Jangan Pakai Bahan Aktif Fungisida ini Lebih Dari 4 Kali Per Musim

Jangan Pakai Bahan Aktif Fungisida ini Lebih Dari 4 Kali Per Musim

Sekarang musim hujan telah tiba.  Musim hujan adalah musim penyakit.  Biasayanya interval penyemprotan pada musim penghujan juga ditingkatkan dari biasanya memenyemprot 5-7 hari sekali, kini bisa 2-3 kali sehari.

Jenis penyakit pada musim hujan juga sangat bervariatif.  Pada tanaman kentang, tomat, cabai, penyakait hawar daun atau busuk daun Phytopthora sp, banyak menyerang tanaman.

Fungisida Apa yang Cocok Untuk Phytophthora?

Fungisida-fungisida non-strobilurin yang kuat untuk Phytophthora infestans pada kentang (dan tomat juga) dan kode FRAC-nya adalah:

  • FRAC 4: Metalaksil (mefenoksam)
  • FRAC 27: Simoksanil
  • FRAC 28: Propamokarb
  • FRAC 40: Dimetomorf dan Mandipropamid
  • FRAC 43: Fluopikolid
  • FRAC 45: Amektotradin
  • FRAC 49: Oksatiapiprolin

Namun fungisida-fungisida dengan bahan aktif di atas, tidak boleh aplikasikan berturut-turut selama 4 kali dalam semusim karena akan mempercepat resistensi penyakit.

Catatan: karena pada kentang (dan tomat) juga ada Alternaria-nya, sekali-sekali diseling dengan fungisida lain yang kuat untuk Alternaria (misalnya azoksistrobin).

Fungisida ini Boleh Digunakan Terus Menerus Setiap Musim

Kabar baiknya ada jenis fungisida yang bersifat protektif boleh digunakan secara terus menerus sepanjang musim.  Karena fungisida ini bekerja sebagai multisida inhibitor dan tidak menyebabkan kekebalan (resisten) pada jamur.

Jenis fungisida ini adalah fungisida kontak protektif dari golongan Dithiokarbamat.  Golongan ini paling banyak digunakan diseluruh dunia.  Golongan ini memiliki spektrum pengendalian yang luas terhadap jamur kelas Basidiomycetes, Ascomycetes dan Deuteromycetes. 

Sesuai dengan fungsinya sebagai fungisida kontak, maka fungisida ini diaplikasikan sebelum adanya gejala serangan penyakit.

Salah satu sifat menjol dari fungisida kontak dithiokarbamat adalah mereka tidak hanya bekerja pada satu lokasi sehingga disebut juga multi-site inhibitor, sehingga tidak mudah menimbulkan kekebalan terhadap jamur sasaran.

Fungisida golongan Dithiokarbamat dibedakan menjadi beberapa sub-kelas, yaitu:

Dimethil-Dithiokarbamat: contohnya THIRAM, ZIRAM, Ferbam

Alkilenebis-dithiokarbamat: contohnya mancopper, mancozeb, maneb, metiram, propineb, zineb, dan nabam.

Fungisida Ziram bekerja sebagai penghambat enzim, selain berfungsi sebagai fungisida non-sistemik juga dapat berfungsi sebagai repelen (penolak) terhadap burung dan tikus.  Dipasaran fungsisida berabahan aktif Ziram, adalah ZIFLO 76WG yang dijual oleh PT. Biotis Agrindo.

Fungisida Ziflo dan/atau fungisida kontak protektif lainnya boleh dipakai terus menerus, karena fungisida kontak protektif bekerja sbg multiside inhibitor, tidak menyebabkan jamur kebal.

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *