Tingkatkan Hasil Panen Anda: 3 Jenis Pupuk Terbaik untuk Menambah Bobot Padi!

Tingkatkan Hasil Panen Anda: 3 Jenis Pupuk Terbaik untuk Menambah Bobot Padi!

Apakah Anda seorang petani yang selalu berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas panen padi Anda?

Mencapai hasil panen yang melimpah bukanlah tugas yang mudah. Berbagai faktor seperti kondisi tanah, cuaca, hama, dan nutrisi tanaman berperan penting dalam menentukan kesuksesan panen.

Salah satu aspek krusial yang seringkali menjadi kendala bagi petani adalah memastikan padi mendapatkan nutrisi yang cukup selama masa generatif, yaitu masa pengisian bulir.

BACA JUGA: Tingkatkan Hasil Panen dengan Teknologi Hibrid Fungisida Difenokonazol + Biostimulan

Kekurangan nutrisi pada fase ini dapat mengakibatkan bulir padi yang tidak berkembang dengan baik, sehingga mengurangi bobot dan kualitas panen secara signifikan.

Berikut tiga jenis pupuk yang telah terbukti mampu meningkatkan bobot padi sehingga memberikan hasil panen yang lebih melimpah, yang dikutip dari channel youtube North Kaliwangan TV.

Mari kita ulas satu per satu.

Pupuk MKP (Mono Kalium Fosfat)

Pupuk MKP mengandung kadar fosfat (52%) dan kalium (34%) yang tinggi, menjadikannya pilihan yang tepat untuk disemprotkan pada tanaman padi saat masa pengisian bulir. Fosfat berperan penting dalam pembentukan akar dan bunga, sedangkan kalium meningkatkan kualitas bulir padi, membuatnya lebih padat dan berisi.

Pupuk Gandasil B

Didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan tanaman pada masa generatif, Gandasil B mengandung fosfor (20%) dan kalium (30%). Komposisi ini sangat efektif untuk meningkatkan bobot dan kualitas padi. Gandasil B lebih diutamakan untuk fase kritis pengisian bulir.

Pupuk KNO3 (Potasium Nitrat)

Pupuk ini merupakan kombinasi ideal dari kalium (45-46%) dan nitrogen (13%), yang mendukung proses pematangan buah secara optimal. Kandungan kalium yang tinggi berkontribusi pada peningkatan bobot bulir, sedangkan nitrogen membantu pertumbuhan vegetatif tanaman. Bersifat netral, pupuk ini cocok untuk aplikasi pada tanah dengan pH asam.

Kombinasi ketiga jenis pupuk ini menciptakan sinergi nutrisi yang lengkap, tidak hanya meningkatkan bobot padi tapi juga memaksimalkan hasil panen secara keseluruhan. Aplikasi pupuk dilakukan pada saat padi bunting dan pengisian bulir, setelah fase penyerbukan, untuk memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya pada waktu yang tepat.

Nah bagi petani yang ingin meningkatkan produktivitas padi, mengoptimalkan hasil panen bukanlah hal yang mustahil.

Selamat mencoba!

Author: NutaniMan ~ Nutaniman is a man behind nutani blog. Saya telah pengalaman lebih dari 15 tahun bekerja pada industri agrokimia, ini adalah cara saya membagikan apa yang saya ketahui yang terkait dengan tani, pertanian, bisnis pertanian, dan hal lain yang berkaitan dengan dunia petani. Selengkapnya Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

<