Mengurangi Volume semprot, Penggunaan Pestisida berkurang?

Mengurangi Volume semprot, Penggunaan Pestisida berkurang?

Bagaimana jika penyemprotan terlalu banyak, sedangkan kapasitas tanaman menampung butiran semprot terbatas? 

Maka yang akan terjadi adalah cairan pestisida yang disemprotkan akan menetes dari daun dan terbuang percuma.  Pada akhirnya pestisida terbuang, pencemari tanah, dan terjadi pemborosan biaya. Menyemprot tidak harus basah kuyup, cukup tertutupi butiran semprot.

Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Bapak Panut Djojosumarto, petani di Dieng (juga Garut dan Pangalengan) biasa menyemprot kentang menggunakan power sprayer dengan volume semprot sekitar 8 drum per hektar (bahkan ada yg lebih). Ini terlalu banyak, karena kentang cukup disemprot dengan 600 – 900 liter/ha.

Ada beberapa cara menurunkan volume semprot, antara lain dengan menurunkan flow rate (output) nozzle. Karena dengan itu tidak perlu merubah kebiasaan petani menyemprot.

Power sprayer San Cin memiliki nozzle yg lubang platnya berdiameter 2 mm. Maka kami putuskan utk membuat plat nozzle dng diameter lubang 0,8 mm. Dengan plat berdiameter 0,8 mm itu, tanpa merubah cara petani menyemprot, akan menghasilkan volume semprot sekitar 5 drum/ha.

Bila pada setiap drum dimasukkan insektisida dan fungisida (entah berapa macam) dan setiap musim petani menyemprot 15 kali, maka uang yg dapat dihemat dari penurunan volume semprot dapat dilihat pada tabel berikut.

Apakah Mengurangi Volume semprot, Penggunaan Pestisida berkurang?

Volume semprot dikurangi maka penggunaan pestisida tidak akan berkurang. Apakah ini tidak berpengaruh terhadap penekanan Hama dan penyakitnya?

Jika ukuran dosis yang di gunakan tentu akan berkurang apabila konsentrasi tidak dinaikan.

Hal ini tergantung takaran yg digunakan. Kalau kita mengacu pada ukuran konsentrasi (ml/liter) maka akan mengikuti volume semprot. Jika menggunakan ukuran dosis (liter atau kg pestisida per hektar) memang berkurang.  Akan tetapi dikarenakan dosis awal yang digunakan petani memang sudah terlalu tinggi.

Jadi tidak berpengaruh, penyemprotan pestisida tetap efektif meski partikel air campur pestisida yang keluar dari nozzle kayak kabut/fogging. Bisa dilihat pada penggunaan mist blower atau fogging.

Sumber: FB Account Panut Djojosumarto posting tanggal 31.01.2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *