Inilah Fungisida Difenokonazol Pengendali Penyakit Tanaman yang Efektif

Inilah Fungisida Difenokonazol Pengendali Penyakit Tanaman yang Efektif

Fungisida Score merupakan solusi efektif untuk mengendalikan penyakit pada berbagai jenis tanaman seperti apel, bawang merah, cabai, kentang, padi, dan banyak lagi.

Dengan kandungan bahan aktif difenokonazol sebanyak 250 g/l, fungisida ini terbukti efektif dalam mengendalikan penyakit tanaman dan meningkatkan hasil panen.

Baca Juga: Pengaruh Difenokonazol dan Ziram Terhadap Produksi Padi Sawah

Fungisida Score untuk Penyakit Apa Saja?

Fungisida Score efektif dalam mengendalikan berbagai penyakit tanaman seperti tepung pada apel, bercak ungu pada bawang merah dan putih, bercak daun pada cabai dan kacang panjang, hawar daun pada jagung, tepung pada jeruk, bercak kering pada kedelai dan kentang, antraknosa pada mangga, busuk batang pada padi, serta berbagai penyakit lainnya.

Apa yang Dimaksud Difenokonazol?

Difenokonazol adalah bahan aktif yang terdapat dalam fungisida Score. Bahan ini merupakan fungisida sistemik berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan. Difenokonazol berperan dalam mengendalikan pertumbuhan jamur penyebab penyakit tanaman, sehingga memastikan tanaman tetap sehat dan produktif.

Kapan Waktu Aplikasi Fungisida Difenokonazol

Difenokonazol diapikasikan pada saat padi bunting (45%) dan saat tanaman berbunga 75% (60 HST), dengan dosis 0.5 ml per liter air, atau setara 8-10 ml/tangki sprayer kapasitas 20 liter. Biasanya petani mengaplikasikan fungisida Difenokonazol sebanyak 250 ml pe hektar.

BACA JUGA : Waktu yang Tepat Penyemprotan Fungisida Score pada Tanaman Padi

Berapa Kali Aplikasi Fungisida Difenokonazol?

Fungisida Difenokonazol bisa diaplikan sebanyak 2 kali dalam semusim, yakni aplikasi pertama pada saat bunting (primordia) kurang lebih umur tanaman 45-50 HST dan aplikasi ke dua pada saat tanaman berbunga kurang lebih umur 60-65 HST.

Apakah Difenokonazol Menghambat Pertumbuhan?

Tidak, difenokonazol tidak menghambat pertumbuhan tanaman, Yang benar adalah difenokonazol memiliki mekanisme kerja yang mampu menghambat pertumbuhan jamur penyebab penyakit pada tanaman.

Dengan menghambat pertumbuhan jamur, difenokonazol membantu melindungi tanaman dari serangan penyakit dan memastikan hasil panen yang berkualitas.

Fungisida PROPUS PLUS Alternatif Terbaik untuk Fungisida Difenokonazol

PROPUS PLUS adalah fungisida difenokonazol yang dipadukan dengan tambahan nutrisi biostimulan DSP (Disodium Phosphit). Fungisida Propus Plus tidak hanya mampu mengendalikan penyakit tanaman juga mampu meningkatkan kualitas gabah (membuat gabah bening dan bersih) dan kualitas hasil panen dengan cara menambah bobot padi akibat dari pengisian gabah yang optimal karena efek nutrisi biostimulan DSP.

Dengan menggunakan fungisida PROPUS PLUS yang mengandung difenokonazol dan DSP sebagai bahan aktif, para petani dapat memastikan tanaman mereka terlindungi dari berbagai penyakit dan menghasilkan panen yang optimal.

Jadi, pilihlah fungisida PROPUS PLUS untuk menjaga kesehatan tanaman dan meningkatkan produktivitas sawah Anda.

Selamat Mencoba PROPUS PLUS!

Author: Roup Purohim~ Nutaniman is a man behind nutani blog. Saya telah pengalaman lebih dari 15 tahun bekerja pada industri agrokimia, ini adalah cara saya membagikan apa yang saya ketahui yang terkait dengan tani, pertanian, bisnis pertanian, dan hal lain yang berkaitan dengan dunia petani. Selengkapnya Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

<