Faktor Penentu Keberhasilan Penyemprotan

Faktor Penentu Keberhasilan Penyemprotan

Penyemprotan (spraying) merupakan cara aplikasi pestisida yang paling banyak dilakukan di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Penyemprotan dengan alat semprot digunakan untuk memecah butiran halus (droplet) dari larutan semprot (campuran pestida + air).

Untuk menghasilkan penyemprotan yang baik, diperlukan peralatan semprot (sprayer) yang baik dan tenaga penyemprot yang terlatih dan terampil.

Penyemprotan dinyatakan baik, jika memenuhi kriteria berikut:

  1. Permukaan bidang sasaran tertutup oleh butiran semprot (droplet) dalam jumlah yang memenuhi syarat. Tingkat penutupan ini dalam teknik penyemprotan disebut coverage
  2. Menggunakan ukuran droplet yang tepat untuk berbagai jenis penyemprotan yang berbeda
  3. Menggunakan volume aplikasi yang cocok untuk berbagai jenis tanaman dan stadia pertumbuhan tanaman yang berbeda
  4. Pestisida yang disemprotkan menempel sebanyak mungkin pada bidang sasaran. Dalam teknik aplikasi penyemprotan pestisida, penyemprotan yang benar diarahkan untuk mendapatkan recovery setinggi mungkin
  5. Droplet semprotan didistribusikan di seluruh permukaan bidang sasaran secara merata

Keberhasilan Penyemprotan Dengan Alat Semprot

Keberhasilan penyemprotan sangat diperngaruhi oleh tingkat peliputan (tingkat penutupan, coverage), yakni banyaknya droplet yang menutupi bidang sasaran. Makin banyak droplet pada tiap cm2 bidang sasaran, makin besar kemungkinan OPT (organisme pengganggu tanaman) terkena pestisida sehinga makin besar kemungkinan penyemprotan berhasil.

Tingkat peliputan (coverage) hasil penyemprotan pada bidang sasaran dipengaruhi oleh:

  1. Ukuran butriran semprot atau droplet. Makin halus ukuran butiran semprot, makin baik tingkat penutupan/coverage-nya. Droplet yang kasar cenderung menghasilkan coverage yang kurang baik
  2. Volume aplikasi. Volume aplikasi atau volume semprot yang terlalu sedikit dapat menghasilkan penutupan yang buruk. Sedangkan volume aplikasi yang berlebihan dapat menyebabkan run off sehingga banyak larutan yang terbuang
  3. Alat semprot (terutama nozzle) yang digunakan. Alat semprot (sprayer), type, ukuran nozzle akan mempengaruhi droplet
  4. Keadaan cuaca, terutama angin. Angin yang terlalu kencang dapat mengakibatkan tingkat penutupan yang jelek
  5. Tenaga penyemprot yang kurang terampil dapat menyebabkan coverage yang kurang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *