Bagaimana Cara Mengatasi Asem-aseman Pada Tanaman Padi

Bagaimana Cara Mengatasi Asem-aseman Pada Tanaman Padi

Penyakit pada tanaman padi itu bisa ditimbulkan oleh beberapa sebab antara lain oleh jamur, bakteri, virus, dan atau karena keadaan tanah itu sendiri.

Sering kita temui jika pada tanaman padi yang baru beberapa saat ditanam, tapi tiba-tiba daun terlihat mulai menguning seperti terbakar (klorosis). Pertumbuhannya kerdil (tidak mau tumbuh). Akar tampak coklat kekuninganKeseluruhan daun berwarna coklat dan berujung kematian pada jaringan batang serta akarnya.

Inilah yang dinamakan tanaman padi terjangkit yang biasa petani menyebutnya “asem-aseman”.

Kenapa Tanaman Padi Terserang Aseman?

Serangan asem-aseman biasanya muncul hampir tiap tahun pada musim tanam II, yaitu antara bulan maret-april pada umur 2-4 minggu setelah tanam terutama musim kemarau (juga bisa dimusim hujan).

Kejadian seperti ini akan semakin banyak dijumpai pada lahan sawah yang kandungan c-organiknya rendah, ditambah kebiasaan petani yang sering menggenangi sawahnya dengan tujuan untuk menekan pertumbuhan gulma terutaman saat tanaman masih di usia muda.

Pada lahan dengan drainase yang buruk akan dipastikan sangat mudah terjangkiti asem-aseman ini.  Jika kondisi tersebut dibiarkan maka jelas akan mengurangi suplai dan proses pertukaran oksigen di dalam tanah.

Asem-aseman juga terjadi karena proses perombakan/pelapukan bahan organik sisa jerami oleh mikroorganisme di lahan tersebut yang belum selesai.

Gejala Tanaman Padi Terserang Asem-aseman

Tanaman padi yang terkena serangan asem-aseman ditemukan gejala kerdil (tidak mau tumbuh), akarnya tampak coklat kekuningan, dan daun berwarna kecoklatan dan berujung kematian.

Kondisi tersebut jangan dianggap kondisi tanaman kekurangan unsur hara N (nitrogen). Jangan pula ditambahlah pemakaian pupuk urea yang mana bukannya daun menjadi hijau kembali, tapi malah akan semakin memperparah kondisi.

Karena penambahan urea akan membuat terjadinya penurunan pH, tanah menjadi semakin asam, akhirnya tanaman keracunan FE dan NA juga bisa timbul senyawa berbahaya seperti asam sulfat (H2SO4). Apalagi jika tanaman masih muda, bisa tambah makin parah jika dibarengi adanya serangan sundep (penggerek batang).

Bagaimana Cara Mengatasi Padi Tanah Asem-aseman

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi atau bisa mencegah terjadinya asem-aseman pada tanaman padi :

  • Perbaiki drainase lahan agar air segera dibuang air dan jangan dibiarkan terus menggenang. Atau bisa dibuat parit di sekeliling petakan lahan untuk memudahkan air terkumpul di pinggir.
  • Tunda waktu tanam sampai proses pelapukan sisa bahan organik selesai dengan sempurna, bisa tambahkan bahan pembedah tanah sebagai perombak berbahan mikroorganisme tangguh untuk mempercepat proses.
  • Jika memungkinkan tambahkan pupuk kompos/kohe yang sudah matang sempurna minimal 2 ton per hektar, agar ketersediaan hara tetap terjaga dan meningkatkan sediaan C-organik. sehingga memperbesar daya serap air dan meremajakan tanah, sekalian bisa mengurangi pemakaian urea.
  • Dianjurkan untuk menggunakan varietas yang lebih toleran tehadap asem-aseman seperti Kalimas, Sintanur, atau Membramo.

Pencegahan Tanaman Padi Terserang Asem-aseman

Asem-aseman adalah kondisi tanah yang memerlukan perlakuan special.  Kondisi tersebut akan sangat mudah bagi patogen (jamur dan bakteri dalam tanah) untuk berkembang biak. 

Pemberian kapur dolomit pada tanah pada saat pengolahan tanah. Dengen pemberian kapur diharapkan tanah akan didongkrak pH-nya sehingga akan sesuai dengan kondisi yang diharapkan tanaman padi untuk pertumbuhannya.

Penambahan dengan pupuk yang mengandung unsur mikro Zn sangat dianjurkan pada setiap pemupukan

Tambahkan pupuk yang mengandung unsur mikro Zn seperti ZnSO4 sebanyak 15-20 kg per hektar lahan. Jika sudah terlanjur muncul gejala asem-aseman, undur jadwal pemupukan dengan unsur N bisa 20 HST atau lebih.

Atau tambahkan fungisida Ziflo 76WG pada pemupukan. Karena penambahan Ziflo 76WG memberikan aksi yang berlipat, selain penambah unsur Zn juga mengendalikan patogen pada tanah.

Cara Praktis Pencegahan Tanaman Padi Terserang Asem-aseman

Karena tanaman padi yang terkena asem-aseman memiliki masalah dengan akar, maka cara praktis dalam pencegahan sekaligus pengendalian asem-aseman adalah sebagai berikut:

  1. Pada saat pemupukan pertama campurkan fungisida Ziflo 76WG sebanyak 1 kilogram per 1 kwintal pupuk yang digunakan.  Sebagai contoh jika pemupukan pertama akan menggunakan 3 kwintal pupuk, maka masukan minimal 3 bungkus fungisida Ziflo 76WG (1 bungkus kemasan = 800 gr).  Aduk merata Bersama pupuk dan taburkan ke lahan.
  2. Pada saat penyemprotan, lakukan penyemprotan dengan menggunakan fungisida Ziflo 76WG dengan dosis 3 gram per liter atau 60 gram per tangki 16 liter.

Kenapa Fungisida Ziflo 76WG Campur Pupuk Untuk Pengendalian Padi Terserang Asem-aseman?

Fungisida Ziflo 76WG adalah fungisida yang berbahan aktif Ziram 76%, rumus kimianyanya adalah C6H12N2S4Zn.  

Terdapat kandungan Zn atau zinc dalam formulasinya. Maka sesuai dengan anjuran di atas untuk memasukan pupuk mikro dengan kandungan Zn pada pemupukan untuk mengendalikan tanah asem-aseman dapat menggunakan fungisida Ziflo 76WG yang aplikasinya dengan cara dicampur dengan pupuk.

Fungsi Zinc pada tanaman adalah sebagai berikut:

  • Mengaktifkan enzim-enzim yang berkaitan dengan metabolisme karbohidrat.
  • Pemanjangan sel dan ruas batang.
  • Dalam jumlam yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan.
  • Persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis.
  • Berperan dalam pembentukan IAA dalam tanaman.
  • Merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman.

Baca juga: Peranan Unsur Mikro Zinc atau Seng Pada Tanaman

Penggunaan fungisida Ziflo 76WG bersamaan dengan penamburan pupuk akan memberikan manfaat tambahan dari peran fungisidanya pada tanah. Karena di dalam tanah terkandung banyak patogen yang hidup bersamaan dengan kondisi tanah yang tidak steril.

Dikutip dari extoxnet.orst.edu fungisida Ziflo 76 WG dapat berperan sebagai soil treatment atau perlakuan tanah untuk mengendalikan patogen dalam tanah.

Manfaat Pemberian Campuran Fungisida Ziflo 76WG Pada Pemupukan

Berdasarkan hasil pengujian lapangan, hasil yang diperoleh dari pemberian campuran fungisida Ziflo 76WG dengan pupuk adalah sebagai berikut:

  1. Menekan terjadi kerdil rumput pada padi lebih awal.
  2. Terhindar dari penyakit yang berada dalam tanah seperti Phytium sp, Fusarium, Rhizoctonia dan Sclerotinia spp.
  3. Akar tanaman akan lebih banyak dan lebih panjang
  4. Tanaman lebih tinggi. Daun lebih panjang, menjadi lebih hijau, lebih lebar serta kemampuan fotosintesis semakin meningkat
  5. Pertumbuhan tanaman lebih seragam
  6. Anakan produktif lebih banyak

Dengan parameter diatas, diharapkan hasil panen akan lebih meningkat, dan keuntungan semakin meningkat dengan catatan pengendalian hama dan penyakit juga terkendali.

Oleh karena itu untuk mengendalikan tanaman padi yang terserang asem-aseman pencampuran fungisida Ziflo 76WG dengan pupuk dapat menjadi solusi terbaik bagi para petani.  Selain praktis, karena aplikasinya bersamaan dengan penaburan pupuk, juga ekonomis.

Selamat mencoba.

Sumber:

  • http://cybex.pertanian.go.id: Cara Mengatasi Asem-aseman Pada Tanaman Padi
  • http://extoxnet.orst.edu: Ziram
  • Biotis: Laporan Trial ZIFLO 76WG Tabur Mix Pupuk Pemupukkan Pertama
Apa itu biostimulan: Apa Fungsinya Untuk Tanaman?

Apa itu biostimulan: Apa Fungsinya Untuk Tanaman?

Biostimulan semakin populer di kalangan produsen pertanian di seluruh dunia dan bermanfaat bagi banyak jenis tanaman.

Jawaban sederhananya adalah biostimulan berperan dalam meningkatkan kekuatan atau ketahanan tanaman terhadap gangguan biotik dan abiotik.

Biostimulan adalah zat alami atau mikroorganisme yang digunakan untuk merangsang proses tanaman. Biostimulan untuk tanaman meningkatkan pertumbuhan melalui penyerapan nutrisi, ketahanan serangga dan penyakit, kualitas dan efisiensi tanaman. Biostimulan juga mampu meningkatkan kesehatan tanah.

Pada akhirnya, fungsi biostimulan meningkatkan hasil tanaman dengan melengkapi inisiatif nutrisi dan perlindungan.

Definisi biostimulan resmi dari European Biostimulant Industry Consortium adalah:

Biostimulan tanaman mengandung zat dan/atau mikroorganisme yang fungsinya bila diterapkan pada tanaman atau rizosfer adalah untuk merangsang proses alami untuk meningkatkan/menguntungkan serapan hara, efisiensi hara, toleransi terhadap cekaman abiotik, dan kualitas tanaman.

Biostimulan biasanya disamakan dengan Zat Pengatur Pertumbuhan Tanaman (ZPT).

Yang dimaksud zat pengatur tumbuh adalah senyawa yang meningkatkan atau menghambat pertumbuhan, atau mengubah perilaku tanaman. ZPT dapat berupa organik atau sintetis. Badan Perlindungan Lingkungan mengatur penggunaan ZPT.

Ada tujuh jenis biostimulan yang tersedia, termasuk hidrolisat protein; asam humat dan fulvat; ekstrak rumput laut dan tumbuhan; kitosan dan biopolimer lainnya; senyawa anorganik; dan bakteri menguntungkan. Masing-masing stimulan ini mendefinisikan fungsi yang berbeda untuk tanaman. Misalnya, senyawa anorganik membantu pertumbuhan tanaman.

Protein hidrolisat untuk tanaman adalah salah satu biostimulan paling populer. Mereka adalah campuran asam amino dan peptida, dan dikumpulkan dari kotoran hewan atau tumbuhan. Hidrolisat protein memiliki banyak fungsi bila diterapkan dibandingkan biostimulan lain dengan fungsi tunggal.

Apa Fungsinya Untuk Tanaman?

Biostimulan dapat digunakan dalam situasi berikut:

  1. Untuk membantu pertahanan tanaman sebelum atau sesudah stressor abiotik,
  2. Untuk meningkatkan kesehatan tanah,
  3. Jika kondisi kekeringan sering terjadi dan efisiensi air perlu ditingkatkan, atau

Dengan biostimulan ini tanaman bisa menggunakan lebih banyak kekuatan untuk meningkatkan pertumbuhan. Keberhasilan penggunaan biostimulan akan bergantung pada waktu dan tingkat aplikasi yang sesuai. Penggunaan biostimulan yang benar menyediakan alat lain untuk meningkatkan hasil panen

Banyak faktor yang mempengaruhi aplikasi biostimulan yang direkomendasikan. Pertama, tentukan kebutuhan tanaman. Kemudian, aplikasikan biostimulan, dan ikuti dengan paket biostimulan berikutnya pada interval yang sesuai untuk tanaman dan kebutuhannya.

Biostimulan menjanjikan untuk penggunaan tanaman pada operasi pertanian. Mereka bukan obat.  Aplikasi biostimulan adalah untuk tanaman atau tanah, tergantung pada tanaman dan biostimulan yang digunakan.

Perbedaan utama antara biostimulan dan input tanaman tradisional adalah bahwa biostimulan tidak memberikan manfaat langsung dari input tradisional. Input tanaman ini adalah seperti pestisida untuk pengenelian organisme pengganggu tanaman seperti pengendalian gulma, serangga, atau penyakit.

Biostimulan tidak mengambil tindakan apa pun. Mereka akan membantu meningkatkan kekuatan tanaman, dan pada gilirannya dapat membuat tanaman lebih tahan terhadap serangga, penyakit, atau gulma.

Menerapkan biostimulan tidak akan mengambil tindakan langsung terhadap stresor.

Sumber Artikel dan gambar: Berigo.com dengan editing seperlunya.

Apa itu Zat Pengatur Tumbuh Tanaman: Auksin, Giberelin, Sitokinin, Etilene, Inhibitor?

Apa itu Zat Pengatur Tumbuh Tanaman: Auksin, Giberelin, Sitokinin, Etilene, Inhibitor?

Sering membaca dan mendengar apa itu hormon pertumbuhan seperti giberin, auxin, sitokinin?  Apa pula peran mereka sebagai hormon pertumbuhan pada tanaman.  Bagaimana mereka bekerja, dan dimana saja mereka bisa didapatkan?

Baca Juga: Kipahit, Tanaman Pengganggu (Gulma) yang Banyak Membantu Petani

Dan yang lebih penting lagi, ketika kita memiliki tanaman, unsur hormon apa saja yang diperlukan agar tanaman kita sesuai dengan diharapkan hasilnya.

Zat Pengatur Tumbuh Tanaman (ZPT)

Pengenalan terhadap berbagai ZPT sangat penting agar kita lebih familiar sehingga jika mengaplikasikanya pada suatu saat nanti tidak mengalami kesulitan. Yang perlu anda ketahui secara singkat tentang ZPT adalah jenisnya, manfaatnya dan bagaimana mengaplikasikanya

Hormon tumbuhan atau fitohormon adalah salah satu aspek penting dalam perkembangan tanaman. Hormon ini adalah sekumpulan senyawa organik bukan hara, baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, dalam kadar sangat kecil, fitohormon dapat mendorong, menghambat, atau mengubah pertumbuhan, perkembangan dan/atau pergerakan tanaman.

Hormon tumbuhan atau fitohormon ini selanjutnya dikenal dengan nama zat pengatur tumbuh (plant growt regulator) untuk membedakanya dengan hormon pada hewan. ZPT memiliki peranan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Secara garis besar hormon dikelompokkan menjadi 3 kelompok hormon yaitu :

(1). Sitokinin, adalah kelompok hormon yang mempunyai fungsi utama mensupport pertumbuhan tunas. Sumber dihasilkan hormon sitokinin adalah diujung akar.

(2). Auksin, adalah kelompok hormon yang mempunyai fungsi utama mensupport pertumbuhan akar. Sumber dihasilkannya auksin adalah diujung tunas.

(3). Giberelin, adalah kelompok hormon yang mempunyai fungsi pembungaan dan pembuahan. Sumber dihasilkannya adalah di daun dan buah.

Namun ada juga yang membaginya menjadi 5 kelompok ZPT, yaitu auksin (auxins), sitokinin (cytokinins), giberelin (gibberellins, GAs), etilena (etena, ETH), dan asam absisat (abscisic acid, ABA).

Auksin, Sitokinin, dan Giberelin bersifat positif bagi pertumbuhan tanaman pada konsentrasi fisiologis. Adapun etilena dapat mendukung maupun menghambat pertumbuhan, dan asam absisat merupakan penghambat (inhibitor) pertumbuhan.

ZPT sintetik ada yang memiliki fungsi sama dengan ZPT alami, meskipun secara struktural berbeda.

Dalam praktiknya, seringkali ZPT sintetik yang dibuat manusia lebih efektif atau lebih murah bila diaplikasikan untuk kepentingan usaha tani daripada ekstraksi ZPT alami.

Selain itu, ZPT sintetik lebih praktis dalam aplikasinya dan kandungan ZPT-nya sudah diketahui dengan pasti, sementara ZPT alami yang belum terukur kandunganya.

1. Auksin

Auksin merupakan ZPT yang berperan dalam perpanjangan sel pucuk atau tunas tanaman. Selain memacu pemanjangan sel yang menyebabkan pemanjangan batang dan akar.

Peranan auksin lainnya adalah kombinasi auksin dan giberelin memacu perkembangan jaringan pembuluh dan mendorong pembelahan sel pada kambium pembuluh sehingga mendukung pertumbuhan diameter batang.

Auksin memengaruhi pertambahan panjang batang, pertumbuhan, diferensiasi dan percabangan akar, perkembangan buah, dominansi apikal, fototropisme dan geotropisme.

Auksin (IAA) sering dipakai pada budidaya tanaman, antara lain untuk menghasilkan buah tomat, mentimun dan terong tanpa biji.

Auksin juga dipakai pada pengendalian pertumbuhan gulma berdaun lebar dari tumbuhan dikotil di perkebunan jagung dan memacu perkembangan meristem akar adventif dari stek mawar dan bunga potong lainnya.

2. Sitokinin

Sitokinin berperanan dalam pembelahan sel (sitokinesis). Golongan sitokinin, sesuai namanya, merangsang atau terlibat dalam pembelahan sel.

Senyawa dari golongan ini yang pertama ditemukan adalah kinetin. Sitokinin alami misalnya kinetin dan zeatin.

Sitokinin alami dihasilkan pada jaringan yang tumbuh aktif terutama pada akar, embrio dan buah. Sitokinin yang diproduksi di akar selanjutnya diangkut oleh xilem menuju sel-sel target pada batang.

Kinetin banyak ditemukan pada bulir jagung yang muda, sedangkan zeatin banyak ditemui pada air kelapa.

Sitokinin berperanan dalam mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar, mendorong pembelahan sel dan pertumbuhan secara umum, mendorong perkecambahan dan menunda penuaan.

3. Giberelin

Manfaat giberelin dalam pertumbuhan tanaman adalah mendorong perkembangan biji, perkembangan kuncup, pemanjangan batang dan pertumbuhan daun, mendorong pembungaan dan perkembangan buah, serta memengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar.

Giberelin dikenal juga dengan nama asam giberelat dan dalam pembelahan sel dan atau perpanjangan sel tanaman. Senyawa pertama yang ditemukan memiliki efek fisiologi adalah GA3 (asam giberelat 3).

GA3 merupakan substansi yang diketahui menyebabkan pertumbuhan membesar pada padi yang terserang fungi Gibberella fujikuroi.

Contoh produknya:

  1. Gibgro 10SP – PT Nufarm Indonesia
  2. Gibgro 20SP – PT Nufarm Indonesia
  3. Gibgro 5G – PT Nufarm Indonesia
  4. Progib 40SG – PT FMC
  5. GaTiga

Giberelin juga berperan dalam memacu pembungaan pada beberapa tanaman, mematahkan dormansi biji serta memacu perkecambahan biji. Inilah kenapa Gibgro (salah satu produk PT Nufarm Indonesia) dapat dipakai sebagai perlakuan benih (seed treatment ) perendaman dalam air dengan menggunakan gibgro.

4. Etena

Etena atau dikenal juga dengan nama etilena merupakan zat pengatur tumbuh yang berwujud gas pada suhu dan tekanan ruang. Etena berperan dalam mempercepat pemasakan buah.

Contohnya dengan pemeraman merupakan usaha untuk menaikan konsentrasi etilena di sekitar jaringan buah sehingga buah cepat masak.

Contoh lainnya adalah pengarbitan pada pemeramana akan usaha pembentukan asetilena (gas karbid) yang di udara akan tereduksi oleh gas hidrogen menjadi etilena.

Contoh Etilena yang sudah dibuat antara lain Ethepon (asam 2-kloroetil-fosfonat) yang diperdagangkan dengan nama Ethrel dan beta-hidroksil-etilhidrazina (BOH).

Contoh produk lainnya :

  1. CHEETAH 490 SL – PT Tiga Muara Emas Makmur
  2. ETHREL 480 SL – PT Bayer Indonesia
  3. NEWTEX 10 PA – PT Anugrah Sentana Agro
  4. NEWTEX 5 PA – PT Anugrah Sentana Agro
  5. PROMOTREL 110 PA – PT Tiga Muara Emas Makmur
  6. PROTHEPHON 480 SL – PT Multi Sarana Indotani
  7. RAGET 125 PA – CV Flora dan Fauna
  8. SANTREL 500 SL – PT Santani Agro Perkasa
  9. SUPEREL 10 PA – PT Agro Dynamics Indo
  10. TAMAPON 480 SL – PT Sari Kresna Kimia
  11. X-TRAIL 480 SL – CV Golden Farm Indonesia

Etilena juga dapat menyeragamkan pembungaan pada tanaman semusim, misalnya pada tanaman nanas.

5. Inhibitor

Inhibitor merupakan zat pengtur tumbuh yang berperan dalam penghambatan proses biokimia dan proses fisiologis bagi aktivitas keempat ZPT di atas. Secara alami Inhibitor adalah asam absisat (ABA), yang selanjutnya diproses menjadi metabolit ABA.

Inhibitor sintetik yang dibuat untuk menghambat metabolisme atau menunda metabolisme tanaman antara lain MH (2-kloroetil) amonium klorida. Asam absisat atau Asicic Acid Hormone (ABA) merupakan hormon tumbuhan yang bekerja melawan giberelin dan auksin.

ABA banyak diproduksi pada bagian daun, bunga, dan buah yang masih muda. Kinerja dari ABA sendiri natural mengikuti umur tanaman.

Fungsi Asam Absisat Pada Tumbuhan

  1. Memicu pengguguran bunga dan buah
  2. Menghambat pembelahan dan pembentangan sel
  3. Menunda pertumbuhan melalui masa dormansi
  4. Merangsang penutupan stomata selama tumbuhan kekurangan air
  5. Merangsang pengguguran daun (absisi) saat musim kering atau kemarau

Asam absisat memang cenderung mendorong proses pengguguran beberapa bagian tanaman. Akan tetapi, tanpa asam absisat pun mustahil bagi tanaman untuk tumbuh dengan normal.

Contohnya: Cyocel dan Chlormequat, SADH, ancymidol, asam triiodobenzoat (TIBA) dan morphacyn.

Insektisida Apa Yang Paling Ampuh Untuk Sundep?

Insektisida Apa Yang Paling Ampuh Untuk Sundep?

Ada banyak pertanyaa yang saya temukan di group-group pertanian, khususnya teman-teman petani padi yang memiliki masalah dengan hama sundep, cara pengendaliannya, obat hama atau insektisida yang ampuh untuk sundep.

Atau jangan-jangan Anda sendiri saat ini sedang memiliki masalah dengan sundep? Tenang… saya akan infokan insektisida yang cocok untuk masalah ini.

Diantara pertanyaan-pertanyaan itu antara lain:

  • Dulur padi saya kena tikus dan sundep mohon solusinya dan harus di obat apa.. trimakasih
  • Tanaman padi kena sundep padi umur 35 hari hst
    gimna bisa pulih ndak yah kondisi agak parah. agak banyak yang sudah menguning
  • Numpang tanya para suhu, padi umur 24 hari kena sundep, obat sundep yg ampuh itu apa, udh pake ini itu tetep aja gak sembuh😥😥😥
  • Sebagian kena sundep padi saya lur umur 45hst. Mohon solusinya lur.
  • Mohon bantu, padi kena sundep harusnya di obati pake apa ya ? 🙏🙏🙏
  • Mau minta solusinya Para master tani kalau padi kena sundep atau penggerak batang apa obat yg ampuh . Masih pemula ,🙏🙏🙏
  • Assalamualaikum sedulur tani,,padi saya umur 10hst kena sundep, obat yang bagus apa ya luur
  • Infonya dong cara mengatasi tanaman padi kena sundep??
  • Maaf para senior klo padi kena sundep apa obat nya ya terimakasih
  • Obat tanaman padi kena sundep apa yg joss lurrrr telurrr tlng bantuanya
  • Untuk padi yg kena sundep apa obatnya om?
  • Padi saya 30 hst 70 persen kena sundep. Apa obatnya yg paling ampuh dan apakah rumpun padi yg pada mati akan pulih lagi???
  • Benih padi kena sundep daun menguning, gimana cara mengatasinya?
  • Harus bagai mana iki lor… padi aq kena penyakit sundep tapi wes parah usia padix umur 45 hari… ayo kasih solusi dolor2.
  • Mengatasi padi kena sundep dan kerdil apa suhu

dan lain sebagainya.

Intinya adalah menanyakan bagaimana cara mengatasi sundep pada tanaman padi.

Apa itu Sundep?

Hama Penggerak Batang Padi (PBP) merupakan hama utama pada tanaman padi. Hama penggerek batang padi (PBP) dapat menyerang tanaman padi stadia umur muda/vegetatif (dikenal sebagai hama sundep) dan menyerang tanaman stadia generatif (dikenal sebagai hama beluk).

Jadi sudep (dead hearts) ini adalah hama penggerek batang padi yang menyerang tanaman padi pada umur muda atau fase vegetatif yang menyebabkan kematian anakan padi (tiller). Kerugian hasil akibat serangan hama ini cukup besar, bisa-bisa gagal tanam jika serangannya parah.

Namun jangan panik, karena jika sundep sudah dapat diatasi pada stadium vegetatif, dapat dikompensasi dengan pembentukan anakan baru. Tanaman masih sanggup mengkompensasi akibat kerusakan oleh penggerek batang padi sampai 30%.

Terlebih dii musim hujan petani lebih waspada serangan hama Penggerek Batang Padi Kuning (PBPK). Sundep juga beluk merupakan hama utama pada tanaman padi yang menimbulkan kerusakan berat. Suhu, kelembaban, dan curah hujan sangat cocok bagi perkembangan Sundep juga Beluk.

Harus diakui sampai saat ini belum ada varietas padi yang tahan terhadap hama ini.

Tanda-tanda Serangan Sundep Pada Tanaman Padi

Serangan sundep ditandai dengan daun padi muda menguning tergulung lalu mengering dan mati.

Sedangkan Beluk menyerang pada fase generatif (fase berbunga/berbuah) yang ditandai dengan bunga atau buah padi yg baru keluar berwarna putih, berguguran, gabahnya kosong (gabuk).

Penyebab Serangan Sundep

Hama sundep adalah salah satu hama yang sangat menjengkelkan bagi petani padi. Karena hama sundep itu bisa masuk ke batang padi, dan memangsa batang padi itu dari dalam.

Akhirnya batang padi itu akan mati dan dapat dipastikan bisa menggagalkan pengisian bulir padi. Foto bulir padi yg gagal terisi, bisa dilihat pada lampiran yang pertama.

Sundep itu sejenis ulat yang ukurannya sangat kecil (kira-kira sedikit lebih besar dari rambut kita) yang masuk kedalam batang padi dan memotong titik tumbuh utama. Atau dikenal juga sebagai penggerek batang.

Di Indonesia telah di temukan 6 jenis penggerek batang padi yang terdiri dari penggerek batang padi kuning Scirpophaga incertulas (Walker), penggerek batang padi putih Scirpophaga
innotata (Walker), penggerek batang padi bergaris Chilo suppressalis (Walker), penggerek batang padi kepala hitam Chilo polychrysus Meyrick, penggerek batang padi berkilat Chilo
auricilius Dudgeon (kelima spesies tersebut termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae), dan penggerek batang padi merah jambu Sesamia inferens (Walker) (spesies ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Noctuidae).

Terdapat empat spesies yang banyak ditemukan sebagai hama utama padi yaitu penggerek batang padi kuning, penggerek batang padi putih, penggerek batang padi bergaris, dan penggerek batang padi merah jambu.

Tanaman padi yang terserang Sundep bila dikendalikan dengan baik masih bisa tumbuh lagi dengan normal, karena masih bisa bertunas lagi.

Asal-usulnya sundeo itu berasal dari kupu kupu putih kecil. Ada juga yg menyebut klaper. Foto beluk/klaper dan sundep, saya lampirkan di foto kedua.
Jadi untuk memberantas hama sundep itu, maka yg harus kita basmi ada 3 jenis yaitu

  1. Kupu kupu/beluk/klaper (induk sundep),
  2. telurnya beluk,
  3. Sundep.

Sedangkan yang terserang beluk atau yang sebut juga white heads pada fase generatif yang menyebabkan malai putih, hampa sudah tidak bisa diselamatkan lagi karena titik tumbuh sudah putus.

Cara pengendalian Sundep juga Beluk.

Pengendalian Sundep dan Beluk idealnya harus dengan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). PHT adalah pengendalian populasi hama agar tetap berada di bawah ambang kerugian.
Langkah-langkah pengendalian PHT :

  1. Budidaya tanaman sehat.

Dengan pemupukan berimbang tanaman akan tumbuh sehat dan lebih tahan dari serangan hama. Secara alami jerami yang melimpah di sawah mengandung unsur Silika (Si) bila dijadikan kompos membuat tanaman padi batangnya lebih kuat sehingga Sundep dan Beluk tidak mampu menembusnya.

  1. Pengaturan Pola tanam.

Tanam serempak minimal 100 hektar dalam satu hamparan dengan tujuan persediaan makanan hama menjadi terbatas. Selanjutnya pergiliran tanaman selain padi untuk memutus siklus hidup hama. Dan tanam varietas padi berumur genjah.

  1. Cara mekanik.

Dengan mengumpulkan kelompok telur di persemaian dan pertanaman. Telur dipelihara dalam bumbung bambu, apabila keluar parasitoid dilepaskan kembali di pertanaman.

  1. Pengendalian Hayati.

Cara-cara pengendalian hayati dalam dilakukan dengan musuh alami penggerek batang, yaitu:

  • Parasit telur : Trichogrammatidae, Scelionidae, Eulophidae.
  • Pemangsa telur : Conosephalus iongipennis, Grylidae.
  • Pemagsa larva : Kumbang Carabidae dan laba-laba.
  • Konservasi musuh alami dengan cara pengembangan tanaman Refugia.

Catatan:
Refugia adalah intervensi ekosistem dengan menyediakan rumah untuk pemangsa hama. Tanaman yang berfungsi sebagai Refugia bermacam-macam seperti bunga Matahari, bunga Kertas, Kenikir, Tagetes dan lain-lain. Musuh alami yang bersarang di tanaman bunga akan menjadi predator atau parasitoid bagi hama pengganggu padi. Refugia bisa ditanam di jalan pinggir sawah atau galengan/pematang.

Aplikasi Pestisida Nabati, yang bahanya dari akar, daun, batang, kulit tumbuhan yang bersifat alami.

  1. Penggunaan Insektisida Kimia.

Jika sudah diketemukan adanya serangan sundep, waktu yang tepat adalah jika sudah melewati ambang batas kendali yaitu, Jika:

  • Ditemuka dua kelompok telur per m2.
  • Serangan 10% pada varietas golongan Cisadane.
  • Serangan 5% pada varietas golongan IR-64.
  • Terdapat 100 ekor tangkapan feromon per minggu

Sebelum menggunakan produk insektida, baca dan pahami informasi yang ada di label biar tidak salah insektisida yang disemprotkan.

Insektisida yang dapat dipakai untuk pengendalian Sundep, antara lain dari bahan aktif:

  • Emamectin benzoat 5,7%
  • Abamectin 18 g/l
  • Carbofuran 3%
  • Bisultap 400 g/l
  • Fipronil 55 g/l, 100 g/l
  • Fipronil 0,3%
  • Buprofezin 150 g/l
  • Karbosulfan 200 g/l
  • Dimehypo 505 g/l
  • Imidakloprid 70%
  • Spinetoram 120 g/l
  • BPMC 500 g/l
  • tiosiklam hidrogen oksalat 50%
  • Monosultap 500 g/l
  • Klorantraniliprol : 100 g/l + tiametoksam : 200 g/l

List di atas adalah nama bahan aktif dari produk-produk yang terdaftar untuk pengendalian sundep. Sedangkan mereknya sangat beragam sekali. Silahkan tanya langsung ke toko pertanian atau petugas lapangan dari perusahaan pestisida yang biasanya mendampingi para petani.

Jadi, insektisida apa yang paling ampuh untuk mengendalikan sundep? Semua insektisida diatas adalah cukup ampuh, tinggal pilih-pilih pada ambang batas mana serangan sundep yang dihadapi.

Cara Membuat Insektisida Nabati Pengendali Sundep

Adapun bahan pestisida nabati yg saya gunakan adalah :

  1. umbi gadung 1 buah
  2. daun mimba 1/4 Kg
  3. daun sirsak 1/4 Kg
  4. tembakau 1 ons
  5. daun kirinyuh/lombokan 1/4 Kg (foto ke lima)

Semua bahan saya haluskan saja dgn cara diblender. Lalu rendam dgn air sumur sebanyak 10 liter. Tunggu sekitar 2 jam sampai 12 jam dan siap disemprotkan.

Dosis pengaplikasian, 1 tangki air biasa (+- 15 liter) saya kasih air rendaman pestisida nabati itu sebanyak 5 – 10 gelas saja.

Kenapa memilih ke-5 bahan itu untuk mengatasi serangan hama sundep?

  1. Daun MIMBA, itu mengandung bahan aktif (racun) AZADIRACHTIN. Dimana racun azadirachtin ini sifatnya sistemik. Maksudnya sistemik itu, racunnya itu bisa masuk kedalam jaringan padi, sehingga sundep yg hidup didalam batang, bisa mati pelan-pelan kena dampak racunnya itu. Ini baru daun mimba ya
  2. UMBI GADUN. Umbi gadung, atau bisa diganti KETELA KARET (KETELA TAHUN) atau daun & buah pohon JARAK itu mengandung racun SIANIDA. Dimana racun sianida ini, harapannya bisa membunuh induk dari sundep yaitu kupu-kupu kecil putih. Kupu-kupu ini kalau ditempat saya namanya beluk.
  3. TEMBAKAU. Tembakau itu mengandung racun NIKOTIN yg bisa membuat kupu-kupu sesak nafas (racun syaraf pernafasan). Harapannya, kalau ada kupu-kupu yg kena racun nikotin, maka kupu-kupunya bisa sesak nafas dan mati.
  4. DAUN SIRSAK dan daun KIRINYUH/LOMBOKAN. Kedua bahan ini kandungan racunnya mirip-mirip. Ada kandungan FLAVONOID, SAPONIN, TANIN dsb. Saponin, itu bisa menghambat pertumbuhan membran (lapisan) telur. Jadi kalau telur beluk terkena racun ini, maka harapannya telurnya gagal menetas.

Kapan waktu yg efektif untuk mengaplikasikan pestisida nabati ini? Sebenarnya kapanpun bisa diaplikasikan.

Hanya yang paling efektif itu ketika berbarengan dengan BULAN PURNAMA (tgl 13 – 17 bulan hijriyah).

Kenapa harus bulan purnama?
Kupu-kupu/klaper, biasanya akan kawin dan mulai bertelur disekitar bulan purnama itu. Demikian juga dengan sundep (ulat), biasanya juga akan jadi kepompong dan menetas lagi menjadi beluk (kupu-kupu) juga disekitar bulan purnama.

Kalau pas sekitar purnama itu di lahan kita ada racun dgn bahan-bahan yg saya sebutkan diatas, maka ada potensi kupu-kupu gagal kawin dan gagal bertelur.

Yang sudah jadi sundep juga ada potensi gagal untuk tumbuh menjadi kupu-kupu. Dan telur yang sudah nempel pada padi, kemungkinan juga akan gagal menetas.

Jadi dengan pengaplikasian pestisida nabati selama 3 sampai 5 hari berturut-turut (tanggal 13 – 17 bulan hijriyah), ada potensi untuk memutus mata rantai perkembang biakan (metamorfosis) hama sundep itu tadi.

Sebenarnya waktu penyemprotan ini juga berlaku untuk pengendalian secara kimia.

Sumber:

  • Artikel Pembuatan insektisida nabati: Erick Sastrawan Awbp pada PADI UNGGUL INDONESIA
  • sumber lainnya
  • Image: Facebook, google
  • Insektisida anjuran: Sesuai dengan pestisida yang terdaftar di Departemen Pertanian RI.
Peranan Unsur Mikro Zinc atau Seng Pada Tanaman

Peranan Unsur Mikro Zinc atau Seng Pada Tanaman

Apa itu Unsur Hara Mikro?

Di dalam tanaman, terjadi ratusan proses kimiawi yang berkaitan erat dengan proses fotosintesis, respirasi dan metabolisme.

Fotosintesis adalah proses tumbuhan mengubah sinar matahari menjadi makanan atau energi.  Dalam fotosintesis, energi cahaya matahari bereaksi dengan enam molekul karbon dioksida (CO2) dan enam molekul air (H2O) untuk menghasilkan satu molekul glukosa (C6H12O6) dan enam molekul oksigen (O2).

Respirasi adalah proses menghasilkan energi dengan memecah molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana.

Fotosintesis itu kebalikan dari respirasi.  Fotosintesis mengambil karbon dioksida dan air lalu melepaskan oksigen, sedangkan respirasi mengambil oksigen lalu melepaskan karbon dioksida dan air.  Fotosintesis berlangsung dalam kloroplas atau pigmen, sedangkan respirasi terjadi dalam mitokondria dan sitoplasma sel.

Metabolisme simpelnya adalah proses mencerna makanan yang telah dikonsumsi.

Unsur hara mikro (micronutrients) diperlukan dalam seluruh proses tersebut dan memengang kunci untuk berbagai proses pembentukan energi dan pemecahan energiy hasil fotosintesis.

Peranan unsur mikro dapat sebagai pembentuk protein organik, sebagai pengaktif enzim dan sebagai katalisator yang mempercepat terjadinya reaksi metabolisme. Ketika suplai atau asupan satu atau lebih mikronutrsi ini terbatas/tidak ada sama sekali akan menghambat, bahkan membuat terhentinya proses metabolisme di dalam tanaman.

Keunikan dari unsur mikro, sangat diperlukan untuk tanaman. Jumlahnya sedikit, ada dalam hitungan gram per tanaman tetapi memegang peranan penting dalam metabolisme dan fisiologi tanaman.

Apa itu Unsur Makro Zinc

Zinc adalah satu elemen yang dibutuhkan didalam tanah untuk berbagai jenis tanaman. Walaupun jumlahnya yang tidak banyak tetapi zinc bisa menjadi faktor pembatas dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman.  Dengan adanya unsur mikro zinc tanaman bisa mendapatkan pertumbuhan terbaik pada setiap kondisi pertumbuhan tanaman.

Manfaat Zinc (Zn) adalah mengaktifkan enzim-enzim yang berkaitan dengan metabolisme karbohidrat. Pemanjangan sel dan ruas batang. Dalam jumlam yang sedikit dapat berperan dalam mendorong pertumbuhan tanaman.

Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis. Berperan dalam pembentukan hormon IAA, merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman.

Pengaruh zinc terhadap tanaman

Kecukupan zinc membatasi pertumbuhan tanaman, yang terjadi ketika kandungan zinc di tanah rendah  atau kondisi tanah yang miskin, misalnya karena terrendam terus menerus, sehingga mencegah zinc tersedia untuk tanaman.

Dalam kasus seperti diatas, zinc perlu ditambahkan ke tanah. Unsur hara lainnya juga perlu ditambahkan dalam jumalh yang seimbang untuk memastikan respons yang bagus dari tanaman terhadap aplikasi pupuk zinc dan meningkatkan kesehatan dan produktivitas tanaman.

Manfaat Zinc

  • Mengaktifkan enzim-enzim yang berkaitan dengan metabolisme karbohidrat.
  • Pemanjangan sel dan ruas batang.
  • Dalam jumlam yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan.
  • Persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis.
  • Berperan dalam pembentukan IAA dalam tanaman.
  • Merangsang pertumbuhan danperkembangan akar tanaman. 

Keterangan:

Fungsi hormon IAA adalah auksin endogen yang berperan dalam pembesaran sel, menghambat pertumbuhan tunas samping, merangsang terjadinya absisi, berperan dalam pembentukkan jaringan xilem dan floem, dan juga berpengaruh terhadap perkembangan dan pemanjangan akar.

Jika kekurangan unsur hara mikro Zn akan ditandai dengan terjadinya klorosis pada daun tua yang tampak dipenuhi bintik kuning atau coklat.  Kekurangan Zn pada tanaman, hingga akhirnya daun kuning dan mati mengering.  Akibatnya tanaman akan sangat sulit mencapai pontensi maksimalnya karena pertumbuhan vegetatif dan generatifnya terganggu.

Rendahnya kadar Zn akan mengurangi toleransi tanaman terhadap penyakit. Jika terjadi kekurangan Zn yang parah, akan menyebabkan daun berwarna hijau kekuningan, daun dikelilingi bercak jaringan yang sudah mati, dan daun cenderung menjadi kecil.

Kekurangan Zn pada tanaman dapat terlihat dari:

  • Terjadinya klorosis pada anak daun searah dengan tulang anak daun pada pelepah muda, tetapi tulang anak daun tetap berwarna hijau.
  • Anak daun pada pelepah termuda berubah warna menjadi keputihan.
  • Sementara anak daun pada pelepah tua tetap berwarna kuning.
  • Defisiensi unsur hara Zn pada tanaman kelapa sawit sering ditemukan pada tanah gambut atau tanah pasir dan dapat disebab oleh tingginya aplikasi Mg, N, dan P tanpa K yang cukup.

Dimana Sumbar Hara Mikro Zinc

Unsur hara mikro Zinc untuk tanaman dapat dipenuhi dengan beberapa cara yakni dengan memberikan pupuk-puk yang mengandung unsur hara mikro zinc.

Beberapa pupuk majemuk yang mengandung zinc seperti Phonska Plus.  Atau pupuk tunggal seperti MEROKEMIKRO ZN 15%, ZnSO4, Zinc Sulfat, dan lain-lain

Selain pada pupuk yang sengaja memang ditambahkan unsur hara mikro zinc, juga dapat ditemui pada fungisida tertentu yang secara kandungan rantai kimianya mengandung zinc.  Fungisida tersebut diantaranya adalah Ziflo 90WP, Ziflo 76WG dengan bahan aktif ziram. 

Kandungan zinc pada pada Ziflo 76WG berkisar 16 – 18,5%, lebih tinggi dari fungisida lainnya.

Efek Pengguanaan Fungsida Ziflo 76WG

Penggunaan fungisida kontak Ziflo, yang berbahan aktif Ziram plus dengan kandungan hara mikro Zinc sebagai hormon pertumbuhan tanaman (zpt) memberikan keuntungan yang berlipat.  Tidak hanya tanaman terhindar dari penyakit juga memberikan tambahan keungtungan dari kandungan zinc. 

Hal yang terlihat pada tanaman bawang yang diaplikasikan dengan fungisida Ziflo 76WG seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar di bawah ini bawang merah yang telah diaplikasikan dengan fungisida Ziflo 76WG. Lokasi aplikasi di Alahan Panjang, Solok, Sumatra Barat. Dosis penggunaan Ziflo 76WG pada plot Z2 ini adalah 250 gr per tangki 20 liter.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
  • Daun “terbedaki” dengan butiran halus Ziflo.  Karena Ziflo memiliki keunggulan “membedak” atau “mupuri”.
  • Daun tanaman terlihat hijau sehat
  • Pertumbuhan seragam
  • Anakan lebih banyak
  • Tingkat kematian daun tua lebih sedikit
Apa itu Pertanian Organik?

Apa itu Pertanian Organik?

Pengertian Pertanian Organik

Pertanian organik (Organic Farming) adalah suatu sistem pertanian yang mendorong tanaman dan tanah tetap sehat melalui cara pengelolaan tanah dan tanaman yang disyaratkan dengan pemanfaatan  bahan-bahan organik atau alamiah sebagai input, dan menghindari penggunaan pupuk buatan dan pestisida kecuali untuk bahan-bahan yang diperkenankan ( IASA, 1990).

Hasil dari pertanian organik adalah produk organik.

Produk organik didefinisikan sebagai produk (hasil tanaman/ternak yang diproduksi melalui praktek-praktek yang secara ekologi, sosial ekonomi berkelanjutan, dan mutunya baik (nilai gizi dan keamanan terhadap racun terjamin). 

Oleh karena itu pertanian organik tidak berarti hanya meninggalkan praktek pemberian bahan non organik, tetapi juga harus memperhatikan cara-cara budidaya lain, misalnya pengendalian erosi, penyiangan  pemupukan, pengendalian hama dengan bahan-bahan organik atau non organik yang diizinkan. 

Budidaya organik tidak hanya untuk menghasilkan produk organik tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan siklus biologi dengan melibatkan mikro organism, flora, fauna, tanah, mempertahankan dan sekaligus meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan segala bentuk polusi dan mempertimbangkan dampak social ekologi yang lebih luas.

Pertanian Organik Absolut Vs Pertanian Organik Rasional

Sistem pertanian yang sama sekali tidak menggunakan input kimia anorganik (kecuali yang diizinkan) tetapi hanya menggunakan bahan alami berupa bahan atau pupuk organik disebut sebagai Sistem Pertanian Organik Absolut. 

Sistem pertanian yang menggunakan bahan organik sebagai salah satu masukan yang berfungsi sebagai pembenah tanah dan suplemen pupuk buatan (kimia anorganik), disertai dengan aplikasi herbisida dan pestisida secara selektif dan rasional dinamakan Sistem Pertanian Organik Rasional (Fagi dan Las, 2007).

Yang dimaksud dengan produk organik dari suatu sistem pertanian organik dalam konteks pertanian organik standar tentunya mangacu pada sistem pertanian organik absolut. 

Selama ini masih banyak kalangan masyarakat yang beranggapan bahwa pertanian organik adalah produk yang dihasilkan dari suatu pertanaman/lahan (produk) yang telah menggunakan/memanfaatkan bahan organik dalam proses produksinya, sekalipun dalam sistem produksi masih digunakan pupuk/pestisida anorganik atau belum memenuhi standar organik yang ditetapkan oleh IFOAM.

Jenis Pupuk yang Digunakan oleh Petani Organik

Dalam mendukung pertanian organic absolut kini telah tersedian produk dari Bengkel Tani Malang (Produk BeTa), meski untuk sementara ini Untuk Kalangan Sendiri :

1. BeTa cair

Adalah biang probiotik berbasis herbal dll. Sangat cocok untuk membantu kesembuhan berbagai penyakit, meskipun bisa diperbanyak jadi probiotik cair multifungsi untuk kegiatan pertanian, peternakan dan perikanan.

Jenis mikrobanya sangat aman untuk manusia dan hewan ternak.

2. BeTa padat

Adalah biang probiotik berupa padatan yang bisa dijadikan probiotik cair.  Jenis probiotik BeTa padat ini mirip dengan BeTa cair (sedikit lebih unggul BeTa cair, karena diramu khusus untuk kesehatan). BeTa padat ada 2 versi :

  1. Lembab (mikroba nya aktif)
  2. Tepung kering (awet disimpan)

3. POC BeTa

Yakni pupuk cair yang berisi mikroba lengkap dan agen hayati lengkap, plus nutrisi dan berbagai jenis hormon.  Bisa dijadikan starter pembuatan pupuk organik yang disebut “kompos plus”

4. Pupuk Granule BeTa (Kendi Mas)

Produk-NPK-Kendi-Mas

Adalah pupuk lengkap seperti ide pembuatan kompos plus tapi dibuat secara profesional dengan peralatan standart di pabrik pupuk berlisensi.

  1. Bisa digunakan untuk segala jenis tanaman
  2. Bisa digunakan sebagai starter pembuatan kompos plus
  3. Bisa ditabur di kandang untuk menghilangkan bau dan membantu kesehatan ternak.
  4. Bisa dicampur ke pakan unggas (cukup 1%) untuk mendongkrak pertumbuhan dan membantu kesehatan ternak.
  5. Bisa ditabur ke kolam/tambak, untk membantu menjaga kualitas air dan pakan alami (plankton, kutu air, cacing sutra dll)
  6. Bisa dicampur pelet ikan (1-2%), untuk membantu pencernaan dan mendongkrak pertumbuhan ikan/udang.
  7. Bisa ditabur di selokan, limbah organik dll utk membantu penguraian bahan organik sekaligus menghilangkan bau.

5. AGP = Antibiotik Growth Promoter

Yakni antibiotik yang berfungsi sekaligus sebagai hormon pertumbuhan.   Terbuat dari 100% bahan organik.  Berfungsi sebagai antibiotik, pemalu tumbuh, dan membantu kesehatan ternak maupun ikan.

Cara aplikasi: Sebaiknya dijadikan probiotik cair seperti cara mengaktifkan BeTa padat

6. Nano Mikro

Adalah unsur mikro lengkap yang difermentasi dan ditune-up dengan berbagai bahan khusus.  Sangat bagus untuk fase generatif /pembuahan tanaman. Sekaligus mencegah serangan hama penyakit tanaman.  Dilengkapi dengan berbagai jenis hormon.

Bisa juga diaplikasikan ke kolam maupun campuran pakan ternak dengan dosis sangat rendah.

8. Bubur bordeaux

Adalah pestisida semi organik yang sangat bagus untuk mengatasi dan mencegah serangan berbagai hama penyakit tanaman. Bisa juga digunakan untuk steril lahan, steril kolam dll. Sehingga tidak mengandalkan pestisida kimia lagi

9. Nano ion , pembesar buah.

10. Terra, pembenah tanah, penaik ph.

11. Perekat organik.

Kredit : sulsel.litbang.pertanian.go.id

Kipahit, Tanaman Pengganggu (Gulma) yang Banyak Membantu Petani

Kipahit, Tanaman Pengganggu (Gulma) yang Banyak Membantu Petani

Pada post sebelumnya mengenai “Cara Membuat Compost Tea Ala Bunkai” disebutkan bahwa salah satu komponen dalam pembuatan compost tea adalah tanaman kipahit.

Baca Lengkapnya Cara Membuat Compost Tea Ala Bunkai di SINI.

Kipahit adalah tanaman dengan kandungan nitrogen yang cukup besar.nomer dua setelah lamtoro ,dan masih diatas tanaman kacang kacangan nilai N-nya bervariasi berdasarkan tempat tumbuhnya.

Kipahit juga mengandung unsur P dan K terlarut yang lumayan tinggi, ditambah dengan kandungan mikro Ca, Mg, Zn dan lainnya yang belum diketahui, termasuk diantaranya sebagai bahan untuk Insektisida Nabati.

Apa itu Tanaman Kipahit

Menurut Wikipedia Kipait, bunga bulan atau paitan (Tithonia diversifolia) adalah sejenis tumbuhan yang berbentuk seperti bunga matahari yang kelopaknya berwarna kuning dan inti bunga berwarna jingga.

Bunga ini disebut juga sebagai Mexican sunflower atau bunga matahari Meksiko karena berasal dari Meksiko dan menyebar ke negara-negara tropika basah dan subtropika di Amerika Selatan, Asia, dan Afrika.

Paitan termasuk kedalam famili Asteraceae. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada tanah yang kurang subur, yang sering ditemui di semak di pinggir jalan, lereng-lereng tebing atau sebagai gulma di sekitar lahan pertanian. Adaptasi tumbuhan paitan cukup luas, berkisar antara 2-1.000 m di atas permukaan laut.

Beragam Manfaat Kipahit

Manfaat paitan sebagai berikut:

  1. Suplemen pupukan organik, untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman.
  2. Mengurangi polutan dan menurunkan tingkat jerap P, Al, dan Fe aktif.
  3. Bahan Pupuk organik, mampu meningkatkan bobot segar tanaman karena mudah terdekomposisi dan dapat menyediakan nitrogen dan unsur hara lainnya bagi tanaman. Keunggulan serasah paitan sebagai pupuk organik adalah cepat terdekomposisi dan melepaskan unsur N, P, dan K tersedia. Aplikasi pupuk organik asal paitan meningkatkan produktivitas tanaman kedelai, padi, tomat,okra, dan dilaporkan sebagai sumber unsur hara utama pada tanaman jagung di Kenya, Malawi, dan Zimbabwe.
  4. Menurunkan kadar glukosa dalam darah sehingga sangat bermanfaat bagi penderita diabetes/kencing manis. Oleh karena itu, Kipait disebut juga sebagai tanaman insulin.
  5. Mengobati gatal-gatal dan kudis, dengan cara merebus daun kipait kemudian air digunkan air mandi, sedangkan daun sisa digosokan pada area yang gatal[4].
  6. Mengoksidasi kulit sel bakteri, maksudnya kipait dapat dijadikan sebagai bakterisida dikarenakan mengandung senyawa ‘Picrassane quassioniod.’
  7. Mencegah tumbuhnya parasit jamur, kandungan 4-methilaten picrasane tipe quassinoid, janicins H, I dan J pada daun memberikan efek jamur sulit untuk bertahan hidup.
  8. Bahan uji dosis perendaman telur ikan mas

Akar Kipahit Sebagai Reaktor Pupuk Organik dan Zat Pengatur Tumbuh

Di perakaran titonia ternyata hidup jutaan cendawan dan bakteri pelarut kalium dan fospat. Sebut saja bakteri kelompok Azotobacter sp dan Azospirillum sp. Mahluk supermini itu melarutkan kalium dan fospat yang umumnya mengendap dalam tanah serta menambat nitrogen dari udara.

Itulah akar tanaman kipahit (Tithonia diversifolia )yang dulu dianggap gulma.

Belakangan terungkap bakteri di zona perakaran titonia juga menghasilkan fitohormon seperti auksin, giberelin, dan sitokinin. Akar tithonia juga terinfeksi cendawan mikoriza yang mampu memperluas zona perakaran. Mikoriza ibarat penambang hara sehingga tanaman efektif menyerap hara.

Hasil pengujian dari Universitas Andalas, Sumatra Utara menunjukan titonia tak sekadar pupuk hijau biasa. Anggota keluarga kenikir-kenikiran itu mengalahkan pupuk hijau dari keluarga legum yang kaya rhizobium bakteri penambat N. Selama ini keluarga legum disebut pupuk hijau terbaik. Kini tithonia—dengan mikoriza, azospirillum, dan azotobacter—lebih unggul karena menyediakan nitrogen, kalium, fosfat plus fitohormon sekaligus.

Penelitian di Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, juga menunjukkan tithonia lebih baik ketimbang pupuk kandang kotoran sapi dan kotoran ayam. Bahkan kipahit itu lebih unggul dari 100% pupuk pabrik.

Kombinasi 4 ton kompos tithonia, 2 ton kapur, dan 50% pupuk pabrik—yang biasa dipakai petani jagung—menghasilkan panen 9,8 ton biji/ha. Sementara tanpa titonia dengan 100% pupuk pabrik hanya 9,6 ton biji per ha. Artinya titonia mampu menghemat 50% pupuk pabrik tanpa mengurangi hasil.

Efektifkah Penggunaan Kipahit?

Hanya saja untuk mencari dan dan mengolah 4 ton itu bukan perkara mudah. Oleh karena itu dalam pembuatan compost tea hanya digunakan sedikit saja.

Karena keunggulannya Kipahit, diusahakan petani untuk mulai menanam sebagai pagar di sekeliling kebun atau pagar lorong di antara guludan. Dengan luasan titonia 1/5 dari luas kebun dapat memasok pupuk untuk 4/5 kebun yang diusahakan. Sebagai contoh pada lahan seluas 1 ha ditanam pagar titonia seluas 2.000 m2.

Dari lahan seluas itu dapat dipanen 30—35 ton tithonia segar dalam setahun atau setara 6—7 ton bahan kering. Karena pertumbuhan tunas cepat, ia dapat dipanen bertahap setiap 2 bulan untuk dibuat kompos. Bahan organik itu setara 185 kg nitrogen, 20 kg posfat, dan 186 kg kalium. Jumlah nitrogen itu jelas lebih tinggi dari dosis rekomendasi pupuk urea pada jagung sebesar 300 kg urea/ha atau setara 138 kg nitrogen.

Kipahit sebagai Pupuk Organik

Selain bahan untuk membuat compst tea versi Bunkai, dapat dicoba juga kipahit untuk pupuk organik cair dan padatan dengan cara di fermentasi. SOP membuat KIPAHIT fermentasi adalah sebagai berikut:

Bahan:

  1. 1 karung cincangan daun kipahit
  2. 25 liter air kelapa
  3. 1 kg gula pasir/gula merah
  4. 3-5 botol yakult
  5. 50 liter air bersih

Cara Pembuatan:

  1. Masukan semua bahan kedalam gentong 150 liter,aduk rata.tutup rapat.
  2. Setiap hari jangan lupa diaduk,kirakira 5 menitan.
  3. Proses ini selama 14 hari..
  4. Saring adukan.airnya buat kocor/hidro,ampasnya buat kompos.

Tanpa fermentasi buatan

Cincangan daun kipahit masukan ke polibag,lahan,atau pot..tutup pake tanah.biarkan seminggu ,baru ditanami.

Pengalaman Petani Menggunakan Kipahit

Pengalaman petani yang sudah 2 tahun menggunakan kipahit. Di lahan konvensional seluas 1000 m, ditanam terong ungu 1500 pohon.

Hasilnya? Terong jauh lebih berat dan besar (rata rata 500gr/buah ) dengan pencapaian 1 kg/buah…

Di hidroponik, sudah digunakan pada 600 selada pake kipahit fermentasi,dan 600 selada pake ABmix..hasilnya ? Keduanya tumbuh dengan subur n sehat…

Sampai hari ini, masih terus diselidiki tentang kipahit, baik melalui literatur, tuturan,maupun praktek langsung.

Kipahit sangat menarik ! Dia bisa berfungsi juga sebagai pestisida dan repellent/penolak virus, juga obat diabetes. Luar biasa dan misterius !!!

Tuhan menciptakannya untuk kebaikan kita semua, tinggal kita yang mengolah dan mengelolanya sebagai wujud rasa syukur kita….

Manfaatkan Bakteri Agar Pupuk Kimia Lebih Cepat Diserap Tanaman

Manfaatkan Bakteri Agar Pupuk Kimia Lebih Cepat Diserap Tanaman

Permintaan dunia akan pupuk kimia terutama yang mengandung hara N (Nitrogen) seperti Urea dan Amonium Sulfat terus meningkat dari tahun ke tahun. Demikian halnya di Indonesia, permintaan pupuk kimia hampir tiap tahun meningkat secara signifikan. Pada waktu yang bersamaan harga pupuk pun ikut meningkat, sehingga tidak terjangkau oleh petani.

Selain  itu, dampak negatif penggunaan pupuk kimia pun menjadi masalah yang tak terhindarkan. Lahan pertanian menjadi keras/tandus, gersang, punahnya mikro dan makro fauna tanah, menjadi imbas dari penggunaan pupuk kimia yang melebihi dosis normal dan tidak dikontrol.

Residu pupuk kimia juga ikut menyumbang pencemaran pada tanah dan perairan hingga bermuara pada pengrusakan lingkungan.

BACA JUGA: Apakah Jika Tanaman Sudah Dikasih Pupuk Tanaman Bisa Langsung Menyerapnya?

Pupuk NPK Oganik Kendi Mas Beta Malang

Pupuk organik Kendi Mas adalah pupuk lengkap seperti ide pembuatan kompos plus tapi dibuat secara profesional dengan peralatan standart di pabrik pupuk berlisensi.  Pupuk organik memiliki keunggulan, yaitu:

  1. Bisa digunakan untuk segala jenis tanaman
  2. Bisa digunakan sebagai starter pembuatan kompos plus
  3. Bisa ditabur di kandang untuk menghilangkan bau dan membantu kesehatan ternak.
  4. Bisa ditabur ke kolam/tambak, untk membantu menjaga kualitas air dan pakan alami (plankton, kutu air, cacing sutra dll)
  5. Bisa dicampur pelet ikan (1-2%), untuk membantu pencernaan dan mendongkrak pertumbuhan ikan/udang.
  6. Bisa ditabur di selokan, limbah organik dll utk membantu penguraian bahan organik sekaligus menghilangkan bau.

Keunggulan penggunaan NPK Kendi Mas organik dalam jangka panjang bisa mengembalikan kesuburkan tanah dan meningkatkan KTK (kapasitas tukar kation) pada perakaran tanaman dan berpengaruh terhadap daya serap nutrisi yang dibutuhkan berupa seyawa/ion dalam bentuk siap saji.

Saat malam hari tetap bisa diserap meskipun tidak ada fotosintesis.

Pupuk granule KENDI MAS, adalah kombinasi pupuk NPK yang digabungkan dengan semua jenis bahan pupuk lainnya, seperti pupuk mikro, pupuk organik fermentasi dan juga diperkaya dengan berbagai jenis mikroba positif yang membantu mengurai apapun, sekaligus dilengkapi berbagai jenis mikroba yang bersifat agen hayati yang berfungsi untuk mengendalikan hama penyakit tanaman, sehingga saat aplikasi pupuk organik KENDI MAS, selain memberikan pupuk yang lengkap, juga sekaligus mengobati segala jenis penyakit dan mengendalikan semua jenis hama tanaman.

Kelebihan Pupuk Organik Kendi Mas

  1. Mengurai semua bahan organik dan diubah menjadi pupuk/unsur hara yang siap saji bagi tanaman dan orgnisme lain yang hidup di dalam tanah (bakteri, fungi, alga, jasad renik, cacing dan lain-lain mahluk hidup yang ada di ekosistem tersebut.
  2. Mampu mengurai residu kimia dan logam berat menjadi senyawa pupuk.
  3. Mampu mengendalikan hama dan penyakit tanaman
  4. Mampu memicu pertumbuhan tanaman, baik di fase vegetatatif dan generatif karena dilengkapi dengan bio hormon (hasil metabolit Micro-organisme)
  5. Bisa digunakan untuk starter pembuatan kompos plus, yakni pupuk lengkap dengan bahan-bahan yang ada di sekitar
  6. Mudah diaplikasikan, baik dengan cara ditabur, dibuat kocor dan semprot tanaman
  7. Bisa digunakan untuk pupuk tanaman maupun bahan campuran pakan hewan (semua ternak dan ikan)
  8. Sangat bagus digunakan sebagai pupuk dasar bagi tambak untuk menumbuhkan plankton, zooplankton, daphnia maupun artenia.
  9. Sangat bagus juga untuk menghilangkan bau kolam maupun kandang.

Petunjuk Aplikasi Pupuk organik Kendi Mas Beta Malang

1. Sebagai Pupuk Dasar.

Taburkan pupuk granul secara merata saat pengolahan lahan.

Tujuannya adalah agar semua materi di lahan bisa diurai, baik itu materi organik maupun materi non organik yang berasal dari residu kimia, juga mengurai gas-gas berbahaya seperti amoniak dan H2S.

Setelah terurai maka akan banyak unsur hara yang tersedia di lahan sebagai nutrisi siap saji yang nantinya diserap oleh bibit tanaman, sekaligus, nutrisi siap saji ini akan diserap oleh berbagai mikroba positif yang ada di lahan agar nantinya bisa bersimbiosis dengan baik di akar tanaman sekaligus menekan pertumbuhan mikroba jelek penyebab penyakit (pathogen).

Jika dari awal unsur hara telah diurai dan hal negatifnya (bakteri, jamur/fungi, virus) diantisipasi, maka menanam apapun akan jauh lebih mudah.

Dosis pupuk dasar yang disarankan, minimal 100 kg. Ini adalah jumlah yang sangat sedikit, yang artinya hanya butuh 1 kg untuk 100 m persegi lahan, tetapi karena berisi mikroba probiotik dan agen hayati, maka itu akan menyebar dan berkembang di lahan.

Butuh waktu minimal 3 hari sebelum lahan ditanami.

Khusus untuk lahan yang pH-nya rendah, pupuk granule KENDI MAS sebaiknya ditambahkan kapur pertanian/dolomit sebanyak 100kg/ha.

Campurlah kapur pertanian dengan perbandingan 1:1, beri air seperlunya, aduk merata, agar nantinya lebih mudah ditaburkan dan terlalu berdebu.

2. Sebagai Pupuk Susulan.

Pupuk susulan diperlukan untuk menambahkan unsur hara yang lebih siap saji guna mendukung pertumbuhan bibit yang baru ditanam, sampai pada masa panen.

Khusus untuk tanaman padi, pupuk susulan ini dilakukan minimal 3 kali, yakni di usia 7 HST, 21 HST, dan 40 HST. Dosis yang dianjurkan untuk tanaman padi adalah I = 150kg, II = 150kg, III = 200kg.

Tentu saja dosis ini bisa berubah untuk tiap lahan dan tiap komoditas.

Jika dirasa pertumbuhan tanaman kurang maksimal, maka pada pemupukan I bisa ditambahkan 15kg urea (5kg urea untuk setiap karung pupuk granule BeTa, diaduk merata dan siap ditaburan.

Begitu juga dengan setiap penambahan pupuk jenis lainnya), pada pemupukan ke II ditambahkan 15kg urea dan 15kg pupuk KCl, pada pemupukan ke III bisa ditambahkan 30kg pupuk KCl atau pupuk lainnya yang mengandung unsur kalium (K).

3. Sebagai Starter Pembuatan Kompos Plus.

Kompos plus adalah pupuk berbahan baku organik yang diperkaya dengan berbagai bahan pupuk, termasuk penambahan pupuk anorganik, dan kemudian difermentasi menggunakan mikroba yang terdapat pada produk BeTa (bisa berupa  POC BeTa, bisa juga granule BeTa), dan karena dilengkapi dengan jenis mikroba agensi hayati, maka pupuk ini nantinya bisa digunakan untuk mengendalikan serangan hama penyakit tanaman.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Kompos Plus, yakni :

  1. Pupuk organik KENDI MAS 1 karung
  2. Pupuk Petroganik 10 karung
  3. Urea 10 kg
  4. Pupuk phospat, bisa TSP, SP36, Phonska, dll 50 kg
  5. Kapur pertanian, atau dolomit 50kg
  6. Starter probiotik, gunakan POC BeTa 1 lliter
  7. Molase 1 liter, atau gula merah 1kg
  8. Air seperlunya. Lebih bagus jika ditambahkan berbagai jenis POC, PGPR, urine

Bisa juga ditambahkan bahan lainnya seperti berikut :

  1. Kohe sapi, kohe ayam, kohe kambing dll. Jumlah menyesuaikan atau mengganti sebagian pupuk Petroganik diatas
  2. Dedak padi / dedak jagung, sebagai sumber unsur kalium dan mikro. Jumlah 20 kg
  3. Buah-buahan atau sayuran limbah, dicacah atau ijadikan POC dulu. Jumlah seperlunya
  4. Belerang, garam, berbagai pupuk mikro (Bo,Si,Mg,Mn, dll). Jumlah maksimal 1kg
  5. Cacahan batang pisang, jerami, limbah pertanian dll limbah bahan organik. Jumlah bebas

Cara membuat KOMPOS PLUS dengan NPK Organik Kendi Mas:

  • Campur semua bahan, aduk merata.
  • Bisa sambil dikocori air yang telah dicampur dengan starter POC BeTa, berbagai poc, PGPR, urine, molase, gula, pupuk mikro dll.
  • Pengadukan dilakukan sampai semua bahan bisa basah merata tapi tidak terlalu banyak airnya.
  • Masukkan semuanya ke dalam karung, dan biarkan sampai mateng.
  • Jika menggunakan bahan Petroganik maka 3 hari sudah bisa digunakan.
  • Jika pakai bahan kompos mentah, setelah 7 hari baru bisa digunakan.
  • Kompos plus ini bisa disimpan lama, lebih 1 tahun. Makin lama makin bagus asalkan kondisi tetap lembab, sering disiram dan ada di tempat yang teduh.
  • Dosis aplikasi bisa mengikuti pola pemupukan sebelumnya

4. Pupuk organik Kendi Mas bisa digunakan untuk semprot maupun kocor.

Salah satu kegiatan perawatan yang dilakukan petani adalah semprot dan kocor.

Semprot dilakukan terutama untuk mengatasi hama penyakit sekaligus menambahkan nutrisi siap saji dan hormon bagi tanaman.

Pupuk organik Kendi Mas ini bisa juga digunakan untuk semprot dan kocor.  Dosis yang disarankan adalah 1 kg dengan air 100 liter.

Atau 1 kg encerkan dengan air 5 liter, saring dulu, dan ambil 1 liter untuk 1 tanki semprot 14-16 liter air.

Dalam prakteknya, petani sudah terbiasa menggunakan pestisida kimia dan juga berbagai jenis pupuk atau produk lainnya yang bersifat hormon dan pupuk mikro.

Semua ini bisa ditambahkan saat kocor atau semprot.

Khusus pestisida kimia, wajib dikurangi dosisnya, gunakan hanya 1/3 saja dari dosis sebelumnya, tujuannya adalah agar tanaman tidak overdosis dan gosong.

Sedangkan bahan lainnya juga boleh ditambahkan dalam jumlah sedikit juga, tetapi sebaiknya masukkan dalam drum bersama Pupuk organik Kendi Mas, tambahkan air sampai penuh dan biarkan dulu semalaman (difermentasikan dahulu), maka reaksi air rendaman ini akan semakin bagus saat diaplikasikan.

Ingat, dosis semua bahan wajib dikurangi, cukup 1/3 saja dari dosis sebelumnya.

Dengan cara ini maka hasil kocoran dan semprotnya makin bagus dengan biaya yang makin murah dan tetap aman bagi tanaman maupun konsumen.

Sumber dan Kredit : Isi sudah disesuaikan dengan kebutuhan SEO artikel.

Fungisida Ini Terbukti Banyak Dipakai Pada Tanaman Strawberry

Fungisida Ini Terbukti Banyak Dipakai Pada Tanaman Strawberry

Stroberi sangat diminati untuk berbagai macam olahan makanan juga minuman.  Strawberi memerlukan habitat tumbuh dengan temperatur rendah, budidaya di Indonesia banyak dilakukan di dataran tinggi.

Sentra penanaman stroberi di Jawa Barat terdapat di Ciwidey, Bandung Selatan, Provinsi Jawa Barat.  Di Jawa Tengah, strawberi banyak ditemukan di Tawangmangu.

Penyakit Penting Pada Tanaman Strawberi

Beberapa penyakit penting yang sering ditemukan pada tanamana strawberi adalah:

Bercak stroberi coklat

Bercak stroberi coklat adalah penyakit yang tidak timbul dari hama, tetapi dari infeksi jamur. Terwujud dalam bentuk bintik-bintik gelap pada bunga, tangkai daun, kumis, dan langsung beri. Namun yang paling rentan adalah tunas dan dedaunan hijau. Setelah memperhatikan tanda-tanda pertama penyakit ini, penanam harus turun tangan sesegera mungkin untuk dapat menyelamatkan berry manis yang lezat.

Agen penyebab penyakit ini adalah jamur Marssonina petontillae. Bercak coklat dianggap sebagai salah satu penyakit utama stroberi dan biasanya bermanifestasi sendiri selama periode berbuah. Saat itulah penduduk musim panas dapat melihat stroberi coklat di kebunnya.

Penyakit ini mampu menyerang dari 60% tanaman. Akibatnya tanaman kehilangan kemampuan untuk memberi makan oksigen, proses fotosintesis hancur.

Bercak coklat pada daun Strawberi

Penyebab dari penyakit ini adalah kelembaban tinggi.  Tanda pertama kehadiran bintik-bintik di permukaan daun stroberi. Bintik-bintik ungu gelap yang nantinya bisa berubah warna, menjadi cokelat atau merah.

Tip Burn

Gejala Tip Burn terlihat pada ujung daun tanaman stroberi yang nampak tebakar. Daun yang menunjukkan gejala menjadi tidak segar dan pertumbuhan menjadi terhambat.

Daun menunjukkan gejala Tip Burn

Hawar Daun

Gejala hawar dimulai dari tepi daun menuju ke tengah dan daun akan menjadi hijau kusam. gejala semakin berat ditunjukkan dengan daun yang menjadi layu dan mengering.

Serangan yang parah menyebabkan seluruh tanaman tumbuh meranggas dan mati. Pada cuaca panas, tanaman akan menjadi cepat layu dan mati.

Hawar Daun Strawberi

Bintik Ungu (Leaf Blight)

Gejala berupa bintik-bintik berwarna ungu yang berkembang menjadi coklat lalu disekitar bintik meluas daerah yang berwarna kekuningan hingga keunguan.

Daun yang tua menjadi suram dan tumbuh merana kemudian mati (gugur). Penyakit in cukup banyak ditemukan pada pertanaman stroberi yang tidak terawat dengan kondisi yang lembab.

Bintik Ungu Pada Daun Strawberi

Antraknosa

Antraknose dapat menyerang daun, batang, stolon dan paling sering terlihat menyerang buah. Buah dapat terserang sejak di lapangan yang kemudian berkembang setelah panen di tempat penyimpanan, mengakibatkan masa panen buah menjadi singkat dan dapat menginfeksi buah lainnya di tempat penyimpanan.

Penyebab patek antraknosa adalah jamur Colletrotrichum sp.

Gejala antraknosa pada buah Strawberi

Gray Mold

Gray mold disebabkan oleh jamur Botrytis cinerea.

Buah muda rentan terhadap infeksi tetapi gejala akan terlihat saat sudah tua, buah yang berada di dalam bunga akan menjadi coklat kering. Buah muda yang terinfeksi menjadi busuk coklat, warna coklat menyebar lalu buah menjadi kering dan permukaannya ditutupi bubuk keabu-abuan seperti berdebu.

Penyakit ini berkembang sangat pesat pada tempat penyimpanan, setelah buah dipanen, dan menyebar ke buah lain yang sehat. Pada kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur, buah dapat membusuk dalam waktung 48 jam setelah dipanen.

Botrytis cinerea menutupi permukaan buah

Virus

Beberapa tanaman stroberi menunjukkan gejala yang menyerupai gejala serangan virus, yaitu daun menjadi kriting dan warnanya tidak merata seperti mengalami mozaik.

Pertumbuhan tanaman kemudian akan sangat berbeda dari tanaman sehat, tanaman terserang virus tumbuh kerdil dan tidak membentuk buah.

Daun yang diduga terserang virus

Cara Pengendaliannya Penyakit Pada Strawberi

Penggunaan fungisida kontak yang tidak menimbulkan resistensi menjadi sangat penting karena intensitas penyemprotan sangat tinggi.

Penyemprotan dengan menggunakan fungisida yang berbahan aktif Thiram dengan merek Tiflo 80WG sudah terbukti banyak dipakai oleh petani straberi di daerah Ciwidey, Bandung, Jawa Barat.

Fungisida ini ampuh untuk mengendalikan busuk buah, bercak daun, antraknosa pada tanaman strawberi.

Keuggulan Fungisida Tiflo 80WG pada tanaman strawberi karena larutannya yang berwarna putih sehingga tidak meninggalkan bercak pada buah. Buah terlihat bersih dan mulus.

Dosis penggunaan yang rendah 3-4 gr per liter, sehingga sangat ekonomis.

Tiflo 80WG diproduksi dari perusahaan Belgia, Eropa sehingga terjamin kualitasnya.

Sumber Artikel dengan beberapa perubahan untuk kepentingan SEO:

Jangan Pakai Bahan Aktif Fungisida ini Lebih Dari 4 Kali Per Musim

Jangan Pakai Bahan Aktif Fungisida ini Lebih Dari 4 Kali Per Musim

Sekarang musim hujan telah tiba.  Musim hujan adalah musim penyakit.  Biasayanya interval penyemprotan pada musim penghujan juga ditingkatkan dari biasanya memenyemprot 5-7 hari sekali, kini bisa 2-3 kali sehari.

Jenis penyakit pada musim hujan juga sangat bervariatif.  Pada tanaman kentang, tomat, cabai, penyakait hawar daun atau busuk daun Phytopthora sp, banyak menyerang tanaman.

Fungisida Apa yang Cocok Untuk Phytophthora?

Fungisida-fungisida non-strobilurin yang kuat untuk Phytophthora infestans pada kentang (dan tomat juga) dan kode FRAC-nya adalah:

  • FRAC 4: Metalaksil (mefenoksam)
  • FRAC 27: Simoksanil
  • FRAC 28: Propamokarb
  • FRAC 40: Dimetomorf dan Mandipropamid
  • FRAC 43: Fluopikolid
  • FRAC 45: Amektotradin
  • FRAC 49: Oksatiapiprolin

Namun fungisida-fungisida dengan bahan aktif di atas, tidak boleh aplikasikan berturut-turut selama 4 kali dalam semusim karena akan mempercepat resistensi penyakit.

Catatan: karena pada kentang (dan tomat) juga ada Alternaria-nya, sekali-sekali diseling dengan fungisida lain yang kuat untuk Alternaria (misalnya azoksistrobin).

Fungisida ini Boleh Digunakan Terus Menerus Setiap Musim

Kabar baiknya ada jenis fungisida yang bersifat protektif boleh digunakan secara terus menerus sepanjang musim.  Karena fungisida ini bekerja sebagai multisida inhibitor dan tidak menyebabkan kekebalan (resisten) pada jamur.

Jenis fungisida ini adalah fungisida kontak protektif dari golongan Dithiokarbamat.  Golongan ini paling banyak digunakan diseluruh dunia.  Golongan ini memiliki spektrum pengendalian yang luas terhadap jamur kelas Basidiomycetes, Ascomycetes dan Deuteromycetes. 

Sesuai dengan fungsinya sebagai fungisida kontak, maka fungisida ini diaplikasikan sebelum adanya gejala serangan penyakit.

Salah satu sifat menjol dari fungisida kontak dithiokarbamat adalah mereka tidak hanya bekerja pada satu lokasi sehingga disebut juga multi-site inhibitor, sehingga tidak mudah menimbulkan kekebalan terhadap jamur sasaran.

Fungisida golongan Dithiokarbamat dibedakan menjadi beberapa sub-kelas, yaitu:

Dimethil-Dithiokarbamat: contohnya THIRAM, ZIRAM, Ferbam

Alkilenebis-dithiokarbamat: contohnya mancopper, mancozeb, maneb, metiram, propineb, zineb, dan nabam.

Fungisida Ziram bekerja sebagai penghambat enzim, selain berfungsi sebagai fungisida non-sistemik juga dapat berfungsi sebagai repelen (penolak) terhadap burung dan tikus.  Dipasaran fungsisida berabahan aktif Ziram, adalah ZIFLO 76WG yang dijual oleh PT. Biotis Agrindo.

Fungisida Ziflo dan/atau fungisida kontak protektif lainnya boleh dipakai terus menerus, karena fungisida kontak protektif bekerja sbg multiside inhibitor, tidak menyebabkan jamur kebal.

Sumber:

Apa Perbedaan Dekomposer Bunkai dan Compost Tea

Apa Perbedaan Dekomposer Bunkai dan Compost Tea

Tidak dipungkiri dalam perawatan tanaman, kita selalu perang dengan mikroba patogen. Artinya bahwa mikroba itu memang ada dan selalu ada dilahan.

Sebagian orang berpendapat ” ngapain sibuk sibuk suplai mikroba, toh dialam sudah banyak”. Betul pendapat ini tapi juga kurang tepat. Mikroba lokal ada yang baik ada yang jahat dan semua mereka mudah mati dengan bahan aktif.

Mikroba baik sangat kuat menghajar mikroba jelek cuman populasi mereka lambat. Mikroba jelek populasinya sangat cepat. Maka dengan aktifitas bahan aktif pestisida, mikroba negatif lebih sering muncul dan kuat karena populasinya cepat dan cepat pula menyebar.

Oleh karenanya perlu aplikasi mikroba positif pada lahan untuk percepatan populasi positif.

Kebanyakan semua mikroba merebutkan wilayah untuk menguasai makanan. Karbohidrat dan gula tanaman yang paling disukai mereka.

Saat tumbuhan muda/vegetatif, mikroba jelek sudah datang dan berada di sekitar tanaman bahkan juga sudah hinggap pada tanaman hanya saja aktifitasnya kurang terlihat karena tanaman muda belum mempunyai banyak karbohidrat dan gula.

Saat generatip saat semuanya tersedia, maka mereka langsung muncul dan seolah olah langsung menyebar dan menguasai lahan. Kita pun kelimpungan.

Oleh karenanya, aplikasi penyebaran mikroba BUNKAI/CT sebaiknya dilakukan gencar saat olah lahan – saat tanaman muda agar mereka bisa menekan patogen yang sudah siap siaga dilahan. Rutin semprot lahan diawal bisa meringankan beban kerja di akhir.

Baca juga : Cara Membuat Pupuk Kompos Organik dari Sampah Rumah Tangga Dengan Dekomposer Bunkai

Apa itu Compos Tea

Kompos teh/Compost tea/CT merupakan metode ekstrasi cair kompos/manur/bokasih yang terfermentasi sempurna dg tujuan utk mengambil sari pati/nutrisi yang ada pada kompos/bokasih dan memperkuat bakteri decomposer sekaligus menyediakan nutrisi.

Compost tea sangat kaya dg nutrisi dan bakteri menguntungkan dalam satu aplikasi Compost tea mampu mengefisiensikan dan mengefektifkan pemupukan serta sekaligus menjaga tanaman dari gangguan phatogen

Konsep compost tea adalah memberikan nutrisi secara langsung ke tanaman, tanah dan microba lokal secara masif tanah sehingga tanah menjadi subur. 

Compost tea menggunakan microba lokal yaitu Dekomposer Bunkai.  Bunkai bisa lgsg aplikasi ke tanaman, kocor atau spray.  Dosis ajuran penggunaan bunkai adalah 2-5ml/ltr air.  Namun aplikasi terbaik bunkai adalah dengan dibuat compost tea terlebih dahulu.

Dekomposer pupuk organik bunkai

Keunggulan Metode Compost Tea

Dengan microba decomposer aerob Bunkai, compost tea menggunakan tehnologi aerobic.  Hanya memerlukan waktu 24 jam.  Sehingga dengan begitu semakin hari semakin subur tanah pertanian kita. Proses penguraiannya menjadi singkat dan efektif.

Compost tea memiliki keunggulan dalam satu aplikasi mampu :

  1. Menyuburkan tanah
  2. Menyediakan nutrisi yg berlimpah,tersedia dan terukur
  3. Meningkatkan serapan nutrisi pada tanaman 3-4 kali dri biasanya
  4. Anti dormansi
  5. Anti phatogen tanah
  6. Meningkatkan Vigor
  7. Meningkatkan anti bodi / sistem pertahanan tanaman terhadap HPT
  8. Menjaga keseimbangan ekosistem tanah
  9. Top up produksi/panen

Tips Ampuh Teknik Penyebaran Mikroba BUNKAI/CT.

Mikroba patogen pasti sudah ada dilahan pertanian kita. Apalagi musim hujan extrim ini pH tanah, pH permukaan tanah hampir dipastikan turun dibawah 7. Apalagi saat malam. 

Pada saat itu taburkan DOLOMIT atau kapur di seluruh permukaan tanah lahan.

Setelah 3-4 hari, setelah kapur bereaksi menaikan pH permukaan, walhasil patogen yang takut dengan pH 6-7 akan melemah atau dorman atau minggat pergi tanpa pesan.

Nah saat itulah saat yang bagus tuk menyebarkan BUNKAI / CT via dengan cara disprai ke lahan secara rata. Dosis semakin pekat semakin baik. Aplikasikan rutin 2 hari sekali.

Dengan cara seperti itu diharapkan pada saat fase generatif, semuanya terasa mudah. Hama berkurang, patogen pun jinak.

Study Kasus Penggunaan Bunkai pada Tanaman Bawang

Metode bunkaination pada Bawang merah yang di aplikasikan sama petani Tulung agung dari awal sampai akhir.

  • Dasaran Bunkai sama TSP
  • Setelah tanam 7 hari sekali kocor CT (compos tea)
  • 30 HST selang seling CT vegetatif dan generatif 3 hari sekali
  • 40 HST CT generatif di mix MKP, ZK kocor 3 hari sekali plus sulfur silika
  • 50 HST Booster brix kocor campur CT generatif

Sumber dan credit:

Mengurangi Volume semprot, Penggunaan Pestisida berkurang?

Mengurangi Volume semprot, Penggunaan Pestisida berkurang?

Bagaimana jika penyemprotan terlalu banyak, sedangkan kapasitas tanaman menampung butiran semprot terbatas? 

Maka yang akan terjadi adalah cairan pestisida yang disemprotkan akan menetes dari daun dan terbuang percuma.  Pada akhirnya pestisida terbuang, pencemari tanah, dan terjadi pemborosan biaya. Menyemprot tidak harus basah kuyup, cukup tertutupi butiran semprot.

Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Bapak Panut Djojosumarto, petani di Dieng (juga Garut dan Pangalengan) biasa menyemprot kentang menggunakan power sprayer dengan volume semprot sekitar 8 drum per hektar (bahkan ada yg lebih). Ini terlalu banyak, karena kentang cukup disemprot dengan 600 – 900 liter/ha.

Ada beberapa cara menurunkan volume semprot, antara lain dengan menurunkan flow rate (output) nozzle. Karena dengan itu tidak perlu merubah kebiasaan petani menyemprot.

Power sprayer San Cin memiliki nozzle yg lubang platnya berdiameter 2 mm. Maka kami putuskan utk membuat plat nozzle dng diameter lubang 0,8 mm. Dengan plat berdiameter 0,8 mm itu, tanpa merubah cara petani menyemprot, akan menghasilkan volume semprot sekitar 5 drum/ha.

Bila pada setiap drum dimasukkan insektisida dan fungisida (entah berapa macam) dan setiap musim petani menyemprot 15 kali, maka uang yg dapat dihemat dari penurunan volume semprot dapat dilihat pada tabel berikut.

Apakah Mengurangi Volume semprot, Penggunaan Pestisida berkurang?

Volume semprot dikurangi maka penggunaan pestisida tidak akan berkurang. Apakah ini tidak berpengaruh terhadap penekanan Hama dan penyakitnya?

Jika ukuran dosis yang di gunakan tentu akan berkurang apabila konsentrasi tidak dinaikan.

Hal ini tergantung takaran yg digunakan. Kalau kita mengacu pada ukuran konsentrasi (ml/liter) maka akan mengikuti volume semprot. Jika menggunakan ukuran dosis (liter atau kg pestisida per hektar) memang berkurang.  Akan tetapi dikarenakan dosis awal yang digunakan petani memang sudah terlalu tinggi.

Jadi tidak berpengaruh, penyemprotan pestisida tetap efektif meski partikel air campur pestisida yang keluar dari nozzle kayak kabut/fogging. Bisa dilihat pada penggunaan mist blower atau fogging.

Sumber: FB Account Panut Djojosumarto posting tanggal 31.01.2021.

Tanaman anda “mereketet”? Tumbuh tidak optimal? Cobalah NUTRISI TANAMAN BANK CEONG Untuk SEMUA JENIS TANAMAN

Tanaman anda “mereketet”? Tumbuh tidak optimal? Cobalah NUTRISI TANAMAN BANK CEONG Untuk SEMUA JENIS TANAMAN

Kesuburan tanah setelah panen pasti akan berkurang, lahan tidurpun harus ditingkatkan kandungan nutrisi tanamannya supaya hasil produksi meningkat.

Solusi kesuburan media tanam dan optimalisasi pertumbuhan tanaman, gunakan Nutrisi Tanaman BANK CEONG.  Efektif untuk kesuburan lahan, mengoptimalkan tanaman mulai dari persemaian, masa pertumbuhan, pembungaan dan pembesaran buah untuk semua jenis tanaman.

Menuju pertanian sehat dan ramah lingkungan dengan menggunakan produk yang ramah lingkungan, terbuat dari bahan-bahan organik.

Nutrisi Tanaman Bank Ceong sebagai Penyubur tanah dan pelengkap nutrisi baik makro dan mikro bagi tanaman. Dilengkapi agen hayati pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT).

Upaya mengoptimalkan hasil produksi tanaman, salah satunya melalui pemberian nutrisi yang lengkap, baik hara makro maupun mikronya.

Nutrisi Tanaman BANK CEONG selain mengandung HARA MAKRO dan MIKRO juga dilengkapi dengan AGEN HAYATI, jika diaplikasikan ke tanah  akan membantu menyuburkan tanah, memproses residu pupuk dalam tanah juga bisa sebagai agen hayati pengendali organisme pengganggu tanaman yang ada di tanah.

Sedangkan jika diaplikasikan secara foliar/semprot, interval dua Minggu sekali, maka tanaman akan mendapatkan nutrisi tambahan plus agen hayati pengendali tanaman seperti jamur, bakteri, ulat dan serangga

Manfaat Umum Penggunaan Nutrisi Bank Ceong

Efektif untuk lahan, persemaian, masa pertumbuhan, pembungaan dan pembesaran buah untuk semua jenis tanaman

  1. Mengembalikan kesuburan tanah
  2. Menyediakan unsur hara bagi tanaman
  3. Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun
  4. Meningkatkan daya tahan dan produktifitas tanaman

Komposisi Kandungan Nutrisi Tanaman Bank Ceong

Bank Ceong: Nutriisi tanaman yang mengandung unsur makro dan mikro.

Unsur hara Makro & Mikro: N, P, K, Mg, S, Fe, Si, Zn, Bo, Cu, Ca, Mo, Na, Al, Cl

Dilengkapi asam amino, hormon pertumbuhan (Zat perangsang tumbuh) GA3 dan Mikroba Agen Hayati:

  • Trichoderma,
  • Beauveria,
  • Mikoriza,
  • Metharizium,
  • Pseudomonas sp,
  • Gliocladium,
  • Corrynebacterium
  • Bakteri pelarut phosfat,
  • Bakteri asam laktat,
  • Bakteri nitrifikasi,
  • Bakteri denitrifikasi,
  • Bakteri sellutotik,
  • Bakteri bio-remediasi.

Nutrisi Tanaman BANK CEONG untuk SEMUA JENIS TANAMAN

Nutrisi tanaman BANK CEONG adalah Pupuk Organik Cair hasil fermentasi dari bahan organik eceng gondok dan keong mas serta dilengkapi dengan beberapa nutrisi dan hormon pertumbuhan yang dibutuhkan oleh tanaman

Nutrisi Tanaman BANK CEONG disemprotkan pada tanah sawah masam dengan konsentrasi 6 ml/liter bisa memperbaiki pH tanah tersebut dan akan menyediakan Unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan bagi tanaman.

Nutrisi Bank Ceong untuk Pengolahan Lahan

Nutrisi Tanaman BANK CEONG disemprotkan pada tanah sawah masam dengan konsentrasi 6 ml/liter bisa memperbaiki pH tanah tersebut dan akan menyediakan Unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan bagi tanaman.

Hasil pengujian pH tanah pada media tanam campuran tanah dan Kompos JADUL, yaitu KOMPOS yang bahan utamanya Kotoran Jangkrik dan bahan organik lainnya serta dilengkapi berbagai agen hayati,  pH tanahnya berada pada kondisi normal yaitu 6. Hal ini akan membantu tanaman untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Nutrisi Bank Ceong untuk Tanaman Padi

Nutrisi Tanaman BANK CEONG berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mengoptimalkan pertumbuhan tanaman.  Dengan cuma satu kali aplikasi aja, tepatnya di usia 43 HST sebanyak 500 ml/Ha. 

Idealnya sih tiga kali aplikasi yaitu usia 14, 28 dan 42 HST masing2 500 ml/Ha (satu botol). Padi Ciherang keluar malai secara serempak dan di usia 84 HST bulir terisi sempurna.

Penggunaan Bank Ceong pada tanaman Padi Sawah

  • Dosis : 500 ml/Ha
  • Usia H-5 HST (Lahan), 14 HST, 28 HST, 42 HST
  • * Semprot tanaman 3 ml/liter air, interval penyemprotan 14 hari
  • * Kocor / Semprot lahan 6 ml/liter sebelum penanaman

Nutrisi Bank Ceong Untuk Memperbanyak Anakan Padi

Dengan mengaplikasikan Nutrisi Tanaman Bank Ceong mulai dari Persiapan lahan yaitu H-5 HST, lalu di usia 14, 28 dan 42  HST supaya TANAH MENJADI SUBUR DAN TANAMAN LEBIH PRODUKTIF

Hasil nyata yang dihasilkan, malai padi keluar secara serempak dan bulir padi di usia 84 HST terisi sempurna serta daun bendera masih sehat, terlihat segar dan hijau.

Nutrisi Bank Ceong untuk Tanaman Anggur

Nutrisi Tanaman BANK CEONG dapat menjadi solusi pada tanaman anggur yang stagnan dan kekurangan unsur hara pada tanaman anggur.

Karena Nutrisi Bank Ceong itu bersifat organik, maka daun anggur pun aman jika dikonsumsi oleh manusia, apalagi untuk makanan ternak.

Penggunaan Bank Ceong pada Sayuran dan Buah-buahan seperti anggur sebagai berikut:

  • Penyemprotan: Konsenstrasi 3 ml/liter air, interval penyemprotan 14 hari
  • Kocor/Semprot lahan : Konsentrasi 6 ml/liter air, interval penyemprotan 14 hari

Dimana Beli Nutrisi Bank Ceong?

Silahkan kunjungi marketplace Shopee atau Tokopedia.

Penyakit Penting Pada Tanaman Melon, Semangka, Pare, Mentimun, Gambas

Penyakit Penting Pada Tanaman Melon, Semangka, Pare, Mentimun, Gambas

Berikut ini adalah penyakit penting pada tanaman keluarga CUCURBITACEAE, yang terdiri dari tanaman Melon, Semangka, Pare, Mentimun, Gambas, dan lainnya:

1. Penyakit embun bulu (downy mildew), disebabkan oleh jamur Pseudoperonospora cubensis (oomycetes).

2. Penyakit embun tepung (powdery mildew), disebabkan oleh jamur Erysiphe cichoracearum & Podosphaera xanthii (Spaerotheca fuliginea) (Ascomycetes).

3. Penyakit antraknosa, disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. (Deuteromycetes)

4. Layu Fusarium (Fusarium oxysporum); forma specialis tertentu)

5. Penyakit-penyakit bakteri

6. Aneka virus

Pengendalian Penyakit Penting Pada Tanaman Melon, Semangka, Pare, Mentimun, Gambas

Penyakit EMBUN BULU (DOWNY MILDEW, Pseudoperonospora cubensis).

Pengendalian penyakit tidak hanya bergantung pada fungisida, tetapi juga status hara tanaman. Jaga imbangan antara N, P, K, Mg.

Untuk fungisida, bisa digunakan fungisida-fungisida kontak protektif (senyawa tembaga, mankozeb, maneb, zineb, propineb, klorotalonil, thiram, ziram, dsb), sebagai tindakan preventif umum, untuk mencegah penyakit jamur pada umumnya.

Fungisida sistemik spesialis oomycetes bisa digunakan secara bergantian.

Spesialis oomycetes yang kuat untuk embun bulu pada Cucurbitaceae (Pseudoperonospora cubensis) antara lain: metalaksil/mefenoksam, propamokarb, mandipropamid, dan fluopikolid.

Bisa juga dicoba simoksanil, cyazofamid dan amektotradin.

Kebanyakan fungisida oomycetes tersebut diatas dalam formulasinya sudah dicampur dengan salah satu fungisida kontak.

Dari kelompok strobilurin, yang paling kuat untuk embun bulu adalah azoksistrobin.

Pengendalian penyakit EMBUN TEPUNG (Powdery mildew, Erysiphe sp., Podosphaera sp).

Untuk pencegahan, bisa digunakan fungisida-fungisida kontak protektif (senyawa tembaga, mankozeb, maneb, zineb, propineb, klorotalonil, Thiram, Ziram, dsb), sebagai tindakan preventif umum, untuk mencegah penyakit jamur pada umumnya.

Fungisida sistemik untuk embun bulu pada tanaman tumun-timunan (Erysiphe dan Podosphaera) sangat banyak pilihannya.

Dari kelompok triazol pilihannya adalah difenokonazol, dinikonazol, omibenkonazol, moklobutanil, propikonazol, tebukonazol, tetrakonazol, dan triadimefon.

Dari kelas strobilurin bisa dipilih azoksistrobin, fluaksostrobin, pikoksistrobin, piraklostrobin, dan trifloksistrobin.

Fungisida lainnya yang bisa dipilih adalah benomil, boskalid, bupirimat, karbendazim, fluarimol, pirazofos, quinoksifen, spiroksamin, thiofanat metil, dan tridemorf.

Pengendalian penyakit ANTRAKNOSA (Colletotrichum lagenarium & spp).

Antraknosa termasuk penyakit yang “SULIT”.

Antraknosa ditularkan lewat benih, tanah, percikan air hujan, udara dan juga serangga hama. Antraknosa menyerang semua bagian tanaman (batang, daun, cabang dan buah) dan semua stadia pertumbuhan (sejak pesemaian).

Tindakan pencegahan (juga berlaku untuk penyakit lainnya) meliputi rotasi tanaman, membenamkan sisa-sisa tanaman, pengaturan pH dan air, dan keseimbangan serta kelengkapan unsur hara.

Untuk pencegahan, bisa digunakan fungisida-fungisida kontak protektif (senyawa tembaga, mankozeb, maneb, zineb, propineb, klorotalonil, Thiram, Ziram, dsb), sebagai tindakan preventif umum, untuk mencegah penyakit jamur pada umumnya.

Kuncinya adalah penyemprotan yang merata, hingga helaian daun bagian bawah (tidak mudah untuk semangka).

Anda bisa mencoba plant activator seperti asibensolar metil, yang hanya boleh digunakan pada tanaman yang sehat (kalau sudah sakit JANGAN gunakan asibensolar).

Fungisida sistemik untuk antraknosa tidak banyak. Setelah saya cari selama 3 hari di The Pesticide Manual, saya hanya menemukan 3 bahan aktif yang secara tegas mencantumkan Colletotrichum/antraknosa, yakni azoksistrobin, difenokonazol, imibenkonazol.

Pengendalian penyakit FUSARIUM (Fusarium oxysporum).

Fusariun termasuk penyakit yang “NAKAL dan SULIT”.

Beberapa forma spesialis Fusarium oxysporum merupakan jamur tanah yg tidak berbahaya. Bahkan ada yg berguna. Tetapi forma spesialis tertentu merupakan patogen yg lumayan sulit dikendalikan.

Tindakan pencegahan (juga berlaku utk penyakit lainnya) meliputi rotasi tanaman, membenamkan sisa-sisa tanaman, pengaturan pH dan air, dan keseimbangan serta kelengkapan unsur hara.

Untuk pencegahan, bisa digunakan fungisida-fungisida kontak protektif (senyawa tembaga, mankozeb, maneb, zineb, propineb, klorotalonil, dsb),

Sebagai tindakan preventif umum, untuk mencegah penyakit jamur pada umumnya.

Kuncinya adalah kocorkan ke tanah sekitar pangkal batang untuk menghambat penularan Fusarium.

Anda juga bisa melakukan sterilisasi tanah (misalnya dengan sodium metham) untuk membersihkan tanah dari Fusarium dan penyakit tular tanah lainnya.

Penggunaan jamur antagonis Trichoderma (T. harzianum; T. virens; dsb) merupakan cara yg cukup efektif dan mudah dilakukan. Trichoderma diaplikasikan ke tanah bersamaan dengan pengolahan tanah.

Fungisida sistemik yang mencantumkan Fusarium sebagai targetnya termasuk bromukonazol, tebukonazol, karbendazim, tiofanat, triflumizole, dan seed treatment dengan fludioksonil.

Sumber:

Postingan di akun facebook Pak Panut Djojosumato.  Untuk lengkapnya bisa dicek disini: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10.

Cek referensi tambahan di The Pesticide Manual.

Berikut ini Tingkat Resistensi Fungisida dan Tingkat Resiko Patogen Jamur Pada Tanaman

Berikut ini Tingkat Resistensi Fungisida dan Tingkat Resiko Patogen Jamur Pada Tanaman

Organisme pengganggu tumbuhan (OPT) biasa disebut juga hama dan penyakit tanaman disebut jika OPT-nya resisten atau kebal terhadap suatu jenis pestisida, kemudian menjadi tidak dapat dikendalikan oleh pestisida tersebut.

Tingkat Resistensi Tanaman Terhadap Hama dan Penyakit

Dampak dari resistensi (kekebalan) OPT terhadap pestisida secara ekonomi dan sosial sangat besar. Petani harus mengeluarkan biaya pengendalian lebih besar dan terpaksa menggunakan dosis yang lebih tinggi atau membeli pestisida baru yang lebih mahal.

Pemerintah merugi karena target produksi pertanian tidak tercapai.

Industri pestisida merugi karena ‘ masa hidup’ pestisida di pasar semakin pendek.

Masyarakat menanggung risiko bahaya bagi kesehatan dan lingkungan hidup.

Kekebalan Penyakit Karena Jamur

Proses bagaimana populasi jamur patogen yang semula peka menjadi kebal (resisten) terhadap fungisida tertentu mirip dengan evolusi tesistensi serangga hama. Intinya individu yang kebal makin lama makin banyak hingga akhirnya mendominasi populasi tersebut.

Namun ada juga perbedaannya. Resistensi hama terhadap insektisida tidak tergantung pada kelas kimia insektisida (non class related resistance). Hama bisa kebal terhadap HAMPIR semua kelas kimia insektisida.

Dalam hal fungisida, ada beberapa kelas kimia yang hampir tidak pernah menimbulkan kekebalan penyakit (disebut fungisida dengan resiko rendah). Disamping itu ada beberapa kelas yang cepat menimbulkan kekebalan (disebut resiko tinggi).

Kekebalan yang berkaitan dengan kelas kimia pestisida semacam ini disebut class related resistance.

Tingkat Resiko Kekebalan Fungisida

Berikut ini adalah tingkat resiko fungisida:

1. Resiko tinggi:

Contoh fungisida dengan bahan aktif :  phenylamide (metalaksil, dan seterusnya); fungisida MBC/benzimidazole (benomil, karbendazim); strobilurin (trifloksistrobin).

2. Resiko sedang sampai tinggi:

Contoh fungisida dengan bahan aktif : klozolinat, iprodion.

3. Resiko sedang:

Contoh fungisida dengan bahan aktif : Sterol biosinthesis inhibitor (triazol) dsb.

4 . Resiko rendah sampai sedang:

Contoh fungisida dengan bahan aktif : fludioksonil, klòrineb, propamokarb, mandipropamide.

5. Resiko rendah: semua kontak protektif multisite inhibitor

Contoh fungisida dengan bahan aktif maneb, zineb, mankozeb, Tiram (merek TIFLO 80WG), Ziram (merek ZIFLO 76WG).

Tingkat Resiko Jamur Penyakit Tanaman

Sebelum telah diuraikan bahwa ada fungisida-fungisida yang cepat menimbulkan kekebalan/resistensi pada jamur patogen (resiko tinggi), meski ada pula yang tidak pernah dilaporkan menimbulkan kekebalan (resiko rendah).

Kecuali faktor fungisidanya, ternyata jamur patogen juga ada yang cepat mengembangkan kekebalan (resistance build up) ada yang lambat.

Dari data lapangan yang masih sangat terbatas (kebanyakan data dari luar negeri) para ahli telah menyusun klasifikasi rentan-tidaknya jamur patogen mengembangkan kekebalan.

1. Penyakit yang cepat resisten (RESIKO TINGGI)

Contoh:  termasuk penyakit sigatoka pada pisang, embun tepung pada serealia, Botrytis pada anggur, Phytophthora pada kentang, Pyricularia (blast) pada padi.

2. Penyakit dengan RESIKO SEDANG

Contoh: Rhyncosporium dan Septoria pada gandum.

3. Penyakit dengan RESIKO RENDAH

Contoh: penyakit tular tanah, penyakit tular benih, karat daun (Puccinia) pada serealia dan hawar pelepah Rhizoctonia pada padi.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Tingkat Resiko Fungisida dan Jamur Penyakit Tanaman

Sumber artikel:

  1. Panut Djojok Sumarto, Dari Brent & Holloman: Fungicide Resistance. The Assessment of Risk. 1998). Pada postingan disini dan disini.
<