Begini Cara Mengendalikan Sundep pada Padi

Begini Cara Mengendalikan Sundep pada Padi

Sundep atau penyakit daun bercak merah pada padi merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh petani padi di berbagai daerah. Sundep dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan karena dapat mengurangi hasil panen padi. Oleh karena itu, penting bagi petani padi untuk mengenal dan mengendalikan sundep secara efektif untuk memastikan keberhasilan panen mereka.

Baca Juga: Mungkinkah Inilah Rahasia Panen Padi Melimpah? Temukan Dosis Optimal Fungisida Filia 525 SE Untuk Tanaman Padi Anda

Gambar Penyakit Sundep pada Padi

Faktor Penyebab Sundep pada Padi

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya sundep pada padi, di antaranya:

  • Kelembaban tinggi
  • Penyebaran penyakit oleh hama atau serangga
  • Penggunaan varietas padi yang rentan terhadap penyakit sundep
  • Praktik pengelolaan lahan yang buruk
  • Kualitas benih yang tidak baik

Cara Mengendalikan Sundep pada Padi

Untuk mengendalikan sundep pada padi, diperlukan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis pada prinsip pengendalian hayati, budaya, kimia, dan pengelolaan nutrisi.

Berikut adalah beberapa langkah pengendalian hama sundep / beluk yang dapat diambil:

  1. Pengamatan dan Identifikasi Hama – Penting untuk melakukan pengamatan secara rutin terhadap tanaman padi guna mengidentifikasi adanya serangan hama sundep / beluk. Petani perlu memahami ciri-ciri serangan hama ini, seperti adanya lubang di batang padi, serbuk gergaji, serta kotoran hama yang terlihat sebagai tanda-tanda serangan sundep / beluk. Dengan mengenali hama ini secara dini, petani dapat mengambil tindakan pengendalian yang tepat.
  2. Pengendalian Mekanik – Salah satu cara pengendalian hama sundep / beluk yang efektif adalah dengan pengendalian mekanik. Petani dapat melakukan pemotongan dan penghancuran bagian batang yang terinfeksi hama ini. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pisau atau alat tajam lainnya untuk menghilangkan larva hama yang berada di dalam batang padi. Bagian yang terinfeksi harus segera dibuang dan dimusnahkan untuk mencegah penyebaran hama ke tanaman lainnya.
  3. Penggunaan Pestisida Nabati – Pestisida nabati dapat menjadi alternatif pengendalian hama sundep / beluk yang ramah lingkungan. Beberapa jenis pestisida nabati yang dapat digunakan antara lain adalah ekstrak daun mimba, ekstrak bawang putih, atau ekstrak daun pepaya. Pestisida nabati ini dapat digunakan dengan cara penyemprotan pada tanaman padi yang terinfeksi hama sundep / beluk. Namun, perlu diingat untuk mengikuti dosis yang dianjurkan dan menggunakan pestisida nabati yang telah terdaftar dan diizinkan oleh otoritas yang berwenang.
  4. Penggunaan Varietas Tahan Hama – Pilihan varietas padi yang tahan terhadap serangan hama sundep / beluk juga dapat menjadi langkah pengendalian yang efektif. Beberapa varietas padi telah dikembangkan dengan ketahanan terhadap hama ini, dan petani dapat memilih varietas padi yang sesuai dengan kondisi dan lingkungan pertanian mereka. Penggunaan varietas tahan hama dapat mengurangi risiko serangan hama sundep / beluk dan meminimalkan penggunaan pestisida kimia.
  5. Kebersihan Lahan dan Pengelolaan Tanaman – Mengelola lahan secara bersih dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar tanaman padi juga penting dalam pengendalian hama sundep / beluk. Petani perlu menjaga kebersihan lahan dari gulma dan sisa-sisa tanaman yang dapat menjadi tempat persembunyian hama sundep / beluk. Selain itu, pengelolaan tanaman padi yang baik, seperti pemupukan yang seimbang dan penyiraman yang cukup, juga dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama sundep / beluk.
  6. Pengendalian Hayati – Penggunaan agen pengendalian hayati, seperti predator atau parasitoid alami, juga dapat menjadi alternatif pengendalian hama sundep / beluk. Beberapa jenis serangga seperti kepik, laba-laba, atau parasitoid seperti Trichogramma sp. dapat digunakan untuk mengendalikan populasi hama sundep / beluk secara alami. Pengendalian hayati ini merupakan metode yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi penggunaan pestisida kimia.
  7. Rotasi Tanaman – Rotasi tanaman adalah langkah pengendalian hama sundep / beluk yang dapat dilakukan dengan cara mengganti jenis tanaman padi pada suatu lahan dengan tanaman non-padi atau tanaman yang tidak menjadi inang hama tersebut. Hal ini dapat mengganggu siklus hidup hama sundep / beluk dan mengurangi risiko serangan pada tanaman padi.

Demikianlah beberapa langkah pengendalian hama sundep / beluk (penggerek batang padi) yang dapat diambil oleh petani. Kombinasi dari beberapa metode pengendalian yang sesuai dengan kondisi pertanian dapat membantu mengurangi kerugian akibat serangan hama sundep / beluk dan menjaga keberlanjutan produksi padi yang sehat.

Author: Roup Purohim~ Nutaniman yang telah pengalaman lebih dari 15 tahun bekerja pada industri agrokimia, ini adalah cara saya membagikan apa yang saya ketahui yang terkait dengan tani, pertanian, bisnis pertanian, dan hal lain yang berkaitan dengan dunia petani. Selengkapnya Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

<