7 Metode Untuk Meningkatkan Anakan Padi

7 Metode Untuk Meningkatkan Anakan Padi

Peningkatan produktivitas padi merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh setiap petani.

Kunci untuk meningkatkan produktivitas padi terletak pada jumlah anakan yang aktif dan produktif. Akan tetapi, memperbanyak anakan padi tidaklah mudah.

Berbagai faktor seperti varietas padi, umur benih, jarak tanam, kedalaman tanam, pemupukan, irigasi, dan kontrol hama dan penyakit mempengaruhi jumlah dan kualitas anakan.

BACA JUGA: Rahasia Terungkap! Cara Ampuh Meningkatkan Jumlah Anakan Padi Produktif

Cara Memperbanyak Anakan Padi

Berikut ini tujuh metode jitu yang dapat Anda lakukan untuk memperbanyak anakan padi pada sawah maupun tabela Anda:

  1. Pemilihan Varietas Padi: Varietas padi yang memiliki potensi anakan yang banyak dan tahan terhadap hama dan penyakit sangat dianjurkan. Varietas seperti Inpari 32 dan Inpari 42 memiliki karakteristik tersebut.

  2. Menanam Benih Muda: Sebaiknya menanam benih padi yang berumur 10-15 hari. Benih muda mempunyai kemampuan untuk menghasilkan anakan lebih banyak dibandingkan dengan benih yang lebih tua.

  3. Pengaturan Jarak Tanam: Jarak tanam yang lebar (sekitar 20-25 cm antar baris) dapat memberikan ruang untuk perkembangan akar dan anakan padi.

  4. Tanam Benih Dangkal: Benih padi sebaiknya dituang dangkal dengan kedalaman ideal 2-3 cm. Ini memfasilitasi perkembangan akar dan anakan padi.

  5. Pemberian Pupuk Nitrogen atau Urea: Pupuk ini sebaiknya diberikan sedini mungkin untuk mendorong pembentukan daun dan anakan padi.

  6. Pengairan Tanaman Secara Berselang: Cara ini melibatkan pengkondisian tanaman agar kering dan tergenang secara bergantian. Metode ini membantu untuk mendorong pertumbuhan anakan.

  7. Pengendalian Hama dan Penyakit: Hama dan penyakit dapat mengurangi jumlah anakan padi. Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit secara teratur dan tepat sangat penting.

Dengan menerapkan tujuh metode di atas, diharapkan Anda dapat memperbanyak anakan padi sawah atau tabela Anda dan meningkatkan produktivitas padi secara signifikan.

Tips Praktis untuk Memperbanyak Anakan Padi Produktif

Dari channel @PANDU FARM, saya menemukan cara mudah yang bisa membantu teman-teman petani untuk memperbanyak anakan padi produktif. Langkah ini bukan hanya sekedar memperbanyak anakan, tetapi juga membuat anakan padi yang produktif dan tahan terhadap serangan hama.

Langkah Dasar Memperbanyak Anakan Padi Produktif

Langkah dasar untuk memperbanyak anakan padi produktif melibatkan beberapa tahapan penting. Pertama, kita harus menciptakan kondisi lingkungan yang sesuai untuk tanaman padi muda. Ini meliputi pengaturan suhu, kelembaban, dan cahaya yang tepat.

Kedua, kita harus menanam bibit yang masih muda. Bibit yang muda memiliki potensi lebih besar untuk berkembang menjadi tanaman yang produktif. Selanjutnya, tanamlah cukup 2-3 bibit dalam satu rumpun. Ini akan membantu tanaman tumbuh lebih sehat dan kuat.

Terakhir, lakukan sistem pengairan berselang. Sistem pengairan ini berguna untuk menjaga kelembaban tanah dan mencegah terjadinya kekeringan yang bisa menghambat pertumbuhan tanaman.

Langkah Pendukung Memperbanyak Anakan Padi Produktif

Setelah melaksanakan langkah dasar, ada beberapa langkah pendukung yang bisa kita lakukan. Pertama, berikan pupuk dasar minimal satu hari sebelum pindah tanam. Pupuk ini akan membantu tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang.

Kandungan unsur hara dari pupuk dasar adalah phospat atau fosfor. Akan jauh lebih bagus jika ditambahkan pupuk dengan kandungan mikroorganisme dari kelompok fungi dan bakteri bermanfaat bagi tanaman.

Untuk mencegah tanaman asem -aseman maka tambahkan pupuk yang bisa menaikkan PH tanah.

Berikan juga nutrisi menggunakan pupuk dengan kandungan Kalsium dan Nitrogen. Kapan waktunya …?

Bisa dilihat dari ciri2 fisik tanaman yaitu ketika sudah mulai keluar daun baru. Pemberian pupuk kalsium di masa masa awal ini bisa mempengaruhi pertumbuhan pada titik tumbuh tanaman baik titik daun baru maupun titik akar tepatnya bulu-bulu akar.

Nutrisi ini sangat penting untuk pertumbuhan tanaman padi. Selanjutnya, berikan pupuk susulan pertama dengan kandungan Nitrogen.

Selain itu, berikan nutrisi sepray dengan kandungan mono ammonium Phospat dan Nitrogen. Ini akan membantu tanaman memperoleh nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembang. Kapan waktunya …?

Ketika tanaman sedang aktif-aktifnya membentuk anakan ditandai dengan munculnya 1-2 tunas baru untuk usianya antara 15 – 20 hari. Pada saat bersamaan tambahkan ZPT bisa menggunakan DECAMON, kalau nggak ada bisa menggunakan ATONIK, 

Ingat, anakan padi yang baik adalah anakan yang aktif dan produktif. Dengan menerapkan cara mudah ini, Anda akan memiliki anakan padi yang berkualitas dan siap untuk menghasilkan bulir malai yang melimpah

Terakhir, kendalikan hama yang biasa menyerang tanaman muda. Hama bisa merusak tanaman dan mengurangi produktivitas anakan padi.

Selamat mencoba dan semoga sukses!

Solusi Agar Buah Padi Berisi Penuh Dan Tidak Hampa

Solusi Agar Buah Padi Berisi Penuh Dan Tidak Hampa

Apakah Anda pernah mengalami saat-saat mengecewakan ketika buah padi yang Anda harapkan berisi penuh ternyata hampa?

Ini adalah masalah umum yang dihadapi banyak petani padi, tetapi dengan perawatan yang tepat saat padi berbunga, Anda dapat mengatasi masalah ini.

Fase pembungaan adalah masa kritis dalam siklus hidup tanaman padi, di mana setiap langkah perawatan yang Anda ambil dapat berdampak langsung pada kualitas dan kuantitas panen Anda.

BACA JUGA : Rahasia Terungkap! Cara Ampuh Meningkatkan Jumlah Anakan Padi Produktif

Begini Cara Merawat Padi saat Berbunga

Beberapa poin penting disoroti untuk membantu petani mencapai hasil panen yang melimpah dan berkualitas.

Tips cara merawat padi saat berbunga varietas Inpari 32

Pentingnya Pengairan: Ketersediaan air yang cukup selama fase pembungaan sangat krusial. Pengairan yang menyeluruh dan kontinu tidak hanya memberi dukungan nutrisi tapi juga memastikan bulir padi terisi penuh, menghindari hasil yang hampa.

Hentikan Pemupukan dan Penyemprotan: Sangat penting untuk menghentikan pemupukan atau penyemprotan kimia saat tanaman berada dalam fase pembungaan. Aktivitas ini dapat mempengaruhi proses pembentukan buah dan mengganggu perkembangan bulir padi.

Penyemprotan Setelah Berbunga: Setelah melewati fase pembungaan dan bulir mulai terisi, penyemprotan dapat dilanjutkan menggunakan fungisida untuk meningkatkan kualitas buah. Bahan aktif seperti difenokosol atau azoxystrobin adalah rekomendasi untuk fungisida, sedangkan imidacloprid dapat digunakan sebagai insektisida untuk kontrol hama.

Rekomendasi penulis gunakan fungisida Propus Plus, yang memiliki keunggulan kombinasi Difenokonazol dan biostimulan DSP, yang tidak hanya melindungi tanaman dari penyakit tanaman padi tetapi juga mampu meningkatkan hasil akibat dari penggunaan DSP.

BACA JUGA : Tingkatkan Hasil Panen dengan Teknologi Hibrid Fungisida Difenokonazol + Biostimulan

Pembersihan Pematang Sawah: Menjaga kebersihan pematang sawah tidak hanya mencegah penyebaran hama tapi juga mendukung estetika dan kebersihan lingkungan pertanian.

Dengan mengikuti panduan ini, petani dapat mengoptimalkan perawatan pada tanaman padi mereka saat fase kritis pembungaan.

Langkah-langkah ini berfokus pada solusi agar buah padi berisi penuh dan tidak hampa, menghasilkan panen yang tidak hanya melimpah tapi juga berkualitas tinggi.

Jangan lupa untuk like, comment, share, dan subscribe channel “Temen Bertumbuh” untuk mendapatkan lebih banyak tips dan trik pertanian yang bermanfaat. Bersama-sama, kita dapat bertumbuh dan mencapai kesuksesan dalam dunia pertanian.

Tingkatkan Hasil Panen dengan Teknologi Hibrid Fungisida Difenokonazol + Biostimulan

Tingkatkan Hasil Panen dengan Teknologi Hibrid Fungisida Difenokonazol + Biostimulan

Di tengah tantangan yang terus berkembang dalam dunia pertanian, mulai dari serangan hama, perubahan iklim, hingga kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas tanaman, solusi inovatif menjadi sangat penting.

Apakah siap untuk membawa hasil panen Anda ke level berikutnya?

Inovasi terbaru yang akan mengubah cara Anda melindungi dan merawat tanaman: Fungisida Difenokonazol + Biostimulan dengan teknologi hibrid!

BACA JUGA : Mengubah Wajah Pertanian dengan PROPUS PLUS: Fungisida Plus BioStimulan untuk Hasil Panen yang Melimpah

Mengapa Teknologi Hibrid Ini Unik?

Dalam dunia pertanian yang terus berkembang, solusi yang inovatif dan efektif menjadi kunci keberhasilan. Kombinasi canggih ini menggabungkan kekuatan fungisida difenokonazol yang telah terbukti efektif melawan berbagai jenis jamur dengan manfaat biostimulan yang memperkuat kesehatan tanaman.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda harus mencoba produk ini:

  • Perlindungan Ganda yang Handal: Difenokonazol bekerja dengan cepat untuk melawan infeksi jamur, sementara biostimulan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap stres lingkungan, memberikan perlindungan yang lebih komprehensif.

  • Peningkatan Vitalitas Tanaman: Biostimulan membantu memperkuat sistem akar dan meningkatkan penyerapan nutrisi, menghasilkan tanaman yang lebih kuat, lebih sehat, dan lebih produktif.

  • Efisiensi dan Keefektifan: Formulasi hibrid ini memastikan distribusi yang merata dan penyerapan yang cepat, sehingga tanaman mendapatkan perlindukan optimal dalam waktu yang lebih singkat.

  • Ramah Lingkungan: Dengan formulasi yang lebih baik, produk ini mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sambil tetap memberikan hasil yang luar biasa.

Fungisida Propus Plus Dengan Teknologi Hibrid

PROPUS PLUS 250 SC adalah fungisida yang mengandung bahan aktif difenokonazol, diperkaya dengan nutrisi DSP (disodium phosphite).

Diformulasi dengan teknologi INNOBRID (inovasi hibrid), yang mengkombinasikan difenokonazol dengan biostimulan DSP, menjadikan PROPUS PLUS 250 SC mampu melindungi tanaman padi dari penyakit hawar pelepah (Rhizoctonia solani), bercak coklat sempit (Cercospora oryzae), serta berbagai penyakit lain pada tanaman sayuran.

Sebagai fungisida kontak-protektif, PROPUS PLUS 250 SC memberikan perlindungan maksimal bagi tanaman dari serangan penyakit cendawan. Selain itu, fungisida ini juga dapat meningkatkan hasil dan kualitas panen.

Fungisida plus BioStimulan PROPUS PLUS"

Keunggulan Penggunaan PROPUS PLUS 250 SC

1. Keunggulan Ganda: Berfungsi sebagai fungisida dan stimulan (pemacu pertumbuhan).

2. Efek Fungisida yang Kuat: Kombinasi difenokonazol dan DSP secara efektif mematikan jamur penyebab penyakit tanaman.

3. Penyerapan Nutrisi yang Efisien: DSP mengubah Fosfit (PO3) menjadi Fosfat (PO4) yang mudah diserap tanaman padi, berbeda dengan pupuk Fosfat konvensional.

4. Peningkatan Produksi Antibodi Alami: DSP mendorong produksi senyawa antibodi alami seperti fitoaleksin (immune bodies) yang mencegah berkembangnya penyakit.

5. Peningkatan Kualitas Gabah: Selain melindungi tanaman dari penyakit, PROPUS PLUS 250 SC juga meningkatkan kualitas gabah menjadi lebih bening dan pengisian bulir lebih berbobot.

PROPUS PLUS 250 SC tidak hanya memberikan proteksi terhadap penyakit tanaman, tetapi juga sekaligus meningkatkan hasil panen dan kualitas produk pertanian.

Kenapa Anda Harus Beralih ke Inovasi Ini?

Inovasi ini bukan hanya tentang melindungi tanaman, tetapi juga tentang meningkatkan hasil panen dan keberlanjutan pertanian. Dengan teknologi hibrid, kami memberikan solusi yang tidak hanya efektif tetapi juga menguntungkan bagi lingkungan dan masa depan pertanian.

Dengan mengadopsi teknologi hibrid ini, Anda tidak hanya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ini adalah langkah maju menuju pertanian yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Jadikan hasil panen Anda lebih baik, lebih sehat, dan lebih melimpah dengan teknologi yang menggabungkan keunggulan fungisida Propus Plus yaitu kombinasi difenokonazol dan kekuatan biostimulan DSP.

Mari kita bawa pertanian ke level berikutnya bersama-sama.

Antracol 70 WP Fungisida Padi: Solusi Terbaik Untuk Perlindungan Tanaman Padi Anda

Antracol 70 WP Fungisida Padi: Solusi Terbaik Untuk Perlindungan Tanaman Padi Anda

Saat musim hujan tiba, petani padi dan pemilik tanaman lainnya sering kali dihadapkan pada masalah besar: penyakit jamur. Penyakit ini tidak hanya mengurangi kualitas dan kuantitas hasil panen tetapi juga bisa menghancurkan tanaman secara keseluruhan jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Di sinilah Antracol 70 WP Fungisida Padi menjadi pahlawan bagi para petani padi.

Fungisida ini dirancang khusus untuk memberikan perlindungan yang kuat terhadap berbagai jenis penyakit jamur, memastikan tanaman padi Anda terjaga dan berkembang dengan baik.

BACA JUGA: Mengapa Curacron 500 EC Menjadi Solusi Terbaik untuk Mengendalikan Lalat Buah di Kebun Anda

Antracol Cocok Untuk Tanaman Apa?

Formulasinya yang unik, mengandung Propineb 70%, menjadikannya salah satu fungisida kontak terbaik di pasar.

Fungisida Antracol sangat cocok digunakan pada berbagai jenis tanaman, tidak hanya padi, tetapi juga tanaman hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan. Kemampuannya untuk mengendalikan penyakit jamur pada tanaman membuatnya menjadi pilihan universal bagi petani.

Apa Keunggulan Fungisida Antracol?

Keunggulan utama dari fungisida Antracol terletak pada efektivitasnya dalam mengatasi penyakit jamur melalui kontak langsung. Dengan Propineb 70% sebagai bahan aktif, Antracol 70WP dapat melindungi tanaman dari penyakit jamur, sekaligus memacu proses perkembangan bunga dan buah. Kelebihan lainnya adalah kemampuannya untuk digunakan di segala musim, baik kemarau maupun hujan, dengan residu yang lebih rendah dibandingkan fungisida lain.

Berapa Dosis Antracol per Tangki?

Dosis penggunaan Antracol 70WP disesuaikan dengan usia dan jenis tanaman, yang secara rinci dapat ditemukan pada kemasan produk. Umumnya, dosisnya efektif dan ekonomis, menjadikan Antracol pilihan cerdas bagi petani.

Kapan Waktu Penyemprotan Antracol?

Waktu penyemprotan yang ideal adalah pada pagi atau sore hari, saat suhu tidak terlalu panas sehingga larutan fungisida dapat terserap dengan baik oleh tanaman. Penyemprotan sebaiknya dilakukan sejak dini, yaitu sebelum penyakit menyebar luas, untuk hasil yang lebih efektif.

Merawat dan melindungi tanaman dari serangan penyakit jamur membutuhkan solusi yang tepat dan efektif. Antracol 70WP menawarkan perlindungan maksimal dengan kemudahan penggunaan dan efisiensi biaya.

Dengan semua kelebihan yang ditawarkan, tidak heran jika Antracol menjadi merk dagang pilihan utama bagi petani modern yang menginginkan hasil panen yang melimpah dan berkualitas tinggi.

Fungisida Antracol 70WP telah terbukti efektif melawan penyakit pada padi dan berbagai tanaman lainnya. Kemasan praktis dan mudah larut dalam air membuat Antracol 70WP menjadi pilihan favorit di kalangan petani.

Jadikan Antracol sebagai bagian dari strategi perlindungan tanaman padi Anda dan saksikan tanaman Anda tumbuh kuat dan sehat, bebas dari serangan penyakit jamur.

Mengapa Curacron 500 EC Menjadi Solusi Terbaik untuk Mengendalikan Lalat Buah di Kebun Anda

Mengapa Curacron 500 EC Menjadi Solusi Terbaik untuk Mengendalikan Lalat Buah di Kebun Anda

Apakah Anda pernah merasa frustasi saat melihat tanaman buah kesayangan seperti jeruk atau semangka yang sudah hampir panen, tiba-tiba rusak diserang oleh hama lalat buah?

Hama ini tidak hanya mengurangi kualitas buah, tapi juga dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi petani.

Mungkin sudah saatnya Anda mempertimbangkan penggunaan Curacron 500 EC Insektisida Lalat Buah, sebuah solusi ampuh yang telah terbukti efektif dalam memberantas hama lalat buah serta berbagai jenis hama lainnya yang mengancam tanaman Anda.

BACA JUGA: Mengubah Wajah Pertanian dengan PROPUS PLUS: Fungisida Plus BioStimulan untuk Hasil Panen yang Melimpah

Insektisida Curacron 500 EC

Curacron 500 EC adalah insektisida dengan racun kontak dan lambung, yang formulanya dirancang khusus untuk mengatasi hama pada berbagai tanaman. Berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan, insektisida ini memiliki warna kuning kecoklat-coklatan, yang tidak hanya efektif mengendalikan lalat buah, tapi juga hama lain seperti thrips, kutu daun, dan ulat grayak, terutama pada tanaman sayuran dan buah-buahan.

Insektisida Curacron untuk Hama Apa Saja?

Insektisida Curacron 500 EC dirancang untuk mengatasi berbagai jenis hama, termasuk lalat buah, yang seringkali menjadi momok bagi petani tanaman seperti bawang merah, cabai, jeruk, kacang hijau, kapas, kentang, kubis, semangka, tebu, tembakau, dan tomat.

Curacron 500EC Mengandung Bahan Aktif Apa?

Keunggulan utama dari Curacron terletak pada kandungan bahan aktifnya yaitu 500 g/l profenofos, yang mampu bekerja secara efektif melalui kontak langsung atau setelah hama mengonsumsi bagian tanaman yang telah disemprot.

Manfaat Curacron 500 EC sangatlah beragam, mulai dari mengendalikan populasi hama secara signifikan, memperbaiki kualitas hasil panen, hingga mengurangi kerugian ekonomi yang dialami petani. Untuk menggunakan Curacron 500 EC dengan efektif, penting bagi petani untuk mengikuti instruksi pada kemasan dengan seksama, memastikan dosis dan metode aplikasi sesuai dengan rekomendasi.

Bagaimana Cara Menggunakan Curacron 500EC?

Penggunaan Curacron ini sebenarnya cukup sederhana. Petani hanya perlu mencampurkan insektisida dengan air sesuai dosis yang diinstruksikan, kemudian menyemprotkannya secara merata ke tanaman yang terinfeksi. Pengaplikasian ini disarankan untuk dilakukan pada pagi atau sore hari, ketika suhu tidak terlalu panas, untuk menghindari penguapan yang cepat.

Apakah Curacron Bisa Membasmi Lalat Buah?

Dengan menggunakan Curacron 500 EC, petani dapat memperoleh ketenangan pikiran, mengetahui bahwa tanaman mereka terlindungi dari serangan hama lalat buah dan hama lainnya. Tidak hanya efektif, Curacron juga memberikan solusi yang relatif mudah untuk diterapkan, membuatnya menjadi pilihan insektisida yang ideal untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman.

Jadi, jika Anda mencari solusi untuk mengatasi hama lalat buah dan hama lainnya, Curacron 500 EC bisa menjadi jawaban atas masalah Anda.

Mengubah Wajah Pertanian dengan PROPUS PLUS: Fungisida Plus BioStimulan untuk Hasil Panen yang Melimpah

Mengubah Wajah Pertanian dengan PROPUS PLUS: Fungisida Plus BioStimulan untuk Hasil Panen yang Melimpah

Dalam dunia pertanian, setiap petani menghadapi berbagai tantangan yang dapat menghambat proses pertumbuhan tanaman dan mengurangi hasil panen. Salah satu tantangan terbesar adalah serangan penyakit yang disebabkan oleh cendawan, seperti hawar pelepah pada tanaman padi dan bercak coklat sempit yang kerap menimpa tanaman sayuran.

Tidak hanya itu, pemilihan pupuk yang tepat untuk mendukung pertumbuhan tanaman juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi para petani.

Kini, hadirlah solusi inovatif yang mampu menjawab semua kebutuhan tersebut dalam satu kemasan: Fungisida plus Stimulan Propus Plus 250SC.

BACA JUGA: Mengapa Fungisida Bakterisida NORDOX 56WP Adalah Kunci Sukses Pertanian Anda

Fungisida Plus BioStimulan PROPUS PLUS: Solusi Dua-Dalam-Satu

PROPUS PLUS 250 SC adalah revolusi dalam dunia pertanian yang mengkombinasikan dua fungsi penting dalam satu formulasi. Sebagai fungisida, PROPUS PLUS 250 SC mengandung difenokonazol, bahan aktif yang sangat efektif dalam memerangi jamur penyebab penyakit tanaman.

Namun, apa yang benar-benar membedakan PROPUS PLUS dari produk lain adalah penambahan nutrisi DSP (disodium phosphite) yang berperan sebagai BioStimulan.

Nutrisi DSP dalam PROPUS PLUS 250 SC tidak hanya membantu tanaman menyerap fosfat lebih efisien dibandingkan dengan penggunaan pupuk fosfat konvensional, tetapi juga memacu produksi senyawa antibodi alami seperti fitoaleksin. Senyawa ini berperan penting dalam mencegah berkembangnya penyakit pada tanaman, menyediakan perlindungan maksimal dari serangan penyakit cendawan.

Efek kombinasi dari fungisida dan stimulan dalam PROPUS PLUS 250 SC telah terbukti mampu meningkatkan hasil dan kualitas panen. Tanaman tidak hanya terlindungi dari penyakit, tetapi juga mengalami peningkatan dalam hal kebenaran dan berat gabah. Hal ini tentu saja menjadi kabar baik bagi para petani yang berupaya meningkatkan produktivitas tanamannya.

Keunggulan Penggunaan PROPUS PLUS 250 SC

PROPUS PLUS 250 SC menawarkan solusi lengkap bagi tantangan pertanian modern. Beberapa keunggulan penggunaan PROPUS PLUS 250 SC antara lain:

  • Perlindungan Maksimal: Teknologi INNOBRID dalam PROPUS PLUS 250 SC menawarkan proteksi ganda terhadap penyakit dengan efek fungisida yang kuat dari difenokonazole dan nutrisi DSP.

  • Pemacu Pertumbuhan: DSP dalam PROPUS PLUS merangsang pertumbuhan tanaman sekaligus memperkuat sistem imunnya terhadap penyakit.

  • Nutrisi Efisien: Konversi fosfit menjadi fosfat oleh DSP membuat nutrisi lebih mudah diserap oleh tanaman.

  • Hasil Panen Berkualitas: Tanaman yang terlindungi dari penyakit dan mendapat nutrisi yang cukup cenderung menghasilkan gabah yang lebih bening dan berbobot.

Tersedia dalam kemasan 100 ml dan 250 ml, PROPUS PLUS 250 SC memberikan solusi praktis dan efisien bagi para petani yang menginginkan hasil panen yang melimpah dan berkualitas. Jangan biarkan penyakit dan kekurangan nutrisi menghambat kesuksesan pertanian Anda.

Jadikan PROPUS PLUS 250 SC sebagai pilihan utama untuk melindungi dan memacu pertumbuhan tanaman Anda. Bersama PROPUS PLUS, mari kita wujudkan revolusi hijau di ladang pertanian Indonesia.

Mengapa Fungisida Bakterisida NORDOX 56WP Adalah Kunci Sukses Pertanian Anda

Mengapa Fungisida Bakterisida NORDOX 56WP Adalah Kunci Sukses Pertanian Anda

Dalam pertanian, serangan penyakit pada tanaman bukan hanya mengurangi kualitas dan kuantitas hasil panen, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian finansial yang besar bagi petani. Berbagai jenis penyakit, mulai dari busuk buah pada kakao, karat daun pada kopi, hingga penyakit kresek pada padi, menjadi momok yang menakutkan.

Lantas, bagaimana cara mengatasi masalah ini?

Jawabannya terletak pada pemilihan fungisida bakterisida yang tepat, dan satu-satunya jawaban adalah Fungisida Bakterisida NORDOX 56WP.

BACA JUGA : Review Fungisida Propus Plus: Bukan Sekedar Fungisida Difenokonazol Berikut Kelebihannnya

Mengapa Memilih Fungisida Bakterisida NORDOX 56WP?

Fungisida Bakterisida NORDOX 56WP tidak hanya sekedar fungisida bakterisida biasa. Ini adalah fungisida/bakterisida alami dengan kandungan Copper Oxide 56% yang telah mendapatkan sertifikasi organik dari lembaga-lembaga ternama seperti ECOCERT Input France, IMO (Institute for MarketEcology) Swiss EU, dan OMRI (Organic Materials Review Institute) USA. Keunikan ini menjadikan NORDOX 56 WP sebagai solusi terbaik bagi petani yang mengutamakan produk berkualitas dan ramah lingkungan.

Produk ini diproduksi oleh NORDOX AS, Norway, sebuah nama yang sudah tidak asing lagi dalam industri agrikultur global. Dengan kemasan yang tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 100 gr, 500 gr, hingga 1 kg, Fungisida Bakterisida NORDOX 56WP menawarkan fleksibilitas penggunaan sesuai kebutuhan.

Dosis penggunaan yang cukup sedikit menjadikannya opsi ekonomis untuk petani, mengingat efektivitasnya dalam meningkatkan produksi baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Selain itu, warna merahnya membuat hasil semprot menjadi lebih mudah dipantau, menambah kemudahan dalam pengawasan.

Keuntungan Menggunakan Fungisida Bakterisida NORDOX 56WP

Salah satu kelebihan utama dari NORDOX 56 WP adalah komposisi bahan aktifnya yang mengandung unsur hara mikro Cu dan unsur hara sekunder Ca/Mg. Unsur-unsur ini sangat diperlukan oleh tanaman tetapi sering kali tidak tersedia dalam tanah yang terus menerus ditanami, sehingga penggunaan NORDOX 56 WP tidak hanya melindungi tanaman dari penyakit tapi juga memperkaya tanah dengan nutrisi penting.

Produk ini juga sangat efektif dalam mencegah serangan siput pemakan daun, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan lebih sehat dan bebas dari gangguan. Tahan terhadap cucian hujan, membuatnya menjadi solusi jangka panjang yang dapat diandalkan oleh petani dalam berbagai kondisi cuaca.

Tidak hanya itu, Fungisida Bakterisida NORDOX 56WP juga merupakan pilihan yang ramah lingkungan. Terbuat dari bahan-bahan alami, produk ini aman bagi lingkungan dan mendukung praktek pertanian berkelanjutan. Hal ini sangat penting, mengingat semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekologi dan mengurangi jejak karbon dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam bertani.

Fungisida Bakterisida NORDOX 56WP

Dengan segala keunggulannya, Fungisida Bakterisida NORDOX 56WP menjadi solusi lengkap bagi para petani yang menginginkan hasil panen yang maksimal, berkualitas, dan ramah lingkungan. Sertifikasi dari lembaga-lembaga organik internasional menjamin kualitas dan keamanannya bagi tanah, tanaman, hingga konsumen akhir.

Jadi, jika Anda ingin pertanian Anda sukses dan berkelanjutan, pilihlah Fungisida Bakterisida NORDOX 57WP sebagai mitra terbaik Anda.

Prakiraan Musim Hujan 2023 di Indonesia: Jadwal dan Analisis BMKG

Prakiraan Musim Hujan 2023 di Indonesia: Jadwal dan Analisis BMKG

Musim hujan merupakan salah satu bagian penting dalam siklus hidrologi di Indonesia. Musim hujan berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan di Indonesia, seperti harga komoditas, ketersediaan air, dan lainnya. Oleh karena itu, informasi terkait musim hujan merupakan hal yang sangat penting.

Ini adalah artikel tentang prakiraan musim hujan 2023 di Indonesia. Artikel ini akan membahas jadwal dan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai musim hujan di Indonesia tahun 2023.

Prakiraan Awal Musim Hujan di Indonesia

Setelah mempelajari perubahan iklim dan cara mengukurnya, saatnya kita membahas prakiraan awal musim hujan di Indonesia. Musim hujan adalah periode waktu yang ditandai oleh curah hujan yang tinggi di wilayah sebuah negara atau wilayah. Ada beberapa faktor yang berpengaruh pada musim hujan di Indonesia.

Pertama, letak geografis Indonesia yang terletak di sepanjang garis khatulistiwa menyebabkan iklim di Indonesia beragam. Hal ini disebabkan oleh perbedaan suhu di laut dan udara di atasnya. Selain itu, musim hujan di Indonesia juga dipengaruhi oleh angin monsoon di Asia Selatan dan Pasifik.

Kedua, pergerakan El Niño-Southern Oscillation (ENSO) juga berpengaruh terhadap musim hujan di Indonesia.

Prakiraan Puncak Musim Hujan di Indonesia

Setelah menyelidiki prakiraan awal, sekarang kita berpindah ke prakiraan puncak musim hujan di Indonesia. Musim hujan melanda wilayah Indonesia dari bulan Oktober hingga April. Puncak musim hujan biasanya terjadi pada bulan Januari hingga Maret, di mana jumlah hujan yang jatuh di seluruh wilayah Indonesia mencapai puncaknya. Selain itu, puncak musim hujan di Indonesia juga dipengaruhi oleh arus laut panas yang bergerak dari utara ke selatan sepanjang pantai timur Indonesia.

Banyak faktor yang mempengaruhi puncak musim hujan di Indonesia, termasuk kondisi iklim global dan lokal. Kondisi iklim lokal yang berpengaruh pada puncak musim hujan di Indonesia adalah angin laut, tekanan udara, dan temperatur udara.

Kesimpulan

Berdasarkan prakiraan yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan di Indonesia tahun 2023 diperkirakan akan berada di atas normal. Namun, ada beberapa daerah tertentu yang mengalami masa kering yang lebih panjang daripada yang diperkirakan. Dengan data ini, para petani dan pemilik usaha di Indonesia dapat mempersiapkan diri untuk proses produksi yang lebih efisien. Selain itu, data ini juga berguna untuk membantu masyarakat mengantisipasi efek dari kondisi cuaca yang tidak stabil.

Begini Cara Mengkalibrasi Drone Sprayer Untuk Penyemprotan

Begini Cara Mengkalibrasi Drone Sprayer Untuk Penyemprotan

Kalibrasi adalah langkah dasar dalam aplikasi semprotan apa pun. Untuk mengaplikasikan tingkat produk yang tepat, kita perlu tahu seberapa banyak cairan per satuan luas tanah yang terdeposisi di bawah semprotan. Untuk melakukan perhitungan ini, baik secara manual maupun melalui perangkat lunak drone, kita perlu tahu lebar alur semprotan.

Tugas ini memerlukan pengoperasian semprotan dalam kondisi khas, jenis penangkap sampel semprotan, dan cara mengukur deposit tersebut agar pola semprotan menjadi jelas.

Baca Juga: Bagaimana Menentukan Dosis Dan Konsentrasi Penyemprotan Pestisida

Berikut cara kita melakukannya:

1. Pastikan Keakuratan Flow Meter

Drone biasanya tidak melaporkan tekanan dari semprotan campuran semprot (spray mix). Sebaliknya, mereka melaporkan flow rate menggunakan flow meter bawaan. Drone menjaga tingkat aplikasi yang diinginkan dengan menggunakan flow rate untuk mengatur kecepatan pompa dan mengaktifkan nozel dalam berbagai kecepatan perjalanan. Karena semuanya bergantung pada flow meter, keakuratannya perlu diverifikasi.

  • Isi tangki semprot dengan air bersih dan bilas semua saluran air (pipa-pipa).

  • Pasang nozel yang diperlukan untuk keperluan tersebut, pastikan semua nozel seragam dan dalam kondisi yang baik.

Nozel terpasang di drone DJI T20.

  • Pilih ukuran nozel yang terpasang di monitor semprot.

  • Buang udara dari sistem.

  • Aktifkan semprotan dan tunggu laju aliran stabil di monitor semprot. Ini mungkin membutuhkan beberapa saat.

  • Ketika nozel mengalirkan air, tempatkan wadah di bawah setiap nozel dan kumpulkan cairan semprot selama waktu tertentu, misalnya satu menit.

Menangkap semprotan selama kalibrasi alat pengukur aliran.

  • Pastikan wadah menampung semua semprotan. Ember seringkali menciptakan turbulensi. Atomizer berputar membuat hal ini lebih sulit.

  • Ketika waktu habis, keluarkan wadah penampung air dan matikan drone.

  • Kecuali jika penutupan sangat cepat dan pasti, meninggalkan pengumpul di tempat selama penutupan dapat memperkenalkan kesalahan saat aliran berkurang.

  • Pastikan bahwa volume yang dikumpulkan dari setiap nozel sama, dan bahwa laju aliran yang dilaporkan oleh alat pengukur aliran drone akurat.

  • Ulangi untuk memastikan konsistensi.

Penggunaan cangkir kalibrasi digital Spot-On memastikan semua semprotan terperangkap dan juga melaporkan volume secara instan.

2.Mengukur Lebar Area Semprot Efektif.

Lebar area semprot dapat bervariasi. Agar pengukuran relevan, kita harus mengevaluasi penyebaran semprotan dalam kondisi lingkungan yang serupa dengan operasi semprot yang direncanakan, serta menggunakan pengaturan operasional yang sama seperti ketinggian, kecepatan perjalanan, pilihan nozzle, dan volume aplikasi yang digunakan.

Sampel semprot ditempatkan di sepanjang tanah, tegak lurus dengan jalur penerbangan. Kami menggunakan kertas sensitif air (WSP) karena mudah didapatkan, cepat dan mudah digunakan, dan depositnya dapat dianalisis secara visual atau menggunakan aplikasi sederhana yang menghitung cakupan.

Kami membuat garis sampling WSP dengan jarak 1 meter (atau mungkin 0,5 meter untuk area semprot yang sempit). Sampel harus meluas hingga dua kali lebar area semprot yang diharapkan untuk mempertimbangkan pergeseran area semprot akibat angin samping.

  • Pilih hari dengan angin ringan dan konsisten.

  • Temukan ruang terbuka tanpa hambatan di arah angin yang dominan.

  • Pasang stasiun cuaca untuk mendokumentasikan kondisi selama penerbangan.

Sebuah alat pengukur angin Kestrel 3550AG atau 5550AG dapat merekam data cuaca dan mentransfernya ke telepon melalui Bluetooth.

  • Tandai garis penerbangan sepanjang kurang lebih 200 m sejajar dengan arah angin dominan dengan meletakkan bendera kawat setiap 50 m.

  • Pada titik 150 m, gunakan bendera kawat untuk menandai garis sampler yang tegak lurus dengan jalur penerbangan. Panjang garis sampler sebaiknya sekitar dua kali lebar yang diharapkan.

Garis penelitian yang luas

  • Pemegang kayu dengan klip kertas dapat digunakan untuk mengamankan WSP pada interval teratur sepanjang garis sampel.

Blok kayu yang terpasang pada tali derek 4″ memudahkan dalam penyiapan dan pergerakan garis sampel.

  • Terbangkan drone secara manual sepanjang garis penerbangan. Tekanan semprot, laju aliran, dan ketinggian drone harus stabil sebelum mencapai garis sampel (biasanya membutuhkan waktu sekitar 5 detik).

  • Terbangkan drone sejauh 50 m setelah garis sampel tanpa melakukan manuver untuk menghindari pengaruh terhadap deposit.

  • Mendaratkan drone dan berjalan sepanjang garis sampel.

  • Catatlah deposit di daerah pusat. Berjalan sepanjang garis saat deposit menipis, mencari deposit yang sekitar 50% dari deposit pusat rata-rata.

Kertas yang peka terhadap air setelah menggunakan drone.

  • Estimasikan jarak antara endapan di kedua tepi area terbang. Ini adalah lebar area terbang yang dapat dimasukkan untuk penerbangan kedua.

  • Ganti kertas yang peka terhadap air dengan set yang baru dan ulangi penerbangan dua kali lagi.

Menentukan lebar area terbang yang efektif sangat penting untuk operasi yang tepat dari drone, sehingga diperlukan analisis yang lebih detail tentang keseragaman endapan untuk memastikan kinerja terbaik.

Alat sederhana untuk mengukur endapan pada kertas yang peka terhadap air adalah aplikasi SnapCard. Aplikasi ini menghitung persentase penutupan dan dapat digunakan untuk menilai endapan relatif pada setiap kartu.

SnapCard adalah aplikasi yang dikembangkan oleh GRDC di Australia yang menghitung cakupan pada kertas yang sensitif terhadap air.

Metode lain melakukan penilaian yang lebih maju dengan menganalisis seluruh area, bukan hanya interval. Metode-metode ini menggunakan pewarna dan perangkat keras khusus untuk mengukur jumlah setoran di sepanjang tali atau sampel kertas.

Swath Gobbler mencatat swathe dengan resolusi tinggi menggunakan gulungan kertas, pewarna, dan pemindai digital.

3. Analisis Pola

Aproximasi terdekat untuk drone swathing adalah pesawat berawak. Pola semprotan pesawat berbentuk meruncing, artinya pengendapan tertinggi terjadi di dekat pusat swathe, dan tepian swathe perlahan berkurang hingga tidak ada pengendapan.

Untuk mencapai cakupan yang konsisten, kita perlu tumpang tindih antara tepian swathe semprotan sehingga cakupan kumulatif di tepian lebih dekat dengan cakupan di pusat. Jika tumpang tindih terlalu sedikit, akan terjadi celah, sedangkan jika terlalu banyak, akan menghasilkan pengendapan berlebihan.

Kekurangan tumpang tindih menciptakan celah dalam cakupan.

Terlalu banyak tumpang tindih menyebabkan overdosis dan pemborosan.

Kesesuaian yang tepat diperlukan untuk pengaplikasian yang efisien dan efektif.

Deposito dari drone dapat sangat bervariasi. Tantangannya adalah menemukan jarak tumpang tindih yang meminimalkan variasi ini, meminimalkan pengaplikasian berlebihan dan kurang, serta memaksimalkan lebar area yang dicakup.

Langkah pertama adalah memperkirakan rata-rata setoran yang wajar, yang disebut “Threshold”. Gambarkan setoran dari setiap sampler, dan perkirakan titik pada sumbu Y (Relative Deposition) yang mewakili setoran maksimum rata-rata. Ini bisa menjadi nilai maksimum dari dataran tinggi, atau titik tengah antara nilai maksimum dan cekungan terdekat. Ini adalah Threshold.

Kemudian kita mengambil 50% dari setoran rata-rata yang diperkirakan ini, dan mencari dua jarak pada sumbu X (Lokasi Sampler) yang memotong kurva pada titik-titik ini. Jarak antara kedua titik ini adalah perkiraan pertama lebar lahan.

Jika dua lahan yang bersebelahan diatur sedemikian rupa sehingga tepian satu tumpang tindih 50% dengan yang berikutnya, maka setoran akumulatif keseluruhan harus relatif merata.

Informasi cakupan dari setiap lokasi sampel dijadikan grafik untuk menciptakan pola deposit.

Kita dapat mengubah jumlah tumpang tindih untuk meningkatkan keseragaman yang terlihat, tetapi tetap berhati-hati. Misalnya, meskipun kita sering dapat meningkatkan keseragaman dengan menyempitkan lebar jalur, hal ini dapat menambah deposit di area di bawah drone dan meningkatkan jumlah deposit secara keseluruhan. Selain itu, jalur yang lebih sempit juga mengurangi produktivitas drone.

Gunakan model Excel untuk menetapkan lebar jalur yang memiliki variabilitas terendah (Koefisien Variabilitas atau CV) DAN menghasilkan keseimbangan antara overdosis dan underdosis.

Jumlah tumpang tindih disesuaikan untuk meminimalkan variasi (CV) dan sekaligus menyeimbangkan serta meminimalkan dosis berlebihan dan kekurangan

Pengaturan operasional mempengaruhi lebar jalur.

Lebar jalur dipengaruhi oleh ketinggian, kecepatan, volume air, dan kualitas semprotan. Secara umum, ketinggian yang lebih tinggi, volume yang lebih rendah, dan semprotan yang lebih halus akan menghasilkan jalur yang lebih lebar. Sayangnya, konfigurasi yang sama juga mengakibatkan drift yang lebih besar. Disarankan agar lebar jalur ditentukan untuk setiap volume semprotan dan susunan nozzle yang akan digunakan.

Drone akan menggunakan volume air rendah dan ini membutuhkan penilaian kritis terhadap cakupan untuk memastikan kepadatan deposit mencukupi untuk mencapai hasil yang diinginkan. Volume rendah akan membutuhkan semprotan yang lebih halus agar cakupan minimal tercapai. Semprotan yang lebih kasar yang mengurangi drift dan penguapan akan membutuhkan volume air yang lebih tinggi dan menghasilkan jalur yang lebih sempit. Waktu yang signifikan mungkin diperlukan untuk memahami efek pengaturan operasional dan kondisi lingkungan terhadap keseragaman deposit semprotan dan lebar jalur.

Poin tambahan

Berikut adalah beberapa tips dan trik untuk membantu Anda berhasil saat melakukan kalibrasi drone Anda.

  • Pola drone akan memiliki puncak dan lembah deposit di daerah tengah. Beberapa kali pengulangan diperlukan untuk memastikan bahwa ini nyata dan konsisten. Jika ya, maka penyesuaian pada ketinggian terbang, kualitas semprotan, atau volume air mungkin diperlukan untuk menghilangkannya.

  • Ketidakhadiran pengukur tekanan pada drone dapat diperbaiki dengan memasang pengukur analog secara sejajar dengan salah satu nosel semprotan. Mungkin perlu memasang kamera tambahan pada drone untuk merekam pengukur ini. Kami telah mengamati fluktuasi tekanan semprotan yang kuat, terutama saat memulai jalur semprotan, yang tidak tercermin dalam laju aliran yang dilaporkan.

Sebuah pengukur tekanan dapat dipasang pada drone yang tidak akan mempengaruhi pola penerbangan. Kamera dipasang untuk membaca tekanan selama penerbangan.

  • Banyak drone memiliki opsi untuk merekam layar penerbangan selama misi. Ini akan memberikan catatan tentang performa drone, dan dapat berharga jika terjadi masalah performa.

  • Meskipun kalibrasi lebar sapuan dilakukan dengan terbang melawan arah angin, aplikasi penyemprotan sebenarnya harus dilakukan dengan angin samping. Mulailah dari ujung lapangan searah angin dan berbelok menghadap angin. Drone bersifat simetris dan pola semprot yang meruncing harus menyamakan depositnya. Atau, terbang melawan arah angin dan kembali dengan angin ekor dapat mengubah aerodinamika proses penempelan semprotan.

Penyemprotan dengan drone akan melibatkan presisi yang tinggi – tidak ada ruang untuk kesalahan saat menggunakan air yang sedikit dan tetesan yang halus.

Sumber: How to Calibrate a Drone; Ditulis oleh : Jason and Tom; Sumber: sprayer101

Varietas Maserati, Bawang Merah dari Biji Keuntungan Lebih Besar

Varietas Maserati, Bawang Merah dari Biji Keuntungan Lebih Besar

 

Para petani di Cilacap berhasil mengembangkan kampung bawang merah benih TSS varietas Maserati di area seluas 2 hektar. Produktivitas bawang merah TSS mencapai 15 ton per hektar dengan biaya benih sebesar Rp 16 juta per hektar.

Tasilan, Ketua Kelompok Tani Rejeki Lancar, mengatakan budidaya bawang merah dengan benih TSS lebih ekonomis, lebih tahan terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan menghasilkan umbi berkualitas tinggi.

Bawang merah TSS Maserati memiliki warna umbi merah dan mengkilap yang menarik saat dipasarkan. Teknik budidayanya melibatkan proses persemaian selama 45 hari dengan mencangkul tanah hingga ketinggian 50 cm, menambahkan waring atau jaring plastik, dan menaburkan tanah dan abu sekam setinggi 20 cm di atasnya. Penanaman benih bawang merah TSS dengan sistem waring yang mempermudah proses pemindahan tanaman dan mengurangi risiko kerusakan akar.

Cuaca adalah kendala utama produksi bawang merah, dengan produksi berkurang saat musim hujan dan berlebih saat musim kemarau. Namun petani bisa melakukan penanaman di musim kering dengan pola tanam off season.

 

Bmkg Prediksi Musim Kemarau Tahun 2023 Lebih Panjang & Kering

Bmkg Prediksi Musim Kemarau Tahun 2023 Lebih Panjang & Kering

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi tentang musim kemarau tahun 2023. Berdasarkan analisis mereka, musim tersebut diperkirakan akan lebih panjang dan lebih kering dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa Indonesia mungkin akan mengalami tantangan yang berat dalam hal pengelolaan sumber daya air dan pertanian.

Menurut laporan BMKG, perubahan iklim global berperan dalam mempengaruhi kondisi ini. Pemanasan global dan variasi suhu laut yang tidak biasa kemungkinan menjadi faktor penentu dalam peningkatan durasi dan intensitas musim kemarau.

Bmkg Prediksi Puncak Musim Kemarau Terjadi Pada Juli-Agustus 2023

Beranjak ke prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang musim kemarau tahun 2023. Menurut lembaga ini, puncak musim kemarau di Indonesia diprediksi akan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2023.

Ini merupakan fenomena alam yang cukup menarik karena musim kemarau di tahun tersebut diprediksi lebih panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Faktanya, berdasarkan data historis, rata-rata musim kemarau di Indonesia biasanya berlangsung selama empat bulan. Namun, pada tahun 2023, musim kemarau diperkirakan akan berlangsung selama enam bulan.

Hal ini tentu memiliki dampak bagi berbagai sektor, khususnya pertanian.

Perubahan Pola Tanam Di Musim Kemarau 2023

Mengingat prediksi dari BMKG tersebut, penting untuk melihat bagaimana cara petani beradaptasi dengan kondisi iklim yang berubah-ubah ini. Perubahan pola tanam menjadi solusi yang bisa diterapkan di musim kemarau 2023.

Dalam rangka menghadapi musim kemarau yang lebih panjang, petani diharapkan untuk memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan. Misalnya, tanaman seperti jagung, kedelai, dan sorghum dikenal memiliki ketahanan baik terhadap kekurangan air. Selain itu, aplikasi teknologi pertanian modern juga dapat membantu petani dalam mengelola lahan mereka dengan lebih efisien di tengah kondisi iklim yang ekstrem.

Kesimpulan

Dengan prediksi BMKG tentang puncak musim kemarau yang terjadi pada Juli-Agustus 2023 dan berlangsung lebih panjang dan kering, perlu adanya penyesuaian dan persiapan dari berbagai sektor, terutama pertanian. Perubahan pola tanam menjadi salah satu strategi yang dapat diadopsi para petani untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

Dengan demikian, upaya penyesuaian ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh musim kemarau tahun 2023. Kesiapsiagaan dan adaptasi akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan iklim yang semakin tidak pasti ini.

 

Kandungan Pupuk Organik Cair Terbaik

Kandungan Pupuk Organik Cair Terbaik

Pupuk Organik

Semua tanaman membutuhkan nutrisi.

Di alam, tanaman bekerja sama dengan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri untuk mengais nutrisi dari berbagai sumber, termasuk kandungan organik dan mineral tanah dan gas di atmosfer. Dalam budidaya, sistem ini tidak sekuat itu. Semua jenis tanaman mulai dari rumput rumput hingga tanaman hias, membutuhkan sedikit bantuan untuk menumbuhkan yang terbaik.

Di situlah pupuk berfungsi.

Pupuk organik merangsang dan mendukung proses alami yang digunakan tanaman untuk memberi makan diri mereka sendiri. Pupuk memberi makan mikroorganisme yang tinggal di tanah yang kemudian memberikan nutrisi ke tanaman. Seiring waktu, mereka meningkatkan bahan organik tanah yang mengarah pada peningkatan aerasi tanah dan kapasitas menahan air dan lingkungan pertumbuhan fisik yang lebih baik.

Pilihan pupuk organik terbaik haruslah memiliki rasio NPK yang optimal (persentase volume nitrogen, fosfor, dan kalium) agar tanaman dapat tumbuh subur.

Mereka berasal dari bahan-bahan alami seperti sisa tanaman, kotoran hewan, dan mineral. Ada yang berbentuk cair, ada pula yang kering. Pupuk berkualitas tinggi membutuhkan pemrosesan minimal, mudah diaplikasikan, dengan tekstur yang konsisten di seluruh bagian.

Pupuk organik terbaik membuat tanaman yang dapat dimakan atau hias lebih sehat, memberikan keseimbangan nutrisi, bahan berkualitas, dan metode aplikasi yang sesuai dengan tukang kebun.

Di bawah ini, pelajari tips memilih jenis yang tepat untuk tanaman Anda, dan untuk mengetahui mengapa pupuk berikut berkinerja terbaik.

Pupuk Cair dari Daun Kelor

Daun kelor mengandung senyawa kimia seperti kalsium, magnesium, fosfor, zat besi dan sulfur sehingga daun kelor dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik cair. Manfaat pupuk daun kelor dapat digunakan dengan cara disemprotkan pada daun untuk mempercepat pertumbuhan tanaman.

Hasil penelitian Kartika (2013), pembuatan pupuk organik cair dengan menambahkan ekstrak daun kelor sebanyak 40 % berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakchoy yang meliputi jumlah daun, panjang tanaman, berat basah dan berat kering.

Fuglie (2000) menemukan bahwa ekstrak daun kelor yang disemprotkan ke daun bawang, paprika, kacang kedelai, sorgum, kopi, teh, cabai, melon dan jagung dapat meningkatkan hasil tanaman.

Kartika (2013) menyatakan bahwa pengolahan daun kelor sebagai pupuk dapat digunakan dengan cara diekstrak. Ekstrak daun kelor digunakan untuk mempercepat laju pertumbuhan tanamansecara alami daun kelor digunakan sebagai pupuk cair yang diujikan ke berbagai tanaman seperti kacangt anah, kedelai, dan jagung.

Hasilnya sangat signifikan pada hasil panen tanaman yang diberi pupuk cairdaun kelor yaitu sebesar 20-35% lebih besar dari pada hasil panen tanaman tanpa diberi pupuk cair daun kelor

Cara Membuat Pupuk Oganik Cair Daun Kelor

Bahan yang bisa dijadikan sumber karbohidrat adalah air beras, dedak / bekatul, serta tepung beras.

Sementara untuk sumber energinya dapat diperoleh dari air kelapa, gula jawa, gula pasir, atau tebu. Anda dapat memilih salah satu dari bahan-bahan tersebut.

Bahan yang diperlukan

  • 1 kg daun kelor segar
  • 10 L air beras
  • 1/2 kg gula pasir
  • 1 ons gula jawa (larutkan terlebih dahulu)

Wadah penampungan

Cara Membuat:

Lumatkan atau blender terlebih dulu daun kelor hingga halus. Tuangkan 10 L air beras ke dalam wadah penampungan yang sudah disediakan.

Masukkan daun kelor halus tersebut pada wadah yang telah terisi air beras

Masukkan 1/2 kg gula pasir, aduk hingga tercampur rata

Selanjutnya masukkan gula jawa, aduk-aduk kembali hingga larutan tersebut tercampur dengan rata

Tutup wadah dengan penutupnya, atau dengan kertas koran

Aduk-aduk kembali bahan-bahan tersebut, bisa pada waktu pagi, atau sore di setiap harinya.

Pupuk cair sudah dapat digunakan jika telah melewati 10 – 14 hari

Cara Penggunaan

Dosis aplikasi : 15 – 20 ml / liter air untuk spray, 20 – 25 ml/liter air untuk kocor

Atau cari dosis masing-masing setiap daerah sampai ketemu dosis yang pas dan tepat sebab organik tidak bersifat baku Interval aplikasi 1-2 minggu sekali.

Referensi:

Kartika, RD. 2013. Pengaruh Pupuk Organik Cair Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) terhadap Pertumbuhan Tanaman Pakchoy (Brassica rapa L) Yang Ditanam secara Hidroponik dan Sumbangannya pada Pembelajaran Biologi SMA. [skripsi]. Universitas Sriwijaya, dalam Arum dan Fani, 2019. Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Daun Kelor Dan Cangkang Telur Terhadap Pertumbuhan Sawi Samhong (Brassica Juncea L.). POLITEKNIK BANJARNEGARA

Fuglie L J. 2000. New Uses of Moringa Studied in Nicaragua: ECHO’s Technical Network Site-networking global hunger solutions. ECHO, Nicaragua, dalam Arum dan Fani, 2019. Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Daun Kelor Dan Cangkang Telur Terhadap Pertumbuhan Sawi Samhong (Brassica Juncea L.). POLITEKNIK BANJARNEGARA

Zero Nutrient Loss Concept

Zero Nutrient Loss Concept

Zero nutrient loss concept

Jika mengacu ke konsep zero nutrient loss, banyak hal terbuang sia-sia dilakukan para petani kita. Semua bagian dari tanaman itu sebenarnya nutrisi bagi tanaman itu sendiri.

 

Hampir sebagian besar petani padi membakar jeraminya. Petani sayuran dan buah membuang hasil panennya di jalanan, di sungai, karena harganya murah. Sangat disayangkan. Padahal kalau memahami konsep ini, akan sangat membantu memulihkan tanah dan memberikan nutrisi pada tanaman kembali.

Asalnya dari tanah, dikembalikan lagi ke tanah. Low cost agriculture practice harusnya bisa dilakukan untuk menghindari perangkap penggunaan pupuk kimia yang berlebih. Terlebih jika aplikasi konsep ini dipadukan dengan penggunaan indigenous local micro organism (ILMO).

Indigenous Local Micro Organism (ILMO)

Indigenous local micro organism atau indigenous micro organism (IMO) adalah mikoba asli lokal yang diperoleh dari sekitar tempat tinggal dengan mengumpulkan jamur, batang atau ranting yang terifeksi jamur, dan tanah dimana jamur atau ranting tersebut ditemukan.

 

Best Fertilizer
Best Fertilizer
Cara Cepat Teknik Pengomposan, Cukup 3-7 Hari Saja

Cara Cepat Teknik Pengomposan, Cukup 3-7 Hari Saja

Ada banyak teknik pengomposan dimulai dari cara yang lama bisa sampai 1 tahun, 3 bulan, 1 bulan baru matang/jadi kompos.  Lama tidaknya proses pengomposan tergantung dari mikroba perombak/dekomposer bahan materialnya. 

Berbagai macam merek dekomposer dipasaran tinggal kita pilih mana yang disukai.  Bahkan ada yang bikin sendiri seperti mol/psb/ragi dan lainnya.  Ada juga yang pakai urea sebagai dekomposernya namun lumayan lama jadi komposnya karena proses amoniaknya lumayan panas.

Kompos merupakan material penting pada usaha pertanian. Selain sebagai penyubur tanah, juga sebagai penyuplai unsur hara yang diserap tanaman. Dan kompos juga berperan sebagai nutrisi bagi micro organisme lokal. Akan tetapi mayoritas dari petani kita enggan menggunakan kompos. Ada berbagai macam alasannya. Umumnya mereka beralasan bibit gulma dalam kompos masih aktif, disamping aplikasi kompos harus massif (bandingkan dengan penggunaan pupuk kimia sintesis).

Pada dasarnya tak ada kompos atau proses pengomposan yang gagal, hanya belum terdekomposisi sempurna. Keadaan ini mengakibatkan bibit gulma dan bibit hama masih aktif, dan tentu saja pathogen yang ada pada bahan organic masih hidup.

BACA JUGA: Cara Membuat Pupuk Kompos Organik Sampah Rumah Tangga Dengan Dekomposer Bunkai

Proses dekomposisi atau fermentasi bahan organik yang baik membutuhkan suhu Thermophil, yaitu suhu yang mencapai 60 o -70o. Pada suhu ini jelas mampu mematikan bibit gulma, bibit hama, dan phatogen pada bahan organic.

Themophil terjadi apabila :

1. Mikro organisme pengurai haruslah mikro organisme thermopil, seperti Trichoderma, Bacilius, Yeast, Penicilium, Streptomyces, Pseudomonas F.

2. Bahan organik masih dalam kondisi fresh, tidak setengah jadi. Untuk kotoran hewan maksimal 3 hari bisa disebut fresh. Untuk kohe lama bisa dicampur dengan kohe fresh pada saat pengomposan.

3. Atur kelembaban yang sesuai, jangan terlalu basah (becek).

Tiga hal inilah yang mempengaruhi thermophile, tidak terpengaruh model penutupan.

Fermentasi bahan organik atau pengomposan  terdiri dari 75-90% bahan organik (kotoran hewan) dan 10-25% bahan campuran yang terdiri dari abu dan arang. Pada kondisi tanah yang terlalu parah maka disarankan bahan organic dan abu atau arang 1 : 1.

Proses pengomposan ini tidak membutuhkan kapur, karena kompos yang baik sudah mencapai ph 6,5-7.

Prosesnya adalah campurkan bahan organik dan campuran secara merata. Siramkan larutan decomposer yang sudah diencerkan air. Aduk rata sekali lagi kemudian tumpuk setinggi lutut sampai satu meter. Jika sudah thermophil, bongkar dan angin-anginkan.

Ciri-ciri bahan organik terdekomposisi sempurna adalah tidak berbau, menyerupai tanah berwarna coklat hitam atau lebih gelap, lembab, terasa remah atau tidak lengket dan suhu dibawah 500.

Dosis disarakan perhektar lahan budidaya adalah 5 ton kompos.

Untuk media tanam :

  • Arang dan abu 25%
  • Tanah 25%
  • Kompos 25%
  • Sekam/cocopeat 25%

Untuk media semai :

  • 1 bagian kompos
  • 1 bagian arang
  • 4 bagian tanah

Untuk membuat kompos plus dibutuhkan :

  • Kohe kambing 80%
  • Biochar 10%
  • Cocopeat 5%
  • Zeolite 2%
  • Rock phospat atau guano 1%
  • Setelah kompos jadi tambahkan mikorisa 1 kg/m3 dan agen hayati

Dekomposer yang memiliki performa kuat adalah dekomposer bunkai.

Cara Singkat Pengomposan 3 Hari

Berikut cara seorang petani yang dibagikan pada laman facebooknya, untuk kepentingan pribadi.  Kalau untuk dijual sih harus digiling dulu biar lembut, karena yang dituju bukan hancur apa tidaknya kompos, tapi yang penting suhunya sudah turun dan siap sebar ke lahan.

Bahan yang digunakan:

  • 15 karung kohe sapi
  • 8 karung arang sekam
  • 3 karung limbah kulit bawang putih
  • Dedaunan
  • Batang pisang
  • Dekomposer bunkai 1 botol
  • Air secukupnya

Total sekitar 1 ton lebih

Tinggal aduk dan semprot dekomposer Bunkai.  Dan tutup pakai terpal.  Tunggu sampe suhu panasnya 60-70 derajat baru katakan jadi, sehingga tidak terlalu nunggu lama.  Karena pada suhu tersebut pathogen dan biji gulma/rumput mati.   Biasanya nyampe suhu 60-70 cukup 3-7 hari saja.

Sumber:

Pestisida Nabati Sederhana

Pestisida Nabati Sederhana

1. Pepaya  

Daun pepaya memiliki bahan aktif ‘Papain’, sehingga efektif untuk mengendalikan Ulat dan Hama Penghisap.  

Cara Pembuatan :

  1. 1 kg daun pepaya segar dirajang dan direndam dalam 10 liter air,
  2. 2 SDM minyak tanah,
  3. 30 gram deterjen dan didiamkan semalam.  
  4. Saring hasil rendaman dengan kain.

Hasilnya disemprotkan ke tanaman yang terserang.

2. Biji Jarak

Biji jarak memiliki bahan aktif ‘Reisin dan Alkaloid’. Sehingga efektif mengendalikan Ulat dan Hama Penghisap (dalam bentuk larutan). Juga efektif untuk mengendalikan Nematoda/Cacing (dalam bentuk bubuk).

Cara Pembuatan :

  1. Tumbuk 1 biji jarak dan panaskan dalam 2 liter air selama 10 menit,
  2. tambahkan 2 SDM tanah dan 30 gram deterjen kemudian diaduk merata.
  3. Saring dan tambahkan air 10 liter. Siap disemprotkan ke tanaman.

3. Sirsak

Daun sirsak memiliki bahan aktif ‘Annonain dan Reisin’. Sehingga efektif untuk mengendalikan hama Trip.

Cara Pembuatan :

  1. Tumbuk 100 lembar daun sirsak,
  2. kemudian dimasukkan ke dalam air 5 liter.
  3. Tambahkan 15 gram deterjen diaduk merata.
  4. Diamkan selama 24 jam. Saring dengan kain halus dan tambahkan 10 liter air.

Semprotkan ke tanaman.

4. Sirsak dan Jeringau

Rimpang jeringau mengandung ‘Arosone, Kalomenol, Kalomen, Kalomeone, Metil Eugenol dan Eugenol’. Jika dicampurkan dengan daun sirsak, efektif untuk mengendalikan hama Wereng Coklat.

Cara Pembuatan :

  1. Tumbuk 50 lembar daun sirsak bersama dengan rimpang jeringau sebesar telapak tangan orang dewasa dan 20 siung Bawang Putih.
  2. Kemudian direndam dengan air.
  3. Tambahkan 20 gram sabun colek, aduk merata dan diamkan selama 24 jam.
  4. Saring dengan kain halus, kemudian hasilnya diencerkan dengan air perbandingan, 1 liter pestisida dengan 50 liter air.

Siap disemprotkan ke tanaman.

5. Pacar/Petai Cina

Pacar cina mengandung ‘Minyak Atsiri, Alkaloid, Saponin dan Tanin’. Efektif untuk mengendalikan hama Ulat.

Cara Pembuatan :

  1. Tumbuk 100 gram ranting atau kulit batang petai cina,
  2. kemudian diberi 1 liter air,
  3. tambahkan 1 gram deterjen,
  4. lalu direbus 45 – 75 menit, sambil diaduk.
  5. Setelah itu disaring. Siap untuk disemprotkan ke tanaman.

6. Tembakau

Daun tembakau mengandung ‘Nikotin’ dan efektif untuk mengendalikan hama Penghisap.

Cara Pembuatan :

  1. Rajang 250 gram (+ 4 lembar) daun tembakau dan direndam dalam 8 liter air selama 24 jam.
  2. Tambahkan 2 SDM deterjen, kemudian diaduk merata. Saring dan siap disemprotkan ke tanaman.

7. Sirih Hutan

Sirih hutan mengandung ‘Fenol dan Kavakol’, efektif mengendalikan Hama Penghisap.

Cara Pembuatan :

  1. Tumbuk halus 1 kg daun sirih hutan segar,
  2. 3 siung bawang merah,
  3. 5 batang sereh.
  4. Campurkan dengan air 10 liter dan 50 gram deterjen.

Aduk sampai rata.

Siap disemprotkan ke tanaman.

8. Gadung

Umbi gadung mengandung ‘Diosgenin, Steroid Saponin, Alkohol dan Fenol’. Efektif mengendalikan hama Ulat dan Penghisap.

Cara Pembuatan :

  1. Tumbuk 500 gram umbi gadung kemudian diperas dengan kain halus.
  2. Tambahkan 10 liter air, diamkan selama 2 jam.

Siap disemprotkan ke tanaman.

9. Mimba

Daun/biji mimba mengandung ‘Azadirachtin, Salanin, Nimbinen dan Meliantinol’. Efektif mengatasi Ulat, Hama Penghisap, Jamur, Bakteri, Nematoda dan lain-lain.

Cara Pembuatan :

  1. Tumbuk halus 300 gram daun atau biji mimba, rendam dengan air 10 liter selama 24 jam.
  2. Aduk rata, saring.

Siap disemprotkan ke tanaman.

10. Kipahit / Insulin / Kembang Bulan

Daun kipahit / Kulit batang / Akar mengandung ‘Saponin, Polifenol dan Flavonoida’. Bersifat, Insektisida dan Nematisida. Efektif mengatasi Keong Emas, Ulat Daun Bawang, Lalat Penggorok Daun, Penyakit Bercak Daun dan Karat Daun.

Cara Pembuatan :

  1. 300 gram daun, kulit batang dan akar kipahit ditumbuk,
  2. kemudian direbus dengan air ½ liter.
  3. Biarkan sampai airnya berwarna kuning kehijauhan, angkat dan dinginkan.
  4. Saring dan siap disemprotkan ke tanaman.
  5. Ampasnya diletakkan di pohon tanaman untuk pupuk dan pencegah nematoda.
  6. Sebagai Pestisida, ramuan ini hanya berlaku selama 5 hari. Selanjutnya hanya berlaku sebagai pupuk.

Sumber: facebook Tentrem Mandiri

<