Review Fungisida Propus Plus: Bukan Sekedar Fungisida Difenokonazol Berikut Kelebihannnya

Review Fungisida Propus Plus: Bukan Sekedar Fungisida Difenokonazol Berikut Kelebihannnya

Apakah Anda ingin meningkatkan hasil panen padi Anda?

Bukan hanya fungisida difenokonazol biasa, Propus Plus memiliki kelebihan yang membuatnya unggul. Fungisida PROPUS PLUS yang berbahan aktif difenokonazol yang dikombinasikan dengan stimulan DSP. Temukan informasi lengkap tentang manfaat dan cara penggunaan difenokonazol untuk meningkatkan hasil panen padi di bawah ini.

Baca Juga: Pengaruh Biostimulan PROPUS pada Tanaman: Manfaat dan Cara Penggunaannya

Difenokonazol itu Apa?

Difenokonazol merupakan bahan aktif fungisida dari golongan triazol yang bekerja dengan cara mengganggu sterol biosintesis pada membran, bersifat sistemik dan dapat diserap lewat daun. Pada konsentrasi rendah senyawa ini diidentifikasi memiliki efek sebagai zat penghambat tumbuh.

Zat penghambat tumbuh memiliki mekanisme menekan pertumbuhan vegetatif, menghambat penuaan (senessence) dan meningkatkan pertumbuhan organ-organ khusus.

Penghambatan senessence berarti akan memperbanyak fotosintat yang dapat diproduksi tanam, sedangkan penghambatan tumbuh bagian vegetatif tanaman akan mengurangi zink vegetatif sehingga organ reproduktif dapat berkembang lebih baik.

Biostimulan itu Apa?

Biostimulan adalah zat alami atau mikroorganisme yang digunakan untuk merangsang proses tanaman. Biostimulan untuk tanaman meningkatkan pertumbuhan melalui penyerapan nutrisi, ketahanan serangga dan penyakit, kualitas dan efisiensi tanaman. Biostimulan juga mampu meningkatkan kesehatan tanah.

Baca Juga: Inilah Fungisida Difenokonazol Pengendali Penyakit Tanaman yang Efektif

Apa itu Fungisida Propus Plus 250 SC

PROPUS PLUS 250 SC adalah fungisida dengan bahan aktif difenokonazol yang diperkaya dengan nutrisi DSP (disodium phosphite).

Kombinasi formulasi Fungisida dan Stimulan dalam PROPUS PLUS menjadikan produk ini mampu melindungi tanaman sekaligus mampu meningkatkan kulitas hasil dan kuantitas panen.

Diformulasi dengan teknologi INNOBRID mengkombinasikan fungisida difenokonazol dengan nutrisi DSP menjadikan PROPUS PLUS 250 SC mampu melindungi tanaman padi dari penyakit hawar pelepah (Rhizoctonia solani), bercak coklat sempit (Cercospora oryzae) dan penyakit lain di tanaman sayuran.

Apa Keunggulan Penggunaan Propus Plus 250 SC + DSP

Kombinasi formulasi Fungisida dan biostimulan dalam PROPUS PLUS menghasilkan keunggulan ganda yakni sebagai fungisida sekaligus sebagai booster (pemacu pertumbuhan).

  • Efek fungisida PROPUS PLUS 250 SC lebih kuat karena hasil kerja dari difenokonazole dan DSP yang mematikan jamur penyebab penyakit tanaman
  • DSP merubah Fosfit (PO3) menjadi Fosfat (PO4) yang dibutuhkan tanaman padi sehingga mudah terserap dibandingkan menggunakan pupuk Fosfat konvensional
  • Kandungan DSP memacu produksi senyawa antibodi alami seperti fitoaleksin (immune bodies) yang mencegah berkembangnya penyakit
  • PROPUS PLUS 250 SC tidak hanya memberikan proteksi terhadap penyakit tanaman tapi juga sekaligus meningkatkan kualitas gabah menjadi lebih bening dan pengisian bulir lebih berbobot.
  • Terbukti terbukti efektif mengendalikan penyakit bercak kering dan busuk pelepah pada tanaman padi.
  • Berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh untuk meningkatkan hasil panen padi (booster).
  • Meningkatkan mutu gabah, warna kulit gabah lebih bersih, hasil panen lebih meningkat.
  • Dapat mempertahankan daun bendera tetap hijau sampai menjelang panen, dimana hal ini akan membuat pengisian bulir padi menjadi maksimal.

Apakah Propus Plus Bisa Meningkatkan Hasil Panen?

Ya bisa! PROPUS PLUS mampu meningkatkan hasil dan kualitas panen dikarenakan kandungannya biostimulan DSP yang terkadung didalamnya.

Peranan DSP sebagai stimulan adalah:

  • Merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. DSP mempercepat aktivitas enzim metabolisme tanaman sehingga tanaman tumbuh lebih cepat.
  • Meningkatkan produksi tanaman. DSP memacu pertumbuhan vegetatif dan generatif, seperti pembentukan akar, daun, percabangan, pembungaan, dan pembentukan buah.
  • Meningkatkan kualitas tanaman. DSP dapat meningkatkan kandungan gizi, aroma, tekstur, dan warna tanaman, sehingga kualitas panen lebih berkulitas.

Lihat Juga Video Youtube

Aplikasi Propus Plus pada tanaman PADI

Aplikasi Propus Plus pada tanaman MANGGA

Bagaimana Cara Penggunaan PROPUS PLUS

Pada tanaman padi, waktu penggunaan terbaik Propus Plus dapat diaplikasikan sebanyak 2 kali, yaitu pada umur padi 45-50 HST dan 55-60 HST, yaitu ketika masa primordia (pembentukan malai) dan pada saat pembentukan bunga.

Dosis yang dipergunakan adalah 250 ml/ha atau kurang lebih 0,5 – 1 ml/liter.

Sedangkan pada tanaman lain dapat disesuaikan, atau dipergunakan setelah diketemukan serangan penyakit.

Pengaruh Biostimulan PROPUS pada Tanaman: Manfaat dan Cara Penggunaannya

Pengaruh Biostimulan PROPUS pada Tanaman: Manfaat dan Cara Penggunaannya

Pernahkah Anda mendengar tentang pengaruh biostimulan pada tanaman?

Biostimulan merupakan zat alami yang dapat memberikan dorongan tambahan pada pertumbuhan tanaman. Penggunaan biostimulan pada tanaman telah terbukti dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman secara signifikan.

Namun, masih banyak petani yang belum memahami secara menyeluruh tentang manfaat dan cara penggunaan biostimulan ini.

Apa Itu Biostimulan?

Biostimulan adalah zat alami atau mikroorganisme yang digunakan untuk merangsang proses tanaman. Biostimulan untuk tanaman meningkatkan pertumbuhan melalui penyerapan nutrisi, ketahanan serangga dan penyakit, kualitas dan efisiensi tanaman. Biostimulan juga mampu meningkatkan kesehatan tanah.

Dikutif dari Jurnal Budidaya Pertanian, menurut Primarine R. Tahapary, Herman Rehatta, Henry Kesaulya. (2020), Biostimulan mulai banyak digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, terutama tanaman hortikultura dan beberapa tanaman pangan.

Pasar global untuk biostimulan telah diproyeksikan mencapai nulai pasar sebesar $ 2.241 juta pada tahun 2018 dan memiliki tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 12,5% dari 2013 sampai 2018.

Penggunaan biostimulan tanaman telah banyak diaplikasikan untuk meningkatkan produktivitas tanaman semusim. Biostimulan dapat menstimulasi pertumbuhan tanaman, meningkatkan produksi tanaman, memaksimalkan penyerapan nutrisi seperti N, P, Cu dan hara mikro lainnya serta berperan dalam efisiensi penggunaan pupuk 50% lebih hemat daripada yang seharusnya.

BACA JUGA: Apa itu biostimulan: Apa Fungsinya Untuk Tanaman?

Apa Manfaat Penggunaan Stimulan?

Penggunaan biostimulan pada tanaman memiliki beragam manfaat yang dapat dirasakan oleh para petani. Salah satu manfaat utama dari penggunaan biostimulan adalah meningkatkan daya tahan tanaman terhadap berbagai penyakit dan ham .

Selain meningkatkan pertumbuhan tanaman, biostimulan juga dapat memperbaiki karakteristik tanah. Struktur tanah secara nyata dapat meningkat dari waktu ke waktu karena:

  • Meningkatkan pertumbuhan akar dan saluran akar lebih banyak;
  • Polisakarida yang diproduksi oleh mikroba merupakan kantung perekat antara mikroba dengan tanah;
  • Meningkatkan aktivitas mikoriza; dan
  • Meningkatkan aktivitas cacing tanah yang dapat menciptakan liang yang merupakan saluran untuk udara dan air, sehingga proses pertukaran udara yang terjadi lebih banyak, resapan air meningkat dan mengurangi terjadinya erosi. Pemadatan berkurang sehingga akar bisa leluasa mengeksplorasi tanah untuk nutrisi dan air akibatnya pertumbuhan tanaman menjadi baik.

Selain itu, biostimulan juga dapat meningkatkan proses fotosintesis tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan lebih cepat dan sehat. Selain itu, penggunaan biostimulan juga dapat meningkatkan kualitas buah dan hasil panen secara keseluruhan.

Kenapa Harus Menggunakan Stimulan?

Ada beberapa alasan mengapa petani harus menggunakan biostimulan pada tanaman mereka.

Pertama, biostimulan merupakan alternatif yang ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas tanaman tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

Kedua, penggunaan biostimulan dapat mengurangi biaya produksi tanaman dalam jangka panjang karena tanaman akan lebih tahan terhadap penyakit dan hama.

Ketiga, hasil panen yang dihasilkan dari tanaman yang diberi biostimulan cenderung lebih berkualitas dan memiliki daya simpan yang lebih lama.

Apa Bedanya Stimulan dengan Pupuk?

Banyak orang masih bingung antara biostimulan dengan pupuk tanaman. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada fungsi masing-masing. Pupuk tanaman bertujuan untuk memberikan nutrisi tambahan kepada tanaman, sedangkan biostimulan bertujuan untuk meningkatkan respons tanaman terhadap nutrisi yang diberikan.

Dengan kata lain, biostimulan dapat memaksimalkan manfaat nutrisi yang diberikan oleh pupuk tanaman.

Kombinasi penggunaan kedua produk ini dapat memberikan hasil yang optimal bagi tanaman.

Propus itu Obat BioStimulan Apa?

Propus merupakan salah satu jenis biostimulan yang banyak digunakan oleh petani untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman.

PROPUS mengandung nutrisi DSP (Disodium Phofsit) cair berwarna coklat yang dapat bekerja sebagai pemacu pertumbuhan tanaman (BOOSTER/STIMULAN).

Pada fase vegetatif, kandungan fosfit memacu pembentukan arsitektur akar yang baik dan meningkatkan anakan pada padi.

Pada fase generatif, pada tanaman padi menjadikan gabah Bening dan Bersih (NINGSIH) dan meningkatkan produksi serta ketahanan terhadap penyakit

Penggunaan Propus secara teratur dapat memberikan hasil yang optimal bagi pertumbuhan tanaman.

Apa Keungggulan Propus?

Keunggulan PROPUS :

  • Memilik tiga fungsi yaitu : sebagai nutrisi, booster/stimulant dan proteksi penyakit tanaman
  • Tersedia dalam bentuk formulasi unik dan mudah terserap, baik lewat akar maupun melalui daun
  • Mudah diangkut dalam jaringan tanaman
  • Mudah larut dan menyatu dengan air
  • Dapat dicampur (compatible) dengan pestisida

Manfaat Penggunaan PROPUS

  • PROPUS mampu meningkatkan kualitas hasil dan kuantitas panen.
  • Pada tanaman berbiji mampu meningkatkan jumlah biji.
  • Pada tanaman berbuah mampu meningkatkan kualitas buah menjadi lebih berkilau dan rasa manis
  • Pada tanaman berumbi mampu memperbesar umbi.

Dapatkan produk biostimulan PROPUS di marketplace:

TOKOPEDIA: Beli biostimulan PROPUS

SHOPEE: Beli biostimulan PROPUS

LAZADA: Beli biostimulan PROPUS

Bagaimana Cara Penggunaan Propus?

Untuk menggunakan Propus pada tanaman, Anda dapat mencampurkan Propus dengan air lalu disemprotkan pada daun tanaman secara merata.

Bisa diaplikasikan pada fase vegetatif dan juga generarif.

Penggunaan Propus biasanya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menghindari paparan sinar matahari langsung yang dapat merusak tanaman. Selain itu, penggunaan Propus juga dapat dicampurkan dengan pupuk tanaman untuk memberikan hasil yang lebih optimal.

Pengaruh biostimulan pada tanaman memang sangat besar, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman. Penggunaan biostimulan pada tanaman dapat memberikan pengaruh yang positif pada pertumbuhan tanaman.

Dengan memahami manfaat dan cara penggunaannya, Anda dapat meningkatkan produktivitas tanaman Anda secara signifikan.

Jadi, jangan ragu untuk menggunakan biostimulan seperti propus dalam perawatan tanaman Anda.

Referensi:

Primarine R. Tahapary, Herman Rehatta, Henry Kesaulya., 2020. Pengaruh Aplikasi Biostimulant terhadap Pertumbuhan dan Produksi Salada (Letuca sativa L.). Jurnal Budidaya Pertanian Vol 16(2): 109-117 Th 2020.

Pengaruh Difenokonazol dan Ziram Terhadap  Produksi Padi Sawah

Pengaruh Difenokonazol dan Ziram Terhadap Produksi Padi Sawah

Pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah (Oryza sativa L) merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pertanian. Untuk meningkatkan hasil panen padi, banyak petani menggunakan zat pengatur tumbuh seperti Difenokonazol dan Ziram. Zat pengatur tumbuh ini memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur pertumbuhan dan produksi tanaman.

Pengaruh Difenokonazol dan Ziram pada Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah

Difenokonazol merupakan golongan Triazol yang berfungsi sebagai zat penghambat pertumbuhan. Zat ini memiliki pengaruh biologis yang dapat meningkatkan klorofil daun, mendorong pembungaan, dan menghambat penuaan pada tanaman.

Sedangkan Ziram merupakan golongan Auksin yang membantu dalam mempercepat pertumbuhan akar, batang, dan pembelahan sel. Kedua zat pengatur tumbuh ini sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi sawah.

Metode dan Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) di Kebun Percobaan Sawah Baru, University Farm, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Terdapat 13 perlakuan yang melibatkan pemberian Difenokonazol dan Ziram pada tanaman padi sawah.

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Difenokonazol dan Ziram terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua zat pengatur tumbuh tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, komponen hasil, dan hasil panen tanaman padi sawah.

Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Difenokonazol dan Ziram dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi sawah.

Perlakuan dengan pemberian Ziram 4.5 kg/ha menunjukkan produktivitas padi yang tertinggi, sedangkan Difenokonazol juga memberikan peningkatan hasil yang signifikan.

Meskipun tidak ada perbedaan signifikan secara statistik, namun peningkatan hasil yang diperoleh secara agronomis cukup berarti.

Kesimpulan Akhir

Penggunaan zat pengatur tumbuh seperti Difenokonazol dan Ziram dapat memberikan dampak positif pada pertumbuhan dan produksi padi sawah.

Oleh karena itu, disarankan untuk terus melakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan zat pengatur tumbuh ini untuk meningkatkan hasil panen padi sawah secara berkelanjutan.

Sumber: http://repository.ipb.ac.id:8080/handle/123456789/53981

Tips Merawat Singkong agar Berbuah Banyak dengan Pupuk Pembesar Umbi Singkong

Tips Merawat Singkong agar Berbuah Banyak dengan Pupuk Pembesar Umbi Singkong

Pernahkah Anda mengalami kesulitan dalam menanam singkong dan mendapatkan hasil yang melimpah?

Banyak petani singkong yang sering mengalami masalah dengan produksi umbi singkong yang kurang optimal. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah penggunaan pupuk yang tidak tepat.

Salah satu solusi untuk meningkatkan produksi umbi singkong adalah dengan menggunakan pupuk pembesar umbi singkong.

Bagaimana Cara Merawat Singkong Agar Berbuah Banyak?

Merawat singkong agar berbuah banyak membutuhkan perhatian dan pemahaman yang baik tentang tanaman tersebut. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Pupuk pembesar umbi singkong mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Dengan memberikan pupuk secara teratur, Anda bisa meningkatkan kualitas umbi singkong dan memperoleh hasil yang lebih melimpah.

Selain itu, penting juga untuk memperhatikan kondisi tanah tempat singkong ditanam. Pastikan tanah tersebut subur dan memiliki tingkat kelembaban yang cukup. Tanaman singkong juga membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesisnya.

Dengan memberikan perawatan yang baik, Anda bisa memastikan tanaman singkong tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang banyak.

Bagaimana Cara Menanam Singkong yang Baik?

Menanam singkong yang baik memerlukan persiapan yang matang sejak awal. Pastikan Anda memilih bibit singkong yang berkualitas dan bebas dari penyakit.

Tanam bibit singkong tersebut pada lahan yang telah disiapkan dengan baik. Berikan jarak yang cukup antara tanaman agar pertumbuhannya tidak terhambat.

Selain itu, pastikan tanah tempat singkong ditanam memiliki kandungan nutrisi yang cukup. Jika diperlukan, tambahkan pupuk pembesar umbi singkong untuk meningkatkan kualitas tanah. Selalu perhatikan kondisi tanaman dan berikan perawatan yang sesuai agar tanaman bisa tumbuh dengan optimal.

Bagaimana Cara Agar Produksi Singkong Bisa Melimpah?

Untuk meningkatkan produksi singkong agar melimpah, bisa melakukan beberapa langkah berikut:

  • Berikan pupuk pembesar umbi singkong secara teratur untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.

  • Perhatikan kondisi tanah dan pastikan tanah tersebut subur dan memiliki tingkat kelembaban yang cukup.

  • Berikan perawatan yang baik seperti penyiraman dan pemangkasan secara teratur.

  • Jaga kebersihan lahan tanam agar tanaman tidak terganggu oleh gulma atau hama.

  • Lakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik dan tidak terkena penyakit.

  • Menggunakan Pupuk Pembesar Umbi Singkong Xingkong

Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, bisa meningkatkan produksi singkong Anda dan mendapatkan hasil yang melimpah.

Pupuk pembesar umbi singkong dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan kualitas tanaman dan produksi umbi singkong Anda.

Pupuk Pembesar Umbi Singkong Xingkong

Gunakan hormon pembesar umbi singkong ini untuk solusi meningkatkan produksi singkong. 

Xingkong bisa dibeli di marketplace Tokopedia: Booster Pembesar Umbi Singkong Xingkong

Jadi, jangan ragu untuk menggunakan pupuk pembesar umbi singkong dalam menanam singkong Anda. Dengan perawatan yang baik dan penggunaan pupuk yang tepat, Anda bisa mendapatkan hasil yang optimal dan memuaskan.

Selamat mencoba!

Hindari Gagal Panen! Begini Cara Menghitung Volume Semprot Pestisida

Hindari Gagal Panen! Begini Cara Menghitung Volume Semprot Pestisida

Penggunaan pestisida menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Pestisida adalah bahan kimia atau agen hayati yang digunakan untuk mengendalikan hama, penyakit, dan gulma pada tanaman.

Penggunaan pestisida yang tepat dapat membantu petani untuk:

  • Meningkatkan Hasil Panen: Dengan mengendalikan hama, penyakit, dan gulma, pestisida dapat membantu tanaman tumbuh dengan optimal dan menghasilkan panen yang lebih melimpah.

  • Menjaga Kualitas Panen: Hama, penyakit, dan gulma dapat merusak tanaman dan menurunkan kualitas panen. Penggunaan pestisida yang tepat dapat membantu menghasilkan panen yang lebih berkualitas dan bernilai jual tinggi.

  • Mengurangi Kerugian Ekonomi: Kehilangan hasil panen akibat hama, penyakit, dan gulma dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi petani. Penggunaan pestisida yang tepat dapat membantu meminimalisir kerugian tersebut.

Namun penggunaan pestisida yang berlebihan atau tidak tepat dapat membawa dampak negatif, baik bagi lingkungan maupun kesehatan manusia.

Memahami Faktor-faktor yang Mempengaruhi Volume Semprot Pestisida

Dampak Negatif Penggunaan Pestisida yang Berlebihan:

  • Keracunan pada manusia dan hewan: Pestisida yang terpapar pada manusia atau hewan dapat menyebabkan keracunan, bahkan kematian.

  • Pencemaran lingkungan: Pestisida yang berlebihan dapat mencemari tanah, air, dan udara, membahayakan ekosistem dan kesehatan manusia.

  • Resistensi hama: Penggunaan pestisida yang berlebihan dapat menyebabkan hama menjadi resisten terhadap pestisida, sehingga semakin sulit untuk dikendalikan.

Oleh karena itu, penting untuk menggunakan pestisida secara tepat dan bertanggung jawab.

Baca juga : Mengurangi Volume semprot, Penggunaan Pestisida berkurang?

Prinsip 5 TEPAT Penggunaan Pestisida

  • Tepat Sasaran: Gunakan pestisida hanya pada hama, penyakit, atau gulma yang menjadi target.

  • Tepat Dosis: Gunakan pestisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

  • Tepat Waktu: Gunakan pestisida pada waktu yang tepat, yaitu saat hama, penyakit, atau gulma sedang aktif.

  • Tepat Cara: Gunakan pestisida dengan cara yang benar, sesuai dengan petunjuk penggunaan pada label produk.

  • Tepat Alat: Gunakan alat semprot yang sesuai dengan jenis pestisida dan tanaman yang akan disemprot.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip penggunaan pestisida yang tepat, petani dapat memaksimalkan manfaat pestisida untuk meningkatkan hasil panen dan menjaga kualitas panen, tanpa membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia.

Memastikan Penggunaan Pestisida yang Tepat dan Efisien

Penggunaan pestisida yang tepat merupakan salah satu kunci utama dalam budidaya tanaman. Pestisida membantu petani untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman, sehingga meningkatkan hasil panen. Namun, penggunaan pestisida yang berlebihan atau tidak tepat dapat membawa dampak negatif, baik bagi lingkungan maupun kesehatan manusia.

Salah satu faktor penting dalam penggunaan pestisida yang tepat adalah menghitung volume semprot yang akurat. Volume semprot yang tepat akan memastikan bahwa pestisida tersebar secara merata pada tanaman dan mampu mengendalikan hama atau penyakit secara efektif.

Volume Semprot Aplikasi Pestisida

Faktor-faktor yang memperngaruhi jumlah volume semprot pada saat aplikasi pestisida adalah:

1. Luas Area yang Akan Disemprot:

Semakin luas area yang akan disemprot, semakin banyak pula pestisida yang dibutuhkan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui luas area yang akan disemprot dengan tepat sebelum menghitung volume semprot pestisida.

2. Jenis Tanaman yang Ditanam:

Setiap jenis tanaman memiliki tingkat ketahanan yang berbeda terhadap hama dan penyakit. Hal ini perlu dipertimbangkan dalam menentukan dosis aplikasi pestisida dan volume semprot.

3. Konsentrasi Pestisida yang Digunakan:

Konsentrasi pestisida yang digunakan biasanya tertera pada label produk. Semakin tinggi konsentrasi pestisida, semakin sedikit volume semprot yang dibutuhkan.

4. Tingkat Keparahan Hama atau Penyakit:

Tingkat keparahan hama atau penyakit juga mempengaruhi volume semprot pestisida. Pada kasus serangan hama atau penyakit yang parah, volume semprot mungkin perlu ditingkatkan untuk memastikan pengendalian yang efektif.

5. Jenis Alat Semprot yang Digunakan:

Setiap jenis alat semprot memiliki kapasitas dan pola penyemprotan yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan jenis alat semprot yang digunakan dalam menghitung volume semprot pestisida.

Dengan memahami kelima faktor di atas, maka keuntungan didapat adalah :

  • Terhindari pemborosan pestisida.

  • Meningkatkan efektivitas pengendalian hama dan penyakit.

  • Meminimalisir dampak negatif pestisida terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Rumus Dasar Menghitung Volume Semprot

V = L x K x D / C

dimana :

V = Volume semprot (liter)

L = Luas area yang akan disemprot (meter persegi)

K = Konsentrasi pestisida (gram/liter)

D = Dosis aplikasi pestisida (liter/hektar)

C = Kepadatan tanaman (tanaman/meter persegi)

Contoh perhitungan volume semprot

  • Misalkan:

    • Luas area: 1.000 meter persegi

    • Jenis tanaman: Padi

    • Konsentrasi pestisida: 200 ml/liter

    • Dosis aplikasi: 400 liter/hektar

    • Kepadatan tanaman: 200 tanaman/meter persegi

  • Perhitungan:

    • V = 1.000 x 200 x 400 / (200 x 1)

    • V = 400.000 liter

Tips Menghitung Volume Semprot Pestisida dengan Mudah dan Akurat:

  • Gunakan kalkulator online atau aplikasi smartphone untuk mempermudah perhitungan.

  • Konsultasikan dengan ahli pertanian atau toko pertanian untuk mendapatkan dosis aplikasi yang tepat.

  • Selalu baca label pestisida dengan cermat untuk petunjuk penggunaan yang benar.

Penggunaan pestisida yang tepat merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan budidaya tanaman yang berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan manfaat pestisida dan meminimalisir dampak negatifnya, petani dapat mencapai hasil panen yang maksimal, menjaga kualitas panen, dan melindungi kelestarian lingkungan.

Dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani, kita dapat bersama-sama mewujudkan budidaya tanaman yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, demi masa depan yang lebih baik.

 

Cara Mencegah Buah Pecah Di Pohon

Cara Mencegah Buah Pecah Di Pohon

Musim mangga telah tiba, namun sering kali kita menemukan adanya pecah buah saat di pohon. Salah satu masalah yang kerap muncul adalah buah mangga pecah di pohon. Buah yang sudah terlanjur pecah umumnya akan sulit masak atau matang.

Akibat pecah buah akan mengurangi nilai jual buah, bahkan ditolak pasar. Ketahui beberapa sebab kenapa buah pecah saat di pohon.

Apa saja penyebabnya?

Ada empat sebab buah tanaman anda menjadi pecah kulit dan daging buahnya selagi buah itu masih menggantung di pohon. Hal ini bisa terjadi bukanlah karena faktor hama atau penyakit. Tetapi lebih karena sifat fisiologis. 

Kelebihan air atau asupan air yang tidak teratur. 

Air tanah yang terlalu banyak atau kondisi tanah yang terlalu basah, bisa membuat pecahnya kulit dan daging buah tanaman. Untuk itu, perlu dibuat sistim irigasi yang memadai. 

Demikian juga bila tingkat kelembaban tanah berubah-ubah dengan cepat, misalnya di musim pancaroba, maka buah juga bisa pecah-pecah.

Cara mengatasinya tentu dengan membuat sistim pengairan yang baik. Tanah dijaga agar tidak terlalu kering juga terlalu basah. .  

ZPT yang berlebihan.

Pemberian zat pengatur tumbuh mungkin terkadang dibutuhkan, tetapi jumlahnya harus dibatasi. Aplikasi ZPT juga harus didasarkan kepada pengetahuan yang cukup, tidak boleh sembarangan. Patut juga diwaspadai aplikasi fungisida atau insektisida yang mengandung ZPT.

Jika terlalu sering disemprotkan atau diberikan kepada tanaman, bisa menyebabkan tanaman mengalami pecah buah. Intinya, ilmu pertanian harus dipelajari dengan baik. Dan petani harus mematuhi aturan pakai yang sudah diterakan di bagian kemasan semua produk-produk penunjang pertanian. Jangan menggunakan dengan dosis dan konsentrasi yang berlebihan.

Aplikasi pupuk unsur Nitrogen yang berlebihan.

Kelebihan unsur Nitrogen (N), dan kekurangan unsur kalium (K) dan fosfor (P), membuat unsur K dan P tidak dapat mengimbangi kelebihan unsur N tersebut.

Hal ini dapat menyebabkan elastisitas kulit buah menjadi berkurang. Pecah buah terjadi karena saat buah terpacu untuk besar terjadi pengurangan elastisitas kulit buah.

Solusinya, pada fase generatif atau pembuahan, pupuk nitrogen hendaknya dikurangi, sedangkan pupuk P dan K perlu ditambah.

Berikan pupuk tanaman mangga dengan pupuk MKP dan pupuk kalsium. Dosisnya adalah setengah sendok makan pupuk kalsium dan setengah sendok makan pupuk MKP, dosis tersebut untuk dilarutkan pada 2 liter air.

Aplikasi dilakukan dengan dikocor dengan interval 6-7 hari sekali dan dilakukan pada sore hari.

Kekurangan unsur K

Masa pembungaan dan masa pembuahan tanaman memang sangat membutuhkan unsur kalium yang cukup. Karena itu pemupukan dengan pupuk KCL, KNO3 atau pupuk ZK sangat dianjurkan untuk diaplikasikan dengan cukup dan berimbang.

Gunakan biostimulan Silika

Saat ini telah banyak produk stimulan dengan kandungan silika dipasaran. Kenapa Silika? karena silika mampu melindungi seluruh bagian kulit buah menjadi lebih fleksibel, menjadikan kulit buah tidak mudah pecah.

Kesimpulan

Beberapa penyebab utama buah mangga pecah saat masih di pohon, yang biasanya berdampak pada penurunan nilai jual buah tersebut. Penggunaan biostimulan Silika juga dapat membantu karena mampu melindungi kulit buah menjadi lebih fleksibel.

Hama dan Cara Pengendalian Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Cabai

Hama dan Cara Pengendalian Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Cabai

Tanaman cabai merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Selain mudah dalam perawatannya, cabai juga memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Namun, dalam proses budidaya cabai, seringkali petani dihadapkan dengan masalah hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman cabai.

Baca Juga: Cara Pengendalian Asem-aseman pada Tanaman Padi

Berikut ini adalah beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman cabai.

1. Hama Ulat Grayak

Ulat grayak pada tanaman cabai

Hama ulat grayak merupakan salah satu jenis hama yang sering menyerang tanaman cabai. Ulat grayak ini biasanya menyerang bagian daun dan buah cabai. Serangan ulat grayak dapat membuat daun cabai menjadi kering dan rusak. Untuk mengatasi serangan ulat grayak, petani dapat menggunakan insektisida khusus.

2. Hama Kepik Cabai

Kepik cabai pada tanaman cabai

Hama kepik cabai juga merupakan salah satu jenis hama yang sering menyerang tanaman cabai. Kepik cabai ini biasanya menyerang bagian daun dan buah cabai. Serangan kepik cabai dapat membuat daun cabai menjadi kering dan rusak. Untuk mengatasi serangan kepik cabai, petani dapat menggunakan insektisida khusus.

3. Hama Wereng Batang Coklat

Hama wereng batang coklat merupakan salah satu jenis hama yang menyerang batang dan daun tanaman cabai. Serangan wereng batang coklat dapat membuat daun cabai menguning dan mengering. Untuk mengatasi serangan wereng batang coklat, petani dapat menggunakan insektisida khusus.

4. Hama Tungro

Hama tungro merupakan salah satu jenis hama yang menyerang tanaman cabai dan dapat menyebabkan kerusakan yang cukup parah. Gejala serangan tungro pada cabai antara lain daun cabai menjadi kering, berwarna kuning, dan menggulung.

5. Hama Kutu Kebul

Kutu kebul pada tanaman cabai

Hama kutu kebul merupakan salah satu jenis hama yang menyerang bagian daun dan pucuk tanaman cabai. Serangan kutu kebul dapat menyebabkan daun cabai menguning dan mengering. Untuk mengatasi serangan kutu kebul, petani dapat menggunakan insektisida khusus.

6. Hama Belalang

Belalang pada tanaman cabai

Hama belalang merupakan salah satu jenis hama yang menyerang tanaman cabai. Belalang dapat merusak tanaman cabai dengan cara menggigit bagian daun dan batang. Serangan belalang dapat menyebabkan tanaman cabai menjadi layu dan mati. Untuk mengatasi serangan belalang, petani dapat menggunakan insektisida khusus.

7. Hama Penggorok Daun

Penggorok daun pada tanaman cabai

Hama penggorok daun merupakan salah satu jenis hama yang menyerang bagian daun tanaman cabai. Serangan penggorok daun dapat membuat daun cabai menjadi kering dan terlihat seperti digorok. Untuk mengatasi serangan penggorok daun, petani dapat menggunakan insektisida khusus.

8. Hama Penghisap Buah

Penghisap buah pada tanaman cabai

Hama penghisap buah merupakan salah satu jenis hama yang menyerang bagian buah tanaman cabai. Serangan penghisap buah dapat membuat buah cabai menjadi cacat dan tidak layak untuk dikonsumsi. Untuk mengatasi serangan penghisap buah, petani dapat menggunakan insektisida khusus.

9. Hama Kutu Daun

Kutu daun pada tanaman cabai

Hama kutu daun merupakan salah satu jenis hama yang menyerang bagian daun tanaman cabai. Serangan kutu daun dapat menyebabkan daun cabai menjadi keriting dan kering. Untuk mengatasi serangan kutu daun, petani dapat menggunakan insektisida khusus.

10. Hama Lalat Buah

Lalat buah pada tanaman cabai

Hama lalat buah merupakan salah satu jenis hama yang menyerang bagian buah tanaman cabai. Serangan lalat buah dapat membuat buah cabai menjadi busuk dan tidak layak untuk dikonsumsi. Untuk mengatasi serangan lalat buah, petani dapat menggunakan insektisida khusus.

Pengendalian Hama pada Tanaman Cabai

Untuk mengatasi serangan hama pada tanaman cabai, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan. Langkah-langkah tersebut antara lain:

1. Pengendalian Hama dengan Pestisida

Pestisida untuk mengendalikan hama pada tanaman cabai

Pengendalian hama dengan pestisida merupakan langkah yang umum dilakukan oleh petani untuk mengatasi serangan hama pada tanaman cabai. Pestisida dapat berupa insektisida, fungisida, maupun herbisida yang dipilih sesuai dengan jenis hama yang menyerang.

Penggunaan pestisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dosis yang dianjurkan agar tidak merusak tanaman dan lingkungan sekitar.

Bahan aktif dan merek pestisida yang dapat digunakan untuk pengendalian hama pada tanaman cabai antara lain:

  • Karbofuran – merek dagang Furadan, Curater, dan lain-lain
  • Diazinon – merek dagang Basudin, Dibrom, dan lain-lain
  • Temephos – merek dagang Abate, Temefos, dan lain-lain
  • Malathion – merek dagang Malathion, Carbofos, dan lain-lain
  • Imidakloprid – merek dagang Confidor, Provento, dan lain-lain.

Penting untuk selalu membaca label pestisida sebelum digunakan dan mengikuti petunjuk penggunaan yang disarankan. Selain itu, perlu diingat bahwa penggunaan pestisida harus dilakukan secara bijaksana dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

2. Penggunaan Varietas Tahan Hama

Varietas cabai tahan hama

Petani juga dapat memilih varietas tanaman cabai yang memiliki ketahanan terhadap serangan hama tertentu. Varietas cabai tahan hama dapat mengurangi risiko serangan hama pada tanaman cabai sehingga menghasilkan produksi yang lebih baik dan berkualitas.

3. Pemupukan yang Cukup

Pemupukan dengan pupuk organik

Tanaman cabai yang sehat dan subur memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap serangan hama. Oleh karena itu, petani perlu melakukan pemupukan yang cukup dan tepat. Pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk organik atau pupuk kimia yang sesuai dengan kebutuhan tanaman cabai.

4. Sanitasi Lingkungan

cara untuk mengatasi serangan hama pada tanaman cabai.

Petani perlu menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan sekitar tanaman cabai. Lingkungan yang bersih dan sehat dapat mengurangi risiko serangan hama pada tanaman cabai.

Kesimpulan

Tanaman cabai rentan terhadap serangan hama yang dapat mengganggu produksi dan kualitas buahnya. Beberapa hama yang sering menyerang tanaman cabai antara lain kutu daun, wereng, ulat grayak, thrips, dan lalat buah. Untuk mengatasi serangan hama pada tanaman cabai, petani dapat melakukan pengendalian hama dengan pestisida, menggunakan varietas tahan hama, melakukan pemupukan yang cukup, serta menjaga sanitasi lingkungan sekitar tanaman cabai.

Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, petani dapat mengurangi risiko serangan hama pada tanaman cabai dan meningkatkan produksi serta kualitas buah cabai yang dihasilkan.

Bagaimana Cara Mengatasi Asem-aseman Pada Tanaman Padi

Bagaimana Cara Mengatasi Asem-aseman Pada Tanaman Padi

Penyakit pada tanaman padi itu bisa ditimbulkan oleh beberapa sebab antara lain oleh jamur, bakteri, virus, dan atau karena keadaan tanah itu sendiri.

Sering kita temui jika pada tanaman padi yang baru beberapa saat ditanam, tapi tiba-tiba daun terlihat mulai menguning seperti terbakar (klorosis). Pertumbuhannya kerdil (tidak mau tumbuh). Akar tampak coklat kekuninganKeseluruhan daun berwarna coklat dan berujung kematian pada jaringan batang serta akarnya.

Inilah yang dinamakan tanaman padi terjangkit yang biasa petani menyebutnya “asem-aseman”.

Kenapa Tanaman Padi Terserang Aseman?

Serangan asem-aseman biasanya muncul hampir tiap tahun pada musim tanam II, yaitu antara bulan maret-april pada umur 2-4 minggu setelah tanam terutama musim kemarau (juga bisa dimusim hujan).

Kejadian seperti ini akan semakin banyak dijumpai pada lahan sawah yang kandungan c-organiknya rendah, ditambah kebiasaan petani yang sering menggenangi sawahnya dengan tujuan untuk menekan pertumbuhan gulma terutaman saat tanaman masih di usia muda.

Pada lahan dengan drainase yang buruk akan dipastikan sangat mudah terjangkiti asem-aseman ini.  Jika kondisi tersebut dibiarkan maka jelas akan mengurangi suplai dan proses pertukaran oksigen di dalam tanah.

Asem-aseman juga terjadi karena proses perombakan/pelapukan bahan organik sisa jerami oleh mikroorganisme di lahan tersebut yang belum selesai.

Gejala Tanaman Padi Terserang Asem-aseman

Tanaman padi yang terkena serangan asem-aseman ditemukan gejala kerdil (tidak mau tumbuh), akarnya tampak coklat kekuningan, dan daun berwarna kecoklatan dan berujung kematian.

Kondisi tersebut jangan dianggap kondisi tanaman kekurangan unsur hara N (nitrogen). Jangan pula ditambahlah pemakaian pupuk urea yang mana bukannya daun menjadi hijau kembali, tapi malah akan semakin memperparah kondisi.

Karena penambahan urea akan membuat terjadinya penurunan pH, tanah menjadi semakin asam, akhirnya tanaman keracunan FE dan NA juga bisa timbul senyawa berbahaya seperti asam sulfat (H2SO4). Apalagi jika tanaman masih muda, bisa tambah makin parah jika dibarengi adanya serangan sundep (penggerek batang).

Bagaimana Cara Mengatasi Padi Tanah Asem-aseman

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi atau bisa mencegah terjadinya asem-aseman pada tanaman padi :

  • Perbaiki drainase lahan agar air segera dibuang air dan jangan dibiarkan terus menggenang. Atau bisa dibuat parit di sekeliling petakan lahan untuk memudahkan air terkumpul di pinggir.
  • Tunda waktu tanam sampai proses pelapukan sisa bahan organik selesai dengan sempurna, bisa tambahkan bahan pembedah tanah sebagai perombak berbahan mikroorganisme tangguh untuk mempercepat proses.
  • Jika memungkinkan tambahkan pupuk kompos/kohe yang sudah matang sempurna minimal 2 ton per hektar, agar ketersediaan hara tetap terjaga dan meningkatkan sediaan C-organik. sehingga memperbesar daya serap air dan meremajakan tanah, sekalian bisa mengurangi pemakaian urea.
  • Dianjurkan untuk menggunakan varietas yang lebih toleran tehadap asem-aseman seperti Kalimas, Sintanur, atau Membramo.

Pencegahan Tanaman Padi Terserang Asem-aseman

Asem-aseman adalah kondisi tanah yang memerlukan perlakuan special.  Kondisi tersebut akan sangat mudah bagi patogen (jamur dan bakteri dalam tanah) untuk berkembang biak. 

Pemberian kapur dolomit pada tanah pada saat pengolahan tanah. Dengen pemberian kapur diharapkan tanah akan didongkrak pH-nya sehingga akan sesuai dengan kondisi yang diharapkan tanaman padi untuk pertumbuhannya.

Penambahan dengan pupuk yang mengandung unsur mikro Zn sangat dianjurkan pada setiap pemupukan

Tambahkan pupuk yang mengandung unsur mikro Zn seperti ZnSO4 sebanyak 15-20 kg per hektar lahan. Jika sudah terlanjur muncul gejala asem-aseman, undur jadwal pemupukan dengan unsur N bisa 20 HST atau lebih.

Atau tambahkan fungisida Ziflo 76WG pada pemupukan. Karena penambahan Ziflo 76WG memberikan aksi yang berlipat, selain penambah unsur Zn juga mengendalikan patogen pada tanah.

Cara Praktis Pencegahan Tanaman Padi Terserang Asem-aseman

Karena tanaman padi yang terkena asem-aseman memiliki masalah dengan akar, maka cara praktis dalam pencegahan sekaligus pengendalian asem-aseman adalah sebagai berikut:

  1. Pada saat pemupukan pertama campurkan fungisida Ziflo 76WG sebanyak 1 kilogram per 1 kwintal pupuk yang digunakan.  Sebagai contoh jika pemupukan pertama akan menggunakan 3 kwintal pupuk, maka masukan minimal 3 bungkus fungisida Ziflo 76WG (1 bungkus kemasan = 800 gr).  Aduk merata Bersama pupuk dan taburkan ke lahan.
  2. Pada saat penyemprotan, lakukan penyemprotan dengan menggunakan fungisida Ziflo 76WG dengan dosis 3 gram per liter atau 60 gram per tangki 16 liter.

Kenapa Fungisida Ziflo 76WG Campur Pupuk Untuk Pengendalian Padi Terserang Asem-aseman?

Fungisida Ziflo 76WG adalah fungisida yang berbahan aktif Ziram 76%, rumus kimianyanya adalah C6H12N2S4Zn.  

Terdapat kandungan Zn atau zinc dalam formulasinya. Maka sesuai dengan anjuran di atas untuk memasukan pupuk mikro dengan kandungan Zn pada pemupukan untuk mengendalikan tanah asem-aseman dapat menggunakan fungisida Ziflo 76WG yang aplikasinya dengan cara dicampur dengan pupuk.

Fungsi Zinc pada tanaman adalah sebagai berikut:

  • Mengaktifkan enzim-enzim yang berkaitan dengan metabolisme karbohidrat.
  • Pemanjangan sel dan ruas batang.
  • Dalam jumlam yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan.
  • Persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis.
  • Berperan dalam pembentukan IAA dalam tanaman.
  • Merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman.

Baca juga: Peranan Unsur Mikro Zinc atau Seng Pada Tanaman

Penggunaan fungisida Ziflo 76WG bersamaan dengan penamburan pupuk akan memberikan manfaat tambahan dari peran fungisidanya pada tanah. Karena di dalam tanah terkandung banyak patogen yang hidup bersamaan dengan kondisi tanah yang tidak steril.

Dikutip dari extoxnet.orst.edu fungisida Ziflo 76 WG dapat berperan sebagai soil treatment atau perlakuan tanah untuk mengendalikan patogen dalam tanah.

Manfaat Pemberian Campuran Fungisida Ziflo 76WG Pada Pemupukan

Berdasarkan hasil pengujian lapangan, hasil yang diperoleh dari pemberian campuran fungisida Ziflo 76WG dengan pupuk adalah sebagai berikut:

  1. Menekan terjadi kerdil rumput pada padi lebih awal.
  2. Terhindar dari penyakit yang berada dalam tanah seperti Phytium sp, Fusarium, Rhizoctonia dan Sclerotinia spp.
  3. Akar tanaman akan lebih banyak dan lebih panjang
  4. Tanaman lebih tinggi. Daun lebih panjang, menjadi lebih hijau, lebih lebar serta kemampuan fotosintesis semakin meningkat
  5. Pertumbuhan tanaman lebih seragam
  6. Anakan produktif lebih banyak

Dengan parameter diatas, diharapkan hasil panen akan lebih meningkat, dan keuntungan semakin meningkat dengan catatan pengendalian hama dan penyakit juga terkendali.

Oleh karena itu untuk mengendalikan tanaman padi yang terserang asem-aseman pencampuran fungisida Ziflo 76WG dengan pupuk dapat menjadi solusi terbaik bagi para petani.  Selain praktis, karena aplikasinya bersamaan dengan penaburan pupuk, juga ekonomis.

Selamat mencoba.

Sumber:

  • http://cybex.pertanian.go.id: Cara Mengatasi Asem-aseman Pada Tanaman Padi
  • http://extoxnet.orst.edu: Ziram
  • Biotis: Laporan Trial ZIFLO 76WG Tabur Mix Pupuk Pemupukkan Pertama
Apa itu Asam Humat Dan Asam Fulvat: Apa Manfaatnya Untuk Tanaman

Apa itu Asam Humat Dan Asam Fulvat: Apa Manfaatnya Untuk Tanaman

Saat ini penggunaan asam humat (humic acid) dan asam fulvat (fulvic acid) pada pertanaman semakin mendapat perhatian para pertani di Indonesia.  Sebenarnya ap aitu asam humat dan asam fulvat itu?

Baca juga: Apa itu biostimulan: Apa Fungsinya Untuk Tanaman?

Sebelum kita membahas asam humat dan asam fulvat mari kita bahas yang sering kita dengar dan pakai dalam pertanian, yaitu humus.

Humus adalah tanah yang memiliki tingkat kesuburan tinggi (sangat subur) yang  terbentuk dari pelapukan bahan-bahan organik seperti daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat. Humus dikenal sebagai sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mengalami perombakan oleh organisme dalam tanah, berada dalam keadaan stabil, berwarna coklat kehitaman.

Bahan-bahan organik yang telah terdekomposisi (terurai) secara alami akan menjadi humus. Humus mengandung 2 jenis zat (komponen), yaitu zat non humat dan zat humat.

Zat humat ini terdiri dari 3 bahan, yaitu asam humat, asam fulvat, dan humin. Ketiga komponen penyusun humus di atas dibedakan berdasarkan kelarutannya dalam asam kuat dan basa kuat.

  • Asam fulvat bersifat larut baik dalam Basa Kuat maupun dalam asam kuat.
  • Asam humat hanya larut dalam basa kuat dan tidak larut dalam asam kuat,
  • Humin tidak larut baik dalam basa kuat maupun dalam asam kuat.

Berdasarkan warna larutannya, warna dari asam fulvat berkisar warna coklat kekuning-kuningan sampai berwarna kuning cerah, sedangkan asam humat berwarna coklat gelap sampai berwarna abu-abu hitam, dan humin berwarna hitam pekat

 

Produk Asam Humat dan Asam Fulvat

Dipasaran sudah tersedia produk dengan kandungan asam humat, yaitu antara lain:

  1. Humatpro (Asam Fulfat 40%, Asam Amino 40%, Bahan Pembawa 20%) – Prima Agro Tech
  2. Humatop – Prima Agro Tech
  3. Starka (Kalsium humat, Asam Fulvat)
  4. Ambition (Asam humat, Asam fulvat, unsur mikro) – PT. Bayer Indonesia

Keunggulan Abition:  Zat Aktivator Tambahan (ZAT) yang diformulasikan dengan kandungan Amino, Asam Fulat, dan Nutrisi Mikro, Membantu tanaman padi, buah-buahan, dan sayur-sayuran mencapai potensi optimum

dan lainnya.

Manfaat Asam Humat (Humic Acid)

Asam humat adalah zat organik yang  memiliki struktur molekul kompleks dengan berat molekul tinggi (makromolekul atau polimer organik) yang mengandung gugus aktif.

Di alam, asam humat terbentuk melalui proses fisika, kimia, dan biologi dari bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan maupun hewan melalui proses humifikasi.

Oleh karena strukturnya terdiri dari campuran senyawa organik alifatik dan aromatic, diantaranya ditunjukkan dengan adanya gugus  aktif asam karboksilat dan quinoid, maka asam humat memiliki kemampuan untuk menstimulasi dan mengaktifkan proses biologi dan fisiologi pada organisme hidup di dalam tanah.

Hal ini menyebabkan asam humat bersifat lebih sebagai soil conditioner (pembenah tanah).

Manfaat Asam Humat

  1. Memiliki kapasitas tukar kation yang tinggi. Peningkatan tersebut menambah kemampuan tanah untuk menahan unsur-unsur hara. Asam humat membentuk kompleks dengan unsur mikro sehingga melindingi unsur tersebut dari pencucian oleh air hujan.
  2. Memiliki kemampuan penyerapan air sekitar 80-90% sehingga mengurangi resiko erosi pada tanah dan meningkatkan kemampuan tanah menahan air.
  3. Berkemampuan mengikat dan mengendapkan polutan seperti logam berat di dalam tanah sehingga mengurangi kadar racun tanah.
  4. Meningkatkan masukan (uptake) nutrient melalui konversi hara menjadi bentuk ketersediaan.
  5. Meningkatkan permeabilitas membran tanaman.
  6. Mengikat dan mengatur pelepasan hara sesuai kebutuhan tanaman sehingga meningkatkan efisiensi pemupukan.
  7. Memperbaiki struktur tanah secara fisik maupun kimia sehingga terbentuk tanah yang lebih gembur berstruktur remah dan lebih ringan. Keasaman tanah juga dapat dikurangi, terutama tanah yang banyak mengandung alumunium karena asam humat mengikat alumunium sebagai senyawa kompleks yang sulit larut dalam air sehingga tidak dapat terhidrolisis.
  8. Menstimulasi aktifitas mikrobiologi tanah sehingga meningkatkan pertumbuhan akar tanaman. Meningkatkan aerasi tanah akibat dari bertambahnya pori tanah dari pembentukan agregat.
  9. Menciptakan situasi tanah yang kondusif untuk menstimulasi perkembangan mikroorganisme tanah yang berfungsi dalam proses dekomposisi yang menghasilkan humus (humifikasi).
  10. Aktivitas mikroorganisme di atas tanah akan menghasilkan hormon-hormon pertumbuhan seperti auxin, sitokinin, dan giberillin.

Kandungan Asam Humat

Asam humat memiliki 10.000-100.000 g/mol, asam humat dibentuk oleh polimerisasi asam fulvat melalui rantai ester, larut dalam basa tapi tidak larut dalam asam dan humin memiliki > 100.000 g/mol, berwarna coklat gelap, tidak larut dalam asam dan basa, dan sangat resisten akan serangan mikroba.

Kandungan asam humat tanah yaitu C, H, N, O, S dan P serta unsur lain seperti Na, K, Mg, Mn, Fe dan Al.

Asam humat mengandung 0,6 – 1,1 % S; 0,2 – 3,7 % P; 5,6 % Al dan Fe oksida; 0,05 – 0,15 % Na; 0,6 % kalium sulfat, magnesium dan sebagian kecil mangan.

Manfaat Asam Fulvat (Fulvic Acid)

Asam Fulvat memiliki rantai polimer lebih pendek, mengandung unsur oksigen lebih banyak, dan dapat larut dalam semua rentang pH sehingga bersifat lebih reaktif.

Asam fulvat merupakan salah satu hasil ekstraksi dari humus yang sangat potensial dikembangkan sebagai pupuk suplemen untuk memacu pertumbuhan tanaman. Asam fulvat dari bahan organik yang ditambahkan pada tanah mampu memperbaiki ketersediaan fosfat dengan menurunkan jerapan fosfat.

Asam fulvat berperan sangat nyata baik pada pelepasan P-terjerap maupun ketersediaan P yang lebih besar dibanding asam humat.

Manfaat Asam Fulvat

  1. Membantu sejumlah aktivitas kimia seperti produksi enzim, struktur hormon dan kebutuhan dalam penggunaan vitamin.
  2. Meningkatkan pertumbuhan tanaman, perbaikan kesuburan tanah, dapat menyerap logam berat dan racun polutan serta dapat membantu memperbaiki ketidakseimbangan sel.

Kandungan Asam Fulvat

Asam fulvat mengandung struktur aromatik dan alifatik dan sebagian besar telah disubstitusi oleh oksigen yang mengandung gugus fungsional. asam fulvat memiliki 1000-5000 g/mol, berwarna terang, larut dalam seluruh daerah pH, dan sangat rentan terhadap serangan mikroba.

Asam fulvat mengandung 45% C; 5,4% H; 2,1% N; 1,9% S; 44,8% O.

Sifat-sifat Asam Humat dan Asam Fulvat

Beberapa sifat penting lain dari Asam Humat dan Asam Fulvat yang berhubungan dengan perannya dalam memperbaiki kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman adalah sebagai berikut ;

  1. Kapasitas Tukar Kation (Cation Exchange Capacity) yang tinggi,
  2. Memiliki kemampuan mengikat air (Water Holding Capacity) yang besar,
  3. Memiliki sifat absorpsi,
  4. Sebagai zat pengompleks (Chelating/Complexing Agent), dan
  5. Kemampuan untuk mengikat (fiksasi) polutan dalam tanah.

Peran Asam Humat dan Asam Fulvat Terhadap Tanah dan Tanaman

Asam humat dan asam fulvat memiliki peran yang sangat penting bagi tanah dan pertumbuhan tanaman. Beberapa peran penting kedua asam tersebut adalah sebagai berikut ;

  1. Berperan dalam melarutkan sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah sehingga tanah akan menjadi gembur kembali (memperbaiki tanah),
  2. Sebagai pelarut TSP / SP36,
  3. Membantu menstabilkan pH,
  4. Mengatur pergerakan dan penyaluran unsur hara dalam tanah,
  5. Menciptakan lingkungan yang sesuai bagi perkembangbiakkan mikro organisme berguna bagi tanaman pada tanah,
  6. Meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman pada sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan,
  7. Untuk meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki sifat fisika-kimia pada lahan kritis, dan
  8. Mengurangi penggunaan pupuk anorganik (pupuk sintetis kimia) sehingga dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan dan menguntungkan secara ekonomi.
Apa itu biostimulan: Apa Fungsinya Untuk Tanaman?

Apa itu biostimulan: Apa Fungsinya Untuk Tanaman?

Biostimulan semakin populer di kalangan produsen pertanian di seluruh dunia dan bermanfaat bagi banyak jenis tanaman.

Jawaban sederhananya adalah biostimulan berperan dalam meningkatkan kekuatan atau ketahanan tanaman terhadap gangguan biotik dan abiotik.

Biostimulan adalah zat alami atau mikroorganisme yang digunakan untuk merangsang proses tanaman. Biostimulan untuk tanaman meningkatkan pertumbuhan melalui penyerapan nutrisi, ketahanan serangga dan penyakit, kualitas dan efisiensi tanaman. Biostimulan juga mampu meningkatkan kesehatan tanah.

Pada akhirnya, fungsi biostimulan meningkatkan hasil tanaman dengan melengkapi inisiatif nutrisi dan perlindungan.

Definisi biostimulan resmi dari European Biostimulant Industry Consortium adalah:

Biostimulan tanaman mengandung zat dan/atau mikroorganisme yang fungsinya bila diterapkan pada tanaman atau rizosfer adalah untuk merangsang proses alami untuk meningkatkan/menguntungkan serapan hara, efisiensi hara, toleransi terhadap cekaman abiotik, dan kualitas tanaman.

Biostimulan biasanya disamakan dengan Zat Pengatur Pertumbuhan Tanaman (ZPT).

Yang dimaksud zat pengatur tumbuh adalah senyawa yang meningkatkan atau menghambat pertumbuhan, atau mengubah perilaku tanaman. ZPT dapat berupa organik atau sintetis. Badan Perlindungan Lingkungan mengatur penggunaan ZPT.

Ada tujuh jenis biostimulan yang tersedia, termasuk hidrolisat protein; asam humat dan fulvat; ekstrak rumput laut dan tumbuhan; kitosan dan biopolimer lainnya; senyawa anorganik; dan bakteri menguntungkan. Masing-masing stimulan ini mendefinisikan fungsi yang berbeda untuk tanaman. Misalnya, senyawa anorganik membantu pertumbuhan tanaman.

Protein hidrolisat untuk tanaman adalah salah satu biostimulan paling populer. Mereka adalah campuran asam amino dan peptida, dan dikumpulkan dari kotoran hewan atau tumbuhan. Hidrolisat protein memiliki banyak fungsi bila diterapkan dibandingkan biostimulan lain dengan fungsi tunggal.

Apa Fungsinya Untuk Tanaman?

Biostimulan dapat digunakan dalam situasi berikut:

  1. Untuk membantu pertahanan tanaman sebelum atau sesudah stressor abiotik,
  2. Untuk meningkatkan kesehatan tanah,
  3. Jika kondisi kekeringan sering terjadi dan efisiensi air perlu ditingkatkan, atau

Dengan biostimulan ini tanaman bisa menggunakan lebih banyak kekuatan untuk meningkatkan pertumbuhan. Keberhasilan penggunaan biostimulan akan bergantung pada waktu dan tingkat aplikasi yang sesuai. Penggunaan biostimulan yang benar menyediakan alat lain untuk meningkatkan hasil panen

Banyak faktor yang mempengaruhi aplikasi biostimulan yang direkomendasikan. Pertama, tentukan kebutuhan tanaman. Kemudian, aplikasikan biostimulan, dan ikuti dengan paket biostimulan berikutnya pada interval yang sesuai untuk tanaman dan kebutuhannya.

Biostimulan menjanjikan untuk penggunaan tanaman pada operasi pertanian. Mereka bukan obat.  Aplikasi biostimulan adalah untuk tanaman atau tanah, tergantung pada tanaman dan biostimulan yang digunakan.

Perbedaan utama antara biostimulan dan input tanaman tradisional adalah bahwa biostimulan tidak memberikan manfaat langsung dari input tradisional. Input tanaman ini adalah seperti pestisida untuk pengenelian organisme pengganggu tanaman seperti pengendalian gulma, serangga, atau penyakit.

Biostimulan tidak mengambil tindakan apa pun. Mereka akan membantu meningkatkan kekuatan tanaman, dan pada gilirannya dapat membuat tanaman lebih tahan terhadap serangga, penyakit, atau gulma.

Menerapkan biostimulan tidak akan mengambil tindakan langsung terhadap stresor.

Sumber Artikel dan gambar: Berigo.com dengan editing seperlunya.

Pemanfaatan Pupuk Silika Untuk Tanaman Padi

Pemanfaatan Pupuk Silika Untuk Tanaman Padi

Salah satu upaya yang paling sering dilakukan adalah pemupukan. Umumnya pemupukan terbatas pada unsur hara essensial, kurang memperhatikan unsur hara beneficial seperti Silika (Si). Padi adalah akumulator Si untuk pertumbuhannya. Kandungan Si yang sangat tinggi di dalam tanah tidak menjamin terpenuhinya kebutuhan Si padi, sehingga perlu pemupukan Si. 

Kadar silika dalam tanah tergolong tinggi, terutama pada tanah berpasir dan tanah-tanah yang melapuk lanjut, namun tingkat kelarutannya sangat rendah. Pupuk Silika diformulasikan untuk mengisi formula pupuk mikro dan beneficial element. Pupuk Silika berbentuk granul dirancang untuk tanaman yang memerlukan Si tinggi seperti padi, tebu, dan tanaman akumulator Si lainnya.

Pupuk Silika adalah pupuk yang lebih mudah larut dan mengandung 25% SiO2.. Pupuk Silika bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, daya sanggah batang, dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

Prospektif penggunaan Pupuk Silika sangat besar utamanya tanaman padi, tebu, akumulator Si yang semua limbah panennya diangkut keluar atau dibakar. Agro industri sangat tepat untuk pengembangan dan komersialisasi pupuk ini untuk penyediaan pupuk bagi petani dalam rangka pencapaian program swasembada dan swasembada berkelanjutan.

Pupuk Silika bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, daya sanggah batang, dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

 

Penggunaan Pupuk Silika 

Di Indonesia, penggunaan pupuk silika dalam bidang pertanian masih sangat terbatas. Kurang familiarnya Silika – dalam unsur kimia dikenal dengan Si – karena unsur hara ini tidak termasuk utama (esensial) melainkan bersifat unsur hara yang bermanfaat (beneficial element). Disamping itu, regulasi mengenai perpupukan Silika hingga saat ini belum ada (masih dalam pembahasan).

Silika sebenarnya termasuk unsur yang sangat melimpah setelah oksigen di dunia ini. Unsur Silika dapat ditemukan pada jerami padi, terak baja, fly ash, dan tandan kosong. Hanya ketersediaannya bagi tanaman yang menjadi perhatian, karena meskipun melimpah tidak semuanya tersedia bagi tanaman.

Lalu apa yang terjadi ketika tanaman kekurangan Silika?

  1. Pertama, daun tanaman bisa terkulai sehingga kurang efektif menangkap sinar matahari.
  2. Kedua, tanaman mudah layu atau peka terhadap kekeringan;
  3. ketiga, daun dan batang lebih kepada serangan hama dan penyakit. Keempat, tanaman mudah rebah, dan kelima, kualitas produksi berkurang lantaran hama dan penyakit mudah menyerang tanaman, potensi produksi tidak dapat optimal karena absorbsi dan distribusi unsur hara kurang baik.

 

Penggunaan Pupuk Silika Pada Tanaman Padi

Pupuk Silika dapat membantu perbaikan kondisi tanah yang kurang kesuburannya. Tidak hanya itu, unsur nomor dua terbesar setelah oksigen ini mampu tingkatkan kualitas dan produktivitas tanaman sampai 15%. Kendati demikian, Silika belum familiar di kalangan pelaku kebun.

Pemupukan silikon (Si) pada lahan sawah di Indonesia tidak umum dilakukan mengingat pupuk ini belum dikenal luas. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman padi sangat memerlukan unsur Si untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan terhadap serangan hama penyakit.

Penelitian pengaruh pupuk silika terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah telah dilakukan pada lahan sawah dengan jenis tanah Inceptisols di Serang, Provinsi Banten, Indonesia.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas pupuk silika terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah serta menentukan dosis optimum pupuk silika.

Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan delapan perlakuan yaitu kontrol, NPK dan 6 tingkat dosis pupuk silika (SiO2) yaitu 147 kg/ha, 294 kg/ha, 441 kg/ha, 588 kg/ha, 735 kg/ha dan 882 kg/ha.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan dengan pupuk mengandung silika meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan nyata yang ditandai dengan pertumbuhan tanaman lebih tinggi, anakan lebih banyak dan biomasa lebih banyak dibandingkan perlakuan NPK standar.

Pemberian pupuk silika juga meningkatkan ketahanan terhadap rebah karena batangnya lebih kuat dan anakannya lebih banyak. Pemberian pupuk silika sebagai tambahan pupuk NPK juga meningkatkan produksi padi dengan nyata sebesar 117% dibandingkan kontrol dan 26,7% dibandingkan dengan perlakuan NPK standar.

Dosis optimum pupuk silika yang direkomendasikan untuk padi sawah adalah 217 kg SiO2/ha sedangkan dosis maksimum sekitar 320 kg SiO2/ha.

 

Penggunaan Pupuk Silika Pada Tanaman Padi

Kini sudah tersedia pupuk silika yang sudah diformulasi oleh pabrikan sehingga mudah dalam penggunaannya oleh petani.  Selain sudah diformulasi, produk tersebut juga ditambahkan dengan beberapa unsur hara mikro.

Beberapa contoh produk silika antara lain:

  1. Biomax, produk dari PT. Biotis Agrindo
  2. Forsil, produk dari PT. Mitra Kreasi Dharma
  3. Silika, produk dari Novelgro
  4. Tenaz, produk dari PT Rolimex Kimia Nusamas

 

Manfaat pupuk silika untuk padi sawah

  1. Pupuk silika dapat mempertebal dinding sel batang dan kulit bulir padi. Dengan kuatnya batang tanaman, maka padi tidak mudah rebah atau patah.
  2. Dengan meningkatnya kekuatan dinding sel tanaman padi, maka tanaman padi tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Dengan terbentuknya lapisan nanosilika pada permukaan batang tanaman membuat hama menghindar. Selain itu lapisan nanosilika itu kalau termakan oleh hama, dapat membuat saluran pencernaan serangga pengunyah seperti ulat dan belalang bisa rusak.
  3. Menghambat perkembangan gejala blas, yang disebabkan jamur Pyricularia grisea Sacc (sinonim Pyricularia oryzae). Penyakit ini menyerang daun, buku, dan leher malai tanaman padi.
  4. Pupuk silika juga dapat menghambat serangan bakteri pada tanaman padi seperti penyakit kresek (hawar daun), yang menyerang daun dan titik tumbuh tanaman padi. Kresek ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas compestris pv oryzae.
  5. Membantu pemasakan bulir padi. Selain itu meningkatkan produktivitas dan daya simpan hasil panen. Biasanya, beras yang diolah dari tanaman padi yang dipupuk dengan silika, lebih mengilap dan tidak mudah pecah.
  6. Melindungi tanaman padi dari efek kekeringan, salinitas, alkalinitas, dan cuaca ekstrim (perubahan iklim).
  7. Mengurangi keasaman pada permukaan tanaman padi sehingga efektif menghambat perkembangbiakan jamur yang menyerang tanaman padi. Beberapa penyakit yang disebabkan jamur pada tanaman padi adalah blas, bercak daun cokelat, busuk pelepah daun, dan fusarium.
  8. Meningkatkan jumlah anakan produktif sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi.

 

Pupuk Cair Berbahan Gulma Versi Jadam

Pupuk Cair Berbahan Gulma Versi Jadam

Sedang mencari pupuk subsidi urea, ponska, SP36 tetapi langka di kios?

Jikapun ada harganya sangat mahal.  Jangan khawatir!  Di bawah ini adalah resep cara membuat pupuk dengan menggunakan bahan baku gulma.  Hah, gulma? 

Ya, anda tidak salah.  Karena gulma bisa dibuat pupuk.  Metoda ini dibuat oleh seorang master pertanian organik dari Korea, yaitu Youngsang Cho.  Berikut model pembuatan liquid fertilizer atau pupuk cair dari gulma/rumput liar/hijau-hijauan versi Jadam Organic Farming.

Bahan & Cara:

  1. Biomassa hijau-hijauan lunak apa saja max 75% dari kapasitas drum.
  2. Segenggam tanah leaf mold dari hutan/gunung sekitar. Kalau terpaksa boleh pakai tanah bawah pohon bambu.
  3. Soft water/air lunak, seperti: air hujan, air AC, air RO, air destilasi. Kalau terpaksa air sumur, tak mengapa. Isi drum dgn air, sisakan ruang kosong dikit.
  4. Optional, kasih 1/2 – 1 sendok makan garam krosok.

Masukkan semua item di atas dan tutup/anaerob. Tempatkan drum tersebut di sekitaran lokasi kebun/sawah, terpapar sinar matahari, mengikuti teori atmospheric temperature.

Selang 2 minggu sudah bisa diaplikasikan ke tanaman, dgn pengenceran min. 50X (dibuku 20-300X) dgn air lunak/soft water. Durasi pemupukan 4X dalam sebulan.

Perlu diketahui, bahwa pupuk cair Jadam adalah seperti kecap, makin lama di simpan dalam drum, makin ‘enak’ buat tanaman. Artinya seluruh nutrisi yang berimbang/balance sudah ada di dalamnya. Bau menyengat pd pupuk cair pun, disinyalir mampu mengusir hama tertentu (Silakan dibuktikan).

Sekali lagi, jangan menganggap Gulma sebagai musuh bagi tanaman, karena kalau kita tahu cara memanfaatkannya, hubungan simbiosis mutualisme akan terjadi. Gulma dgn daun yg hijau royo-royo menandakan terdapat keseimbangan NPKCa pd biomassa lunak tsb.

Gulma rumput liar juga merupakan pupuk terbaik nomor 2 bagi tanaman, nomor 1 terbaik adalah sisa-sisa tanaman itu sendiri (daun, ranting, & buah busuk).

Begitu alam mengajarkan kpd kita, karena Jadam adalah manusia yang seperti alam. Betul-betul memperhatikan tanda kekuasaan Tuhan pada alam & dengan bijak memanfaatkan apa yg ada di sekitar.
Demikianlah hal yg dibuat oleh Jadam, yang mengedepankan ‘cara main’ yg mudah, sederhana tidak rumit, tur murah. Hampir-hampir yg minim finansial sekalipun bisa membuatnya.
Sukses semuanya. Aamiin..

Catatan:
Produk Jadam bisa dibuat sendiri, ada JMS, JS, JWA, JHS, Pupuk dasar, Pupuk cair gulma rumput liar, krokot, tepung tulang, abu dapur, ikan segar, buah segar, urine, dll.

Silakan pelajari dan praktekkan apa yg ada di buku Jadam Organik Farming. Petani harus mandiri membuatnya, hingga bisa menurunkan biaya produksi/terhemat, menghasilan produktifitas & kualitas mutu diatas rata-rata dan yang terakhir keberlanjutannya dapat terjaga.

Buku Jadam Organik Farming masih berbahasa Inggris, karena bahasa aslinya berbahasa korea. Saya dengar juga sedang dalam proses terjemahan untuk bahasa Indonesia. Buku ini penulisnya adalah Youngsang Cho. Buku ini adalah trilogi, yang terdiri Jadam Organic Farming, Jadam Organic Pest and Jadam 100 Herbs. Paling tidak buku Jadam Organic Farming ini yang minimal harus dimiliki. Kenapa?

Karena buku ini mengajarkan praktek-praktek pertanian yang ULTRA MURAH dengan mengandalkan sumberdaya yang tersedia di alam dan dekat dengan lingkungan kita.

Dimana belinya? Bisa langsung ke AMAZON, klik disini!

Sumber artikel dan image: Artikel dan Amazon

Tulisan ini diambil dari posting dari FianFitun Reborn di group facebook Tribio. dengan sedikit tambahan dan edit.

Insektisida Apa Yang Paling Ampuh Untuk Sundep?

Insektisida Apa Yang Paling Ampuh Untuk Sundep?

Ada banyak pertanyaa yang saya temukan di group-group pertanian, khususnya teman-teman petani padi yang memiliki masalah dengan hama sundep, cara pengendaliannya, obat hama atau insektisida yang ampuh untuk sundep.

Atau jangan-jangan Anda sendiri saat ini sedang memiliki masalah dengan sundep? Tenang… saya akan infokan insektisida yang cocok untuk masalah ini.

Diantara pertanyaan-pertanyaan itu antara lain:

  • Dulur padi saya kena tikus dan sundep mohon solusinya dan harus di obat apa.. trimakasih
  • Tanaman padi kena sundep padi umur 35 hari hst
    gimna bisa pulih ndak yah kondisi agak parah. agak banyak yang sudah menguning
  • Numpang tanya para suhu, padi umur 24 hari kena sundep, obat sundep yg ampuh itu apa, udh pake ini itu tetep aja gak sembuh😥😥😥
  • Sebagian kena sundep padi saya lur umur 45hst. Mohon solusinya lur.
  • Mohon bantu, padi kena sundep harusnya di obati pake apa ya ? 🙏🙏🙏
  • Mau minta solusinya Para master tani kalau padi kena sundep atau penggerak batang apa obat yg ampuh . Masih pemula ,🙏🙏🙏
  • Assalamualaikum sedulur tani,,padi saya umur 10hst kena sundep, obat yang bagus apa ya luur
  • Infonya dong cara mengatasi tanaman padi kena sundep??
  • Maaf para senior klo padi kena sundep apa obat nya ya terimakasih
  • Obat tanaman padi kena sundep apa yg joss lurrrr telurrr tlng bantuanya
  • Untuk padi yg kena sundep apa obatnya om?
  • Padi saya 30 hst 70 persen kena sundep. Apa obatnya yg paling ampuh dan apakah rumpun padi yg pada mati akan pulih lagi???
  • Benih padi kena sundep daun menguning, gimana cara mengatasinya?
  • Harus bagai mana iki lor… padi aq kena penyakit sundep tapi wes parah usia padix umur 45 hari… ayo kasih solusi dolor2.
  • Mengatasi padi kena sundep dan kerdil apa suhu

dan lain sebagainya.

Intinya adalah menanyakan bagaimana cara mengatasi sundep pada tanaman padi.

Apa itu Sundep?

Hama Penggerak Batang Padi (PBP) merupakan hama utama pada tanaman padi. Hama penggerek batang padi (PBP) dapat menyerang tanaman padi stadia umur muda/vegetatif (dikenal sebagai hama sundep) dan menyerang tanaman stadia generatif (dikenal sebagai hama beluk).

Jadi sudep (dead hearts) ini adalah hama penggerek batang padi yang menyerang tanaman padi pada umur muda atau fase vegetatif yang menyebabkan kematian anakan padi (tiller). Kerugian hasil akibat serangan hama ini cukup besar, bisa-bisa gagal tanam jika serangannya parah.

Namun jangan panik, karena jika sundep sudah dapat diatasi pada stadium vegetatif, dapat dikompensasi dengan pembentukan anakan baru. Tanaman masih sanggup mengkompensasi akibat kerusakan oleh penggerek batang padi sampai 30%.

Terlebih dii musim hujan petani lebih waspada serangan hama Penggerek Batang Padi Kuning (PBPK). Sundep juga beluk merupakan hama utama pada tanaman padi yang menimbulkan kerusakan berat. Suhu, kelembaban, dan curah hujan sangat cocok bagi perkembangan Sundep juga Beluk.

Harus diakui sampai saat ini belum ada varietas padi yang tahan terhadap hama ini.

Tanda-tanda Serangan Sundep Pada Tanaman Padi

Serangan sundep ditandai dengan daun padi muda menguning tergulung lalu mengering dan mati.

Sedangkan Beluk menyerang pada fase generatif (fase berbunga/berbuah) yang ditandai dengan bunga atau buah padi yg baru keluar berwarna putih, berguguran, gabahnya kosong (gabuk).

Penyebab Serangan Sundep

Hama sundep adalah salah satu hama yang sangat menjengkelkan bagi petani padi. Karena hama sundep itu bisa masuk ke batang padi, dan memangsa batang padi itu dari dalam.

Akhirnya batang padi itu akan mati dan dapat dipastikan bisa menggagalkan pengisian bulir padi. Foto bulir padi yg gagal terisi, bisa dilihat pada lampiran yang pertama.

Sundep itu sejenis ulat yang ukurannya sangat kecil (kira-kira sedikit lebih besar dari rambut kita) yang masuk kedalam batang padi dan memotong titik tumbuh utama. Atau dikenal juga sebagai penggerek batang.

Di Indonesia telah di temukan 6 jenis penggerek batang padi yang terdiri dari penggerek batang padi kuning Scirpophaga incertulas (Walker), penggerek batang padi putih Scirpophaga
innotata (Walker), penggerek batang padi bergaris Chilo suppressalis (Walker), penggerek batang padi kepala hitam Chilo polychrysus Meyrick, penggerek batang padi berkilat Chilo
auricilius Dudgeon (kelima spesies tersebut termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae), dan penggerek batang padi merah jambu Sesamia inferens (Walker) (spesies ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Noctuidae).

Terdapat empat spesies yang banyak ditemukan sebagai hama utama padi yaitu penggerek batang padi kuning, penggerek batang padi putih, penggerek batang padi bergaris, dan penggerek batang padi merah jambu.

Tanaman padi yang terserang Sundep bila dikendalikan dengan baik masih bisa tumbuh lagi dengan normal, karena masih bisa bertunas lagi.

Asal-usulnya sundeo itu berasal dari kupu kupu putih kecil. Ada juga yg menyebut klaper. Foto beluk/klaper dan sundep, saya lampirkan di foto kedua.
Jadi untuk memberantas hama sundep itu, maka yg harus kita basmi ada 3 jenis yaitu

  1. Kupu kupu/beluk/klaper (induk sundep),
  2. telurnya beluk,
  3. Sundep.

Sedangkan yang terserang beluk atau yang sebut juga white heads pada fase generatif yang menyebabkan malai putih, hampa sudah tidak bisa diselamatkan lagi karena titik tumbuh sudah putus.

Cara pengendalian Sundep juga Beluk.

Pengendalian Sundep dan Beluk idealnya harus dengan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). PHT adalah pengendalian populasi hama agar tetap berada di bawah ambang kerugian.
Langkah-langkah pengendalian PHT :

  1. Budidaya tanaman sehat.

Dengan pemupukan berimbang tanaman akan tumbuh sehat dan lebih tahan dari serangan hama. Secara alami jerami yang melimpah di sawah mengandung unsur Silika (Si) bila dijadikan kompos membuat tanaman padi batangnya lebih kuat sehingga Sundep dan Beluk tidak mampu menembusnya.

  1. Pengaturan Pola tanam.

Tanam serempak minimal 100 hektar dalam satu hamparan dengan tujuan persediaan makanan hama menjadi terbatas. Selanjutnya pergiliran tanaman selain padi untuk memutus siklus hidup hama. Dan tanam varietas padi berumur genjah.

  1. Cara mekanik.

Dengan mengumpulkan kelompok telur di persemaian dan pertanaman. Telur dipelihara dalam bumbung bambu, apabila keluar parasitoid dilepaskan kembali di pertanaman.

  1. Pengendalian Hayati.

Cara-cara pengendalian hayati dalam dilakukan dengan musuh alami penggerek batang, yaitu:

  • Parasit telur : Trichogrammatidae, Scelionidae, Eulophidae.
  • Pemangsa telur : Conosephalus iongipennis, Grylidae.
  • Pemagsa larva : Kumbang Carabidae dan laba-laba.
  • Konservasi musuh alami dengan cara pengembangan tanaman Refugia.

Catatan:
Refugia adalah intervensi ekosistem dengan menyediakan rumah untuk pemangsa hama. Tanaman yang berfungsi sebagai Refugia bermacam-macam seperti bunga Matahari, bunga Kertas, Kenikir, Tagetes dan lain-lain. Musuh alami yang bersarang di tanaman bunga akan menjadi predator atau parasitoid bagi hama pengganggu padi. Refugia bisa ditanam di jalan pinggir sawah atau galengan/pematang.

Aplikasi Pestisida Nabati, yang bahanya dari akar, daun, batang, kulit tumbuhan yang bersifat alami.

  1. Penggunaan Insektisida Kimia.

Jika sudah diketemukan adanya serangan sundep, waktu yang tepat adalah jika sudah melewati ambang batas kendali yaitu, Jika:

  • Ditemuka dua kelompok telur per m2.
  • Serangan 10% pada varietas golongan Cisadane.
  • Serangan 5% pada varietas golongan IR-64.
  • Terdapat 100 ekor tangkapan feromon per minggu

Sebelum menggunakan produk insektida, baca dan pahami informasi yang ada di label biar tidak salah insektisida yang disemprotkan.

Insektisida yang dapat dipakai untuk pengendalian Sundep, antara lain dari bahan aktif:

  • Emamectin benzoat 5,7%
  • Abamectin 18 g/l
  • Carbofuran 3%
  • Bisultap 400 g/l
  • Fipronil 55 g/l, 100 g/l
  • Fipronil 0,3%
  • Buprofezin 150 g/l
  • Karbosulfan 200 g/l
  • Dimehypo 505 g/l
  • Imidakloprid 70%
  • Spinetoram 120 g/l
  • BPMC 500 g/l
  • tiosiklam hidrogen oksalat 50%
  • Monosultap 500 g/l
  • Klorantraniliprol : 100 g/l + tiametoksam : 200 g/l

List di atas adalah nama bahan aktif dari produk-produk yang terdaftar untuk pengendalian sundep. Sedangkan mereknya sangat beragam sekali. Silahkan tanya langsung ke toko pertanian atau petugas lapangan dari perusahaan pestisida yang biasanya mendampingi para petani.

Jadi, insektisida apa yang paling ampuh untuk mengendalikan sundep? Semua insektisida diatas adalah cukup ampuh, tinggal pilih-pilih pada ambang batas mana serangan sundep yang dihadapi.

Cara Membuat Insektisida Nabati Pengendali Sundep

Adapun bahan pestisida nabati yg saya gunakan adalah :

  1. umbi gadung 1 buah
  2. daun mimba 1/4 Kg
  3. daun sirsak 1/4 Kg
  4. tembakau 1 ons
  5. daun kirinyuh/lombokan 1/4 Kg (foto ke lima)

Semua bahan saya haluskan saja dgn cara diblender. Lalu rendam dgn air sumur sebanyak 10 liter. Tunggu sekitar 2 jam sampai 12 jam dan siap disemprotkan.

Dosis pengaplikasian, 1 tangki air biasa (+- 15 liter) saya kasih air rendaman pestisida nabati itu sebanyak 5 – 10 gelas saja.

Kenapa memilih ke-5 bahan itu untuk mengatasi serangan hama sundep?

  1. Daun MIMBA, itu mengandung bahan aktif (racun) AZADIRACHTIN. Dimana racun azadirachtin ini sifatnya sistemik. Maksudnya sistemik itu, racunnya itu bisa masuk kedalam jaringan padi, sehingga sundep yg hidup didalam batang, bisa mati pelan-pelan kena dampak racunnya itu. Ini baru daun mimba ya
  2. UMBI GADUN. Umbi gadung, atau bisa diganti KETELA KARET (KETELA TAHUN) atau daun & buah pohon JARAK itu mengandung racun SIANIDA. Dimana racun sianida ini, harapannya bisa membunuh induk dari sundep yaitu kupu-kupu kecil putih. Kupu-kupu ini kalau ditempat saya namanya beluk.
  3. TEMBAKAU. Tembakau itu mengandung racun NIKOTIN yg bisa membuat kupu-kupu sesak nafas (racun syaraf pernafasan). Harapannya, kalau ada kupu-kupu yg kena racun nikotin, maka kupu-kupunya bisa sesak nafas dan mati.
  4. DAUN SIRSAK dan daun KIRINYUH/LOMBOKAN. Kedua bahan ini kandungan racunnya mirip-mirip. Ada kandungan FLAVONOID, SAPONIN, TANIN dsb. Saponin, itu bisa menghambat pertumbuhan membran (lapisan) telur. Jadi kalau telur beluk terkena racun ini, maka harapannya telurnya gagal menetas.

Kapan waktu yg efektif untuk mengaplikasikan pestisida nabati ini? Sebenarnya kapanpun bisa diaplikasikan.

Hanya yang paling efektif itu ketika berbarengan dengan BULAN PURNAMA (tgl 13 – 17 bulan hijriyah).

Kenapa harus bulan purnama?
Kupu-kupu/klaper, biasanya akan kawin dan mulai bertelur disekitar bulan purnama itu. Demikian juga dengan sundep (ulat), biasanya juga akan jadi kepompong dan menetas lagi menjadi beluk (kupu-kupu) juga disekitar bulan purnama.

Kalau pas sekitar purnama itu di lahan kita ada racun dgn bahan-bahan yg saya sebutkan diatas, maka ada potensi kupu-kupu gagal kawin dan gagal bertelur.

Yang sudah jadi sundep juga ada potensi gagal untuk tumbuh menjadi kupu-kupu. Dan telur yang sudah nempel pada padi, kemungkinan juga akan gagal menetas.

Jadi dengan pengaplikasian pestisida nabati selama 3 sampai 5 hari berturut-turut (tanggal 13 – 17 bulan hijriyah), ada potensi untuk memutus mata rantai perkembang biakan (metamorfosis) hama sundep itu tadi.

Sebenarnya waktu penyemprotan ini juga berlaku untuk pengendalian secara kimia.

Sumber:

  • Artikel Pembuatan insektisida nabati: Erick Sastrawan Awbp pada PADI UNGGUL INDONESIA
  • sumber lainnya
  • Image: Facebook, google
  • Insektisida anjuran: Sesuai dengan pestisida yang terdaftar di Departemen Pertanian RI.
Mengolah Sampah Rumah Tangga dengan Reaktor Ember Tumpuk.  Hasilnya Pupuk Organik

Mengolah Sampah Rumah Tangga dengan Reaktor Ember Tumpuk.  Hasilnya Pupuk Organik

Sampah Rumah Tangga Adalah Masalah?

Baik di perkotaan maupun dipedesaan, setiap rumah tangga pasti menghasilkan sampah.  Sampah kering atau basah, sampai plastik atau bahan non-plastik seperti kertas pembungkus, sampah sayuran dapur, sampah nasi bekas, sampah lauk pauk seperti ikan, tulang, dan lain-lain.

Semua sampah itu pasti dibuang ke tempat sampah dan menunggu petugas pengambil sampah tiap pagi hari.

Atau kalau di pedesaan, sampah dibuang ke tempat sampah dan dibakar bersamaan dengan sampah serasah daun-daunan lainnnya.

Untuk sementara masalah sampah selesai sampai disini.  Tapi tidak memberikan manfaat langsung kepada kita. 

Pernah gak terbersit bahwa sampah itu sebenarnya sebenarnya bermanfaat.  Baik sampah yang organik maupun yang non-organik.  Sampah organik seperti sampah-sampah dapur sisa-sisa sayuran dan buah, bisa dimanfaatkan menjadi sumber pupuk kompos dan pupuk organik cair. 

Memanfaatkan sampah organik dan diolah menjadi pupuk pada dasarnya kita secara tidak langsung berbakti kepada tanah/bumi dan tanaman yang sudah diberikan oleh Yang Maha Pencipta.  Terlebih jika dikelala dalam sekala besar dan memberikan impact finansial. Jika kita mampu menjual pupuk kompos atau POC-nya.

Dan sampah plastik, seperti bekas botol minuman dalam kemasan, bisa dikumpulkan kemudian dijual ke pengempul barang bekas.

Untuk sampah organik, ada acara praktis dan ekonomis untuk mengolah sampah-sampah tersebut menjadi produk yang bermanfaat bagi tanaman, yaitu menjadikannya sebagai pupuk organik cair dan pupuk organik padat.  Teknologinya salah satunya dengan menggunakan Reaktor Ember Tumpuk.

Reaktor Ember Tumpuk,

Apa itu reaktor ember tumpuk? Adalah rekator pengolah limbah organik dengan menggunakan 2 ember yang dibuat bertumpuk.  Dimana dalam proses pengolahan limbah organiknya dibantu oleh larva Hi (Hermetia illucens).

Bahasan dan tulisan mengenai ember tumpuk ini saya dapatkan dari postingan Prof Nasih Widya Yuwono, di group facebook Tribio.  Disana beliau banyak membagikan tulisannya.

Update:

Inilah hasil kreasi ember tumpuk yang saya buat. Simak juga diskusinya di group Tribio.

Sebenarnya komponen reaktor ember tumpuk terdiri dari:

  1. Ember bawah fungsinya sebagai penampung lindi. Dimana pada bagian bawahnya dipasangkan kran di samping bawah, sebagai jalan untuk mengeluarkan air lindi.  Tutup bagaian atas diambil tepinya saja untuk penyangga ember atas.
  2. Ember atas fungsinya untuk menampung sampah-sampah organic sisa makanan, sayuran dan buah-buahan. 
Sumber: Nasih, 2018

Bagian bawah ember dari ember atas ini dibuatkan lubang-lubang kecil sebanyak-banyaknya untuk pengatusan.  Juga dibuat lubang kecil sebanyak 4 buah di samping kiri dan kanan bagian atas di bawah penutup ember

Ada 4 lobang kecil dekat dengan tutup, memiliki 2 fungsi. Pertama tempat masuk telor BSF yang menetas jika dilekatkan di bagian luar, atau lubang memasukkan telor bagi induk BSF.  Kedua, lubang pertukaran udara atau melepas gas yang muncul.

Membuat Reaktor Ember Tumpuk

Bahan yang perlu disiapkan unutk membuat reaktor ember tumpuk adalah

  • 2 buah ember bekas cat 25 kg legkap dengan tutupnya
  • 1 kran air

Alat yang digunakan:

  • bor atau paku
  • parang/pisau

Cara Membuat Reaktor Ember Tumpuk

Ember pertama/bawah:

  1. Buat lubang didinding samping bawah, 3 cm dari dasar untuk memasang kran
  2. Pasang kran dengan baik, jangan sampai ada rembesan atau bocor.  Kran berfungsi untuk memudahkan panen Lindi(cairan hasil pemrosesan sampah)
  3. Lubangi tutup ember pertama sehingga bagian bawah/pantat ember kedua bisa masuk kira-kira 10 cm. Fungsi tutup ini sebagai menyangga ember kedua.

Ember kedua/atas:

  • Buat lubang-lubang menyerupai saringan di sisi bawah/dasar ember kedua dengan bor atau dengan paku yang dibakar
  • Buat lubang  di dinding samping bagian atas, 3 cm dibawah mulut ember.  Lubang ini sebagai pintu keluar masuk lalat hitam/ Hermetia Ilucen/ Black Soldier Fly
  • Tumpukkan ember kedua diatas ember pertama seperti dalam gambar.
  • Tutup ember digunakan sebagai sebagai buka-tutup pembuangan sampah organik

Taruh ember tumpuk di lokasi yang jauh dari jangkau anak-anakan dan diusahakan berjauhan dengan rumah.

Cara kerja Reaktor Ember Tumpuk

Air lindi adalah hasil akhir dari proses yang terjadi pada ember bagian bawah.  Selaian kompos padatan yang dihasilkan pada ember tumpuk bagian atas.  Jadi dua jenis kompos dihasilkan sekaligus dari proses ini.

Air lindi dengan proses ember tumpuk ini adalah cara mendapatkan bahan baku POC yg terbaik, murah dan praktis. Kenapa disebut bahan baku? Karena air lindi hasil dari proses sifatnya masih mentah, perlu proses lanjutan sampai akhirnya siap digunakan sebagi pupuk cari bagi tanaman.

Air lindi dapat diproeses lanjutannya menjadi PSB, PGPR, Sianobakter, Jakaba dan boster untuk perangsang buah. Begitu juga bila akan melakukan fermentasi kohe pake dekomposer dengan bahan utamanya adalah lindi ini.

Sehingga air lindi hasil dari reaktor ember tumpuk ini sangatlah powerful dalam mendukung pertanian organik yang murah dan praktis.

Cara atau prosesnya dalam pembuatan air lindi dengan reaktor ember tumpuk adalah sebagai berikut:

  1. Masukkan sampah buah kedalam ember atas dalam 2 minggu pertama(buah-buahan saja, jangan sampah organik lain).  Aroma buah yang membusuk ini untuk mengundang  lalat Hermetia Illucens(HI) atau Black Soldier Fly (BSF) bertelur.
  2. Setelah HI bertelur dalam tumpukan sampah buah dalam ember tumpuk, telur ini akan menjadi larva HI(Magot) yang akan memakan sampah organik. Saat lalat HI dan magot sudah muncul, maka setiap hari boleh dimasukkan sampah organik lain seperti: limbah dapur,  potongan sayur, kulit buah, sisa nasi, sampai tulang-tulang ikan.
  3. Setelah 2 bulan proses, pupuk organik cair(Lindi) bisa dipanen dari kran. Siapkan botol air mineral bening, isi ¾ botol dengan lindi. Lindi yang dipanen biasanya berwarna coklat.
  4. Jemur tampungan lindi dalam botol tadi di tempat panas terik matahari selama 2-3 hari sampai Lindi berwarna hitam pekat. Jangan lupa mengendor kencangkan tutup botol setiap hari sekali selama proses penjemuran.
  5. Lindi yang sudah berwarna hitam bisa digunakan untuk  pupuk organik cair, penerapannya bisa dikocor atau disemprotkan. Jika dikocor bisa menggunakan  lindi 20 ml banding 1 liter air, jika dsemprotkan perlu diencerkan 20 cc lindi dicampur dalam 1 liter air.
  6. Disamping menghasilkan Lindi, ember tumpuk juga menghasilkan magot. Magot yang berlebih bisa digunakan untuk pakan ternak: ayam, bebek maupun ikan.

Air Lindi Hasil Reaktor Ember Tumpuk

Seperti dijelaskan sebelumnya, air lindi dari hasil reaktor ember tumpuk mengandung banyak manfaat.  Namun air lindi hasil lansung dari ember tumpuk tidak bisa serta merta bisa digunakan.  Perlu ada tahapan lanjutannya jika menginginkan hasil yang maksimal.

Air lindi hasi tampungan dari ember tumpuk, selanjutnya dijemur agar menjadi matang dan menjadi pupuk organik cair (POC).  Air lindi dapat disimpan dalam drum biru dan ditutup rapat.  POC ini hebatnya lagi tidak mengenal masa kadaluwarsa.  Jadi bisa dipergunakan kapan saja.

Jika dalam skala kecil, air lindi dapat di jemur. Masukkan lindi ke dalam botol bening, separoh atau kurang, tutup dikendurkan, letakkan di tempat terik matahari sampai warna menjadi coklat hitam, dan aroma sudah terasa lembut di hidung.

Jika akan diaplikasikan pada tanaman, maka diajurkan pengenceran sebanyak 20 X.

Berikut ini adalah contoh air lindi yang sudah berproses hasil pengamatan dari Pak Arief.

Dari kanan:

  1. 50% bokashi cair 50% (dijemur)
  2. Lindi ember tumpuk di toples (dijemur).
  3. Lindi ember tumpuk (dijemur)
  4. 10% lindi ember tumpuk + bahan lain diaerasi 3 x 24 jam (paling transparan).

Apa Kandungan POC Air Lindi

Secara umum manfaat pupuk cair organik untuk tanaman tidak berbeda jauh sebagaimana hal nya dengan pupuk kimiawi.

Kandungan POC Air lindi yang dihasilkan dari reaktor ember tumpuk sangan dipengaruhi oleh bahan-bahan yang dimasukan.  Bahkan kita bisa menginginkan jenis POC apa sebagai hasil akhir dari proses ini.  Apakah POC untuk Fase Vegtatatif, Fase Generatif, atau POC booster perangsang bunga?

Tetapi kalau yang dimasukannya adalah bahan apa saja yang tersisa dari sisa-sisa dapur, maka hasilnya POC yang sifatnya umum, dan kandungannya macam-macam.  Untuk mengetahui detailnya harus dilakukan uji laboratorium.

POC air lindi hasil penyaringan dari buah buahan dan sayuran limbah dapur rumah tangga memakan waktu minimal 3 minggu baru bisa memanennya, dan hasil pemanenan air lindi tersebut masi blum bisa kita aplikasikan karna masih mengandung gas yang bahaya buat tanaman,.

POC harus kita diamkan selama 2 minggu sampai tidak mengeluarkan gas lagi sehingga POC tersebut bisa di aplikasikan ke tanaman dengan perbandingan 1:5, sesuai dengan kebutuhan..

Untuk mendapatkan kualitas POC yang sesuai dengan keinginan makan bahan yang dimasukan harus sesuai kandungan nya. 

Misalnya limbah sayuran  umumnya mengandung unsur N. Buah-buah-buahan mengandung unsur P, K dan Ca. Lidah buaya, tomat,  rebung bambu, bonggol pisang, toge, jagung muda mengandung Zat Perangasang Pertumbuhan Tanahan (zpt).

Atau jantung pisang untuk POC fase generatif. Kandungan nutrisi dan mineral pada jantung/bunga pisang berdasarkan studi yang diterbitkan di African Journal of Biotechnology.
-Energy 51kcal
-Protein 1.6g
-Lemak 0.6g
-Karbohidrat 9.9g
-Serat 5.7g
-Kalsium (Ca) 56mg
-Phosphor (P) 73.3mg
-Besi (Fe) 56.4mg
-Tembaga 13mg
-Potassium/Kalium (K) 553.3mg
-Magnesium (Mg) 48.7mg
-Vitamin E 1.07mg

Sumber: Abah Menyan di Indonesian Organic Institute

Dengan mengetahui hal ini kita bisa berkreasi dengan berbagai jenis bahan agar menghasilkan POC yang sesuai kebutuhan kita.

Keunggulan POC Air Lindi

  1. Karena bahan pembuatan pupuk organik ini adalah berasala dari bahan bahan organik maka memiliki efek residu yang positif, sehingga tanaman anda pada periode berikutnya produktivitasnya tetap baik.
  2. Melalui pupuk organik ini dapat memperbaiki sturuktur tanah, sehingga membuat tanah menjadi lebih subur.
  3. Beberapa jenis tanaman bila diberi pupuk organik cair akan lebih kuat dan kebal terhadap jenis penyakit tananaman
  4. Dapat menigkatkan mikroorganisme tanah yang baik untuk budidaya tanaman
  5. Kandungan unsur hara pada air lindi dapat ditambahkan lagi dengan unsur hara makro dan mikro sehingga bisa lebih lengkap.

Sumber: Artikel: Dari berbagai sumber, group facebook Tribio, IOI; Credit image: Google, Group Facebook Tribio, Prof Nasih, Arief Haryanto

pH Meter Tanah Senjatanya Petani Jika Mau Hasil Panen Melimpah. Coba Cek PH Tanah Anda!

pH Meter Tanah Senjatanya Petani Jika Mau Hasil Panen Melimpah. Coba Cek PH Tanah Anda!

Jika Anda petani, terlebih lagi petani padi, apakah sering ditemukan tanaman padinya mengalamani banyak masalah.  Tanamannya kerdil, pertumbuhannya lambat, daun tanaman menguning, akar pendek dan warnanya merah, dll.   Padahal sudah banyak melakukukan usaha untuk memulihkannya.

Padahal… pemupukan sudah dilakukan sesuai dengan dosis anjuran.

Penyemprotan pestisida untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman untuk mengendalikan hama dan penyakit sudah dilakukan.

Gulma pengganggu sudah dibersihkan

Hormone pemacu pertumbuhan tanaman sudah diberikan.

Hasilnya? Tetap penampakan pertumbuhan tanaman kurang memuaskan.

Sarannya… coba sekali-kali cek kondisi tanahnya! 

Mengapa? Siapa tahun kondisi tanahnya bersifat asam!

Pentingnya Mengetahui Kondisi Tanah

Sangat jarang petani memperhatikan tingkat keasaman tanah. Bahkan tidak sedikit juga petani yang tidak mengerti apa itu tingkat keasaman tanah (pH tanah). Para petani kebanyakan hanya memikirkan berapa dosis pupuk.   Harapannya agar jumlah panen bisa meningkat.

Padahal pemberian pupuk kimia tertentu, apalagi sampai over dosis, bisa mengakibatkan tanah menjadi asam atau basa.  Tanah dengan kondisi terlalu asam atau terlalu basa inilah yang banyak menimbulkan masalah pada tanaman.

Memahami tingkat keasaman (pH tanah) adalah dasar ilmu kimia tanah yang harus diketahui sebelum melakukan penanaman.  Kenapa tanaman itu bersinggunangan dengan kimia? Karena tanaman itu menyerap unsur hara dalam bentuk ion. Apa itu ion? Ion adalah atom yang bermuatan listrik positif atau negatif.

Apa Itu pH Tanah

pH adalah singkatan dari potential hydrogen, yaitu skala perhitungan jumlah potensi ion hidrogen (H+) yang ada di tanah. Ion hidrogen ini lawannya adalah ion hidroksida (OH-).

Didalam tanah, potensi jumlah ion H+ dan OH- ada 3 kemungkinan yang terjadi, yaitu :

  1. H+ = OH-. Jumlah Hidrogen sama dengan/seimbang dengan hidroksida. Kondisi ini artinya pH netral (nilai indikator pH = 7). Kondisi tanah kondisi normal. Kondisi seperti ini adalah sangat ideal bagi tanaman.
  2. H+ > OH-. Ini artinya tanah dlm kondisi asam (nilai pH < 7). Semakin kecil pHnya berarti semakin asam.
  3. H+  <  OH-. Ini artinya tanah dalam kondisi basa (pH > 7) semakin tinggi nilai pH maka semakin basa.

Apa Akibat Jika pH Asam atau Basa?

Tanaman budidaya, kebanyakan akan tumbuh optimal ketika pH tanah mendekati netral. Kondisi pH tanah normal untuk berbagai jenis tanaman, misalnya

  • Tanaman padi, jagung optimum pada pH 5 s/d 6.5
  • Bawang merah, tomat optimum di pH 6-8.
  • Tebu, kacang tanah pH 7 – 8,
  • Cabe pH 5.5 -7

Efek Jika Tanah Kondisi Asam

Pada tanah pH lebih rendah dari 5,6 pada umumnya pertumbuhan tanaman menjadi terhambat akibat rendahnya ketersediaan unsur hara penting seperti fosfor dan nitrogen.

Bila pH lebih rendah dari 4.0 pada umumnya terjadi kenaikan Al3+ dalam larutan tanah yang berdampak secara fisik merusak sistem perakaran, terutama akar-akar muda, sehingga pertumbuhan tanaman menjadia terhambat

Konsentrasi Alumunium dan besi (Fe) yang tinggi pada tanah memungkinkan terjadinya ikatan terhadap fosfor dalam bentuk alumunium fosfat atau Fe-fosfat.

P yang terikat oleh alumunium tidak dapat digunakan oleh tanaman.

Tanaman yang ditanam pada tanah yang memiliki pH rendah biasanya juga menunjukkan klorosis (peleburan klorofil sehingga daun berwarna pucat) akibat kekurangan nitrogen atau kekurangan magnesium.

Selain itu pH tanah rendah memungkinkan terjadinya hambatan terhadap pertumbuhan mikroorganisme yang bermanfaat bagi proses mineralisasi unsur hara seperti N dan P dan mikroorganisme yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman, misalnya bakteri tanah yang dapat bersimbiosis dengan leguminosa seperti Rhizobium atau bersimbiosis dengan tanaman non leguminosa seperti Frankia sehingga sering dijumpai daun-daun tanaman pada tanah asam mengalami klorosis akibat kekurangan N.

Bakteri tanah yang lain seperti azotobakter (A. Chroococcum) yang dapat berasosiasi dengan akar tanaman hanya dapat hidup apabila suasana larutan tanah netral hingga basa.

Mikroorganisme tanah lain yang bermanfaat bagi tanaman, yang dapat terpengaruh pertumbuhannya bila berada pada suasana asam adalah mikoriza.

Mikoriza adalah jamur yang dapat melarutkan fosfor organik menjadi fosfor inorganik yang tersedia bagi tanaman.

Efek Jika Tanah Kondisi Basa

Pada tanah atau media tanam dengan tingkat alkalin tinggi (basa) unsur hara mikro seperti tembaga, mangan, seng dan besi akan terikat secara kimiawi dan tidak dapat diserap oleh tanaman.

Seperti halnya tanaman pada tanah asam, pada tanah basa tanaman juga tidak akan tumbuh dan berproduksi secara maksimal.

Cara Menangani Tanah Asam atau Basa?

Bagaimana dengan tanah yang asam? Tebarkan kapur

Pada tanah atau media tanam lainnya yang memiliki tingkat keasman tinggi, unsur magnesium, kalsium dan fosfor akan terikat secara kimiawi sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman.

Pada kondisi seperti itu, unsur alumunium dan mangan akan bersifat racun dan merugikan tanaman.  Pemberian pupuk tidak akan efektif dan tidak efesien karena unsur hara tidak diserap tanaman.

Tanaman akan tumbuh tidak normal dan produktifitas rendah dengan kualitas yang buruk. Untuk mengurangi tingkat keasaman dapat dilakukan dengan pemberian dolomit (Kapur Pertanian).

Pemberian dolomit dengan dosis sesuai kebutuhan dapat dilakukan untuk menyesuaikan nilai pH tanah.

Kapur yang dapat digunakan bisa kapur tohor/kapur bangunan (CaO), bisa kapur mentah (CaCO3) atau kapur pertanian/dolomit (CaMg(CO3)2). Dosis penggunaan tergantung berapa nilai pH yg ingin dicapai. Misal pH awal 4 mau dinaikkan menjadi 6, maka dosis kapurnya (6-4) x 1 ton per hektar = 2 ton  per hektar. Bisa dikatakan pengapuran 1 ton per hektar akan meningkatkan pH satu tingkat.

Bagaimana dengan tanah yang basa? Tebarkan belerang (sulfur).

Pemberian unsur asam atau belerang untuk menurunkan sifat basa tanah biasanya tidak efektif pada tanah yang mengandung mineral kalsium karbonat (unsur kapur).

Mineral karbonat menempatkan pH tanah pada skala 7,5 – 8. Hampir seluruh mineral kalsium karbonat harus dinetralkan dengan asam yang kuat, dan kalaupun itu dilakuan tidak akan memberikan hasil yang memuaskan. Artinya hasil yang didapatkan hanya pada angka 7,5 dan tidak mampu sampai skala 7 atau dibawah 7 (netral).

Penggunaan Pupuk Kompos Untuk Jangka Panjang

Kedua hal tadi kapur untuk tanah asam dan belerang (sulfur) untuk tanah basa adalah teknik menetralkan pH dengan cara instan dan cepat.

Jika ingin cara yg alami maka gunakan pupuk kompos/pupuk kandang. Kompos itu selain mengandung unsur hara juga menjadi tempat hidupnya mikroba (bakteri & jamur). Dimana mikroba itu tadi berfungsi untuk menguraikan unsur hara, sehingga bisa menyuburkan tanaman dan sekaligus menetralkan pH secara perlahan lahan.

Rekomendasi pH meter terbaik

Kini saatnya memilih produk pH meter terbaik untuk Anda. Pilih sesuai kebutuhan, ya!

4 In 1 Soil Survey Instrument

Keunggulan: Hemat biaya, Anda bisa mengetahui empat informasi sekaligus

Produk ini bisa digunakan untuk mengukur empat parameter sekaligus! Selain untuk mengetahui pH sampel, produk ini bisa digunakan untuk mengukur temperatur, intensitas cahaya, dan kelembapan tanah. Produk ini cocok untuk Anda yang memiliki kebun sendiri dan rutin mengecek kualitas tanahnya.

Soil PH & Moisture Tester

Uniknya lagi, produk ini dilengkapi dengan LCD backlight sehingga Anda lebih mudah membacanya meskipun pada siang hari. Sebagai tambahan, Anda bisa membaca temperaturnya dalam dua satuan, yakni Celsius dan Fahrenheit.

Keunggulan: Bodinya kokoh, tidak mudah rusak saat ditancapkan ke tanah

Produk ini bisa diandalkan jika Anda memiliki kebun, tanaman hidroponik, ataupun ingin meneliti tanah di luar rumah. Bodinya yang kokoh membuatnya tidak mudah rusak meskipun ditancapkan ke permukaan tanah yang agak keras. Dengan pH meter ini, Anda bisa mengukur pH sekaligus kelembapan tanah sehingga pertumbuhan tanaman akan lebih optimal.

<