 HST, 28 HST, 42 HST
  • * Semprot tanaman 3 ml/liter air, interval penyemprotan 14 hari
  • * Kocor / Semprot lahan 6 ml/liter sebelum penanaman

Nutrisi Bank Ceong Untuk Memperbanyak Anakan Padi

Dengan mengaplikasikan Nutrisi Tanaman Bank Ceong mulai dari Persiapan lahan yaitu H-5 HST, lalu di usia 14, 28 dan 42  HST supaya TANAH MENJADI SUBUR DAN TANAMAN LEBIH PRODUKTIF

Hasil nyata yang dihasilkan, malai padi keluar secara serempak dan bulir padi di usia 84 HST terisi sempurna serta daun bendera masih sehat, terlihat segar dan hijau.

Nutrisi Bank Ceong untuk Tanaman Anggur

Nutrisi Tanaman BANK CEONG dapat menjadi solusi pada tanaman anggur yang stagnan dan kekurangan unsur hara pada tanaman anggur.

Karena Nutrisi Bank Ceong itu bersifat organik, maka daun anggur pun aman jika dikonsumsi oleh manusia, apalagi untuk makanan ternak.

Penggunaan Bank Ceong pada Sayuran dan Buah-buahan seperti anggur sebagai berikut:

  • Penyemprotan: Konsenstrasi 3 ml/liter air, interval penyemprotan 14 hari
  • Kocor/Semprot lahan : Konsentrasi 6 ml/liter air, interval penyemprotan 14 hari

Dimana Beli Nutrisi Bank Ceong?

Silahkan kunjungi marketplace Shopee atau Tokopedia.

Kitab Tani Organik, Panduan Pertanian Organik.  Download DISINI

Kitab Tani Organik, Panduan Pertanian Organik. Download DISINI

Organik

Organik adalah istilah pelabelan yang menyatakan bahwa suatu produk telah diproduksi sesuai dengan standar sistem pertanian organik dan disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Organik yang telah diakreditasi.

Pertanian Organik

Pertanian organik merupakan teknik budidaya pertanian yang berorientasi pada pemanfaatan bahan-bahan alami (lokal)  tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintesis seperti pupuk, pestisida (kecuali bahan yang diperkenankan). 

Teknik budidaya lainnya bertumpu pada peningkatan  produksi, pendapatan serta berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Pertanian organik (Organic Farming) adalah suatu sistem pertanian yang mendorong tanaman dan tanah tetap sehat melalui cara pengelolaan tanah dan tanaman yang disyaratkan dengan pemanfaatan  bahan-bahan organik atau alamiah sebagai input, dan menghindari penggunaan pupuk buatan dan pestisida kecuali untuk bahan-bahan yang diperkenankan ( IASA, 1990).

Keuntungan Pertanian Organik

Keuntungan lain dari menerapkan sistem pertanian organik ini, antara lain:

1. Biaya Ringan

Bagi petani biaya adalah konsen tertinggi.  Jika bisa menghemat biaya maka pendapatan akan berlipat.

Dalam hal ini dengan megggunakan pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang yang dapat dibuat sendiri sehingg biaya pupuk semakin dapat ditekan

2. Keseimbangan Ekosistem

Pertanian organik memberikan keuntungan bagi alam dengan menoleransi organisme pengganggu selama masih berada di bawah ambang batas aman, alias tidak perlu dibasmi. Organisme atau hama ini sebenarnya memiliki peran sebagai penyeimbang.

3. Meningkatkan Kesuburan Tanah

Dengan memanfaatkan kembali bahan organik kualitas tanah pertanian pun semakin sehat dan subur. Limbah pertanian berkurang, kualitas air tanah aman untuk dikonsumsi, populasi mikroorganisme tanah juga meningkat, sehingga pH tanah tetap terjaga.

4. Minat Terhadap Produk Organik

Masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai membuka mata dan hati untuk hidup lebih sehat. Mereka mengurangi konsumsi makanan berbahan pengawet, makanan siap saji, dan makanan berbahan kimia lainnya.

Tujuan Pertanian Organik

Tujuan utama dari pertanian organik adalah untuk mengoptimalkan produktivitas komunitas organisme di tanah, tumbuhan, hewan dan manusia yang saling tergantung satu sama lain.

Pertanian organik menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumen dan tidak merusak lingkungan. 

Budidaya organik juga bertujuan untuk meningkatkan siklus biologi dengan melibatkan mikro organism, flora, fauna, tanah, mempertahankan  dan meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan segala bentuk polusi dan mempertimbangkan dampak social ekologi yang lebih luas.

Prospek Pertanian Organik

Pertanian organik di Indonesia memiliki prospek bisnis yang bagus.

Harganya jual yang tinggi di pasar, sehingga akan memberi keuntungan yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani organik. Dibanding dengan pertanian anorganik, harga jual hasil pertanian alami bisa mencapai dua kali lipat bahkan lebih.

Akan semakin menguntungkan lagi, bila para petani dapat memanfaatkan limbah alami di sekitar untuk membuat pupuk kompos maupun pupuk kandang. Artinya, biaya pembelian pupuk bisa lebih dipangkas.

Pemupukan organik

Pemupukan dalam pertanian organik wajib menggunakan pupuk organik.

Jenis pupuk organik yang diperbolehkan adalah pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos dan variannya, serta pupuk hayati. Untuk mengetahui lebih detailnya silahkan baca jenis-jenis pupuk organik.

Pertanian organik juga bisa menggunakan penyubur tanah atau disebut juga pupuk hayati. Penyubur tanah ini merupakan isolat bakteri-bakteri yang bisa memperbaiki kesuburan tanah. Saat ini pupuk hayati banyak dijual dipasaran seperti EM4, Biokulktur, dll.

Pupuk hayati juga bisa dibuat sendiri dengan mengisolasi mikroba dari bahan-bahan organik.

Aplikasi Kitab Tani Organik

Resep cara bertani organik dengan memanfaatkan sumber daya lokal saat ini sangat berkembang.  Banyak jenis resep untuk satu tujuan penggunaan.  Tidak ada aturan baku dalam resep bertani organik.  Ketiadaan satu bahan bisa diganti dengan bahan lain, asalkan kandungan bahannya memiliki kesaamaan atau kemiripan.

Banyak praktisi organik yang dengan suka rela menyebarkan resep-resep cara bertani organik baik di Facebook, Instagram, Twitter atau melalui blog. 

Kabar baiknya kini beberapa resep sudah tersedia di aplikasi android, sehingga kita bisa denga mudah mengakses resep-resep tersebut.   Nama aplikasinya “KITAB TANI ORGANIK” yang bisa diunduh DISINI.

Cara Membuat N-P-K Organik

Cara Membuat N-P-K Organik

Membuat pupuk NPK Organik dengan menggunakan STATER KOMPOS PLUS dari Bengkel Tani (BETA) – Malang.

Jika saat ini diraskan kelangkaan pupuk subsidi pemerintah atau biaya pupuk mahal, maka kita bisa membuat pupuk yang memiliki kandungan Nitrogen (N) – Pospor (P) – Kalium (K) dari bahan-bahan organik yang tersedia di sekitar lingkungan kita.

Bahan Pembuatan NPK Organik

Bahan-bahan di bawah ini adalah tambahan sesuai fase tanaman.

  1. Untuk unsur K : Sabut kelapa, buang kulit keras nya ambil yg bagian terbaik nya saja. Suir-suir sabut kelapa tersebut menjadi potongan-potongan kecil.
  2. Untuk Unsur P : Batang Pisang, buang bagian terluar, ambil bagian dalam batang pisang, di cacah halus, semakin halus semakin baik.
  3. Untuk unsur N : Daun Nangka, ambil daun nangka tua namun masih segar, artinya baru di petik, remas-remas hingga hancur namun jangan sampai memutuskan urat daun.

Bahan tambahan : Air cucian beras.

Namun untuk mendapat air dengan kandungan beras yg banyak dan kental, bisa kita gunakan tepung beras yang dilarutkan di dalam air bersih, kira-kira 1 kg tepung beras untuk 1 ember air bersih.

Cara Pembuatan Pupuk NPK Organik

  1. Masukan masing² bahan tadi kedalam 3 ember terpisah untuk masing² bahan. Kira-kira 3/4 ember atau wadah.
  2. Tambahkan air cucian beras atau rendaman tepung beras hingga semua bahan terrendam sempurna..
  3. Campurkan STATER KOMPOS dan gula pada setiap bahan dengan takaran 1 gelas minuman mineral dan gula sebanyak 2 gelas minuman mineral ( 440 ml).
  4. Kemudian tutup rapat, buat lubang kecil pada penutup untuk mengurangi ledakan gas saat proses fermentasi.
  5. Fermentasi selama 2 minggu. Jangan sampai membuka penutup ember.
  6. Setelah 7 hari, buka dan aduk ketiga bahan NPK secara terpisah di wadah masing-masing, tutup dan fermentasi lagi selama 7 hari. NPK organik siap di aplikasikan.

Cara Penggunaan NPK Organik

Dosis Penggunaan Fase Pertumbuhan

N = 2 gelas (440 ml), P = 1 Gelas (220 ml), K = 0,5 gelas (110 ml)

Dosis Penggunaan Fase Mematangkan/membesarkan batang

N = 1 gelas ( 220 ml ), P = 2 gelas ( 440 ml ), K = 0,5 gelas ( 110 ml )

Dosis Penggunaan Fasee Pembungaan/berbuah

N = 1 gelas ( 110 ml ), P = 1 gelas ( 110 ml ), K = 2 gelas ( 440 ml )

Dosis Pengocoran

Campurkan dengan air bersih sampai campuran menjadi encer kurang lebih 5-15 liter tergantung kekentalannya, kocorkan langsung ke tanaman.

Catatan: Starter untuk kompos plus ini produksi dari Bengkel Tani, Malang.

Sumber: Postingan Facebook Aricka Yanti yang diposting tanggal 12 Agustus 2020 dengen beberapa editan untuk kepentingan SEO.

Bio Starter (EM)

Bio Starter (EM)

BIO-STARTER atau Bio-aktivator atau juga Effective Microorganisms (EM) atau lebih dikenal dengan sebutan EM4, mempunyai 80 genus mikroorganisme dengan 5 golongan utama yaitu,

  1. Bakteri fermentasi,
  2. Actinomycetes,
  3. Bakteri yeast,
  4. Bakteri asam laktat, dan
  5. Bakteri fotosintetis.

Dengan kombinasi berbagai bakteri tersebut, Bio-starter mampu memberi manfaat besar jika digunakan baik untuk tanaman, hewan maupun ikan.

MANFAAT BIO-STARTER

  1. Mempercepat fermentasi pupuk.
  2. Mengurai bahan organik dan jasad renik
  3. Menyehatkan tanah.
  4. Menggemburkan tanah,
  5. Menghasilkan enzim khusus untuk membantu pencernaan
  6. Menyeimbangkan fungsi usus bagi hewan ternak dan ikan.
  7. Memicu tumbuhnya bakteri pengurai.
  8. Mengakselerasi tumbuhnya plankton.
  9. Menurunkan kadar amoniak yang berbahaya.
  10. Mencegah munculnya serangan mikroorganisme jahat.
  11. Mempercepat penguraian sisa bahan makanan.
  12. Meningkatkan mutu dan kualitas air tambak.
  13. Memperbaiki kualitas telur yang dihasilkan.
  14. Meningkatkan kesuburan hewan ternak dan ikan.
  15. Mempercepat pertumbuhan hewan ternak dan ikan.
  16. Memicu nafsu makan.
  17. Menurunkan rasio kematian, hama dan penyakit.
  18. Meningkatkan imunitas tubuh.
  19. Menurunkan tingkat stres.

Banyak cara dan bahan yang bisa digunakan dalam pembuatan Bio-starter ini. Dan pada bagian ini akan dijelaskan beberapa diantaranya.

CARA #1 Pembuatan Bio Starter

Bahan :

  1. Bekatul/dedak disesuaikan
  2. Gula merah secukupnya
  3. Air cucian beras secukupnya
  4. Sampah sayuran/kacang-kacangan disesuaikan
  5. Buah matang/kulit buah disesuaikan

Cara Pembuatan :

  1. Pembuatan EM1 – Campurkan sampah sayuran, bekatul dan buah-buahan dan masukkan ke dalam ember besar, kemudian ditutup rapat selama 1 minggu. Setiap hari dibuka dan diaduk, kemudian ditutup lagi. Setelah satu minggu, bahan-bahan ini akan membusuk karena proses dekomposisi. Peras, saring dan ambil cairannya (EM1).
  2. Pembuatan EM2 – Campurkan sampah sayuran dan buah-buahan dengan cairan EM1, kemudian diamkan dalam wadah tertutup selama 1 minggu, dengan setiap hari dibuka untuk diaduk. Setelah seminggu, peras, saring dan ambil cairannya (EM2).
  3. Pembuatan EM3 – Campurkan bekatul, gula merah, air cucian beras dengan cairan EM2, kemudian masukkan ke dalam wadah tertutup selama 1 minggu. Dengan dibuka untuk diaduk setiap hari, kemudian tutup rapat lagi. Setelah 1 minggu, peras dan saring untuk ambil cairannya (EM3)
  4. Pembuatan EM4 – Cairan EM3 dibiarkan tertutup rapat 1 minggu tanpa dibuka & jg tdk ada tambahan bahan / makanan apapun, maka dia akan menjadi EM4.

Lama penyimpanan :

6 bulan.

Dosis pengaplikasian :

10 ml/liter air.

CARA #2 Pembuatan Bio Starter

Bahan :

  1. Batang pisang yang busuk
  2. Dedak / bekatul 2 kg
  3. Terasi 0.50 kg
  4. Molase 2 liter
  5. Air 10 liter

Cara Pembuatan :

  1. Didihkan air kemudian pindahkan ke wadah pembuatan.
  2. Masukkan terasi ke dalam wadah air dan aduk hingga rata.
  3. Masukkan molase kemudian diaduk hingga benar-benar tercampur merata.
  4. Selanjutnya, masukkan bekatul dan aduk sampai merata.
  5. Dinginkan.
  6. Batang pisang yang sudah busuk diperas dan ambil airnya 10 liter.
  7. Masukkan ke dalam adonan, kemudian diaduk hingga merata.
  8. Masukkan adonan ke drum penyimpanan dan ditutup rapat selama 3 hari.
  9. Setelah 3 hari buka tutup drum, kemudian aduk lagi adonan tersebut kemudian ditutup lagi.
  10. Ulangi proses pengadukan ini setiap hari smp hari ke 10.
  11. Setelah 10 hari, lakukan evaluasi terhadap adonan media Bio-Starter. Media Bio-Starter yg siap digunakan memiliki ciri : berbusa dan berbau asam.
  12. Bio-Starter yg akan disimpan, sebaiknya dimasukkan ke jerigen.

Dosis pengaplikasian :

10 ml/liter air.

Lama penyimpanan :

6 bulan.

CARA #3 Pembuatan Bio Starter

Bahan :

  1. Susu murni sapi/kambing 1 liter
  2. Isi usus ayam/kambing 1 kg
  3. Terasi ¼ kg
  4. Gula pasir 1 kg
  5. Bekatul/dedak 1 kg
  6. Nanas matang/kulit 1 kg
  7. Air bersih 10 liter

Cara Pembuatan :

  1. Haluskan dan campur merata semua bahan, nanas, gula, terasi, dan bekatul.
  2. Masaklah campuran tersebut sampai mendidih dengan air yang telah disiapkan, agar semua bakteri patogen yang tidak dibutuhkan mati.
  3. Angkat dan dinginkan.
  4. Selanjutnya, masukkan susu dan isi usus ayam/kambing. Aduk merata.
  5. Simpan adonan dalam wadah tertutup rapat selama 12 jam, kemudian dibuka, maka adonan akan muncul gelembung-gelembung.
  6. Adonan yang sudah jadi dan siap pakai, teksturnya kental dan lengket.

Dosis pengaplikasian :

10 ml/liter air.

Lama penyimpanan :

6 bulan.

(Catatan, susu yang digunakan harus segar, karena berkaitan dengan daya kerja fermentasi nantinya)

CARA #4 Pembuatan Bio Starter

Bahan :

  1. Pisang matang/kulitnya 0,5 kg
  2. Pepaya matang/kulitnya 0,5 kg
  3. Nanas matang/kulitnya 0,5 kg
  4. Kacang panjang segar 0,25 kg
  5. Kangkung air segar 0,25 kg
  6. Hati batang pisang 1,5 kg
  7. Gula pasir 1 kg
  8. Air kelapa 0,5 liter

Cara Pembuatan :

  1. Haluskan dan campur semua bahan, pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang sampai tercampur rata.
  2. Setelah halus, masukkan semua bahan ke dalam wadah atau ember.
  3. Selanjutnya, masukkan air kelapa dan gula, kemudian diaduk hingga merata dan gulanya cair.
  4. Tutup rapat ember dan simpan selama 7 hari.
  5. Setelah 7 hari, cairan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga benar-benar habis.
  6. Selanjutnya, larutan yang telah terkumpul disaring dan disimpan wadah tertutup.
  7. Ampasnya dapat digunakan sebagai pupuk kompos.

Lama penyimpanan :

6 bulan.

Dosis pengaplikasian :

10 ml/liter air.

CARA #5 Pembuatan Bio Starter

Bahan :

  1. Air bersih 5 liter –
  2. Ragi tempe 15 butir
  3. Bekatul/dedak 5 kg
  4. Terasi udang ¼ kg
  5. Gula batu 1 kg

Cara Pembuatan :

  1. Rebus air sampai mendidih bersama gula batu.
  2. Setelah mendidih, angkat dan masukkan bekatul, terasi kemudian diaduk sampai merata.
  3. Selanjutnya didiamkan sampai dingin.
  4. Haluskan ragi tempe, kemudian masukkan dalam wadah yang lain.
  5. Selanjutnya tuang adonan dari panci ke wadah yang sudah ada raginya. Aduk semuanya sampai benar-benar tercampur rata.
  6. Tutup wadah dengan rapat dan biarkan selama 2-3 minggu.
  7. Setelah 2-3 minggu Bio-starter sudah jadi. Saring dan simpan airnya di wadah tertutup

Lama penyimpanan :

6 bulan.

Dosis pengaplikasian :

10 ml/liter air

CARA #6 Pembuatan Bio Starter

Bahan :

  1. Gula merah 1 kg
  2. Ragi tempe 1 butir
  3. Jeruk matang/kulitnya 1 buah
  4. Limbah sayuran 3 kg
  5. Air kelapa liter 5 liter
  6. Air cucian beras 5 liter

Cara Pembuatan :

  1. Haluskan dan campurkan semua bahan menjadi satu, diaduk sampai rata.
  2. Masukkan adonan ini ke dalam jirigen, ditutup rapat selama 1 minggu.
  3. Setelah 1 minggu jirigen dibuka untuk membuang gasnya. Kemudian ditutup rapat lagi.
  4. Setelah ditutup 1 minggu lagi, maka formula Bio-starter ini sudah siap digunakan.

Lama penyimpanan :

6 bulan.

Dosis pengaplikasian :

10 ml/liter air.

Catatan : Untuk memperpanjang waktu penyimpanan semua formula setelah 6 bulan, dapat dilakukan dengan pemberian gula/molase/air tebu.

S E K I A N.–

Sumber: Twitter Tentrem Mandiri @TTM_Kra

Pestisida Nabati Sederhana

Pestisida Nabati Sederhana

1. Pepaya  

Daun pepaya memiliki bahan aktif ‘Papain’, sehingga efektif untuk mengendalikan Ulat dan Hama Penghisap.  

Cara Pembuatan :

  1. 1 kg daun pepaya segar dirajang dan direndam dalam 10 liter air,
  2. 2 SDM minyak tanah,
  3. 30 gram deterjen dan didiamkan semalam.  
  4. Saring hasil rendaman dengan kain.

Hasilnya disemprotkan ke tanaman yang terserang.

2. Biji Jarak

Biji jarak memiliki bahan aktif ‘Reisin dan Alkaloid’. Sehingga efektif mengendalikan Ulat dan Hama Penghisap (dalam bentuk larutan). Juga efektif untuk mengendalikan Nematoda/Cacing (dalam bentuk bubuk).

Cara Pembuatan :

  1. Tumbuk 1 biji jarak dan panaskan dalam 2 liter air selama 10 menit,
  2. tambahkan 2 SDM tanah dan 30 gram deterjen kemudian diaduk merata.
  3. Saring dan tambahkan air 10 liter. Siap disemprotkan ke tanaman.

3. Sirsak

Daun sirsak memiliki bahan aktif ‘Annonain dan Reisin’. Sehingga efektif untuk mengendalikan hama Trip.

Cara Pembuatan :

  1. Tumbuk 100 lembar daun sirsak,
  2. kemudian dimasukkan ke dalam air 5 liter.
  3. Tambahkan 15 gram deterjen diaduk merata.
  4. Diamkan selama 24 jam. Saring dengan kain halus dan tambahkan 10 liter air.

Semprotkan ke tanaman.

4. Sirsak dan Jeringau

Rimpang jeringau mengandung ‘Arosone, Kalomenol, Kalomen, Kalomeone, Metil Eugenol dan Eugenol’. Jika dicampurkan dengan daun sirsak, efektif untuk mengendalikan hama Wereng Coklat.

Cara Pembuatan :

  1. Tumbuk 50 lembar daun sirsak bersama dengan rimpang jeringau sebesar telapak tangan orang dewasa dan 20 siung Bawang Putih.
  2. Kemudian direndam dengan air.
  3. Tambahkan 20 gram sabun colek, aduk merata dan diamkan selama 24 jam.
  4. Saring dengan kain halus, kemudian hasilnya diencerkan dengan air perbandingan, 1 liter pestisida dengan 50 liter air.

Siap disemprotkan ke tanaman.

5. Pacar/Petai Cina

Pacar cina mengandung ‘Minyak Atsiri, Alkaloid, Saponin dan Tanin’. Efektif untuk mengendalikan hama Ulat.

Cara Pembuatan :

  1. Tumbuk 100 gram ranting atau kulit batang petai cina,
  2. kemudian diberi 1 liter air,
  3. tambahkan 1 gram deterjen,
  4. lalu direbus 45 – 75 menit, sambil diaduk.
  5. Setelah itu disaring. Siap untuk disemprotkan ke tanaman.

6. Tembakau

Daun tembakau mengandung ‘Nikotin’ dan efektif untuk mengendalikan hama Penghisap.

Cara Pembuatan :

  1. Rajang 250 gram (+ 4 lembar) daun tembakau dan direndam dalam 8 liter air selama 24 jam.
  2. Tambahkan 2 SDM deterjen, kemudian diaduk merata. Saring dan siap disemprotkan ke tanaman.

7. Sirih Hutan

Sirih hutan mengandung ‘Fenol dan Kavakol’, efektif mengendalikan Hama Penghisap.

Cara Pembuatan :

  1. Tumbuk halus 1 kg daun sirih hutan segar,
  2. 3 siung bawang merah,
  3. 5 batang sereh.
  4. Campurkan dengan air 10 liter dan 50 gram deterjen.

Aduk sampai rata.

Siap disemprotkan ke tanaman.

8. Gadung

Umbi gadung mengandung ‘Diosgenin, Steroid Saponin, Alkohol dan Fenol’. Efektif mengendalikan hama Ulat dan Penghisap.

Cara Pembuatan :

  1. Tumbuk 500 gram umbi gadung kemudian diperas dengan kain halus.
  2. Tambahkan 10 liter air, diamkan selama 2 jam.

Siap disemprotkan ke tanaman.

9. Mimba

Daun/biji mimba mengandung ‘Azadirachtin, Salanin, Nimbinen dan Meliantinol’. Efektif mengatasi Ulat, Hama Penghisap, Jamur, Bakteri, Nematoda dan lain-lain.

Cara Pembuatan :

  1. Tumbuk halus 300 gram daun atau biji mimba, rendam dengan air 10 liter selama 24 jam.
  2. Aduk rata, saring.

Siap disemprotkan ke tanaman.

10. Kipahit / Insulin / Kembang Bulan

Daun kipahit / Kulit batang / Akar mengandung ‘Saponin, Polifenol dan Flavonoida’. Bersifat, Insektisida dan Nematisida. Efektif mengatasi Keong Emas, Ulat Daun Bawang, Lalat Penggorok Daun, Penyakit Bercak Daun dan Karat Daun.

Cara Pembuatan :

  1. 300 gram daun, kulit batang dan akar kipahit ditumbuk,
  2. kemudian direbus dengan air ½ liter.
  3. Biarkan sampai airnya berwarna kuning kehijauhan, angkat dan dinginkan.
  4. Saring dan siap disemprotkan ke tanaman.
  5. Ampasnya diletakkan di pohon tanaman untuk pupuk dan pencegah nematoda.
  6. Sebagai Pestisida, ramuan ini hanya berlaku selama 5 hari. Selanjutnya hanya berlaku sebagai pupuk.

Sumber: facebook Tentrem Mandiri

NPK Langka? Inilah Penggantinya.

NPK Langka? Inilah Penggantinya.

Asam Amino sering juga disebut sebagai pengganti NPK. Bukan hanya bagus untuk tanaman, tapi juga untuk hewan ternak dan manusia. Berbicara tentang Asam Amino maka tidak lepas dari Protein. Sehingga bahan utamanya adalah bahan organik yang mengandung Protein Nabati maupun Hewani.

Asam Amino bisa dihasilkan dari sumber hewani seperti ikan berpunggung biru seperti Tuna, Bandeng, Tongkol, Lele, bisa juga dari keong emas, ikan gabus, sepat, dan lain sebagainya.

Sementara dari sumber nabati, asam amino bisa didapatkan dari Kacang kedelai, Azolla, kelor dan lain-lain.

Asam Amino bukanlah pupuk tambahan, tetapi pengganti sempurna NPK

Manfaat Penggunaan Asam Amino

  1. Mudah diserap dengan Cepat.
  2. Meningkatkan Fotosintesis pada tanaman
  3. Meningkatkan Metabolisme.
  4. Meningkatkan ketahanan terhadap stres (suhu tinggi, kelembaban rendah, kekeringan, serangan hama penyakit).
  5. Membantu perkembangan akar dan memperkuat daya serap.
  6. Membantu perkembangan tanaman pada masa vegetatif dan masa generatif.
  7. Meningkatkan aktivitas mikroba di dalam tanah.
  8. Meningkatkan kandungan klorofil.
  9. Mengatur pembukaan stomata.
  10. Agen pengikat unsur mikro.
  11. Bahan baku hormon.
  12. Membantu polinasi dan fruit set.
  13. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah.
  14. Meningkatkan fisikokimia tanah, meningkatkan retensi air, kesuburan, permeabilitas, dan berperan dalam penyembuhan dan memperbaiki tanah. Sementara untuk hewan ternak,

Asam Amino bisa menjadi booster pertumbuhan dan meningkatkan produktivitas hewan ternak. Asam Amino juga bisa menjadi nutrisi untuk menjaga kesehatan hewan ternak yang diberikan melalui asupan makanan atau minuman pada ternak.

Bahan Pembuatan Asam Amino

  • Ikan lele 5 kg
  • Gula merah 5 kg
  • Bio-Starter 200 ml

Cara Pembuatan Asam Amino

  1. Ikan lele ditumbuk utuh bersama tulangnya, selanjutnya campurkan dgn 2/3 gula merah (sisanya 1/3 ditambahkan belakangan) & tambahkan Bio-starter.
  2. Aduk menggunakan tangan sambil sedikit diremas agar gula menyatu dengan daging ikan lele & Bio-starter merata.
  3. Setelah tercampur rata, tambahkan sisa gula merah pada bagian atas untuk menutupi campuran gula merah dan daging ikan lele agar tidak tumbuh jamur
  4. Simpan pada wadah tertutup (anaerob). Letakkan ditempat yang tidak terkena oleh matahari secara langsung.

Jika disimpan pada suhu ruangan yang terlalu dingin bisa memperlambat proses pembuatan Asam Amino. Untuk hasil lebih baik, simpan selama 3 bulan baru digunakan. Idealnya disimpan selama 6 bulan. Semakin lama disimpan semakin bagus asam amino yang dihasilkan.

Cara Penggunaan Asam Amino

Setelah 6 bulan cairan yang dihasilkan kental & pekat, pisahkan bagian tulang ikan lelenya. Untuk 1 ml Asam Amino dicampur dengan 1,000 ml air, bisa diaplikasikan dengan cara disemprot atau dikocor langsung pada tanaman.

Untuk tanaman muda, dosis bisa dikurangi.

Aplikasikan setiap 10 hari sekali.

ASAM AMINO ALTERNATIF DENGAN PROSES CEPAT

Memerlukan bahan tambahan

1. Pepaya muda. Fungsi pemecah protein jadi asam amino

2. Nanas Muda. Membantu penguraian protein & penetral pH serta mengurangi amis ikan

Bahan Pembuatan

  • Ikan Lele5 kg
  • Gula Merah5 kg
  • Pepaya muda2 kg
  • Nanas muda2 kg
  • Bio-starter200 ml

Cara Pembuatan

  1. Lumatkan semua bahan menjadi satu, bisa dengan diblender atau ditumbuk sampai halus, kemudian lakukan proses pengolahan seperti cara pertama di atas.
  2. Selanjutnya masukkan semua bahan tersebut ke dalam wadah penyimpanan, Simpan selama 1 bulan.
  3. Proses pembuatan Asam Amino ini tidak menggunakan air. Nanti setelah fermentasi berhasil, akan menghasilkan cairan kental dan pekat.

Sumber: Twitter @ttm_kra