Apa Perbedaan Dekomposer Bunkai dan Compost Tea

Apa Perbedaan Dekomposer Bunkai dan Compost Tea

Tidak dipungkiri dalam perawatan tanaman, kita selalu perang dengan mikroba patogen. Artinya bahwa mikroba itu memang ada dan selalu ada dilahan.

Sebagian orang berpendapat ” ngapain sibuk sibuk suplai mikroba, toh dialam sudah banyak”. Betul pendapat ini tapi juga kurang tepat. Mikroba lokal ada yang baik ada yang jahat dan semua mereka mudah mati dengan bahan aktif.

Mikroba baik sangat kuat menghajar mikroba jelek cuman populasi mereka lambat. Mikroba jelek populasinya sangat cepat. Maka dengan aktifitas bahan aktif pestisida, mikroba negatif lebih sering muncul dan kuat karena populasinya cepat dan cepat pula menyebar.

Oleh karenanya perlu aplikasi mikroba positif pada lahan untuk percepatan populasi positif.

Kebanyakan semua mikroba merebutkan wilayah untuk menguasai makanan. Karbohidrat dan gula tanaman yang paling disukai mereka.

Saat tumbuhan muda/vegetatif, mikroba jelek sudah datang dan berada di sekitar tanaman bahkan juga sudah hinggap pada tanaman hanya saja aktifitasnya kurang terlihat karena tanaman muda belum mempunyai banyak karbohidrat dan gula.

Saat generatip saat semuanya tersedia, maka mereka langsung muncul dan seolah olah langsung menyebar dan menguasai lahan. Kita pun kelimpungan.

Oleh karenanya, aplikasi penyebaran mikroba BUNKAI/CT sebaiknya dilakukan gencar saat olah lahan – saat tanaman muda agar mereka bisa menekan patogen yang sudah siap siaga dilahan. Rutin semprot lahan diawal bisa meringankan beban kerja di akhir.

Baca juga : Cara Membuat Pupuk Kompos Organik dari Sampah Rumah Tangga Dengan Dekomposer Bunkai

Apa itu Compos Tea

Kompos teh/Compost tea/CT merupakan metode ekstrasi cair kompos/manur/bokasih yang terfermentasi sempurna dg tujuan utk mengambil sari pati/nutrisi yang ada pada kompos/bokasih dan memperkuat bakteri decomposer sekaligus menyediakan nutrisi.

Compost tea sangat kaya dg nutrisi dan bakteri menguntungkan dalam satu aplikasi Compost tea mampu mengefisiensikan dan mengefektifkan pemupukan serta sekaligus menjaga tanaman dari gangguan phatogen

Konsep compost tea adalah memberikan nutrisi secara langsung ke tanaman, tanah dan microba lokal secara masif tanah sehingga tanah menjadi subur. 

Compost tea menggunakan microba lokal yaitu Dekomposer Bunkai.  Bunkai bisa lgsg aplikasi ke tanaman, kocor atau spray.  Dosis ajuran penggunaan bunkai adalah 2-5ml/ltr air.  Namun aplikasi terbaik bunkai adalah dengan dibuat compost tea terlebih dahulu.

Dekomposer pupuk organik bunkai

Keunggulan Metode Compost Tea

Dengan microba decomposer aerob Bunkai, compost tea menggunakan tehnologi aerobic.  Hanya memerlukan waktu 24 jam.  Sehingga dengan begitu semakin hari semakin subur tanah pertanian kita. Proses penguraiannya menjadi singkat dan efektif.

Compost tea memiliki keunggulan dalam satu aplikasi mampu :

  1. Menyuburkan tanah
  2. Menyediakan nutrisi yg berlimpah,tersedia dan terukur
  3. Meningkatkan serapan nutrisi pada tanaman 3-4 kali dri biasanya
  4. Anti dormansi
  5. Anti phatogen tanah
  6. Meningkatkan Vigor
  7. Meningkatkan anti bodi / sistem pertahanan tanaman terhadap HPT
  8. Menjaga keseimbangan ekosistem tanah
  9. Top up produksi/panen

Tips Ampuh Teknik Penyebaran Mikroba BUNKAI/CT.

Mikroba patogen pasti sudah ada dilahan pertanian kita. Apalagi musim hujan extrim ini pH tanah, pH permukaan tanah hampir dipastikan turun dibawah 7. Apalagi saat malam. 

Pada saat itu taburkan DOLOMIT atau kapur di seluruh permukaan tanah lahan.

Setelah 3-4 hari, setelah kapur bereaksi menaikan pH permukaan, walhasil patogen yang takut dengan pH 6-7 akan melemah atau dorman atau minggat pergi tanpa pesan.

Nah saat itulah saat yang bagus tuk menyebarkan BUNKAI / CT via dengan cara disprai ke lahan secara rata. Dosis semakin pekat semakin baik. Aplikasikan rutin 2 hari sekali.

Dengan cara seperti itu diharapkan pada saat fase generatif, semuanya terasa mudah. Hama berkurang, patogen pun jinak.

Study Kasus Penggunaan Bunkai pada Tanaman Bawang

Metode bunkaination pada Bawang merah yang di aplikasikan sama petani Tulung agung dari awal sampai akhir.

  • Dasaran Bunkai sama TSP
  • Setelah tanam 7 hari sekali kocor CT (compos tea)
  • 30 HST selang seling CT vegetatif dan generatif 3 hari sekali
  • 40 HST CT generatif di mix MKP, ZK kocor 3 hari sekali plus sulfur silika
  • 50 HST Booster brix kocor campur CT generatif

Sumber dan credit:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *