Rahasia Terungkap! Cara Ampuh Meningkatkan Jumlah Anakan Padi Produktif

Rahasia Terungkap! Cara Ampuh Meningkatkan Jumlah Anakan Padi Produktif

Apakah Anda mengalami kesulitan dalam meningkatkan jumlah anakan padi yang produktif?

Anda tidak sendirian. Banyak petani menghadapi tantangan serupa dalam usaha mereka untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi.

Namun, ada kabar baik! Ada strategi strategi dan teknik tertentu yang jika diterapkan dengan benar, dapat secara signifikan meningkatkan jumlah anakan padi yang produktif.

BACA JUGA : Pengaruh Biostimulan PROPUS pada Tanaman: Manfaat dan Cara Penggunaannya

Cara Efektif Meningkatkan Produksi Anakan Padi untuk Hasil Maksimal

Terdapat tujuh cara efektif untuk memperbanyak anakan padi. Inilah kunci sukses untuk meningkatkan produktivitas di sawah Anda:

  1. Pemilihan Varietas Padi: Pilih varietas padi yang terkenal dengan kemampuannya menghasilkan banyak anakan, seperti IR-64, Inpari 32, Inpari 33, dan Inpari 45. Varietas ini tidak hanya produktif tetapi juga tahan terhadap berbagai jenis hama dan penyakit.

  2. Tanam Benih Muda: Menggunakan benih yang berumur 10-15 hari setelah semai akan mendorong pertumbuhan anakan yang lebih banyak. Ingat, satu sampai tiga batang benih per lubang tanam adalah yang ideal.

  3. Pengaturan Jarak Tanam: Praktikkan sistem tanam Jajar Legowo untuk memberi cukup ruang bagi akar dan anakan padi untuk berkembang.

  4. Tanam Benih Dangkal: Pastikan benih hanya ditanam pada kedalaman 2-3 cm untuk menghindari penghambatan perkembangan akar dan anakan.

  5. Pemberian Pupuk Sedini Mungkin: Pupuk Nitrogen dan SP-36 harus diberikan sesuai jadwal yang direkomendasikan untuk mendukung pembentukan daun dan anakan yang sehat.

  6. Pengairan Berselang (Intermiten): Kondisi tanah yang bergantian antara kering dan tergenang mendukung perkembangan anakan yang optimal.

  7. Pengendalian Hama dan Penyakit: Lakukan tindakan pencegahan dan pengendalian hama serta penyakit secara rutin untuk menjaga jumlah anakan tetap banyak.

Nutrisi Untuk Meningkatkan Anakan Padi Produktif

Selain tujuh cara tersebut, ada satu aspek penting lagi yang tidak boleh diabaikan, yaitu nutrisi.

Pemilihan pupuk yang tepat dan pemberian nutrisi yang sesuai tidak hanya mendukung pertumbuhan anakan yang sehat tetapi juga meningkatkan resistensi tanaman terhadap penyakit dan hama. Seimbangkan pemberian nitrogen untuk pertumbuhan vegetatif dengan fosfor dan kalium yang mendukung pembentukan akar dan perakaran yang kuat serta penyerapan air dan nutrisi yang efisien.

Dua produk yang disarankan biostimulan PROPUS dan pupuk ULTRADAP, merupakan solusi terbaik untuk memaksimalkan potensi anakan padi.

Apa itu PROPUS adalah biostimulan dengan bahan DSP (disodium phosphite) dengan kandungan unsur Phosfor (P203) yang lebih mudah disersap dibanding Phosfat yang konvensional, bekerja sebagai BOOSTER (stimulant) menjadikan gabah Bening dan Bersih (NINGSIH), meningkatkan produksi serta ketahanan terhadap penyakit.

Propus bukan hanya meningkatkan serapan unsur hara, namun juga memperkuat toleransi tanaman terhadap berbagai cekaman, baik itu dari faktor lingkungan maupun serangan penyakit.

Sementara pupuk ULTRADAP merupakan pupuk Mono Ammonium Phosphate berbentuk kristal yang mudah larut dalam air. Sehingga sangat mudah diaplikasikan dengan cara semprot maupun kocorkan. Dapat diaplikasikan lewat tanah dan daun. Sangat efektif dalam mendukung pertumbuhan akar, cabang, batang, hingga bunga padi, dari awal pertumbuhan hingga masa pembuahan.

Alasan Penggunaan PROPUS

Propus memilik tiga fungsi yaitu sebagai nutrisi, booster/stimulant dan proteksi penyakit tanaman, sebagai nutrisi phosfat mudah diserap atau diangkut dalam jaringan tanaman baik melalui xylem maupun floem, lebih baik dibanding dengan phosfat konvensional biasa yang ditabur ke tanah, namun mampu meningkatkan pengambilan unsut phosfat yang terdapat di dalam tanah.

Catatan: pupuk phosfat konvensional yang ditabur seperti Phonska atau lainnya yang ditabur ke tanah, memiliki kelemahan yaitu unsur P-nya besifat immobile (tidak bisa bergerak dalam tanah) sehingga susah diserap akar, lebih banyak diikat oleh matrix tanah, dan kebanyakan tercuci oleh air.

Artinya P yang diberikan (ditaburkan) lebih banyak terbuang daripada yang terserap akar. Ini tentu saja merugikan secara ekonomi dan efektifitas hasil yang diharapkan.

Sumber : The Phosphite Story: Agrichem plant nutrition solutions. www.agrichem.com.au

Pengaplikasian kedua produk ini dapat diaplikasikan sebanyak 2 kali ketika fase vegetatif, yaitu pada umur padi 10-15 HST dan 40-45 HST setelah penaburan pupuk urea dan NPK.

Dosis yang dipakai adalah Propus sebanyak 500 ml/ha dan Untradap sebanyak 2 – 4 sendok makan/tangki semprot atau 2 – 4 g/l air.

Penerapan strategi yang tepat ini tidak hanya akan meningkatkan jumlah anakan padi yang produktif, tetapi juga secara signifikan meningkatkan hasil panen secara keseluruhan

Selamat bertani, dan semoga panen Anda melimpah!

Author: NutaniMan ~ Nutaniman is a man behind nutani blog. Saya telah pengalaman lebih dari 15 tahun bekerja pada industri agrokimia, ini adalah cara saya membagikan apa yang saya ketahui yang terkait dengan tani, pertanian, bisnis pertanian, dan hal lain yang berkaitan dengan dunia petani. Selengkapnya Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

<