Silika Mampu Mengendalikan Penyakit Blas Pada Tanaman Padi

Ini adalah bagian kedua dari tiga bagian tulisan mengenai Peran Unsur Hara Silika Pada Tanaman Padi, tulisan pertama dapat lihat disini.

Sebagaimana sudah diuraikan pada bagian pertama, bahwa unsur silika sangat diperlukan untuk tanaman padi dan khususnya tanaman pada golongan graminae. Meskipun sebenarnya silika dibutuhkan oleh semua jenis tanaman. Namun golongan graminae-lah yang lebih responsif terhadap unsur hara silika.

Penelitian terbaru mengenai unsure hara silika, Silika selain mampu memperbaiki fisiologis dan metabolis tanaman dengan cara menjadikan tanaman memiliki bentuk lebih tegak (tidak terkulai), juga mampu mengendalikan penyakit tanaman padi dalam hal ini adalah blas (blast) yang disebabkan oleh cendawan atau jamur Pycularia sp.
dan busuk batang (steam root) yang disebabkan oleh patogen Rhizoctonia solani.

Berikut adalah bagian kedua dari kutipan artikel “Silikon: Hara Penting pada Sistem Produksi Padi”, yang ditulis oleh Makarim, et.all (2007).

Pernan Silika dalam Ketahanan Tanaman Padi Terhadap Penyakit

Penyakit blas yang disebabkan oleh cendawan Pyricularia grisea (Cooke) Sacc. (Rossman et al. 1990) merupakan salah satu masalah utama dalam budidaya padi, terutama pada pertanaman padi gogo.  Penyakit blas menyerang tanaman padi mulai dari tanaman muda sampai pada pengisian bulir padi.  Gejala penyakit blas dapat muncul pada daun, buku batang, dan leher malai.  Secara umum ada dua jenis serangan blas yaitu blas daun yang menyerang tanaman pada fase vegetatif dan blas leher malai yang menyerang pada awal pembungaan (Bonman 1992).

Serangan yang serius pada fase vegetatif dapat menyebabkan matinya tanaman dan pada fase generatif dapat menyebabkan patahnya leher malai dan bulir padi yang hampa (Ou 1985).  Pada varietas yang rentan seperti PB36 dan PB50, serangan blas leher mencapai 90% dan kehilangan hasil pada varietas rentan Bicol dapat mencapai 50-90% (Amir dan Kardin 1991).

Ketahanan tanaman padi terhadap penyakit blas dipengaruhi oleh adanya gen ketahanan pada tanaman inang, patogenesitas cendawan P. grisea dan faktor lingkungan (Ou 1985).

Penyakit blas yang biasanya menyerang tanaman padi lahan kering (gogo), dilaporkan Amir et all. (2000) juga menyerang pertanaman padi sawah. Varietas padi sawah IR64 dan Gilirang menunjukkan reaksi rentan terhadap penyakit blas. Dalam interpretasi lain, tanaman padi pada kondisi lahan kering (gogo) memang memiliki kandungan silika yang lebih rendah dibandingkan pada lahan sawah, karena ketersediaan silika pada lahan kering relatif lebih rendah dibandingkan pada lahan sawah.

Akibatnya, tanaman padi gogo lebih sering terkena penyakit blas dan penyakit tanaman lainnya. Munculnya blas di lahan sawah, diduga disebabkan oleh kandungan silika pada lahan sawah sudah mulai menurun, karena pengelolaan yang intensif sehingga kehilangan silikon tinggi (terdegradasi).

Hal ini menyebabkan tanaman padi di sawahpun dapat terkena penyakit blas, begitu pula penyakit-penyakit tanaman lainnya. Untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran penyakit blas pada padi sawah, maka perlu mendeteksi kemungkinan kahat Silika pada tanaman padi.

Seperti telah dikemukakan sebelumnya, tanaman cukup Silika memiliki lapisan epidermis yang kuat yang dapat meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap serangan penyakit. Pengaruh pemberian silika (1,8 ton kalsiumsilika) dan pupuk N bertingkat terhadap tingkat serangan penyakit blast disajikan pada Tabel Serangan penyakit blast daun dan blas leher meningkat dengan pemberian pupuk N apabila silika tidak diberikan.

Pengaruh Pemberian Si dan N bertingkat pada Serangan Penyakit Blas pada Tanaman Padi di Jepang Timur Laut

Tingkatan N
(kg N/Ha)
Tingkatan Infeksi Blas Kadar SiO2 daun (%)
pada fase Berbunga
Kadar N Daun (%)
pada fase Berbunga
– Si + Si – Si + Si – Si + Si
0 6,4 2,6 6,5 9,4 2,3 2,26
36 9,5 1,7 4,5 9,2 2,38 2,14
72 16,7 2,6 3,9 7,9 2,40 2,39
108 19,3 5,0 3,3 7,8 2,73 2,24

Sumber : Ohyama (1985) dalam Makarim (2007)

Dengan pemberian silika, serangan blast menurun drastis.  Ini membuktikan bahwa hara N membuat daun lebih lemah (succulent) sehingga rentan terhadap serangan penyakit seperti blast, sedangkan pemberian silika dapat meningkatkan konsentrasi silika pada daun ataumelindungi daun sehingga lebih kuat dan serangan blast menurun. Penyakit lainnya seperti busuk batang pada padi berkurang dengan pemberian silika sudah lama dilaporkan (Yoshii et al. 1958).

Sumber: Makarim, AK, E. Suhartatik, A. Kartohardjono. 2007. Silikon: Hara Penting pada Sitem Produksi Padi. Iptek Tanaman Pangan Vol. 2 No. 2 2007

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *