JANGAN PERNAH Menanam di Tanah! Apapun Jenis Tanamannya (Bagian 1)

JANGAN PERNAH Menanam di Tanah! Apapun Jenis Tanamannya (Bagian 1)

Dilaporkan oleh para petani bahwa saat ini banyak terjadi penurunan hasil produksi pertanian jika dibanding dengan beberapa tahun lalu.  Salah satunya penyebabnya adalah penurunan kualitas tanah.

Seperti dikutip dari artikel dari Majalah Tebar No 89, edisi 15 Februari – 15 Maret 2020, hasil rata-rata kualitas tanah di tujuh kecamatan di Brebes diantaranya di kecamatan Wanasari, Jatibarang, Songgom kondisinya rusak ringan hingga sedang.  Kondisi derajat pelurusan atau kemampuan menyerap air yang rendah dan kadar keasaman yang tinggi (di bawah skala 7).  Artinya banyak tanah yang sakit, terutama di sentra tanaman bawang.

Kesehatan tanah akan sangat menentukan kualitas dan kuantitas hasil pertanian yang didapat.

Kesehatan tanah adalah integrasi dan optimasi sifat tanah yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanah, tanaman dan lingkungan.  Kesehatan tanah sangat menentukan kualitas lingkungan dan kehidupan yang didukungnya.

Persoalan kualitas tanah mendapat perhatian karena intensifikasi pertanian yang bertujuan untuk melipatgandakan produksi dengan mengolah tanah lebih intensif, menggunakan pupuk buatan (an-organik) secara berlebihan dan penggunaan pestisida yang bahan aktifnya lambat terdegradasi.

Menggenjot produksi dengan berbagai perlakuan tanpa mengembalikan bahan organik sisa akan menurunkan secara nyata kandungan bahan organik tanah dari rata-rata sekitar 5% menjadi kurang dari 3%.  Kondisi ini sangat menurunkan kesehatan tanah yang mengakibatkan produktivitas menjadi sukar ditingkatkan.

Kondisi tanah di Indonesia, terutama di Jawa diperkirakan kandungan C-organik tanah sudah dibawah 2%.  Padahal tanah yang subur itu kandungan C-organiknya minimal 5%, udara 25%, dan mineral 45%.  Selain itu tanah bebas dari residu pestisida, logam berat, hama dan penyakit tanaman.

Rendahnya kandungan c-organik karena petani padi cenderung berlebihan dalam menggunakan pupuk kimia sintesis (an-organik).

Dengan kondisi tanah yang sudah sedemikian rupa, maka apapun yang akan ditanam di tanah tidak akan mendapatkan hasil yang diharapkan.  Oleh karena itu tanamlah pada MEDIA TANAM bukan hanya sekedar menanam pada tanah saja.

Menanamlah Pada Media Tanam

Secara konvensional, tanah adalah media tanam yang paling umum digunakan dan sudah digunakan sejak manusia menemukan praktik bercocok tanam.

Meskipun demikian, meningkatnya arus urbanisasi dan semakin banyak masyarakat yang tinggal di kota, lahan dengan tanah yang bisa ditanami semakin sulit ditemukan. 

Media tanam saat ini telah berkembang pesat tidak hanya tanah.  Banyak ragam media tanam termasuk air saat ini banyak digunakan sebagai media tanam bagi para praktisi hidroponik, aquaponik, dst.

Apa itu media tanam?

Baca juga artikel : APA ITU MEDIA TANAM SEKAM PADI

Wikipedia mengartikan media tanam sebagai media tumbuh bagi tanaman umumnya berupa tanah.

Supaya tanaman tumbuh dengan maksimal, maka media tanam harus betul-betul diperhatikan. Karena faktor terpenting untuk tumbuh sebuah tanaman yaitu media tanam yang berkualitas dan baik.

Secara garis besar, media tanam dibedakan menjadi dua, yaitu media tanam organik dan anorganik.

Media tanam organik adalah media tanam yang menggunakan bahan organik yang pada umumnya menggunakan komponen dari organisme hidup.

Sementara itu, media tanam an-organik merupakan media tanam yang menggunakan bahan yang memiliki kandungan unsur mineral tinggi dan berasal dari proses pelapukan yang ada terdapat di inti bumi.

Puluhan bahan yang berbeda yang digunakan dalam berbagai kombinasi untuk membuat media tumbuh buatan sendiri atau komersial.

Media tanam umumnya memiliki berbagai nutrisi, mineral, air, vitamin, serta kandungan lain yang tentunya dibutuhkan oleh tanaman, sehingga peran akar berperan penting dalam menyerap kandungan hara yang dimiliki media tanam bisa lebih optimal.

Supaya tanaman kita tetap tumbuh dengan maksimal, maka media tanam harus betul-betul diperhatikan. Karena faktor terpenting untuk tumbuh sebuah tanaman yaitu media tanam yang berkualitas dan baik.

Kesuburan dan Kesehatan Tanah

Untuk mendapatkan hasil panen yang tinggi, tanamlah pada tanah yang subur.  Apa itu tanah subur?

Kesuburan tanah adalah kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman dengan sifat kimia, fisika dan biologi yang dimilikinya. 

Kesehatan tanah adalah suatu keadaan tanah yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman secara sehat tanpa adanya gangguan apapun.

Kesuburan dan kesehatan tanah adalah koentji mendapatkan hasil panen yang melipah.

Faktor yang menyebabkan menurunnya kesuburan tanah antra lain disebabkan oleh penyerapan zat hara oleh tanaman, penguapan elemen hara ke atmosfer, resapan ke dalam tanah, dan terjadinya erosi.

Sedangkan faktor yang menyebabkan menurunnya kesehatan tanah antara lain disebabkan oleh tidak pernah melakukan memberikan bahan organik ke tanah,  pemakaian pupuk yang berlebihan, penggunaan bahan pestisida yang berlebihan, melakukan pembakaran diatas lahan, juga akibat erosi.

Ciri tanah yang subur dan sehat adalah:

  1. Mengandung humus atau bunga tanah (terbuat dari bahan organik yang hancur dan terurai, kompos, kotoran hewan, dll.)
  2. Mengandung sejumlah besar biota tanah yang bermafaat (mikro fauna, mikro flora, makro fauna, dll)
  3. Mengandung campuran partikel tanah liat dan pasir yang seimbang (tanah liat mengikat mineral sedangkan pasir memungkinkan drainase secara baik).
  4. Memiliki tekstur lempung, memiliki porositas dan daya mengisap air yang baik.
  5. Memiliki kandungan keasaaan (pH) netral yaitu pH 6-7
  6. Berbagai tanaman bisa tumbuh diatasnya.

Tanah yang subur memiliki kandungan C-organiknya minimal 5%, udara 25%, dan mineral 45%.

Tanah yang sehat berberperan sebagai MEDIA NUTRISI dengan menyimpan unsur hara yang siap digunakan oleh tanaman.

Apa Itu C-ORGANIK

C-organik merupakan presentase kesuburan dalam tanah yang terdiri dari berbagai ikatan rantai karbon (C). 

C-organik merupakan bagian dari tanah yang dari sistem yang kompleks dan dinamis yang bersumber dari sisa tanaman dan atau binatang yang terdapat dalam tanah yang terus menerus mengalami perubahan bentuk, karena dipengaruhi oleh faktor biologi, fisika, dan kimia.

C-organik merupakan semua jenis senyawa organik yang terdapat dalam tanah, termasuk serasah, faksi bahan organik ringan, biomasa mikro organisme, bahan organik terlarut dalam air dan bahan organik yang stabil atau humus.

Bersambung ke bagian 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *