Kipahit, Tanaman Pengganggu (Gulma) yang Banyak Membantu Petani

Kipahit, Tanaman Pengganggu (Gulma) yang Banyak Membantu Petani

Pada post sebelumnya mengenai “Cara Membuat Compost Tea Ala Bunkai” disebutkan bahwa salah satu komponen dalam pembuatan compost tea adalah tanaman kipahit.

Baca Lengkapnya Cara Membuat Compost Tea Ala Bunkai di SINI.

Kipahit adalah tanaman dengan kandungan nitrogen yang cukup besar.nomer dua setelah lamtoro ,dan masih diatas tanaman kacang kacangan nilai N-nya bervariasi berdasarkan tempat tumbuhnya.

Kipahit juga mengandung unsur P dan K terlarut yang lumayan tinggi, ditambah dengan kandungan mikro Ca, Mg, Zn dan lainnya yang belum diketahui, termasuk diantaranya sebagai bahan untuk Insektisida Nabati.

Apa itu Tanaman Kipahit

Menurut Wikipedia Kipait, bunga bulan atau paitan (Tithonia diversifolia) adalah sejenis tumbuhan yang berbentuk seperti bunga matahari yang kelopaknya berwarna kuning dan inti bunga berwarna jingga.

Bunga ini disebut juga sebagai Mexican sunflower atau bunga matahari Meksiko karena berasal dari Meksiko dan menyebar ke negara-negara tropika basah dan subtropika di Amerika Selatan, Asia, dan Afrika.

Paitan termasuk kedalam famili Asteraceae. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada tanah yang kurang subur, yang sering ditemui di semak di pinggir jalan, lereng-lereng tebing atau sebagai gulma di sekitar lahan pertanian. Adaptasi tumbuhan paitan cukup luas, berkisar antara 2-1.000 m di atas permukaan laut.

Beragam Manfaat Kipahit

Manfaat paitan sebagai berikut:

  1. Suplemen pupukan organik, untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman.
  2. Mengurangi polutan dan menurunkan tingkat jerap P, Al, dan Fe aktif.
  3. Bahan Pupuk organik, mampu meningkatkan bobot segar tanaman karena mudah terdekomposisi dan dapat menyediakan nitrogen dan unsur hara lainnya bagi tanaman. Keunggulan serasah paitan sebagai pupuk organik adalah cepat terdekomposisi dan melepaskan unsur N, P, dan K tersedia. Aplikasi pupuk organik asal paitan meningkatkan produktivitas tanaman kedelai, padi, tomat,okra, dan dilaporkan sebagai sumber unsur hara utama pada tanaman jagung di Kenya, Malawi, dan Zimbabwe.
  4. Menurunkan kadar glukosa dalam darah sehingga sangat bermanfaat bagi penderita diabetes/kencing manis. Oleh karena itu, Kipait disebut juga sebagai tanaman insulin.
  5. Mengobati gatal-gatal dan kudis, dengan cara merebus daun kipait kemudian air digunkan air mandi, sedangkan daun sisa digosokan pada area yang gatal[4].
  6. Mengoksidasi kulit sel bakteri, maksudnya kipait dapat dijadikan sebagai bakterisida dikarenakan mengandung senyawa ‘Picrassane quassioniod.’
  7. Mencegah tumbuhnya parasit jamur, kandungan 4-methilaten picrasane tipe quassinoid, janicins H, I dan J pada daun memberikan efek jamur sulit untuk bertahan hidup.
  8. Bahan uji dosis perendaman telur ikan mas

Akar Kipahit Sebagai Reaktor Pupuk Organik dan Zat Pengatur Tumbuh

Di perakaran titonia ternyata hidup jutaan cendawan dan bakteri pelarut kalium dan fospat. Sebut saja bakteri kelompok Azotobacter sp dan Azospirillum sp. Mahluk supermini itu melarutkan kalium dan fospat yang umumnya mengendap dalam tanah serta menambat nitrogen dari udara.

Itulah akar tanaman kipahit (Tithonia diversifolia )yang dulu dianggap gulma.

Belakangan terungkap bakteri di zona perakaran titonia juga menghasilkan fitohormon seperti auksin, giberelin, dan sitokinin. Akar tithonia juga terinfeksi cendawan mikoriza yang mampu memperluas zona perakaran. Mikoriza ibarat penambang hara sehingga tanaman efektif menyerap hara.

Hasil pengujian dari Universitas Andalas, Sumatra Utara menunjukan titonia tak sekadar pupuk hijau biasa. Anggota keluarga kenikir-kenikiran itu mengalahkan pupuk hijau dari keluarga legum yang kaya rhizobium bakteri penambat N. Selama ini keluarga legum disebut pupuk hijau terbaik. Kini tithonia—dengan mikoriza, azospirillum, dan azotobacter—lebih unggul karena menyediakan nitrogen, kalium, fosfat plus fitohormon sekaligus.

Penelitian di Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, juga menunjukkan tithonia lebih baik ketimbang pupuk kandang kotoran sapi dan kotoran ayam. Bahkan kipahit itu lebih unggul dari 100% pupuk pabrik.

Kombinasi 4 ton kompos tithonia, 2 ton kapur, dan 50% pupuk pabrik—yang biasa dipakai petani jagung—menghasilkan panen 9,8 ton biji/ha. Sementara tanpa titonia dengan 100% pupuk pabrik hanya 9,6 ton biji per ha. Artinya titonia mampu menghemat 50% pupuk pabrik tanpa mengurangi hasil.

Efektifkah Penggunaan Kipahit?

Hanya saja untuk mencari dan dan mengolah 4 ton itu bukan perkara mudah. Oleh karena itu dalam pembuatan compost tea hanya digunakan sedikit saja.

Karena keunggulannya Kipahit, diusahakan petani untuk mulai menanam sebagai pagar di sekeliling kebun atau pagar lorong di antara guludan. Dengan luasan titonia 1/5 dari luas kebun dapat memasok pupuk untuk 4/5 kebun yang diusahakan. Sebagai contoh pada lahan seluas 1 ha ditanam pagar titonia seluas 2.000 m2.

Dari lahan seluas itu dapat dipanen 30—35 ton tithonia segar dalam setahun atau setara 6—7 ton bahan kering. Karena pertumbuhan tunas cepat, ia dapat dipanen bertahap setiap 2 bulan untuk dibuat kompos. Bahan organik itu setara 185 kg nitrogen, 20 kg posfat, dan 186 kg kalium. Jumlah nitrogen itu jelas lebih tinggi dari dosis rekomendasi pupuk urea pada jagung sebesar 300 kg urea/ha atau setara 138 kg nitrogen.

Kipahit sebagai Pupuk Organik

Selain bahan untuk membuat compst tea versi Bunkai, dapat dicoba juga kipahit untuk pupuk organik cair dan padatan dengan cara di fermentasi. SOP membuat KIPAHIT fermentasi adalah sebagai berikut:

Bahan:

  1. 1 karung cincangan daun kipahit
  2. 25 liter air kelapa
  3. 1 kg gula pasir/gula merah
  4. 3-5 botol yakult
  5. 50 liter air bersih

Cara Pembuatan:

  1. Masukan semua bahan kedalam gentong 150 liter,aduk rata.tutup rapat.
  2. Setiap hari jangan lupa diaduk,kirakira 5 menitan.
  3. Proses ini selama 14 hari..
  4. Saring adukan.airnya buat kocor/hidro,ampasnya buat kompos.

Tanpa fermentasi buatan

Cincangan daun kipahit masukan ke polibag,lahan,atau pot..tutup pake tanah.biarkan seminggu ,baru ditanami.

Pengalaman Petani Menggunakan Kipahit

Pengalaman petani yang sudah 2 tahun menggunakan kipahit. Di lahan konvensional seluas 1000 m, ditanam terong ungu 1500 pohon.

Hasilnya? Terong jauh lebih berat dan besar (rata rata 500gr/buah ) dengan pencapaian 1 kg/buah…

Di hidroponik, sudah digunakan pada 600 selada pake kipahit fermentasi,dan 600 selada pake ABmix..hasilnya ? Keduanya tumbuh dengan subur n sehat…

Sampai hari ini, masih terus diselidiki tentang kipahit, baik melalui literatur, tuturan,maupun praktek langsung.

Kipahit sangat menarik ! Dia bisa berfungsi juga sebagai pestisida dan repellent/penolak virus, juga obat diabetes. Luar biasa dan misterius !!!

Tuhan menciptakannya untuk kebaikan kita semua, tinggal kita yang mengolah dan mengelolanya sebagai wujud rasa syukur kita….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *