Silika Sangat diperlukan oleh Tanaman Padi, Ini Alasannya

Unsur hara Silika berperan penting dalam tanaman padi, dan Silika kini perlu diperhitungkan kembali sebagai salah satu hara yang harus masuk daftar prioritas nutrisi diaplikasika pada tanaman padi. Tulisan ini masih melanjutkan kutipan dari jurnal yang ditulis Makarim el. All (2007) pada jurnal “Silikon: Hara Penting pada Sistem Produksi Padi”.

Makarim et. All (2007) menyebutkan peran Silika dalam meningkatkan produktivitas padi dengan cara :

  1. Membaiknya sistem fotosintesis karena daun yang terlapisi silikat lebih tegak tidak terkulai; serta daya serap akar lebih baik terhadap hara, sedangkan kelebihan besi (Fe), aluminum (Al), dan mangan (Mn) yang sering menghambat perkembangan akar dapat dikurangi.
  2. Silika dapat melindungi permukaan jaringan tanaman sehingga tanaman lebih tahan terhadap penyakit, hama, dan kekeringan dengan cara mengurangi evaporasi berlebihan. Ini memungkinkan penggunaan pestisida dapat dikurangi, sebagian atau seluruhnya disubstitusi dengan silikat sehingga sistem budi daya padi lebih ramah lingkungan.
  3. Meningkatkan kualitas gabah/beras, silikat melindungi kulit gabah sejak perkembangannya (fase bunga, matang susu, hinggamatang) dari hama penghisap dan jamur jelaga sehingga gabah tetap bersih dan berisi.

Seperti yang dilaporkan oleh (1987) dalam Makarim, et all (2007), neraca hara silika pada pertanaman padi sebanyak 5,0 ton GKG/ha di Jepang sebagai berikut:

Neraca Hara Silika pada Tanaman Padi di Jepang

Jumlah Silika (kg SiO2/Ha)
Silika ke luar sistem
   * Si terserap tanaman 995
Silika masuk ke dalam sistem
   * Si dari pupuk 140
   * Si dari kompos 100
   * Si dari air irigasi 291
   * Si asal tanah (terkuras 564

Sumber: Yakabe (1987) dalam Makarim (2003): Silikon, Hara Penting Tanaman Padi

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa kandungan silika pada lahan sawah cenderung negatif, karena tanah sawah secara terus-menerus mengeluarkan silika untuk mempertahankan pertumbuhan tanaman padi tetapi input Silika tidak ada.

Menyadari hal tersebut, maka harus ada masukan (input) unsur hara silika ke dalam tanah agar terjadi keseimbangan.  Apabila tanah sawah tidak cukup persediaan silikanya maka akan terjadi defisiensi hara dan pada akhirnya lahan tidak produktif dan tanaman tidak tumbuh optimal.

Penan Penting Silika pada Tanaman Padi

Silika mempunyai peranan penting untuk tanaman padi, selain juga pada tanaman tebu, jagung dan tanaman lain yang bersifat akumulator silika.  Peranan Silika dalam tanaman padi adalah :

  1. Meningkatkan hasil produksi tanaman, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit;
  2. Meningkatkan efisiensi dan translokasi hasil fotosintesis;
  3. Memperkuat akar tanaman serta meningkatkan root oxidizing power yang dapat meningkatkan ketahanan terhadap keracunan Fe, Al, dan Mn;
  4. Diprediksi dapat menurunkan penggunaan pupuk fosfat dan urea hingga lebih dari 50 % dosis standar;
  5. Memperkuat batang tanaman sehingga dapat mengurangi kerobohan;
  6. Menekan laju transpirasi sehingga efisien dalam menggunakan air dan lebih tahan terhadap kekeringan;
  7. Menetralkan pH tanah di Indonesia yang cenderung bersifat asam karena pemberian urea dan pestisida.

Kebutuhan Hara Silika Pada Tanaman Padi

Sumber Silika diantaranya adalah air dari irigasi.  Banyaknya Silika dari air irigasi menentukan perlu/tidaknya pemberian Silika untuk tanaman padi.  Sebagai gambaran, dari 380 contoh air sungai di Jepang konsentrasi SiO2 rata-rata 21,6 ppm; terendah 4,1 ppm dan tertinggi 61,5 ppm.

Apabila jumlah air irigasi untuk pertanaman padi diperlukan sebanyak 14.000 ton/ha/musim maka jumlah silikat yang masuk ke dalam sistem rata-rata adalah 302 kg SiO2/ha.

Berdasarkan perhitungan neraca seperti di atas,maka untuk padi gogo dan padi sawah tadah hujan yang tidak menerima air irigasi atau Silika dari air irigasi, maka pengurasan Silika akan lebih besar lagi. Oleh karena itu tanaman padi gogo dan padi sawah tadah hujan lebih berpeluang kahat silikat dibandingkan padi sawah, serta tanamannya lebih rentan terserang hama dan penyakit, terutama blas.

Makarim menyebutkan untuk lahan sawah optimal (sawah irigasi) nutrisi silika diformulasikan mengandung SiO2 20-22%; P2O5 10-12%; dan dosis pemberiannya sebanyak 200 kg/ha.

Untuk lahan padi lainnya seperti sawah tadah hujan, lahan kering dan lahan rawa pasang surut formulasi nutrisi silika mengandung SiO2 24-26%; P2O5 10-12%; dengan dosis pemberiannya sebanyak 200 kg/ha.

Mengingat peran silika pada tanaman padi hingga perlu ditindaklanjuti dengan aplikasi di lahan pertanian sawah agar mampu mendukung peningkatan produksi padi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *